Anda di halaman 1dari 6

1

BAB I
PENDAHULUAN

A. GAMBARAN UMUM PUSKESMAS PENIMBUNG


Puskesmas Penimbung merupakan salah satu dari 17 Puskesmas di
Kabupaten Lombok Barat dengan luas wilayah 64.542 Ha, dengan batas-batas
wilayah sebagai berikut :
1. Sebelah Utara : Hutan (Kabupaten Lombok Utara)
2. Sebelah Selatan : Kota Mataram
3. Sebelah Barat : Wilayah Kerja Puskesmas Gunungsari
4. Sebelah Timur : Kecamatan Lingsar
Secara administratif Puskesmas Penimbung terdiri atas 9 desa, dengan 42
dusun, yaitu :
1. Desa Penimbung
2. Desa Bukit Tinggi
3. Desa Mekarsari
4. Desa Kekeri
5. Desa Mambalan
6. Desa Jeringo
7. Desa Gelangsar
8. Desa Dopang
9. Desa Ranjok
Wilayah di Puskesmas Penimbung merupakan daerah daratan dan
pengunungan (perbukitan). Yang termasuk daerah pengunungan/perbukitan yaitu
: Desa Bukit Tinggi, Desa Mekarsari, Desa Mambalan dan Gelangsar.
Secara demografis, jumlah penduduk di Puskesmas Penimbung pada
tahun 2015 mencapai 26.426 jiwa (Proyeksi Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok
Barat), dan data ini menjadi dasar sasaran pembangunan kesehatan pada tahun
2015.
Visi Puskesmas Penimbung yaitu Terwujudnya Pelayanan Prima dan Mandiri
Untuk Hidup Sehat.
Sedangkan misi Puskesmas Penimbung adalah sebagai berikut :
2

1. Memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau serta


berkeadilan
2. Mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat melalui kegiatan
promotif dan preventif
3. Menggerakkan masyarakat dengan melibatkan lintas sektor dan lintas program
di bidang kesehatan
4. Menyelengarakan sistem informasi dan Manajemen Puskesmas yang
transparan dan akuntabel.
Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, Puskesmas Penimbung
didukung oleh sarana dan prasarana yang terdiri dari 5 unit Puskesmas Pembantu
dan 9 unit Poskesdes. Dukungan partisipasi masyarakat dalam bentuk posyandu
berjumlah 42 buah.
1. Keadaan Sarana Kesehatan
Jika dibandingkan antara jumlah penduduk tahun 2015 dengan jumlah
sarana dan prasarana kesehatan yang ada, maka didapatkan hal-hal sebagai
berikut :
a. Perbandingan jumlah Puskesmas pembantu (Pustu) dengan jumlah
penduduk bila mengacu pada Standar Nasional dengan ratio 1:10.000.
sedangkan ratio pustu di Puskesmas Penimbung sebanyak 5 buah, tetapi
apabila dilihat dari jumlah desa dan keadaan geografis maka dibutuhkan
lebih banyak lagi guna mendekatkan pelayanan kesehatan pada
masyarakat.
b. Poskesdes (Pos Kesehatan Desa) dengan tenaga Bidan Desa adalah
bentuk partisipasi masyarakat secara aktif dengan tujuan untuk membantu
persalinan di desa, dengan harapan dapat mengambil alih peran dukun
secara bertahap dengan pola pendampingan persalinan oleh dukun bayi,
sehingga Angka Kematian Bayi (AKB) dapat ditekan seminimal mungkin.
Poskesdes tahun 2015 berjumlah 9 buah tersebar di 9 desa, dan 1
diantaranya dalam keadaan rusak berat. Jumlah Poskesdes ini sudah
memenuhi target 1 Poskesdes di setiap desa.
c. Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) yang dibentuk masyarakat juga
merupakan sarana dimanfaatkan kesehatan untuk mendekatkan pelayanan
kepada masyarakat. Saat ini jumlah Posyandu di Puskesmas Penimbung
adalah 42 buah tersebar pada tiap-tiap dusun. Pengembangan Posyandu
3

didasarkan atas jumlah sasaran yang dilayani, bila sasaran ada ditempat
yang agak jauh dari Posyandu induk maka dapat dibentuk Posyandu satelit
dengan dukungan dari masyarakat (Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama
termasuk peran Kader Kesehatan).
2. Ketenagaan Puskesmas Penimbung
Jumlah tenaga kesehatan seluruhnya di Puskesmas Penimbung sampai
tahun 2015 adalah 52 orang dengan rincian Tenaga Medis (Dokter Umum)
sebanyak 2 orang. Sementara jumlah Perawat 11 orang dan Bidan berjumlah
14 orang. Jumlah Tenaga Gizi 2 orang, Sanitarian 2 orang, Perawat Gigi 1
orang, Farmasi 1 orang, Analis Laboratorium 2 orang, tenaga non kesehatan 4
orang, clining service 1 orang dan tenaga megabdi 9 orang.
Proporsi jumlah tenaga kesehatan baik yang berada di lingkungan
Puskesmas maupun Puskesmas Pembantu serta Poskesdes dibandingkan
dengan standar yang ada adalah sebagai berikut :
a. Medis (dokter umum dan dokter gigi)
Tenaga medis di Puskesmas Penimbung sampai tahun 2015 berjumlah
3 orang terdiri dari : 2 orang tenaga dokter umum dan 1 orang dokter gigi.
Ratio dokter umum dengan jumlah penduduk di Puskesmas Penimbung
sampai tahun 2015 adalah 1 per 10.000 penduduk. Dengan demikian
jumlah tenaga medis terpenuhi.
b. Keperawatan (Perawat dan Bidan)
Tenaga paramedis keperawatandan kebidanan tahun 2015
berjumlah 25 orang yang terdiri dari 11 orang perawat dan 14 orang bidan.
Ratio perawat dengan jumlah penduduk baru mencapai 4,16 per 10.000
penduduk, masih jauh dibawah target ratio pada indikator Indonesia Sehat
2010 yaitu 11,75 per 10.000 penduduk. Sedangkan ratio bidan 5,3 per
10.000 penduduk dari target ratio 10 bidan per 10.000 penduduk.
Dengan demikian Puskesmas Penimbung masih sangat kekurangan
tenaga perawat maupun tenaga bidan terlabih lagi jika memperhatikan
sebagian wilayah dengan letak geografis yang kurang menguntungkan.
c. Tenaga Gizi
Tenaga Gizi berjumlah 2 orang, 1 orang berstatus sebagai pengawal
negeri sipil dan 1 orang tenaga kontrak. Apabila mengacu pada hasil
perhitungan kebutuhan tenaga dengan menggunakan metode WISN
4

(Workload Indicator of Staffing Need) jumlah tenaga gizi yang di butuhkan


idealnya 3 sampai 4 petugas gizi di puskesmas yang tentunya disesuaikan
dengan beban kerja di puskesmas. Jika mengacu pada target rasio jumlah
tenaga gizi kemenkes RI mencapai 2 orang per 10.000 penduduk maka
jumlah tambahan tenaga yang di butuhkan sebanyak 2 orang.
d. Sanitasi
Tenaga sanitaria berjumlah 2 orang yang berstatus sebagai pegawai
negeri sipil. Tenaga ini merupakan tenaga yang banyak berperan pada
pemeliharaan sanitasi lingkungan sebagai upaya pencegahan terhadap
penyakit berbasis lingkungan seperti penyakit diare, malaria,
ISPA/Pnemonia, dan TB paru.
Bila kita perhatikan konsep wilayah kerja tenaga sanitarian harus
menjangkau seluruh desa untuk kegiatan penyehatan lingkungan berupa
penyuluhan, perbaikan kualitas air bersih/air minum, rumah sehat,
pengawasan industri dan sebagaiannya. Apalagi jika kita melihat semakin
banyaknya kerusakan lingkungan yang meningkatkan resiko terjadinya
penyakit maka sayangnya tenaga sanitarian haruslah mencukupi baiknya
dari segi kuantitas maupun kualitasnya. Ratio tenaga sanitarian pada tahun
2014 mencapai 0,72 per 10.000 sedangkan ratio standar tenaga sanitarian
adalah 4 per 10.000 penduduk. Sehingga Puskesmas Penimbung masih
membutuhkan tambahan tenaga sanitarian.
e. Tenaga Kesehatan Masyarakat
Puskesmas Penimbung tidak memiliki tenaga yang berlatar belakang
kesehatan masyarakat. Selama ini program yang berkaitan dengan promosi
kesehatan dipegang oleh perawat. Oleh karna itu, Puskesmas Penimbung
masih sangat membutuhkan tenaga kesehatan masyarakat.
f. Tenaga Kefarmasian
Tenaga kefarmasian berjumlah 1 orang dengan pendidikan SMF.
Ratio tenaga farmasi dengan penduduk adalah 0,36 per 10 .000 penduduk
dengan target ratio 1 orang tenaga farmasi (apoteker) per 10.000 penduduk.
Dengan demikian masih kekurangan ratio sekitar 1 tenaga apoteker untuk
dapat memberikan pelayanan kefarmasian yang memadai. Namun, jika
mengacu pada target tenaga farmasi 1 orang per Puskesmas maka tenaga
farmasi di Puskesmas Penimbung sudah memadai.
5

g. Tenaga Teknis Medis


Tenaga teknis medis berjumlah 2 orang yaitu tenaga analis
laboratorium. Tenaga teknis medis yang dimaksud merupakan tenaga
analis laboratorium.
3. Perhubungan
a. Akses jalan dari setiap desa menuju sanrana kesehatan bisa dilalui dengan
kendaraan roda 2 maupun roda 4.
b. Jarak fasilitas kesehatan dengan kantor desa masing masing rata2 1 km
c. Tidak ada sarana perhubungan yang di sediakan desa untuk menuju sarana
kesehatan. Masyarakat yang ingin mengunjungi fasilitas kesehatan
menggunakan kendaraan pribadi.
4. Mata Pencaharian
a. Petani/Pemilik 20%
b. Buruh T ani 10%
c. Pedagang 20%
d. Pegawai Negeri 5%
e. Peternak 25%
f. Buruh Pabrik 15%
g. Pengangguran, Ibu rumah tangga 15%
5. Pendidikan
a. SMA 30%
b. SMP 35%
c. SD 25%
d. Sarjana 5%
e. Putus Sekolah 5%
6. Agama
a. Islam 70%
b. Hindu 30%
7. Kesehatan
a. Keadaan Kebersihan rumah dinilai dari saluran air, dan syarat-syarat
kesehatan rumah: Baik 20%, Cukup baik 40%, Kurang 30%, sangat kurang
10%.
6

b. Berdasarkan fasilitas MCK yang tersedia warga yang menggunakan/


memiliki MCK pribadi 55% sedang yang menggunakan MCK di fasilitas
Umum 45%.
c. Fasilitas keehatan yang tersedia bagi masyarakat yaitu Puskesmas, Pustu
dan Bidan Desa