Anda di halaman 1dari 1

Oksidan adalah bahan kimia elektrofil yang sangat reaktif dan dapat memindahkan

elektron dari molekul lain dan menghasilkan oksidasi pada molekul tersebut. Oksidan
yang dapat merusak sel berasal dari berbagai sumber yaitu:

1) Berasal dari tubuh sendiri, berupa senyawa yang sebenarnya berasal dari proses
biologi normal namun oleh suatu sebab terdapat dalam jumlah yang berlebihan. Proses
peradangan akan menimbulkan reaksi pengerahan sel radang dari sirkulasi ke paru
untuk membunuh bakteri dengan:

Melalui ikatan reseptor yaitu ikatan antara reseptor yang dimiliki sel fagosit dengan ikatan dari bakteri
sehingga sel radang dapat memfagosit bakteri yang teropsonisasi.
Respiratory burst bila sel fagosit terpajan. Ilal tersebut merupakan suatu fenomena yang berhubungan
dengan peningkatan komsumsi oksigen dan mengaktivasi pentose fosphate pathssay untuk membentuk
koenzim yang tereduksi NADPH (nicotinamide adenine dinucleotide phosphate) dan penglepasan oksidan.
Penggunaan oksigen meningkat pada saat respiratory burst berhubungan dengan aktivitas NADPH yang
mempengaruhi terjadinya radikal superoksid 02.

2) Berasal dari luar tubuh yang berperan menimbulkan dampak negatif adalah asap
rokok, NO, NO2 dan ozon. Asap rokok merupakan substansi paling sering, karena
menimbulkan berbagai perubahan biokimia dan fisiologi jaringan paru.

Oksidan yang dihasilkan tembakau menurunkan jumlah antioksidan intraseluler yang


terdapat di dalam sel paru-paru. Efek radikal bebas dalam tubuh akan dinetralisir oleh
antioksidan yang dibentuk oleh tubuh sendiri dan suplemen dari luar melalui makanan,
minuman atau obat-obatan, seperti karotenoid, vitamin C, E, dan lain-lain.

Organ pernafasan merupakan bagian yang diperkirakan paling banyak mendapatkan pengaruh
karena yang pertama berhubungan dengan bahan pencemar udara. Sejumlah senyawa spesifik
yang berasal dari gas buang kendaraan bermotor seperti oksida - oksida sulfur dan nitrogen,
partikulat dan senyawa-senyawa oksidan, dapat menyebabkan iritasi dan radang pada saluran
pernafasan. Karena ozon lebih rendah lagi larutannya dibandingkan SO2 maupun NO2, maka
hampir semua ozon dapat menembus sampai alveoli. Ozon merupakan senyawa oksidan yang
paling kuat dibandingkan NO2 dan bereaksi kuat dengan jaringan tubuh. Evaluasi tentang
dampak ozon dan oksidan lainnya terhadap kesehatan yang dilakukan oleh WHO task group
menyatakan pemajanan oksidan fotokimia pada kadar 200-500 g/m dalam waktu singkat dapat
merusak fungsi paru-paru anak, meningkat frekwensi serangan asma dan iritasi mata, serta
menurunkan kinerja para olaragawan (Tugaswati 2004).

Tugaswati T. 2004. Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor dan Dampaknya Terhadap Kesehatan. Health
and Human Ecology Journal.