Anda di halaman 1dari 12

LAPAPORAN PENDAHULUAN CA COLON DI RUANG TULIP I C

BEDAH UMUM RSUD ULIN BANJARMASIN

Oleh:
Normalisa
16.NS.172

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SARI MULIA
BANJARMASIN
2016
LEMBAR PENGESAHAN

Judul kasus : Ca Colon

Nama Mahasiswa : Normalisa

Nim : 16.NS.172

Banjarmasin, Desember 2016

Menyetujui,

Rumah Sakit Umum Daerah Program Studi Profesi Ners


Ulin Banjarmasin Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan
Sari Mulia Banjarmasin
Preseptor Klinik (PK) Preseptor Akademik (PA)
LAPORAN PENDAHULUAN

CA COLON

A. Definisi

Kanker colon adalah tumbuhnya sel-sel ganas dalam tubuh di


dalam permukaan usus besar atau colon. Kebanyakan kanker usus besar
berawal dari pertumbuhan sel yang tidak ganas biasa disebut adenoma
yang dalam stadium awal membentuk polip (sel yang tumbuh sangat
cepat).

B. Etiologi

Penyebab dari pada kanker Colon tidak diketahui. Diet dan pengurangan
waktu peredaran pada usus besar (Aliran depan feces) yang meliputi
faktor kausatif. Petunjuk pencegahan yang tepat dianjurkan oleh Amerika
Cancer Society, The National Cancer Institute, dan organisasi kanker
lainnya.
Faktor resiko telah teridentifikasi. Faktor resiko untuk kanker kolon :

1. Faktor genetik

2. Usia lebih dari 40 tahun

3. Darah dalam feses

4. Riwayat polip rektal atau polip kolon

5. Adanya polip adematosa atau adenoma villus

6. Riwayat keluarga dengan kanker kolon atau poliposis dalam keluarga

7. Riwayat penyakit usus inflamasi kronis

8. Diit tinggi lemak, protein, daging dan rendah serat


C. Pathway
Kebiasaan diit (tinggi
Faktor genetik karbohidrat & rendah
serat)

karshinogen

Penyebaran sel kanker sangat cepat

Pertumbuhan liar sel ganas

CA COLON

Obstruksi pada usus besar Penyempitan lumen usus


Gangguan rasa nyaman
Konstipasi
Obstruksi proksimal
Mual Muntah
Perut membesar dan
Tinja dan gas terkumpul
distensi abdomen
Resiko kekurangan nutrisi

Mengganggu pola nafas Bau busuk

Perubahan status kesehatan

Tindakan pembedahan

Nyeri post oprasi Resiko infeksi Intoleransi aktifitas


D. Manifestasi Klinis

Manifestasi kanker kolon secara umum adalah :


1. Perubahan pola BAB
2. Tenesmus
3. Obstruksi intestinal
4. Nyeri abdomen
5. Kehilangan berat badan
6. Anorexia
7. Mual dan muntah
8. Anemia
9. Massa palpasi

E. Komplikasi
Komplikasi terjadi sehubungan dengan bertambahnya pertumbuhan pada
lokasi kanker atau melelui penyebaran metastase yang termasuk :
- Perforasi usus besar yang disebabkan peritonitis
- Pembentukan abses
- Pembentukan fistula pada urinari bladder atau vagina
Biasanya kanker menyerang pembuluh darah dan sekitarnya yang
menyebabkan pendarahan.kanker tumbuh kedalam usus besar dan
secara berangsur-angsur membantu usus besar dan pada akirnya tidak
bisa sama sekali. Perluasan kanker melebihi perut dan mungkin menekan
pada organ yang berada disekitanya ( Uterus, urinary bladder,dan ureter )
dan penyebab gejala-gejala tersebut tertutupi oleh kanker.

F. Penatalaksanaan

1. Penatalaksanaan Medis

o Pembedahan (operasi)
Operasi adalah penanganan yang paling efektif dan cepat untuk
kanker yang diketahui lebih awal dan masih belum metastasis ,
tetapi tidak menjamin semua sel kanker telah terbuang. Oleh
sebab itu dokter bedah biasanya juga menghilangkan sebagian
besar jaringan sehat yang mengelilingi sekitar kanker.
o Terapi radiasi: sering digunakan sebelum pembedahan untuk
menurunkan ukuran kanker dan membuat mudah untuk direseksi.
Intervensi lokal pada area kanker setelah pembedahan termasuk
implantasi isotop radioaktif ke dalam area tumor. Isotop yang
digunakan termasuk radium, sesium, dan kobalt. Iridium
digunakan pada rektum.
o Kemoterapi: kemoterapi dilakukan untuk menurunkan metastasis
dan mengontrol manifestasi yang timbul. Kemoterapi adalah
penggunaan obat-obatan (5-flourauracil (5-FU)) untuk membunuh
sel-sel kanker. Ia adalah suatu terapi sistemik, yang berarti bahwa
pengobatan berjalan melalui seluruh tubuh untuk menghancurkan
sel-sel kaker. Setelah operasi kanker usus besar, beberapa
pasien mungkin mengandung microscopic metastasis (foci yang
kecil dari sel-sel kanker yang tidak dapat dideteksi). Kemoterapi
diberikan segera setelah operasi untuk menghancurkan sel-sel
mikroskopik (adjuvant chemotherapy).
o Kolostomi
Kolostomi merupakan tindakan pembuatan lubang (stoma) yang
dibentuk dari pengeluaran sebagian bentuk kolon (usus besar) ke
dinding abdomen (perut), stoma ini dapat bersifat sementara atau
permanen.

2. Penatalaksanaan Keperawatan
o Dukungan adaptasi dan kemandirian.
o Meningkatkan kenyamanan.
o Mempertahankan fungsi fisiologis optimal.
o Mencegah komplikasi.
o Memberikan informasi tentang proses/ kondisi penyakit, prognosis,
dan kebutuhan pengobatan.
G. Diagnosa yang mungkin muncul
1. Nyeri akut b.d agen cedera fisik (insisi pembedahan)
2. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d
ketidakmampuan untuk mencerna makanan
3. Intoleransi aktivitas b.d kelemahan fisik
4. Risiko infeksi b.d tindakan invasif, insisi post pembedahan
F. Rencana Tindakan Keperawatan

DIAGNOSA TUJUAN INTERVENSI RASIONAL


Nyeri akut b.d agen Setelah di lakukan 1. Kaji tingkat nyeri, lokasi, 1. Membantu mengevaluasi
cedera fisik (insisi tindakan keperawatan 1x8 karakteristik dan intensitas derajat ketidaknyamanan dan
pembedahan) jam nyeri dapat berkurang (skala 1-10). keefektifan analgesik.
dengan kriteria hasil : 2. Mengobservasi reaksi 2. Menurunkan ketegangan otot,
1. Melaporkan nyeri nonverbal dan menaikkan relaksasi dan
berkurang ketidaknyamanan dapat meningkatkan
2. Perubahan nadi 3. Bantu penggunaan teknik kemampuan koping.
3. Perubahan tekanan relaksasi 3. Membantu pasien untuk
darah 4. Kolaborasi pemberian obat istirahat lebih efektif dan
sesuai indikasi memfokuskan kembali
perhatian sehingga
menurunkan nyeri dan
ketidaknyamanan.
4. Menurunkan nyeri,
meningkatkan kenyamanan
Ketidakseimbangan Setelah di lakukan 1. Kaji status nutrisi 1. Mengidentifikasi kekurangan
nutrisi kurang dari tindakan keperawatan 1x8 2. Auskultasi bising usus. atau kebutuhan untuk
kebutuhan tubuh jam ketidakseimbangan 3. Mulai makan dengan membantu memilih intervensi
b.d nutrisi dapat membaik makanan cairan perlahan 2. Kembalinya fungsi usus
ketidakmampuan dengan kriteria hasil : 4. Anjurkan pasien untuk menunjukkan kesiapan untuk
untuk mencerna 1. Mempertahankan berat meningkatkan penggunaan memulai makan lagi.
makanan badan yogurth dan mentega 3. Menurunkan insiden kram
2. menunjukkan 5. Kolaborasi perencanaan diet abdomen, mual.
peningkatan berat yang sesuai 4. Membantu menurunkan
badan pembentukan bau
3. bebas dari tanda-tanda 5. Membantu mengkaji
malnutrisi. kebutuhan nutrisi pasien
dalam perubahan dan
perencanaan dan fungsi usus
Intoleransi aktivitas Setelah di lakukan tindakan 1. Rencanakan periode istirahat 1. mengurangi aktivitas yang
b.d kelemahan fisik keperawatan 1x8 jam yang cukup. tidak diperlukan, dan energi
intoleransi aktifitas dapat 2. Berikan latihan aktivitas terkumpul dapat digunakan
membaik dengan kriteria secara bertahap.
untuk aktivitas seperlunya
hasil : 3. Bantu pasien alam memenuhi
secara optimal.
1. Perilaku menampakan kebutuhan sesuai kebutuhan.
2. tahapan-tahapan yang
kemampuan untuk 4. Setelah latihan dan aktivitas,
diberikan membantu proses
memenuhi kebutuhan kaji respons pasien
aktivitas secara perlahan
diri. dengan menghemat tenaga
2. Pasien mengatakan namun tujuan yang tepat,
mampu untuk melaku- mobilisasi dini.
kan beberapa aktivitas
3. mengurangi pemakaian energi
tanpa dibantu.
sampai kekuatan pasien pulih
3. Koordinasi otot, tulang
kembali.
dan anggota gerak
4. menjaga kemungkinan
lainya baik.
adanya respons abnormal dari
tubuh sebagai akibat dari
latihan.
Risiko infeksi b.d Setelah di lakukan 1. Monitor tanda & gejala infeksi 1. Untuk melihat tanda-tanda
tindakan invasif, tindakan keperawatan 1x8 (suhu, kulit kemerahan, terjadinya resiko infeksi
insisi post jam tidak ada tanda-tanda leukosit dll) 2. Lindungi klien dari sumber-
pembedahan infeksi dengan kriteria 2. Batasi pengunjung untuk sumber infeksi, seperti
hasil : meminimalkan resiko infeksi pengunjung
1. Bebas dari tanda- 3. tekankan hygene personal 3. Mengurangi risiko infeksi
tanda infeksi 4. Hindari/batasi prosedur dan/atau pertumbuhan
2. Angka leukosit normal invasif. Taati teknik aseptic sekunder
3. klien mengatakan tahu 5. Berikan antibiotic sesuai 4. Menurunkan risiko
tentang tanda-tanda indikasi kontaminasi, membatasi
infeksi masuknya agen infeksius
5. Mungkin digunakan untuk
mengidentifikasi infeksi atau
diberikan secara profilaktik
pada klien imunosupresi
DAFTAR PUSTAKA

Brunner & Suddarth, 2002, Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah, alih bahasa:
Waluyo Agung., Yasmin Asih., Juli., Kuncara., I.made karyasa,
EGC, Jakarta.
Doenges,M.E., Moorhouse, M.F., Geissler, A.C., 1993, Rencana Asuhan
Keperawatan untuk perencanaan dan pendukomentasian
perawatan Pasien, Edisi-3, Alih bahasa; Kariasa,I.M.,
Sumarwati,N.M., EGC, Jakarta.
McCloskey&Bulechek, 1996, Nursing Interventions Classifications, Second edisi,
By Mosby-Year book.Inc,Newyork.
NANDA, 2001-2002, Nursing Diagnosis: Definitions and classification,
Philadelphia, USA.
Sjamsuhidayat & wong,2005, Buku ajar ilmu bedah, EGC , Jakarta
Suyono,dkk, 2001, Buku ajar ilmu penyakit dalam, jilid II, edisi 3, Balai penercit
FKUI, Jakarta.
University IOWA., NIC and NOC Project., 1991, Nursing outcome
Classifications, Philadelphia, USA.