Anda di halaman 1dari 21

MENGATASI TROUBLE SHOOTING PADA PENGGUNAAN VENTILATOR

No. Dokumen No. Revisi Halaman

001/SOP ICU-04000/IV/2015 0 1/1

STANDAR Tanggal Terbit Ditetapkan Oleh


OPERASIONAL 07 April 2015 Direktur Rumah Sakit Medika Stannia
PROSEDUR

dr. Nursakti Awan Adhi, MM


NIP. 213.03.397
PENGERTIAN Tindakan memperbaiki terjadinya trouble shooting pada penggunaan ventilator

TUJUAN Tentang Kebijakan Pelayanan Intensif Care Unit Rumah Sakit Medika Stannia
Nomor : 011A/SK 01000/IV/2015.UM
Troubleshooting Alarm Ventilator
PROSEDUR
Ventilator Alarm Sign Kemungkinan penyebab Keterangan
Air Supply Down / 02 Tekanan sumber udara Periksa tekanan air supply
Supply Down atau 02 terlalu rendah dan 02 tetap berada diatas
nilai 3 bar, (kecuali pada
saat Fio2 100%)
Air Supply Pressure Tekanan sumber udara Periksa tekanan air supply
High / 02 Supply atau 02 terlalu tinggi dan 02 , tekanan tetap
Pressure High berada dibawah 6 bar
Airways Pressure Prosedur Kalibrasi Kalibrasi ulang prosedur
Upper Alarm Limit awal, obstruksi jalan ( matikan mesin, buka
(siemen servo 900c) nafas, setting alarm socket listrik dan oksigen,
limit, fighting, batuk pasang socket listrik,
nyalakan mesin, tunggu
jarum indicator airway
pressure turun kembali ke
nilai nol, kemudian baru
pasang gas soket), Periksa
adanya sumbatan sirkuit
atau kinking, akumulasi
plak dari sputum,
timbunan air pada sirkuit
ventilator, periksa reflek
batuk, periksa ada tanda2
fighting pernafasan mesin,
periksa kontaminasi air
pada inner sirkuit

1
ventilator
Airways Pressure Prosedur Kalibrasi Kalibrasi ulang prosedur
lower Alarm Limit awal, Kebocoran sirkuit ( matikan mesin, buka
( siemen servo 900) ventilator, prosedur socket listrik dan oksigen,
suctioning pasang socket listrik,
nyalakan mesin, tunggu
jarum indicator aiway
pressure turun kembali ke
nilai nol, kemudian baru
pasang gas soket), periksa
kebocoran sirkuit
ventilator
Apnoea Ventilation Apneu, setting alarm Tekan tombol alarm reset,
limit, limit setting periksa settingan apneu
apneu ventilation, ventilation dan setting
prosedur suctioning alarm limit (mesin segera
beralih pada mode backup
kecuali pada ventilator
Siemens servo 900)
Clean C02 Cuvette Sensor C02 kotor atau Periksa, bersihkan bila
rusak perlu penggantia sensor
C02
Device Failure Kalibrasi total, Hubungi teknisi ventilator
kerusakan mesin guna kalibrasi menyeluruh
Expired Minute Kobocoran, prosedur Prosedur pemeriksaan
Volume - Lower suctioning, setting sama dengan Low minute
Alarm Limit (siemen alarm limit, apneu Volume
servo 900)
Expired Minute Hiperventilasi , setting Prosedur sama dengan
Volume- Upper Alarm alarm limit High Minute Volume
Limit (siemens servo
900)
Exp. Valve Inop. Katup expirasi tidak Tekan dengan lembut
berada pada posisi yang katup exp. Hingga bunyi
tepat, kerusakan pada klik, kalibrasi ulang flow
flow sensor, kerusakan sensor bila perlu ganti
pada katup expirasi dengan yang baru, hubungi
teknisi ventilator
Fan Failure Kerusakan mesin Hubungi teknisi ventilator
Fi02 High Kerusakan 02 sensor Kalibrasi ulang 02 sensor
Fi02 low Kerusakan 02 sensor Kalibrasi ulang 02 sensor
Flow Measurement Kerusakan pada flow Kalibrasi ulang flow
inop. sensor sensor, periksa dan ganti
flow sensor ventilator
Flow Monitoring Off Flow monitoring di non Aktifkan kembali flow
aktifkan monitoring, kalibrasi ulang

2
flow sensor
Flow sensor ? Posisi flow sensor Lepas dan masukan
kurang tepat kembali flow sensor pada
tempatnya
Flow sensor Need cal. Perintah kalibrasi ulang Kalibrasi ulang flow
flow sensor sensor
High Frekwensi Hiperventilasi, setting Periksa kondisi pasien,
alarm limit periksa pola aliran udara,
setting alarm limit
High Minute Volume Setting alarm limit, Periksa setting alarm limit,
hiperventilasi periksa ada nya
kemungkinan
hiperventilasi
High Pressure Alarm Obstruksi jalan nafas, Periksa adanya sumbatan
fighting ventilation, sirkuit atau kinking,
setting alarm limit akumulasi plak dari
sputum, timbunan air pada
sirkuit ventilator, periksa
reflek batuk, periksa ada
tanda2 fighting pernafasan
mesin, periksa tekanan
puncak yang terukur pada
mesin
Leakage Kebocoran sirkuit Periksa kebocoran sirkuit
ventilator, kerusakan ventilator, kalibrasi ulang
flow sensor, prosedur flow sensor bila perlu
suctioning, kondisi ganti flow sensor dengan
pasien, setting alarm yang baru, bila perlu
limit koreksi nilai alarm limit
setting
Loss Of Data Baterai ventilator Hubungi teknisi ventilator
Low Pressure alarm Kebocoran sirkuit Kalibrasi ulang flow
ventilator , prosedur sensor, periksa kepatenan
suctioning, flow sensor sirkuit ventilator, periksa
rusak atau tidak tutup saluran humidifikasi
dikalibrasi chamber humidifier,
periksa reservoir water
trap (sambungan sirkuit
ventilator, daerah katup
dalam jalur expirasi),
periksa tekanan cuff ETT
dan kepatenan posisi ETT
Low Minute Volume Kebocoran, prosedur Kalibrasi flow sensor,
suctioning, setting Periksa kebocoran sirkuit,
alarm limit, apneu, flow periksa setting alarm limit,
sensor mengalami periksa adanya

3
kerusakan atau tidak kemungkinan Apneu
dikalibrasi, kerusakan
mesin
Low Tidal Volume Kebocoran, prosedur Periksa kebocoran sirkuit
suctioning, setting ventilator mencakup water
alarm limit, apneu trap dan humidifier
chamber, periksa setting
alarm limit, periksa adanya
kemungkinan tanda apneu
O2 sensor Need cal. Perintah kalibrasi ulang Kalibrasi ulang O2 sensor
sensor O2
PEEP High Obstruksi pada jalur Periksa sumbatan pada
expirasi, kerusakan sirkuit ventilator, periksa
mesin bacterial filter, periksa
katup expirasi
Tube or Vent blocked Sumbatan Prosedur Sama dengan
High pressure alarm
Temperature High Suhu jalan nafas lebih Matikan humidifier
dari 400C
Ventilator gagal Kalibrasi ulang, tekanan Kalibrasi ulang dengan
memompa yang terlalu tinggi, test lung, periksa settingan
settingan mode dasar mode dasar ventilator,
periksa tekanan jalan
nafas, periksa kebocoran
sirkuit ventilator (water
trap dekat katup expirasi
tekanan cuff ETT,
konektor antar sirkuit),
periksa sumbatan jalan
nafas, periksa adanya
kelainan fisiologis paru-
paru pasien
Volume Not Constant Tekanan jalan nafas dan Tekan alarm reset,
settingan mode, alarm modifikasi parameter T
limit setting insp, Flow, Pmax
UNIT TERKAIT ICU

4
PERAWATAN LUKA
No. Dokumen No. Revisi Halaman

001/SOP ICU-04000/IV/2015 0 1/1

STANDAR Tanggal Terbit Ditetapkan Oleh


OPERASIONAL 07 April 2015 Direktur Rumah Sakit Medika Stannia
PROSEDUR

dr. Nursakti Awan Adhi, MM


NIP. 213.03.397
Melakukan tindakan perawatan terhadap luka
PENGERTIAN
1. Mencegah infeksi pada luka
TUJUAN
2. Mempercepat penyembuhan pada luka
KEBIJAKAN Tentang Kebijakan Pelayanan Intensif Care Unit Rumah Sakit Medika Stannia
Nomor : 011A/SK 01000/IV/2015.UM
A. PERALATAN PERAWATAN LUKA
PROSEDUR
1. Bak instrument yang berisi:
2. Pinset anatomis
3. Pinset chirurgis
4. Gunting debridemand
5. Kassa steril
6. Kom 3 buah
7. Peralatan lain terdiri dari:
8. Spuit 5 cc atau 10 cc
9. Sarung tangan
10. Gunting plester
11. Plester atau perekat
12. Desinfektant
13. NaCl 0,9%
14. Bengkok 2 buah, 1 buah berisi larutan desinfektant
15. Verband
16. Obat luka sesuai kebutuhan

5
B. PROSEDUR PELAKSANAAN PERAWATAN LUKA
1. Tahap Pra Interaksi
a. Melakukan verifikasi program pengobatan klien
b. Mencuci tangan
c. Menempatkan alat di dekat pasien dengan benar
2. Tahap Orientasi
a. Memberikan salam sebagai pendekatan therapeutic
b. Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan pada klien/keluarga
c. Menanyakan kesiapan klien sebelum kegiatan dilakukan
3. Tahap Kerja
a. Menjaga privacy
b. Mengatur posisi pasien sehingga luka dapat terlihat jelas
c. Membuka peralatan
d. Memakai sarung tangan
e. Membuka balutan dengan hati-hati, bila sulit basahi dengan NaCl
0,9%
f. Membersihkan luka dengan menggunakan NaCl 0,9%
g. Melakukan debridemand bila terdapat jaringan nekrotik. (Bila ada
bula jangan dipecah, tapi dihisap dengan spuit steril setelah hari ke-3)
h. Membersihkan luka dengan NaCl 0,9%
i. Mengeringkan luka dengan mengguanakan kassa steril
j. Memberikan obat topical sesuai order pada luka
k. Menutup luka dengan kassa steril, kemudian dipasang verband dan
diplester
l. Memasang verband dan plester
m. Merapikan pasien
4. Tahap Terminasi
a. Mengevaluasi hasil tindakan
b. Berpamitan dengan pasien
c. Membereskan dan kembalikan alat ke tempat semula
d. Mencuci tangan

6
e. Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan
UNIT TERKAIT ICU

7
PEMASANGAN NASOGASTRIC TUBE (NGT)
No. Dokumen No. Revisi Halaman

001/SOP ICU-04000/IV/2015 0 1/1

STANDAR Tanggal Terbit Ditetapkan Oleh


OPERASIONAL 07 April 2015 Direktur Rumah Sakit Medika Stannia
PROSEDUR

dr. Nursakti Awan Adhi, MM


NIP. 213.03.397
Melakukan pemasangan selang (tube) dari rongga hidung ke lambung (gaster)
PENGERTIAN
1. Memasukkan makanan cair/obat-obatan, cair/padat yang dicairkan
TUJUAN
2. Mengeluarkan cairan/isi lambung dan gas yang ada dalam lambung
3. Mengirigasi karena perdarahan/keracunan dalam lambung
4. Mencegah/mengurangi nausea dan vomiting setelah pembedahan atau
trauma
5. Mengambil spesimen dalam lambung untuk studi laboratorium
KEBIJAKAN Tentang Kebijakan Pelayanan Intensif Care Unit Rumah Sakit Medika Stannia
Nomor : 011A/SK 01000/IV/2015.UM
A. INDIKASI
PROSEDUR 1. Pasien tidak sadar (koma)
2. Pasien dengan masalah saluran pencernaan atas : stenosis esofagus,
tumor mulut/faring/esophagus
3. Pasien yang tidak mampu menelan
4. Pasien pasca operasi pada mulut/faring/esofagus
B. PERSIAPAN ALAT
1. Selang NGT no.1 4/1 6 (untuk anak-anak lebih kecil ukurannya)
2. Jelly
3. Spatel lidah
4. Handscoen steril
5. Senter
6. Spuit/alat suntik ukuran 50cc
7. Plester
8. Stetoskop
9. Handuk

8
10. Tissue
11 . bengkok
C. PROSEDUR
1. Mendekatkan alat ke samping klien
2. Menjelaskan tindakan yang akan dilakukan dan tujuannya
3. Membantu klien pada posisi fowler/semi fowler
4. Mencuci tangan
5. Periksa kepatenan nasal. Minta pasien untuk bernapas melalui satu
lubang hidung saat lubang yang lain tersumbat, ulangi pada lubang
hidung yang lain, bersihkan mucus dan sekresi dari hidung dengan
kassa/lidi kapas. Periksa adakah infeksi
6. Memasang handuk diatas dada klien
7. Buka kemasan steril NGT dan taruh dalam bak instrumen steril
8. Memakai sarung tangan
9. Mengukur panjang selang yang akan dimasukkan dengan cara
menempatkan ujung
selang dari hidung klien ke ujung telinga atas lalu dilanjutkan sampai
processus xipodeus
10. Beri tanda pada selang yang telah diukur dengan plester
11. Beri jelly pada NGT sepanjang 1 0-20 cm dari ujung selang tersebut
12. Meminta klien untuk rileks dan bernapas normal. Masukkan selang
perlahan sepanjang 5- 10 cm. Meminta klien untuk menundukkan
kepala (fleksi) sambil menelan. Masukkan selang sampai batas yang
ditandai
13. Jangan memasukkan selang secara paksa bila ada tahanan
a. jika klien batuk, bersin, hentikan dahulu lalu ulangi lagi. Anjurkan
klien untuk tarik napas dalam
b. jika tetap ada tahanan, menarik selang perlahan-lahan dan masukkan
ke hidung yang lain kemudian masukkan kembali secara perlahan
c. jika klien terlihat akan muntah, menarik tube dan menginspeksi
tenggorokan lalu melanjutkan memasukkan selang secara bertahap.
14. Mengecek kepatenan
a. Masukkan ujung pipa sampai dengan terendam dalam mangkok
berisi air, klem dibuka jika ternyata sonde masuk dalam lambung
maka ditandai dengan tidak adanya gelembung udara yang keluar
b. Masukkan udara dengan spuit 2-3 cc ke dalam lambung sambil
mendengarkan dengan stetoskop. Bila terdengar bunyi kemudian
udara dikeluarkan kembali dengan menarik spuit

9
15. Pasang spuit/corong pada pangkal pipa apabila sudah yakin pipa masuk
lambung
16. Memfiksasi selang pada hidung dengan plester
17. Membantu klien mengatur posisi yang nyaman
18. Merapikan dan membereskan alat
19. Melepas sarung tangan
20. Mencuci tangan
21. Mengevaluasi respon klien
22. Pendokumentasian tindakan dan hasil
UNIT TERKAIT ICU

PERAWATAN INFUS
No. Dokumen No. Revisi Halaman

001/SOP ICU-04000/IV/2015 0 1/1

STANDAR Tanggal Terbit Ditetapkan Oleh


OPERASIONAL 07 April 2015 Direktur Rumah Sakit Medika Stannia
PROSEDUR

dr. Nursakti Awan Adhi, MM


NIP. 213.03.397
Perawatan pada tempat pemasangan infus
PENGERTIAN
Mencegah terjadinya infeksi
TUJUAN

KEBIJAKAN Tentang Kebijakan Pelayanan Intensif Care Unit Rumah Sakit Medika Stannia

10
Nomor : 011A/SK 01000/IV/2015.UM
PERALATAN
PROSEDUR
1. Sarung tangan 1 pasang
2. Pinset anatomis steril 2 buah
3. Perlak dan pengalas
4. Penunjuk waktu
5. Kassa steril, gunting plester
6. Plester / hipavik
7. Lidi kapas
8. Alkohol 70 %
9. Iodine povidon solution 10 %
10. Na Cl 0,9 %
11. Bengkok 2 buah

PROSEDUR PELAKSANAAN
1. Tahap Pra Interaksi
a. Melakukan verifikasi data sebelumnya
b. Mencuci tangan
c. Menempatkan alat di dekat pasien dengan benar
2. Tahap Orientasi
a. Memberikan salam sebagai pendekatan terapeutik
b. Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan pada keluarga / pasien
c. Menanyakan kesiapan klien sebelum kegiatan dilakukan
3. Tahap Kerja
a. Mengatur posisi klien ( tempat tusukan infus terlihat jelas )
b. Memakai sarung tangan
c. Membasahi plester dengan alkohol dan buka balutan dengan
menggunakan pinset.
d. Membersihkan bekas plester
e. Membersihkan daerah tusukan dengan iodine povidon
f. Menutup dengan kasa steril
g. Memasang plester penutup
h. Mengatur tetesan infus
4. Tahap Terminasi

a. Melakukan evaluasi tindakan


b. Melakukan kontrak untuk kegiatan selanjutnya
c. Berpamitan dengan pasien
d. Membereskan alat alat
e. Mencuci tangan
f. Mencatat kegiatan dalam lembatcatatan keperawatan
UNIT TERKAIT 1. IGD
2. ICU

11
3. Rawat Inap

PEMASANGAN INFUS
No. Dokumen No. Revisi Halaman

001/SOP ICU-04000/IV/2015 0 1/1

STANDAR Tanggal Terbit Ditetapkan Oleh


OPERASIONAL 07 April 2015 Direktur Rumah Sakit Medika Stannia
PROSEDUR

dr. Nursakti Awan Adhi, MM


NIP. 213.03.397
Pemasangan Infus merupakan pemberian sejumlah cairan ke dalam tubuh lewat
PENGERTIAN
sebuah jarum ke dalam pembuluh darah intra vena (pembuluh balik) untuk dapat
menggantikan cairan atau zat-zat makanan dari tubuh
TUJUAN
1. Mempertahankan dan mengganti cairan tubuh yg didalamnya
mengandung air, vitamin, elektrolit,lemak, protein ,& kalori yg tidak mampu
untuk dapat dipertahankan secara adekuat melalui oral

2. Agar dapat memperbaiki keseimbangan asam basa

3. Memperbaiki volume komponen-komponen darah Memberikan

12
jalan/jalur masuk dalam pemberian obat-obatan kedalam tubuh

4. Memonitor tekanan darah Intra Vena Central (CVP)

5. Memberikan nutrisi pada saat sistem pencernaan untuk di istirahatkan.

KEBIJAKAN Tentang Kebijakan Pelayanan Intensif Care Unit Rumah Sakit Medika Stannia
Nomor : 011A/SK 01000/IV/2015.UM
Persiapan Alat
PROSEDUR
1. Standar infuse

2. Set infuse

3. Cairan sesuai program medic

4. Jarum infuse dengan ukuran yg tepat

5. Pengalas

6. Torniket

7. Kapas alcohol

8. Plester

9. Gunting Kasa steril

10. Betadin

11. Sarung tangan

Prosedur Kerja

1. Jelaskan prosedur yg akan dilakukan Pemasangan infus | dok. Aristianto

2. Cuci tangan

3. Hubungkan cairan & infus set dgn memasukkan ke bagian karet atau
akses selang ke botol infuse

4. Isi cairan ke dalam set infus dgn menekan ruang tetesan sampai terisi
sebagian & buka klem slang sampai cairan memenuhi selang & udara selang

13
ke luar

5. Letakkan pangalas dibawah lokasi ( vena ) yg akan dilakukan


penginfusan

6. Lakukan pembendungan dengan tornikut (karet pembendung) 10 sampai


12 cm di atas tempat penusukan & anjurkan pasien untuk menggenggam
dengan gerakan sirkular ( apabila sadar )

7. Gunakan sarung tangan steril

8. Disinfeksi daerah yg akan ditusuk dengan kapas alcohol

9. Lakukan penusukan pada pembuluh intra vena dengan meletakkan ibu


jari di bagian bawah vena da posisi jarum ( abocath ) mengarah ke atas

10. Perhatikan adanya keluar darah melalui jarum ( abocath / surflo ) maka
tarik ke luar bagian dalam ( jarum ) sambil melanjutkan tusukan ke dalam
vena

11. Setelah jarum infus bagian dalam dilepaskan atau dikeluarkan, tahan
bagian atas vena dengan melakukan tekanan menggunakan jari tangan agar
darah tidak ke luar. Seterusnya bagian infus dihubungkan atau disambungkan
dengan slang infuse

12. Buka pengatur tetesan & atur kecepatan sesuai dengan dosis yg diberikan

13. Jalankan fiksasi dengan kasa steril

14. Tuliskan tanggal & waktu pemasangan infus serta catat ukuran jarum

15. Lepaskan sarung tangan & cuci tangan

Dokumentasi

1. Waktu pemasangan

2. Type cairan

3. Tempat insersi (melalui IV)

4. Kecepatan aliran (tetesan/menit)

5. Respon klien sesudah dilakukan tindakan pemasangan infuse

14
UNIT TERKAIT 1. IGD
2. ICU
3. Rawat Inap

PEMASANGAN DOWER CATHETER


No. Dokumen No. Revisi Halaman

001/SOP ICU-04000/IV/2015 0 1/1

STANDAR Tanggal Terbit Ditetapkan Oleh


OPERASIONAL 07 April 2015 Direktur Rumah Sakit Medika Stannia
PROSEDUR

dr. Nursakti Awan Adhi, MM


NIP. 213.03.397
Pemasangan kateter urine ialah dengan melaksanakan insersi kateter Folley /
PENGERTIAN
Nelaton melalui uretra ke muara kandung kemih untuk mengeluarkan urine.
1. Monitoring urine output dengan cara ketat.
TUJUAN
2. Memulihkan / mengatasi retensi urine akut / kronis.
3. Mengambil spesimen urine steril untuk pemeriksaan diagnostik.
4. Pengaliran urine untuk persiapan operasi atau pasca operasi.
5. Menentukan jumlah urine sisa setelah miksi.
KEBIJAKAN Tentang Kebijakan Pelayanan Intensif Care Unit Rumah Sakit Medika Stannia
Nomor : 011A/SK 01000/IV/2015.UM
A. Persiapan Alat
PROSEDUR 1. Alat Nonsteril
a. Plester

b. Bengkok atau nierbeken

c. Alat tulis

d. Perlak

15
e. Pispot

f. Gunting

g. Sampiran

h. Urin bag

2. Alat Steril
a. Handscoon Steril

b. Dower Catheter sesuai ukuran

c. Jelly

d. Betadine
e. Aquadest
f. Spuit 10 cc
g. Set Catheter urine steril :
1) Pinset anatomis

2) Duk bolong

3) Kassa steril

4) Kom

B. Persiapan Klien
1. Memberikan salam terapeutik.

2. Menjelaskan tujuan tindakan.

3. Menutup sampiran.

4. Mencuci tangan.

5. Mengatur posisi klien, menganjurkan klien pada posisi supin dengan


lutut ditekuk, paha fleksi, kaki diletakkan ditempat tidur & tutupi klien
dengan selimut atau kain.

6. Meletakkan pot di bawah bokong klien. Letakkan nierbeken diantara ke-


2 kaki klien.

7. Membuka set steril, atur alat steril dengan memanfaatkan pinset, Buka

16
Penutup kateter letakkan kateter pada alat steril.

8. Menggunakan handscoen steril sebelah kanan terlebih dahulu, tangan


sebelah kanan digunakan mengambil pinset steril tangan kiri untuk
membuka tempat kassa telah diberi betadine. Letakkan kassa pada kom.
Pakai kembali sarung tangan sebelah kiri.

9. Menutup perineal dengan menggunakan duk bolong.

10. Memegang glans penis dengan memakai tangan non dominan. Bersihkan
glans penis sekitar meatus urinaria dengan kassa betadine jaga agar
tangan dominan tetap steril, 1 kali usapan.

11. Mengolesi ujung kateter dengan jelly (minta tolong assistant)

12. Memasukkan kateter yg sudah diberi jelly kateter kurang lebih 6 10


centi meter kedalam meatus uretra.

13. Memastikan urine tetap ke luar, selanjutnya kateter urine disambungkan


pada urine bag.

14. Melakukan fiksasi dengan cara memberikan injeksi air aquadesh ke


dalam folley kateter untuk mengembangkan balon kateter, supaya keteter
tak mudah terlepas (pemberian aquadest sesuai aturan).

15. Menarik dengan cara perlahan-perlahan folley keteter untuk memastikan


apakah kateter telah terfiksasi dengan aman.

16. Menulis tanggal pemasangan kateter pada plester yg dapat direkatkan ke


selang bag urine dengan paha klien.

17. Memfiksasi selang kateter dengan plester & letakkan selang kateter pada
paha klien.

18. Merapihkan klien & alat-alat.

19. Melepaskan handscoon dan buang pada nierbeken.

20. Mencuci tangan.

C. Evaluasi
1. Mengobservasi jumlah & karakteristik urine yg ke luar.
2. Memonitor kesadaran & tanda-tanda vital klien sesudah pemasangan
kateter.
3. Melakukan palpasi kandung kemih & tanyakan adanya rasa

17
ketidaknyamanan sesudah pemasangan kateter.
4. Mengobservasi posisi kateter & drainage urine ke urine bag.

D. Dokumentasi
1. Mencatat pelaksanaan prosedur, kondisi perineum & meatus uretra.
2. Mencatat waktu pemasangan, & karakteristik urine (konsistensi, jumlah,
bau, & warna).
3. Mencatat respon klien selama prosedur.
4. Mencatat type, ukuran kateter, & jumlah cairan yg dipakai untuk
mengembangkan balon.

UNIT TERKAIT 1. IGD


2. ICU
3. Rawat Inap

AMBULASI
No. Dokumen No. Revisi Halaman

001/SOP ICU-04000/IV/2015 0 1/1

STANDAR Tanggal Terbit Ditetapkan Oleh


OPERASIONAL 07 April 2015 Direktur Rumah Sakit Medika Stannia
PROSEDUR

dr. Nursakti Awan Adhi, MM


NIP. 213.03.397
PENGERTIAN

Meningkatkan rasa nyaman dan aktivitas klien


TUJUAN

KEBIJAKAN Tentang Kebijakan Pelayanan Intensif Care Unit Rumah Sakit Medika Stannia
Nomor : 011A/SK 01000/IV/2015.UM

18
A. Alat
PROSEDUR 1. Brankar
2. Kursi roda
3. Tempat tidur
4. Kursi

UNIT TERKAIT 1. IGD


2. ICU
3. Rawat Inap

No. Dokumen No. Revisi Halaman

001/SOP ICU-04000/IV/2015 0 1/1

STANDAR Tanggal Terbit Ditetapkan Oleh


OPERASIONAL 07 April 2015 Direktur Rumah Sakit Medika Stannia
PROSEDUR

dr. Nursakti Awan Adhi, MM


NIP. 213.03.397
PENGERTIAN

19
TUJUAN

KEBIJAKAN Tentang Kebijakan Pelayanan Intensif Care Unit Rumah Sakit Medika Stannia
Nomor : 011A/SK 01000/IV/2015.UM

PROSEDUR

UNIT TERKAIT 1. IGD


2. ICU
3. Rawat Inap

No. Dokumen No. Revisi Halaman

001/SOP ICU-04000/IV/2015 0 1/1

20
STANDAR Tanggal Terbit Ditetapkan Oleh
OPERASIONAL 07 April 2015 Direktur Rumah Sakit Medika Stannia
PROSEDUR

dr. Nursakti Awan Adhi, MM


NIP. 213.03.397
PENGERTIAN

TUJUAN

KEBIJAKAN Tentang Kebijakan Pelayanan Intensif Care Unit Rumah Sakit Medika Stannia
Nomor : 011A/SK 01000/IV/2015.UM

PROSEDUR

UNIT TERKAIT 1. IGD


2. ICU
3. Rawat Inap

21