Anda di halaman 1dari 1

surat Ali Imran ayat 134-135 ada 4 syarat ciri muttaqin, yaitu:

(Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan
orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai
orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan
perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun
terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah?
dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.
1. (Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit.
Apabila seorang hartawan menginfakkan hartanya ratusan ribu rupiah kedengarannya tidak aneh.
Tetapi apabila ada seseorang yang hidupnya selamanya kekurangan, tetapi dia menyisihkan harta
yang sedikit itu untuk infak, maka yang seperti ini baru bisa disebut kejutan. Pantaslah Allah
memberi gelar muttaqin terhadap orang yang seperti ini.
2. Ciri taqwa yang kedua yaitu dan orang-orang yang menahan amarahnya.
Setiap orang memang sering marah, sifat ini biasanya timbul apabila menemukan persoalan yang
tidak sesuai dengan keinginan. Amarah ini merupakan pengaruh setan, sedangkan setan itu berasal
dari api. Ada api yang cepat menyala dan cepat padam, ada juga api yang susah menyala dan susah
padam, ada api yang cepat menyala tetapi susah padam, bahkan ada yang susah menyala tetapi
cepat padam; demikian juga manusia ada yang mudah marah dan susah hilang, mudah marah
mudah hilang, susah marah tetapi mudah hilang, bahkan ada yang susah marah dan susah hilang.
3. Ciri taqwa yang ketiga adalah memaafkan (kesalahan) orang.
4. Ciri taqwa yang keempat yaitu:
Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri,
mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang
dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya
itu.
Apabila kita akan mencari orang yang tidak pernah salah atau tidak pernah berdosa, rasanya tidak
akan menemukan. Oleh karena itu orang yang taqwa bukan orang yang tidak pernah salah, tetapi
orang yang apabila dalam satu waktu berbuat dosa dia cepat melakukan perkara tadi, yaitu: 1. Cepat
berzikir dan mengingat Allah, 2. Setelah menyadari bahwa perbuatan itu salah, dia cepat istighfar
mohon ampun kepada Allah atas perbuatan dosanya, 3. Segala dosa yang pernah dilakukan,
dihentikan sama sekali, tidak pernah diulangi lagi.