Anda di halaman 1dari 4

BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan mengenai

hubungan tingkat pengetahuan dan perilaku upaya pencegahan penularan

penyakit TB Paru di wilayah kerja puskesmas sei lekop Kota Batam tahun

2017, dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Sebagian besar penderita TB Paru di wilayah kerja puskesmas sei lekop

Kota Batam memiliki pengetahuan baik 18 responden (56,3%) tentang

penyakit TB Paru.

2. Sebagian besar penderita TB Paru di wilayah kerja puskesmas sei lekop

Kota Batam memiliki perilaku cukup 14 (43,75%) tentang upaya

pencegahan penularan penyakit TB Paru.

3. Tidak terdapat hubungan yang signifikan dengan nilai p value = 0,321

antara tingkat pengetahuan dengan perilaku upaya pencegahan penularan

penyakit TB Paru di wilayah kerja puskesmas sei lekop Kota Batam

tahun 2017.

74
75

B. Saran

Berdasarkan hasil pengamatan penulis selama melakukan penelitian,

terdapat beberapa saran sebagai berikut :

1. Pemerintahan

a. Dinas kesehatan

Perlunya mengembangkan program kesehatan dalam mengatasi

bertambahnya jumlah kejadian penyakit TB Paru.

b. Puskesmas

1) Promosi kesehatan tentang penyakit TB Paru dan pencegahan

penyakit TB Paru agar ditingkatkan kembali, supaya dapat

menumbuhkan kesadaran kepada masyarakat untuk melakukan

upaya pencegahan penyakit TB Paru serta petugas kesehatan

tetap memberikan dorongan/motivasi kepada masyarakat untuk

melakukan pengobatan secara teratur bagi penderita TB Paru.

2) Poster/Brosur

Poster atau brosur yang berisikan hal-hal yang dapat

dilakukan untuk mencegah tertularnya penyakit TB paru, dan

ditempelkan di pintu kamar atau di tempat-tempat yang mudah

dilihat, sehingga dapat sebagai pengingat untuk pasien

bagaimana perilaku pencegahan TB paru yang baik.


76

2. Instansi Pendidikan

Diharapkan dapat digunakan sebagai referensi di bidang kesehatan

terutama tentang upaya perilaku pencegahan penyakit TB Paru dan juga

dapat membantu dalam proses pembelajaran.

3. Responden

Diharapkan kepada responden TB paru agar lebih menyadari bahwa

pentingnya peranan perilaku dalam upaya menjalani pengobatan dan

pencegahan penularan TB paru disamping adanya pengetahuan.

4. Keluarga

Diharapkan keluarga bisa lebih meluangkan waktu untuk selalu

mengingatkan serta mengawasi penderita dalam menjalani pengobatan

dikarenakan pada penyakit TB paru ini mengharuskan penderita untuk

meminum obat terus-menerus selama 6 bulan, dan selalu memperhatikan

kondisi pasien baik fisik maupun mental. Disisi lain keluarga juga dapat

mengingatkan pasien jika pasien melakukan hal-hal yang dapat

menyebabkan tertularnya penyakit TB paru.

5. Peneliti Selanjutnya

Diharapkan dapat meneliti lebih luas lagi mengenai faktor-faktor lain

seperti usia, lingkungan, kebiasaan, pengalaman dan kebudayaan yang

berpengaruh terhadap perilaku upaya pencegahan penularan penyakit tb

paru.
77

C. Keterbatasan Penelitian

Dalam penelitian ini, penulis menghadapi beberapaketerbatasan yang

dapat mempengaruhi kondisi dari penelitian yang dilakukan. Adapun

keterbatasan tersebut antara lain:

1. Penelitian ini hanya meneliti tingkat pengetahuan, masih terdapat faktor

lainnya yang berhubungan dengan perilaku pencegahan penularan TB

Paru di lingkungan sekitarnya seperti sikap, kepercayaan, keyakinan,

nilai-nilai.

2. Penelitian melibatkan subyek penelitian dalam jumlah terbatas, yakni

sebanyak 32 responden sehingga hasilnya belum dapat digeneralisasikan

pada kelompok subyek dengan jumlah yang besar.

3. Tingkat pendidikan formal setiap responden berbeda sehinggat tingkat

pengetahuan setiap responden juga berbeda.

4. Perilaku sulit untuk dinilai melalui kuesioner, karna perilaku tercermin

dalam kehidupan sehari-hari sehingga harus dilakukan pengamatan

langsung terhadap perilaku responden.

5. Keterbatasan dalam menemui responden saat dilakukannya penelitian.