Anda di halaman 1dari 98

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah : SMA ULUL ALB@B


Matapelajaran : BIOLOGI
Kelas/Semester : X/2 (Genap)
Materi Pokok : Plantae: ciri-ciri morfologis, metagenesis, peranannya dalam
keberlangsungan hidup di bumi
Alokasi Waktu : 1 X3JP

A. Kompetensi Inti (KI)


KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli
(gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan
menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3 : Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi,
seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan
mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

B. Kompetensi Dasar dan Indikator


1.1. Mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan tentang keanekaragaman
hayati, ekosistem, dan lingkungan hidup.
2.1 Berperilaku ilmiah: teliti, tekun, jujur terhadap data dan fakta, disiplin, tanggung
jawab,dan peduli dalam observasi dan eksperimen, berani dan santun dalam
mengajukan pertanyaan dan berargumentasi, peduli lingkungan, gotong royong,
bekerjasama, cinta damai, berpendapat secara ilmiah dan kritis, responsif dan
proaktif dalam setiap tindakan dan dalam melakukan pengamatan dan percobaan di
dalam kelas/laboratorium maupun di luar kelas/laboratorium.
3.7 Menerapkanprinsip klasifikasi untuk menggolongkan tumbuhan ke dalam divisio
berdasarkan pengamatan morfologi dan metagenesis tumbuhan serta mengaitkan
peranannya dalam kelangsungan kehidupan di bumi.

Indikator:
3.7.1 Menyebutkan ciri - ciritumbuhan lumut ke dalam divisio berdasarkan
pengamatan morfologitumbuhan lumut.
3.7.2 Menjelaskan prinsip klasifikasi untuk menggolongkan tumbuhan lumut dan
paku ke dalam divisio berdasarkan pengamatan morfologi tumbuhan lumut.
3.7.3 Menentukanprinsip klasifikasi untuk menggolongkan tumbuhanlumut dan
paku ke dalam divisio berdasarkan pengamatan morfologi tumbuhan lumut.
3.7.4 Menyebutkan ciri - ciri tumbuhan lumut ke dalam divisio berdasarkan
pengamatan metagenesis tumbuhan lumut.
3.7.5 Menjelaskan ciri - ciri tumbuhan lumut dan paku ke dalam divisio
berdasarkan pengamatan metagenesis tumbuhan lumut.
3.7.6 Menentukan ciri - ciri tumbuhan lumut ke dalam divisio berdasarkan
pengamatan metagenesis tumbuhan.
3.7.7 Menyebutkan prinsip klasifikasi berdasarkan pengamatan morfologi dan
metagenesis tumbuhan lumut.
3.7.8 Menjelaskan prinsip klasifikasi berdasarkan pengamatan morfologi dan
metagenesis tumbuhan lumut.

1
3.7.9 Menentukan prinsip klasifikasi berdasarkan pengamatan morfologi dan
metagenesis tumbuhan lumut.

4.7 Menyajikan data tentang morfologi dan peran tumbuhan pada berbagai aspek
kehidupan dalam bentuk laporan tertulis.

Indikator:
4.7.1 Menyajikan data tentang morfologi tumbuhan pada berbagai aspek
kehidupan dalam bentuk laporan tertulis.
4.7.2 Menyajikan data tentang peran tumbuhan pada berbagai aspek kehidupan
dalam bentuk laporan tertulis.

C. Materi Pembelajaran
C.1 Materi Fakta

Gambar Morfologi dan metagenesis tumbuhan lumut (Bryophyta)

2
C.2. Materi Konsep:

Kingdom Plantae ( Dunia Tumbuhan )


Ciri/sifat dan karakteristik:
Eukariotik ( sudah memiliki membran inti )
Multiseluler, makroskopis
Berklorofil
Autotrof
Produsen
Selnya memiliki dinding sel dari selulosa

Klasifikasi:
1. Atracheophyta ( tak berpembuluh )
Bryophyta/ tumbuhan lumut
2. Tracheophyta ( berpembuluh )
Pterydophyta
Spermatophyta

Tumbuhan tak berpembuluh ( Atracheophyta )


Yang dimaksud dengan tumbuhan tak berpembuluh adalah kelompok tumbuhan yang
tidak memiliki pembuluh angkut yaitu Xilem ( pembuluh kayu ) dan Phloem
( pembuluh tapis )

BRYOPHYTA ( Tumbuhan Lumut )


Lumut merupakan kelompok tumbuhan yang telah beradaptasi dengan lingkungan
darat.Kelompok tumbuhan ini penyebarannya menggunakan spora dan telah mendiami
bumi semenjak kurang lebih 350 juta tahun yang lalu. Pada masa sekarang ini
Bryophyta dapat ditemukan disemua habitat kecuali di laut (Gradstein,2003).

Dalam skala evolusi lumut berada diantara ganggang hijau dan tumbuhan
berpembuluh (tumbuhan paku dan tumbuhan berbiji). Persamaan antara ketiga
tumbuhan tersebut adalah ketiganya mempunyai pigmen fotosintesis berupa klorofil A
dan B, dan pati sebagai cadangan makanan utama (Hasan dan Ariyanti, 2004).
Perbedaan mendasar antara ganggang dengan lumut dan tumbuhan berpembuluh telah
beradaptasi dengan lingkungan darat yang kering dengan mempunyai organ
reproduksi (gametangium dan sporangium), selalu terdiri dari banyak sel
(multiselluler) dan dilindungi oleh lapisan sel-sel mandul, zigotnya berkembang
menjadi embrio dan tetap tinggal di dalam gametangium betina.Oleh karena itu lumut
dan tumbuhan berpembuluh pada umumnya merupakan tumbuhan darat tidak seperti
ganggang yang kebanyakan aquatik (Tjitrosoepomo, 1989).

3
Lumut dapat dibedakan dari tumbuhan berpembuluh terutama karena lumut (kecuali
Polytrichales) tidak mempunyai sistem pengangkut air dan makanan.Selain itu lumut
tidak mempunyai akar sejati, lumut melekat pada substrat dengan menggunakan
rhizoid.Siklus hidup lumut dan tumbuhan berpembuluh juga berbeda (Hasan dan
Ariyanti, 2004).

Pada tumbuhan berpembuluh, tumbuhan sesungguhnya di alam merupakan generasi


aseksual (sporofit), sedangkan generasi gametofitnya sangat tereduksi. Sebaliknya
pada lumut, tumbuhan sesungguhnya merupakan generasi seksual (gametofit).Sporofit
lumut sangat tereduksi dan selama perkembangannya melekat dan tergantung pada
gametofit (Polunin, 1990).

Ciri/ sifat/ Karakteristik


Berwarna hijau, karena sel-selnya memiliki kloroplas (plastida).
Proses pengangkutan air dan zat mineral di dalam tubuh berlangsung secara
difusi dan dibantu oleh aliran sitoplasma.
Hidup di rawa-rawa atau tempat yang lembab.
Ukuran tinggi tubuh 20 cm.
Dinding sel tersusun atas sellulose.
Gametangium terdiri atas anteredium dan archegoniom.
Daun lumut tersusun atas selapis sel berukuran kecil mengandung kloroplas
seperti jala, kecuali pada ibu tulang daunnya.
Hanya mengalami pertumbuhan primer dengan sebuah sel pemula berbentuk
tetrader.
Belum memiliki akar sejati, sehingga menyerap air dan mineral dalam tanah
menggunakan rhizoid.
Rhizoid terdiri atas beberapa lapis deretan sel parenkim.
Sporofit terdiri atas kapsul dan seta.
Sporofit yang ada pada ujung gametofit berwarna hijau dan memiliki klorofil,
sehingga bisa melakukan fotosintesis.

Metagenesis/ pergiliran keturunan

Klasifikasi Tumbuhan lumut


Dikelompokkan menjadi 3 kelas
1. Bryopsida/ lumut daun/ Musci
Disebut lumut daun karena pada jenis lumut ini telah ditemukan daun
meskipun ukurannya masih kecil.Lumut daun merupakan jenis lumut yang
banyak dijumpai sehingga paling banyak dikenal.Contoh-contoh spesiesnya.
Contoh: Polytrichum juniperinum, Furaria, Pogonatum cirratum, dan
Sphagnum

2. Hepaticopsida/lumut hati/ Hepaticae


Lumut hati atau Hepaticae dapat bereproduksi secara seksual dengan
peleburan gamet jantan dan betina, secara aseksual dengan pembentukan
gemmae.
Contoh: Marchantia polymorpha

4
3. Anthoceropsida/ lumut tanduk
Disebut sebagai lumut tanduk karena morfologi sporofitnya mirip seperti
tanduk hewan.
Contoh: Anthoceros laevis

Anthoceropsida

Gemma Organ reproduksi Lumut

Metagenesis Tumbuhan Lumut


Lumut mengalami siklus hidup
diplobiontik dengan pergantian generasi heteromorfik.Kelompok tumbuhan ini
menunjukkan pergiliran generasi gametofit dan sporofit yang secara morfologi
berbeda.Generasi yang dominan adalah gametofit, sementara sporofitnya secara
permanen melekat dan tergantung pada gametofit.Generasi sporofit selama
hidupnya mendapat makanan dari gametofit seperti pada Gambar 2.2.

Pada siklus hidup tumbuhan lumut, sporofit menghasilkan spora yang akan
berkecambah menjadi protonema. Selanjutnya dari protonema akan muncul
gametofit. Generasi gametofit mempunyai satu set kromosom (haploid) dan
menghasilkan organ sex (gametangium) yang disebut archegonium (betina) yang
menghasilkan sel telur dan antheredium (jantan) yang menghasilkan sperma
berflagella (antherezoid dan spermatozoid). Gametangium biasanya dilindungi
oleh daun-daun khusus yang disebut bract (daun pelindung) atau oleh tipe struktur
pelindung lainnya.

Gametangium jantan (antheredium) berbentuk bulat atau seperti gada, sedangkan


gametogonium betinanya (arkegonium) berbentuk seperti botol dengan bagian
lebar disebut perut dan bagian yang sempit disebut leher. Gametangia jantan dan

5
betina dapat dihasilkan pada tanaman yang sama (monoceous) atau pada tanaman
berbeda (dioceous).
Fertilisasi sel telur oleh antherezoid menghasilkan zigot dengan dua set kromosom
(diploid). Zigot merupakan awal generasi sporofit.Selanjutnya pembelahan zigot
membentuk sporofit dewasa yang terdiri dari kaki sebagai pelekat pada gametofit,
seta atau tangkai dan kapsul (sporangium) di bagian ujungnya.
Kapsul merupakan tempat dihasilkannya spora melalui meiosis.Setelah spora
masak dan dibebaskan dari dalam kapsul berarti satu siklus hidup telah lengkap.

Peranan Tumbuhan Lumut dalam Kehidupan


Dalam kehidupan, tumbuhan lumut juga memiliki manfaat, di antaranya adalah:
Dalam ekosistem yang masih alami, lumut merupakan tumbuhan perintis
karena dapat melapukkan batuan sehingga dapat ditempati oleh
tumbuhan yang lain.
Lumut dapat menyerap air yang berlebih, sehingga dapat mencegah
terjadinya banjir.
Lumut jenis Marchantia polymorpha dapat digunakan sebagai obat
radang hati.
Lumut Sphagnum dapat dijadikan sebagai bahan pengganti kapas

C.3. Materi Prinsip:


1. penggolongkan tumbuhan berdasarkan morfologi tumbuhan.
2. penggolongkan tumbuhan berdasarkan metagenesis tumbuhan.
3. penggolongkan tumbuhan berdasarkan peranannya.

C.4. Materi Prosedur:


1. Ciri ciri tumbuhan/Plantae
2. Ciri ciri morfologi lumut
3. Ciri ciri metagenesis lumut
4. Klasifikasi lumut

D. Metode Pembelajaran (Rincian dari Kegiatan Pembelajaran)


inquiry, discovery learning

E. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran


1. Media:
Film hutan hujan tropis
PPT gambar morfologi tumbuhan lumut
PPT metagenesis tumbuhan
Gambar struktur morfologi lumut, tumbuhan paku, dan tumbuhan biji
Gambar skema metagenesis lumut, tumbuhan paku, dan tumbuhan biji

2. Alat/Bahan:
LCD, ,laptop
Buku-buku referensi biologi tentang plantae
6
LKS
Tumbuhan paku/tumbuhan lumut/tumbuhan biji

3. Sumber Pembelajaran/Bahan ajar:


Sulistyowati Endah, dkk. 2013. Biologi untuk SMA/MA Kelas X. Klaten :
Intan Pariwara.

Internet

F. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran

1. Pertemuan Kesatu 1 x 1 JP:


Kegiatan Deskripsi Alokasi
waktu
Pendahuluan Siswa merespon salam. 15 menit
Pengkondisian siswa.
Apersepsi:Guru menghubungkan materi yang akan di
pelajari saat ini dengan materi pertemuan yang lalu
melalui pertanyaan bagaimana ciri ciri jamur? Dan
di mana jamur hidup?
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
Motivasi : Guru memutarkan film hutan hujan tropis,
kemudian meminta siswa untuk mengidentifikasi
tumbuhan apa saja yang ada di hutan tersebut. Setelah
itu guru meminta siswa untuk menyebutkan ciri ciri
plantae dan siswa di minta untuk mengelompokkan ke
dalam 3 golongan berdasarkan ada tidaknya pembuluh
angkut.
Isi (kegiatan Mengamati 20 menit
Inti) Kelas dibagi menjadi 10 kelompok
Guru membagikan gambar tumbuhan lumutpada
setiap siswa dalam satu kelompok.
Masing-masing siswa dalam kelompok mencermati
untuk mencari dan menemukan ciri-ciri morfologi
tumbuhan lumutdari gambar dan
mendokumentasikan hasil penemuannya sesuai
dengan ciri-ciri morfologi tumbuhan lumut.

Menanya
Peserta didik mencari informasi pada sumber untuk
merumuskan masalah yang berkaitan dengan:
1. Bagaimana ciri ciritumbuhan lumut?
2. Bagaimana perkembangbiakan/metagenesis
tumbuhan lumut?
3. Bagaimana cara mengklasifikasikan tumbuhan
lumut?

Mencoba
Siswa mengumpulkan data yang berkaitan
denganciri-ciri morfologi tumbuhan lumutyang
dikajinya dan membahasnya, bertukar temuan
bersama anggota kelompok.
Menguraikan ciri-ciri morfologi tumbuhan
lumutyang dikajinya untuk bahan bahasan dengan

7
kelompok lain.

Mengasosiasi
Peserta didik menganalisis ciri-ciri morfologi
tumbuhan lumut.
Peserta didik menganalisis hubungan ciri-ciri
morfologi tumbuhan lumutuntuk menumbuhkan
rasa bangga kepada tanah air dan syukur terhadap
Tuhan Yang Maha Esa

Mengomunikasikan
Perwakilan masing-masing kelompok
mempresentasikan hasil temuannya dan
pengembangan (tertulis/lisan) tentang ciri-ciri
morfologi tumbuhan lumut.
Penutup Guru membimbing siswa untuk membuat 10 menit
kesimpulanciri-ciri morfologi tumbuhan lumut.
Melaksanakan tes

2. Pertemuan Kedua 1 X 1 JP:


Kegiatan Deskripsi Alokasi
waktu
Pendahuluan Pengkondisian siswa. 10menit
Apersepsi:Guru menghubungkan materi yang akan di
pelajari saat ini dengan materi yang lalu melalui
pertanyaan Dimanahabitat tumbuhan lumut ?
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
Motivasi : Guru menunjukkan gambar hutan yang
dipenuhi dengan tumbhan lumut, kemudian
mengarahkan siswa untuk mengidentifikasi bagaimana
lumut dapat tumbuh?
Isi (kegiatan Mengamati 25 menit
Inti) Kelas dibagi menjadi 10 kelompok
Guru membagikan skema metagenesis tumbuhan
lumutpada setiap siswa dalam satu kelompok.
Masing-masing siswa dalam kelompok mencermati
untuk mencari dan menemukan metagenesis
tumbuhan lumutdari gambar dan
mendokumentasikan hasil penemuannya sesuai
dengan metagenesis tumbuhan lumut.

Menanya
Peserta didik mencari informasi pada sumber untuk
merumuskan masalah yang berkaitan dengan:
1. Bagaimana metagenesis tumbuhan lumut?

Mencoba
Siswa mengumpulkan data yang berkaitan
denganmetagenesis tumbuhan lumutyang dikajinya
dan membahasnya, bertukar temuan bersama
anggota kelompok.
Menguraikan metagenesis tumbuhan lumutyang
dikajinya untuk bahan bahasan dengan kelompok
lain.
8
Mengasosiasi
Peserta didik menganalisis keterkaitan antara
metagenesis tumbuhan lumut.
Peserta didik menganalisis hubungan metagenesis
tumbuhan lumutuntuk menumbuhkan rasa bangga
kepada tanah air dan syukur terhadap Tuhan Yang
Maha Esa

Mengomunikasikan
Perwakilan masing-masing kelompok
mempresentasikan hasil temuannya dan
pengembangan (tertulis/lisan) tentang metagenesis
tumbuhan lumut.
Penutup 10 menit
Bersama siswa menyimpulkan metageneis tumbuhan
lumut dalam kelangsungan kehidupan dan
kelangsungan hidup di bumi
Melaksanakan tes

3. Pertemuan Ketiga 1 x 1JP:


Kegiatan Deskripsi Alokasi
waktu
Pendahuluan Pengkondisian siswa. 10menit
Apersepsi:Guru menghubungkan materi yang akan di
pelajari saat ini dengan materi yang lalu melalui
pertanyaan Bagaimana bentuk tumbuhan lumut ?
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
Motivasi : Guru menunjukkan gambar berbagai
macam tumbuhan lumut, kemudian mengarahkan
siswa untuk mengidentifikasi macam macam bentuk
tumbuhan lumut.
Isi (kegiatan Mengamati 20 menit
Inti) Kelas dibagi menjadi 10 kelompok
Guru memberikan siswa gambar lumut daun, lumut
hati dan lumut tanduk.
Masing-masing siswa dalam kelompok mencermati
untuk mencari dan menemukan ciri-ciri lumut daun,
lumut hati dan lumut tanduk dari gambar tumbuhan
lumut dan melakukan telaah literatur literatur.
Siswa mendokumentasikan hasil penemuannya
sesuai dengan ciri-ciri lumut daun, lumut hati dan
lumut tanduk.

Menanya
Peserta didik mencari informasi pada sumber untuk
merumuskan masalah yang berkaitan dengan:
1. Ada berapa macam tumbuhan lumut?
2. Bagaimana ciri ciri lumut daun?
3. Bagaimana ciri ciri lumut hati?
4. Bagaimana ciri ciri lumut tanduk?
5. Bagaimana cara mengklasifikasikan tumbuhan
lumut berdasarkan ciri ciri morfologi dan
9
metagenesisnya?

Mencoba
Siswa mengumpulkan data yang berkaitan
denganklasifikasi lumut daun, lumut hati dan lumut
tandukyang dikajinya dan membahasnya, bertukar
temuan bersama anggota kelompok.
Menguraikan klasifikasilumut daun, lumut hati dan
lumut tandukyang dikajinya untuk bahan bahasan
dengan kelompok lain.

Mengasosiasi
Peserta didik menganalisis keterkaitan klasifikasi
antara lumut daun, lumut hati dan lumut tanduk.
Peserta didik menganalisis klasifikasilumut daun,
lumut hati dan lumut tandukuntuk menumbuhkan rasa
bangga kepada tanah air dan syukur terhadap Tuhan
Yang Maha Esa

Mengomunikasikan
Perwakilan masing-masing kelompok
mempresentasikan hasil temuannya dan
pengembangan (tertulis/lisan)
tentangklasifikasilumut daun, lumut hati dan lumut
tanduk.
Penutup Guru membimbing siswa untuk membuat 15 menit
kesimpulanklasifikasilumut daun, lumut hati dan lumut
tanduk.
Memberikan tugas tentang mempelajari tumbuhan
paku .
Melaksanakan tes

G. Penilaian
1. Jenis/teknik penilaian
Tes untuk kognitif
Penilaian ketrampilan
Penilaian afektif
2. Bentuk instrumen dan instrumen
Tes tulis
terlampir
3. Pedoman penskoran
Terlampir

10
LEMBAR PENGAMATAN OBSERVASI

Mata Pelajaran : ..............................................


Kelas/Program : X / Matematikan dan Ilmu Pengetahuan Alam
Kompetensi : ..............................................
Materi : ..............................................

Jumlah Skor
Sikap

Ramah dengan teman

Tanggung jawab
Tenggang rasa

Kedisiplinan

Kerjasama
No.

Nama
1
2
3
4
5
6
7
8
dst

Rubrik:
Skala penilaian sikap dibuat dengan menggunakan data cek list/ centang.

PENILAIAN DIRI
Topik: Plantae Nama: ..................
Kelas: ...................
Setelah mempelajari materiPlantae, Anda dapat melakukan penilaian diri dengan cara memberikan
tandapada kolom yang tersedia sesuai dengan kemampuan.

No Sudah memahami
Pernyataan Belum memahami
1. Memahami ciri ciri plantae
2. Memahami ciri ciri bryophyta
3. Memahami metagenesis bryophyta
4. Memahami klasifikasi bryophyta

11
Penilaian antar Peserta Didik
Topik/Subtopik: ........................................ Nama Teman yang dinilai: ........................
Tanggal Penilaian: ..................................... Nama Penilai:...........................................

- Amati perilaku temanmu dengan cermat selama mengikuti pembelajaranBiologi


- Berikan tanda pada kolom yang disediakan berdasarkan hasil pengamatannu.
- Serahkan hasil pengamatanmu kepada gurumu
Dilakukan/muncul
No Perilaku
YA TIDAK
1. Mau menerima pendapat teman
2. Memaksa teman untuk menerima pendapatnya
3. Memberi solusi terhadap pendapat yang bertentangan
4. Mau bekerjasama dengan semua teman
5. ......................................

a. Penilaian Pengetahuan
Penilaian Pengetahuan
Indikator
Teknik Bentuk
Pencapaian Instrumen
Penilaian Penilaian
Kompetensi
Pertemuan Tes tertulis Daftar 1. Sebutkan bagian bagian tumbuhan
Pertama pertanyaan lumut dan tumbuhan paku di bawah
1. Menyebutkan ini!
ciri - ciri
tumbuhan
lumut ke
dalam divisio
berdasarkan
pengamatan
morfologitum
buhan lumut
2. Menjelaskan 2. Jelaskan perbedaan struktur tubuh
ciri - ciri tumbuhan lumut berdasarkan:
tumbuhan a) Bagian sporofit
lumut ke b) Bagian gametotif
dalam divisio
berdasarkan
pengamatan
morfologitum
buhan lumut
3. Menentukan 3. Perhatikan ciri ciri tumbuhan di
ciri - ciri bawah ini.
tumbuhan 1) Merupakan talophyta
lumut ke 2) Mempunyai klorofil
dalam divisio 3) Cara reproduksi generatif
berdasarkan dengan strobilus
pengamatan 4) Cara reproduksi vegetatif dengan
morfologitum spora
buhan lumut
5) Tidak mempunyai pembuluh
angkut
6) Fase dominan pada metagenisis
adalah sporofit

12
Tentukan manakah yang menjadi ciri
tumbuhan lumut dari ciri ciri
tumbuhan diatas.

Pertemuan Tes tertulis Daftar 1. Perhatikan skema metagenesis


kedua pertanyaan tumbuhan lumut di bawah ini!
1. Menyebutkan
ciri - ciri
tumbuhan
lumut ke ?
dalam divisio
berdasarkan
pengamatan
metagenesis
tumbuhan
lumut.

Lengkapi bagian bagian yang


kosong dari skema metagenesis di atas
sehingga menjadi metagenesis
tumbuhan lumut yang benar!

2. Menjelaskan 2. Perhatikan gambar dibawah ini.


ciri - ciri
tumbuhan
lumut ke A
dalam divisio
A
berdasarkan B
pengamatan
metagenesis
tumbuhan
lumut.
B

Dari gambar di atas, jelaskan


bagian A dan B pada tumbuhan
lumut.

3. Perhatikan gambar alat reproduksi


3. Menentukan pada lumut di bawah ini.
ciri -Aciri B
tumbuhan
lumut ke
dalam divisio
berdasarkan
pengamatan
metagenesis
tumbuhan
lumut.
13
Dari gambar di atas tentukan yang mana
anteridium dan arkegonium.

Pertemuan 1. Perhatikan gambar berikut ini.


ketiga Dari gambar di bawah ini, sebutkan
1. Menyebutkan nama tumbuhan lumut tersebut.
prinsip
klasifikasi
berdasarkan
pengamatan
morfologi dan
metagenesis
tumbuhan
lumut
2. Menjelaskan 2. Jelaskan perbedaan ciri ciri lumut
prinsip daun, lumut hati dari gambar di
klasifikasi bawah ini.
berdasarkan
pengamatan
morfologi dan
metagenesis
tumbuhan
lumut
3. Menentukan
prinsip 3. Pehatikan ciri ciri tumbuhan lumut
klasifikasi di bawah ini!
berdasarkan a. Tubuh terbagi menjadi dua
pengamatan lobus disebut talus yang tidak
morfologi dan terbentuk menjadi akar, batang,
metagenesis dan daun. Lumut dapat
tumbuhan melakukan reproduksi aseksual
lumut dengan sel yang disebut
gemma.
b. Sporofitnya berbentuk kapsul
memanjang yang tumbuh
seperti tanduk pada gametofit.
c. Lumut mempunyai akar rizoid,
batangnya tegak dan bercabang,
dan daunnya kecil.
d. Kloroplas tunggal yang
berukuran lebih besar
kebanyakan lumut adalah
keistimewaan lumut ini.

Tentukan ciri ciri makah yang


menjadi ciri lumut hati

Sidoarjo, 05 Januari 2017


Mengetahui,
Kepala SMA Ulul Alb@b Guru Biologi

14
Drs. H. Suhartono, M.Pd. Merina Safitri, S.Si.

15
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Satuan Pendidikan : SMA ULUL ALB@B


Kelas/Semester :X/2
Mata Pelajaran : Biologi - Peminatan
Topik : Animalia (Invertebrata dan Vertebrata)
Waktu : 5 x 3 x 45 menit (5x pertemuan/ 5 minggu)

A. Kompetensi Inti SMA kelas X:


1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
1. Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, ramah
lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan proaktif) dan
menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa
dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
2. Memahami,menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural
berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban
terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang
kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
3. Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan
mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator


Kompetensi Dasar:
1.1 Mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan tentang keanekaragaman
hayati, ekosistem dan lingkungan hidup.
1.2 Menyadari dan mengagumi pola pikir ilmiah dalam kemampuan mengamati
bioproses.
1.3 Peka dan peduli terhadap permasalahan lingkungan hidup, menjaga dan menyayangi
lingkungan sebagai manifestasi pengamalan agama yang dianutnya.
2.1 Berperilaku ilmiah: teliti, tekun, jujur terhadap data dan fakta, disiplin, tanggung
jawab dan peduli dalam observasi dan eksperimen, berani dan santun dalam
mengajukan pertanyaan dan berargumentasi, peduli lingkungan, gotong royong,
bekerjasama, cinta damai, berpendapat secara ilmiah dan kritis, responsif dan
proaktif dalam setiap tindakan dan dalam melakukan pengamatan dan percobaan di
dalam kelas/laboratorium maupun di luar kelas/laboratorium
2.2 Peduli terhadap keselamatan diri dan lingkungan dengan menerapkan prinsip
keselamatan kerja saat melakukan kegiatan pengamatan dan percobaan di
laboratorium dan di lingkungan sekitar.
Indikator;
2.1.1. Mengembangkan sikap taat beragama.
2.1.2. Mengembangkan sikap kejujuran, tekun/mau berusaha, ketelitian, tanggung jawab.

Kompetensi Dasar:
3.8. Menerapkan prinsip klasifikasi untuk menggolongkan hewan ke dalam filum berdasarkan
pengamatan anatomi dan morfologi serta mengaitkan peranannya dalam kehidupan. (C3)

16
Indikator:
Pertemuan 1
3.8.1 Mengidentifikasi ciri-ciri umum kingdom animalia dan Invertebrata. (C1)
3.8.2 Mengidentifikasi ciri-ciri khusus filum Porifera dan Coelenterata (C1)
3.8.3 Menjelaskan peranan filum Porifera dan Coelenterata dalam kehidupan manusia. (C2)
3.8.4 Mengklasifikasi kingdom animalia ke dalam filum berdasarkan pengamatan anatomi
dan morfologinya. (C3)
3.8.5 Mengklasifikasi filum Porifera dan filum Coelenterata berdasarkan pengamatan
anatomi dan morfologinya. (C3)
Pertemuan 2
3.8.6 Mengidentifikasi ciri-ciri khusus filum Platyhelminthes, Nemathelminthes, dan
Annelida. (C1)
3.8.7 Menjelaskan peranan filum Platyhelminthes, Nemathelminthes, dan Annelida dalam
kehidupan. (C2)
3.8.8 Mengklasifikasi filum Platyhelminthes, Nemathelminthes, dan Annelida berdasarkan
pengamatan anatomi dan morfologinya. (C3)
Pertemuan 3
3.8.9 Mengidentifikasi ciri-ciri khusus filum Arthropodam dan Molusca. (C1)
3.8.10 Menjelaskan peranan filum Arthropoda dan Molusca dalam kehidupan. (C2)
3.8.11 Mengklasifikasi filum Arthropoda, dan Molusca berdasarkan pengamatan anatomi dan
morfologinya (C3)
Pertemuan 4
3.8.12 Mengidentifikasi ciri-ciri khusus filum Echinodermata dan ciri-ciri umum hewan
Vertebrata (kelas Pisces, Amfibi). (C1)
3.8.13 Menjelaskan peranan filum Echinodermata dan kelas Pisces, Amfibi dalam kehidupan.
(C2)
3.8.14 Mengklasifikasi filum Echinodermata, Vertebrata (kelas Pisces, Amfibi) berdasarkan
pengamatan anatomi dan morfologinya (C3)
Pertemuan 5
3.8.15Mengidentifikasi ciri-ciri khusus hewan kelas Reptilia, Aves, dan Mamalia. (C1)
3.8.16Menjelaskan peranan hewan vertebrata khususnya kelas Reptilia, Aves, dan Mamalia.
dalam ekosistem, ekonomi, masyarakat, dan pengembangan ilmu pengetahuan di masa dating.
(C2)
3.8.17Mengklasifikasi Reptilia, Aves, dan Mamalia.berdasarkan pengamatan anatomi dan
morfologinya (C3)

4.1 Menyajikan data tentang perbandingan kompleksitas jaringan penyusun tubuh hewan dan
perannya pada berbagai aspek kehidupan dalam bentuk laporan tertulis. (P2)

Indikator
Pertemuan 1
4.1.1 Menyajikan data bentuk portofolio tentang perbandingan kompleksitas jaringan
penyusun tubuh hewan Invertebrata (Porifera dan Coelenterata) dan perannya pada
berbagai aspek kehidupan manusia.
Pertemuan 2
4.1.2 Menyajikan data dalam bentuk portofolio tentang perbandingan kompleksitas jaringan
penyusun tubuh hewan Invertebrata (Platyhelminthes, Nemathelminthes, dan Annelida)
dan perannya pada berbagai aspek kehidupan manusia.
Pertemuan 3
4.1.3 Menyajikan data dalam bentuk unjuk kerja (awetan kering atau basah) tentang
perbandingan kompleksitas jaringan penyusun tubuh hewan Invertebrata ( Arhtropoda)
dan Molusca serta perannya pada berbagai aspek kehidupan manusia.

Pertemuan 4
17
4.1.4 Menyajikan data dalam bentuk portofolio tentang perbandingan kompleksitas jaringan
penyusun tubuh hewan Invertebrata (Echinodermata) dan Vertebrata (kelas Pisces dan
Amfibi) serta perannya pada berbagai aspek kehidupan manusia.
Pertemuan 5
4.1.5 Menyajikan data dalam bentuk portofolio tentang perbandingan kompleksitas jaringan
penyusun tubuh hewan Vertebrata (Reptilia, Aves, dan Mamalia) serta perannya pada
berbagai aspek kehidupan manusia.

C. Tujuan Pembelajaran
1. Dengan mengamati bioproses, peserta didik dapat mengucapkan rasa syukur kepada
Allah SWT atas segala makhluk hidup ciptaan-NYA
2. Dengan mengamati lingkungan sekitar peserta didik dapat mengembangkan pola
pikir ilmiah sebab akibat
3. Dengan pengamatan lingkungan sekitar alam peserta didik menjadi peka terhadap
permasalahan lingkungan hidup dengan pengamatan lingkungan sekitar alam
4. Dengan melakukan pengamatan dan percobaan di dalam kelas/laboratorium maupun
di luar kelas, peserta didik dapat berperilaku ilmiah: teliti, tekun, jujur terhadap data
dan fakta, disiplin, tanggung jawab, dan peduli dalam observasi dan eksperimen,
berani dan santun dalam mengajukan pertanyaan dan berargumentasi, peduli
lingkungan, gotong royong, bekerjasama, cinta damai, berpendapat secara ilmiah
dan kritis, responsif
6. Dengan membaca literasi dan pengamatan, peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-
ciri umum kingdom animalia dan Invertebrata.
7. Dengan membaca literasi dan pengamatan Peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-
ciri khusus hewan Invertebrata.
9. Dengan membaca literasi dan pengamatan Peserta didik dapat mengklasifikasi
kingdom animalia ke dalam filum berdasarkan pengamatan anatomi dan
morfologinya.
10. Dengan membaca literasi dan pengamatan Peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-
ciri khusus hewan vertebrata.
11. Dengan membaca literasi dan pengamatan Peserta didik dapat menjelaskan peranan
animalia dalam kehidupan manusia.

D. Materi Biologi
Materi : Animalia
Kingdom Animalia: Invertebrata
Fakta
Sebagai motivasi, peserta didik diberikan beberapa hewan hidup dan hewan yang
sudah diawetkan.

Gambar bermacam-macam hewan hidup

18
Diberikan beberapa contoh hewan hidup maupun hewan yang sudah diawetkan, peserta
didik disuruh untuk mengidentifikasi ciri-ciri yang tergolong hewan tidak bertulang belakang
(Invertebrata) dan hewan bertulang belakang (Vertebrata) sesuai dengan masalah yang ada
dalam LKS. Sehingga peserta didik dapat mengklasifikasi yang termasuk hewan Invertebrata
dan Vertebrata.

Konsep
Kingdom animalia dapat dikelompokkan berdasarkan ciri-ciri tubuh sebagai berikut: -
Bentuk simetri tubuh
- Lapisan benih
- Selom/ Coelom (rongga tubuh)
- Struktur tulang punggung
Dari empat ciri di atas maka kingdom animalia terbagi menjadi 2 sub filum yaitu
Invertebrata (hewan tidak bertulang belakang) dan Vertebrata (hewan bertulang belakang)
dan ada 9 filum dari Invertebrata yaitu Porifera, Coelenterata, Platyhelminthes,
Nemathelminthes, Annelida, Arthropoda, Mollusca, Echinodermata, dan Chordata. Ada 5
kelas dari sub filum Vertebrata yaitu kelas Pisces, Amfibi, Reptil, Aves, dan Mamalia.
Mengidentifikasi yang termasuk filum Porifera,
Contoh:
Hewan dengan ciri tidak memiliki tulang belakang, memiliki pori-pori pada seluruh
permukaan tubuh (spons), hidup di dasar laut, merupakan hewan multiseluler yang paling
sederhana, tidak memiliki selom, memiliki dua lapisan benih (diploblastik) yakni ektoderm
dan endoderm, dan simetri tubuhnya simetri bilateral. Ciri-ciri tersebut termasuk filum
Porifera.
Mengidentifikasi yang termasuk filum Coelenterata
Contoh:
Hewan dengan ciri tidak memiliki tulang belakang, berongga usus, sebagian besar hidup
di laut, tubuhnya simetri radial, memiliki sel penyengat (knidoblas), memiliki metagenesis
yaitu fase polip dan medusa, dan diploblastik. Ciri-ciri tersebut termasuk filum Coelenterata.

Menjelaskan peranan filum Porifera dan Coelenterata


Contoh:
Peranan Porifera: memiliki nilai ekonomi dari sisi kerangka spons karena dapat
digunakan sebagai alat pembersih, misalnya untuk mandi dan menggosok lantai, meja,
kendaraan, dan furniture. Potongan spons juga dapat digunakan untuk pembungkus.
Contoh:
Peranan Coelenterata: rangka tubuh Coelenterata memiliki nilai ekonomi dan ekologi
antara lain sebagai terumbu karang untuk melindungi pantai terhadap hempasan ombak
sehingga mengurangi abrasi pantai, sebagai tempat perkembangbiakan dan perlindungan ikan,
dapat dibuat perhiasan, sebagai daya tarik wisata bahari, bahan baku pembuatan landasan
pesawat terbang.

Mengklasifikasi filum Porifera dan Coelenterata (Cnidaria)


Contoh:
Berdasarkan susunan rangka tubuhnya, Porifera dibagi menjadi tiga kelas, yaitu:
1. Calcarea, rangka tubuh tersusun dari zat kapur CaCO3, contoh: Leucosolenia dan
Sycon.
2. Hexactinellida, rangka tubuh tersusun dari zat silikat dan memiliki spikula berduri,
contohnya: Euplectella.
3. Demospongia, rangka tubuh tersusun dari zat Spongia, Hippospongia.
Contoh:
Berdasarkan bentuk yang dominan dalam siklus hidupnya, Coelenterata dibagi menjadi tiga
kelas yaitu:
1. Hydrozoa, memiliki bentuk dominan berupa polip dalam siklus hidupnya, contoh:
Hydra, Obelia, Physalia.
2. Scyphozoa, memiliki bentuk dominan berupa medusa dalam siklus hidupnya,
contoh: Aurelia aurita (ubur-ubur), Cyanea, dan Chrysaora fruttessens.
19
3. Anthozoa, dalam siklus hidupnya hidupnya hanya memiliki bentuk polip, contoh:
Acropora, Tubastrea (koral/ karang), Turbinaria, Urticina (anemon laut), dan
Metridium.

Prinsip
Kingdom animalia diklasifikasikan menjadi 9 filum, yaitu Porifera, Coelenterata,
Platyhelminthes, Nemathelminthes, Annelida, Arthropoda, Mollusca, Echinodermata,
dan Chordata.
Dari 9 filum dibagi lagi menjadi 2 sub filum berdasarkan ada tidaknya tulang
punggung, yaitu Invertebrata (tidak memiliki tulang belakang) dan Vertebrata
(bertulang belakang).
Invertebrata meliputi filum Porifera, Coelenterata, Platyhelminthes, Nemathelminthes,
Annelida, Arthropoda, Mollusca, dan Echinodermata.
Vertebrata meliputi filum Chordata. Chordata dibagi lagi menjadi 5 kelas yaitu
Pisces,
Amfibi, Reptil, Aves, dan Mamalia.

Prosedural
. Diperoleh data: merupakan hewan berpori, habitat di laut,
tidak bertulang belakang, memiliki sel koanosit.

1 2 3

Mengidentifikasi: Menjelaskan peranan: Mengklasifikasi


Ciri tersebut termasuk Filum Porifera bernilai ekonomi dan Hewan ini dibagi menjadi 3 kelas berdasarkan
hewan Porifera, karena ekologi. Bernilai ekonomi karena zat penyusun rangka tubuhnya, yaitu kelas
nama Porifera berasal dari hewan ini selain tubuhnya berupa Calcarea yang rangka luarnya tersusun dari
bahasa Yunani, porus=
spons juga dapat digunakan untuk kalsium karbonat (CaCO3). Contoh: Sycon,
pori; ferre= memiliki,
hewan berpori, spons), dan alat pembersih seperti penggosok Leucoselenia. Hexactinellida yang rangka
ciri khas lain yang tidak lantai, meja, kendaraan dan furniture tubuhnya tersusun dari zat silikat. Contoh:
dimiliki oleh hewan lain lain. Memiliki nilai ekologi karena Euplectella. Demospongia yang rangka
adalah sel koanosit (alat koloni hewan ini berfungsi sebagai tubuhnya tersusun dari zat spongin/ serabut.
pencernaan makanan dan terumbu karang dan keindahan dasar Contoh: Spongilla, Euspongia
respirasi). laut.

Diperoleh data: merupakan hewan berongga usus, habitat


sebagian besar di laut dan sebagian kecil di air tawar, tidak
bertulang belakang, dan memiliki sel penyengat yang disebut
knidoblas/ sel jelatang untuk melumpuhkan mangsa. Mengklasifikasi
Hewan ini dibagi menjadi 3 kelas berdasarkan
Menjelaskan peranan: bentuk yang dominan dalam siklus hidupnya,
Mengidentifikasi:
1 2
Filum Coelenterata (Cnidaria) memiliki yaitu: 3
Ciri di atas termasuk hewan nilai ekonomi dan ekologi. Bernilai 1. Hydrozoa, memiliki bentuk dominan
Coelenterata, karena nama ekonomi karena di antara hewan berupa polip dalam siklus hidupnya,
Coelenterata (Cnidaria) Coelenterata dari kelas Schypozoa contoh contoh: Hydra, Obelia, Physalia.
berasal dari bahasa Yunani ubur-ubur (Aurelia) dapat digunakan 2. Scyphozoa, memiliki bentuk dominan
yakni coelenteron= rongga, untuk tepung pembuat roti dari bahan berupa medusa dalam siklus hidupnya,
atau cnido= penyengat. Ciri ubur-ubur seperti di negara Jepang dan contoh: Aurelia aurita (ubur-ubur),
khas lain yang tidak dimiliki Cina. Selain itu dari sisi ekologi/ Cyanea, dan Chrysaora fruttessens.
oleh hewan lain adalah lingkungan, koloni hewan ini dapat
memiliki sel penyengat atau
3. Anthozoa, dalam siklus hidupnya hidupnya
digunakan sebagai terumbu karang, hanya memiliki bentuk 20 polip, contoh:
sel knidoblas yang terletak tempat perlindungan dan reproduksi ikan, Acropora, Tubastrea (koral/ karang),
pada tentakel disekitar mulut keindahan wisata bahari dan bermanfaat Turbinaria, Urticina (anemon laut), dan
untuk melumpuhkan juga sebagai penahan ombak/ aberasi Metridium.
mangsanya. pantai.
Kingdom Animalia: Vertebrata
Fakta
Sebagai motivasi, peserta didik diberikan video tentang hewan vertebrata.

Cuplikan Video gambar hewan

Peserta didik diberi beberapa kartu berisi gambar hewan dan berdasarkan cuplikan video
tersebut, selanjutnya diminta untuk mengidentifikasi ciri-ciri khas berdasarkan bentuk
morfologi dan anatomi yang dimiliki oleh hewan-hewan tersebut kemudian menggolongkan
termasuk kelas apa.

Konsep
Hewan dari sub filum Vertebrata dibedakan menjadi 5 kelas berdasarkan bentuk
morfologi dan anatominya, yaitu:
1. Pisces
2. Amfibi
3. Reptil
4. Aves
5. Mamalia
Mengidentifikasi kelas Pisces
Contoh: memiliki insang untuk bernapas, memiliki sisik tubuh yang licin, memiliki sirip,
hidup di air, jantung terdiri dari 2 ruang, reproduksi secara ovipar.
Mengidentifikasi kelas Amfibi
Contoh: memiliki paru-paru dan permukaan kulit yang tipis, licin dan berlendir untuk
pernapasan, kaki ada 4 dan berselaput, jantung terdiri dari 3 ruangan, reproduksi secara
ovipar.
Mengidentifikasi kelas Reptilia
Contoh: bernapas dengan paru-paru, kulit kering dan bersisik, memiliki alat gerak kaki atau
tidak ada, ovovivipar, jantung terdiri dari tiga ruangan kecuali buaya ada 4 ruangan.
Mengidentifikasi kelas Aves
Contoh: bernapas dengan paru-paru, berbulu, jantung ada 4 ruangan, ovipar, alat gerak berupa
sayap dan kaki sepasang.
Mengidentifikasi kelas Mamalia
Contoh: bernapas dengan paru-paru, memiliki kelenjar susu, berambut, memiliki alat gerak,
jantung ada 4 ruangan dengan sekat yang sempurna, vivipar.
Menjelaskan peranan masing-masing kelas
Pisces, memiliki nilai ekonomi dan nilai pangan. Bernilai ekonomi karena bisa dijual,
koleksi kebun binatang atau pribadi; bernilai pangan karena hewan jenis ini dapat dimakan
atau dijadikan bahan pangan seperti krupuk, tepung, dll.
Amfibi, memiliki nilai ekonomi dan berperan sebagai penyeimbang ekosistem.
Bernilai ekonomi karena bisa dijual dan dimakan; berperan sebagai penyeimbang ekosistem
karena hewan ini sebagai konsumen II yang memakan nyamuk atau serangga lain, sebagai
makanan bagi ular, ikan besar, dan reptil lain.
21
Reptilia, memiliki nilai ekonomi, dan kesehatan serta penyeimbang ekosistem; karena
dapat dijual sebagai hewan piaraan, kulitnya dapat dijual untuk tas, sepatu, jaket, dompet dst.,
bisa/ racun ular untuk obat, sebagai biodiversitas pada hutan lindung, kebun binatang dll
(penyeimbang ekosistem).
Aves, memiliki nilai ekonomi, pangan, serta penyeimbang ekosistem; karena dapat
sebagai hewan piaraan, bulunya dapat dijual untuk baju, tas, dll., dagingnya dapat dimakan
(ayam, bebek dll), sebagai biodiversitas pada hutan lindung, kebun binatang dll (penyeimbang
ekosistem).
Mamalia, memiliki nilai ekonomi, penyeimbang ekosistem; karena dapat dipelihara
sebagai hewan ternak untuk dijual dan dimakan, sebagai konsumen puncak bagi hewan-
hewan lain dan sebagai biodiversitas pada hutan lindung, kebun binatang dll (penyeimbang
ekosistem).

Mengklasifikasi sub filum Vertebrata


Tabel Klasifikasi 5 Kelas dari Sub Filum Vertebrata
Dalam hal Kelas Pisces Kelas Amfibia Kelas Reptilia
(1) (2) (3) (4)
Terbagi menjadi : 3 sub kelas: 3 sub ordo: 4 ordo:
1. Cyclostomata (ikan yang tidak 1. Apoda (Gymnophiona); amphibi 1. Squamata (reptil bersisik),
memiliki rahang) yang tidak memiliki kaki. terdiri dari 2 sub ordo; (1) Lacertilia
2. Chondrichthyes (ikan bertulang 2. Urodela (Caudata), amphibi yang dan (2) Ophidia.
rawan) memiliki kaki dan ekor. 2. Chelonia
3. Osteichthyes (ikan bertulang keras) 3. Anura, amphibi yang memiliki kaki 3. Crocodilla
tapi tidak memiliki ekor. 4. Rhynchochephalia
Contoh hewan Dari sub kelas ke: Dari sub ordo ke: Dari ordo ke:
1. Cyclostomata: ikan lamprey, ikan 1. Squamata : cicak, kadal, komodo
hag. 1. Apoda (Gymnophiona): salamander (sub ordo Lacertilia), ular sendok
2. Chondrichthyes: dog fish, torpedo 2. Urodela (Caudata): Hymnobius (sub ordo Ophidia).
(pari listrik), Trygon (ikan pari), 3. Anura: katak sawah (Rana 2. Chelonia: penyu hijau
Rhinobatus (ikan gitar), ikan hiu. limnocaris) 3. Crocodilla: buaya
3. Osteichthyes: ikan gurami, kuda laut, 4. Rhynchochephalia: Sphenodon
ikan terbang, ikan kakap putih, ikan punctatum
paru, belut, dll.

Kelas Aves Kelas Mamalia


(5) (6)
Ada 13 ordo: Ada 12 ordo:
1. Strutioniformes 1. Monotremata
2. Casuariformes 2. Marsupialia
3. Spterigiformes 3. Rodentia
4. Rheiformes 4. Insectivora
5. Sphenisciformes 5. Chliroptera
6. Procelariformis 6. Carnivora
7. Pelecaniformis 7. Cetacea
8. Cicomiformes 8. Probosceida
9. Anseriformes 9. Sirenia
10.Falcomiformes 10. Perissodactyla
11.Columbiformes 11. Autodactyla
12.Cuculiformes 12. Primata
13.Psitassiformes

Contoh hewan dari ordo ke: Contoh hewan dari ordo ke:
1. Burung unta (Stenthio camelus) 1. Platypus/ cungur bebek
2. Kasuari 2. Kangguru
3. Apteryx sp. 3. Kelinci, tupai
4. Rhea americana 4. Crocidura mutina (curut)
5. Penguin 5. Kelelawar
6. Albratos 6. Canis familiaris (anjing)
7. Pelikan 7. Ikan paus
8. Bangau 8. Gajah
9. Bebek 9. Duyung dugong
10.Dara laut 10. Tapirus indicus (tapir)
11.Merpati 11. Unta
22
12.Kedasi 12. Gorila, kera, manusia
13.Ulung-ulung

Prinsip
Klasifikasi dari kelas Pisces dibagi menjadi 3 sub kelas berdasarkan jenis tulang yang
menyusun rangka tubuhnya.

Klasifikasi dari kelas Amfibia dibagi menjadi 3 ordo berdasarkan morfologi (bentuk
tubuh, keberadaan kaki dan ekor).

Klasifikasi dari kelas Reptilia dibagi menjadi 4 ordo berdasarkan morfologi (bentuk
tubuh dan jenis kulit, dan fase-fase reproduksi) dan anatominya.

Klasifikasi dari kelas Aves dibagi menjadi 13 ordo berdasarkan morfologi (bentuk
tubuh, dan bisa tidaknya terbang) dan anatominya.

Klasifikasi dari kelas Mamalia dibagi menjadi 12 ordo berdasarkan morfologi (bentuk
tubuh) dan anatominya.

Prosedural
Vertebrata

berdasarkan
morfologinya

anatominya

terbagi atas kelas-kelas

Pisces Amfibia Reptilia Aves Mamalia

Sub kelas: Ordo: Ordo:


1. Cyclostomata Squamata (reptil bersisik), 1. Monotremata
2. Chondrichthyes terdiri dari 2 sub ordo; (1) Lacertilia 2. Marsupialia
dan (2) Ophidia.
3. Osteichthyes 3. Rodentia
Chelonia
Crocodilla 4. Insectivora
4. Rhynchochephalia 5. Chliroptera
6. Carnivora
7. Cetacea
8. Probosceida
9. Sirenia
Sub ordo:
Ordo: 10. Perissodactyla
Apoda (Gymnophiona)
Urodela (Caudata) 1. Strutioniformes 11. Autodactyla
Anura 2. Casuariformes 12. Primata
3. Spterigiformes
4. Rheiformes
5. Sphenisciformes
6. Procelariformis
7. Pelecaniformis
8. Cicomiformes
9. Anseriformes
10.Falcomiformes 23
11.Columbiformes
12.Cuculiformes
13.Psitassiformes
E. Model/Metode Pembelajaran
- Pendekatan pembelajaran :Pendekatan saintifik (scientific).
- Model Pembelajaran :Pembelajaran Inkuiri (pertemuan 1,2,3,4), dan
Discovery (pert.4).
- Metode Pembelajaran : Diskusi kelompok, tanya jawab, pemberian tugas
dan presentasi.

F. Kegiatan Pembelajaran

Pertemuan 1
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi
Waktu
Pendahuluan Komunikasi
- Memimpin doa (atau meminta seorang peserta 10 menit
didik untuk memimpin doa)
- Mengecek kehadiran peserta didik dan meminta
peserta didik untuk menyiapkan perlengkapan dan
peralatan yang diperlukan, misalnya buku peserta
didik.
Motivasi
Guru menunjukkan contoh gambar hewan avertebrata,
sambil bertanya sbb:
Contoh:
Apa yang kalian ketahui tentang hewan-hewan ini?
Adakah peranan hewan-hewan ini terhadap kehidupan
manusia?
Apersepsi
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin
dicapai yaitu melalui pembelajaran kelompok peserta
didik diharapkan mampu mengidentifikasi ciri-ciri,
menjelaskan peranan, dan mengklasifikasi dunia hewan
(kingdom animalia).

Inti Fase 1 : Observing 105 menit


1. Guru membentuk kelompok terdiri dari 5-6 orang
2. Masing-masing kelompok diberi sampel hewan.
3. Peserta didik mengamati sampel hewan.

Fase 2 : Questioning
Guru bertanya pada peserta didik:
1. Apa saja ciri-ciri morfologi dari hewan-hewan yang
anda amati?
2. Apakah ciri-ciri khusus pada masing-masing sampel
hewan tersebut?
3. Bagaimana mengenali hewan-hewan tersebut?
4. Apa persamaan dan perbedaan hewan-hewan tersebut?
5. Termasuk filum/ sub filum/ kelas/ ordo/ sub-ordo
apakah sampel hewan tersebut?
6. Apa peranan hewan tersebut bagi kehidupan manusia?
7. Tuhan menciptakan hewan-hewan parasit untuk apa?

Fase 3 : Experimenting
- Siswa mengamati ciri umum pengelompokan
hewan invertebrata
- Siswa menggambar/mendokumentasikan berbagai
24
jenis invertebrata.
- Peserta didik menggambar hewan-hewan (yang
mewakili)
- Peserta didik menuliskan nama bagian-bagian dari
gambar invertebrata tersebut.
- Peserta didik menuliskan ciri-ciri morfologi dan
anatomi (sumber literatur) invertebrata yang
terdapat pada gambar tsb.
- Peserta didik menuliskan peranan dari hewan
invertebrata tsb.
- Peserta didik menuliskan klasifikasi dari hewan
invertebrata tsb.
- Guru melakukan penilaian proses diskusi. Dengan
menggunakan instrumen penilaian sikap peserta
didik yang sudah disiapkan.
- Selama peserta didik bekerja di dalam kelompok,
guru memperhatikan dan mendorong semua
peserta didik untuk terlibat diskusi, dan
mengarahkan kelompok yang melenceng jauh
pekerjaannya.

Fase 4: Assuming & Analyzing


Peserta didik menyimpulkan tentang :
- Hasil pengamatan tentang kingdom animalia
invertebrata tsb.
- Gambar hewan invertebrata beserta keteranngan
bagian-bagian tubuhnya
- Klasifikasi salah satu spesies dari semua filum
hewan invertebrata
- Deskripsi ciri morfologi dan anatomi hewan
invertebrata
- Habitat dan makanan hewan invertebrata

Fase 5 : Networking
- Kelompok diskusi membuat simpulan-simpulan
tentang kingdom animalia dalam bentuk gambar
di buku gambar A4
- Siswa mengkomunikasikan hasil pengamatannya
- Guru mengumpulkan semua hasil lembar
kesimpulan tiap kelompok
- Dengan tanya jawab, guru mengarahkan semua
peserta didik pada kesimpulan tentang identifikasi
(ciri morfologi dan anatomi) dan peranan serta
klasifikasi kingdom animalia.
Penutup 1. Guru bersama peserta didik membuat simpulan 20 menit
tentang konsep identifikasi berdasarkan ciri morfologi
dan anatomi kingdom animalia.
2. Guru bersama peserta didik merencanakan pertemuan
selanjutnya dengan membawa beberapa sampel hewan
vertebrata
3. Guru memberikan tugas evaluasi di LKS secara
individual kepada peserta didik
4. Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan
pesan untuk tetap belajar.

Pertemuan 2
25
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi
Waktu
Pendahuluan Komunikasi
- Memimpin doa (atau meminta seorang peserta 10 menit
didik untuk memimpin doa)
- Mengecek kehadiran peserta didik dan meminta
peserta didik untuk menyiapkan perlengkapan dan
peralatan yang diperlukan, misalnya buku peserta
didik.
Motivasi
Guru menunjukkan contoh hewan-hewan vertebrata,
sambil bertanya sbb:
Contoh:
Apa yang kalian ketahui tentang hewan-hewan ini?
Adakah peranan hewan-hewan ini terhadap kehidupan
manusia?
Apersepsi
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin
dicapai yaitu melalui pembelajaran kelompok peserta
didik diharapkan mampu mengidentifikasi ciri-ciri,
menjelaskan peranan, dan mengklasifikasi dunia hewan
(kingdom animalia).

Inti Fase 1 : Observing 105 menit


4. Guru membentuk kelompok terdiri dari 5-6 orang
5. Masing-masing kelompok diberi sampel hewan.
6. Peserta didik mengamati sampel hewan.

Fase 2 : Questioning
Guru bertanya pada peserta didik:
8. Apa saja ciri-ciri morfologi dari hewan-hewan yang
anda amati?
9. Apakah ciri-ciri khusus pada masing-masing sampel
hewan tersebut?
10. Bagaimana mengenali hewan-hewan tersebut?
11. Apa persamaan dan perbedaan hewan-hewan tersebut?
12. Termasuk filum/ sub filum/ kelas/ ordo/ sub-ordo
apakah sampel hewan tersebut?
13. Apa peranan hewan tersebut bagi kehidupan manusia?
14. Tuhan menciptakan hewan-hewan parasit untuk apa?

Fase 3 : Experimenting
- Siswa mengamati ciri umum pengelompokan
hewan vertebrata
- Siswa menggambar/mendokumentasikan berbagai
jenis invertebrata.
- Peserta didik menggambar hewan-hewan (yang
mewakili)
- Peserta didik menuliskan nama bagian-bagian dari
gambar invertebrata tersebut.
- Peserta didik menuliskan ciri-ciri morfologi dan
anatomi (sumber literatur) invertebrata yang
terdapat pada gambar tsb.
- Peserta didik menuliskan peranan dari hewan
invertebrata tsb.
- Peserta didik menuliskan klasifikasi dari hewan
invertebrata tsb.
26
- Guru melakukan penilaian proses diskusi. Dengan
menggunakan instrumen penilaian sikap peserta
didik yang sudah disiapkan.
- Selama peserta didik bekerja di dalam kelompok,
guru memperhatikan dan mendorong semua
peserta didik untuk terlibat diskusi, dan
mengarahkan kelompok yang melenceng jauh
pekerjaannya.

Fase 4: Assuming & Analyzing


Peserta didik menyimpulkan tentang :
- Hasil pengamatan tentang kingdom animalia
invertebrata tsb.
- Gambar hewan vertebrata beserta keteranngan
bagian-bagian tubuhnya
- Klasifikasi salah satu spesies dari semua filum
hewan invertebrata
- Deskripsi ciri morfologi dan anatomi hewan
invertebrata
- Habitat dan makanan hewan invertebrata

Fase 5 : Networking
- Kelompok diskusi membuat simpulan-simpulan
tentang kingdom animalia dalam bentuk gambar
di buku gambar A4
- Siswa mengkomunikasikan hasil pengamatannya
- Guru mengumpulkan semua hasil lembar
kesimpulan tiap kelompok
- Dengan tanya jawab, guru mengarahkan semua
peserta didik pada kesimpulan tentang identifikasi
(ciri morfologi dan anatomi) dan peranan serta
klasifikasi kingdom animalia.
Penutup 5. Guru bersama peserta didik membuat simpulan 20 menit
tentang konsep identifikasi berdasarkan ciri morfologi
dan anatomi kingdom animalia.
6. Guru memberikan tugas evaluasi di LKS secara
individual kepada peserta didik
7. Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan
pesan untuk tetap belajar.

Pertemuan 3
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi
Waktu
Pendahuluan Komunikasi
- Memimpin doa (atau meminta seorang peserta 10 menit
didik untuk memimpin doa)
- Mengecek kehadiran peserta didik dan meminta
peserta didik untuk menyiapkan perlengkapan dan
peralatan yang diperlukan, misalnya buku peserta
didik.
Motivasi
Guru menunjukkan gambar video tentang hewan, sambil
bertanya sbb:
Contoh:
Apa yang kalian ketahui tentang hewan-hewan ini?
Adakah peranan hewan-hewan ini terhadap kehidupan
27
manusia?
Apersepsi
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin
dicapai yaitu melalui pembelajaran kelompok peserta
didik diharapkan mampu mengidentifikasi ciri-ciri,
menjelaskan peranan, dan mengklasifikasi dunia hewan
(kingdom animalia).

Inti Fase 1 : Observing 105 menit


7. Guru memberikan contoh video tentang hewan-hewan
invertebrata

Fase 2 : Questioning
Guru bertanya pada peserta didik:
15. Apa saja ciri-ciri morfologi dari hewan-hewan yang
anda amati?
16. Apakah ciri-ciri khusus pada masing-masing sampel
hewan tersebut?
17. Bagaimana mengenali hewan-hewan tersebut?
18. Apa persamaan dan perbedaan hewan-hewan tersebut?
19. Termasuk filum/ sub filum/ kelas/ ordo/ sub-ordo
apakah sampel hewan tersebut?
20. Apa peranan hewan tersebut bagi kehidupan manusia?
21. Tuhan menciptakan hewan-hewan parasit untuk apa?

Fase 3 : Experimenting
- Guru meminta siswa secara individu mengamati
hewan-hewan invertebrata yang ada di lingkungan
sekitar.
- Siswa mengamati ciri umum pengelompokan
hewan invertebrata
- Siswa menggambar/mendokumentasikan berbagai
jenis invertebrata.
- Peserta didik membuat video hewan-hewan (yang
mewakili)
- Peserta didik mendeskripsikan ciri-ciri morfologi
(sumber literatur) invertebrata
- Peserta didik menuliskan peranan dari hewan
invertebrata tsb.
- Peserta didik menuliskan klasifikasi dari hewan
invertebrata tsb.
- Guru melakukan penilaian proses diskusi. Dengan
menggunakan instrumen penilaian sikap peserta
didik yang sudah disiapkan.
- Selama peserta didik bekerja di dalam kelompok,
guru memperhatikan dan mendorong semua
peserta didik untuk mengarahkan kelompok yang
melenceng jauh pekerjaannya.

Fase 4: Assuming & Analyzing


Peserta didik menyimpulkan tentang :
- Hasil pengamatan tentang kingdom animalia
invertebrata tsb berupa video yang berisi tentang
deskripsi morfologi, habitat dan makanan hewan
invertebrata.

28
Fase 5 : Networking
- siswa secara individu membuat simpulan-
simpulan tentang kingdom animalia
- Siswa mengkomunikasikan video hasil karya
siswa secara individu
- Guru mengumpulkan semua hasil video dan
memberikan kesimpulan dari semua kegiatan
pembelajaran yang dilakukan.
- Dengan tanya jawab, guru mengarahkan semua
peserta didik pada kesimpulan tentang identifikasi
(ciri morfologi dan anatomi) dan peranan serta
klasifikasi kingdom animalia.
Penutup 8. Guru bersama peserta didik membuat simpulan 20 menit
tentang konsep identifikasi berdasarkan video yang
berisi deskripsi ciri morfologi hewan invertebrata.
9. Guru memberikan tugas pekerjaan rumah untuk
membuat video tentang hewan vertebrata secara
individual kepada peserta didik
10. Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan
pesan untuk tetap belajar.

Pertemuan 4 (Vertebrata)
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi
Waktu
Pendahuluan Komunikasi
- Memimpin doa (atau meminta seorang peserta 10 menit
didik untuk memimpin doa)
- Mengecek kehadiran peserta didik dan meminta
peserta didik untuk menyiapkan perlengkapan dan
peralatan yang diperlukan, misalnya buku peserta
didik.
Motivasi
Guru menampilkan video hasil karya salah satu siswa
tentang hewan vertebrata
Apersepsi
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin
dicapai yaitu melalui pembelajaran kelompok peserta
didik diharapkan mampu mengidentifikasi ciri-ciri,
menjelaskan peranan, dan mengklasifikasi dunia hewan
(kingdom animalia).

Inti Fase 4: Assuming & Analyzing 105 menit


Peserta didik menyimpulkan tentang :
- Hasil pembuatan video hewan vertebrata yang
berisi tentang deskripsi ciri morfologi, makanan
dan habitat serta peranan penting bagi kegidupan
manusia
Fase 5 : Mengomunikasikan
- Siswa secara individu mengkomunikasikan hasil
karay video hewan vertebrata
- Guru mengumpulkan semua hasil karya video dan
memberikan kesimpulan
- Dengan tanya jawab, guru mengarahkan semua
peserta didik pada kesimpulan tentang identifikasi
(ciri morfologi dan anatomi) dan peranan serta
29
klasifikasi kingdom animalia.
Penutup 11. Guru bersama peserta didik membuat simpulan 20 menit
tentang animalia.
12. Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan
pesan untuk tetap belajar.

G. Alat/Media/Sumber Pembelajaran
Alat Pembelajaran
1. Alat tulis,
2. Laptop
3. LCD
4. Awetan basah dan kering hewan

Media Pembelajaran
5. LKS Video Hewan
6. Lembar penilaian (instrumen)

Sumber Pembelajaran
7. Buku Biologi yang Relevan
8. Internet

30
H. Penilaian Hasil Belajar
1. Teknik Penilaian: pengamatan, Essay tertulis
2. Prosedur Penilaian:
No Aspek yang dinilai Teknik Penilaian Waktu Penilaian
1. Sikap Observasi, Selama pembelajaran
Penilaian kompetensi sikap meliputi penilaian diri, pada saat diskusi dan
sikap terhadap materi pelajaran, guru penilaian teman praktikum
pengajar, proses pembelajaran dan sejawat dan jurnal
nilai-norma yang berhubungan (instrumen
dengan materi Animalia terlampir)
2. Pengetahuan Tes tertulis Penyelesaian tugas
(instrumen individu dan
terlampir) kelompok

3. Keterampilan Penilaian kinerja / Penyelesaian tugas


Penilaian kinerja selama diskusi dan checklist ( dengan (baik individu maupun
praktikum skala penilaian) kelompok) saat
(instrumen diskusi dan praktikum
terlampir)

Sidoarjo, 05 Januari 2017


Mengetahui,
Kepala SMA Ulul Alb@b Guru Biologi

Drs. H. Suhartono, M.Pd. Merina Safitri, S.Si.

31
Lampiran 2a : Lembar Penilaian Sikap Peserta didik terhadap Guru Pengajar

Waktu Pengamatan : Diskusi

Tabel : Indikator penilaian sikap


Komponen Skr Deskripsi
Proaktif 4 Peserta didik selalu menunjukkan sikap proaktif dengan bertanya dan
mencari informasi dari berbagai sumber
3 Peserta didik menunjukkan sikap proaktif dengan bertanya dan
mencari informasi dari berbagai sumber
2 Peserta didik cukup menunjukkan sikap proaktif dengan bertanya
dan mencari informasi dari berbagai sumber
1 Peserta didik kurang atau tidak menunjukkan sikap proaktif dengan
bertanya dan mencari informasi dari berbagai sumber
Jujur 4 Peserta didik selalu menunjukkan sikap jujur selama kegiatan
pembelajaran
3 Peserta didik menunjukkan sikap jujur selama kegiatan pembelajaran
2 Peserta didik cukup menunjukkan sikap jujur selama kegiatan
pembelajaran
1 Peserta didik kurang atau tidak menunjukkan sikap jujur selama
kegiatan pembelajaran
Kerjasama 4 Peserta didik selalu menunjukkan sikap kerjasama selama kegiatan
pembelajaran (diskusi)
3 Peserta didik menunjukkan sikap kerjasama selama kegiatan
pembelajaran (diskusi)
2 Peserta didik cukup menunjukkan sikap kerjasama selama kegiatan
pembelajaran (diskusi)
1 Peserta didik kurang atau tidak pernah menunjukkan sikap
kerjasama selama kegiatan pembelajaran (diskusi)
Disiplin 4 Peserta didik selalu menunjukkan sikap disiplin selama kegiatan
pembelajaran (diskusi)
3 Peserta didik menunjukkan sikap disiplin selama kegiatan
pembelajaran (diskusi)
2 Peserta didik cukup menunjukkan sikap disiplin selama kegiatan
pembelajaran (diskusi)
1 Peserta didik kurang atau tidak pernah menunjukkan sikap disiplin
selama kegiatan pembelajaran (diskusi)

Nilai Akhir = Jumlah Nilai Akhir x 100


12

Tabel : Konversi Nilai


Skor Kualitas Keterangan
3,67 4,00 Sangat baik SB
2,67 3, 33 Baik B
1,66 2,33 Cukup C
1,00 1, 33 Kurang K

32
Lembar Penilaian sikap peserta didik
Proaktif Jujur
Kerja- Disiplin Nilai
No Nama Peserta didik sama Rata-rata
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

Lampiran 2a : Lembar Penilaian Diri Sikap Peserta Didik


RUBRIK PENILAIAN DIRI KOMPETENSI SPIRITUAL DAN SIKAP
PESERTA DIDIK DALAM PROSES PEMBELAJARAN
Tidak
Selalu Sering Jarang
No Pernyataan pernah
(4) (3) (2)
(1)
Proaktif:
1. Saya mendengarkan guru dan teman-teman
lain dalam rangka belajar
2. Saya berusaha mendapatkan pengetahuan
sebanyak mungkin pada setiap pembelajaran
3. Saya bertanya dan menjawab dengan baik
setiap pembelajaran
4. Saya bertanya pada guru dan teman
kelompok apakah setiap hal yang dilakukan
sudah benar dan sesuai
5. Saya bertanya pada teman kelompok dan
guru jika ada yang belum dipahami.
Jujur:
1. Saya memperlakukan teman-teman dengan
sabar dan penuh toleransi
2. Saya tidak mencontek hasil karya teman lain
3. Saya mencantumkan sumber informasi
dalam setiap pembelajaran.
4. Saya mengerjakan tugas dengan baik dan
jujur.
5. Saya mengerjakan setiap tugas sesuai dengan
kemampuan saya.
6. Saya mengakui kesalahan jika ada teman
menegur kekurangan saya.
7. Saya menghargai hasil karya orang lain.
8. Saya sopan dan ramah dalam berbicara dan
bertingkah laku
Kerjasama:
1. Saya menunjukkan sikap bekerja sama
dengan teman kelompok
2. Saya bekerja dengan baik secara
berkelompok
3. saya membagi tugas secara adil dengan teman
sekelompok
4. saya menghargai setiap gagasan, pendapat dan
perasaan teman kelompok
5. saya menghargai teman atas hasil kerja
mereka.
6. Saya meminta pendapat dan berpendapat
dengan teman sekelompok
33
7. Saya mencari solusi sebanyak-banyaknya
dalam proses penyelesaian masalah
8. saya tidak bersikap menghina / membully
teman yang memiliki kekurangan fisik maupun
psikis.
Disiplin
1. Saya mengerjakan setiap pembelajaran
dengan baik dan tepat waktu
2. Saya tidak menunda pengumpulan setiap
tugas
3. Saya berusaha untuk menyelesaikan
tugas tepat waktu
4. Saya fokus terhadap pada apa yang saya
bisa daripada apa yang saya tidak bisa.
5. Saya fokus pada proses dan hasil
pembelajaran biologi
6. Saya akan meminta remidi apabila ada
nilai yang tidak tuntas/nilai jelek
7. Saya akan mengerjakan tugas tambahan
apabila saya masih belum mengerti
pembelajaran saat ini.
Total Skor rata-rata
= jumlah skor / jmlh pertanyaan

Lembar 3a : Lembar Pengamatan Penilaian Ketrampilan


Waktu Pengamatan : Praktikum
Komponen Skr Deskripsi
Keterampilan 4 Peserta didik sangat terampil mengamati morfologi sampel/spesimen
mengamati yang berkaitan dengan pembelajaran
morfologi 3 Peserta didik terampil mengamati morfologi sampel/spesimen yang
sampel/ berkaitan dengan pembelajaran
spesimen 2 Peserta didik cukup terampil mengamati morfologi sampel/spesimen
(Ketrampilan A) yang berkaitan dengan pembelajaran
1 Peserta didik belum terampil mengamati morfologi sampel/spesimen
yang berkaitan dengan pembelajaran
Ketrampilan 4 Peserta didik sangat terampil mengamati morfologi mikroskopik
mengamati dengan menggunakan mikroskop sampel/spesimen yang berkaitan
mikroskopik dengan pembelajaran
spesimen 3 Peserta didik terampil mengamati morfologi mikroskopik dengan
dengan menggunakan mikroskop sampel/spesimen yang berkaitan dengan
mikroskop pembelajaran
(Ketrampilan B) 2 Peserta didik cukup terampil mengamati morfologi mikroskopik
dengan menggunakan mikroskop sampel/spesimen yang berkaitan
dengan pembelajaran
1 Peserta didik belum terampil mengamati morfologi mikroskopik
dengan menggunakan mikroskop sampel/spesimen yang berkaitan
dengan pembelajaran
Ketrampilan 4 Peserta didik sangat terampil mengumpulkan data yang berkaitan
mengumpulkan dengan praktikum baik data primer
berbagai data 3 Peserta didik terampil mengumpulkan data yang berkaitan dengan
yang berkaitan praktikum baik data primer
dengan 2 Peserta didik cukup terampil mengumpulkan data yang berkaitan
praktikum dengan praktikum baik data primer
(Ketrampilan C) 1 Peserta didik belum terampil mengumpulkan data yang berkaitan
dengan praktikum baik data primer
34
Ketrampilan 4 Peserta didik sangat terampil menganalisis dan menghubungkan
menganalisis suatu kegiatan dengan konsep yang didapat
dan 3 Peserta didik sangat terampil menganalisis dan menghubungkan
menghubungka suatu kegiatan dengan konsep yang didapat
n suatu kegiatan 2 Peserta didik sangat terampil menganalisis dan menghubungkan
dengan konsep suatu kegiatan dengan konsep yang didapat
yang didapat 1 Peserta didik sangat terampil menganalisis dan menghubungkan
(Ketrampilan D) suatu kegiatan dengan konsep yang didapat
Nilai Akhir = Jumlah Nilai Akhir x 100
16

Tabel : Konversi Nilai


Skor Kualitas Keterangan
3,67 4,00 Sangat baik SB
2,67 3, 33 Baik B
1,66 2,33 Cukup C
1,00 1, 33 Kurang K

Lembar Penilaian sikap peserta didik


Proaktif Jujur
Kerja- Disiplin Nilai
No Nama Peserta didik sama Rata-rata
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

35
Lampiran 1a: Penilaian Pengetahuan a. Sel skleroblas yg membentuk
Soal arkeosit
1. Proses embriogeni hewan terjadi b. Sel koanosit yang membentuk
melalui tahapan gemula
a. Zigot morula blastula c. Sel amoboid yang berubah fungsi
gastrula tubuh menjadi arkeosit
b. Zigot blastula morula d. Sel pinakosit yang berubah fungsi
gastrula tubuh menjadi arkeosit
c. Zigot morula gastrula e. Sel amoboid yang bergerak aktif
blastula tubuh 7. Spongia sp dimanfaatkan oleh
d. Zigot gastrula morula manusia untuk
blastula tubuh a. Penggosok tubuh
e. Zigot blastula gastrula b. Bahan dinamit
c. Bahan isolator
morula tubuh
d. Sumber protein
2. Lapisan embrio yang berdiferensiasi
e. Suplemen makanan
dan berspesialisasi menjadi system
transportasi, syaraf dan organ
COELENTERATA
reproduksi adalah
8. Physalia adalah anggota Hidrozoa
a. Ectoderm
b. Entoderm yang memiliki ciri
c. Endoderm a. Polip dibedakan menjadi hidran
d. Mesoderm dan gonangium
e. Epiderm b. Reproduksi seksual hanya terjadi
saat lingkungan buruk
PORIFERA c. Memiliki gelembung tubuh
3. Ditemukan hewan yang menempel di sebagai pelampung
d. Bagian tubuh gastrozoid berfungsi
dasar perairan, seluruh
untuk reproduksi
permukaannnya berlubang dan
e. Tidak ada fase polip dalam daur
memiliki saluran air. Hewan tersebut
hidup
termasuk kelompok 9. Untuk melemahkan musuh dan
a. Porifera
mangsanya, cnidaria melepas racun
b. Coelenterate
c. Cnidaria yang dihasilkan oleh
d. Ctenophore a. Tentakel
e. Echinodermata b. Mesoglea
4. Porifera tidak memiliki system c. Polip
d. Nematosist
peredaran darah. Oleh karena itu
e. gastrodermis
makanan diedarkan oleh.. 10. Ciri Obelia adalah berikut ini, kecuali
a. Koanosit a. Fase dominan polip
b. Skleroblas b. Polip yang berfungsi untuk makan
c. Arkeosit
disebut hidran
d. Pinakosit
c. Polip yang membentuk medusa
e. Sel amoboid
5. Porifera dapat menanggapi system disebut gonangium
d. Fase mendusa menghasilkan tunas
rangsang dari luar tubuhnya, karena
e. Fase medusa berenang bebas
memiliki bagian 11. Medusa merupakan fase
a. Koanosit a. Penghasil gamet
b. Skleroblas b. Penghasil kuncup
c. Arkeosit c. Pembentuk polip
d. Pinakosit d. Melekat pada dasar perairan
e. Sel amoboid e. Tidak dapat bergerak bebas
6. Sel gamet pada porifera dihasilkan 12. Cnidaria membuang sisa makanan
oleh hasil pencernaan melalui..
36
a. Mengeluarkan melalui hipostoma d. Scypozoa, karena fase dominan
b. Mengeluarkan melalui tentakel medusa
c. Mengeluarkan melalui usus e. Scypozoa, karena merupakan
d. Menggunakan vakuola kontraktil ubur-ubur besar.
e. Difusi melalui permukaan tubuh 18. Anthozoa berbeda dengan hydrozoa
13. Perkembangan Aurelia yang benar
dan scyphozoa karena Anthozoa
adalah a. Hanya berbentuk polip
a. Zigot planula skifistoma b. Hanya berbentuk sebagai medusa
strobila efira medusa c. Bentuk dominan polip
b. planula skifistoma efira d. Bentuk dominan medusa
strobila medusa Zigot e. Bentuk polip dan medusa
c. Zigot skifistomaplanula
strobila efira medusa PLATYHELMINTHES, NEMATHELMINTHES,
d. efira planula skifistoma ANNELIDA
strobila medusa zigot 19. Ciri umum Platyhelminthes adalah
e. Zigot planula strobila a. Telur berkembang menjadi larva
medusa skifistoma efira b. Hidup parasit pada organism lain
14. Jika kita menemukan ubur-ubur di laut c. Kepala berbentuk segitiga
sebaiknya tidak kita pegang karena d. Tubuh pipih dorsoventral
a. Ubur-ubur memiliki lengan yang e. Triploblastik selomata
tajam 20. Pernafasan Platyhelminthes
b. Ubur-ubur memiliki rambut getar berlangsung secara
yang beracun a. Melalui system pernafasan
c. Tentakelnya memiliki knidoblas sederhana
yang mengeluarkan racun b. Difusi melalui permukaan tubuh
d. Sekeliling mulutnya memiliki sel c. Menggunakan trakhea
penyengat d. Melalui faring dan kerongkongan
e. Lengan-lengannya memiliki e. Menggunakan lengkung insang
21. System pencernaan Platyhelminthes
nematosist penghasil racun
15. Kelas cnidaria yang membentuk disebut system gastrovaskular
terumbu karang adalah karena
a. Hydrozoa a. Merupakan alat pencernaan
b. Scypozoa sekaligus alat eksresi
c. Anthozoa b. Merupakan alat pencernaan
d. Hydrozoa dan Anthozoa sekaligus pernafasan
e. Scyphozoa dan Hydrozoa c. Ususnya bercabang-cabang ke
16. Aktivitas manusia yang menyebabkan pori-pori ekskresi
kerusakan pada terumbu karang dapat d. Ususnya mencerna sekaligus
mengakibatkan mengeluarkan sisa makanan
a. Gangguan populasi e. Ususnya mencerna sekaligus
echinodermata mengedarkan sari makanan
b. Populasi ikan menurun 22. System protonefridia pada
c. Populasi ubur-ubur menurun Platyhelminthes berfungsi untuk
d. Polip tidak dapat membentuk a. Menjaga keseimbangan osmosis
medusa dengan lingkungannya
e. Regenerasi populasi Hydra b. Mengatur reproduksi dengan
terganggu perkawinan silang
17. Hewan yang disebut ubur-ubur sisir c. Memelihara keseimbangan gas-
(comb jellyfish) adalah gas pernafasan di dalam tubuh
a. Ctenophora, karena memiliki d. Mengendalikan proses regenerasi
barisan flagel dengan fragmentasi
b. Ctenophore, karena memiliki e. Sebagai alat transportasi dan
barisan silia eksresi
c. Hydrozoa, karena memiliki banyak 23. Cacing tubelaria bergerak dengan
tentakel menggunakan

37
a. Rambut getar pada permukaan a. Rostelum
dorsal tubuh b. Skoleks
b. Rambut getar pada permukaan c. Proglotid
ventral tubuh d. Heksakan
c. Flagel pada permukaan dorsal e. onkosfer
29. Setiap proglotid cacing pita dapat
tubuh
d. Flagel pada permukaan ventral dianggap satu individu karena
a. Mampu mencerna makanannya
tubuh
e. Rambut getar pada seluruh sendiri
b. Mampu reproduksi sendiri
permukaan tubuh
c. System syaraf berkembang baik
24. Yang bukan ciri Planaria adalah
d. Memiliki alat pengisap
a. Mulut terdapat pada sisi vebtral
e. Memiliki alat pengait
bagian tengah tubuh 30. Kebiasaan makan ikan air tawar
b. Protonefridia terdiri dari sel api
mentah perlu dihindari karena ikan air
yang tersebar di tepi tubuh
tawar dapat menjadi inang perantara
c. Sebagai indicator biologi karena
dari cacing
mampu hidup di lingkungan
a. Fasciola hepatica
tercemar b. Fasciola gigantica
d. Pusat sarafnya adalah dua ganglia c. Schistosoma
yang terdapat di kepala d. Clonorchis sinensis
e. Memiliki bintik mata yang dapat e. Taenia saginata
membedakan gelap dan terang 31. Untuk menjaga agar tidak tercerna
25. Perkembangan larva cacing Fasciola oleh inangnya, tubuh cacing parasit
hepatica di dalam tubuh siput Limnea umumnya dilapisi oleh
adalah a. Zat tanduk
a. Mirasidium sporosista redia b. Lapisan kutikula
serkaria c. Zat kitin
b. Sporosista serkaria d. Lapisan mantel
metaserkaria redia e. Lapisan lendir
c. redia sporosista serkaria 32. Cacing Ancylostoma duodenale dapat
mirasidium menginfeksi tubuh manusia dengan
d. mirasidium redia sporosista cara
serkaria a. Larva termakan bersama
e. serkaria sporosista redia tumbuhan air
metaserkaria b. Larva termakan oleh siput air
26. Larva cacing hati yang menempel pada c. Larva termakan bersama ikan air
sayuran air seperti kangkung dapat tawar
tertelan oleh manusia. Larva tersebut d. Larva termakan bersama daging
adalah sapi yang kurang matang
a. Redia e. Larva menembus kulit kaki
b. Serkaria 33. Cacing filaria hidup parasit pada tubuh
c. Metaserkaria manusia yaitu pada bagian
d. Mirasidium a. Pembuluh darah
e. sporosista b. Saluran pencernaan
27. Segmen pertama yang berfungsi untuk c. Pembuluh limfa di kaki
melekat pada usus inang pada cacing d. Di dalam otot
e. Di dalam hati
Taenia adalah
34. Ciri nematode adalah
a. Rostelum
a. Hermaprodit
b. Skoleks
b. Tubuh silindris beruas-ruas
c. Proglotid
c. Semua anggota hidup parasit
d. Heksakan
d. Triploblastik aselomata
e. onkosfer
e. Tubuh gilig tidak beruas-ruas
28. Larva cacing pita yang terdapat pada
35. Cara penularan cacing Wuchereria
telur yang telah dibuahi dan dapat
bancrofti yang menyebabkan penyakit
menginfeksi babi disebut
kaki gajah adalah
38
a. Larva ditularkan melalui nyamuk 41. Saat lintah menempel pada kulit
Culex manusia dan menghisap darah,
b. Microfilaria ditularkan melalui korban tidak merasa sakit dan
nyamuk Culex darahnya tidak membeku karena
c. Microfilaria menembus kulit kaki lintah mengeluarkan zat
d. Larva menembus kulit kaki a. Anestesi dan antikoagulan
e. Telur masuk ke dalam pembuluh b. Anestesi dan antitoksin
limfa kaki c. Antigen dan antibody
36. Perbedaan cacing Polychaeta dan d. Heparin dan enzim
Oligochaeta adalah e. Glukosa dan heparin
no Polychaeta Oligochaeta 42. Cacing Annelida berbeda dengan
a. Tubuh Tubuh tidak Platyhelminthes dan Nematoda
bersegmen bersegmen karena
b. Triploblastik Triploblastik a. Punya alat reproduksi
selomata aselomata b. Memiliki alat eksresi
c. Berambut Berambut c. Triploblastik aselomata
banyak sedikit d. Rongga tubuh sejati
d. Pembuluh Pembuluh darah e. Tubuh bersegmen
darah terbuka 43. Seorang siswa menemukan cacing
tertutup tanpa rambut dan parapodia, bentuk
e. hermaprodit Berkelamin tubuh pipih dan memiliki alat
terpisah penghisap posterior yang besar dan
anterior yang kecil. Hewan ini
37. Annelida yang dapat dimanfaatkan
tergolong
sebagai makanan berprotein tinggi a. Polychaeta
adalah b. Oligochaeta
a. Eunice viridis dan Trypanosyllis c. Hirudinea
zebra d. Platyhelminthes
b. Tubifex sp. dan Lysidice oele e. Nematoda
c. Eunice viridis dan Tubifex sp.
d. Nereis virens dan Lysidice oele MOLLUSCA
e. Eunice viridis dan Lysidice oele
44. Gastropoda memiliki sepasang
38. Cacing tanah Pheretima
tentakel panjang dan sepasang
mempertahankan diri dengan cara..
a. Mengeluarkan cairan selom tentakel pendek. Pernyataan yang
b. Memutuskan bagian tubuh benar adalah
c. Menggulung tubuhnya a. Tentakel panjang berfungsi untuk
d. Menghasilkan racun melihat
e. Memiliki alat sengat b. Tentakel pendek berfungsi untuk
39. Alat ekskresi cacing tanah adalah meraba
a. Protonefridia c. Tentakel pendek berfungsi untuk
b. Nefridia membau
c. Tubulus ginjal d. Tentakel panjang berfungsi untuk
d. Buluh malphigi pembau
e. Ginjal opistonefros e. Tentakel pendek berfungsi untuk
40. Suatu cacing memiliki ciri : kedua
melihat
ujung meruncing, warna merah muda, 45. Di perairan laut ditemukan hewan tak
cacing jantan lebih kecil dari cacing berkepala, bagian dorsal dilindungi
betina dan telur cacing menetas di cangkang yang tersusun tumpang
dalam usus manusia. Cacing tersebut tindih, memiliki lidah parut dan
kemungkinan ekskresi dengan nefridium. Hewan itu
a. Acylostoma duodenale
tergolong
b. Enterobius vermikularis
a. Polyplacophora
c. Ascaris lumbricoides
b. Gastropoda
d. Trichinella spiralis
c. Scaphopoda
e. Wuchereria bancrofti
d. Bivalvia
39
e. Cephalopoda
46. Gastropoda bernafas dengan
menggunakan
a. Paru-paru
b. Lembaran insang
c. Trakea
d. Lapisan mantel
e. Pori tubuh
47. Gastropoda memiliki organ ovotestis
yang berfungsi
a. Menghasilkan ovum
b. Menghasilkan sperma
c. Menghasilkan ovum dan sperma
d. Sebagai organ kopulasi
e. Sebagai anus
48. Ciri bivalvia adalah sebagai berikut,
kecuali
a. Memiliki 2 cangkang setangkup
b. Cangkang memiliki lapisan
mutiara
c. Berkaki pipih yang dapat
dijulurkan
d. Bernafas dengan lapisan mantel
e. Fase larva hidup parasit pada
ingsang ikan
49. Ciri umum chepalopoda adalah..
a. Hermaprodit
b. Punya radula
c. Bergerak dengan kaki perut
d. Bergerak dengan kaki pipih
e. Bergerak dengan tentakel di
kepala
50. Anggota Cephalopoda yang
bercangkang dan tidak memiliki
kantong tinta adalah
a. Sepia
b. Loligo
c. Octopus
d. Argonanta
e. Nautilus

40
No Indikator KD Soal Jawaban Skor
soal
Mengidentifikasi ciri- 1, 2 PG
ciri umum kingdom Satu poin
animalia dan benar nilainya
Invertebrata. (C1) 2
Mengidentifikasi ciri- 3,4,5,6 PG
ciri khusus filum 8,9,10,11,12,13 Satu poin
Porifera dan benar nilainya
Coelenterata (C1) 2
Menjelaskan peranan 7,14,15,16, 17, PG
filum Porifera dan 18 Satu poin
Coelenterata dalam benar nilainya
kehidupan manusia. 2
(C2)
Mengidentifikasi ciri- 19, 20, 21, 22, PG
ciri khusus filum 23, 24, 34, 36, Satu poin
Platyhelminthes, 37, benar nilainya
Nemathelminthes, dan 2
Annelida. (C1)
Menjelaskan peranan 25, 26, 27, 28, PG
filum Platyhelminthes, 29, 30, 31, 32, Satu poin
Nemathelminthes, dan 33, 35, 36, 37, benar nilainya
Annelida dalam 38, 39, 40, 41, 2
kehidupan. (C2) 42, 43
Mengidentifikasi ciri- 44, 45, 46, 45, PG
ciri khusus filum Satu poin
Arthropodam dan benar nilainya
Molusca. (C1) 2
Menjelaskan peranan 48, 49, 50 PG
filum Arthropoda dan Satu poin
Molusca dalam benar nilainya
kehidupan. (C2) 2
Nilai Maksimal = 100
Konversi nilai :
92 100 = 3,68 - 4 = A = Sangat baik
84 91 = 3,33 - 3,67 = A- = Baik
75 83 = 3 3,33 = B+ = baik
68 74 = 2,67 3 = B = Cukup
58 - 67 = 2,33 2,67 = B- = Cukup
Nilai < 50 57 = 2 2,33 = C+ = kurang butuh remidi
< 42 49 = 1,67 1,99 = kurang butuh remidi
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Satuan pendidikan : Sekolah Menengah Atas


Mata Pelajaran : Biologi
Kelas / Semester :X/2
Materi : Ekosistem
Komponen ekosistem
Aliran energy
Interaksi dalam ekosistem
Alokasi Waktu : 3 x 45 menit (1 x tatap muka)
Pertemuan ke :1

A. KOMPETENSI INTI

1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.


2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli
(gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif dan
menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3. Memahami,menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, dan
prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi,
seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan
pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan
minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan
mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

B. KOMPETENSI DASAR
1.1 Mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan tentang keanekaragaman
hayati, ekosistem dan lingkungan hidup.
1.2 Menyadari dan mengagumi pola pikir ilmiah dalam kemampuan mengamati
bioproses.
1.3 Peka dan peduli terhadap permasalahan lingkungan hidup, menjaga dan
menyayangi lingkungan sebagai manisfestasi pengamalan ajaran agama yang
dianutnya.
2.1 Berperilaku ilmiah: teliti, tekun, jujur terhadap data dan fakta, disiplin, tanggung
jawab, dan peduli dalam observasi dan eksperimen, berani dan santun dalam
mengajukan pertanyaan dan berargumentasi, peduli lingkungan, gotong royong,
bekerjasama, cinta damai, berpendapat secara ilmiah dan kritis, responsif dan
proaktif dalam dalam setiap tindakan dan dalam melakukan pengamatan dan
percobaan di dalam kelas/laboratorium maupun di luar kelas/laboratorium
2.2 Peduli terhadap keselamatan diri dan lingkungan dengan menerapkan prinsip
keselamatan kerja saat melakukan kegiatan pengamatan dan percobaan di
laboratorium dan di lingkungan sekitar.
3.9 Menganalisis informasi/data dari berbagai sumber tentang ekosistem dan semua
interaksi yang berlangsung didalamnya.
4.9 Mendesain bagan tentang interaksi antar komponen ekosistem dan jejaring
makanan yang berlangsung dalam ekosistem dan menyajikan hasilnya dalam
berbagai bentuk media.

C. INDIKATOR PENCAPAIAN
KD 3.9
1. Mengagumi Ekosistem sebagai kompleksitas ciptaan Tuhan menurut ajaran agama
yang dianutnya.

2. Menunjukkan Tanggung jawab dalam belajar mandiri maupun kelompok.


3. Menunjukan ketekunan dalammelakukan pengamatan dan eksperimen.
4. Menunjukan keaktifan dalam mengeluarkan pendapat/menghargai pendapat teman
KD 4.9
5. Menjelaskan pengertian ekosistem
6. Menjelaskan komponen ekosietem.
7. Menjelaskan macam macam ekosietem.
8. Menjelaskan konsep rantai makanan.
9. Menjelaskan konsep jarring-jaring makanan.
10. Menjelaskan macam-macam piramida ekologi.
11. Menjelaskan macam-macam interaksi antar organisme.
12. Menjelaskan konsep daur biogeokimia.
13. Menganalisis karya tulis ilmiah terkait perubahan pada suatu ekosistem.

D. TUJUAN PEMBELAJARAN
KD 3.9
1. Siswa dapat mengagumi Ekosistem sebagai kompleksitas ciptaan Tuhan menurut
ajaran agama yang di anutnya
2. Siswa dapat menunjukkan tanggung jawab dalam belajar mandiri maupun kelompok
pada saat mengerjakan LKS.
3. Siswa dapat menunjukan ketekunan dalam melakukan pengamatanruanglingkup
biologi disekitar sekolah.
4. Siswa dapat menunjukan keaktifan dalam mengeluarkan pendapat dalam diskusi

KD 4.9
1. Guru bersama siswa melakukan Tanya jawab pengertian ekosistem melaui
pengamatan CD.
2. Siswa dapat menjelaskan macam macam komponen ekosistem melaui pengamatan
CD.
3. Setelah mengamati CD tentang macam-macam komponen ekosistem,siswa dapat
menjelaskan macam-macam ekosistem melaui pengamatan CD.
4. Setelah mengamati CD tentang bebagai macam ekosistem, siswa dapatmenjelaskan
cirri masing-masing ekosistem.
5. Siswa dapat menjelaskan macam-macam rantai makanan yang ada di ekosistem
sekitarnya.
6. Siswa dapat menjelaskan hubungan rantai makanan dengan jarring-jaring makanan.
7. Setelah memahami tentang jarring-jaring makanan maka siswa dapat menjelaskan
adanya interaksi antar organisme dalai suatu ekosistem
8. Siswa mampu memahami konsep daur biogeokimia
9. Siswa dapat menghasilkan suatu karya ilmiah mengenai perubbahan dalai suatu
ekosistem dan menganalisisnya untuk mendapatkan sebuah solusi.

E. MATERI AJAR
1. Pengertian ekosistem
2. Komponen ekosistem
3. Macam-macam ekosistem
4. Rantai makanan dalam ekosistem
5. Jaring-jaring makanan dalam ekosistem
6. Interaksi antar organism
7. Piramida ekologi
8. Daur biogeokimia

F. METODE PEMBELAJARAN
Model/ strategi : Pembelajaran Kooperatif
Pendekatan : Saintifik
Metode : Tanya jawab, pengamatan dan diskusi

G. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu
Pendahulua Untuk memperoleh perhatian dan memotivasi 10 menit
nan peserta didik, guru menunjukan macam-macam
gambar ekosistem.
Komponen apakah yang menyussusn masing-
masing ekosistem tersebut?
Apersepsi:Guru mengaitkan materi yang akan
dipelajari dengan materi sebelumnya, dengan
menanyakan Apakah yang telah anda ketahui
tentang lingkungan?
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini,
yaitu tentang pengertian ekosistem dan komponen
penyususn ekosistem dan indikator ketercapaian
hari ini.
Inti a. Mengamati 70 menit
Mengamati ekosistem dan komponen yang menyusunnya
b. Menanya (10 menit)
Siswa dimotivasi untuk menanyakan tentang:
Apa saja komponen ekosistem dan bagaimana hubungan
antar komponen?
Bagaimana terjadi aliran energi di alam?
?
Mengumpulkandata(Eksperimen/Eksplorasi)
(30 menit) Melakukan pengamatan ekosistem di
lingkungan sekitarnya dan mengidentifikasi komponen-
komponen yang menyusun ekosistem
Menganalisi hubungan antara komponen biotik dan abiotik
serta hubungan antara biotik dan biotik dalam ekosisten
tersebut dan mengaitkannya dengan ketidakseimbangan
lingkungan
Mendiskusikan kemungkinan yang dilakukan berkaitan
dengan pemulihan ketidak seimbangan lingkungan
Mengamati adanya interaksi dalam ekosistem dan aliran
energi
Mendiskusikan ketidakseimbangan lingkungan dan
memprediksi kemungkinan yang akan terjadi akibat hal
tersebut

c. Mengasosiasikan
. Mendiskusikan data berbagai komponen ekosistem dan
mengaitkannya dengan keseimbangan ekosistem yang ada
Menyimpulkan bahwa di alam jika terjadi ketidak
seimbangan komponen ekosistem harus dilakukan upaya
rehabilitasi agar keseimbangan proses bisa berlangsung

d. Mengkomunikasikan
Menjelaskan secara lisan komponen ekosistem, aliran
energi, ketidak seimbangan ekosistem dan akibatnya.
Penutup 1. Guru bersama siswa menyimpulkan hasil 15 menit
pembelajaran hari ini, serta mendorong siswa
untuk selalu bersyukur atas karunia Tuhan
berupa adanya bidang ilmu biologi.
2. Guru memberikan penghargaan (misalnya pujian
atau bentuk penghargaan lain yang relevan)
kepada kelompok yang berkinerja baik.
3. Guru memberikan tugas untuk pertemuan
berikutnya.
4. Guru meminta siswauntuk mempelajari materi
pada pertemuan berikutnya yaitu tentang daur
biogeokimia.

H. SUMBER DAN MEDIA PEMBELAJARAN


a. Sumber :
Buku siswa.
Lembar Kerja Siswa.
Lingkungan Sekitar Siswa
Internet

b. Media :
CD
Internet

I. PENILAIAN PROSES DAN HASIL BELAJAR

1. Teknik dan Bentuk Instrumen

Teknik Bentuk Instrumen


Pengamatan sikap Lembar pengamatan sikap dan rubrik

Penilaian Kinerja Lembar penilaian kinerja dan rubrik

Tes tulis Uraian dan rubriknya

2. Contoh Instrumen

a. Pengamatan sikap
1) Lembar Pengamatan Sikap
No. Aspek yang dinilai 3 2 1 Keterangan
1. Mengagumi ekosistem ciptaan Tuhan yang Maha
Esa.

2. Ketelitian dalam melakukan pengamatan


3 Tanggungjawab dalam belajar dan bekerja baik
secara individu maupun berkelompok
4 Menghargai pendapat orang lain

2) Rubrik Penilaian Sikap

No Aspek yang dinilai Skor Rubrik


1 Mengagumi Ekosistem 3 Menunjukkan ekspresi mimik wajah
ciptaan Tuhan Yang Maha senang, ceria, semangat dan gembira
Esa. terhadap kompleksitas berbagai tingkat
organism kehidupan sebagai ciptaan
tuhan yang maha esa.

2 Menunjukkan ekspresi mimik wajah


senang, ceria, dan gembira tapi tidak
bersemangat terhadap terhadap
kompleksitas berbagai tingkat organism
kehidupan sebagai ciptaan tuhan yang
maha esa
1 Tidak menunjukkan ekspresi mimik
wajah senang, ceria, semangat dan
gembira terhadap terhadap kompleksitas
berbagai tingkat organisme kehidupan
sebagai ciptaan tuhan yang maha esa.
2 Ketelitian dan kehati-hatian 3 Mengamati berbagai ekosistem sesuai
dalam melakukan prosedur, hati-hati dalam melakukan
pengamatan identifikasi
2 Mengamati hasil percobaan sesuai
prosedur, kurang hati-hati dalam
melakukan percobaan
1 Mengamati hasil percobaan sesuai
prosedur, kurang hati-hati dalam
melakukan percobaan
3 Ketekunan dan 3 Tekun dalam menyelesaikan tugas
tanggungjawab dalam belajar dengan hasil terbaik yang bisa
dan bekerja baik secara dilakukan, berupaya tepat waktu.
individu maupun 2 Berupaya tepat waktu dalam
berkelompok
menyelesaikan tugas, namun belum
menunjukkan upaya terbaiknya
1 Tidak berupaya sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas, dan tugasnya
tidak selesai
4 Menghargai pendapat orang 3 Aktif dalam tanya jawab, dapat
lain mengemukaan gagasan atau ide,
menghargai pendapat siswa lain
2 Aktif dalam tanya jawab, tidak ikut
mengemukaan gagasan atau ide,
menghargai pendapat siswa lain
1 Aktif dalam tanya jawab, tidak ikut
mengemukaan gagasan atau ide, kurang
menghargai pendapat siswa lain
No Aspek yang dinilai Nilai Paraf guru
1 Mengagumi dan mensyukuri
Ekosistem sbg ciptaan Tuhan.

2 Ketelitian dan kehati-hatian dalam


melakukan pengamatan
3 Ketekunan dan tanggungjawab dalam
belajar dan bekerja baik secara individu
maupun berkelompok
4 Menghargai pendapat orang lain
Rata rata

Nilai: total skor yang diperoleh 10

12

Tabel penilaian psikomotor Pembuatan Tabel

No Aspek yang dinilai Nilai Paraf guru

1 Kelengkapan komponen tabel


Tabel bersifat komunikatif
2
(mudah dibaca)
3 Kerapian
Rata - rata

Skor= total nilai yang diperoleh x 10

15
b. Tes tulis

No Indikator Teknik Bentuk Contoh instrumen


penilaian instrumen
1 1. Menjelaskan pengertian Tes tulis Uraian soal LP. (. kd. (3.8) (1)
ekosistem

2. Menjelaskan komponen
ekosistem Tes tulis Uraian soal LP. (. kd. (3.8) (2)

3. Menjelaskan macam
macam ekosistem
Tes tulis Uraian soal LP. (. kd. (3.8) (3)
4. Menjelaskan macam-
macam rantai makanan.

5. Menjelaskan interaksi antar


organisme. Tes tulis Uraian soal LP. (. kd. (3.8) (4)

6. Menjelaskan macam-
macam piramida ekologi
Tes tulis Uraian soal LP. (. kd. (3.8) (5)
7. Menjelaskan tentang
jarring-jaring makanan

8. Menjelaskan permasalahan Tes tulis Uraian soal LP. (. kd. (3.8) (6)
dalai suatu ekosistem

Tes tulis Uraian soal LP. (. kd. (3.8) (7)


Lp. (KD).(3.8)
Tes uraian
Soal

No Uraian soal skor Rubrik

1 Apa yang anda ketahui tentang 5 Siswa menjawab dengan lengkap, baik
ekosistem? dan benar
0 Siswa menjawab salah

2 Sebutkan komponen penyusun 10 Siswa menjawab dengan lengkap, baik


ekosistem! dan benar
5 Siswa menjawab semua tapi 3 yang
benar dan 2 yang salah.

0 Siswa menjawab salah


3 Tuliskan macam-macam 15 Siswa menjawab dengan sempurna
ekosistem dan ciriinya! baik dan benar.
0 Siswa menjawa tapi tidak berurutan

4 Apa yang dimaksud dengan 5 Siswaa menjawab dengan sempurna ,


rantai makanan? baik dan benar
0 Siswaa menjawab kurang tepat /salahh

5 Tuliskan 4 macam rantai 10 Siswa menjawab dengan baik benar


makanan yang kalian ketahui
5 Siswa menjawab semua tapi 3 yang
benar .

0 Siswa menjawab salah yang benar


6 Jelaskan apa perbedaanrantai 10 Siswa menjawab dengan lengkap baik
makanan dengan jarring-jaring dan benar.
makanan?
5 Siswa menjawab kurang lengkap
7 Jelaskan macam-macam 5 Siswa menjawab dengan sempurna,
interaksi antar organisme? baik dan benar

0 siswa menjawa salah

8 Jelaskan macam-macam 5 Siswa menjawab dengan sempurna,


piramida ekologi? baik dan benar
0 Siswa menjawab tidak tepat

9 Jelaskan tentang aliran energy 5 Siswa menjawab dengan sempurna,


dan materi dalam suatu rantai baik dan benar
makkanan? 0 Siswa menjawab salah
10 Jelaskan hubungan antara 5 Siswa menjawab dengan sempurna,
perilaku manusia dengan baik dan benar.
perubahan dalam suatu
ekosistem ? 0 Siswa menjawab kurang tepat

Nilai: total skor yang diperoleh 10

80

Sidoarjo, 05 Januari 2015


Mengetahui,
Kepala SMA Ulul Alb@b Guru Biologi

Drs. H. Suhartono, M.Pd. Merina Safitri, S.Si.


KUNCI JAWABAN
1. Ekosistem adalah hubungan antara organisme dengan lingkungan abiotiknya
2. Komponen ekosistem terdiri dari: produsen, konsumen, detritivor dan
decomposer.
3. Macam-macam ekosistem meliputi:
a. Ekosistem daratan (sawah, kebun, hutan dll)
b. ekosistem perairan (sungai, laut, kolam dll)
4. Rantai makanan adalah hubungan saling memakan antar organisme.
5. Macam-macam rantai makanan terdiri;
a. Rantai perumput
b. Rantai parasit
c. Rantai detritus
d. Rantai konsumen
6. jarring-jaring makanan merupakan kumpulan rantai makaann yang kompleks
sedangkan rantai makanan adalah hubungan saling memakan yang lurus.
7. macam-macam interaksi antar organisme terdiri:
a. Simbiosis
b. Kompetisi
8. Macam-macam piramida ekologi terdiri:
a. Piramida jumlah
b. Piramida biomasa
c. Piramida energy
9. Energi dan materi mengalir dari produsen ke konsumen dengan jumlah yang
semakin berkurang.
10. Tindakan manusia cenderung mengeksploitasi dan merusak ekosistem sehingga
menyebabkan terjadinya peristiwa suksesi.
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Satuan pendidikan : SMA ULUL ALB@B


Mata Pelajaran : Biologi
Kelas / Semester : X / Semester 2
Materi Pokok : Lingkungan
Sub Topik : Keseimbangan Lingkungan
Alokasi Waktu : 3 x 45 menit

A. KOMPETENSI INTI :
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong
royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif dan menunjukan
sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural
berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban
terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang
kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu
menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

B. KOMPETENSI DASAR :
1.1 Mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan tentang keanekaragaman
hayati, ekosistem dan lingkungan hidup.
1.2 Menyadari dan mengagumi pola pikir ilmiah dalam kemampuan mengamati bioproses
1.3 Peka dan peduli terhadap permasalahan lingkungan hidup, menjaga dan menyayangi
lingkungan sebagai manisfestasi pengamalan ajaran agama yang dianutnya
2.1 Berperilaku ilmiah: teliti, tekun, jujur terhadap data dan fakta, disiplin, tanggung
jawab, dan peduli dalam observasi dan eksperimen, berani dan santun dalam
mengajukan pertanyaan dan berargumentasi, peduli lingkungan, gotong royong,
bekerjasama, cinta damai, berpendapat secara ilmiah dan kritis, responsif dan proaktif
dalam dalam setiap tindakan dan dalam melakukan pengamatan dan percobaan di
dalam kelas/laboratorium maupun di luar kelas/laboratorium
3.10.1 Peduli terhadap keselamatan diri dan lingkungan dengan menerapkan prinsip
keselamatan kerja saat melakukan kegiatan pengamatan dan percobaan di
laboratorium dan di lingkungan sekitar.
3.10.2 Menganalisis data perubahan lingkungan dan dampak dari perubahan perubahan
tersebut bagi kehidupan
4.10 Memecahkan masalah lingkungan dengan membuat desain produk daur ulang limbah
dan upaya pelestarian lingkungan

C. Indikator Pencapaian Kompetensi


1.1.1 Menunjukkan sikap mengagumi kompleksitas ciptaan Tuhan
1.2.1 Menunjukkan sikap menyadari dan mengagumi pola pikir ilmiah dalam
kemampuan mengamati bioproses
1.3.1 Menunjukkan sikap peka dan peduli terhadap permasalahan lingkungan hidup,
menjaga dan menyayangi lingkungan sebagai manisfestasi pengamalan ajaran
agama yang dianutnya
2.1.1 Menunjukkan perilaku ilmiah: teliti, tekun, jujur terhadap data dan fakta,
disiplin, tanggung jawab, dan peduli dalam observasi dan eksperimen, berani
dan santun dalam mengajukan pertanyaan dan berargumentasi, peduli
lingkungan, gotong royong, bekerjasama, cinta damai, berpendapat secara
ilmiah dan kritis, responsif dan proaktif dalam dalam setiap tindakan dan dalam
melakukan pengamatan dan percobaan di dalam kelas/laboratorium maupun di
luar kelas/laboratorium
2.2.1 Menunjukkan sikap peduli terhadap keselamatan diri dan lingkungan dengan
menerapkan prinsip keselamatan kerja saat melakukan kegiatan pengamatan dan
percobaan di laboratorium dan di lingkungan sekitar
3.10.1 Menjelaskan konsep keseimbangan lingkungan
4.10.1 Membuat produk daur ulang limbah
4.10.2 Membuat desain produk daur ulang limbah dan upaya pelestarian lingkungan
D. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mengikuti pembelajaran siswa dapat :
1.1.1 Menunjukkan sikap mengagumi kompleksitas ciptaan Tuhan
1.2.1 Menunjukkan sikap menyadari dan mengagumi pola pikir ilmiah dalam
kemampuan mengamati bioproses
1.3.1 Menunjukkan sikap peka dan peduli terhadap permasalahan lingkungan hidup,
menjaga dan menyayangi lingkungan sebagai manisfestasi pengamalan ajaran
agama yang dianutnya
2.1.1 Menunjukkan perilaku ilmiah: teliti, tekun, jujur terhadap data dan fakta,
disiplin, tanggung jawab, dan peduli dalam observasi dan eksperimen, berani
dan santun dalam mengajukan pertanyaan dan berargumentasi, peduli
lingkungan, gotong royong, bekerjasama, cinta damai, berpendapat secara
ilmiah dan kritis, responsif dan proaktif dalam dalam setiap tindakan dan dalam
melakukan pengamatan dan percobaan di dalam kelas/laboratorium maupun di
luar kelas/laboratorium
2.2.1 Menunjukkan sikap peduli terhadap keselamatan diri dan lingkungan dengan
menerapkan prinsip keselamatan kerja saat melakukan kegiatan pengamatan dan
percobaan di laboratorium dan di lingkungan sekitar
3.10.1 Menjelaskan pengertian limbah
3.10.2 Menentukan jenis-jenis limbah
3.10.3 Menjelaskan pengertian daur ulang
3.10.4 Menjelaskan teknik daur ulang limbah
3.10.5 Menjelaskan penyakit/kelainan yang diakibatkan oleh limbah
3.10.6 Membuat produk daur ulang limbah
4.10.7 Membuat desain produk daur ulang limbah dan upaya pelestarian lingkungan

E. MATERI PEMBELAJARAN
Materi Pokok : limbah dan daur ulang
Jenis-jenis limbah
Proses daur ulang
Sub-sub materi :
Pertemuan I
Pengertian limbah
Jenis-jenis limbah
Pertemuan II
Pengertian daur ulang
Teknik daur ulang limbah
Pertemuan III
Penyakit/kelainan yang diakibatkan oleh limbah
Pertemuan IV
Membuat produk daur ulang limbah

F. Metode Pembelajaran
Pendekatan : saintific
Model Pembelajaran :
Pertemuan I : Inkuiri (Inquiry)
Pertemuan II : Kooperatif Script
Pertemuan III : Analisis Kritis Artikel
Pertemuan IV : Inkuiri (inquiry)

G. Media Pembelajaran
Alat/Bahan : Alat tulis, LCD, LKPD 1
Sumber Belajar :
Sulistyowati Endah, dkk. 2013. Biologi untuk SMA/MA. Intan Pariwara : Klaten

H. Langkah-Langkah Pembelajaran
Pertemuan I (3 X 45 Menit)
Tujuan Pembelajaran
Melalui pembelajaran ini peserta didik dapat:
1. Menjelaskan pengertian limbah
2. Menentukan jenis-jenis limbah
A. Kegiatan awal (10 menit)
Guru memotivasi peserta didik dengan menunjukkan gambar berikut, dan
mengajukan pertanyaan Selain produk utama yang dihasilkan oleh pabrik, apa
produk sampingan yang juga dihasilkan?

Peserta didik : harapan guru, peserta didik menjawab limbah


Guru melanjutkan pertanyaan limbah berupa apakah yang terutama dihasilkan?
Peserta didik : harapan guru, peserta didik menjawab berupa bahan kimia
Guru menuliskan topik yang akan dipelajari yaitu pengertian limbah dan jenis-
jenis limbah
Guru menyebutkan indikator keberhasilan yang harus dicapai dalam belajar
Guru mengeksplorasi pengetahuan awal peserta didik melalui pertanyaan Selain
pada kawasan industri, dimanakah kita juga menemukan limbah?
B. Kegiatan Inti (120 menit)
Guru membagi peserta didik dalam kelompok (4-5 orang anggota) dan
membagikan LKPD 1
Peserta didik bekerja dalam kelompok untuk mengerjakan kegiatan praktikum
sesuai indikator. Petunjuk kegiatan terdapat pada LKPD 1
Guru menugaskan kelompok untuk menyampaikan pembahasan bahan diskusi
yang terdapat pada LKPD 1 melalui diskusi kelas
Peserta didik melaksanakan diskusi kelas
Guru memberi penguatan dari hasil diskusi kelas
Guru membimbing peserta didik menyusun kesimpulan dari pembelajaran sebagai
berikut.

KESIMPULAN
Jenis-Jenis Limbah
Limbah merupakan bahan pembuangan atau bagian sisa yang dihasilkan dari suatu
kegiatan yang dilakukan oleh manusia untuk menghasilkan sesuatu. Pada umumnya, limbah
sudah tidak digunakan lagi pada kegiatan tersebut, meskipun sebenarnya masih ada yang
dapat digunakan/dimanfaatkan kembali (daur ulang).
Menurut komponen kimianya, limbah dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu: (1)
limbah organik, dan (2) limbah anorganik. Beberapa contoh limbah yang termasuk limbah
organik antara lain dedaunan tanaman, sisa-sisa makanan, sayuran dan buah-buahan yang
busuk, kotoran binatang, bangkai binatang, dll. Sedangkan limbah yang termasuk limbah
anorganik antara lain limbah plastik, gelas atau kaca, besi atau logam lainnya, limbah cair dari
pertambangan yang mengandung bahan kimia, gas pembakaran, dll. Limbah organik
merupakan limbah yang dapat diuraikan oleh organisme pengurai, sedangkan limbah
anorganik tidak dpat diuraikan oleh hewan pengurai sehingga dapat bertahan dalam waktu
yang lama.
Baik limbah organik maupun limbah anorganik ada yamg masih dapat dimanfaatkan.
Limbah organik dapat dimanfaatkan kembali melalui suatu proses pengolahan. Salah satu
contoh pengolahan limbah organik adalah pembuatan pupuk kompos yang berasal dari bahan
baku limbah organik yang berupa dedaunan tanaman, sayur dan buah yang busuk, sisa
makanan, dan kotoran binatang. Sedangkan beberapa limbah anorganik dapat digunakan
kembali dengan cara memanfaatkan kembali untuk keperluan yang lain, sehingga jumlah
limbah anorganik yang dihasilkan jumlahnya tidak terlalu banyak. Salah contoh pemanfaatan
kembali limbah anorganik adalah dengan menggunakan botol bekas minuman mineral untuk
tempat pensil, atau untuk digunakan sebagai vas/pot tanaman, dll. Disamping itu juga dapat
digunakan sebagai bahan baku kerajinan tangan yang terbuat dari plastik.
Menurut sifat fisik/wujudnya, limbah dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu
limbah padat, limbah cair, dan limbah yang berupa gas. Limbah padat biasanya sering disebut
dengan istilah sampah, dan sebagian besar berasal dari rumah tangga. Limbah cair merupakan
cairan atau air yang bekas dipakai untuk kegiatan manusia. Limbah cair dapat berasal dari
rumah tangga, industri, pertanian, pertambangan, dll. Sedngkan limbah yang berupa gas
biasanya berasal dari proses pembakaran.
Menurut sumbernya, limbah dapat dibedakan menjadi beberapa macam, antara lain:
limbah rumah tangga, limbah industri, limbah pertanian, limbah pertambangan, serta limbah
yang bersumber dari fasilitas umum lainnya.
a. Limbah Rumah Tangga
Limbah rumah tangga yang cair merupakan sumber pencemaran air. Dari limbah
rumah tangga cair dapat dijumpai berbagai bahan organik (sayur, nasi, kotoran) yang
terbawa air selokan kemudian mengalir ke sungai. Limbah rumah tangga juga ada yang
berasal dari bahan anorganik seperti plastik, botol, besi, dll. yang hanyut terbawa air.
Sampah yang tertimbun dapat menyumbat saluran air dan menyebabkan terjadinya banjir.
Bahan pencemar lainnya dari limbah rumah tangga adalah pencemar biologis seperti bibit
penyakit, bakteri, dan jamur.
b. Limbah Industri
Ada sebagian industri yang membuang limbahnya ke perairan. Macam limbah yang
dihasilkan oleh industri tergantung pada jenis industri. Limbah industri dapat berupa
limbah organik yang berbau busuk, atau limbah anorganik yang biasanya berbuih dan
berwarna, ada juga yang mengandung belerang yang berbau menyengat, dan dapat berupa
gas asap pembakaran. Limbah harus diolah terlebih dahulu sebelum dibuang agar tidak
mencemari lingkungan.
c. Limbah Pertanian
Limbah pertanian dapat mengandung polutan insektisida atau pupuk organik.
Insektisida dapat mematikan biota sungai. Jika biota sungai tidak mati, tetapi dimakan
oleh hewan atau manusia, maka yang memakannya akan keracunan. Pupuk organik yang
larut dalam air dapat menyebabkan pengayaan nutrien dalam air (eutrofikasi), sehingga
karena air kaya nutrien maka ganggang dan tumbuhan air akan tumbuh subur dan
mengalami ledakan pertumbuhan (blooming) yang dapat mengurangi persediaan oksigen
dalam air sehinnga banyak hewan lainnya yang mati karena kekurangan oksigen.
d. Limbah Pertambangan
Limbah pertambangan dapat berupa limbah cair yang sangat berbahaya apabila
terkonsumsi oleh manusia, karena mengandung merkuri. Selain itu limbah hasil
pertambangan dapat berupa batu-batuan sisa penambangan. Pada pertambangan minyak di
laut, limbah cair yang berupa minyak juga sering mencemari laut.
e. Limbah Fasilitas Umum
Limbah dari fasilitas umum dapat berasal dari pasar, rumah sakit, tempat rekreasi, dll.
Limbah dapat berupa bahan organik maupun bahan anorganik, dapat berupa limbah padat,
cair, dan gas.

C. Kegiatan akhir/tindak lanjut (5 menit)


Guru memberi tugas kelompok kepada peserta didik untuk mengerjakan LKPD 1.
Guru mengelompokkan peserta didik untuk mengerjakan kegiatan A dan B pada
LKPD 1.
Pertemuan II (3 X 45 Menit)
Tujuan Pembelajaran
Melalui pembelajaran ini peserta didik dapat:
1. Menjelaskan pengertian daur ulang
2. Menjelaskan teknik daur ulang limbah
Langkah-langkah Pembelajaran
A. Kegiatan awal (10 menit)
Guru memotivasi peserta didik dengan mengajukan pertanyaan Pernahkah kalian
makan minuman nata de coco?
Peserta didik : harapan guru peserta didik menjawab pernah
Guru melanjutkan pertanyaan apakah nata de coco juga merupakan hasil daur
ulang limbah?
Peserta didik : harapan guru peserta didik menjawab ya
Guru menuliskan topik yang akan dipelajari yaitu pengertian daur ulang dan
teknik daur ulang limbah
Guru menyebutkan indikator keberhasilan yang harus dicapai dalam belajar
Guru mengeksplorasi pengetahuan awal peserta didik melalui pertanyaan
Dapatkah kalian menceritakan proses pembuatan nata de coco?
B. Kegiatan Inti (120 menit)
Guru membagi peserta didik dalam kelompok
Tiap kelompok terdiri dari 2 peserta didik (sebangku)
Dari 2 peserta didik, diberi kode A dan B
Peserta didik A diminta menunjukkan hasil kegiatan LKPD 2 kegiatan A (yang
dibagikan pada pertemuan sebelumnya)
Peserta didik B diminta menunjukkan hasil kegiatan LKPD 2 kegiatan B (yang
dibagikan pada pertemuan sebelumnya)
Guru meminta peserta didik A menyampaikan informasi kegiatan yang dilakukan
dan hasil kegiatan pada peserta didik B
Peserta didik B bertugas sebagai pendengar dan mencatat hal-hal penting dari
informasi yang disampaikan peserta didik A
Guru meminta peserta didik B menyampaikan informasi kegiatan yang dilakukan
dan hasil kegiatan pada peserta didik A
Peserta didik A bertugas sebagai pendengar dan mencatat hal-hal penting dari
informasi yang disampaikan peserta didik B
Guru meminta salah satu peserta didik untuk menyampaikan pembahasan bahan
diskusi yang terdapat pada LKPD 2 melalui diskusi kelas (peserta didik A diminta
menjawab bahan diskusi B, peserta didik B diminta menjawab bahan diskusi A,
guru sebagai moderator diskusi kelas)
Peserta didik dan guru melaksanakan diskusi kelas
Guru memberi penguatan dari hasil diskusi kelas
Guru membimbing peserta didik menyusun kesimpulan dari pembelajaran sebagai
berikut.

KESIMPULAN
Daur ulang limbah merupakan suatu kegiatan untuk memanfaatkan kembali bahan
bekas/sisa pemakaian yang sudah tidak digunakan lagi. Daur ulang limbah dapat dilakukan
dengan beberapa cara, antara lain dengan cara pengomposan, pengolahan, dan pemanfaatan
kembali. Pada limbah organik biasanya dilakukan pengomposan, sedangkan limbah anorganik
biasanya dilakukan pengolahan dan pemanfaatan kembali.
Salah satu contoh pengolahan limbah yang dapat menghasilkan keuntungan adalah
pengolahan limbah air kelapa. Dulu air kelapa dari sisa penggunaan kelapa dibuang begitu
saja, tapi sekarang dengan menggunakan bakteri Acetobacter limbah air kelapa dapat
digunakan untuk membuat makanan/minuman nata de coco. Limbah padat (sampah) juga
dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik kompos melalui suatu proses pengomposan.

C. Kegiatan akhir/tindak lanjut (5 menit)


Guru memberi tugas kelompok kepada peserta didik untuk mencari artikel tentang
penyakit/kelainan yang disebabkan oleh limbah

Pertemuan III (3 X 45 Menit)


Tujuan Pembelajaran
Melalui pembelajaran ini peserta didik dapat:
1. Menjelaskan penyakit/kelainan yang diakibatkan oleh limbah pengertian daur ulang
2. Menjelaskan cara menghindari penyakit yang diakibatkan oleh limbah
Langkah-langkah Pembelajaran
A. Kegiatan awal (10 menit)
Guru memotivasi peserta didik dengan mengajukan pertanyaan Pernahkah kalian
mendengar kasus penyakit minamata di Jepang?
Peserta didik : harapan guru, peserta didik menjawab pernah
Guru melanjutkan pertanyaan apakah penyebab penyakit tersebut?
Peserta didik : harapan guru, peserta didik menjawab limbah merkuri
Guru menuliskan topik yang akan dipelajari yaitu penyakit/kelainan yang diakibatkan
oleh limbah
Guru menyebutkan indikator keberhasilan yang harus dicapai dalam belajar
Guru mengeksplorasi pengetahuan awal peserta didik melalui pertanyaan Dapatkah
kalian menceritakan bagaimana kasus minamata itu dapat terjadi?
B. Kegiatan Inti (120 menit)
Guru membagi peserta didik dalam kelompok (4-5 orang anggota)
Guru menugaskan kelompok untuk menganalisis artikel yang dibawa
Fokus analisis adalah jenis penyakit/kelainan yang disebabkan oleh limbah
Guru menugaskan wakil kelompok untuk mempresentasikan hasil analisis kelompok
Peserta didik melaksanakan diskusi kelas
Guru memberi penguatan dari hasil diskusi kelas
Guru membimbing peserta didik menyusun kesimpulan dari pembelajaran sebagai
berikut.

Deskripsi
Limbah sebelum dibuang harus diproses terlebih dahulu agar tidak berbahaya bagi
organisme lain. Beberapa akibat dari tercemarnya lingkungan oleh limbah antara lain:
punahnya/matinya organisme pada lingkungan tersebut, peledakan hama, gangguan
keseimbangan ekosisitem, berkurangnya kesuburan tanah, terjadinya keracunan, timbulnya
serangan penyakit, timbulnya pemekatan hayati, terbentuknya lubang ozon, dn terjadinya efek
rumah kaca.
Pola hidup yang bersih dan sehat juga menghindarkan diri dari bahaya penyakit yang
diakibatkan oleh limbah. Salah satunya adalah dengan membuat sumur dan saluran
pembuangan limbah yang teratur. Disamping itu juga jangan menggunakan air sungai yang
tercemar untuk mandi, masak, dan mencuci.
C. Kegiatan akhir/tindak lanjut (5 menit)
Guru memberi tugas kepada peserta didik untuk mempelajari konsep produk daur
ulang limbah
Guru membagikan LKPD

Pertemuan IV (3 X 45 Menit)
Tujuan Pembelajaran
Melalui pembelajaran ini peserta didik dapat membuat produk daur ulang limbah
Langkah-langkah Pembelajaran
A. Kegiatan awal (10 menit)
Guru memotivasi peserta didik dengan menunjukkan hasil daur ulang berupa
toples kue yang cantik dan mengajukan pertanyaan dapatkah kalian membuat
toples semacam ini?
Peserta didik : harapan guru, peserta didik menjawab dapat
Guru menuliskan topik yang akan dipelajari yaitu produk daur ulang limbah
Guru menyebutkan indikator keberhasilan yang harus dicapai dalam belajar
Guru mengeksplorasi pengetahuan awal peserta didik melalui pertanyaan
Dapatkah kalian membuat produk daur ulang limbah?
B. Kegiatan Inti (120 menit)
Guru membagi peserta didik dalam kelompok (4-5 orang anggota) dan
membagikan LKPD (pertemuan sebelumnya)
Peserta didik bekerja dalam kelompok untuk mengerjakan kegiatan praktikum
sesuai indikator. Petunjuk kegiatan terdapat pada LKPD (pertemuan sebelumnya)
Guru menugaskan kelompok untuk menyampaikan pembahasan bahan diskusi
yang terdapat pada LKPD melalui diskusi kelas
Peserta didik melaksanakan diskusi kelas
Guru memberi penguatan dari hasil diskusi kelas
Guru membimbing peserta didik menyusun kesimpulan dari pembelajaran sebagai
berikut.
Deskripsi

Beberapa limbah anorganik dapat dimanfaatkan melalui daur ulang, antara lain:
a. Kertas
Semua jenis kertas dapat didaur ulang, seperti kertas koran dan kardus.
b. Gelas
Botol kecap, botol sirup, dan gelas piring pecah dapat digunakan untuk membuat botol,
gelas, atau piring yang baru.
c. Aluminium
Kaleng bekas makanan dan minuman dapat dimanfaatkan kembali sebagai kaleng tempat
berbagai alat tulis, tempat perhiasan dan sebagai alat perhiasan rumah.
d. Baja
Baja sisa kontruksi bangunan akan berguna sebagai bahan baku pembuatan baja baru.
e. Plastik
Limbah plastik dapat dilarutkan dan diproses lagi menjadi bahan pembungkus
(pengepakan) untuk berbagai keperluan. Misalnya, dijadikan tas, botol minyak pelumas,
botol minuman, dan botol shampo.

C. Kegiatan akhir/tindak lanjut (5 menit)


Guru memberi tugas mandiri kepada peserta didik untuk mencoba membuat produk
daur ulang limbah di rumah dan dikumpulkan
I. Penilaian
Penilaian terhadap LKPD
Penilaian proses belajar peserta didik
Ulangan Harian

Sidoarjo, 05 Januari 2015


Mengetahui,
Kepala SMA Ulul Alb@b Guru Biologi

Drs. H. Suhartono, M.Pd. Merina Safitri, S.Si.


PERTEMUAN 1

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK 1

Lima belas atau sepuluh tahun yang lalu, desa Makmur Jaya di kota Batam, salah satu
kota di kepulauan Riau masih merupakan daerah yang asri. Sungai-sungai di sana masih
memiliki kandungan Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah, seperti ikan, udang, dan
yuyu. Penduduk sekitar, termasuk Alvin dan Miqdad sering mancing ikan di sungai. Udaranya
masih terasa sejuk dan bersih dari polusi. Seiring dengan perkembangan zaman, salah satu
apek yang yang ikut mengalami kemajuan adalah bidang industri, hal itu tidak terlepas dari
perkembangan kota Batam sebagai kota industri. Perkembangan industri yang pesat baik
secara langsung maupun tidak langsung menyebabkan terjadinya urbanisasi, sehingga terjadi
kenaikan jumlah penduduk yang cukup tajam. Pertumbuhan industri dan penduduk akan
meningkatkan kebutuhan hidup, hal itu akan berpengaruh terhadap besarnya bahan sisa hasil
kegiatan (limbah) yang dihasilkan dari induatri dan rumah tangga.
Pada saat ini, warna air sungai di kota Batam sudah tidak jernih lagi, ikan yang biasa
dipancing oleh warga sekitar sungai sudah tidak ada lagi akibat tercemarnya air sungi. Aliran
sungai yang dulu lancar dan bersih, kini berubah menjadi timbunan sampah dan berbau.
Udara yang dulu terasa sejuk dan segar, kini telah berubah menjadi pengap dan tercemar.
Disamping itu, beberapa tahun terakhir ini tiap kali turun hujan sering terjadi banjir, hal itu
dapat diakibatkan oleh hilangnya lahan resapan atau dapat juga oleh tersumbatnya aliran
selokan oleh limbah/sampah yang tidak dibuang pada tempatnya.

Tujuan
1. Menjelaskan pengertian limbah
2. Menentukan jenis-jenis limbah

Alat dan Bahan


o Pensil/ball point dan buku tulis
o Limbah sungai/lingkungan sekitar
o Batang kayu/besi untuk memilah sampah
Cara Kerja
1. Datalah jenis-jenis limbah yang ada di sungai atau di lingkungan sekitar tempat tinggal
2. Sebutkan nama limbah dan buatlah daftarnya
3. Tentukan mana yang termasuk limbah organik dan limbah anorganik
4. Tentukan dari mana sumber limbah berasal (limbah rumah tangga, industri, pertanian,
pertambangan, atau fasilitas umum)
5. Tentukan jenis limbah berdasarkan fisiknya/wujudnya (padat, cair, gas)
6. Tentukan mana limbah yang dapat terurai dan yang tidak dapat terurai
7. Buatlah tabel sebagai berikut.

Tabel jenis-jenis limbah


Organik/ Sumber Fisik/Wujud Terurai/ Tak
No. Nama Limbah
Anorganik Limbah Limbah Terurai
1.
2.
3.
4.
dst

Bahan Diskusi
1. Apakah yang dimaksud dengan limbah?
2. Jelaskan jenis-jenis limbah menurut: komponen kimia, kondisi fisik/wujud, dan
sumbernya?
3. Limbah nomor berapakah yang dapat terurai dan yang tidak dapat terurai?
4. Limbah nomor berapakah yang dapat di daur ulang?
5. Bagaimana cara mengolah limbah organik dan anorganik yang didapatkan?
RUBRIK PENILAIAN BAHAN DISKUSI
No Kriteria Penilaian Skor
Limbah merupakan bahan pembuangan atau bagian sisa yang 1
1. dihasilkan dari suatu kegiatan yang dilakukan oleh manusia untuk
menghasilkan sesuatu
o Menurut komponen kimianya:
a. limbah organik, 1
b. limbah anorganik 1
o Menurut sifat fisik/wujudnya:
a. limbah padat 1
b. limbah cair 1
2. 1
c. limbah yang berupa gas
o Menurut sumbernya:
a. limbah rumah tangga 1
b. limbah industri 1
c. limbah pertanian 1
d. limbah pertambangan 1
3. Sesuai data 4
4. Sesuai data 1
5. Sesuai data 4
Total Skor 19

Skor yang diperoleh

Nilai = x 100 Nilai:

.
PENILAIAN LKPD 1

Format Penilaian
Nama/NIPD :
Kelas :
Hari/Tanggal :
Topik Pembelajaran :

Jawaban Peserta
Keterangan
Didik
No No
Nilai= Jumlah jawaban Peserta Didik yang benar X 100
soal Benar Salah
Jumlah soal
(1) (0)
1. 1.
2.
3.
4.
5.
dst
Total Nilai
2.
PENILAIAN PROSES BELAJAR PESERTA DIDIK
Diskusi Kelompok
Penilaian
No Elemen yang dinilai Skor
Peserta didik Pendidik
maksimal
Seluruh perhatian diarahkan 20
1.
pada materi diskusi
Mengikuti kegiatan diskusi 20
2.
secara aktif
Pertanyaan yang diajukan telah 20
dipikirkan secara seksama dan
3.
ada kaitannya dengan materi
diskusi
Menjawab pertanyaan sesuai 20
4. dengan maksud dan tujuan
pertanyaan
Menghargai saran dan pendapat 20
5.
sesama teman peserta diskusi
Total skor 100

(skor peserta didik + skor pendidik) / 2 Nilai:

Nilai = x 100 .
PERTEMUAN 2

LEMBAR KEGIATAN PESERTA DIDIK 2

Peningkatan jumlah penduduk dan gaya hidup sangat berpengaruh pada volume
sampah. Kota Jakarta pada tahun 1985 menghasilkan sampah sejumlah 18.500 m 3 perhari dan
pada tahun 2000 meningkat menjadi 25.700 m3. jika dihitung dalam setahun, maka volume
sampah tahun 2000 mencapai 170 kali besar Candi Borobudur (volume Candi Borobudur =
55.000 m3). Selain Jakarta, jumlah sampah yang cukup besar terjadi di medan dan Bandung.
Kota metropolitan lebih banyak menghasilkan sampah dibandingkan dengan kota sedang atau
kecil.

Tujuan
1. Menjelaskan pengertian daur ulang
2. Menjelaskan teknik daur ulang limbah (membuat kompos)

Kegiatan A
Alat dan Bahan
- pensil/ball point dan buku tulis
- sampah/ bahan buangan yang ada di sekitar sekolah

Cara kerja
1. Kumpulkan data tentang jenis sampah atau bahan buangan yang ada di sekitar sekolah
kalian. Kemudian kelompokkanlah bahan buangan tersebut berdasarkan kriteria tertentu.
a. bahan buangan yang dapat didaur ulang oleh proses alam
b. bahan buangan yang dapat didaur ulang oleh manusia dan dimanfaatkan kembali
c. bahan buangan yang sukar didaur ulang
d. bahan buangan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan lain tanpa proses daur ulang
2. Masukkan data hasil pengamatan tersebut ke dalam tabel seperti berikut.
No Nama bahan buangan Keterangan*

*diisi dengan jenis daur ulangnya


Bahan Diskusi
1. Jelaskan keuntungan yang kita peroleh terhadap bahan buangan yang dapat
didaur ulang oleh proses alam!
2. Jelaskanlah dampak negatif yang ditimbulkan oleh bahan buangan yang sukar
didaur ulang terhadap lingkungan!
3. Berikanlah beberapa saran untuk mengurangi pengaruh buruk dari bahan yang
sukar didaur ulang!
Kegiatan B
Alat dan Bahan
Bak
Kardus air mineral atau mie instant
Pupuk kompos jadi
Sisa makanan, sayuran, kulit buah
Cara Kerja
1. Memberikan lubang yang banyak pada pada bak pada sisinya dengan dilapisi kardus Air
mineral atau mie instan.
2. Memberikan pupuk kompos yang sudah jadi hingga 1/3 volume bak tersebut sebagai
starter.
3. Memasukkan sisa-sisa makanan ke dalam bak tersebut.
4. Lakukan pengamatan setelah 1 minggu
Bahan Diskusi
1. Apa keuntungan melakukan daur ulang limbah organik bagi manusia maupun bagi
lingkungan?
2. Apa manfaat kompos?
3. Beri contoh pengelolaan limbah yang menghasilkan keuntungan
RUBRIK PENILAIAN BAHAN DISKUSI
No Kriteria Penilaian
Skor
1. - Memiliki nilai ekonomi 1
- Tidak merusak lingkungan 1
2. Mengakibatkan pencemaran tanah 1
3. - Mengurangi penggunaan bahan anorganik yang sukar di 1
A.
daur ulang
- Mencari bahan alternatif agar mengurangi sampah 1
yang tidak dapat di daur ulang
Skor 5
1. - Memiliki nilai ekonomi 1
- Tidak merusak lingkungan 1
2. - Menyuburkan tanah 1
B.
- Alternatif pengolahan sampah organik 1
3. Nata dari air kelapa, kulit wortel, ampas kedelai 1
Skor 5

Skor yang diperoleh Nilai:

Nilai = x 100 .

Format Penilaian LKPD 2 KD 4.3


Format Penilaian
Nama/NIPD :
Kelas :
Hari/Tanggal :
Topik Pembelajaran :

Jawaban Peserta
Keterangan
Didik
No No
Nilai= Jumlah jawaban Peserta Didik yang benar X 100
soal Benar Salah
Jumlah soal
(1) (0)
1. 1.
2.
3.
4.
5.
dst
2. Total Nilai
PENILAIAN PROSES BELAJAR

Unjuk Kerja Pembuatan Kompos


Keterampilan
Keterampilan
Nama Keterampilan menggunakan bio
No menjelaskan prosedur
Siswa memilah sampah komposer dan mengaduk
pengomposan
sampah
1

dst

Keterangan:
Beri tanda pada kolom yang sesuai berdasarkan observasi guru
PERTEMUAN 2

PENILAIAN ANALISIS KRITIS ARTIKEL


Aspek yang dinilai
No Nama peserta didik Jumlah skor
1 2 3 4 5 6
1

dst

Sumber: adapatasi dari:Dirjen Dikdasmen Direktorat Tenaga Pendidikan Depdiknas, 2003

Keterangan aspek yang dinilai:


1. Kemampuan menyampaikan informasi yang terdapat pada artikel
2. Kemampuan memberikan argumen dari artikel yang dibaca
3. Kemampuan memberikan kritikan terhadap artikel
4. Kemampuan mengajukan pertanyaan terhadap artikel yang dibaca
5. Kemampuan menganalisa bahasa yang digunakan dalam artikel
6. Kelancaran berbicara

Cara penyekoran:
1. Tidak baik
2. Baik
3. Sangat baik
BAHAN AJAR

A. Pengertian Limbah
Definisi limbah atau Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) berdasarkan
BAPEDAL (1995) ialah setiap bahan sisa (limbah) suatu kegiatan proses produksi
yang mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3) karena sifat
(toxicity, flammability, reactivity, dancorrosivity) serta konsentrasi atau jumlahnya
yang baik secara langsung maupun tidak langsung dapat merusak, mencemarkan
lingkungan, atau membahayakan kesehatan manusia.
Contoh limbah B3 ialah logam berat seperti Al, Cr, Cd, Cu, Fe, Pb, Mn, Hg, dan
Zn serta zat kimia seperti pestisida, sianida, sulfida, fenol dan sebagainya. Cd
dihasilkan dari lumpur dan limbah industri kimia tertentu sedangkan Hg dihasilkan
dari industri klor-alkali, industri cat, kegiatan pertambangan, industri kertas, serta
pembakaran bahan bakar fosil. Pb dihasilkan dari peleburan timah hitam dan accu.
Logam-logam berat pada umumnya bersifat racun sekalipun dalam konsentrasi
rendah. Daftar lengkap limbah B3 dapat dilihat di PP No. 85 Tahun 1999:
Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Silakan klik link tersebut
untuk daftar lengkap yang juga mencakup peraturan resmi dari Pemerintah
Indonesia.
Limbah bahan berbahaya dan beracun, disingkat limbah B3, adalah sisa suatu
usaha dan/atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya dan/atau beracun yang
karena sifat dan/atau konsentrasinya dan/atau jumlahnya, baik secara langsung
maupun tidak langsung, dapat mencemarkan dan/atau merusakkan lingkungan
hidup, dan/atau dapat membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, kelangsungan
hidup manusia serta makhluk hidup lain.
Limbah dapat dikatakan sebagai limbah B3 apabila setelah melalui pengujian
memiliki salah satu atau lebih karakteristik mudah meledak, mudah terbakar,
bersifat reaktif, beracun, penyebab infeksi, dan bersifat korosif.
Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik
industri maupun domestik(rumah tangga), yang lebih dikenal sebagai sampah, yang
kehadirannya pada suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungan
karena tidak memiliki nilai ekonomis. Bila ditinjau secara kimiawi, limbah ini terdiri
dari bahan kimia Senyawa organik dan Senyawa anorganik. Dengan konsentrasi dan
kuantitas tertentu, kehadiran limbah dapat berdampak negatif terhadap lingkungan
terutama bagi kesehatan manusia, sehingga perlu dilakukan penanganan terhadap
limbah. Tingkat bahaya keracunan yang ditimbulkan oleh limbah tergantung pada
jenis dan karakteristik limbah.
Limbah memberikan arti teknis adalah sebagai barang yang dihasilkan oleh
sebuah proses dan dapat dikategorikan sebagai bahan yang sudah tidak terpakai .
Limbah merupakan buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik
industry maupun domestic (rumah tangga atau yang lebih dikenal sabagai sampah),
yang kehadirannya pada suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki
lingkungan karena tidak memiliki nilai ekonomis. Jenis sampah ini pada umumnya
berbentuk padat dan cair.
Sampah (refuse) atau limbah adalah sebagian dari sesuatu yang tidak dipakai,
tidak disenangi atau sesuatu yang harus dibuang, yang umumnya berasal dari
kegiatan yang dilakukan oleh manusia (termasuk kegiatan industri), tetapi bukan
biologis (karena human waste tidak termasuk didalamnya) dan umumnya bersifat
padat (Azwar, 1990). Sumber sampah bisa bermacam-macam, diantaranya adalah :
dari rumah tangga, pasar, warung, kantor, bangunan umum, industri, dan jalan.
B. Macam-macam Limbah dan Bahaya Limbah
1. Berdasarkan sumbernya, limbah B3 dapat diklasifikasikan menjadi:
Primary sludge, yaitu limbah yang berasal dari tangki sedimentasi pada
pemisahan awal dan banyak mengandung biomassa senyawa organik yang
stabil dan mudah menguap.
Chemical sludge, yaitu limbah yang dihasilkan dari proses koagulasi dan
flokulasi.
Excess activated sludge, yaitu limbah yang berasal dari proses pengolahan
dengn lumpur aktif sehingga banyak mengandung padatan organik berupa
lumpur dari hasil proses tersebut.
Digested sludge, yaitu limbah yang berasal dari pengolahan biologi dengan
digested aerobic maupun anaerobic di mana padatan/lumpur yang dihasilkan
cukup stabil dan banyak mengandung padatan organik.
Limbah B3 dikarakterisasikan berdasarkan beberapa parameter yaitu total solids
residue(TSR), kandungan fixed residue (FR), kandungan volatile solids (VR), kadar
air (sludge moisture content), volume padatan, serta karakter atau sifat B3
(toksisitas, sifat korosif, sifat mudah terbakar, sifat mudah meledak, beracun, serta
sifat kimia dan kandungan senyawa kimia).
Contoh limbah B3 ialah logam berat seperti Al, Cr, Cd, Cu, Fe, Pb, Mn, Hg, dan
Zn serta zat kimia seperti pestisida, sianida, sulfida, fenol dan sebagainya. Cd
dihasilkan dari lumpur dan limbah industri kimia tertentu sedangkan Hg dihasilkan
dari industri klor-alkali, industri cat, kegiatan pertambangan, industri kertas, serta
pembakaran bahan bakar fosil. Pb dihasilkan dari peleburan timah hitam dan accu.
Logam-logam berat pada umumnya bersifat racun sekalipun dalam konsentrasi
rendah. Daftar lengkap limbah B3 dapat dilihat di PP No. 85 Tahun 1999:
Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Silakan klik link tersebut
untuk daftar lengkap yang juga mencakup peraturan resmi dari Pemerintah
Indonesia.

2. Limbah Logam Berat Beracun di Perairan


Logam berat adalah unsur-unsur kimia dengan bobot jenis lebih besar dari 5
gr/cm , terletak di sudut kanan bawah sistem periodik, mempunyai afinitas yang
3

tinggi terhadap unsur S dan biasanya bernomor atom 22 sampai 92 dari perioda 4
sampai 7 (Miettinen, 1977). Sebagian logam berat seperti timbal (Pb), kadmium (Cd),
dan merkuri (Hg) merupakan zat pencemar yang berbahaya. Afinitas yang tinggi
terhadap unsur S menyebabkan logam ini menyerang ikatan belerang dalam enzim,
sehingga enzim bersangkutan menjadi tak aktif. Gugus karboksilat (-COOH) dan
amina (-NH ) juga bereaksi dengan logam berat. Kadmium, timbal, dan tembaga
2

terikat pada sel-sel membran yang menghambat proses transpormasi melalui dinding
sel. Logam berat juga mengendapkan senyawa fosfat biologis atau mengkatalis
penguraiannya (Manahan, 1977).
Berdasarkan sifat kimia dan fisikanya, maka tingkat atau daya racun logam
berat terhadap hewan air dapat diurutkan (dari tinggi ke rendah) sebagai berikut
merkuri (Hg), kadmium (Cd), seng (Zn), timah hitam (Pb), krom (Cr), nikel (Ni), dan
kobalt (Co) (Sutamihardja dkk, 1982). Menurut Darmono (1995) daftar urutan
toksisitas logam paling tinggi ke paling rendah terhadap manusia yang
mengkomsumsi ikan adalah sebagai berikut Hg > Cd >Ag > Ni > Pb > As >
2+ 2+ 2+ 2+ 2+ 2+

Cr Sn > Zn . Sedangkan menurut Kementrian Negara Kependudukan dan


2+ 2+ 2+

Lingkungan Hidup (1990) sifat toksisitas logam berat dapat dikelompokan ke dalam
3 kelompok, yaitu bersifat toksik tinggi yang terdiri dari atas unsur-unsur Hg, Cd,
Pb, Cu, dan Zn. Bersifat toksik sedang terdiri dari unsur-unsur Cr, Ni, dan Co,
sedangkan bersifat tosik rendah terdiri atas unsur Mn dan Fe.
Adanya logam berat di perairan, berbahaya baik secara langsung terhadap
kehidupan organisme, maupun efeknya secara tidak langsung terhadap kesehatan
manusia. Hal ini berkaitan dengan sifat-sifat logam berat ( PPLH-IPB, 1997;
Sutamihardja dkk, 1982) yaitu :
1. Sulit didegradasi, sehingga mudah terakumulasi dalam lingkungan perairan
dan keberadaannya secara alami sulit terurai (dihilangkan)
2. Dapat terakumulasi dalam organisme termasuk kerang dan ikan, dan akan
membahayakan kesehatan manusia yang mengkomsumsi organisme tersebut
3. Mudah terakumulasi di sedimen, sehingga konsentrasinya selalu lebih tinggi
dari konsentrasi logam dalam air. Disamping itu sedimen mudah tersuspensi
karena pergerakan masa air yang akan melarutkan kembali logam yang
dikandungnya ke dalam air, sehingga sedimen menjadi sumber pencemar
potensial dalam skala waktu tertentu
Kadmium dalam air berasal dari pembuangan industri dan limbah
pertambangan. Logam ini sering digunakan sebagai pigmen pada keramik, dalam
penyepuhan listrik, pada pembuatan alloy, dan baterai alkali. Keracunan kadmium
dapat bersifat akut dan kronis. Efek keracunan yang dapat ditimbulkannya berupa
penyakit paru-paru, hati, tekanan darah tinggi, gangguan pada sistem ginjal dan
kelenjer pencernaan serta mengakibatkan kerapuhan pada tulang (Clarkson, 1988;
dan Saeni, 1997).
Tembaga merupakan logam yang ditemukan dialam dalam bentuk senyawa
dengan sulfida (CuS). Tembaga sering digunakan pada pabrik-pabrik yang
memproduksi peralatan listrik, gelas , dan alloy. Tembaga masuk keperairan
merupakan faktor alamiah seperti terjadinya pengikisan dari batuan mineral
sehingga terdapat debu, partikel-partikel tembaga yang terdapat dalam lapisan udara
akan terbawa oleh hujan. Tembaga juga berasal dari buangan bahan yang
mengandung tembaga seperti dari industri galangan kapal, industri pengolahan
kayu, dan limbah domestik.
Pada konsentrasi 2,3 2,5 mg/l dapat mematikan ikan dan akan
menimbulkan efek keracunan, yaitu kerusakan pada selaput lendir (Saeni, 1997).
Tembaga dalam tubuh berfungsi sebagai sintesa hemoglobin dan tidak mudah
dieksresikan dalam urine karena sebagian terikat dengan protein, sebagian
dieksresikan melalui empedu ke dalam usus dan dibuang kefeses, sebagian lagi
menumpuk dalam hati dan ginjal, sehingga menyebabkan penyakit anemia dan
tuberkulosis.
Logam timbal (Pb) berasal dari buangan industri metalurgi, yang bersifat
racun dalam bentuk Pb-arsenat. Dapat juga berasal dari proses korosi lead bearing
alloys. Kadang-kadang terdapat dalam bentuk kompleks dengan zat organik seperti
hexaetil timbal, dan tetra alkil lead (TAL) (Iqbal dan Qadir, 1990)
Pada hewan dan manusia timbal dapat masuk ke dalam tubuh melalui
makanan dan minuman yang dikomsumsi serta melalui pernapasan dan penetrasi
pada kulit. Di dalam tubuh manusia, timbal dapat menghambat aktifitas enzim yang
terlibat dalam pembentukan hemoglobin yang dapat menyebabkan penyakit anemia.
Gejala yang diakibatkan dari keracunan logam timbal adalah kurangnya nafsu
makan, kejang, kolik khusus, muntah dan pusing-pusing. Timbal dapat juga
menyerang susunan saraf dan mengganggu sistem reproduksi, kelainan ginjal, dan
kelainan jiwa (Iqbal dkk 1990; Pallar, 1994)
3. Limbah Udang sebagai Material Penyerap Logam Berat
Sebagian besar limbah udang berasal dari kulit, kepala, dan ekornya. Fungsi
kulit udang tersebut pada hewan udang (hewan golongan invertebrata) yaitu sebagai
pelindung (Neely dan Wiliam, 1969). Kulit udang mengandung protein (25 % 40%),
kalsium karbonat (45% 50%), dan khitin (15% 20%), tetapi besarnya kandungan
komponen tersebut tergantung pada jenis udangnya. sedangkan kulit kepiting
mengandung protein (15,60% 23,90%), kalsium karbonat (53,70 78,40%), dan
khitin (18,70% 32,20%), hal ini juga tergantung pada jenis kepiting dan tempat
hidupnya (Focher et al., 1992). Kandungan khitin dalam kulit udang lebih sedikit dari
kulit kepiting, tetapi kulit udang lebih mudah didapat dan tersedia dalam jumlah
yang banyak sebagai limbah.
Khitin berasal dari bahasa Yunani yang berarti baju rantai besi, pertama kali diteliti
oleh Bracanot pada tahun 1811 dalam residu ekstrak jamur yang dinamakan fungiue.
Pada tahun 1823 Odins mengisolasi suatu senyawa kutikula serangga janis ekstra
yang disebut dengan nama khitin (Neely dan Wiliam, 1969). Khitin merupakan
konstituen organik yang sangat penting pada hewan golongan orthopoda, annelida,
molusca, corlengterfa, dan nematoda. Khitin biasanya berkonyugasi dengan protein
dan tidak hanya terdapat pada kulit dan kerangkanya saja, tetapi juga terdapat pada
trachea, insang, dinding usus, dan pada bagian dalam kulit pada cumi-cumi (Neely
dan Wiliam, 1969). Adanya khitin dapat dideteksi dengan reaksi warna Van
Wesslink. Pada cara ini khitin direaksikan dengan I -KI yang memberikan warna
2

coklat, kemudian jika ditambahkan asam sulfat berubah warnanya menjadi violet.
Perubahan warna dari coklat hingga menjadi violet menunjukan reaksi positif adanya
khitin.
Khitin termasuk golongan polisakarida yang mempunyai berat molek-(1-4).
Perbedaannya dengan selulosa adalah gugus hidroksil yang terikat pada atom karbon
yang kedua pada khitin diganti oleh gugus asetamida (NHCOCH-(1-4)-2-asetamida-
2-dioksi-D-glukosa(N-asetil-D-Glukosamin) (Hirano, 1986; Tokura, 1995). Struktur
khitin sama dengan selulosa dimana ikatan yang terjadi antara monomernya
terangkai dengan ikatan glikosida pada posisi ul tinggi dan merupakan melekul
polimer berantai lurus dengan nama lain ) sehingga khitin menjadi sebuah polimer
2

berunit N-asetilglukosamin (The Merck Indek, 1976).


Khitin mempunyai rumus molekul C H N O (Hirano, 1976) merupakan zat padat
18 26 2 10

yang tak berbentuk (amorphous), tak larut dalam air, asam anorganik encer, alkali
encer dan pekat, alkohol, dan pelarut organik lainnya tetapi larut dalam asam-asam
mineral yang pekat. Khitin kurang larut dibandingkan dengan selulosa dan
merupakan N-glukosamin yang terdeasetilasi sedikit, sedangkan khitosan adalah
khitin yang terdeasetilasi sebanyak mungkin.
-1,4-2 amino-2-dioksi-D-glukosa merupakan turunan dari khitin melalui proses
deasetilasi. Khitosan juga merupakan suatu polimer multifungsi karena mengandung
tiga jenis gugus fungsi yaitu asam amino, gugus hidroksil primer dan skunder.
Adanya gugus fungsi ini menyebabkan khitosan mempunyai kreatifitas kimia yang
tinggi (Tokura, 1995).Khitosan yang disebut juga dengan
Khitosan merupakan senyawa yang tidak larut dalam air, larutan basa kuat, sedikit
larut dalam HCl dan HNO , dan H PO , dan tidak larut dalam H SO . Khitosan tidak
3 3 4 2 4

beracun, mudah mengalami biodegradasi dan bersifat polielektrolitik (Hirano, 1986).


Disamping itu khitosan dapat dengan mudah berinteraksi dengan zat-zat organik
lainnya seperti protein. Oleh karena itu, khitosan relatif lebih banyak digunakan pada
berbagai bidang industri terapan dan induistri kesehatan (Muzzarelli, 1986). Saat ini
budi daya udang dengan tambak telah berkembang dengan pesat, karena udang
merupakan komoditi ekspor yang dapat dihandalkan dalam meningkatkan ekspor
non -migas dan merupakan salah satu jenis biota laut yang bernilai ekonomis tinggi.
Udang di Indonesia pada umumnya diekspor dalam bentuk udang beku yang telah
dibuang bagian kepala, kulit, dan ekornya.
Limbah yang dihasilkan dari proses pembekuan udang, pengalengan udang, dan
pengolahan kerupuk udang berkisar antara 30% 75% dari berat udang. Dengan
demikian jumlah bagian yang terbuang dari usaha pengolahan udang cukup tinggi
(Anonim, 1994). Limbah kulit udang mengandung konstituen utama yang terdiri dari
protein, kalsium karbonat, khitin, pigmen, abu, dan lain-lain (Anonim, 1994).
Meningkatnya jumlah limbah udang masih merupakan masalah yang perlu dicarikan
upaya pemanfaatannya. Hal ini bukan saja memberikan nilai tambah pada usaha
pengolahan udang, akan tetapi juga dapat menanggulangi masalah pencemaran
lingkungan yang ditimbulkan, terutama masalah bau yang dikeluarkan serta estetika
lingkungan yang kurang bagus (Manjang, 1993). Saat ini di Indonesia sebagian kecil
dari limbah udang sudah termanfaatkan dalam hal pembuatan kerupuk udang, petis,
terasi, dan bahan pencampur pakan ternak. Sedangkan di negara maju seperti
Amerika Serikat dan Jepang, limbah udang telah dimanfaatkan di dalam industri
sebagai bahan dasar pembuatan khitin dan khitosan. Manfaatnya di berbagai
industri modern banyak sekali seperti industri farmasi, biokimia, bioteknologi,
biomedikal, pangan, kertas, tekstil, pertanian, dan kesehatan. Khitin dan khitosan
serta turunannya mempunyai sifat sebagai bahan pengemulsi koagulasi dan penebal
emulsi (Lang, 1995).
Isolasi khitin dari limbah kulit udang dilakukan secara bertahap yaitu tahap
pemisahan protein (deproteinasi) dengan larutan basa, demineralisasi, tahap
pemutihan (bleancing) dengan aseton dan natrium hipoklorit. Sedangkan
transformasi khitin menjadi khitosan dilakukan tahap deasetilasi dengan basa
berkonsentrasi tinggi, seperti terlihat pada gambar 1 (Ferrer et al., 1996; Arreneuz,
1996., dan Fahmi, 1997). Khitin dan khitosan yang diperoleh dari limbah kulit udang
digunakan sebagai absorben untuk menyerap ion kadmium, tembaga, dan timbal
dengan cara dinamis dengan mengatur kondisi penyerapan sehingga air yang
dibuang ke lingkungan menjadi air yang bebas dari ion-ion logam berat. Mengingat
besarnya manfaat dari senyawa khitin dan khitosan serta tersedianya bahan baku
yang banyak dan mudah didapatkan maka perlu pengkajian dan pengembangan dari
limbah ini sebagai bahan penyerap terhadap logam-logam berat diperairan.
4. Limbah Deterjen
Deterjen merupakan produk teknologi yang strategis, karena telah menjadi bagian
dari kehidupan sehari-hari masyarakat modern mulai rumah tangga sampai industri.
Deterjen umumnya tersusun atas lima jenis bahan penyusun, yaitu :
1. surfaktan, yang merupakan senyawa Alkyl Bensen Sulfonat (ABS) yang
berfungsi untuk mengangkat kotoran pada pakaian. ABS memiliki sifat tahan
terhadap penguraian oleh mikroorganisme (nonbiodegradable).
2. senyawa fosfat (bahan pengisi), yang mencegah menempelnya kembali
kotoran pada bahan yang sedang dicuci. Senyawa fosfat digunakan oleh semua
merk deterjen memberikan andil yang cukup besar terhadap terjadinya proses
eutrofikasi yang menyebabkan Booming Algae (meledaknya populasi tanaman
air)
3. Pemutih dan pewangi (bahan pembantu), zat pemutih umumnya terdiri
dari zat natrium karbonat. Menurut hasil riset organisasi konsumen Malaysia
(CAP) Pemutih dapat menimbulkan kanker pada manusia. sedangkan untuk
penwangi lebih banyak merugikan konsumen karena bahan ini membuat makin
tingginya biaya produksi, sehingga harga jual produk semakin mahal. Padahal zat
pewangi tidak ada kaitannya dengan kemampuan mencuci.
4. bahan penimbul busa, yang sebenarnya tidak diperlukan dalam proses
pencucian dan tidak ada hubungan antara daya bersih dengan busa yang
melimpah.
5. Fluorescent, berguna untuk membuat pakaian lebih cemerlang.
Menurut Asosiasi Pengusaha Deterjen Indonesia (APEDI), surfaktan anionik yang
digunakan di Indonesia saat ini adalah alkyl benzene sulfonate rantai bercabang
(ABS) sebesar 40% dan alkyl benzene sulfonate rantai lurus (LAS) sebesar 60%.
Dibandingkan dengan LAS, ABS merupakan senyawa yang lebih sukar terurai secara
alami. Oleh karenanya, pada banyak negara di dunia penggunaan ABS telah dilarang
dan diganti dengan LAS. Sedangkan di Indonesia, peraturan mengenai larangan
penggunaan ABS belum ada. Beberapa alasan masih digunakannya ABS dalam
produk deterjen, antara lain karena : harganya murah, kestabilannya dalam bentuk
krim pasta dan busanya melimpah.
Penggunaan deterjen dapat mempunyai risiko bagi kesehatan dan lingkungan. Risiko
deterjen yang paling ringan pada manusia berupa iritasi (panas, gatal bahkan
mengelupas) pada kulit terutama di daerah yang bersentuhan langsung dengan
produk. Hal ini disebabkan karena kebanyakan produk deterjen yang beredar saat ini
memiliki derajat keasaman (pH) tinggi. Dalam kondisi iritasi/terluka, penggunaan
produk penghalus apalagi yang mengandung pewangi, justru akan membuat iritasi
kulit semakin parah.
Dalam jangka panjang, air minum yang telah terkontaminasi limbah deterjen
berpotensi sebagai salah satu penyebab penyakit kanker (karsinogenik). Proses
penguraian deterjen akan menghasilkan sisa benzena yang apabila bereaksi dengan
klor akan membentuk senyawa klorobenzena yang sangat berbahaya. Kontak
benzena dan klor sangat mungkin terjadi pada pengolahan air minum, mengingat
digunakannya kaporit (dimana di dalamnya terkandung klor) sebagai pembunuh
kuman pada proses klorinasi. Saat ini, instalasi pengolahan air milik PAM dan juga
instalasi pengolahan air limbah industri belum mempunyai teknologi yang mampu
mengolah limbah deterjen secara sempurna.
Penggunaan fosfat sebagai builder dalam deterjen perlu ditinjau kembali, mengingat
senyawa ini dapat menjadi salah satu penyebab proses eutrofikasi (pengkayaan unsur
hara yang berlebihan) pada sungai/danau yang ditandai oleh ledakan pertumbuhan
algae dan eceng gondok yang secara tidak langsung dapat membahayakan biota air
dan lingkungan. Di beberapa negara Eropa, penggunaan fosfat telah dilarang dan
diganti dengan senyawa substitusi yang relatif lebih ramah lingkungan.
Menurut Undang-undang Perlindungan Konsumen, konsumen mempunyai hak
untuk memperoleh informasi suatu produk secara jelas, hak untuk memilih dan hak
untuk menuntut/menggugat produsen apabila produk mereka tidak sesuai dengan
klaimnya Berkaitan dengan hak konsumen tersebut, diperlukan transparansi dari
produsen mengenai kandungan produk deterjen yang dihasilkannya dalam bentuk
pelabelan komposisi bahan baku.
Persepsi masyarakat bahwa deterjen yang menghasilkan busa melimpah mempunyai
daya cuci yang baik adalah tidak benar. Untuk merubah persepsi tersebut, diperlukan
partisipasi baik dari pihak konsumen maupun produsen. Di satu pihak,
konsumenharus tahu bahwa tidak ada kaitan antara daya cuci dan busa melimpah. Di
lain pihak, produsen seharusnya tidak lagi menggunakan busa melimpah dalam
mempromosikan produknya.
Produksi deterjen Indonesia rata-rata per tahun sebesar 380 ribu ton. Sedangkan
tingkat konsumsinya, menurut hasil survey yang dilakukan oleh Pusat Audit
Teknologi di wilayah Jabotabek pada tahun 2002, per kapita rata-rata sebesar 8,232
kg.
Regulasi yang berkaitan dengan deterjen di Indonesia masih belum sepenuhnya
mengakomodasi aspek lingkungan. Standar, sebagai salah satu produk regulasi, yang
berlaku sekarang dan digunakan sebagai acuan bagi produk deterjen sudah berumur
lebih dari 15 tahun dan tidak sesuai lagi dengan tuntutan produk yang berwawasan
lingkungan, sehingga perlu direvisi, seiring dengan perkembangan teknologi dan
perkembangan baku mutu lingkungan.
5. Limbah Tinja
Bagian yang paling berbahaya dari limbah domestik adalah mikroorganisme
patogenyang terkandung dalam tinja, karena dapat menularkan beragam penyakit
bila masuk tubuh manusia, dalam 1 gram tinja mengandung 1 milyar partikel virus
infektif, yang mampu bertahan hidup selama beberapa minggu pada suhu dibawah
10 derajat Celcius. Terdapat 4 mikroorganisme patogen yang terkandung dalam tinja
yaitu : virus, Protozoa, cacing dan bakteri yang umumnya diwakili oleh jenis
Escherichia coli (E-coli). Menurut catatan badan Kesehatan dunia (WHO)
melaporkan bahwa air limbah domestik yang belum diolah memiliki kandungan virus
sebesar 100.000 partikel virus infektif setiap liternya, lebih dari 120 jenis virus
patogen yang terkandung dalam air seni dan tinja. Sebagian besar virus patogen ini
tidak memberikan gejala yang jelas sehingga sulit dilacak penyebabnya.
Saat ini E-coli adalah mikroorganisme yang mengancam Kali Mas. Bakteri penghuni
usus manusia dan hewan berdarah panas ini telah mengkontaminasi badan air Kali
Mas, dari Kajian Dhani Arnantha staf peneliti Lembaga kajian Ekologi dan
Konservasi Lahan Basah menyebutkan bahwa di Hulu Kali Mas tepatnya di daerah
Ngagel jumlah E-coli dalam 100 ml air Kali Mas mencapai 350 milyar 1600
milyar padahal dalam baku mutu yang ditetapkan oleh Pemerintah dalam PP
82/2001 tentang Pengendalian Limbah cair menyebutkan bahwa badan air yang
dimanfaatkan sebagai bahan baku air minum seperti Kali Mas kandungan E-coli
dalam 100 ml air tidak boleh lebih dari 10.000.
Setelah tinja memasuki badan air, E-coli akan mengkontaminasi perairan, bahkan
pada kondisi tertentu E-coli dapat mengalahkan mekanisme pertahanan tubuh dan
dapat tinggal di dalam pelvix ginjal dan hati.
Tingginya tingkat pencemaran domestik Kali Mas memberikan dampak yang
signifikan terhadap kualitas kesehatan masyarakat yang tinggal disepanjang
bantaran Kali Mas, hal ini merujuk pada data yang dikeluarkan oleh Paguyuban
Kanker Anak Jawa Timur RSUD Dr Soetomo Oktober 2003 yang menyebutkan
bahwa 59% penderita kanker anak adalah leukimia dan sebagian besar dari penderita
kanker ini tinggal di Daerah Aliran Sungai Brantas (termasuk Kali Surabaya dan Kali
Mas). Jenis Kanker lainnya yang umum diderita Anak yang tinggal di Bantaran Kali
adalah kanker syaraf (neuroblastoma), Kanker kelenjar getah bening (Limfoma),
kanker ginjal (tumor wilms), dan Kanker Mata.
Ancaman serius ini harus memicu peran aktif Pemerintah dalam mengendalikan
pencemaran domestik, karena dibandingkan dengan Limbah cair industri,
penanganan sumber limbah domestik sulit untuk dikendalikan karena sumbernya
yang tersebar. Upaya yang dimaksudkan bukan penyuluhan kepada masyarakat
untuk tidak membuang tinja atau deterjen kesungai, tetapi lebih kepada
mengarahkan industri-industri kita untuk menerapkan cleaner production (industri
yang berwawasan lingkungan) dengan menerapkan pengolahan limbah dan
menghasilkan produk-produk ramah lingkungan.
Sebagai konsumenpun masyarakat pemakai detergen juga harus berani memilih
dengan menggunakan produk-produk yang dihasilkan oleh industri yang telah
memiliki predikat hijau, predikat hijau ini diberikan oleh Kantor kementrian
Lingkungan Hidup dalam program Proper (Program Pentaatn Industri) dalam
program ini diberikan predikat emas untuk industri yang menerapkan industri
bersih, predikat Hijau untuk industri yang telah mengelolah limbahnya dan telah
mengembangkan community development bagi masyrakat sekitar, predikat biru,
Predikat Merah dan Predikat hitam bagi industri yang menimbulkan kerusakan
lingkungan.
Dengan memilih produk-produk dari industri berpredikat hijau berarti kita juga ikut
serta dalam menjaga kualitas lingkungan.
C. Karakteristik Limbah
Karakteristik limbah:
1. Berukuran mikro
2. Dinamis
3. Berdampak luas (penyebarannya)
4. Berdampak jangka panjang (antar generasi)
Faktor yang mempengaruhi kualitas limbah adalah:
1. Volume limbah
2. Kandungan bahan pencemar
3. Frekuensi pembuangan limbah
Berdasarkan karakteristiknya, limbah industri dapat digolongkan menjadi 4 bagian:
1. Limbah cair
2. Limbah padat
3. Limbah gas dan partikel
4. Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)
Indikasi pencemaran air dapat kita ketahui baik secara visual maupun pengujian,
yaitu :
1. Perubahan pH (tingkat keasaman / konsentrasi ion hidrogen) Air normal yang
memenuhi syarat untuk suatu kehidupan memiliki pH netral dengan kisaran nilai 6.5
7.5. Air limbah industri yang belum terolah dan memiliki pH diluar nilai pH netral,
akan mengubah pH air sungai dan dapat mengganggukehidupan organisme
didalamnya. Hal ini akan semakin parahjika daya dukung lingkungan rendah serta
debit air sungai rendah. Limbah dengan pH asam / rendah bersifat korosif terhadap
logam.
2. Perubahan warna, bau dan rasa Air normak dan air bersih tidak akan berwarna,
sehingga tampak bening / jernih. Bila kondisi air warnanya berubah maka hal
tersebut merupakan salah satu indikasi bahwa air telah tercemar. Timbulnya bau
pada air lingkungan merupakan indikasi kuat bahwa air telah tercemar. Air yang bau
dapat berasal darilimba industri atau dari hasil degradasioleh mikroba. Mikroba yang
hidup dalam air akan mengubah organik menjadi bahan yang mudah menguap dan
berbau sehingga mengubah rasa.
3. Timbulnya endapan, koloid dan bahan terlarut Endapan, koloid dan bahan terlarut
berasal dari adanya limbah industri yang berbentuk padat. Limbah industri yang
berbentuk padat, bila tidak larut sempurna akan mengendapdidsar sungai, dan yang
larut sebagian akan menjadi koloid dan akan menghalangibahan-bahan organik yang
sulit diukur melalui uji BOD karena sulit didegradasi melalui reaksi biokimia, namun
dapat diukur menjadi uji COD. Adapun komponen pencemaran air pada umumnya
terdiri dari bahan buangan padat, bahan buangan organik, bahan buangan
anorganik.
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Satuan pendidikan : SMA ULUL ALB@B


Mata Pelajaran : Biologi
Kelas / Semester : X / Semester 2
Materi Pokok : Lingkungan
Sub Topik : Pencemaran Lingkungan Beserta
Dampaknya
Alokasi Waktu : 3 x 45 menit

A. KOMPETENSI INTI :
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong
royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif dan menunjukan
sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural
berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban
terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang
kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu
menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

B. KOMPETENSI DASAR :
1.4 Mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan tentang keanekaragaman
hayati, ekosistem dan lingkungan hidup.
1.5 Menyadari dan mengagumi pola pikir ilmiah dalam kemampuan mengamati bioproses
1.6 Peka dan peduli terhadap permasalahan lingkungan hidup, menjaga dan menyayangi
lingkungan sebagai manisfestasi pengamalan ajaran agama yang dianutnya
2.2 Berperilaku ilmiah: teliti, tekun, jujur terhadap data dan fakta, disiplin, tanggung
jawab, dan peduli dalam observasi dan eksperimen, berani dan santun dalam
mengajukan pertanyaan dan berargumentasi, peduli lingkungan, gotong royong,
bekerjasama, cinta damai, berpendapat secara ilmiah dan kritis, responsif dan proaktif
dalam dalam setiap tindakan dan dalam melakukan pengamatan dan percobaan di
dalam kelas/laboratorium maupun di luar kelas/laboratorium

3.10. Menganalisis data data perubahan lingkungan dan dampak dari perubahan tersebut bagi
kehidupan.

C. Indikator Pencapaian Kompetensi


1.1.1 Menunjukkan sikap mengagumi kompleksitas ciptaan Tuhan
1.2.1 Menunjukkan sikap menyadari dan mengagumi pola pikir ilmiah dalam
kemampuan mengamati bioproses
1.3.1 Menunjukkan sikap peka dan peduli terhadap permasalahan lingkungan hidup,
menjaga dan menyayangi lingkungan sebagai manisfestasi pengamalan ajaran
agama yang dianutnya
2.1.1 Menunjukkan perilaku ilmiah: teliti, tekun, jujur terhadap data dan fakta,
disiplin, tanggung jawab, dan peduli dalam observasi dan eksperimen, berani
dan santun dalam mengajukan pertanyaan dan berargumentasi, peduli
lingkungan, gotong royong, bekerjasama, cinta damai, berpendapat secara
ilmiah dan kritis, responsif dan proaktif dalam dalam setiap tindakan dan dalam
melakukan pengamatan dan percobaan di dalam kelas/laboratorium maupun di
luar kelas/laboratorium
2.2.1 Menunjukkan sikap peduli terhadap keselamatan diri dan lingkungan dengan
menerapkan prinsip keselamatan kerja saat melakukan kegiatan pengamatan dan
percobaan di laboratorium dan di lingkungan sekitar
3.10.1 Menjelaskan adanya gangguan keseimbangan lingkungan
3.10.2 Mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat mempengaruhi keseimbangan
lingkungan perairan.
3.10.3 Memahami sumber-sumber pencemaran air
3.10.4 Memahami dampak-dampak yang ditimbulkan adanya pencemaran air.
4.10.1 Melakukan percobaan ketahanan ikan terhadap berbagai jenis polutan dengan
menerapkan kerja ilmiah.

D. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat menjelaskan adanya gangguan keseimbangan lingkungan
2. Siswa dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat mempengaruhi keseimbangan
lingkungan perairan.
3. Siswa dapat memahami sumber-sumber pencemaran air
4. Siswa dapat memahami dampak-dampak yang ditimbulkan adanya pencemaran air.
5. Siswa dapat melakukan percobaan ketahanan ikan terhadap berbagai jenis polutan
dengan menerapkan kerja ilmiah.

D. Materi Pokok
1. Kerusakan lingkungan / pencemaran lingkungan
2. Macam-macam pencemaran lingkungan
3. Jenis-jenis limbah / polutan beserta sumber dan dampaknya
4. Beberapa parameter kimia kualitas air

E. Media Pembelajaran
1. Alat dan Bahan
a. Lingkungan sekitar
b. Alat dan bahan yang diperlukan untuk menguji daya tahan ikan terhadap berbagai
jenis polutan
c. LCD
d. LKS
2. Sumber Belajar : - Sulistyowati Endah, dkk. 2013. Biologi untuk SMA/MA. Intan
Pariwara : Klaten
- Internet

F. Pendekatan dan Metode Pembelajaran


Pendekatan : Scientific Approach
Metode : Diskusi, dan tanya-jawab

G. Langkah-langkah Pembelajaran
o Kegiatan Pendahuluan (10 %)
o Memberikan salam dan mempersilahkan berdoa
o Menanyakan kehadiran siswa
o Melakukan apersepsi dengan menyampaikan materi yang lalu kaitannya dengan materi
yang akan dibahas sekarang
o Menyampaikan KD dan Tujuan Pembelajaran

Kegiatan Inti ( 80 %)
Tahapan Pembelajaran Kegiatan

Mengamati Pada kegiatan ini guru meminta kepada siswa


mengamati perilaku ikan-ikan yang ada di stoples A
yang berisikan air sungai yang bersih dan stoples B
yang berisikan air sungai yang tercemar

Menanya Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk


bertanya setelah mereka melakukan pengamatan
perilaku ikan-ikan yang ada di stoples A maupun
ada di stoples B. Contoh pertanyaan yang berkaitan
dengan pengamatan siswa:
- Mengapa ikan-ikan yang ada di dalam stoples A
gerakannya sangat lincah sekali sedangkan yang
ada di dalam stoples B gerakannya pelan-pelan?
- Mengapa ikan-ikan yang ada di dalam stoples A
sangat peka sekali sedangkan yang ada di dalam
stoples B kurang peka terhadap rangsang?
- Mengapa ikan-ikan yang ada di dalam stoples B
berenangnya sekali-sekali tegak sekali-sekali
miring?
- Faktor-faktor apakah yang menyebabkan ikan-
ikan yang ada di dalam stoples B berperikalu
tidak normal ?

Mengumpulkan informasi Setelah siswa merumuskan pertanyaan-pertanyaan


dilanjutkan dengan melakukan perenungan yang
dalam untuk menemukan jawabannya dengan cara :
- Melakukan percobaan LKS tentang faktor-
faktor yang menyebabkan kehidupan ikan
menjadi tidak normal.
- Mencatat data hasil pengamatan dari percobaan
pada tabel yang sudah disiapkan oleh siswa.

Mengasosiasikan Setelah mengumpulkan informasi melalui


pengamatan dan mencatat hasil pengamatan, siswa
mengasosiakan pengetahuan yang didapat dari
percobaan dan buku sumber dengan cara:
- Mendiskusikan hasil pengamatan, menjawab
pertanyaan-pertanyaan pada lembar kegiatan
berdasarkan data pengamatan dan konsep yang
terkait pada buku siswa.
- Menyimpulkan macam polutan perairan yang
sangat berbahaya bagi kehidupan biota air.
Mengkomunikasikan Setelah menemukan kesimpulan, siswa membuat
laporan dan siswa dapat menyampaikan laporan hasil
pengamatan dan kesimpulannya tentang faktor-
faktor yang dapat dapat menyebabkan pencemaran
air.

Kegiatan Penutup (10%)


Klarifikasi siswa dibantu oleh guru menyimpulkan materi pencemaran air dan
dampaknya
Evaluasi untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran
Melakukan refleksi hasil dari pembelajaran yang sudah dilakukan
Memberikan tugas untuk membaca berbagai literatur mengenai fenomena efek
rumah kaca dan penipisan lapisan ozon secara mandiri di rumah untuk digunakan
pada pertemuan berikutnya.

H. Penilaian Hasil Belajar


a. Penilaian sikap (lembar pengamatan, terlampir)
b. Penilaian psikomotor (lembar pengamatan, terlampir)
c. Penilaian kognitif ( bentuk tes, terlampir)

Sidoarjo, 05 Januari 2015


Mengetahui,
Kepala SMA Ulul Alb@b Guru Biologi

Drs. H. Suhartono, M.Pd. Merina Safitri, S.Si.


Lampiran

1. InstrumenPenilaianSikap
Indikator: 1. Menghargai pendapat orang lain sebagai wujud toleransi
2. Mementingkan kerja sama kelompok saat melakukan kegiatan
3. Mengemukakan pendapat dengan santun disertai dengan argumentasi yang ilmiah

a. Observasi
N Nama Kerja Jumlah
Santun Toleran Proaktif
o Siswa sama Skor
1 ............
2
3
4
5

Pedoman penskoran penilaian observasi

Predikat

PREDIKAT NILAI
Sangat Baik ( SB) 80 AB 100
Baik (B) 70 B 79
Cukup (C) 60 C 69
Kurang (K) < 60

b. PenilaianDiri

N Nama Kerja Jumlah


Santun Toleran Proaktif
o Siswa sama Skor
1 ............
2
3
4
5

Pedoman penskoran penilaian diri

Predikat
PREDIKAT NILAI
Sangat Baik ( SB) 80 AB 100
Baik (B) 70 B 79
Cukup (C) 60 C 69
Kurang (K) < 60

c. AntarPesertaDidik

N Nama Kerja Jumlah


Santun Toleran Proaktif
o Siswa sama Skor
1 ............
2
3
4
5

Pedoman penskoran penilaian peserta didik

Predikat

PREDIKAT NILAI
Sangat Baik ( SB) 80 AB 100
Baik (B) 70 B 79
Cukup (C) 60 C 69
Kurang (K) < 60

d. Jurnal
N Nama Kerja Jumlah
Santun Toleran Proaktif
o Siswa sama Skor
1 ............
2
3
4
5

Pedoman penskoran penilaian jurnal

Predikat

PREDIKAT NILAI
Sangat Baik ( SB) 80 AB 100
Baik (B) 70 B 79
Cukup (C) 60 C 69
Kurang (K) < 60

2. InstrumenPenilaianPengetahuan :
Indikator :1. Mengidentifikasi dampak perubahan lingkungan bagi kehidupan
2. Mengidentifikasi jenis jenis pencemaran lingkungan serta dampaknya

a. TesTertulis

- PilihanGanda :
Seorang pengrajin tahu dan tempe membuang limbahnya ke sungai di dekat tempat
usahanya. Keadaan sungai yang benar sehubungan dengan masuknya limbah tersebut
adalah :
A. Nilai BOD sangan tinggi
B. Populasi alga sangat melimpah
C. Kandungan oksigen sangat tinggi
D. Air sungai mengandung logam berat
E. Permukaan sungai ditutupi enceng gondok

- Uraian :
Jelaskan cara menangani limbah padat dan limbah cair yang berasal dari kegiatan rumah
tangga

b. TesPenugasan.
Peserta didik ditugaskan untuk membuat kliping tentang macam-macam pencemaran
lingkungan.
Dikumpulkan pada pertemuan berikutnya

3. InstrumenPenilaianKeterampilan
Indikator: Menguji ketahanan ikan terhadap berbagai jenis polutan dengan menerapkan prinsip
kerja ilmiah.

a. TesPraktik

No Nama Persiapan Pelaksanaan Kegiatan Jumlah


percobaan percobaan akhir skor
percobaan

Persiapan :
Skor : 30 : 1. Alat alat tersedia secara rapi
2. Bahan tersedia
3. ikan tersedia dalam kondisi hidup
20: Ada 2 aspek
10 : Ada 1 aspek
Pelaksanaan :
30 : Melakukan kegiatan sesuai urutan petunjuk kerja
Mengukur dengan teliti
Mengamati keakifan gerak ikan
20 : Ada 2 aspek
10 : Ada 1 aspek
Akhir Kegiatan :
40 : 1. Membuang larutan ke tempatnya
2. Membersihkan alat
3. Membersihkan meja praktikum
4. Mengembalikan alat ke tempat semula
30 : 3 aspek tersedia
20 : 2 aspek tersedia
10 : 1 aspek tersedia

b. TesProyek
- Proyek:

No ASPEK SKOR
1 PERENCANAAN.
a. Rancangan alat:
- alat
- bahan
b. Uraian cara menggunakan alat
2 Pelaksanaan :
a. Keakuratan sumber data
b. Kwantitas sumber data
c. Analisis data
d. Penarikan kesimpulan

3 Laporan proyek.
a. Sistimatika laporan
b. Performens
c. Presentasi
Total Skor
LEMBAR KEGIATAN SISWA
( LKS )
Pengaruh berbagai macam polutan terhadap daya tahan ikan
TUJUAN : Memahami pengaruh berbagai macam polutan terhadap daya tahan
ikan
ALAT DAN BAHAN YANG DIPERLUKAN
Untuk setiap kelompak
Alat yang diperlukan:
- Stoples, 4 buah
- Stop wacth, 1 buah
Bahan yang diperlukan:
- Ikan komet, 20 ekor
- Air detergen, 100 cc
- Air sabun mandi, 100 cc
- Larutan Insektisida, 100 cc
- Air kolam, 5 liter
PROSEDUR
1. Isilah stoples A dengan air kolam yang bersih sebanyak 1 liter.
2. Isilah stoples B dengan air kolam yang bersih sebanyak 1 liter, kemudian tambahkan
air sabun 100 cc.
3. Isilah stoples C dengan air kolam yang bersih sebanyak 1 liter, kemudian tambahkan
air detergen 100 cc.
4. Isilah stoples D dengan air kolam yang bersih sebanyak 1 liter, kemudian tambahkan
larutan insektisida 100 cc.
5. Setelah itu masukkan 5 ekor ikan komet ke dalam masing-masing stoples secara
bersamaan.
6. Amatilah tingkah laku ikan selama 30 menit. Catat perubahannya setiap 10 menit.
7. Catatlah hasil pengamatanmu pada tabel yang sudah anda siapkan.
Pertanyaan :
1. Buatlah rumusan masalah dari percobaan yang anda lakukan!
Kunci : Bagaimanakah pengaruh berbagai macam polutan terhadap daya tahan ikan
komet?
2. Buatlah rumusan hipotesa dari percobaan yang anda lakukan!
Kunci : Detergen memiliki daya rusak yang tinggi terhadap kehidupan ikan komet
3. Manakah yang termasuk variabel bebas dari percobaan tersebut?
Kunci : macam-macam polutan yaitu, air sabun, air detergen, larutan insektisida
4. Manakah yang termasuk variabel kontrol dari percobaan tersebut?
Kunci: jenis ikan, jumlah ikan, volume air setiap stoples, waktu memasukkan ikan,
bahan stoples, bentuk stoples, ukuran stoples, suhu, kelembaban, pH.
5. Manakah yang termasuk variabel terikat dari percobaan tersebut?
Kunci : jumlah ikan yang mati
6. Perangkat percobaan manakah yang tergolong kelompok kontrol?
Kunci : stoples A
7. Perangkat percobaan manakah yang tergolong kelompok eksperimen?
Kunci : Stoples B, C, dan D
8. Bagaimanakah keadaan ikan-ikan di masing-masing stoples?
Kunci : Keadaan ikan komet semakin memburuk sampai akhirnya mati
9. Apa pengaruh air detergen, air sabun mandi, dan larutan insektisida bagi kehidupan
ikan di perairan?
Kunci : ikan tidak dapat bertahan hidup
10. Polutan mana yang mengakibatkan kematian ikan dalam waktu paling cepat?
Kunci :detergen
11. Apa kesimpulan anda dalam kegiatan ini?
Kunci : polutan berpengaruh terhadap daya tahan ikan komet
12. Buatlah laporan sementara yang mulai terdiri terdiri judul, rumusan masalah sampai
Kesimpulan!
Kunci : -