Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH SISTEM ENDOKTRIN

HYPOPARATIROIDISME

Disusun oleh kelompok 4 :

ANTI YAMIN

BENETUS MAMAH

CHAROLIN VINNY POTIDINGGO

FEBI TANGGUN HANA

MEGAWATI

PRUDENSIA TONY P

SITI MAWADATTULKHAIRIAH

MIFTAH SADAH

GRACIANE PRISSILA BAU BERE

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

FAKULTAS ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS TRIBHUWANA TUNGGADEWI

MALANG

2016
KATA PENGANTAR

Kami ucapkan puji syukur kepada tuhan yang maha esa atas rahmatnya dan hidayahnya kami dapat
menyeleaikan makalah system endoktrin dengan judul hipoparatiroidisme dengan baik dan tepat
waktu.

Penyusunan makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas kelompok mahasiswa dalam memahami
penyakit dari hipoparatiroidisme tersebut. Isi dari makalah ini terdapat uaraian dan penjelasan
definisi, penyebab dan peantalaksanaan dari makalah ini. Tidak lupa kami ucapakan terima kasih
kepada dosen yang telah membimbing dalam proses pembuatan makalah ini.

Ucapan terima kasih kami ucapkan kepada teman yang telah membantu dalam pembuatan makalah
ini dan kritikan yang kami terima akan menjadi pemberajaran buat kami agar kedepannya lebih
baik, atas kekurangan yang terdapat pada makalah ini kami sangat membutuhkan kritikan yang
membangun dan bisa bermanfaat untuk kami.

Semoga makalah ini dapat memberikan ilmu pengatahuan dan manfaat.

Malang, 5 Mei 2016

Penyusun
DAFTAR ISI

Latar Belakang
Daftar isi
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang1
B. Rumusan Masalah...1
C. Tujuan .2
D. Manfaat ...3

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. Definisi 4
B. Epidemiologi ..4
C. Etiologi ...5
D. Factor Resiko.5
E. Patofisiologi....6
F. Pathway Penyakit..6
G. Pemeriksaan Laboratorium.....7
H. Penatalaksanaan Medis ...7

BAB III KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN

A. Pathway Masalah .8
B. Pengkajian Keperawatan.9
C. Diagnose Keperawatan.10
D. Intervensi Keperawatan..10-13

BAB IV PENUTUP

A. Kesimpulan .14
B. Saran

Daftar Pustaka
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Hipoparatiroidisme adalah hipofungsi dari kelenjar paratiroid sehingga tidak dapat
mengsekresikan hormone paratiroid dalam jumlah yang cukup (Guyton).
Hipoparatiroidisme adalah keadaan berkurangnya kerja dari kelenjar paratiroid yang
disertai dengan penurunan kadar kalsium dalam serum sehingga menyebabkan tetani.
Hipoparatiroid merupakan gabungan dari gejala produksi paratiroid yang tidak adekuat.

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa hipoparatiroid adalah hipofungsi dari
kelenjar paratiroid sehingga hormone paratiroid tidak dapat disekresi dalam jumlah yang
cukup, dengan gejala utamanya yaitu tetani.

Penyebab spesifik dari penyakit hipoparatiroid belum dapat diketahui secara pasti. Adapun
etiologi yang dapat ditemukan pada penyakit hipoparatiroid, Antara lain:
Defisiensi sekresi hormone paratiroid, ada dua penyebab utama:
Post operasi pengangkatan kelenjar paratiroid dan total tiroiddektomi
Idiopatik

B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan hipoparatiroid?
2. Apa epidemiologi dari hipoparatiroid?
3. Apa etiologi dari hipoparatiroid?
4. Apa saja factor rsiko dari hipoparatiroid?
5. Apa saja patofisilogi dari hipoparatiroid?
6. Klasifikasi dari pathway penyakit hipoparatiroid?
7. Apa saja pemeriksaan laboratorium dari hipoparatiroid?
8. Apa saja penatalaksanaan medis dari hipoparatiroid?

C. Tujuan
1. Tujuan umum
Dapat menjelaskan tentang bagaimana konsep dan pendekatan asuhan keperawatan pada
klien hipoparatiroidisme.
2. Tujuan khusus
a. Dapat menjelaskan definsi hipoparatiroid
b. Dapat menjelaskan epidemiologi dari hipoparatiroid
c. Dapat menjelaskan etiologi dari hipoparatiroid
d. Dapat menjelaskan factor resiko dari hipoparatiroid
e. Dapat menjelaskan patofisiologi dari hipoparatiroid
f. Dapat menjelaskan pathway penyakit dari hipoparatiroid
g. Dapat menjelaskan pemeriksaan laboratorium dari hipoparatiroid
h. Dapat menjelaskan penatalaksanaan medis dari hipoparatiroid

D. Manfaat
a. Untuk memenuhi tugas mata kuliah system endoktrin
b. Sebagai bahan diskusi pada mata kuliah system endoktrin
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Definisi
Hipoparatiroid adalah defisiensi kelenjar paratiroid dengan tetani sebagai gejala utama
(Haznam).
Hipoparatiroid adalah hipofungsi dari kelenjar paratiroid sehingga tidak dapat mengsekresi
hormone paratiroid dalam jumlah yang cukup (Guyton).
Hipoparatiroid adalah kondisi dimana tubuh tidak membuat cukup hormone PTH.
Hipoparatiroid adalah suatu ketidakseimbangan metabolisme kalsium dan fosfat yang
terjadi karena produksi hormone paratiroid yang kurang sehingga menyebabkan
hipokalsemia (kowalak, 2011).
Hipoparatiroid adalah hiposekresi kelenjar paratiroid yang menimbulkan syindroma
berlawan dengan hiperparatiroid, konsentrasi kalsium rendah tetapi fosftanya tinggi dan
bisa menyebabkan titani akaibat dari pengangkatan atau kerusakan kelenjar paratiroid
(Tjahjono, 1996)
Dari pengertia diatas maka dapat disimpulkan bahwa hipoparatiroid hipofungsi dari
kelenjar paratiroid sehingga hormone paratiroid tidak dapat disekresi dalam jumlah yang
cukup, dengan gejala utamanya adalah titani.

B. Epidemiologi
Hipoparatiroid dapat berupa hipoparatiroid neonatal, simple idiopatik hipoparatiroid, dan
hipoparatiroid pascabedah.
a. Hipoparatiroid neonatal
Hipoparatiroid dapat terjadi pada bayi yang dilahirkan oleh seorang ibu yang sedang
menderita hipoparatiroid. Aktivitas paratiroid fetus sewaktu dalam uterus ditekan oleh
maternal hiperkalselmia
b. Hipoparatiroid idiopatik hipoparatiroid
Gangguan ini dapat ditemukan pada anak-anak atau dewasa. Terjadi akibat oleh
pengaruuh autoimun yang ada hubungannya dengan antibody terhadap paratiroid,
ovarium, jaringan lambung dan adrenal. Timbulnya gangguan ini dapat disebabkan
karena menderita hipoadrenalisme, hipotiroidisme, diabetes, anemia, kegaggalan
ovarium primer, hepatitis.
c. Hipoparatiroid pascabedah
Kelaianan ini dapat terjadi karena akibat operasi tiroid, atau paratiroid atau sesudah
operasi radikal karsinoma faring atau esophagus. Kerusakan yang terjadi waktu operasi
tiroid, biasanya terjadi akibat putusnya aliran darah untuk kelenjar paratiroidisme
karena pengikatan arteri tiroid inferior. Hipoparatiroid terjadi bersifat sementara atau
permanen. Oleh karena itu kadar kalsium serum harus diperiksa sesudah melakukan
operasi-operasi tersebut.

C. Etiologi
Penyebab hipoparatiroidisme yang paling sering ditemukan oleh sekresi hormone
paratiroid yang kurang adekuat akibat suplai darah terganggu atau setelah jaringan kelenjar
paratiroid diangkat pada saat dilakukan tiroidektomi, paratiroidektomi, atau diseksi radikal
leher.
Penyebab spesifik dari hipoparatiroid belum diketahui secara pasti. Adapun etiologi yang
dapat ditemukan pada penyakit hipoparatiroid anatara lain:
a. Defiensi hormone paratiroid, ada dua penyebab utama yaitu:
1. Post oeprasi pengangkatan kelenjar paratiroid dan total tiroidektomi
2. Idiopatik
b. Hipomangnesemia
c. Sekresi hormone paratiroid yang tidak aktiv
d. Resistensi terhadap hormone paratiroid

D. Faktor Resiko
Faktor yang dapat meningkatkan resiko terkena hipoparatiroidisme meliputi:
a. Operasi leher, terutama jika melibatkan bagian tiroid
b. Sebuah riwayat keluarga dengan hipoparatiroidisme
c. Memiliki kondisi autoimun, seperti penyakit Addison suatu kondisi yang ditandai
dengan defisit produksi hormone yang dihasilkan oleh kelenjar adrenal.
E. Patofisiologi
Hipoparatiroidisme disebabkan oleh defiensi parathormon yang mengakibatkan kenaikan
kadar fosfat darah (hiperposfatemia) dan menurunnya konsentrasi kalsium darah
(hipokalsemia). Tanpa adanya parathormon akan terjadinya arsobsi intestinal kalsium dan
makanan dan penurunan resorbsi kalsium dari tulang dan sepanjang tubulus renalis.
Penurunan sekresi fosfat melalui ginjal menyebabkan hipofosfaturia, dan kadar kalsium
serum yang rendah mengakibatkan hipokalsiuria.

F. Pathway Penyakit
hipoparatiroidisme
G. Pemeriksaan Laboratorium
Biasanya hasil pemeriksaan laboratorium pada hipoparatiroidisme ditunjukan, yaitu:
a. Kalsium serum rendah. Tetanus terjadi pada kadar kalsium serum yang berkisar dari 5-
6 mg/dl (1,2-1,5 mmol/L) atau lebih rendah lagi.
b. Fosfat anorganik dalam serum tinggi
c. Fosfat alkali normal atau rendah
d. Foto rontgen
H. Penatalaksanaan Medis
Hipoparatiroidisme dapat bersifat akut atau kronis dan bisa diklasifikasikan sebagai
kelainan idiopatik atau didapat (akuisitas).

a. Hipoparatiroid Akut
Serangan tetani akut paling baik pengobatannya adalah dengan pemberian intravena
10-20 ml larutan kalsium glukonat 10% (atau chloretem calcium) atau dalam infus. Di
samping kalsium intravena, disuntikkan pula parathormon (100-200 U) dan vitamin D
100.000 U per oral.
b. Hipoparatiroid Menahun
Tujuan pengobatan yang dilakukan untuk hipoparatiroid menahun ialah untuk
meninggikan kadar kalsium dan menurunkan fosfat dengan cara diet dan
medikamentosa. Diet harus banyak mengandung kalsium dan sedikit fosfor.
Medikamentosa terdiri atas pemberian alumunium hidroksida dengan maksud untuk
menghambat absorbsi fosfor di usus.
Di samping itu diberikan pula ergokalsiferol (vitamin D2), dan yang lebih baik bila
ditambahkan dihidrotakisterol. Selama pengobatan hipoparatiroid, harus waspada
terhadap kemungkinan terjadi hiperkalsemia. Bila ini terjadi, maka kortisol diperlukan
untuk menurunkan kadar kalsium serum.
BAB III
KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN
A. Pathway masalah
B. Pengkajian Keperawatan
Informasi yang perlu diperoleh dari klien dan keluarga yaitu:

1. Keluhan utama
a. Apakah merasakan sakit pada tenggorokan?
b. Apakah sulit untuk menelan?

2. Data obyektif
a. Demam
b. Tiroid membesar
c. Gelisah
d. Insomnia
e. Penurunan berat badan
f. Disfagia (kesulitan menelan)

3. Pemeriksaan Fisik
1. Inspeksi
Melihat, apakah ada pembesaran tiroid pada leher pasien.
2. Palpasi
Leher pasien (kenyal atau keras)

3. Pemerikasaan Penunjang
a. Laboratorium
- Kalsium serum rendah.
- Fosfat anorganik dalam serum tinggi.
- Fosfatase alkali normal atau rendah.
b. Diagnostik
- Foto Rontgen
- Sering terdapat kalsifikasi yang bilateral pada ganglion basalis di tengkorak.
- Kadang-kadang terdapat pula kalsifikasi di serebellum dan pleksus koroid.
- Density dari tulang bisa bertambah.
- EKG: biasanya QT-interval lebih panjang
C. Diagnosa keperawatan
a. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b/d intake nutrisi
inadekuat
b. Bersihan jalan nafas tidak efektif b/d obstruksi jalan nafas: spasme jalan nafas,
c. Intoleransi aktivitas b/d kekakuan ekstermitas
D. Intervensi Keperawatan
Tanggal No Nanda Noc Nic
dx
1 Ketidakseimbangan status nutrisi: Nutrition management
nutrisi kurang dari pemasukan makanan monitor jumlah nutrisi
kebutuhan tubuh b/d dan minuman dan dan kandungan kalori
intake nutrisi pemasukan nutrisi berikan informasi tentang
inadekuat control berat kebutuhan nutrisi
monitor BB pasien dalam
Kriteria hasil: batas normal
adanya peningkatan
Monitor lingkungan
berat badan sesuai
selama makan
dengan tujuan
Monitor kulit kering dan
berat badan ideal sesuai
perubahan pigmentasi
dengan tinggi badan
Kolaborasi dengan dokter
mampu mengidentifikasi
kolaborasi dengan ahli
kebutuhan nutrisi
gizi
tidak ada tanda-tanda
monitor TTV
malnutrisi
tidak terjadi penurunan
berat badan yang berarti
2 Bersihan jalan nafas Respiratory Pastikan kebutuhan
tidak efektif satus:ventilation oral
Berhubungan Respiratory status: Berikan o2
dengan obstruksi airway patency Amjurkan klien
jalan nafas: spasme Aspiration control untuk istirahat dan
jalan nafas, Kriteria hasil: nafas dalam
Mendemontrasikan Posisikan pasien
batuk efektif dan untuk
suara nafas yang memaksimalkan
bersih, tidak ada ventilasi
sianosis dan
dyspnea (mampu Auskultasi suara
mengeluarkan nafa, catat adanya
sputum, bernafas suara tambahan
dengan mudah Berikan
tidak ada pulsed bronkondiator
lips) Memonitor status
Menunujkan jalan hemodinamik
nafas yang paten( Berikan pelembab
klien tidak merasa uadara kassa basah
tercekik, irama NaCl lembab
nafas, frekuensi Berikan antibiotic
pernafasan dalam Atur intake untuk
rentang normal cairan
tidak ada suara mengoptimlakan
nafas abnormal) kseimbangan
Mampu Memonitor respirasi
mengidetifikasi dan status o2
mencegah factor Jelaskan pada klien
penyebab dan keluarga klien
Saturasi o2 dalam tentang penggunaan
batas normal peralatan o2,
Foto thorak dalam suction, inhalasi
batas normal
3 Intoleransi aktivitas Self care ADLs Observasi adanya
Toleransi aktivitas pembatasan klien
Berhubungan dengan Konsenvasi energy dalam melakukan
kekakuan Dengan kriteria aktivitas
hasil: Kaji adanya factor
ekstermitas.
Berpartisipasi yang menyebabkan
dalam aktivitas kelelahan
fisik tanpa disertai Monitor nutrisi dan
peningkatan sumber energy yang
tekanan darah, nadi adekuat
,RR Monitor pasien akan
Mampu melakukan adanya kelelahan
aktivitas sehari-hari fisik dan emosi yang
secara mandiri berlebihan
Memonitor
kardiovaskuler
Keseimbangan terhadap aktivitas
aktivitas dan (takikardi, distrimia,
istorahat diaphoresis, pucat,
perubahan
hemodinamik)
Memonitor pola
tidur dan lamanya
tidur klien
Kolaborasi dengan
tenaga rehabilasi
medic dalam
merencanakan
program terapi yang
tepat
Bantu kien untuk
mengidentifikasi
aktivitas yang
dilakukan sesuai
dengan kemampuan
fisik, psikologi dan
sosial
Memonitor respon
fisik, emosi, sosial
dan spiritual

BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
hipoparatiroid adalah hipofungsi dari kelenjar paratiroid sehingga hormone paratiroid tidak
dapat disekresi dalam jumlah yang cukup, dengan gejala utamanya yaitu tetani.

Penyebab spesifik dari penyakit hipoparatiroid belum dapat diketahui secara pasti. Adapun
etiologi yang dapat ditemukan pada penyakit hipoparatiroid, Antara lain:
Defisiensi sekresi hormone paratiroid, ada dua penyebab utama:
Post operasi pengangkatan kelenjar paratiroid dan total tiroiddektomi
Idiopatik

B. Saran
Berdasarkan makalah ini masih banyak terdapat kekurangan baik dalam isi maupun
penulisan. Oleh karena itu kami mohon maaf yang sebesar-besarnya dan kami sangat
membutuhkan masukan positif yang bersifat membangun kedepannya.

DAFTAR PUSTAKA

Rumarhobo, Hotma. 1999. Asuhan Keperawatan Klien dengan Gangguan Sistem


Endokrin. Jakarta : EGC
Smeltzer, Suzzanne C. 2001. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner &
Suddarth Ed.8. Jakarta : EGC.
Hipoparatiroidisme. http://www.totalkesehatananda.com/hipoparatiroid.html diakses
tanggal 1 Mei 2011
Hipoparatiroid http://andysunaryo.blogspot.com/2011/04/askep-hipoparatiroid.html
diakses tanggal 5 Mei 2011