Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN PONDASI TIANG PANCANG (NORMAL PILE)

untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Metode Pelaksanaan Konstruksi
Tahun Akademik 2015/2016

Disusun Oleh :

1. Ririn Ratnanengsih 121111061


2. Agung Pradopo 131111033
3. Dwi Riyandi Adi Topik 131111037
4. M. Fachry Zulkifly 131111043
5. M. Dzikri Ridwannulloh A 131111047
6. M. Rijal Sutami 131111049
7. Nadia Sekar Cantika 131111050
8. Rini Sulastri 131111056

PROGRAM STUDI DIII TEKNIK KONSTRUKSI GEDUNG

JURUSAN TEKNIK SIPIL


POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
2016
METODE PELAKSANAAN KONSTRUKSI
JURUSAN TEKNIK SIPIL
Jl. GegerkalongHilir Ds. Ciwaruga Bandung 40012, Kotak Pos 1234, Telepon (022) 2013789.
Homepage : www.polban.ac.id Email : polban@polban.ac.id

PONDASI TIANG PANCANG

Gambar 1. Pondasi Tiang Pancang


Sumber: www.google.com

Pondasi tiang pancang adalah suatu konstruksi pondasi yang mampu menahan gaya
orthogonal ke sumbu tiang dengan jalan menyerap lenturan. Pondasi tiang pancang dibuat
menjadi satu kesatuan yang monolit dengan menyatukan pangkal tiang pancang yang terdapat
di bawah konstruksi dengan tumpuan pondasi. Kegunaan pondasi tiang pancang meliputi
beberapa hal, yaitu diantaranya adalah :

1. Untuk membawa beban-beban konstruksi di atas permukaan tanah ke dalam tanah


melalui lapisan tanah. Dalam hal ini, transfer gaya yang terjadi tidak hanya menyangkut
beban gaya vertikasl saja, namun juga meliputi gaya lateral.
2. Untuk menahan gaya desakan ke atas yang sering kali menyebabkan terjadinya
kegagalan guling, seperti untuk telapak ruangan bawah tanah di bawah bidang batas air
jenuh. Pondasi telapak dapat juga dipakai untuk menopang kaki-kaki menara terhadap
kegagalan guling, dimana gaya momen yang dihasilkan dari beban horisontal (dalam
hal ini beban angin) dapat ditahan oleh gaya friksi tanah terhadap permukaan pondasi
tiang pancang.

DIII Teknik Konstruksi Gedung 1


METODE PELAKSANAAN KONSTRUKSI
JURUSAN TEKNIK SIPIL
Jl. GegerkalongHilir Ds. Ciwaruga Bandung 40012, Kotak Pos 1234, Telepon (022) 2013789.
Homepage : www.polban.ac.id Email : polban@polban.ac.id

3. Dapat memampatkan endapan tak berkohesi yang bebas lepas di dalam tanah dengan
melalui kombinasi perpindahan isi tiang pancang dan getaran dorongan saat
pemancangan. Dalam pelaksanaannya, pondasi tiang pancang tersebut dapat ditarik
keluar.
4. Mengontrol penurunan bila kaki-kaki yang tersebar atau telapak berada pada tanah tepi
atau didasari oleh sebuah lapisan yang kemampatannya tinggi.
5. Membuat tanah di bawah pondasi sebuah mesin menjadi kaku untuk mengontrol
amplitudo getaran dan frekwensi alamiah dari sistem mesin tersebut bila dijalankan.
Dalam hal ini, transfer beban dinamis akibat getaran (vibrasi) sebuah mesin dapat
dilaksanakan dengan baik tanpa harus mengubah struktur tanah, dimana tanah menjadi
kaku dan teredam dari vibrasi mesin.
6. Sebagai faktor keamanan tambahan di bawah tumpuan jembatan dan tiang khususnya,
jika erosi merupakan persoalan yang potensial. Dengan adanya pondasi tiang pancang,
kegagalan gelincir yang dapat disebabkan oleh erosi dan beban horisontal akan dapat
diatasi.
7. Dalam konstruksi yang didirikan pada lepas pantai, pondasi tiang pancang digunakan
untuk meneruskan beban-beban yang terjadi di atas permukaan air pada struktur ke
dalam air dan ke dalam dasar tanah yang mendasari air tersebut. Hal ini berlaku pada
pondasi tiang pancang yang ditanamkan sebagian ke dalam tanah pada dasar air dan
yang terpengaruh oleh beban vertikal dan tekuk serta beban lateral. Dengan demikian,
dengan dipakainya pondasi tiang pancang pada suatu struktur pada lepas pantai, selain
memanfaatkan daya dukung tanah seperti pondasi pada umumnya, juga memanfaatkan
daya dukung air untuk menjaga kestabilan struktur.

Pelaksanaan pekerjaan pemancangan menggunakan diesel hammer. Sistem kerja diesel


hammer adalah dengan pemukulan sehingga dapat menimbulkan suara keras dan getaran
pada daerah sekitar. Itulah sebabnya cara pemancangan pondasi ini menjadi permasalahan
tersendiri pada lingkungan sekitar.
Permasalahan lain adalah cara membawa diesel hammer ke lokasi pemancangan harus
menggunakan truk tronton yang memiliki crane. Crane berfungsi untuk menaikkan dan
menurunkan. Namun saat ini sudah ada alat pancang yang menggunakan system hidraulik

DIII Teknik Konstruksi Gedung 2


METODE PELAKSANAAN KONSTRUKSI
JURUSAN TEKNIK SIPIL
Jl. GegerkalongHilir Ds. Ciwaruga Bandung 40012, Kotak Pos 1234, Telepon (022) 2013789.
Homepage : www.polban.ac.id Email : polban@polban.ac.id

hammer dengan berat 3 7 ton.Pekerjaan pemukulan tiang pancang dihentikan dan dianggap
telah mencapai tanah keras jika pada 10 kali pukulan terakhir, tiang pancang masuk ke tanah
tidak lebih dari 2 cm.

1. Perhitungan Tiang Pancang


Berikut ini cara sederhana untuk menghitung kebutuhan pondasi tiang pancang dan
penampang tiang pancang yang akan digunakan, misalnya didapat brosure produk tiang
pancang segitiga ukuran 25/25. Jika daya dukung setiap tiangnya mencapai 25 ton maka
berapakah jumlah tiang dalam setiap kolomnya?
Adapun tahap perhitungannya adalah sebagai berikut:
Denah bangunan dibagi-bagi diantara kolom-kolom untuk mengetahui berat yang harus
dipikul setiap pondasi. Dapat juga semua luas denah bangunan dijumlahkan kemudian
dibagi ke dalam beberapa titik pondasi dalam setiap kolomnya. Cara kedua ini memiliki
kelemahan karena beban di pinggir kolom tentu saja berbeda dengan beban di tengah.
Selanjutnya total volume beton dikalikan dengan berat jenis beton, volume lantai
dikalikan berat jenis lantai, demikian seterusnya untuk tembok, kayu, genteng, dan
sebagainya. Hasilnya dijumlahkan sehingga diperoleh berat = X ton.
Selain itu juga dihitung jumlah beban hidup untuk jenis bangunan tersebut. Misalnya
beban rumah tinggal 200 Kg/m2. Sehingga diperoleh 200 kg dikalikan dengan seluruh
luas lantai, misalnya Y ton.
Jumlah semua beban tersebut yaitu : X ton + Y ton. Misalnya, hasil penjumlahannya
48 ton. Dengan demikian kebutuhan tiang pancang adalah 48 ton dibagi 25 ton
atau sekitar dua buah tiang pancang pada satu titik kolom. Jadi jumlah tiang pancang
untuk bangunan tersebut adalah hasil perkalian antara jumlah kolom dengan dua titik
pancang.
Hasil tersebut hanya untuk sebuah tiang pancang yang ukurannya 6 meter setiap
batangnya. Bila kedalaman tanah keras adalah 9 meter, maka diperlukan dua buah tiang
pancang per titiknya.
Hitungan sederhana tersebut mengabaikan daya dukung tanah hasil laboratorium dan
daya lekat tanah di sepanjang tiang pancang. Bila hal tersebut dihitung, jumlah tiang

DIII Teknik Konstruksi Gedung 3


METODE PELAKSANAAN KONSTRUKSI
JURUSAN TEKNIK SIPIL
Jl. GegerkalongHilir Ds. Ciwaruga Bandung 40012, Kotak Pos 1234, Telepon (022) 2013789.
Homepage : www.polban.ac.id Email : polban@polban.ac.id

pancang tentu akan berkurang. Bahkan cara perhitungannya tidak sesederhana hitungan
di atas.

2. Jenis Tiang Pancang Berdasarkan Ukuran


Berbagai ukuran tiang pancang yang ada pada intinya dapat dibagi dua, yaitu :
Minipile dan Maxipile.
a. Minipile (Ukuran Kecil)
Tiang pancang berukuran kecil ini digunakan untuk bangunan-bangunan bertingkat
rendah dan tanah relatif baik. Ukuran dan kekuatan yang ditawarkan adalah:
Berbentuk penampang segitiga dengan ukuran 28 dan 32.
- Tiang pancang berbentuk penampang segitiga berukuran 28 mampu menopang
beban 25 30 ton.
- Tiang pancang berbentuk penampang segitiga berukuran 32 mampu menopang
beban 35 40 ton.
Berbentuk bujur sangkar dengan ukuran 20x20 dan 25x25.
- Tiang pancang berbentuk bujur sangkar berukuran 20x20 mampu menopang
tekanan 30 35 ton.
- Tiang pancang berbentuk bujur sangkar berukuran 25 x 25 mampu menopang
tekanan 40 50 ton.
b. Maxipile (Ukuran Besar)
Tiang pancang ini berbentuk bulat (spun pile) atau kotak (square pile). Tiang pancang
ini digunkan untuk menopang beban yang besar pada bangunan bertingkat tinggi.
Bahkan untuk ukuran 50x50 dapat menopang beban sampai 500 ton.

3. Jenis Tiang Pancang Berdasarkan Material


Jenis tiang pancang berdasarkan material penyusunannya dibagi menjadi tiga,
diantaranya:
a. Pondasi Tiang Pancang Kayu
Pondasi tiang pancang kayu di Indonesia, dipergunakan pada rumah-rumah panggung
di daerah Kalimantan, Sumatera, Nusa Tenggara dan pada rumah-rumah nelayan di tepi
pantai. Tiang yang terbuat dari kayu (timber pile) dipasang dengan dipukul ke dalam
tanah dengan tangan atau lubang yang digali dan diisi dengan pasir dan batu.

DIII Teknik Konstruksi Gedung 4


METODE PELAKSANAAN KONSTRUKSI
JURUSAN TEKNIK SIPIL
Jl. GegerkalongHilir Ds. Ciwaruga Bandung 40012, Kotak Pos 1234, Telepon (022) 2013789.
Homepage : www.polban.ac.id Email : polban@polban.ac.id

Gambar Pondasi Tiang Pancang Kayu

b. Pondasi Tiang Pancang Beton


Pondasi tiang beton dipergunakan untuk bangunan-bangunan tinggi (high rise
building). Pondasi tiang pancang beton, proses pelaksanaannya dilakukan sebagai
berikut :
1. Melakukan test boring untuk menentukan kedalaman tanah keras dan klasifikasi
panjang tiang pancang, sesuai pembebanan yang telah diperhitungkan.
2. Melakukan pengeboran tanah dengan mesin pengeboran tiang pancang.
3. Melakukan pemancangan pondasi dengan mesin pondasi tiang pancang.
Pondasi tiang pancang beton pada prinsipnya terdiri dari : pondasi tiang pancang
beton cor di tempat dan tiang pancang beton system fabrikasi.
1. Pondasi tiang pancang beton cor ditempat
Proses pelaksanaannya pondasi tiang pancang beton cor di tempat sebagai berikut :
a. Melakukan pemboran tanah sesuai kedalaman yang ditentukan dengan
memasukkan besi tulangan beton.
b. Memompa tanah bekas pengeboran ke atas permukaan tanah.
c. Mengisi lubang bekas pengeboran dengan adukan beton, dengan sistem
dipompakan dan desakan/tekanan.
d. Pengecoran adukan beton setelah selesai sampai di atas permukaan tanah,
e. Kemudian dipasang stek besi beton sesuai dengan aturan teknis yang telah
ditentukan.

DIII Teknik Konstruksi Gedung 5


METODE PELAKSANAAN KONSTRUKSI
JURUSAN TEKNIK SIPIL
Jl. GegerkalongHilir Ds. Ciwaruga Bandung 40012, Kotak Pos 1234, Telepon (022) 2013789.
Homepage : www.polban.ac.id Email : polban@polban.ac.id

Gambar Pondasi Tiang Pancang Beton Cor di Tempat


2. Pondasi tiang pancang beton sistem fabrikasi
Kemajuan teknologi khususnya pada bidang rancang bangun beton bertulang telah
menemukan pondasi tiang pancang sistem fabrikasi. Cetakan-cetakan pondasi
dengan beberapa variasi diameter tiang pancang dan panjang tiang pancang dibuat
dalam pabrik dengan sistem Beton Pra-Tekan Ukuran tiang pancang produksi
pabrik dapat dilihat pada tabel berikut ini :

DIII Teknik Konstruksi Gedung 6


METODE PELAKSANAAN KONSTRUKSI
JURUSAN TEKNIK SIPIL
Jl. GegerkalongHilir Ds. Ciwaruga Bandung 40012, Kotak Pos 1234, Telepon (022) 2013789.
Homepage : www.polban.ac.id Email : polban@polban.ac.id

Pondasi pemasangan pondasi tiang pancang sistem fabrikasi, sebagai berikut :


a. Dilakukan pengeboran sambil memancangkan tiang pondasi bagian per-bagian.
Kedalaman pengeboran sampai dengan batas kedalaman tanah keras yang dapat
dilihat secara otomatis dari mesin tiang pancang.
b. Kemudian setiap bagian tertentu dilakukan penyambungan dengan plat baja yang
telah dilengkapi dengan joint atau ulir penyambungan.

Gambar Pemasangan Pondasi Tiang Pancang Fabrikasi

c. Tiang Pancang Baja (steel)


Pondasi tiang pancang baja biasanya berbentuk profil H ataupun berbentuk pipa
baja. Pada tiang pancang baja pipa, dapat dipilih dengan ujung terbuka bebas
ataupun tertutup. Sering kali tiang baja pipa dilakukan pengisian dengan pengecoran
beton setelah pemancangan, namun dalam beberapa hal dan kondisi, pengecoran
tersebut dirasakan tidak perlu dilakukan. Berdasarkan pengalaman, bentuk ujung
terbuka lebih menguntungkan dari segi kedalaman penetrasi dan dapat
dikombinasikan dengan pengeboran bila diperlukan, misalnya penetrasi tiang pada
tanah berbatu.
Penyambungan Tiang Pancang Baja
Sambungan-sambngan pada tiang pancang baja dibuat dengan cara yang sama
dengan kolom baja, yaitu yang paling umum dengan cara mengelas atau dengan
pemakaian baut. Pada beberapa proyek kecil, penyambungan telah dilakukan
dengan lebih dahulu dan dipatenkan sebelum pemancangan dilakukan. Untuk

DIII Teknik Konstruksi Gedung 7


METODE PELAKSANAAN KONSTRUKSI
JURUSAN TEKNIK SIPIL
Jl. GegerkalongHilir Ds. Ciwaruga Bandung 40012, Kotak Pos 1234, Telepon (022) 2013789.
Homepage : www.polban.ac.id Email : polban@polban.ac.id

tiang pancang baja berbentuk profil H, pelat-pelat badan (web plates) dibuat
dalam bentuk dua saluran belakang ke belakang, dengan panjang yang cukup pas
dengan badan dan flens bagian dalam. Sambungan ini kemudian dilas ke badan
tersebut memotong ujungnya dan flens dilas bagian ujung tumpulnya untuk
menyempurnakan sambungan.
Penyambungan tiang pancang pipa terdiri dari sebuah cincin yang berbingkai
(ledged ring). Penyambingan dilakukan dengan mengelas sekeliling sambungan
pipa tersebut yang kemudian ditutup dengan bingkai cincin yang juga dilas secara
keliling ke pada kedua dua pipa yang telah disambung tersebut. Biasanya
sambungan ini akan membangun kekuatan tiang pancang dalam kompresi,
kelenturan dan geseran untuk memenuhi persyaratan kode bangunan.
Kelebihan dan Kekurangan Pondasi Tiang Pancang Baja
Pondasi tiang pancang baja tersebut pada umumnya ringan, kuat dan mampu
menahan beban yang berat. Penyambungan tiangpun dapat dilakukan dengan
sangat mudah. Namun pondasi tiang pancang baja mempunyai kelemahan, yaitu
dapat terjadinya korosi pada tiang baja.yang dilakukan oleh asam maupun air.
Asam adalah suatu kondisi kimiawi, di mana bahan tersebut ber-pH kurang dari 7.
Namun penelitian menunjukkan, bahwa pemancangan terhadap tanah alamiah tak
terganggu, maka korosi tidak menjadi tidak menjadi masalah. Namun, jika
pemancangan dilakukan terhadap tanah urugkan, maka besar kemungkinannya
terjadinya korosi pada tiang pancang baja.

4. Metode Pelaksanaan
Cara pemasangan pondasi tiang pancang adalah sebagai berikut:
Melakukan pengetesan terhadap tanah dilokasi rencana pondasi untuk mengetahui jenis
tanah dan kedalaman lapisan keras.
Menghitung struktur pondasi tiang pancang sehingga dapat ditentukan kebutuhan
ukuran tiang pancang, spesifikasi material dan kedalaman tiang pancang sehingga kuat
untuk menahan beban bangunan yang disalurkan ke titik perhitungan.
Produksi tiang pancang dapat dilakukan dipabrik dengan spesifikasi sesuai perhitungan
kemudian dikirim ke lokasi proyek menggunakan kendaraan truk besar.

DIII Teknik Konstruksi Gedung 8


METODE PELAKSANAAN KONSTRUKSI
JURUSAN TEKNIK SIPIL
Jl. GegerkalongHilir Ds. Ciwaruga Bandung 40012, Kotak Pos 1234, Telepon (022) 2013789.
Homepage : www.polban.ac.id Email : polban@polban.ac.id

Pengangkatan tiang pancang dapat menggunakan alat tower crane atau mobile crane
dengan posisi titik angkat sesuai perhitungan sehiingga tidak terjadi patah dalam
pengangkatan.
Surveyor melakukan pengukuran dilapangan untuk menentukan titik-titik sesuai
gambar kemudian mendirikan alat theodolit untuk mengecek ketegakan pemancangan,
tiang pancang diangkat tegak lurus kemudian posisi ujung diesel hammer dinaikan dan
topi paal dimasukan pada kepala tiang pancang.
Ketegakan posisi pemancangan dikontrol menggunakan 2 buah theodilit yang dipasang
dari dua arah untuk memastikan posisi tiang pancang tegak dan melakukan control
setiap 2 m, pemancangan dilakukan sampai dengan elevasi kedalaman yang
direncanakan.
Tiang pancang yang tersisa diatas elevasi rencana dikelupas betonya sehingga tersisa
besi tulangan yang akan dipakai sebagai stek untuk dihubungkan dengan pile cap pada
bangunan gedung atau abutment pada konstruksi jembatan.

5. Keuntungan dan Kerugian Menurut Metoda Pelaksanaan


Keuntungan:
Karena dibuat dengan sistem pabrikasi dan pemeriksaan kwalitas sangat ketat,
maka mutu beton terjamin.
Harga relatif murah bila dibanding pondasi sumuran. Begitupun untuk pekerjaan
pemancangan yang kecil, biayanya tetap rendah.
Persediaannya cukup banyak di pabrik sehingga mudah diperoleh, kecuali jika
diperlukan tiang dengan ukuran khusus.
Daya dukung tidak hanya dari ujung tiang, tetapi juga lekatan pada sekeliling tiang.
Pada penggunaan tiang kelompok atau grup (satu beban tiang ditahan oleh dua
atau lebih tiang), daya dukungnya sangat kuat.
Daya dukungnya dapat diperkirakan berdasar rumus tiang pancang sehingga
pekerjaankonstruksinya mudah diawasi.
Cara pemukulan sangat cocok untuk mempertahankan daya dukung beban vertikal.

DIII Teknik Konstruksi Gedung 9


METODE PELAKSANAAN KONSTRUKSI
JURUSAN TEKNIK SIPIL
Jl. GegerkalongHilir Ds. Ciwaruga Bandung 40012, Kotak Pos 1234, Telepon (022) 2013789.
Homepage : www.polban.ac.id Email : polban@polban.ac.id

Pelaksanaan pemancangan relatif cepat, terutama untuk tiang baja. Walaupun lapisan
antara cukup keras, lapisan tersebut masih dapat ditembus sehingga pemancangan ke
lapisan tanah yang paling keras masih dapat dilakukan.
Kerugian :
Sistem ini baru ada di daerah kota dan sekitarnya.
Proses pemancangan menimbulkan getaran dankebisingan maka pada daerah yang
berpenduduk padat akan menimbulkan masalah di sekitarnya.
Untuk tiang yang panjang, diperlukan persiapan penyambungan dengan menggunakan
pengelasan (untuk tiang pancang beton yang bagian atas atau bawahnya berkepala
baja). Bila pekerjaan penyambungan tidak baik, akibatnya sangat merugikan.
Bila pekerjaan pemancangan tidak dilaksanakan dengan baik, kepala tiang cepat
hancur. Sebaiknya pada saat dipukul dengan palu besi, kepala tiang dilapisi denga kayu.
Bila pemancangan tidak dapat dihentikan pada kedalaman yang telah ditentukan,
diperlukan perbaikan khusus.
Untuk daerah proyek yang masuk gang kecil, sulit dikerjakan karena faktor angkutan.
Tiang-tiang beton berdiameter besar sangat berat, sehingga sulit diangkut atau
dipasang. Karena itu diperlukan mesinpemancang yang besar.
Karena tempat penampungan di lapangan dalam banyak hal mutlak diperlukan maka
harus disediakan tempat yang cukup luas.
Untuk di daerah dan penggunaan volumenya sedikit, harganya jauh lebih mahal.
Untuk tiang-tiang pipa baja, diperlukan tiang yang tahan korosi.

6. Permasalahan Umum Pekerjaan Pondasi Tiang Pancang


a. Permasalahan Non-Teknis
Permasalahan non-teknis adalah permasalahan yang terjadi karena pengaruh
pelaksanaan pemancangan dan bukan pada pekerjaan pemancangan yang sedang
dilakukan. Permasalahan yang terjadi diantaranya adalah:
1. Pengaruh getaran pemancangan pada bangunan atau struktur existing di sekitar
pelaksanaan pemancangan.
2. Pengaruh kebisingan pekerjaan pemancangan pada lingkungan sekitar.

DIII Teknik Konstruksi Gedung 10


METODE PELAKSANAAN KONSTRUKSI
JURUSAN TEKNIK SIPIL
Jl. GegerkalongHilir Ds. Ciwaruga Bandung 40012, Kotak Pos 1234, Telepon (022) 2013789.
Homepage : www.polban.ac.id Email : polban@polban.ac.id

3. Pengaruh polusi akibat pemakaian alat pancang yang mengeluarkan asap (misal:
diesel hammer).
Untuk menanggulangi masalah getaran, kebisingan maupun polusi pada pekerjaan
pemancangan yaitu dengan memilih metoda maupun jenis pondasi yang akan
digunakan. Metoda maupun jenis pondasi seperti bored pile akan lebih cocok
digunakan pada daerah yang padat penduduk karena tidak menimbulkan getaran,
kebisingan maupun polusi pada lingkungan di sekitarnya.
b. Permasalahan Teknis
Permasalahan yang terjadi diantaranya adalah:
1. Retak atau pecahnya kepala tiang pada saat proses pemancangan.
Penyebabnya adalah energi pemancangan yang melebihi kemampuan tiang
pancang, yang mengakibatkan tegangan yang tinggi pada bagian kepala tiang: jika
hal ini terjadi, tambahkan bantalan (pile cunshion) untuk mengurangi energy
pemancangan yang diterima kepala tiang. Jika tidak terjadi tegangan yang tinggi
atau berlebih, kemungkinan penyebabnya perlu diperiksa:
Tumbukan palu (hammer) yang tidak sentris terhadap sumbu tiang pancang
(hammer-pile alignment problem) : jika hal ini terjadi, perbaiki kinerja
pemancangan dengan memperhatikan tumbukan palu se-sentris mungkin
dengan sumbu tiang pancang.
Mutu tiang pancang yang kurang baik. Jika hal ini yang terjadi, perbaiki mutu
tiang pancang yang digunakan atau gunakan tiang pancang dari supplier yang
lebih baik.
2. Retak horizontal/melingkar pada tiang pancang pada saat proses pemancangan.
a. Retak horizontal tidak penuh pada pemancangan easy driving.
b. Retak horizontal penuh pada pemancangan easy driving.
c. Retak horizontal tidak penuh pada pemancangan hard driving.
3. Penurunan jumlah pukulan (blow count) untuk mendapatkan penetrasi tiang
pancang secara signifikan.
4. Total jumlah pukulan (blow count) yang sangat kecil, di bawah perkiraan awal.

DIII Teknik Konstruksi Gedung 11


METODE PELAKSANAAN KONSTRUKSI
JURUSAN TEKNIK SIPIL
Jl. GegerkalongHilir Ds. Ciwaruga Bandung 40012, Kotak Pos 1234, Telepon (022) 2013789.
Homepage : www.polban.ac.id Email : polban@polban.ac.id

5. Jumlah pukulan yang melebihi kapasitas tiang pancang sebelum tercapai


kedalaman yang diperkirakan.
6. Tiang pancang masuk jauh lebih dalam dari perkiraan yang diberikan oleh
konsultan penyelidikan tanah.
7. Tiang pancang melenceng dari alignment vertikal yang ditetapkan, pada saat proses
pemancangan.
8. Tiang pancang bergeser dari titik awal pemancangan pada saat proses
pemancangan.
9. Terdorongnya tiang pancang yang dipancang sebelumnya.
10. Terangkatnya tiang pancang yang dipancang sebelumnya.

DAFTAR PUSTAKA

http://ilmusipil.com/cara-pemasangan-pondasi-tiang-pancang diakses pada 11 Maret 2016

http://googleweblight.com/?lite_url=http://lauwtjunnji.weebly.com/permasalahan-
pemancangan diakses pada 12 Maret 2016

https://yogoz.wordpress.com/tag/kegunaan-pondasi-tiang-pancang/ diakses pada 15 Maret


2016

http://sci-geoteknik.blogspot.co.id/2012/02/pengenalan-pondasi-tiang-pancang.html diakses
pada 15 Maret 2016

DIII Teknik Konstruksi Gedung 12