Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN KASUS

HYPERTENSION HEART FAILURE

Disusun oleh:
Mega Nur Purbo Sejati, S.Ked
072011101066

Pembimbing:
dr. Suryono Sp.JP

Disusun untuk melaksanakan tugas Kepaniteraan Klinik Madya


Lab/SMF Ilmu Penyakit Dalam FK UNEJ - RSD dr.Soebandi Jember

SMF ILMU PENYAKIT DALAM RSD dr. SOEBANDI JEMBER


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JEMBER
2013
Laporan Kasus HHF

IDENTITAS PENDERITA
Nama : Ny. A
Umur : 53 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Alamat : Lampingan
Agama : Islam
Suku Bangsa : Madura
Pekerjaan : Tani
No. RM : 427622
Tgl MRS : 11 Maret 2013
Tgl Pemeriksaan: 14 Maret 2013

Anamnesis
Keluhan Utama : Kaki bengkak
Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien datang ke RSUD dr. Soebandi dengan keluhan kaki bengkak sejak
11 tahun yang lalu. Pasien mengaku saat beraktivitas seperti naik tangga, maka
pasien akan merasa sesak. Sesak menghilang saat beristirahat. Pasien mengaku
beristirahat dengan menggunakan bantal 1. Pasien mengaku kadang terasa sesak
saat tidur. Pasien mengaku tidak mengalami nyeri dada, tidak ada mual dan
muntah.

Riwayat Sistem
Sistem cerebrospinal : dalam batas normal
Sistem cardiovaskular : dalam batas normal
Sistem pernafasan : dalam batas normal
Sistem gastrointestinal: mual (-), muntah(-), nyeri perut (-)
Sistem urogenital : tidak didapatkan keluhan
Sistem integumentum: tidak didapatkan keluhan
Sistem muskuloskeletal: tidak didapatkan keluhan

PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan umum : Sedang
Kesadaran : CM
Vital sign
TD: 210/120 mmHg RR: 22 x/menit
N : 104 x /menit t: 36,7 C
Kepala / leher : a/i/c/d : -/-/-/-
Kulit : turgor kulit normal
Kelenjar Limfe : dbn
Otot : dbn
Tulang : dbn

Riwayat Penyakit Dahulu


Pasien memiliki riwayat operasi SC 11 tahun yang lalu dikarenakan tensi
tinggi. Penyakit jantung, dan paru
disangkal
Riwayat Penyakit Keluarga:-
Riwayat Pengobatan:
Pasien mendapat pengobatan sebelum dikirim ke puskesmas, namun
keluarga tidak tahu obatnya.

Pemeriksaan Khusus
Kepala
Bentuk : Lonjong simetris
Rambut : Hitam lurus, tidak mudah dicabut
Mata : Sklera ikterik -/-
Odem palpebra -/-
Reflek cahaya +/+
Hidung : dalam batas normal
Pipi : dalam batas normal
Telinga : dalam batas normal
Mulut : dalam batas normal
Lidah : dalam batas normal
Leher
KGB : tidak ada pembesaran
Tiroid : tidak ada pembesaran
JVP : tidak ada peningkatan tekanan

Thorax
Cor I: ictus cordis tidak tampak
P: ictus cordis tidak teraba
P: Redup ICS IV PSL (D) ICS VII MCL(S)
A: S1-S2 tunggal
Pulmo Asp. Ventral Asp. Dorsal
INSPEKSI Gerak nafas simetris Gerak nafas simetris,
retraksi otot bantu retraksi otot bantu
pernafasan ( - ) ka/ki pernafasan ( -) ka/ki
PALPASI fremitus raba (+) dbn fremitus raba (+) dbn
PERKUSI sonor sonor
AUSKULTASI ronkhi (-) ka/ki ,whezzing(-) ronkhi (-)ka/ki ,whezzing(-)

Abdomen :
I : Agak cekung
A : bising usus (+) normal
P : soepel, H/L/R tidak teraba
P : timpani
Genetalia : DBN
Anus : DBN
Extrimitas :
Superior : Akral hangat (-/-, edema (-/-)
Inferior : Akral hangat (-/-). edema (-/-)

Laboratorium

Pemeriksaan 12-08-08 normal


Hb (mg/dl) 12,3 13,4 17,7g/dl
LED(mm/jam) 36/69 0-15 mm/jam
Leukosit (/mm3) 8,5 4,3-10,3X10 9/L
Diff. Count 1/-/-/60/35/4 (0-4/0-1/54-62/25-33/3-5
E/B/St/Seg/L/Mo
Hct 37,3 (38 - 42%)
Trombo 201 (150-450 X 109/L)
SGOT 14 (10-35U/L)
SGPT 13 ( 9-43 U/L)
Albumin 4,1 3,4-4,8 g/dl
Tg 153 150 mg/dl
Kolesterol Total 225 220 mg/dl
Kol.HDL 46
Kol.LDL 152 100 mg/dl
GDA 140 200mg/dl
Kreatinin Serum 0,9 <1,4 mg/dl
BUN 11 6-20 mg/dl
Urea 24 10-50 mg/dl
As.urat 6,0 3,4-7 mg/dl
Na 140,7 135-155 mmol/L
K 3,43 3,5-5 mmol/L
Cl 104,2 90-110 mol/L
Ca 2,35 2,15-2,57 mmol/L
Mg 0,79 0,77-1,03 mmol/L
P 1,43 0.85-1,60 mmol/L
Foto thorax

Kesan: kardiomegali, grounded

EKG

Kesan: LVH elevasi gelombang ST


Resume
Seorang wanita umur 53 tahun datang dengan keluhan utama kaki bengkak.
Pasien datang ke RSUD dr. Soebandi dengan keluhan kaki bengkak sejak 11
tahun yang lalu. Pasien mengaku saat beraktivitas seperti naik tangga, maka
pasien akan merasa sesak. Sesak menghilang saat beristirahat. Pasien mengaku
beristirahat dengan menggunakan bantal 1.
Dari RPD pasien memiliki riwayat operasi SC 11 tahun yang lalu dikarenakan
tensi tinggi. Penyakit jantung, dan paru disangkal
Pada anamnesis sistem tubuh didapatkan Sistem kardiovaskular : hipertensi (+).
Pada pemeriksaan fisik secara umum, didapatkan keadaan umum pasien lemah,
kesadaran composmentis, TD: 210/120 mmHg, RR: 22 x/menit, N : 104 x /menit,
t: 36,7 C, cor kesan kardiomegali (Redup ICS IV PSL (D) ICS VII MCL(S)
Pada pemeriksaan tambahan (foto thorak) diperoleh kardiomegali dan LVH
elevasi segmen ST pada EKG.
Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan adanya penurunan Hb, peningkatan
Tg, Kolesterol Total, LDL, HDL (tgl 11 Maret 2013)

Diagnosis
Hipertensi stage 2 + DCFC 2

DD
Kardiomiopati

Planing Terapi
Infus Pz 7 tpm
P/o adalat oros 30 mg 1-0-0
Beta one 200 mg 1-0-0
Canderin 16 mg 0-0-1
Pembahasan HHF

Latar Belakang
Jantung organ penting
dalam sirkulasi
Fx: Memompa darah untuk metabolisme tubuh
Penyebab kematian pada 62 % laki-laki dan 42 %
Wanita
Etiologi: PJK (37%), Hipertensi (27 %),
PJK+Hipertensi (30%)
Laki-laki

Hipertensi
Definisi dan pembagian
Hipertensi dimaksudkan sebagai penggambaran tekanan darah arteri yang
tinggi dalam sirkulasi sistemik (Atlas patologi, 208). Hipertensi juga didefinisikan
sebagai suatu peningkatan tekanan darah sistolik dan/atau diastolik yang tidak
normal (Price dan Wilson, 1995 :533). Hipertensi yang tidak diketahui
penyebabnya didefinisikan sebagai hipertensi esensial atau disebut juga hipertensi
primer, sedangkan hipertensi sekunder dimaksudkan sebagai hipertensi yang
disebabkan karena adanya hal-hal lain yang diketahui sebagai penyebabnya
(Sudoyo, 2006: 610).
Menurut The Seventh Report of The Joint National Committee on
Prevention, Detection, Evaluation, and Treatment of High Blood Pressure (JNC
VII) klasifikasi tekanan darah pada orang dewasa terbagi menjadi kelompok
normal, prahipertensi, Hipertensi derajat I dan derajat 2 (Sudoyo, 2006:610).

Kriteria hipertensi menurut JNC VII


Kategori Sistole Diastole
Normal <120 < 80
Prehipertensi 120-139 80-89
Hipertensi
Tingkat 1 140-159 90-99
Tingkat 2 160 100

Patofisiologi
Tekanan Darah ditentukan oleh dua faktor utama, yaitu curah jantung dan
resistensi perifer. Apabila salah satu atau kedua hal tersebut berubah, maka
tekanan darah sistemik juga akan berubah.
Curah jantung merupakan hasil kali antara denyut jantung dan isi
sekuncup. Besar isi sekuncup ditentukan oleh kontraktilitas miokard dan alir balik
vena yang tergantung pada volume darah dan kapasitas vena. Sedangkan
resistensi perifer merupakan gabungan dari reistensi pembuluh darah baik arteri
maupun arteriole dan viskositas darah. Resistensi pembuluh darah ditentukan oleh
tonus otot polos arteri dan arteriole, dan elastisitas dinding pembuluh darah.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tekanan Darah


Pengaturan Tekanan Darah didominasi oleh tonus simpatis yang kemudian
menentukan frekuensi denyut jantung, kontraktilitas miokard dan tonus pembuluh
darah arteri maupun vena, sedangkan sisrem parasimpatis hanya ikut
mempengaruhi darik jalur frekuensi denyut jantung. Homeostasis tekanan darah
dipertahankan oleh refleks baroreseptor sebagai meknisme kompensasi yang
terjadi seketika, dan oleh sistem RAA sebagai mekanisme konmpensasi yang
berlangsung lebih lambat. (Ganiswara, 1995:316).

Etiologi
Hipertensi Primer (95 %)
Hipertensi Sekunder (5%)

Gejala
Sakit kepala bagian oksipital
Palpitasi
Cepat lemas
Epistaksis
Penglihatan kabur

2.1.4 Komplikasi
Hipertensi dapat menimbulkan komplikasi pada beberapa organ target
diantaranya:
1. Jantung, yaitu hipertrofi ventrikel kiri, angina atau infark miokard dan
gagal jantung. Penyakit jantung koroner.
2. Otak, yaitu terjadinya stroke perdarahan atau karena atero emboli.
3. Penyakit Ginjal Kronis.
4. Retinopati hipertensi
5 Ensefalopati hipertensi (GM, Tagor.2004).

Berikut ini adalah perbandingan antara teori dan kasus yang didapatkan:
Text book Anamnesis
Gejala HHF:
Murmur, (-)
Heaving ventrikal kanan, (-)
peningkatan tekanan vena jugularis, (-)
Hepatomegali (-)
Edema (+)

Pemeriksaan Penunjang:
UL, DL, EKG
Pemeriksaan Laboratorium
JENIS Panel Panel Hidup Sehat
PEMERIKSAAN Evaluasi Awal Hipertensi dengan Hipertensi
Dasar Lanjut
Hematologi rutin v
Urine rutin v v
Glukosa Puasa v v
Glukosa 2 JamPP v
Cholesterol Total v v
Cholesterol HDL v v
Cholesterol LDL direk v v
Trigliserida v v
Apo B v v
Status Antioksidan Total v
hs-CRP v v
Urea-N v v
Kreatinin v v
Asam Urat v v
Cystatin-C v
Mikroalbumin v v v
Kalium v v
Natrium v v
Aldosteron v
Troponin I v
BNP v
Hipertention Pusing,
Penglihatan kabur,
Palpitasi, cepat lemas,

Hipertention Heart Disease


LVH
Sesak napas
Hipertention Heart Failure

Kriteria Framingham: CHF


Kriteria Mayor
PND (Paroxismal Nocturnal Dypsneau)
Distensi vena leher
Ronkhi paru
Edema paru akut
kardiomegali
S3 Gallop
Peningkatan tekanan vena jugularis
Refluk hepatojugular
Kriteria Minor
Edema ekstremitas
Batuk malam hari
Dipsneau d effort
Hepatomegali
Efusi pleura
Penurunan kapasitas vital 1/3 dari normal
Takikardia (120 kali/menit)
Mayor/Minor : penurunan BB > 4,5 kg dalam 5 hari pengobatan.
KLASIFIKASI
New York Heart Association Classification 1964
Class I
Class II
Class III
Class IV

Manifestasi Klinis
Gagal Jantung Kiri
Dyspneau deffort
Ortopnea
PND
Edema paru
Fatigue
Kardiomegali
Batuk
Irama Derap
Gagal Jantung Kanan
Distensi V. Jugularis
Edema Perifer
Kongesti hati
Asites

Terapi Non Farmakologik


Diet rendah garam
Mengurangi Berat Badan
Menghindari alkohol
Pengelolaan stress
Menghindari rokok
Aktifitas fisik yang teratur
Prinsip Terapi Farmakologik
1. Mengurangi Preload
2. Me kontraksi jantung
3. Mengurangi After Load
4. Memperbaiki denyut Jantung

Ada 9 kelas obat antihipertensi . Diuretik, penyekat beta, penghambat


enzim konversi angiotensin (ACEI), penghambat reseptor angiotensin (ARB), dan
antagonis kalsium dianggap sebagai obat antihipertensi utama. Obat-obat ini baik
sendiri atau dikombinasi, harus digunakan untuk mengobati mayoritas pasien
dengan hipertensi karena bukti menunjukkan keuntungan dengan kelas obat ini.
Beberapa dari kelas obat ini (misalnya diuretik dan antagonis kalsium)
mempunyai subkelas dimana perbedaan yang bermakna dari studi terlihat dalam
mekanisme kerja, penggunaan klinis atau efek samping. Penyekat alfa, agonis alfa
2 sentral, penghambat adrenergik, dan vasodilator digunakan sebagai obat
alternatif pada pasien-pasien tertentu disamping obat utama.
Evidence-based medicine adalah pengobatan yang didasarkan atas bukti
terbaik yang ada dalam mengambil keputusan saat memilih obat secara sadar,
jelas, dan bijak terhadap masing-masing pasien dan/atau penyakit. Praktek
evidence-based untuk hipertensi termasuk memilih obat tertentu berdasarkan data
yang menunjukkan penurunan mortalitas dan morbiditas kardiovaskular atau
kerusakan target organ akibat hipertensi. Bukti ilmiah menunjukkan kalau sekadar
menurunkan tekanan darah, tolerabilitas, dan biaya saja tidak dapat dipakai dalam
seleksi obat hipertensi. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor ini, obat-obat
yang paling berguna adalah diuretik, penghambat enzim konversi angiotensin
(ACEI), penghambat reseptor angiotensin (ARB), penyekat beta, dan antagonis
kalsium (CCB).

Daftar Pustaka:
Basha, A. 2004. Buku Ajar Kardiologi. Jakarta: Balai Penerbit FKUI.