Anda di halaman 1dari 8

SURAT PERJANJIAN

Untuk melaksanakan Paket Pekerjaan Pembangunan


gedung SMK ..............................................

Nomor :............

Surat Perjanjian ini berikut semua lampirannya selanjutnya disebut Kontrak dibuat dan
ditandatangani di Jakarta pada hari ..... Tanggal .. Bulan.....................Tahun
dua ribu tujuh belas.

Yayasan ...........................:
1. Nama : ...........................
NIK : ...........................
Jabatan : Ketua Yayasan
Alamat : ....................................

2. Nama : ..............................
NIK : ...........................
Jabatan : SMK
Alamat :Jl. Laksmana Yossudarso No 24 A ponorogo

Bertindak selaku yayasan dan pimpinan SMK ........................... berbadan hukum


akta notaris ....................... nomor ............... tanggal ................ dan telah mendapat
pengesahan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI nomor
..............................Tanggal .................... Berdasarkan Keputusan keputusan pengurus
yayasan, sah bertindak atas nama Yayasan ............................................. yang selanjutnya dalam
Perjanjian/Kontrak ini disebut PIHAK PERTAMA.
Nama : Muh. KhudloriSaadi
Jabatan : LitBang LP PBNU
Alamat : Gedung PBNU
Jl. Keramat Raya, 164 Jakarta
Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama jabatan dan selanjutnya dalam perjanjian ini di
sebut sebai PIHAK KEDUA.
Perjanjian/ Kontrak ini berdasarkan pada:
1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara;
2. Undang-Undang Nomor 1Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara;
3. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan, Pengelolaan dan Tanggung
Jawab Keuangan Negara;
4. Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik;
5. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara;
6. Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2011 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan
Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara;
7. Peraturan Presiden Nomor 92 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan
Presiden Nomor24 Tahun 2010 tentang Kedudukan,Tugas,dan Fungsi Kementerian Negara
serta Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara;
8. Peraturan Presiden Nomor 53 Tahun 2010 tentang Perubahan Kedua Atas Keputusan
Presiden Nomor 42 Tahun 2002 Tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan
Belanja Negara;
9. Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah;
10. Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun 2015 tentang Perubahan Keempat Atas Peraturan
Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah;
11. Peraturan Menteri Keuangan Nomor:190/PMK.05/2012 tentang Tata Cara Pembayaran
Dalam Rangka Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.
12. SURAT KEPUTUSAN YAYASAN LP Maarif NU Cabang Ponorogo.

PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA untuk selanjutnya secara bersama-sama disebut PARA
PIHAK.
PARA PIHAK Menyatakan setuju dan sepakat mengikatkan dirinya untuk membuat,
menandatangani, dan melaksanakan Perjanjian Kerjasama tentang Pekerjaan
PEMBANGUNAN GEDUNG SMP Maarif 2 Ponorogo /PEMBANGUNAN GEDUNG SARANA
PRASARANA PONDOK PESANTREN HUDATUL MUNA melalui anggaran dari Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan Tahun Anggaran 2017 dengan ketentuan dan syarat-syarat
sebagai berikut:
Pasal 1

KETENTUAN UMUM
Dalam perjanjian ini yang dimaksud dengan:
1. Pengadaan Pembangunan gedung SMP Maarif 2 Ponorogo / Gedung Sarana dan
Prasarana Pondok Pesantren HUDATUL MUNA. adalah kegiatan untuk memperoleh
Barang/Jasa oleh Yayasan LP Maarif NU Cabanng Ponorogo Melalui bantuan dari
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Tahun 2017 Yang prosesnya dimulai dari
pembuatan proposal permohonan perencanaan kebutuhan sampai diselesaikannya
seluruh kegiatan untuk memperoleh Barang/Jasa.
2. Pimpinan Yayasan/ SMP Maarif 2 Ponorogo yang selanjutnya adalah lembaga yang
bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan lainnya dan pelaporan hasil kegiatan.
3. Penyedia adalah badan usaha atau orang perseorangan yang menyediakan Jasa
lainnya.
4. Kontrak Pengadaan Barang/Jasa yang selanjutnya disebut Kontrak adalah perjanjian
tertulis antara PPK dengan Penyedia Jasa lainnya dan mencakup Syarat-syarat Umum
Kontrak (SSUK) ini dan Syarat-syarat Khusus Kontrak (SSKK) serta dokumen lain yang
merupakan bagian dari kontrak.(dilengkapi setelah bimtek)
5. Nilai Kontrak adalah total harga yang tercantum dalam kontrak.
6. Hari adalah hari kalender.
7. Daftar kuantitas dan harga (rincian harga penawaran) adalah daftar kuantitas yang
telah disii harga satuan dan jumlah biaya keseluruhannya.(setelah bimtek
8. Jadwal waktu pelaksanaan adalah jadwal yang menunjukkan kebutuhan waktu yang
diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan,terdiri atas tahap pelaksanaan yang disusun
secara logis, realistik dan dapat dilaksanakan.
9. Masa Kontrak adalah jangka waktu berlakunya kontrak ini terhitung sejak tanggal
penandatanganan kontrak sampai dengan serah terima pekerjaan atau masa
pemeliharaan berakhir.
10. Tanggal mulai kerja adalah tanggal mulai kerja penyedia yang dinyatakan pada Surat
Perintah Mulai Kerja (SPMK), yang diterbitkan oleh PPK.
11. Tanggal penyelesaian pekerjaan adalah tanggal penyerahan pertama pekerjaan
selesai,dinyatakan dalam berita acara penyerahan pertama pekerjaan yang diterbitkan
berdasarkan kesepakatan para pihak

Pasal 2

POKOK PEKERJAAN
(1) PIHAK PERTAMA memberikan pekerjaan kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA
bersedia menerima serta menyanggupi untuk melaksanakan pekerjaan yang diberikan oleh
PIHAK PERTAMA berupa Pekerjaan Pembuatan Proposal Permohonan ,lobi. Perencanaan
hingga pembangunan sarana dan prasarana pondok pesantren /gedung SMK kepada
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Tahun Anggaran .....
(2) Pokok pekerjaan sebagaimana dimaksud pada ayat(1),pelaksanaannya berpedoman
pada Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun 2015 tentang Perubahan Keempat Atas
Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah,
dokumen pengadaan,Kerangka Acuan Kerja, dan dokumen-dokumen terkait yang
merupakan bagian tidak terpisahkan dari Perjanjian/Kontrakini.

Pasal 3
RUANG LINGKUP PEKERJAAN
(1) Lingkup pekerjaan yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA
sebagaimana tercantum dalam lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari
Perjanjian/Kontrakini.
(2) Dalam melaksanakan pekerjaan sebagaimana dimaksud pada ayat(1),PIHAKKEDUA
harus berpedoman pada Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun 2015 tentang Perubahan
Keempat Atas Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan
Barang/Jasa Pemerintah, Dokumen Pengadaan,serta harus sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan terkait lainnya.
(3)
Pasal 4
TANGGUNG JAWAB DAN KEWAJIBAN

(1) PIHAK KEDUA akan menjamin dan bertanggung jawab penuh bahwa pelaksanaan .
Pekerjaan Pengadaan gedung dan sarana prasarana pondok/sekolahan Tahun Anggaran
2017 sesuai dengan dokumen pengadaan serta ketentuan peraturan perundang-
undangan setelah usulan disetujui oleh kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
(2) PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh terhadap ketepatan waktu pelaksanaan
pekerjaan sesuai dengan jadwal pelaksanaan pekerjaan yang ditetapkan dalam
Perjanjian Kerjasama ini.
(3) PIHAK KEDUA diperkenankan memberikan seluruhnya atau sebagian tugas yang
diterima dari PIHAK PERTAMA kepada pihak lain,tanpa persetujuan tertulis PIHAK
PERTAMA.
(4) PIHAK PERTAMA hanya penerima manfaat dan laporan dari pekerjaan
pembangunan sarana dan prasarana SMP Maarif 2 Ponorogo.
(5) PIHAK KEDUA wajib melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan secara cermat,
akurat dan penuh tanggung jawab.
(6) Pelaksanaan pekerjaan dinyatakan selesai, apabila PIHAK KEDUA telah menyerahkan
Laporan Pelaksanaan Pekerjaan kepada PIHAK PERTAMA, baik berupa laporan fisik
hasil pekerjaan maupun laporan tertulis yang telah diterima oleh Panitia Penerima Hasil
Pekerjaan,dan dituangkan dalam Berita AcaraSerahTerima Pekerjaan.
(7) PIHAK KEDUA wajib melaporkan pelaksanaan pekerjaan secara periodic kepada PIHAK
PERTAMA sekurang-kurangnya 1(satu) bulan sekali dan/atau sewaktu-waktu apabila
diminta PIHAK PERTAMA.

Pasal 5
JANGKA WAKTU PELAKSANAAN

(1) Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan sampai dengan seratus persen(100%) adalah
180(seratusdelapanpuluh) hari kalender, setelah dana diterima PIHAK KEDUA.
(2) Jangka waktu penyelesaian pekerjaan sebagaimana dimaksud pada ayat(1),tidak dapat
diubah oleh PIHAK KEDUA, kecuali adanya keadaan memaksa (forcemajeure), atau
adanya perintah perubahan tugas pekerjaan dari PIHAK PERTAMA secara tertulis, yang
mengakibatkan terdapat perpanjangan/penambahan waktu penyelesaian pekerjaan dan
diatur dalam perjanjian tambahan (addendum).

Pasal 6
BIAYA PELAKSANAAN PEKERJAAN

(1) Biaya pelaksanaan pekerjaan akan diatur dalam addendum setelah PIHAK PERTAMA
mendapat panggilan bimtek dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Pasal 7
CARA PEMBAYARAN
Cara Pembayaran sebagai berikut:
a. Pembayaran nilai kontrak yakni:
Pembayaran dilaksanakan minimal 6(enam ) hari setelah PIHAK PERTAMA menerima dana
dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI/KPPN kepada PIHAK KEDUA dp/sesuai
dengan persentase prestasi pekerjaan tercapai.

b. Tempat Pembayaran akan dibuat addendum tambahan setelah PIHAK PERTAMA


mendapat panggilan bimtek.
Pasal 8
PERUBAHAN PEKERJAAN
(1) Apabila PIHAK PERTAMA mengadakan perubahan-perubahan dalam bagian pekerjaan
sebagaimana dimaksud dalam perjanjian ini,maka pada saatitu pula PIHAK PERTAMA
bersama-sama PIHAK KEDUA mengadakan penilaian terhadap bagian pekerjaan yang
akan dilaksanakan dengan persetujuan PARA PIHAK.
(2) Perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat(1), tidak diperboleh kan merubah harga
(fixedprice) dan akan diatur dalam amandemen perjanjian yang merupakan satu kesatuan
dan bagian tidak terpisahkan dari perjanjian ini serta menjadi sah berlaku mengikat
setelah ditandatangani PARA PIHAK.
(3) Harga bagian-bagian pekerjaan yang telah disahkan dan diterima oleh PIHAK PERTAMA
akan dibayarkan kepada PIHAKKEDUA.

Pasal 9

WAN PRESTASI DAN SANKSI


(1) Jika PIHAK KEDUA terlambat menyelesaikan pekerjaan dari batas waktu yang telah
ditetapkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal5, yang diakibatkan kelalaian PIHAK
KEDUA, maka PIHAK KEDUA dikenakan denda sebesar 1/1000 (satu perseribu) dari
biaya pekerjaan untuk setiap hari kelambatan penyelesaian pekerjaan,dengan jumlah
seluruh denda paling banyak 5% (lima persen) dari seluruh harga pelaksanaan pekerjaan
pada akhir perjanjian ini.
(2) Besarnya denda sebagaimana dimaksud pada ayat(1) akan diperhitungkan dengan
kewajiban pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA.
(3) PIHAK PERTAMA dapat memutuskan secara sepihak Perjanjian ini tanpa menggunakan
ketentuan Pasal1266 KUH Perdata apabila:
a. PIHAK KEDUA tidak melaksanakan pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam
Pasal3.
b. Jangka waktu yang ditetapkan dalam perjanjian ini tidak ditepati, sedangkan PIHAK
PERTAMA telah memberikan peringatan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA
3(tiga) kali berturut-turut.
(4) Apabila terjadi pemutusan perjanjian sebagaimana dimaksud pada ayat(3),PIHAK
PERTAMA dapat/wajib dkenakan denda 20 persen dari nilai pekerjaan.
(5) Selain terjadi pemutusan perjanjian sebagaiman dimaksud pada ayat(3),perjanjian ini
hanya dapat dibatalkan dengan persetujuan dan kesepakatan tertulis PARA PIHAK.

Pasal 10
KEADAAN MEMAKSA/KAHAR (FORCEMAJEURE)
(1) Yang dimaksud keadaan memaksa dalam perjanjian ini adalah peristiwa-peristiwa yang
berada diluar kemampuan PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA yang dapat
mempengaruhi kinerja dan pelaksanaan pekerjaan,yaitu:
a. Bencana alam (gem pabumi,tanah longsor,badai dan banjir)
b. Perang, revolusi, makar, huru hara pemberontakan, kerusuhan dan kekacauan
(kecuali karyawan).
c. Kebakaran (kecuali disebabkan dalam pelaksanaan pekerjaan atau kelalaian PIHAK
KEDUA)
d. Keadaan memaksa yang dinyatakan secara resmi oleh pemerintah.

(2) Apabilaterjadi keadaan mamaksa, sebagaimana dimaksud padaayat(1),PIHAK KEDUA


harus memberitahukan kepada PIHAK PERTAMA secara tertulis selambat-lambatnya
dalam waktu 14(empatbelas) hari kalender setelah terjadi keadaan memaksa disertai
bukti-bukti yang sah serta demikian juga pada waktu keadaan memaksa berakhir, PIHAK
KEDUA harus memberitahukan kepada PIHAK PERTAMA secara tertulis selambat-
lambatnya dalam waktu 14(empatbelas) hari kalender setelah keadaan memaksa berakhir.

(3) Atas pemberitahuan PIHAK KEDUA, maka PIHAK PERTAMA akan menyetujui atau
menolak secara tertulis alasan-alasan dan/atau bukti-bukti telah terjadi keadaan memaksa
dalam jangka waktu 3x24jam setelah diterimanya pemberitahuan tertulis dari
PIHAKKEDUA.
(4) Apabila dalam waktu 3x24jam sejak diterimanya pemberitahuan dari PIHAK KEDUA,
PIHAK PERTAMA tidak memberikan jawaban, maka PIHAK PERTAMA dianggap
menyetujui tentanga danya keadaan memaksa tersebut dan PIHAK KEDUA akan tetap
menerima pembayaran sesuai dengan pelaksanaan pekerjaan.
(5) Jika PIHAK KEDUA tidak mungkin lagi melaksanakan pekerjaannya karena keadaan
memaksa tersebut, maka PIHAK KEDUA dibebaskan untuk menyelesaikan pekerjaan
sebagaimana dimaksud dalam perjanjian ini,dan PIHAK KEDUA wajib menyerahkan
semua data, gambar-gambar dan dokumen-dokumen yang telah dipersiapkan/dibuat
sampai saat terjadinya keadaan memaksa tersebut.
Pasal 11

PENYELESAIAN PERSELISIHAN
(1) Apabila terjadi perselisihan antara PARA PIHAK,maka pada dasarnya akan diselesaikan
secara musyawarah.
(2) Apabila perselisihan sebagaimana dimaksud pada ayat(1), tidak dapat diselesaikan secara
musyawarah, maka akan diputuskan melalui Badan Arbitrase Nasional Indonesia
(BANI),dengan ketentua nbahwa putusan BANI bersifat mengikat secara mutlak serta
bersifat final untuk tingkat pertama dan terakhir bagi PARA PIHAK.
(3) Biaya penyelesaian perselisihan sebagaimana dimaksud pada ayat(2), menjadi beban dan
tanggung jawab PARAP IHAK.

(4) Apabila penyelesaian melalui Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) tidak berhasil,
maka PARA PIHAK setuju dan sepakat akan diselesaikan melalui kepaniteraan Pengadilan
Negeri Jakarta Pusat.
Pasal 12

KETENTUAN HUKUM DAN DOMISILI


(1) Untuk pelaksanaan perjanjian ini berlaku ketentuan Hukum Perdata (KUHPerdata) dan
peraturan perundang-undangan terkait lainnya yang berlaku di Indonesia.
(2) PARA PIHAK telah setuju dan sepakat untuk melaksanakan perjanjian ini dengan memilih
tempat (domisili) yang tetap dan sah diwilayah hukum kepaniteraan Pengadilaan Negeri
Jakarta Pusat.

Pasal 13
BEA MATERAI DAN PAJAK
Segala biaya yang ditimbulkan sebagai akibat dibuatnya perjanjian ini,termasuk bea materai dan
pajak-pajak menjadi beban dan tanggung jawab PIHAK KEDUA.

Pasal 14

KETENTUA NPENUTUP
(1) Perubahan atas Perjanjian Kerjasama ini, hanya dapat dilakukan atas persetujuan dan
kesepakatan PARA PIHAK.
(2) Segala sesuatu yan belum diatur dalam Perjanjian ini atau perubahan-perubahan yang
dipandang perlu ole PARA PIHAK, akan diatur lebih lanjut dalam Perjanjian Tambahan
(Addendum) yang merupakan satu kesatuan dan bagian tidak terpisahkan dari
Perjanjianini.

Perjanjian ini ditandatangani oleh PARA PIHAK dengan penuh kesadaran dan tanggung
jawab serta tanpa tekanan/paksaan dari pihak manapun yang dibuatr angkap3(tiga), dua
rangkap diberimaterai Rp.6.000,- dengan masing-masing mempunyai kekuatan hukum mengikat
yang sama bagi PARA PIHAK.

............................................... 2017

PIHAK PERTAMA, PIHAK KEDUA

,Yayasan .................. SMK ........................


Ketua,
Kepala,

........................... ................................. Muh. Khudlori Saadi