Anda di halaman 1dari 15

No Nama obat Kelas Mekanisme Indikasi dan dosis Cara pemberian Stabilitas Penyesuaian dosis

dan sediaan terapi kerja penggunaan (bila ada)


1. Rocuronium Obat Rocuronium Untuk berbagai Cara pemberian Sebelum Pada pasien dengan
10 mg/ml pelumpuh adalah kondisi klinik melalui rute rekonstitusi: penyakit
(cairan otot penghambat meliputi intubasi parenteral yaitu Stabil pada suhu kardiovaskular
injeksi golongan neuromuskular emergensi, intravena. kulkas (2C - 8 yaitu dengan
dalam Antagonis nondepolarier sindrom gawat Preparasi IV: C). Stabil pada monitoring derajat
ampul 5 mL reseptor (menghambat napas akut, status diencerkan dengan suhu luar kulkas hambatan
atau vial) kolinergik depolarisas). asmatikus, D5W atau ringer hingga 30C neuromuskuler,
(www.kalbe (Medscape, Rocuronium peningkatan laktat dengan selama kedalaman
med.com) 2017) bekerja dengan tekanan konsentrasi akhir 0,5 maksimal 12 hambatan dinilai
cara intrakrania, atau 1 mg/ml untuk minggu, setelah dengan stimulasi
memblokir peningkatan infus. Dapat itu harus saraf perifer setiap
impuls saraf ke tekanan diberikan tanpa dibuang. 2-3 jam hingga
otot, sehingga intraabdominal, diencerkan sebagai Produk tidak dosis obat
terjadi dan hipotermia injeksi atau infus boleh pelumpuh otot
kelumpuhan terapeutik setelah kontinyu atau infus ditempatkan stabil, kemudian
otot sementara. henti jantung pump. kembali ke setiap 8-12 jam.
terkait fibrilasi Pemberiannya harus kulkas, setelah Jika tidak ada
(Medscape, ventrikel. disertai dengan disimpan di luar. kedutan otot, dosis
2017) (Kristiningrum anestesi atau sedasi Periode diturunkan 10%,
Esther, 2015). yang adekuat. penyimpanan jika tampak 3 atau
Relaksan atau Penyakit tidak boleh 4 kedutan otot,
pelumpuh otot hati/saluran melebihi masa dosis ditingkatkan
saat operasi dan empedu/ginjal, simpan 10%.
pernapasan penyakit Sesudah (Kristiningrum
mekanis. neuromuskuler, direkonstitusi: Esther, 2015).
Sebagai kelainan asam basa, Rekonstitusi
tambahan pada usia lanjut, obesitas. dengan Dextrose
anestesi umum Ekstravasasi 5% dalam NaCl
untuk rocuronium dapat 0.9%, Dextrose
mempermudah menyebabkan iritasi 5%, Ringer
intubasi lokal. Ibu menyusui. laktat injeksi,
endotrakea dan dan NaCl 0.9%
memberikan (www.medicines.org.u stabil selama 24
relaksasi otot k) jam untuk infus
rangka selama kontinu.
pembedahan.
Dosis : (ASHP, 2017).
Dewasa:
- Dosis awal
intubasi
endotrakeal: 0,6-
1,2 mg/kgBB IV
-Pemeliharaa: 0,1-
0,2 mg/kgBB
IV Anak-anak:
- Dosis awal
intubasi
endotrakeal:
0,6 mg/kgBB IV
-Dosis
pemeliharaa:
0,075-0,125
mg/kgBB IV
(www.kalbemed.co
m)
2. Atracurium obat Obat IntraVena Dewasa - Injeksi intravena. Sebelum Atracurium
10 mg/ml pelumpuh pelumpuh otot dan anak > 2 tahun - Preparasi : rekonstitusi: didegradasi dengan
cairan otot non- - Dosis yang tambahkan ke kantong Disimpan dalam eliminasi Hoffman
injeksi golongan depolarisasi dianjurkan 0.3-0.6 viaflex yang kosong suhu 2-8C, (autolisis) dan
non secara mg/kg pada dan masukkan tanpa potensinya dengan hidrolisis
depolarisasi kompetitif sebagian besar diencerkan (10 hilang 5-10% ester, sehingga
. menghambat pasien. mg/ml), namun jika tiap bulan bila tidak memerlukan
reseptor - Intubasi perlu dapat diencerkan disimpan pada penyesuaian dosis
acetylcholine endotrakeal 0.5-0.6 dengan D5W, NS, suhu ruang. pada pasien dengan
pada motor mg/kg dalam waktu atau kombinasi Digunakan gangguan ginjal
endplate. 90 detik. Intubasi dextrose-saline. dalam 14 hari atau hati. Asidosis
Ikatan obat dapat dilakukan - Tidak untuk injeksi apabila terpapar dan hipotermia
dengan pada menit 2-5 IM karena dapat suhu ruangan berat dapat
reseptor dengan efek mengakibatkan iritasi (McEvoy, menurunkan
acetylcholine maksimum lumpuh jaringan 2011). metabolisme obat,
mencegah otot respirasi - dapat diberikan Sesudah sehingga perlu
perubahan dicapai dalam 3-5 secara injeksi bolus rekonstitusi: penurunan dosis
konformasi menit pasca injeksi. - Jangan berikan obat Rekonstitusi (Kristiningrum,
pada reseptor - Dosis tambahan sebelum pasien tidak dengan dextrose 2015).
atau secara untuk anestesi total sadar agar tidak terjadi 5% dalam NaCl
fisik 0.1-0.2 mg/kg. kepanikan. 0.9% stabil
menyumbat diberikan terus - Jangan berikan obat selama 24 jam
kanal ion, menerus secara intramuskular pada suhu 5 C
sehingga tidak - Penyakit karena dapat memicu dan 25 C, NaCl
timbul kardiovaskular. reaksi inflamasi 0.9% stabil
endplate Dosis awal 0.3-0.4 (dexamedica, 2017 selama 24 jam.
potential mg/kg diberikan
(Kristiningrum dengan lambat (ASHP,2017)
, 2015). lebih dari 60 detik.
- Pasien ICU awal
0.3-0.6 mg/kg IV
bolus. Dosis
pemeliharaan 11/13
mcg/kg/mnt (0.65-
0.78 mg/kg/jam)
diberikan terus
menerus. Kec min
4.5 mcg/kg/mnt
(0.27 mg/kg/jam).
- Kecepatan
maksimal 29.5
mcg/kg/mnt (1.77
mg/kg/jam). Dosis
dikurangi pada
dengan penyakit
neuromuskular,
gangguan elektrolit
dan kondisi
karsinomatosis
yang memiliki efek
potensiasi ataupun
kesulitan rekoveri
dari blok
neuromuskular.
IntraVena Pediatri
1 bulan - 2 tahun
Dosis awal 0.3-0.4
mg/kg
direkomendasikan
pada bayi usia 1
bulan hingga 2
tahun yang
mendapat anestesia
dengan halotan.
Dosis pemeliharaan
sedikit lebih tinggi
dibandingkan
pasein dewasa
(Medscape, 2017).
3. Neostigmin Ihibitor Inhibitor 1. Miastenia gravis: slow IV injeksi Sebelum Tidak ada
inj. asetilkoline kompetitif dari Akut: 0,5-2,5 mg (Medscape, 2017). direkonstitusi : keterangan
0,5mg/mL sterase, kolinesterase IV/IM/SC/Hari 20-25 0C (dapat
Neostigmin peripheral dihasilkan Penjagaan: 15-375 juga 15-30 0C),
inj. 1 (Medscape, dalam bentuk mg/hari PO dibagi lindungi dari
mg/mL 2017). penurunan dalam 3-4 dosis cahaya dan
Neostigmin hidrolisis Gunakan atropin simpan
tab. 15 mg asetilkolin untuk dikardusnya
(Medscape, dengan mengembalikan hingga akan
2017). kolinesterase efek muscarinik. digunakan
dengan 2. Diagnosis (www.drugs.co
menginduksi Misternia Gravis m)
pemecahan 0,022mg/kg IV Setelah
asetilkolin, Hentikan seluruh direkonstitusi :
peningkatan agen Rekonstitusi
Niostigmin, antikoliesterase dengan NaCl
asetilkolin di selama 8 jam stabil selama 4
celah sinaptik, Berikan atropin jam pada suhu
berkompetisi 0,011mg/kg IV ruang.
pada binding (jika IM berikan 30
site yang sama menit sebelumnya) (ASHP, 2017).
dengan agen dengan Neostigmin
penghambat 0,022mg/kg IM.
Nondepolarisa Jika terdapat
si respon kolinergik,
Neuromuscular hentikan tes dan
dan berikan 0,4-0,6mg
mengembalika atropin IV
n Jika tidak berhasil,
Neuromuscular lakukan yes ulang
(Medscape, di hari yang lain
2017). dengan Neostigmin
0,031mg/kg IM
didahului dengan
0,016 mg/kg
atropin.
3. Blockade
Nondepolarisasi
Neuromuscular
Reversal
0,03-0,07 mg/kg IV
yang secara umum
tercapai rasio
berkedut TOF dari
90% paling lambat
1 menit.
Tidak perlu
melebihi
0,07mg/kg/total
kumulatif 5 mg
yang mana dosis
diberikan dengan
inj. lambat sekitar 1
menit.
Dosis dipilih
berdasarkan
melebihi
pemulihan secara
sempurna yang
terjadi selama
waktu administrasi.
t1/2 MAMBA akan
kembali dan
diperlukan secara
cepat untuk
mengembalikan
NMBA-nya.
Masuk
antikolinergik IV,
misal Atropin,
Glikopirolat, dll.)
sebelumnya/selama
dengan Neostigmin
untuk NRBM
reversal, jika
terjadi bradikardi
berikan
antikolinergik
sebelum
Neostigmin.

0,03 mg/kg
Digunakan untuk
mengembalikan
NMBA dengan 1/2
pendek (misal,
rorucrocin) atau
Ketika resep
pertama lebih dari
stimulus TOF
secara substantif
>10% secara
substantif dari
baseline

0,07 14 mg
Digunakan untuk
NABS dengan t1/2
panjang (misal,
vecurarin,
pancorarin)
Ketika resep
melebihi 1 relatif
lambat (semua
substantif tidak
mencapai >10 dari
baseline)
digunakan untuk
efek Recovery
lebih cepat.
3. Post-op
distation/retensi
urin
Pencegahan: 0,25
mg IM setelah
pembedahan
diulangi tiap 4-6
jam 2-3 hari
Terapi: 0,5-1 mg
IM dan dapat
diberikan maksimal
3x jika perlu (untuk
5 dosis retensi)
4. Miastenia Gravis
Anak
Gunakan dengan
Atropin 0,025-0,04
5. Pengobatan
Miastenia Gravis
Anak
Gunakan dengan
Atropin 0,01-
0,04/kg/IV/IM/SC
2-3x/hari.
2 mg/kg/hari PO
dibagi dalam 4
dosis dan tidak
lebih dari
375mg/hari
(Medscape, 2017)
4. Atropine Obat anti Antagonis Premedikasi -Diberikan secara Sebelum Dipengaruhi oleh
0,05, 0,1, muskarinik kompetitif anastesi : IV/IM/SC rekonstitusi : adanya cahaya
0,4, 0,5, 1 non-selektif di 0,4 0,6 mg -Diberikan melalui stabil pada suhu
mg/mL Diberikan 30-60 pembuluh darah besar
semua reseptor ruang
menit sebelum atau IV tubing selama
untuk musarinik di Setelah
anastesi. Dapat 1-2 menit
injeksi SSPdan perifer rekonstitusi :
diulangi 4-6 jam
(Katzung, NaCl 0,9%
(bila perlu)
2012) secara fisik
kompatibel
dengan adanya
penurunan kadar
selama 72 jam
pada suhu 6, 23,
34C.

(ASHP, 2017).
Nama Alat Ukuran (bila
No. Gambar Fungsi Keterangan
Kesehatan ada)
1. ETT king cuff Pemberian ventilasi -Laki-laki Endotracheal cuff
tekanan positif dewasa : no 7, 7.5, hanya dikecualikan
dan juga sebagai 8, 8.5 penggunaannya
proteksi jalan -Perempuan pada pasien kurang
napas terhadap dewasa : no 5, 5.5, dari 8-10 tahun.
aspirasi dari isi 6, 6.5, 7 Tetapi
lambung yang -Anak-anak : usia diperbolehkan
digunakan pada (dalam tahun ) + 4 kasus gawat-
orang dewasa dibagi 4. Rumus darurat yang tidak
(Adhriyani, 2014). ini untuk tube mentoleransi
uncuffed. Ketika perubahan di
menggunakan tube volume tidak atau
cuff pada anak tekanan jalan
maka tube-nya nafas, disebabkan
harus lebih kecil dari perubahan
0,5-1 mm yang kebocoran udara
dipilih dengan level sedari
dan paralisis otot
atau posisi kepala
(Anshori, 2012).
2. ETT non king Sejenis kateter Ukuran ETT yang
cuff yang dimasukkan Endotracheal Tube diameter
kedalam trakea berkisar dari 2-12 internalnya dilapisi
dengan tujuan mm diameter oleh kawat spiral
utama internal dan menyelubungi
mengendalikan dan meningkat dalam seluruh lapisan
mempertahankan ukuran dengan 0,5 dalam tube-nya.
patensi jalan nafas mm. Tubes atau dikenal juga
dan untuk yang didesain tube fleksometalik
mendapatkan untuk intubasi sangat
pertukaran yang orotrakeal berguna pada
adekuat dari memiliki radius kondisi dimana
oksigen dan karbon kurvatura 14 +/- tertekuknya atau
dioksida (untuk 10%, dan tubes penekanan dari
membebaskan yang didesain tube dapat menjadi
obstruksi jalan untuk intubasi masalah
nafas dan untuk nasotrakeal ketika
kepentingan memiliki radius intraoperatif.
anestesi) (Abdallah kurvatura 20 +/- Tube ini dapat
Muhammad, 2011). 10% dengan mudah
Endotracheal Pemilihan dari menyudut atau
tube (ETT) ukuran tube terlipat jauh dari
adalah tipe bergantung dari lokasi pembedahan
khusus dari ukuran pasien. tanpa menjadi
tracheal tube Ketika tertekuk.
yang selalu menggunakan tube Meskipun tube ini
dimasukkan nasotrakeal memiliki banyak
melalui mulut memilih tube kegunaan tetapi
atau hidung. ukuran 0,5-1 cm ada masalah
(Abdallah lebih kecil dari yang berhubungan
Muhammad, ukuran tube dengannya yaitu
2011). pasien. Secara intubasi sangat
ETT non king umum, ukuran memerlukan stilet.
cuff untuk tube 7 atau Mudah keluarnya
prosedur 7,5 sesuai untuk atau berlipat ujung
pembedahan wanita dewasa dan dari tube ini pada
kepala leher, 7,5-8,5 sesuai lokasi penguncian
trakea, bedah untuk pria dewasa cuff-nya.
saraf dan (Malhotra et al., Tergigitnya tube
pembedahan 2007). oleh gigi
yang lain yang pasien dapat
membutuhkan menyebabkan
posisi pronasi obstruksi jalan
atau tengkurap nafas.
(Malhotra et al., (Malhotra et al.,
2007). 2007).
3. ETT Biasa (non memastikan jalan 2.0, 2.5, 3.0, 3.5, Tidak ada
cuff) nafas pada anak 4.0, 4.5, 5.0 keterangan
usia di bawah 8
tetap terbuka, misal
pada anestesi dan
perawatan intensif.
4. ETT Rae Menjaga jalan 2-12 mm Tidak ada
nafas keterangan

5. ETT carlent memisahkan 28 Fr, 35 Fr, 37 Tidak ada


ventilasi antar paru Fr, 39 Fr, 41 Fr, keterangan
karena ada 32 sisi kiri FR
pendarahan, (Orlewicz, M.S.,
infeksi, dan. pada et al, 2016).
salah satu paru
(Orlewicz, M.S., et
al, 2016).

6. LMA Menjaga jalan 1, 1.5, 2, 2.5, 3, 4, Tidak ada


nafas (Sood, 2005) dan 5 keterangan
Daftar pustaka

Abdallah Muhammad, 2011. Endotracheal Tube Cuff. University Of Kwazulu-Natal Departement Of Anesthetic. p.10-16.
Adhriyani, D., Harimin, K dan Saleh, I. 2014. Perbandingan Efektivitas Saline Normal Dengan Udara Dalam Pengembangan
Cuff Pipa Endotrakeal Untuk Mengurangi Risiko Sakit Tenggorokan Pascaintubasi. MKS, Th. 46, No. 3.
Anshori, F. 2012. Macam-Macam Endotracheal Tube. Fakultas kedokteran/SMF anestesi RSUP NTB Mataram.
Katzung, B.G., Masters, S.B., Trevor, A.J. 2012. Basic & Clinical Pharmacology, 12th Ed. New York:McGraw-Hill.
Kristiningrum, E. 2015. Penggunaan Obat Pelumpuh Otot di ICU. Continuing Professional development CDK-233/ vol. 42 no.
10.
Malhotra et al., 2007.Ventilatory Obstruction With Spiral Embedded Tube, Are They Safe?. Indian Journal Of Anaesthesia. Vol
51 (5). p. 432-433.
McEvoy, Gerald K., 2011. AHFS Drug Information Essentials: Point-of-Care Drug Information for Health Care Professionals.
Bethesda: American Society of Health-System Pharmacists Inc.
Orlewicz, M.S., Coleman, A.E., Choromanski, D., Meyers, A.D., 2016. Double-Lumen Endotracheal Tube Placement diakses
melalui emedicine.medscape.com 9 Juni 2017 pukul 04.58.
Sood, Jayashree., 2005. Laryngeal Mask Airway and its Variants. Indian J Anaesth. P.275-280
www.dexa-medica.com/our-product/searchs/tramus diakses pada tanggal 8 Juni 2017, pukul 20.00 WIB.
www.kalbemed.com diakses pada tanggal 8 Juni 2017, pukul 20.30 WIB.
www.medicines.org.uk diakses pada tanggal 8 Juni 2017, pukul 21.15 WIB.
www.medscape.com diakses pada tanggal 8 Juni 2017, pukul 21.30 WIB.