Anda di halaman 1dari 4

TUGAS GEOFISIKA LUBANG BOR

LINGKUNGAN LUBANG BOR

OLEH:

MAHARANI NPM. 1404107010007

BOR LINGKUNGAN LUBANG BOR OLEH: MAHARANI NPM. 1404107010007 PROGRAM STUDI TEKNIK GEOFISIKA JURUSAN TEKNIK KEBUMIAN

PROGRAM STUDI TEKNIK GEOFISIKA JURUSAN TEKNIK KEBUMIAN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA

2017

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kegiatan operasi pencarian minyak melibatkan banyak bidang ilmu baik itu geologi, geofisika, perminyakan, mesin, informatika, mud engineer, fisika dan berbagai bidang ilmu lainnya. Salah satu hal yang penting dalam kegiatan pencarian minyak bumi adalah pengeboran. Pengeboran merupakan usaha yang dilakukan dengan cara membuat lubang dengan aman hingga menembus lapisan formasi yang kaya minyak atau gas. Pada pengeboran hal yang perlu diperhatikan adalah lingkungan lubang bor yang merupakan tempat masuknya mata bor atau log yang digunakan untuk menguji, mengetahui, dan merekam bagaimana kondisi atau keadaan bawah permukaan dari suatu lubang bor. Lubang tersebut kemudian dilapisi dengan casing dan disemen dengan maksud untuk menghubungkan lapisan formasi tersebut dengan permukaan bumi yang memungkinkan penambangan minyak atau gas secara komersial. Secara umum tujuan membuat lubang bor adalah untuk membuktikan bahwa adanya minyak atau gas dalam suatu reservoir yang ditembus dan sarana mengalirkan minyak atau gas dari reservoir ke permukaan bumi. Pada lingkungan lubang bor adanya perbedaan pada kondisi di bawah permukaan akan mengakibatkan perbedaan tekanan, aliran fluida, dan juga temperatur. Dalam mengetahui kondisi bawah permukaan diperlukan data lubang bor yang didapat melalui logging. Hal ini dilakukan untuk memberikan data yang akurat dan representatif pada sifat fisik dari formasi batuan dan cairan yang terdapat pada lubang bor. Logging ini dapat dilakukan dengan dua cara yaitu LWD dan wireline. Teknik LWD dilakukan dengan cara merekam data lubang bor yang dilakukan setelah lubang bor dibuka atau setelah drilling. Sedangkan wireline adalah teknik yang dilakukan untuk merekam data lubang bor bersamaan dengan pembukaan lubang bor. Kedua teknik ini memiliki kekurangan dan kelebihannya masing- masing dalam memberikan data bawah permukaan.

BAB II LINGKUNGAN LUBANG BOR

2.1 Tekanan dalam Pengeboran

Di bawah permukaan bumi perbedaan tekanan mengakibatkan perbedaan formasi batuan, hal ini yang menyebabkan pada saat melakukan pemboran

tekanan pada lubang bor sangat diperhatikan. Adapun jenis jenis tekanan yang terdapat pada lubang bor adalah:

1. Overburden Pressure, adalah keadaan stress vertikal dimana batuan di bawah dipengaruhi oleh tekanan dan densitas batuan diatasnya sehingga akan menyebkan terjadinya perbedaan porositas dan juga perbedaan litologi. Adapun rumus untuk overburden pressure pada setiap densitas batuan adalah = dengan adalah overburden

pressure pada kedalaman h, adalah rerata densitas batuan, g percepatan gravitasi dan h adalah kedalaman pada titik pengukuran.

2. Fluid Pressure, adalah tekanan cairan yang menempati suatu formasi pada batuan yang memiliki jalur untuk mengalir menuju permukaan namun karena adanya seal rock nilai tekanan batuan tersebut menjadi sedikit lebih tinggi dan dapat disebut overpressured fluids. Fluid pressure yang terkoneksi disebut hydrostatic pressure.

3. Effective Pressure, adalah nilai overburden pressure yang dikurangi dengan fluid pressure. Dimana overburden pressure merupakan tekanan yang menyebabkan batuan hancur sedangkan fluid pressure merupakan tekanan yang melindungi batuan.

2.2 Lumpur Pengeboran ( Mud Drilling )

Lumpur pengeboran digunakan untuk mencegah terjadinya blow-out yaitu masuknya fluid pressure ke dalam lubang pengeboran. Drilling mud dapat dibagi

menjadi water-based mud dan oil-based mud.

1. Water-Based Mud, digunakan pada LPLT (low pressure low temperature) karena mudah untuk membentuk mud cake yang berguna agar lubang bor tidak runtuh. Lumpur ini terdiri dari clay, air tawar atau air asin, dan bahan kimia. Lumpur ini sering dipakai karena lebih ekonomis.

2.

Oil-Based Mud, digunakan pada pemboran yang dalam, temperatur tinggi,

dan formasi shale. Lumpur ini bahannya dari minyak dan dapat mengurangi tingkat korosi pada rangkaian pipa bor. 2.3 Invasion Invasion adalah keadaan ketika lumpur pemboran bertemu dengan formasi yang poros dan permeabel dan mengalir ke dalam formasi bawah permukaan yang kemudian bertukar dan dipengaruhi oleh fliud pressure. Sehingga lumpur pemboran tersebut dapat menumpuk pada dinding lubang bor yang disebut mud cake. Mud Cake ini dapat memperlambat proses invasi dan melindungi dinding lubang bor agar tidak runtuh. Batuan yang poros dapat bertindak sebagai filter yaitu memisahkan lumpur edalam bentuk padat dan cair. Mud filtrate (air yang digunakan untuk mencampurnya dengan lumpur) akan mengalir ke dalam formasi.

mencampurnya dengan lumpur) akan mengalir ke dalam formasi. Sumber:

Sumber: inibumi.blogspot.com/2011/02/invasion-drilling-process.html