Anda di halaman 1dari 5

Muhammad Mulia

1404107010052

Teknik Geofisika

Geofisika Lubang Bor

Lingkungan Lubang Bor

Well logging merupakan suatu teknik untuk mendapatkan data bawah permukaan dengan
menggunakan alat ukur yang dimasukkan kedalam lubang sumur, untuk evaluasi formasi dan
identifikasi ciri-ciri batuandi bawah permukaan (Schlumberger, 1958).Tujuan dari well
logging adalah untuk mendapatkan informasi litologi, pengukuran porositas, pengukuran
resistivitas, dan kejenuhan hidrokarbon. Sedangkan tujuan utama dari penggunaan log ini adalah
untuk menentukan zona, dan memperkirakan kuantitas minyak dan gas bumi dalam suatu
reservoir. Lingkungan lubang bor juga perlu untuk diketahui dalam proses well loging.

Didalam lingkungan bor terdapat beberapa tekanan dalam pengeboran:

1. Overburden Pressure adalah tekanan yang terdapat pada batuan dikedalaman


tertentu dipengaruhi oleh batuan yang berada diatasnya dan juga densitas
batuan tersebut.

Gambar 1.1 Overpressured


2. fluid pressure adalah tekanan dalam cairan menepati formasi bergantung
berdasarkan berapa banyak volume dan gaya yang bekerja. Jika terdapat jalur
yang terus-menerus berhubungan untuk cairan mengalir menuju permukaan
dari kedalaman tertentu, fluid pressure diukur berdasarkan berat cairan
diatasnya. Perkiraan densitas cairan adalah sepertiga densitas batuan, maka
fluid pressure juga diperkirakan sepertiga dari overburden pressure di
kedalaman yang sama.
3. Effective Pressure adalah overburden pressure dikurangi fluid pressure.
Tekanan overburden yang bekerja pada batuan akan mengancurkan batuan
tersebut. Cairan di ruang pori kemudian akan dikompreskan. Oleh karena itu,
tekanan fluida yang bekerja pada batu akan menghentikan kerusakan batu
tersebut. kenyataannya bahwa batuan tidak akan hancur jika di bawah tekanan
lapisan penutup yang merupakan gabungan hasil kekuatan yang melekat pada
butir batu dan sementasi apapun, dan efek penguatan tekanan fluida.

Lumpur pengeboran

Lumpur pengeboran sangat berguna saat pengeboran kegunaanya antara lain


melumasi dan mendinginkan mata bor,menghilangkan cutting dari mata bor dan
membawanya ke permukaan, melawan (counter) fluid pressure batuan, menstabilkan
lubang bor. Jika sumur bisa dibor tanpa cairan pengeboran, cairan formasi, yang berada
di bawah tekanan cairannya, akan menyembur keluar dari lubang bor (blow-out).
Kepadatan cairan pengeboran yang digunakan dalam lubang bor khusus dirancang
untuk menghasilkan tekanan lumpur pengeboran (karena berat lumpur pengeboran di
lubang bor di atas kedalaman yang ditentukan) yang menangkal tekanan fluida dalam
formasi dan mencegah ledakan.

Invasion

Lingkungan lubang bor adalah suatu gambaran dimana lumpur memasuki


lubang bor dan terbentukanya Mud cake pada zona permeable. Dari gambaran borehole
environment diatas, kita dapat mengetahui sekaligus mempelajari parameter-parameter
yang berada di beberapa zona seperti Flushed Zone yaitu zona terinvasi oleh lumpur,
transition Zone, dan uninvaded Zone yaitu zona tidak terinvasi oleh lumpur.

Gambar 1.2. Invasion zone

Dalam kegiatan pemboran, akan digunakan suatu lumpur pemboran khusus


(mud filtrate) yang digunakan dan diinjeksikan selama pemboran berlangsung. Lumpur
pemboran ini memiliki berbagai fungsi, yaitu guna memindahkan cutting, melicinkan
dan mendinginkan mata bor, dan menjaga tekanan antara bor dan formasi batuan.
Densitas lumpur tersebut dijaga agar tetap tinggi supaya tekanan pada kolom lumpur
selalu lebih besar daripada tekanan formasi. Perbedaan tekanan ini menyebabkan
terdorongnya sebagian lumpur untuk merembes ke dalam formasi batuan. Rembesan
fluida lumpur tersebut kemudian mengakibatkan adanya tiga zona di sekitar lubang
pemboran yang mempengaruhi pengukuran log, khususnya pengukuran log yang
berdasarkan prinsip kelistrikan (log SP, dan log Resistivitas).
Tiga zona tersebut, yaitu :

1. Zona Terinvasi (Flushed Zone) merupakan zona infiltrasi yang terletak


paling dekat dengan lubang bor serta terisi oleh air filtrat lumpur yang
mendesak kandungan semula (gas, minyak ataupun air asin/ tawar).
Meskipun demikian mungkin saja tidak seluruh kandungan semula
terdesak kedalam zona yang lebih dalam.
2. Zona Transisi (Transition Zone); zona yang mengandung sebagian air
formasi dan sebagian hidrokarbon yang tergantikan mud filtrate.
3. Zona Jauh/Tidak Terinvasi (Uninvaded Zone) merupakan zona infiltrasi
yang terletak paling jauh dari lubang bor, serta seluruh pori batuan terisi
oleh kandungan semula. Dengan demikian zona ini sama sekali tidak
dipengaruhi oleh adanya infiltrasi air filtrat lumpur. Berdasarkan
penelitian, secara umum diameter invasi air filtrat lumpur kedalam
batuan permeable berkisar antara 15-100 inci, dari batuan dengan
permeabilitas rendah ke permeabilitas tinggi

Zona terinvasi memiliki diameter df, ketebalan sekitar 6 inch, dan


mengandung mud filtrate dengan nilai resistivitas Rmf, serta
mengandung residual hydrocarbon dengan nilai resistivitas Rxo. Sedangkan
zona transisi dengan diameter dj dan rentang beberapa kaki. Untuk zona jauh
memiliki resistivitas air Rw, resistivitas formasi Rt, dan nilai saturasi air Sw.

Invasion with Water-Based Drilling Muds


Invasion with Oil-Based Drilling Muds

Log Caliper

Dengan menggunakan bantuan log caliper dapat diketahui bagaimana


lingkungan lubang bor. Log caliper merupakan log penunjang keterangan log
ini digunakan untuk mengetahui perubahan diameter dari lubang bor yang
bervariasi akibat adanya berbagai jenis batuan yang ditembus mata bor. Pada
lapisan shale Atau clay yang permeabilitasnya hampir mendekati nol, tidak
terjadi kerak lumpur sehingga terjadi keruntuhan dinding sumur bor (washed
out ) sehingga dinding sumur bor mengalami perbesaran diameter. Sedangkan
pada lapisan permeabel terjadi pengecilan lubang sumur bor karena terjadi
endapan lumpur pada dindingnya yang disebut kerak lumpur (mud cake). Pada
dinding sumur yang tidak mengalamiproses penebalan dinding sumur, diameter
lubang bor akan tetap. Log ini berguna untuk mencari ada atau tidaknya lapisan
permeable.