Anda di halaman 1dari 10

Analisis Pelaksanaan Uji Online Pada Kompetensi

Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) Dan Kesiapan


Infrastruktur Di SMA Kota Malang

Syaad Patmanthara
Pendidikan Teknik Informatika Universitas Negeri Malang
Korespondensi: Jalan Semarang No. 5, Malang 651145
Email: syaad_um@yahoo.co.id

Abstract: The development of information and communication technology (ICT) that very rapid
progress in education. In the ICT learning process always ends the test events, except that every
activity in school ICT exams is always a variety of default, the consequences of each school
implement different, as well as ICT teachers generally taught by teachers with education backgrounds
are diverse. As a result, test scores in the school, assessment and the learning process will be
different. This study wanted to know the value of ICT is implemented school exams and the value of
online ICT test was conducted together with the same standards. And want to know there are
differences examination conducted by the school with an online exam. And also know the readiness
of the school infrastructure lab computer.

Key words: Implementation of the exam, Exam Online and Computer

Abstrak. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) bahwa kemajuan sangat pesat
dalam pendidikan. Dalam proses pembelajaran TIK selalu berakhir peristiwa tes, kecuali bahwa setiap
kegiatan di sekolah TIK ujian selalu berbagai standar, konsekuensi dari setiap sekolah menerapkan
berbeda, serta TIK guru umumnya diajarkan oleh guru dengan latar belakang pendidikan yang
beragam. Hasilnya, skor tes di sekolah, penilaian dan proses pembelajaran akan berbeda. Penelitian
ini ingin mengetahui nilai TIK dilaksanakan ujian sekolah dan nilai ujian TIK online yang dilakukan
bersama-sama dengan standar yang sama. Dan ingin tahu ada perbedaan pemeriksaan yang dilakukan
oleh sekolah dengan ujian online. Dan juga mengetahui kesiapan infrastruktur sekolah komputer
laboratorium.

Kata kunci: Pelaksanaan ujian, Ujian Online dan Komputer

Perkembangan teknologi informasi dan komuni- fasilitas TIK. Oleh sebab itu di dalam peraturan
kasi (TIK) terakhir mengalami kemajuan yang pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang standar
sangat pesat. Hal tersebut dikarena oleh kuatnya sarana dan prasarana ditetapkan harus mengguna-
era globalisasi, di mana komputer dan internet kan sarana berbasis TIK dalam proses pembela-
dengan sifatnya yang dinamis merupakan fasilitas jaran. Menurut Pustekkom (2009: 10), sarana TIK
yang telah mendominasi berbagai aktivitas ke- dibedakan atas: (1) komponen TIK, dan (2) fasili-
hidupan, sehingga aktivitas pendidikan, perkan- tas TIK. Ketersediaan komponen serta fasilitas
toran, komersial dan industri secara mutlak me- TIK ini mendapat dukungan dari pemerintah da-
merlukan ketersediaan fasilitas tersebut. Karak- lam upaya meningkatkan kualitas dan akses terha-
teristik masyarakat itu dikenal dengan istilah ma- dap layanan pendidikan. Kebijakan Departemen
syarakat berbasis pengetahuan, artinya komunitas Pendidikan memprioritaskan bagi Sekolah Mene-
yang menguasai pengetahuan, berpeluang untuk ngah Atas dan ditargetkan 1000 sekolah SMA di
memanfaatkan informasi serta menjadikan infor- Indonesia pada tahun 2010 sudah terhubung
masi sebagai nilai tambah dalam kehidupannya. dengan jaringan internet dengan nama Schoolnet.
Pelaksanaan pembelajaran berbasis TIK Dalam mengimplementasikan Schoolnet
tentunya harus didukung adanya ketersediaan merupakan konsep sekolah berbasis TIK, me-

28
Syaad Patmanthara, Analisis Pelaksanaan Uji Online .. 29

nekankan pemanfaatan TIK sebagai basis strategi kreativitas, mengembangkan sikap inisiatif, dan
pembelajaran di kelas. Sekolah berbasis TIK bu- mengembangkan kemampuan eksplorasi ilmu pe-
kan bentuk sekolah baru, tetapi merupakan pe- ngetahuan, serta mudah beradapatasi terhadap
ngembangan dari sekolah yang sudah ada teru- perubahan (Puskur Balibang, Depdiknas, 2003).
tama dalam hal pemanfaatan TIK untuk pem- Untuk mewujudkan visi ini, pembelajaran bidang
belajaran. Sebagai sarana pendukung, menurut TIK harus dilakukan secara profesional seperti
Permendiknas No. 24 Tahun 2007, terkait standar pembelajaran bidang-bidang lainnya.
sarana dan prasarana, minimal di suatu sekolah Berdasarkan SK dan KD siswa SMA
harus tersedia fasilitas pembelajaran berbasis mul- harus menguasai kemampuan TIK minimal: a)
timedia berupa: komputer, printer, TV, radio, CD membuat dokumen menggunakan program Ms.
pembelajaran, dan pemutar VCD/DVD (Rosen- Word, b) mempersiapkan lembar presentasi meng-
berg, 2001). Pada tahun 2008 pengadaan kompu- gunakan program Ms. Power Point, (c) membuat
ter di sekolah-sekolah dilakukan secara besar-be- kalkulasi-tabulasi menggunakan program Ms.
saran, tapi Direktorat PSMA (pembinaan sekolah Excel, d) mengoperasikan jaringan internet atau
menengah atas) memberikan sarana laboratorium intranet, serta e) membuat data base. Peserta
multimedia komputer di beberapa sekolah ber- didik SMA diharapkan dapat mengoperasional-
standar Nasional. (Pers Depdiknas: 2008: 1). kan dan memanfaatkan perangkat TIK untuk ke-
Hal ini juga didukung oleh Renstra Dep- pentingan mendukung proses belajar mengajar
diknas Tahun 2005-2009 menempatkan TIK men- mata pelajaran di sekolah. Di samping itu, agar
jadi bagian penting dalam upaya peningkatan mu- dapat mengikuti perkembangan ilmu pengetahu-
tu dan pemerataan program pendidikan mulai dari an, peserta didik SMA juga diharapkan memiliki
sekolah tingkat dasar sampai sekolah tingkat me- kemampuan dalam memanfaatkan sumber daya
nengah atas dan bahkan di perguruan tinggi. Pada Internet baik untuk keperluan mencari informasi
Renstra tersebut ditegaskan pemanfaatan tekno- maupun untuk berkomunikasi dan berkolaborasi.
logi informasi dan komunikasi (TIK) sebagai sa- Untuk mengetahui tercapaikan kompetensi dasar
rana pembelajaran, prioritas restra adalah me- yang harus dikuasai memerlukan intrumen tes
ngembangkan sistem pembelajaran dipendidikan secara online.
formal, pendidikan non formal dan di sekolah Tes atau ujian merupakan suatu alat pe-
untuk mendukung peluasan dan pemerataan pen- ngumpul informasi dalam usaha melakukan peni-
didikan di Indonesia. Pemanfaatan TIK menye- laian yang komprehensif terhadap seorang indi-
babkan tumbuh dan berkembangnya Virtual Lear- vidu atau keseluruhan usaha evaluasi program.
ning, multimedia Learning, E-learning, Online (Arikunto, 2008:33). Selain itu menurut Bukhori
Learning dan Distance Learning. dalam Arikunto (2008:32), tes adalah suatu per-
Dengan diberlakukannya Kurikulum2004, cobaan yang diadakan untuk mengetahui ada atau
sekolah menengah (SMP/MTs dan SMA/MA) tidaknya hasil-hasil pelajaran tertentu pada seo-
dengan serta merta menyelenggarakan pembelaja- rang atau kelompok murid. Apabila rumusan ter-
ran bidang TIK sebagai pelajaran wajib (kuriku- sebut dikaitkan dengan evaluasi yang dilakukan di
ler) yang harus diikuti oleh semua siswa/peserta sekolah, khususnya di suatu kelas, maka tes mem-
didik. Hal ini sebagai konsekuensi dari pelaksana- punyai fungsi ganda, yaitu untuk mengukur hasil
an kurikulum baru yang mencantumkan bidang belajar siswa dan mengukur keberhasilan program
TIK sebagai salah satu mata pelajaran dalam pengajaran.
struktur kurikulum SMA/MA. Pembelajaran TIK Sebuah tes dapat dikatakan baik sebagai
disekolah bevisikan agar peserta didik dapat alat pengukur jika memenuhi persyaratan sebagai
menggunakan perangkat teknologi informasi dan berikut: dapat mengukur dengan tepat apa yang
komunikasi secara tepat, untuk kegiatan belajar, hendak diukur (valid), memberikan hasil yang
dan berbagai aktivitas lain sehingga mampu ber- tetap apabila diujikan berkali-kali (reliabel):
30 JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN, VOLUME 19, NOMOR 1, APRIL 2012

objektif, mudah dilaksanakan, ekonomis, sedapat peserta didik setelah selesai mengikuti mata
mungkin tidak menekan siswa secara psikologis. pelajaran tersebut atau yang dikenal dengan istilah
Aplikasi ujian berbasis web atau ujian Standar Kompetensi Lulusan (SKL) (Permen.
online (online examination) adalah salah satu Diknas, 2007). Hasil pencapaian kompetensi ter-
implementasi dari aplikasi e-service yang menye- sebut dinyatakan dalam nilai angka atau huruf
diakan jasa untuk menyelenggarakan ujian secara yang tercantum dalam laporan hasil belajar setiap
online. Aplikasi tersebut biasanya dibangun de- semester atau pada akhir pendidikan. Penilaian
ngan perpaduan bahasa pemrograman webHTML, hasil belajar tersebut didasarkan atas pengetahuan
PHP, dan JavaScript. Dengan menambahkan teoritis mengenai berbagai aspek TIK.
sebuah sistem basis data, situs ujian online di- Sesuai pengamatan peneliti ada beberapa
harapkan mampu melakukan otomatisasi sistem faktor yang mempengaruhi beragam pelaksanaan
ujian baik dalam menampilkan soal-soal ujian pembelajaran TIK di Sekolah Menengah Atas
maupun dalam penilaian sehingga mempermudah (SMA) Kota Malang meliputi: a) kondisi sekolah
pengguna untuk menggunakannya serta bagi ad- yang beragam, b) kelengkapan fasilitas laborato-
ministrator untuk mengelola soal-soal yang akan rium komputer di setiap sekolah tidak sama, c)
ditampilkan (Dilar, 2011:1). kualitas kompetensi guru TIK bervariasi baik
Salah satu contoh dari aplikasi ujian dalam hal latar belakang pendidikannya maupun
online adalah CUBES Online Exam. Pada aplikasi pengalamannya, d) penerjemahan kurikulum na-
tersebut soal diacak dan masing-masing soal me- sional yang beragam, sehingga terjadi perbedaan
miliki 5 pilihan jawaban. Namun belum terdapat pemahaman kompetensi di sekolah. Akibat dari
modul yang dapat mengorganisasi kelas sehingga permasalahan di sekolah maka banyaknya variasi
guru atau admin dapat mengaktifkan ujian tertentu pelaksanaan pembelajaran TIK di setiap SMA
untuk kelas tertentu atau mengadakan ujian se- Kota Malang.
rentak untuk banyak kelas, dengan mata pelajaran Dengan mengetahui beragam pelaksana-
yang berbeda pada masing-masing kelas. Kele- an pembelajaran TIK di SMA kota Malang, maka
mahan ini berusaha disempurnakan pada aplikasi timbul permasalahannya adalah apakah hasil be-
ujian berbasis web yang dikembangkan oleh pe- lajar peserta didik di sekolah benar-benar meng-
ngembang, dengan menambahkan modul untuk gambarkan kompetensi bidang TIK sesuai dengan
mengorganisasi kelas. standart SK dan KD yang ditetapkan secara Na-
Aplikasi lain yang mendukung pelak- sional? Dan juga untuk mengetahuai bagaimana
sanaan ujian berbasis web adalah perangkat lunak persiapan infrastuktur dalam pelaksanaan uji
pembangkit soal untuk ujian online dengan meng- kompetensi TIK di SMA? sehingga dapat mengu-
gunakan AJAX. Aplikasi tersebut dikembangkan kur aspek penilaian secara objektif.
di Universitas Bina Nusantara pada tahun 2008. Dengan memahami latar belakang di atas,
Model AJAX menyediakan sebuah intermediate maka penelitian ini ingin mengnalisis sejauh mana
layer untuk menangani komunikasi yang terjadi Pelaksanaan Uji Online Kompetensi Teknologi
dan dapat mempercepat proses pengambilan soal Informasi dan Komunikasi (TIK) dan kesiapan
(Purnomo, 2008:1). Perangkat lunak pembangkit infrastuktur di beberapa SMA Kota Malang.
soal hanya menyediakan fasilitas untuk menen-
tukan soal yang akan dikerjakan, dan belum dapat METODE
digunakan untuk melaksanakan ujian, namun Penelitian ini akan dilakukan dengan me-
harus digabungkan dengan sistem ujian online nggunakan metode deskriptif, yaitu memperoleh
yang sudah dikembangkan. gambaran yang didasarkan hasil uji Online Kom-
Pada saat ini TIK diajarkan di SMA se- petensi Teknologi Infomasi dan Komunikasi
bagai sebuah mata pelajaran dengan memiliki se- (KTIK) yang diperoleh dari peserta didik di
jumlah standar kompetensi yang diharapkan dari SMAN3, SMAN1 dan SMA Santo Yoesuf. Ketiga
Syaad Patmanthara, Analisis Pelaksanaan Uji Online .. 31

lokasi penelitian dan fasilitas infrastruktuk labora- sesuai bagan sebagai berikut:
torium dalam pelaksanaan uji online KTIK SMA

SMA N 3

KESIAPAN
UJIAN INFRASTRUKTUR
SMA N 1 ONLINE TIK
KTIK
SMA
SMA St
Yoesuf

Gambar 1. Penelitian Uji KTIK SMA

Untuk memperoleh data sesuai dengan kognitf pada kompetensi KTIK terdiri atas 50
tujuan penelitian ini, populasinya diambil 3 seko- butir soal pilihan ganda yang harus diselesaikan
lah SMA yang berada di Kota Malang yaitu dalam waktu 60 menit. Pelaksanaan ujian online
SMAN 1, SMAN3, dan SMAK Santo Yoesuf. pada masing-masing sekolah diawasi langsung
Sampel penelitian ini 60 siswa diambil dari 20 oleh peneliti
siswa setiap sekolahnya. Penentuan tujuan tes pada uji KTIK dise-
Data yang telah terkumpul akan dianalisis suaikan dengan kurikulum berbasis kompetensi
secara deskriptif kuantitif untuk menilai hasil yang tidak semata-mata meningkatkan pengeta-
ujian sekolah dan ujian Online KTIK pada sesuai huan peserta didik, tetapi kompetensi secara utuh
dengan jabaran variabel. Hasil analisis akan disa- yang merefleksikan pengetahuan, keterampilan,
jikan dalam paloran hasil penelitian secara des- dan sikapsesuai karakteristik masing-masing mata
kriptif dengan dilengkapi gambar grafik. pelajaran.
Data yang diperoleh dan selanjutnya di- Kurikulum tersebut memuat sejumlah
analisis dalam penelitian ini harus lengkap dan standar kompetensi dan menuntut proses pem-
objektif. Sehingga pada penelitian ini dalam belajaran yang berorientasi pada penguasaan
mengumpulkan data menggunakan 2 teknik yaitu: kompetensi-kompetensi yang telah ditentukan
Metode dokumentasi adalah mencari data menge- tersebut. Satu standar kompetensi terdiri dari
nai hal-hal atau varibel yang berupa catatan, tran- beberapa kompetensi dasar. Pada kurikulum ting-
skrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen kat satuan pendidikan, satu kompetensi dasar da-
rapat, legger, agenda, dan sebagainya (Arikunto, pat dikembangkan menjadi beberapa indikator
2006:231). Untuk mengumpulkan data kemam- pencapaian hasil belajar. Indikator tersebut men-
puan terrsebut nilai sekolah KTIK SMA siswa jadi acuan dalam merancang penilaian.
pada ketiga sekolah tersebut, b) nilai ujian online Tujuan tes pada uji KTIK sejalan dengan
KTIK SMA . Metode tes/uji online adalah metode butir-butir dalam Standar Kompetensi Lulusan
yang menggunakan serentetan pertanyaan atau la- (SKL) peserta didik SMA Permen RI No 23 Th
tihan yang digunakan untuk mengukur keteram- 2006 untuk mata pelajaran TIK, yakni sebagai
pilan, pengetahuan inteligensi, kemampuan atau berikut: a) konsep, pengetahuan, dan operasi da-
bakat yang dimiliki oleh individu (Arikunto, sar, peserta didik mampu melakukan operasi dasar
2006: 150). Untuk mengumpulkan data yang ber- komputer, memahami fungsi dan proses kerja ber-
hubungan dengan variabel prestasi belajar ranah bagai peralatan Teknologi Informasi dan Komu-
32 JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN, VOLUME 19, NOMOR 1, APRIL 2012

nikasi yang ditopang oleh sikap cermat dan meng- (cek) pada dua kolom utama, yaitu tersedia atau
hargai Hak Atas Kekayaan Intelektual, b) pengo- belum tersedia; selanjutnya apabila responden
lahan informasi untuk produktivitas, peserta didik mengisi pada kolom tersedia, maka alternatif
mampu menggunakan operating system, menggu- jawaban yang diberi tanda (cek) adalah: belum
nakan perangkat lunak pengolah kata, pengolah pernah memakai; baru belajar memakai; memakai
angka, pembuat grafis untuk menghasilkan infor- secara berkala; sering memakai. Rentangan skor-
masi, dan membuat presentasi dengan variasi ta- nya secara urut mulai pernyataan kurang sampai
bel, grafik, gambar, dan diagram, c) pemecahan dengan sangat bagus adalah: 01234.
masalah, eksplorasi dan komunikasi, peserta didik
memahami prinsip dasar internet/intranet dan HASIL
mampu menggunakannya untuk memperoleh Eksperimen ini melibatkan 3 sekolah
informasi, berkomunikasi, dan bertukar informasi. SMA yaitu SMAN 3 Malang, SMAN 1 Malang
Kisi-kisi soal uji Kompetensi Teknologi dan SMA St Yoesof. Setiap sekolah diambil 20
Informasi dan Komunikasi (KTIK) dijabarkan siswa dari kelas IPA dan IPS dengan datanya 3
indikator-indikator dari Standar Kompetensi dan jenis data yaitu nilai ujian TIK sekolah, nilai uji
Kompetensi Dasar mata pelajaran TIK untuk online TIK sekolah dan data kuisioner infrastruk-
SMA/MA. Mata pelajaran Teknologi Informasi tur laboratorium komputer. Data yang dikumpul-
dan Komunikasi pada jenjang SMA/MA men- kan dalam penelitian ini secara rinci sebagai beri-
cakup penguasaan keterampilan komputer, prinsip kut: a) data nilai ujian TIK sekolah siswa (nilai
kerja berbagai jenis peralatan komunikasi dan murni dari hasil ulangan materi TIK), b) data
cara memperoleh, mengolah dan mengkomunika- ujian online TIK siswa (nilai dari hasil tes online
sikan informasi. Mata pelajaran ini merupakan pada matapelajaran TIK), c) data kuisioner infra-
kelanjutan dari pengenalan Teknologi Informasi struktur laboratorium komputer (nilai dari hasil
dan Komunikasi yang telah diperoleh pada jen- jawaban siswa). Skor untuk butir soal infrastruk-
jang SMP, sekaligus sebagai bekal bagi peserta tur laboratorium komputer, adalah bervariasi dari
didik untuk beradaptasi dengan dunia kerja dan 1 sampai dengan 4 yang menunjukkan tingkat ke-
perkembangan dunia termasuk pendidikan pada layakan/bagus laboratorium komputer di sekolah.
jenjang yang lebih tinggi. Data ini merupakan kemampuan siswa
Penyusunan instrumen kedua adalah un- mulai dari ujian sekolah, sebelum dilaksanakan
tuk mengukur data yang berhubungan dengan uji online yang diperoleh dari nilai murni hasil
tingkat ketersediaan fasilitas TIK di Sekolah. ulangan pada materi KTIK. Ujian online merupa-
Model yang dikembangkan berupa angket ber- kan ujian secara langsung dijawab dengan batas
bentuk check-list yang berguna untuk menggali waktu secara otomatis akan berakhir, setelah ber-
tingkat ketersediaan fasilitas TIK baik keterse- akhir akan langsung ditampilkan hasil ujian yang
diaan di sekolah. Konstruksi check-list tentang telah selesaikan oleh siswa secara otomatis sis-
tingkat ketersediaan fasilitas TIK untuk siswa tem. Dan data kuisioner infrastruktur laboratorium
berupa lembaran nama-nama siswa matapelajaran komputer merupakan nilai dari hasil jawaban
TIK untuk keperluan pembelajaran berbasis TIK, siswa menilai fasilitas laboratorium komputer di
selanjutnya responden (siswa) diminta untuk sekolah.
memberikan jawaban dengan memberikan tanda
Syaad Patmanthara, Analisis Pelaksanaan Uji Online .. 33

Tabel 1. Ringkasan Deskriptif Ujian Sekolah, Uji Online dan Hasil Kuisener

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation


Nilai Ujian Sekolah 60 75.00 98.00 88.6167 5.79623
Nilai Ujian Online 60 67.00 100.00 83.8000 7.97624
Hasil Kuisioner 60 75.00 95.00 87.3333 5.47929
Valid N (listwise) 60

Hasil ujian TIK yang dilaksanakan sekolah Hasil ujian Online TIK yang dilaksanakan
SMA di Kota Malang SMA di Kota Malang

Tujuan penelitian ini yang pertama adalah Tujuan penelitian yang kedua adalah me-
melihat hasil ujian TIK yang dilaksanakan di
ngetahui hasil ujian online yang dilaksanakan ber-
sekolah, sehingga dapat mengetahui nilai tinggi
dan terendah siswa ujian KTIK SMA yang di- sama-sama untuk ketiga sekolah yang digunakan
laksanakan oleh masing-masing sekolah serta da- untuk penelitian ini. Sehingga dapat diketahui
pat mengetahui rata-rata ujian sekolah di kota seberapa besar nilai yang dihasilkan secara ujian
Malang. online pada KTIK SMA untuk ketiga sekolah
tersebut.
Tabel 2. Hasil Ujian KTIK di sekolah
Tabel 3. Hasil Ujian Online KTIK SMA
Nilai Ujian Mean N Std.
Sekolah Deviation
75.00 88.0000 1 0 Nilai Ujian Mean N Std.
Online Deviation
76.00 88.0000 2 2.82843 67.00 89.5000 2 2.12132
78.00 76.6667 3 2.88675 70.00 90.5000 2 70711
81.00 82.5000 2 10.60660
73.00 75.0000 1 0
83.00 87.0000 3 2.64575
75.00 87.5000 4 5.00000
84.00 81.5000 2 9.19239
77.00 89.0000 5 6.67083
85.00 93.0000 1 0
78.00 82.6000 5 4.56070
86.00 86.4000 5 5.68331
80.00 86.5000 4 7.93725
87.00 90.5000 2 .70711
82.00 85.6000 5 6.84105
88.00 86.2857 7 6.82433
83.00 88.3333 3 5.77350
89.00 89.0000 1 0
85.00 87.6000 5 1.67332
90.00 88.0000 11 4.97996
91.00 91.0000 1 0 87.00 90.7500 4 3.09570
92.00 86.7500 4 3.50000 88.00 84.2000 5 5.80517
93.00 90.0000 1 0 90.00 90.0000 2 .00000
94.00 87.0000 2 4.24264 92.00 83.0000 3 7.54983
95.00 89.5000 4 4.20317 93.00 92.0000 3 2.64575
96.00 90.8000 5 4.14729 95.00 92.0000 2 1.41421
97.00 93.0000 1 0 97.00 87.0000 3 2.64575
98.00 91.5000 2 2.12132 98.00 93.0000 1 0
Total 88.6167 60 5.47929 100.00 93.0000 1 0
Berdasarkan Tabel 2 nilai ujian sekolah terendah Total 83.8000 60 5.47929
dari ketiga sekolah yang digunakan dalam pene- Berdasarkan Tabel 3 nilai ujian online yang di-
litian sebesar 75 dan nilai tertinggi adalah 98, laksanakan bersama-sama dengan 3 sekolah SMA
sedang nilai rata-rata ujian sekolah dari ketiga yang dipakai penelitian menghasilan nilai teren-
sekolah adalah 88,616 dari sejumlah 60 siswa. dah adalah 67 dan nilai teringgi adalah 100, se-
34 JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN, VOLUME 19, NOMOR 1, APRIL 2012

dang nilai rata-rata ujian sekolah dari ketiga seko- sekolah dengan hasil ujian online yang dilak-
lah adalah 83,800 dari sejumlah 60 siswa. sanakan bersama-sama untuk ketiga sekolah ter-
sebut. Adakah beda hasil nilai kedua ujian yang
Perbedaan antara uji Online terhadap ujian dilaksanakan oleh sekolah. Sehingga dapat
Sekolah pada matapelajaran TIK yang di- diketahui seberapa besar perbedaan perolehan
laksanakan di SMA Kota Malang nilai ujian secara online pada KTIK SMA dengan
nilai ujian yang dilaksanakan sekolah masing-
Tujuan penelitian yang ketiga adalah masing.
mengetahui nilai ujian TIK dilaksanakan oleh

Tabel 4. Uji T parsial

Control Variables Nilai Ujian Nilai Ujian


Online Sekolah
Hasil Kuisioner Nilai Ujian Online Correlation 1.000 .159
Significance (2-tailed) . .229
Df 0 57
Nilai Ujian Sekolah Correlation .159 1.000
Significance (2-tailed) .229 .
Df 57 0

Berdasarkan Tabel 4. Diperoleh nilai korelasi Tabel 5. Hasil Kuisioner infrastruktur


antara ujian online dengan nilai ujian sekolah Hasil Mean N Std.
sebesar 0,159 dengan signifikansi 0,229. Nilai Kuisioner Deviation
signifikasi tersebut jauh di atas taraf signifikasi 75.00 83.0000 5 7.34847
78.00 77.6667 3 .57735
sebesar 0,05 dengan demikian dapat disimpulkan 80.00 75.0000 1 .
bahwa tidak ada perbedaan pengaruh yang sig- 83.00 83.0000 2 7.07107
nifikan dengan peralatan komputer yang tersedia. 84.00 92.0000 1 .
85.00 85.8333 6 5.91326
Persiapan infrastruktur dalam pelaksanaan uji 86.00 86.2500 4 7.88987
kompetensi TIK di SMA, sehingga dapat me- 88.00 80.8750 8 6.95778
89.00 87.0000 1 .
ngukur aspek penilaian secara objektif
90.00 84.0000 13 8.47545
91.00 81.5000 6 11.89538
Tujuan penelitian yang keempat adalah 93.00 88.6667 6 10.11270
mengetahui kesiapan infrastruktur komputer yang 95.00 85.0000 4 6.73300
ada di laboratorium. Sehingga dalam pelaksanaan Total 87.3333 60 7.97624
ujian online peralatan yang digunakan tidak ada
bedanya dengan peralatan yang digunakan peser- Berdasarkan Tabel 5. Kesiapan infrastruktur labo-
ta-peserta lainnya dan tidak terjadi gangguan- ratorium komputer di masing-masing sekolah
gangguan pada waktu menjalankan proses ujian yang dipakai penelitian menghasilan nilai teren-
online. dah adalah 75 dan nilai tertinggi adalah 95,
sedang nilai rata-rata fasilitas yang dimiliki dari
ketiga sekolah adalah 87,333 dari sejumlah 60
siswa. Hal ini untuk diketahui rata-rata kualitas
Syaad Patmanthara, Analisis Pelaksanaan Uji Online .. 35

laboratorium komputer dengan perangkat jaring- Ujian Online TIK yang dilaksanakan SMA di
an, perangkat keras, dan perangkat lunak yang Kota Malang
dipakai ujian online sudah bagus.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa
Tabel 6. Grafik Perbandingan Rata-rata Nilai uji online TIK yang dilaksanakan di sekolah dari
Ujian Sekolah dan Nilai uji Online dan infra- ke tiga SMA di kota Malang memperoleh nilai
struktur sekolah. rata-rata tertingginya 89,25 di SMAN3 sedang-
kan nilai rata-rata ujian online yang terendah ada
di SMA St Yusuf dengan nilai 78,08 sedangkan
SMAN 1 ujian online siswanya memperoleh 84,0.
Dari ketiga SMA yang dipakai ujian online dapat
dikatakan bahwa nilai TIK yang diuji dengan
menggunakan online memperoleh hasil di atas
standar kelulusan (SKL). Dari hasil penelitian di 3
SMA di Malang bisa dikatakan bahwa jika ujian
TIK yang dilaksanakan sekolah rata-rata mem-
peroleh nilai jauh lebih baik dibanding uji online
yang dikoreksi secara otomatis oleh sistem. Maka
dari itu sebaiknya dibuat soal dengan standar yang
sama sehingga pelaksanaan ujian online bisa di-
PEMBAHASAN
terapkan di sekolah di malang. Ketidak standaran
Ujian TIK yang dilaksanakan sekolah SMA di
penilaian uji TIK nii dikarenakan tidak adanya
Kota Malang
standar penilaian ujian TIK yang dilaksanakan
Hasil penelitian menunjukan bahwa ujian
sekolah, dan juga terlalu bervariatifnya guru-guru
TIK yang dilaksanakan di sekolah dari ke tiga
pengajar TIK di Kota Malang
SMA yang digunakan penelitian memperoleh ni-
lai diatas 75 dan nilai tertinggi 98. Dengan de- Perbedaan antara uji Online terhadap ujian
mikian dapat dikatakan bahwa nilai TIK yang Sekolah pada matapelajaran TIK yang dilak-
dilaksanakan oleh ujian sekolah menperoleh hasil
sanakan di SMA Kota Malang
diatas standar kelulusan (SKL). Hal tersebut
senada yang ditulis oleh Herman, 2009 menyata- Hasil penelitian menunjukan nilai korelasi
kan bahwa ujian yang dilaksanakan oleh sekolah antara ujian online dengan nilai ujian sekolah sig-
selalu nilai lebih baik. Hal ini dikarenakan tidak nifikasi tersebut jauh di atas taraf signifikasi se-
adanya standar penilaian ujian TIK yang dilak- besar 5% , sedangkan hasil korelasi hitungan se-
sanakan sekolah, apalagi guru-guru pengajar TIK besar 0,159 dengan signifikansi 0,229. Dengan
di semua sekolah belum punya standar kompe- demikian dapat disimpulkan bahwa tidak ada per-
tensi pembelajaran TIK yang harus diterapkan bedaan pengaruh yang signifikan pelaksanaan
pada matapelajaran TIK. ujian online dengan ujian sekolah pada mata-
Melihat hasil pada Tabel 2, rata-rata pada pelajaran.Secara mendasar kompetensi siswa yang
sekolah SMA yang ada di kota Malang memper- ikut ujian online di Malang memiliki standar
oleh 88,616 artinya siswa-siswa SMA yang ada di kompetensi baik dalam arti di atas kemampuan
Malang memiliki kompetensi TIK yang sangat siswa Kota Malang mempunyai standar kompeten
bagus. Dari ketiga SMA yang dipakai penelitian yang tinggi.
bisa dilihat pada tabel 6 bahwa nilai siswa rata-
rata yang paling tinggi di sekolah SMAN St.
Yusuf.
36 JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN, VOLUME 19, NOMOR 1, APRIL 2012

Persiapan infrastruktur dalam pelaksanaan uji artinya rata-rata sekolah di Malang mempunyai
kompetensi TIK di SMA, sehingga dapat me- sarana laboratorium komputer yang baik dan labo-
ngukur aspek penilaian secara objektif. ratorium komputer di sekolah bisa memadai untuk
digunakan dalam pelaksanaaan ujian online.
Dari hasil masukan siswa bahwa infra-
struktur dalam pelaksanaan uji online TIK di
sekolah rata-rata menilai 87,333. Melihat hasil Saran
isian kuisioner dari siswa dapat disimpulkan rata- Berdasarkan hasil penelitian, disarankan
rata sekolah di Malang mempunyai sarana labora- sebagai berikut: a) agar data nilai siswa berva-
torium komputer yang baik dan laboratorium riasi sebaiknya guru TIK membuat soal yang
komputer di sekolah bisa memadai untuk di- mempunya standar yang sama, guru harus menilai
gunakan dalam pelaksanaaan ujian online. Hanya pekerjaan siswa lebih objektif, b) perlunya pe-
saja kebanyakan sekolah memiliki peralatan lab ngembangan ujian online dan ujian online bisa
komputernya lengkap tapi pemanfaatan dan pera- diterapkan pada semua sekolah di Malang, c) di-
watanya tidak sebanding, akibatnya peralatan adakan penelitian lanjutan tentang uji-uji pada
komputer yang berada di laboratorium komputer mata pelajaran TIK sehingga bisa memperbaiki
akan sering terjadi gangguan teknis baik jaringan, proses pembelajaran TIK, dan d) perawatannya
perangkat keras dan perangkat lunak, hal ini dapat peralatan komputer tidak sebanding dengan pe-
berakibat pada proses pembelajaran dan pelak- manfaatanya, maka perlunya perawatan yang ruti
sanaan ujian online. sehingga peralatan komputer di laboratorium
komputer tidak akan sering terjadi gangguan
teknis.
KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan DAFTAR RUJUKAN


Berdasarkan hasil penelitian dapat di- Arikunto, Suharsimi. 2008. Dasar-Dasar Evaluasi
simpulan sebagai berikut: a) hasil ujian TIK yang Pendidikan (Edisi Revisi). Jakarta: Bumi
dilaksanakan di sekolah dari ketiga SMA ini Aksara.
memperoleh nilai di atas 75 dan nilai tertinggi 98, Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu
dengan demikian dapat dikatakan bahwa nilai Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Departemen Pendidikan Nasional RI 2007, Renstra
rata-rata TIK yang dilaksanakan oleh ujian se-
2005-2025 (Online) (www. depdiknas.go.
kolah bagus dan siswa memperoleh hasil di atas
id/renstra/pdf, diakses: 28 Maret 2008)
standar kelulusan (SKL); b) hasil uji online TIK Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia.
yang dilaksanakan di sekolah dari ke tiga SMA di 2007. Peraturan Menteri Pendidikan
kota Malang, SMAN3. memperoleh nilai rata-rata Nasional Nomor 24 Tahun 2007 tentang
tertingginga 89,25. Rata-rata memperoleh nilai Standar Sarana dan Prasarana untuk
ujian sekolah lebih baik dibanding uji online, Sekolah Menengah Atas. Jakarta:
karena ujian online akan dikoreksi secara otomatis Departemen Pendidikan Nasional RI
oleh sistem; c) tidak ada perbedaan yang signifi- Depdiknas, 2009. TIK untuk Pembelajaran (On-line)
kan dalam pelaksanaan ujian online dengan ujian (Pustekkom, Jardiknas http://www.scribd.
com,diakses: 25 Agustus 2009)
sekolah pada matapalajaran TIK di kota Malang.
Depdiknas, 2003. Pedoman Pengembangan Teknologi
Secara mendasar kompetensi siswa yang ikut Informatika (TI) di SMK. Jakarta:
ujian online di Malang memiliki standar kompe- Dikmenjur.
tensi baik; dan d) infrastruktur laboratorium kom-
puter di SMA Kota Malang dalam melaksanakan
uji online TIK di sekolah rata-rata menilai 87,333,
Syaad Patmanthara, Analisis Pelaksanaan Uji Online .. 37

Dilar, Darmawan, dkk. 2011. Aplikasi PHP pada Pustekkom, 2009. TIK untuk Pembelajaran (On-line)
Website Online Examination. Skripsi (Pustekkom, Jardiknas http://www.scribd.
Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik com diakses: 25 Agustus 2009).
Universitas Diponegoro. Renstra 2005-2010. Departemen Pendidikan Na-
Kamarga, Hanny. 2002. Belajar Sejarah melalui e- sional, (Online) (www.depdiknas.go.id/
learning; Alternatif Mengakses Sumber renstra/ind/bag7.pdf, diakses 28 Maret
Informasi Kesejarahan. Jakarta: Inti Media. 2008).
Oetomo, Budi S. Dharma. 2002. e-Education: Konsep, Syaad, P. 2005. Penerapan Teknologi Informasi Dan
Teknologi dan Aplikasi Internet Pendidikan. Komunikasi dalam Pembelajaran di Seko-
Yogyakarta: Penerbit ANDI. lah Teknologi Kejuruan. Makalah disajikan
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik dalam Seminar Nasional Penerapan
Indonesia Nomor: 23 Tahun 2006 Tentang Teknologi Informasi di Sekolah Teknologi
StandarKompetensi Lulusan untuk Satuan Kejuruan se Indonesia di SMKN4 Malang.
Pendidikan Dasar dan Menengah. Malang,3 Desember 2007
Purnomo, Fredy. 2008. Pengembangan Perangkat UNESCO. 2002. Informasi and Communication
Lunak Pembangkit Soal Ujian Secara Technology in Education: A Curriculum for
Online dengan Menerapkan AJAX dan Schools and Programme of Teacher
Active Database. Jurnal Piranti Warta Vol. Developmant. Paris France
11, No. 2, April 2008: 232:241. Yudhoyono. 2005. Konferensi Teknologi Informasi dan
Puskur Balitbang Depdiknas.2003. Kurikulum: Standar Komunikasi (online), (http: //kepustakaan
Kompetensi Mata Pelajaran Teknologi presiden.pnri.go.id, di akses 28 Maret 2008)
Informasi dan Komunikasi. Jakarta.