Anda di halaman 1dari 3

jahskdhkajkjdengan aminoglikoKSKHnnmmamm obat-obatan, diperlukan

tindakan pembersihan luka secara radikal.5


NJhSHKJHKJHKJLHSDHJKAS

Obat-obat Topikal Untuk Terapi Otitis Eksterna4


Nama Obat Spektrum Organisme
Kolistin Pseudomonas aeruginosa
Golongan Klebsiella-Enterobacter

SADESFSFDF Escherichia coli


Polimiksin B Pseudomonas aeruginosa
Golongan Klebsiella-Enterobacter
Escherichia coli
Neomisin Staphylococcus aureus
Staphylococcus albus
Escherichia coli
Golongan Proteus
Kloramfenikol Staphylococcus aureus
Staphylococcus albus
Golongan Klebsiella-Enterobacter
Escherichia coli
Golongan Proteus
Nistatin Organisme jamur
Klotrimazol Organisme jamur
Mikonazol Organisme jamur
Tolnaftat Organisme jamur
Karbol-fuhsin Organisme jamur
KASJKJSFSFDMKKMKMAHSFSFHJSJKJHKJKLLLJJJKS,M,
N,,MMMKKDDDA

,kgygtyftrdutsrttggh Msmskskslsl ,SLS,SLSKLLKK

gghghg

1
DAFTAR PUSTAKA

1. Bhargava, K.B., Bhargava, S.K., dan Shah, T.M. 2002. Disease of the
External Ear in: A Short Textbook of E.N.T. Diseases Sixth Edition. Mumbai:
Usha Publications: 16-45.
2. Djuanda Adhi. 2009. Pioderma dalam: Ilmu Penyakit Kulit Dan Kelamin
Edisi Kelima. Jakarta: Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas
Indonesia. Hal 60-61.
3. Handoko Ronny. 2009. Pioderma dalam: Ilmu Penyakit Kulit Dan Kelamin
Edisi Kelima. Jakarta: Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas
Indonesia. Hal 381-383.
4. Lawrence, R., Boies. 1997. Penyakit Telinga Luar dalam: Buku Ajar Penyakit
THT Edisi ke enam. Adams G., Boies L., Higler P (Ed). Jakarta: Penerbit
Buku Kedokteran EGC. Hal 78-80.
5. Sosialisman, Alfian, Helmi. 2007. Kelainan Telinga Luar dalam: Buku Ajar
Ilmu Kesehatan; Telinga Hidung Tenggorok Kepala & Leher Edisi Keenam.
Soepardi, E.A., Iskandar, N., dan Restuti, R.D (Ed). Jakarta: Balai Penerbit
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Hal 58-62.
6. Sri Rukmini, Soepriyadi, Sri Harmadji. 2005. Otitis Eksterna dalam:
Pedoman Diagnostik Dan Terapi Ilmu Penyakit Telinga Hidung Dan
Tenggorok Edisi Ketiga. Surabaya: Rumah Sakit Umum Dokter Soetomo.
Hal 1-3.
7.
dengan sekret yang banyak dan pembengkakan liang telinga. Kemudian
rasa nyeri tersebut akan semakin hebat, liang telinga tertutup oleh jaringan
granulasi. Saraf fasial dapat terkena sehingga dapat terjadi parese atau

2
paralisis fasial. Kelainan patologik terpenting adalah adanya osteomielitis
yang disebabkan kuman Pseudomonas aeroginosa.5
Terapi harus cepat diberikan sesuai hasil kultur dan resistensi. Diperlukan dosis
tinggi antibiotik terhadap Pseudomonas aeroginosa. Sementara menunggu
hasil kultur dan resistensi diberikan golongan fluoroquinolone
(ciprofloxasin) dengan dosis tinggi. Pada keadaan yang lebih berat diberikan
antibiotik golongan aminoglikosida yang diberikan selama 6-8 minggu.
Antibiotik yang sering digunakan ciprofloxasin, ticarcillin-clavulanat,
piperacilin dikombinasi dengan aminoglikosida, ceftriaxone, ceftazidime,
cefepime, tobramicin dikombinasi
8. Bhargava, K.B., Bhargava, S.K., dan Shah, T.M. 2002. Disease of the
External Ear in: A Short Textbook of E.N.T. Diseases Sixth Edition. Mumbai:
Usha Publications: 16-45.
9. Djuanda Adhi. 2009. Pioderma dalam: Ilmu Penyakit Kulit Dan Kelamin
Edisi Kelima. Jakarta: Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas
Indonesia. Hal 60-61.
10. Handoko Ronny. 2009. Pioderma dalam: Ilmu Penyakit Kulit Dan Kelamin
Edisi Kelima. Jakarta: Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas
Indonesia. Hal 381-383.
11. Lawrence, R., Boies. 1997. Penyakit Telinga Luar dalam: Buku Ajar Penyakit
THT Edisi ke enam. Adams G., Boies L., Higler P (Ed). Jakarta: Penerbit
Buku Kedokteran EGC. Hal 78-80.
12. Sosialisman, Alfian, Helmi. 2007. Kelainan Telinga Luar dalam: Buku
Ajar Ilmu Kesehatan; Telinga Hidung Tenggorok Kepala & Leher Edisi
Keenam. Soepardi, E.A., Iskandar, N., dan Restuti
13. JHJKHIUGUYGUGUYGHJH