Anda di halaman 1dari 20

MAKALAH BAHASA INDONESIA

KEDUDUKAN DAN FUNGSI BAHASA INDONESIA

Oleh :

KELOMPOK 1

1. EVI MARLISA
2. MOCHAMMAD YADI H.
3. TAUFIK HIDAYAT PUTRA

JURUSAN TEKNIK KIMIA

POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA

2012
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah Swt atas rahmat dan
karunia-Nya saya dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Makalah yang
berjudul Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia ini membahas
mengenai kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan
bahasa negara serta perannya dalam pembangunan bangsa.

Dalam penulisan makalah ini kami banyak mendapat bantuan dari


berbagai pihak. Oleh karena itu, kami ingin mengucapkan terima kasih kepada
semua pihak yang telah membantu penulisan makalah ini. Kami sadar bahwa
dalam makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, Hal itu di karenakan
keterbatasan kemampuan dan pengetahuan yang kami miliki. Kami sangat
mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari para pembaca.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita.

Akhir kata, kami memohon maaf apabila dalam penulisan makalah ini
terdapat banyak kesalahan.

Palembang, September 2012

Penulis
DAFTAR ISI

Kata Pengantar

BAB I Pendahuluan.......(3)

1.1 Latar Belakang................................(4)

1.2 Tujuan .................................(4)

BAB II Isi...............................(5)

2.1 .....................................(5)

2.2 .................................................(6)

2.3 .............(7)

2.4 .............(9)

2.5 ....(10)

2.6 ............(12)

BAB III Penutup ....(26)

Daftar Pustaka......(27)
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar BelakangError! Bookmark not defined.


Bahasa adalah alat komunikasi bagi manusia, baik secara lisan maupun
tertulis. Hal ini merupakan fungsi dasar bahasa yang tidak dihubungkan dengan
status dan nilai-nilai sosial. Setelah dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari
yang di dalamnya selalu ada nilai-nilai dan status bahasa tidak dapat ditinggalkan.
Bahasa mempunyai fungsi-fungsi tertentu yang digunakan berdasarkan
kebutuhan seseorang, karena dengan menggunakan bahasa seseorang juga dapat
mengekspresikan dirinya, fungsi bahasa sangat beragam. Bahasa digunakan
sebagai alat untuk berkomunikasi, selain itu bahasa juga digunakan sebagai alat
untuk mengadakan integrasi dan beradaptasi sosial dalam lingkungan atau situasi
tertentu dan sebagai alat untuk melakukan kontrol sosial.
Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, bahasa memang sangat
penting digunakan. Karena bahasa merupakan simbol yang di hasilkan menjadi
alat ucap yang biasa digunakan oleh sesama masyarakat. Dalam kehidupan sehari-
hari hampir semua aktifitas kita menggunakan bahasa. Baik menggunakan bahasa
secara lisan maupun secara tulisan dan bahasa tubuh. Bahkan saat kita tidur pun
tanpa sadar kita menggunakan bahasa.

1.2 Perumusan MasalahError! Bookmark not defined.


1. Bagaimana kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia?
2. Bagaimana peranan bahasa dalam pembangunan bangsa?

1.3 TujuanError! Bookmark not defined.


1. Mengetahui kedudukan dan fungsi bahasa indonesia
2. Menngetahui peranan bahasa dalam pembangunan bangsa
BAB II
ISI

2.1 Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia

Kedudukan dapat diartikan sebagai status ataupun posisi dimana sesuatu


itu ditempatkan. Begitu juga dalam kaitanya dengan bahasa, kedudukan bahasa
dapat diartikan sebagai status bahasa sebagai sistem lambang nilai budaya yang
dirumuskan atas dasar nilai sosial yang dihubungkan dengan bahasa yang
bersangkutan.
Bahasa Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara juga memiliki
kedudukan yaitu sebagai bahasa nasional. Kedudukan bahasa Indonesia sebagai
bahasa nasional dimulai saat dicetuskanya Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober
1928. Selain sebagai bahasa Nasional, bahasa Indonesia juga memiliki kedudukan
lain yaitu sebagai bahasa Negara seperti tercantum dalam UUD 1945. Perjalanan
Bahasa dimulai sebelum kolonial masuk ke bumi Nusantara, dengan bukti-bukti
prasasti yang ada, misalnya yang didapatkan di Bukit Talang Tuwo dan Karang
Brahi serta batu nisan di Aceh, sampai dengan tercetusnya inpirasi persatuan
pemuda-pemuda Indonesia pada tanggal 28 Oktober 1928 yang konsep aslinya
berbunyi:
Kami poetera dan poeteri Indonesia

mengakoe bertoempah darah satoe,

Tanah Air Indonesia.

Kami poetera dan poeteri Indonesia

mengakoe berbangsa satoe,

Bangsa Indonesia.
Kami poetera dan poeteri Indonesia

mendjoendjoeng bahasa persatoean,

Bahasa Indonesia.

Dari ketiga butir di atas yang paling menjadi perhatian pengamat (baca: sosiolog)
adalah butir ketiga. Kita tahu bahwa saat itu, sebelum tercetusnya Sumpah
Pemuda, bahasa Melayu dipakai sebagai lingua franca di seluruh kawasan tanah
air kita. Hal itu terjadi sudah berabad-abad sebelumnya. Dengan adanya kondisi
yang semacam itu, masyarakat kita sama sekali tidak merasa bahwa bahasa
daerahnya disaingi. Di balik itu, mereka telah menyadari bahwa bahasa daerahnya
tidak mungkin dapat dipakai sebagai alat perhubungan antar suku, sebab yang
diajak komunikasi juga mempunyai bahasa daerah tersendiri. Adanya bahasa
Melayu yang dipakai sebagai lingua franca ini pun tidak akan mengurangi fungsi
bahasa daerah. Bahasa daerah tetap dipakai dalam situasi kedaerahan dan tetap
berkembang. Kesadaran masyarakat yang semacam itulah, khusunya pemuda-
pemudanya yang mendukung lancarnya inspirasi sakti di atas.

Apakah ada bedanya bahasa Melayu pada tanggal 27 Oktober 1928 dan bahasa
Indonesia pada tanggal 28 Oktober 1928? Perbedaan ujud, baik struktur, sistem,
maupun kosakata jelas tidak ada. Jadi, kerangkanya sama. Yang berbeda adalah
semangat dan jiwa barunya. Sebelum Sumpah Pemuda, semangat dan jiwa bahasa
Melayu masih bersifat kedaerahan atau jiwa Melayu. Akan tetapi, setelah Sumpah
Pemuda semangat dan jiwa bahasa Melayu sudah bersifat nasional atau jiwa
Indonesia. Pada saat itulah, bahasa Melayu yang berjiwa semangat baru diganti
dengan nama bahasa Indonesia.

Hasil Perumusan Seminar Politik Bahasa Nasional yang diselenggarakan di


Jakarta pada tanggal 25-28 Februari 1975 antara lain menegaskan bahwa dalam
kedudukannya sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia berfungsi sebagai :

(1) lambang kebanggaan nasional,

(2) lambang identitas nasional,


(3) alat pemersatu berbagai-bagai masyarakat yang berbeda-beda latar belakang
sosial budaya dan bahasanya, dan

(4) alat perhubungan antarbudaya antardaerah.

2.1.1 Sebagai Lambang Kebanggaan Nasional

Bahasa Indonesia memancarkan nilai-nilai sosial budaya luhur bangsa


Indonesia. Dengan keluhuran nilai yang dicerminkan bangsa Indonesia, kita harus
bangga dengannya; kita harus menjunjungnya; dan kita harus
mempertahankannya. Sebagai realisasi kebanggaan kita terhadap bahasa
Indonesia, kita harus memakainya tanpa ada rasa rendah diri, malu, dan acuh tak
acuh. Kita harus bngga memakainya dengan memelihara dan
mengembangkannya.

2.1.2 Sebagai Lambang Identitas Nasional


Bahasa Indonesia merupakan lambang bangsa Indonesia. Ini berarti,
dengan bahasa Indonesia akan dapat diketahui siapa kita, yaitu sifat, perangai, dan
watak kita sebagai bangsa Indonesia. Karena fungsinya yang demikian itu, maka
kita harus menjaganya jangan sampai ciri kepribadian kita tidak tercermin di
dalamnya. Jangan sampai bahasa Indonesia tidak menunjukkan gambaran bangsa
Indonesia yang sebenarnya.

2.1.3 Sebagai Alat Pemersatu Berbagai-bagai Masyarakat yang Berbeda-beda


Latar Belakang Sosial Budaya dan Bahasanya

Dengan fungsi yang ketiga memungkinkan masyarakat Indonesia yang


beragam latar belakang sosial budaya dan berbeda-beda bahasanya dapat menyatu
dan bersatu dalam kebangsaan, cita-cita, dan rasa nasib yang sama. Dengan
bahasa Indonesia, bangsa Indonesia merasa aman dan serasi hidupnya, sebab
mereka tidak merasa bersaing dan tidak merasa lagi dijajah oleh masyarakat
suku lain. Apalagi dengan adanya kenyataan bahwa dengan menggunakan bahasa
Indonesia, identitas suku dan nilai-nilai sosial budaya daerah masih tercermin
dalam bahasa daerah masing-masing. Kedudukan dan fungsi bahasa daerah masih
tegar dan tidak bergoyah sedikit pun. Bahkan, bahasa daerah diharapkan dapat
memperkaya khazanah bahasa Indonesia.

2.1.4 Sebagai Alat Perhubungan Antarbudaya Antardaerah

Bahasa Indonesia sering kita rasakan manfaatnya dalam kehidupan sehari-


hari. Bayangkan saja apabila kita ingin berkomunikasi dengan seseorang yang
berasal dari suku lain yang berlatar belakang bahasa berbeda, mungkinkah kita
dapat bertukar pikiran dan saling memberikan informasi? Bagaimana cara kita
seandainya kita tersesat jalan di daerah yang masyarakatnya tidak mengenal
bahasa Indonesia? Bahasa Indonesialah yang dapat menanggulangi semuanya itu.
Dengan bahasa Indonesia kita dapat saling berhubungan untuk segala aspek
kehidupan. Bagi pemerintah, segala kebijakan dan strategi yang berhubungan
dengan ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan kemanan
(disingkat: ipoleksosbudhankam) mudah diinformasikan kepada warganya.
Akhirnya, apabila arus informasi antarkita meningkat berarti akan mempercepat
peningkatan pengetahuan kita. Apabila pengetahuan kita meningkat berarti tujuan
pembangunan akan cepat tercapai.

2.2 Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia sebagai Bahasa


Negara/Resmi

Sebagaimana kedudukannya sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia


sebagai bahasa negara/resmi pun mengalami perjalanan sejarah yang panjang.
Secara resmi adanya bahasa Indonesia dimulai sejak Sumpah Pemuda, 28 Oktober
1928. Bahasa Indonesia merupakan lanjutan yang tidak langsung dari bahasa
Melayu. Hal ini disebabkan pada waktu itu bahasa Melayu masih juga digunakan
dalam lapangan atau ranah pemakaian yang berbeda. Bahasa Melayu digunakan
sebagai bahasa resmi kedua oleh pemerintah jajahan Hindia Belanda setelah
bahasa Belanda, sedangkan bahasa Indonesia digunakan di luar situasi
pemerintahan tersebut oleh pemerintah yang mendambakan persatuan Indonesia
dan yang menginginkan kemerdekaan Indonesia. Demikianlah, pada saat itu
terjadi dualisme pemakaian bahasa yang sama tubuhnya, tetapi berbeda jiwanya:
jiwa kolonial dan jiwa nasional.

Secara terperinci perbedaan pemakaian antara kedua bahasa itu terlihat


pada perbandingan berikut ini.

Bahasa Melayu: Bahasa Indonesia:

a. 1. Bahasa resmi kedua di samping


a. 1. Bahasa yang digunakan dalam
bahasa Belanda, terutama untuk gerakan kebangsaan untuk mencapai
tingkat yang dianggap rendah. kemerdekaan Indonesia.

b.2.Bahasa yang diajarkan di sekolah-b.2. Bahasa yang digunakan dalam


sekolah yang didirikan atau menurut penerbitan-penerbitan yang bertuju-an
sistem pemerintah Hindia Belanda. untuk mewujudkan cita-cita perjuangan
kemerdekaan Indonesia baik berupa:
c.
1) a. bahasa pers,

2) b. bahasa dalam hasil sastra.

3. 3. Penerbitan-penerbitan yang dikelola


oleh pemerintah Hindia Belanda.

Kondisi di atas berlangsung sampai tahun 1945.

Bersamaan dengan diproklamasikannya kemerdekaan Indonesia pada


tanggal 17 Agustus 1945, diangkat pulalah bahasa Indonesia sebagai bahasa
negara. Hal itu dinyatakan dalam UUD 1945, Bab XV, Pasal 36. Pemilihan
bahasa sebagai bahasa negara bukanlah pekerjaan yang mudah dilakukan. Terlalu
banyak hal yang harus dipertimbangkan. Salah timbang akan mengakibatkan tidak
stabilnya suatu negara. Sebagai contoh konkret, negara tetangga kita Malaysia,
Singapura, Filipina, dan India, masih tetap menggunakan bahasa Inggris sebagai
bahasa resmi di negaranya, walaupun sudah berusaha dengan sekuat tenaga untuk
menjadikan bahasanya sendiri sebagai bahasa resmi.
Hal-hal yang merupakan penentu keberhasilan pemilihan suatu bahasa
sebagai bahasa negara apabila :

(1) bahasa tersebut dikenal dan dikuasai oleh sebagian besar penduduk negara itu,

(2) secara geografis, bahasa tersebut lebih menyeluruh penyebarannya, dan

(3) bahasa tersebut diterima oleh seluruh penduduk negara itu.

Bahasa-bahasa yang terdapat di Malaysia, Singapura, Filipina, dan India


tidak mempunyai ketiga faktor di atas, terutama faktor yang nomor (3).
Masyarakat multilingual yang terdapat di negara itu saling ingin mencalonkan
bahasa daerahnya sebagai bahasa negara. Mereka saling menolak untuk menerima
bahasa daerah lain sebagai bahasa resmi kenegaraan. Tidak demikian halnya
dengan negara Indonesia. Ketiga faktor di atas sudah dimiliki bahasa Indonesia
sejak tahun 1928. Sebelumnya bahasa Indonesia sudah menjalankan tugasnya
sebagai bahasa nasional, bahasa pemersatu bangsa Indonesia.

Dalam Hasil Perumusan Seminar Politik Bahasa Nasional yang


diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 25 s.d. 28 Februari 1975 dikemukakan
bahwa di dalam kedudukannya sebagai bahasa negara, bahasa Indonesia befungsi
sebagai:

(1) bahasa resmi kenegaraan,

(2) bahasa pengantar resmi di lembaga-lembaga pendidikan,

(3) bahasa resmi di dalam perhubungan pada tingkat nasional untuk kepentingan
perencanaan dan pelaksanaan pembangunan serta pemerintah, dan

(4) bahasa resmi di dalam pengembangan kebudayaan dan pemanfaatan ilmu


pengetahuan serta teknologi modern.

Keempat fungsi itu harus dilaksanakan, sebab minimal empat fungsi itulah
memang sebagai ciri penanda bahwa suatu bahasa dapat dikatakan berkedudukan
sebagai bahasa negara.
2.2.1 Sebagai Bahasa Resmi Kenegaraan

Pemakaian pertama yang membuktikan bahwa bahasa Indonesia sebagai


bahasa resmi kenegaran ialah digunakannya bahasa Indonesia dalam naskah
proklamasi kemerdekaan RI 1945. Mulai saat itu dipakailah bahasa Indonesia
dalam segala upacara, peristiwa, dan kegiatan kenegaraan baik dalam bentuk lisan
maupun tulis. Keputusan-keputusan, dokumen-dokumen, dan surat-surat resmi
yang dikeluarkan oleh pemerintah dan lembaga-lembaganya dituliskan di dalam
bahasa Indonesia. Pidato-pidato atas nama pemerintah atau dalam rangka
menuanaikan tugas pemerintahan diucapkan dan dituliskan dalam bahasa
Indonesia.

2.2.2 Sebagai Bahasa Pengantar Resmi di Lembaga-lembaga Pendidikan

Bahasa Indonesia dipakai sebagai bahasa pengantar di lembaga-lembaga


pendidikan mulai dari taman kanak-kanak sampai dengan perguruan tinggi.
Sebagai konsekuensi pemakaian bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar di
lembaga pendidikan tersebut, maka materi pelajaran ynag berbentuk media cetak
hendaknya juga berbahasa Indonesia. Hal ini dapat dilakukan dengan
menerjemahkan buku-buku yang berbahasa asing atau menyusunnya sendiri.
Apabila hal ini dilakukan, sangatlah membantu peningkatan perkembangan
bahasa Indonesia sebagai bahasa ilmu pengetahuan dan teknolologi (iptek).

2.2.3 Sebagai Bahasa Resmi di Dalam Perhubungan pada Tingkat Nasional


untuk Kepentingan Perencanaan dan Pelaksanaan Pembangunan serta
Pemerintah

Bahasa Indonesia dipakai dalam hubungan antar badan pemerintah dan


penyebarluasan informasi kepada masyarakat. Sehubungan dengan itu hendaknya
diadakan penyeragaman sistem administrasi dan mutu media komunikasi massa.
Tujuan penyeragaman dan peningkatan mutu tersebut agar isi atau pesan yang
disampaikan dapat dengan cepat dan tepat diterima oleh orang masyarakat.
2.2.4 Sebagai Bahasa Resmi di Dalam Pengembangan Kebudayaan dan
Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan serta Teknologi Modern

Kebudayaan nasional yang beragam itu, yang berasal dari masyarakat


Indonesia yang beragam pula, rasanya tidaklah mungkin dapat disebarluaskan
kepada dan dinikmati oleh masyarakat Indonesia dengan bahasa lain selain bahasa
Indonesia. Hal ini juga berlaku dalam penyebarluasan ilmu dan teknologi modern.
Penyebarluasan iptek dan pemanfaatannya kepada perencanaan dan pelaksanaan
pembangunan negara dilakukan dengan menggunakan bahasa Indonesia.
Penulisan dan penerjemahan buku-buku teks serta penyajian pelajaran atau
perkuliahan di lembaga-lembaga pendidikan untuk masyarakat umum dilakukan
dengan menggunakan bahasa Indonesia. Dengan demikian, masyarakat Indonesia
tidak lagi bergantung sepenuhnya kepada bahasa-bahasa asing (bahasa sumber)
dalam usaha mengikuti ontoh lain,perkembangan dan penerapan iptek. Pada tahap
ini, bahasa Indonesia bertambah perannya sebagai bahasa ilmu. Bahasa Indonesia
oun dipakai bangsa Indonesia sebagai alat untuk mengantar dan menyampaian
ilmu pengetahuan kepada berbagai kalangan dan tingkat pendidikan.

2.3 Peran Bahasa Indonesia dalam Pembangunan Bangsa


Perkembangan terakhir menunjukkan bahwa keragaman budaya justru
menjadi sumber pertentangan antarkomponen bangsa. Krisis multidimensional
yang dialami bangsa Indonesia belum berakhir sampai saat ini. Berbagai
kerusuhan dan konflik sosial baik yang bersifat horizontal maupun vertikal sudah
mengarah pada disintegrasi bangsa. Sebagian besar anggota masyarakat saat ini
belum memahami arti penting pluralisme budaya. Masyarakat belum meyakini
bahwa kehidupan dapat dibangun dalam naungan keragaman budaya (Bandem,
2001).
Dalam hal ini, bahasa Indonesia menjadi alat pemersatu bangsa bagi
permasalahan pada masyarakat yang bersumber pada keragaman tersebut.
Komunikasi perhubungan pada berbagai kegiatan masyarakat telah memanfaatkan
bahasa Indonesia di samping bahasa daerah sebagai piranti untuk membangun
kesepahaman, kesepakatan dan persepsi yang memungkinkan terjadinya
kelancaran pembangunan di berbagai kehidupan. Peranan bahasa Indonesia dalam
pembangunan Nasional sangat strategis,itu tidak dapat dipungkiri lagi bahwa
pembangunan nasional yang selama ini dilaksanakan oleh bangsa kita telah
dilaksanakan dengan Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasinya.

Sebagai contoh, ditinjau dari aspek pembangunan budaya, bahasa


indonesia berperan sebagai jalur penerus kebudayaan yang mempercepat
perkembangan peradaban manusia. Dapat kita bayangkan betapa terhambatnya
perkembangan kebudayaan manusia apabila tidak ada buku-buku sejarah,agama,
catatan penemuan berbagai bidang ilmu pengertahuan dan tidak ada alat-alat
komunikasi modernyang kesemuanya mengandalkan bahasa indonesia sebagai
sarana komunikasi dalam negeri(Badudu,1975).

Contoh lain, dalam aspek hukum,bahasa indonesia berperan sebagai sarana


pengembangan hukum nasional(Harkrisnowo,2007). Bahasa indonesia digunakan
dalam perundang-undangan,peraturan-peraturan pemerintah daerah dan
pemerintah,surat perjanjian kerja, surat perjanjian jual-beli,dan sebagainya
BAB III PENUTUP

A. Simpulan
Dari uraian diatas kita dapat menarik kesimpulan bahwa Sebagai bahasa
resmi, bahasa Indonesia dipakai sebagai bhasa pengantar di lembaga-lembaga
pendidikan mulai dari taman kanak-kanak sampai dengan perguruan tinggi. Hanya
saja untuk kepraktisan, beberapa lembaga pendidikan rendah yang anak didiknya
hanya menguasai bahasa ibunya (bahasa daerah) menggunakan bahasa pengantar
bahasa daerah anak didik yang bersangkutan. Hal ini dilakukan sampai kelas tiga
Sekolah Dasar.
Bahasa adalah alat komunikasi bagi manusia, baik secara lisan
maupun tertulis. Hal ini merupakan fungsi dasar bahasa yang tidak dihubungkan
dengan status dan nilai-nilai sosial. Setelah dihubungkan dengan kehidupan
sehari-hari yang di dalamnya selalu ada nilai-nilai dan status bahasa tidak dapat
ditinggalkan.

B. Saran
Bahasa adalah alat komunikasi bagi manusia, baik secara lisan maupun
tertulis. Hal ini merupakan fungsi dasar bahasa yang tidak dihubungkan dengan
status dan nilai-nilai sosial. Setelah dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari
yang di dalamnya selalu ada nilai-nilai dan status bahasa tidak dapat ditinggalkan.
DAFTAR PUSTKA
http://community.gunadarma.ac.id/user/blogs/view/name_pinkers/id_10943/title_
peranan-bahasa-indonesia-dalam-kehidupan/
http://muslich-m.blogspot.com/2007/04/kedudukan-dan-fungsi-bahasa-
indonesia.html
http://id.shvoong.com/humanities/linguistics/2093715-fungsi-bahasa-indonesia/
http://www.scribd.com/doc/21785947/Kedudukan-Dan-Fungsi-Bahasa-Indonesia
http://www.scribd.com/doc/13800606/Peranan-Bahasa-Indonesia-Dalam-
Mencerdaskan-Bangsa-Indonesia
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


Puji syukur atas kehadirat Allah SWT atas berkat rahmat dan hidayahnya-
lah sehingga saya dapat menyelesaikan tugas ini dengan baik. Tak lupa pula kita
ucapkan salam dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, karena beliaulah
yang telah menghantarkan kita dari zaman jahiliyah menuju zaman yang penuh
berkah.
Adapun judul makalah saya Kedudukan dan Fungsi Bahasa
Indonesia, dan saya sangat berharap semoga dengan adanya makalah ini saya
dapat memberikan sedikit gambaran dan memperluas wawasan ilmu yang kita
miliki.

Terima kasih atas pihak yang telah mendukung saya dalam pembuatan
makalah ini, jika ada salah kata, saya bersedia menerima kritik dan saran untuk
pembuatan makalah selanjutnya. Jika ada yang tidak berkenan di hati kalian,
saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Billahi Fii Sabilillaq Fastabiqul Khaerat.
Wassalamualaikum Wr. Wb.

Makassar, 1 Februari
2011

Penulis
Daftar Isi

Kata Pengantar
.................................................................................................................... i
Daftar isi
............................................................................................................................. ii
BAB I PPENDAHULUAN
............................................................................................. 1
a. Latar Belakang
............................................................................................................ 1
b. Rumusan Masalah
........................................................................................................ 1
BAB II PEMBAHASAN
................................................................................................... 2
a. Konsep dasar kedudukan dan fungsi bahasa
................................................................. 2
b. Kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional
.............................. 3
c. Kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa
Negara/resmi...................... 6
d. Perbedaan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional dan Bahasa Indonesia
sebagai Bahasa Negara/Resmi
....................................................................................................................................
9

BAB III PENUTUP


.......................................................................................................... 13
a.
Simpulan....................................................................................................................
... 13
b. Saran
........................................................................................................................... 13
Daftar Pustaka
.................................................................................................................... 14