Anda di halaman 1dari 4

Lingkungan Lubang Bor (Borehole Environtment)

Dewin Ahmad Badawi


Program Studi Teknik Geofisika, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala
Email: dewinahmadbadawi@gmail.com
AbstrakLingkungan lubang bor akan mempengaruhi akuisisi dan
interpretasi dari suatu logging. Jenis-jenis logging yang dipengaruhi oleh
lingkungan lubang bor diantaranya yaitu log gamma ray, log resistivitas, log
densitas, log neutron, log sonik dan log kaliper. Pada lingkungan lubang bor
dikenal beberapa istilah seperti flushed zone, transition zone, uninvaded
zone, invasi, mud cake, mud filtrate dan sebagainya. Pada paper ini
dijelaskan mengenai istilah-istilah yang ada pada lingkungan lubang bor,
dimana istilah-istilah tersebut yang menjadi faktor-faktor yang
mempengaruhi akuisisi dan interpretasi dari suatu logging. Sehingga dengan
menggunakan metode logging dapat diketahui kondisi lingkungan sekitar
lubang bor, yang kemudian dijadikan sebagai indikasi adanya hidrokarbon
dalam jumlah yang ekonomis.
Kata kunci: Lingkungan lubang bor, logging
Abstrack The borehole environment will affect the acquisition and
interpretation of a logging. The types of logging that are affected by drill hole
environments include gamma ray logs, log resistivity, log density, neutron
logs, sonic logs and caliper logs. In the drill hole environment are known
some terms such as flushed zone, transition zone, uninvaded zone, invasion,
mud cake, mud filtrate and so on. This paper describes the terms in the drill
hole environment, where the terms are the factors that affect the acquisition
and interpretation of a logging. So by using the logging method can be known
the environmental conditions around the drill hole, which then serve as an
indication of the existence of hydrocarbons in the amount of economical.
Keywords: Borehole environment, logging

I. PENDAHULUAN

Hidrokarbon yaitu sumber energi fosil yang telah lama dieksploitasi dan
juga salah satu sumber daya alam yang dapat meningkatkan pendapatan negara
khususnya pada eksplorasi minyak dan gas bumi. Metode petrofisika digunakan
untuk memastikan keberadaan dan menentukan hidrokarbon produksi. Salah satu
metode petrofisika yang banyak dan dimanfaatkan dalam eksplorasi hidrokarbon
adalah well logging. Well logging merupakan metode pengukuran parameter-
parameter fisika dalam lubang bor dapat digunakan untuk mengetahui gambaran
dari lingkungan bawah permukaan tanah, khususnya mengetahui batuan-batuan

1
yang mengelilingi lubang bor juga dapat memberikan keterangan tentang lapisan
yang mengandung hidrokarbon. Selain itu metode ini juga merupakan metode
pendukung dalam usaha evaluasi formasi dalam mengetahui kondisi hidrokarbon
di permukaan bumi, baik itu zona terdapatnya hidrokarbon, cadangan maupun
jenisnya. Terdapat beberapa jenis logging yang umumnya digunakan pada
eksplorasi minyak dan gas bumi yaitu log gamma ray, log spontaneous potential,
log resistivitas, log densitas, log neutron, log sonik dan log kaliper. Log-log
tersebut dipengaruhi oleh kondisi lingkungan lubang bor, sehingga apabila
dilakukan pengukuran dengan menggunakan log-log tersebut dapat diketahui
seperti apa kondisi lingkungan lubang bor dan dapat dijadikan sebagai indikasi
adanya hidrokarbon dalam jumlah yang ekonomis.
Tujuan dari paper ini yaitu menjelaskan tentang lingkungan lubang bor,
dimana terdapat beberapa istilah pada lingkungan lubang bor yang harus diketahui
untuk memahami proses pemboran dan well logging. Gambaran lingkungan
lubang bor dan istilah-istilah yang terdapat pada lingkungan lubang bor
ditunjukkan oleh Gambar 1.1.

Gambar 1.1 Lingkungan Lubang Bor

II. PEMBAHASAN

2.1 Mud Filtrate dan Mud Cake


Ketika terjadi kontak antara lumpur dan batuan porous, batuan tersebut
akan bertindak sebagai saringan yang memungkinkan fluida dan partikel-partikel
kecil melewatinya. Fluida yang hilang ke dalam batuan disebut mud filtrate,
sedangkan lapisan partikel-partikel besar tertahan di permukaan batuan disebut
mud cake (Anomin, 2015). Mud filtrate dan mud cake yang terdapat pada suatu
lubang bor dapat dilihat pada Gambar 2.1. Proses filtrasi hanya terjadi apabila
terdapat perbedaan tekanan positif ke arah batuan. Pada dasarnya ada 2 jenis
filtrasi yang terjadi selama pemboran yaitu filtrasi statik dan filtrasi dinamik.

2
Filtrasi statik terjadi jika lumpur pemboran dalam keadaan diam, sedangkan
filtrasi dinamik terjadi ketika lumpur pemboran dalam keadaan disirkulasikan.
Apabila filtration loss dan pembentukan mud cake tidak terkontrol, maka
akan menimbulkan berbagai masalah, baik selama operasi pemboran maupun
dalam evaluasi formasi dan tahap produksi. Mud cake yang tipis merupakan
bantalan yang baik antara pipa dan permukaan lubang bor. Mud cake yang tebal
akan terjadi penyempitan lubang bor sehingga sulit diangkat dan diputar,
sedangkan filtratnya akan menyusup ke formasi dan akan menyebabkan kerusakan
pada formasi.

Gambar 2.1 Mud Filtrate dan Mud Cake

2.2 Invasi
Fenomena penggantian fluida formasi oleh mud filtrate karena perbedaan
tekanan dinamakan invasi (Anonim, 2011). Invasi akan mempengaruhi formasi
porous dan permeable di sekitar lubang bor. Hal ini dijelaskan oleh kedalaman
atau diameter invasi, yaitu jarak yang dicapai oleh invasi filtrate sehubungan
dengan lubang bor. Secara umum, invasi sangat kecil dalam formasi yang porous
dan permeable, mud cake terbentuk dengan cepat untuk memblokir filtrasi
dinamis. Sebaliknya adalah kasus di zona impermable, pembentukan vuggy
carbonates atau fractured formation, dimana pembentukan mud cake lambat dan
invasi mungkin sangat dalam, sampai beberapa meter.

2.3 Zona Infiltrasi


Akibat adanya tekanan ini akan menyebabkan terbentuknya kerak lumpur
bor kedalam lapisan permeabel sehingga di dalam lapisan tersebut terdapat tiga
zona infiltrasi yaitu (Gambar 2.2):
1. Zona Terinvasi (Flushed Zone)
Merupakan zona infiltrasi yang terletak paling dekat dengan lubang bor
serta terisi oleh filtrat lumpur yang mendesak kandungan semula (seperti gas,

3
minyak, maupun air). Air formasi atau hidrokarbon yang terdapat pada
formasi terdesak kedalam oleh filtrat lumpur pemboran. Daerah ini disebut
daerah terinvasi dengan tahanan jenisnya dan kejenuhan airnya
2. Zona Peralihan (Transition Zone)
Merupakan zona infiltrasi yang lebih dalam dari zona terinvasi, dimana
dalam zona ini ditempati oleh campuran dari filtrat lumpur dengan kandungan
semula. Karena zona ini posisinya semakin jauh dari lubang bor maka
semakin berkurang filtrasi dari lumpur pemboran.
3. Zona Tidak Terinvasi (Uninvaded Zone)
Merupakan zona yang terletak paling jauh dari lubang bor, dimana dalam
zona ini seluruh pori batuan terisi oleh kandungan semula dan sama sekali
tidak dipengaruhi oleh adanya air filtrat lumpur.

Gambar 2.2 Zona-zona infiltrasi

III. KESIMPULAN

Kesimpulan pada paper ini yaitu terdapat beberapa istilah pada lingkungan
lubang bor yang diantaranya yaitu mud cake, mud filtrate, invasi, flushed zone,
transition zone dan uninvaded zone yang perlu diketahui untuk memahami proses
well logging.

DAFTAR PUSTAKA

Anomim, 2011. http://gede-siddiarta.blogspot.co.id/2011/10/evaluasi-kerusakan-


formasi_27.html. Diakses pada tanggal 24 April 2017.

_______. 2015.http://sharingilmuperminyakan.blogspot.co.id/2015/03/penentuan-
filtrasi-untuk-mud-cake-dan.html. Diakses pada tanggal 24 April 2017.