Anda di halaman 1dari 6

RISK REGISTER RUMAH SAKIT AR BUNDA PRABUMULIH PERIODE TAHUN 2016

IDENTIFIKASI KATEGORI S P R KATEGORI DESKRIPSI DAMPAK TINDAKAN : PENCEGAHAN- MITIGASI BIAYA RANG
RESIKO UNIT RESIKO DAMPAK KING
Penundaan Patient care 4 5 20 Cidera 1. Keterlambatan pemberian 1. Mengevaluasi sistem dan prosedur Rp 30.000.000
ketersediaan obat related risk Pasien terapi distribusi obat keruangan
injeksi diruangan 2. Terjadinya perburukan 2. Melakukan shift lembur
kondisi pasien pada jam-jam sibuk
3. Timbulnya keluhan pasien
4. Pasien membeli obat ke luar
3. Penambahan jumlah SDM (tenaga
apoteker)
1
RS 4. Perluasan ruangan
5. Ketidak percayaan penyiapan obat.
pelanggan
Pasien terjatuh dari Patient care 4 4 16 Cidera Dapat mengakibatkan cidera 1. Melalukan penilaian resiko jatuh Rp
tempat tidur related risk Pasien pada pasien 2. Melakukan pengawasan pada
kelompok beresiko.
3. Memasang pagar pengaman jika
pasien sudah ditempat tidur.
2
Kesalahan identifikasi Patient care 4 4 16 Cidera 1. Kesalahan pemberian Monitoring pelaksanaan SPO Rp -
pasien related risk pasien terapi
2. Kesalahan dalam melakukan
identifikasi pasien di ruangan 3
prosedur/ tindakan
Infeksi luka operasi Patient care 4 4 16 Cidera 1. Hari rawat pasien menjadi 1. Pengajuan formulir pemantauan Rp 500.000
risk Pasien lama IDO untuk pasien-pasien post
2. Penamabahan biaya operasi
perawatan 2. Sosialisasi cara cuci tangan biasa
3. Ketidak percayaan dokter dan cuci tangan bedah di OK.
dengan kamar operasi dan 3. Pembuatan leaflet mengenai
perawatan pasien selama perawatan luka post operasi dan
dirumah sakit persiapan operasi.
4. Citra rumah sakit buruk 4. Memfokuskan kegiatan surveylen
PPI di OK.
5. Melalukan pemantauan yang akan
dilakukan tindakan operasi dengan
cara pasien dilakukan pencukuran
dengan clipper dan mandi dengan 4
cairan antiseptik sebelum tindakan
operasi.
6. Melalukan pengawasan terhadap
kesterilan alat operasi dan alat
perawatan luka.
7. Melakukan penkes cara perawatan
luka dirumah pada pasien post
operasi.
8. Menetapkan protap pemeriksaan
gula darah.
Kesalahan diet pasien Patient care 4 4 16 Cidera 1. Dapat memyebabkan alergi 1. Melalukan asesemen awal gizi. Rp -
risk pasien pada pasien. 2. Teliti melakukan identifikasi,
2. Dapat mengakibatkan pasien petugas pantry melakukan

menjadi
yang seharusnya puasa verifikasi ulang sebelum
memberikan diet kepada pasien.
5
makan.
3. Dapat memperburuk kondisi
pasien contoh pasien diet
rendah garam menjadi diet
biasa.
1.
Penundaan Patient care 4 3 12 Cidera 1. Keterlambatan pemberian 1. Mengevaluasi sistem dan prosedur Rp 30.000.000
ketersediaan obat oral risk pasien terapi distribusi obat keruangan
ruangan/ obat oral 2. Terjadinya perburukan 2. Melakukan shift lembur pada jam-
pasien pulang. kondisi pasien
3. Timbulnya keluhan pasien 3.
jam sibuk
Penambahan jumlah SDM (tenaga
6
4. Pasien membeli obat ke luar apoteker)
RS 4. Perluasan ruangan penyiapan obat.
5. Ketidak percayaan
pelanggan
Keterlambatan visite Patient care 4 3 12 Cidera 1. Keterlambatan pemberian Penambahan jumlah dokter Rp 10.000.000
dokter risk pasien terapi spesialis.
2. Terjadinya perburukan kondisi
pasien
3. Timbulnya keluhan pasien
7
4. Ketidak percayaan pelanggan
Salah memberikan Patient care 4 3 12 Cidera 1. Kesalahan dalam pemberian. 1. Perawat terus melaksanakan Rp -
obat ( 7 benar obat ) risk pasien 2. Kesalahan dalam meletakkan prinsip 7 benar dalam pemberian
obat. obat.
3. Kesalahan dalam pengambilan
obat.
2. Saat menurunkan obat perawat
harus cek antara resep dan CPPT.
8
4. Kesalahan dalam membaca 3. Sebelum memasukkan obat ke
resep. dalam kotak obat pasien cocokkan
nama obat, nama pasien, no rekam
medik, dan catatan obat pasien.
1.
Kesalahan dalam Patient care 4 3 12 Cidera 1. Kesalahan transfusi 1. Identifikasi pasein sebelum Rp 20.000
pengerjaan golongan risk pasien 2. Resiko tuntutan hukum melakukan sampling.
darah 3. Ketidakpercayaan pelanggan. 2. Bertanya aktif saat melakukan
sampling
3. Pencocokkan kembali pada saat

4.
melakukan reaksi.
Pengecekan kembali pada saat 9
validasi hasil
5. Penggantian reagen cair yang ada
saat ini dengan metode eldon card
(reagen tertanam lamgsung di kartu
sehingga menghindari resiko salah
mereaksikan test )
Pasien tidak terpasang Patient care 4 3 12 Cidera Kesalahan dalam pemberian 1. Perawat harus memasang gelang Rp -
gelang identifikasi risk pasien terapi
2.
kesemua pasien baru.
Perawat haru smelaukan verifikasi
10
sebelum melakukan tindakan.
3. Saat operan antar shif harus selalu
melihat gelang.
Resiko tertusuknya Medical staf 3 4 12 Pelayanan Tertularnya penyakit dari pasien 1. Hindari re caping jarum yang telah Rp 300.000
jarum bekas pakai related rsik operasional ke petugas kesehatan digunakan setelah injeksi atau
prosedur invasif lainnya.
2.
3.
Gunakan APD
Pastikan tempat sampah tajam
11
tidak penuh, 3/4 terisi dudah
diganti.
4. Hati-hati dalam bekerja.
5. Berikan diklat tentang penyuntikan
yang aman.
Operasi yang Patient 3 4 12 Cidera 1. Saat operasi berbarengan 1. Kolaborasi dengan DPJP, Rp -
dilakukan secara related risk pasein kesterilan alat kurang efektif keperawatan dan pelayanan medis
berbarengan dan sehingga memicu untuk penjadwalan.
beruntun pertumbuhan kuman dan
menyebabkan IDO.
2. Bekerjasama dengan PPI pada saat
operasi banyak untuk pemantauan.
12
2. Jika operasi SC berbarengan 3. Melakukan pensterilan alat dan
maka ada resiko bayi ruangan sesuai denga SPO yang
tertukar. ditentukan.
3. Penghangatan bayi kurang 4. Pemasangan gelang identifikasi
efektif sehingga resiko bayi langsung segera setelah bayi baru
hipotermia. lahir.
Resiko kekosongan Patient care 3 4 12 Cidera Dapat mengakibatkan 1. Melakukan pengecekan rutin sesuai Rp -
tabung oksigen risk pasien kekurangan suplai oksigen
2.
SPO.
Melakukan sosilaisasi kepada porter
13
dan security teknik penanganan
tabng oksigen.

Resiko kesalahan Patient care 3 4 12 Cidera 1. Salah pemberian terapi 1. Pengecekan kesesuaian data pasien.
input hasil risk pasein 2. Pemberian terapi yang tidak 2. Pengawasan kepatuhan identifikasi
laboratorium diperlukan. pasien.
3. Ketidak
pelanggan.
percayaan 3. Pengecekan kembali sampel dan
data saat proses analisa.
14
4. Resiko tuntutan hukum 4. Pengecekan kembali hasil
5. Biaya rujukan jika klinisi penginputan ke komputer.
minta second opinion. 5. Proses verifikasi dan validasi oleh 2
orang petugas.
Resiko tertukar hasil Patient care 4 2 8 Cidera Dapat mengakibatkan kesalahan 1. Identifikasi ulang dengan pasien atau Rp -
pemeriksaan hasil risk pasien pemberian terapi perawat saat penyerahan hasil.
rontgen 2. Lebih teliti lagi dalam proses
pengerjaan pemeriksaan.
15
Tulisan DPJP pada Patient care 4 2 8 Cidera Dapat mengakibatkan kesalahan Konfirmasi ulang saat DPJP menuliskan Rp -
resep obat yang sulit
dibaca
risk pasien terapi, over dosis, dan alergi
obat.
resep obat 16
Riwayat alergi obat Patient care 4 2 8 Cidera Dapat menyebabkan cidera pada 1. Identifikasi dan asesmen ulang Rp -
yang tidak tercatat risk pasien pasien / syok anafilaktik secara lengkap tentang riwayat
kesehatan pasien
2. Secera catat diberkas rekam medis
pasien jika pasien memiliki riwayat
17
alergi.
3. Edukasi pasien untuk meminum
obat dirumah sakit untuk dilakukan
pengawasan.
Resiko flebitis Patient care 2 3 6 Cidera 1. Hari rawat pasien 1. Gunakan APD setiap melakukan Rp -
risk pasien bertambah. tindakan.
2. Terjadinya bekas luka tusukan 2. Lakukan teknik aseptik sebelum
jarum yang megakibatkan
bengkak. Merah dan nyeri. 3.
melakukan tindakan.
Lakukan teknik pemasangan infus
18
3. Terjadinya komplain pasien yang benar.
4. Citra rumah sakit buruk 4. Lakukan pemantauan pada pasien
yang terpasang infus
5. Berikan diklat pada karywan cara
pemasangan infus sesuai SPO.
Resiko tertularnya Medical staf 2 2 4 Pelayanan Tertularnya penyakit dari pasien 1. Gunakan APD secara benar Rp -
petugas medis dari related risk operasional ke petugas kesehatan 2. Berikan diklat tentang kewaspadaan
penyakit infeksi isolasi dan penanganan pasien
(TBC, Varicela,
Hepatitis, HIV)
dengan penyakit menular kepada
seluruh karyawan.
19
3. Lakukan cuci tangan secara benar.
4. Tempatkan pasien secara kohort.
Resiko selang infus Patient care 2 2 4 Cidera 1. Kebutuhan cairan tidak 1. Setiap 1 jam wajib mengecek Rp -
macet risk pasien sesuai tetesan infus.
2. Infus jadi macet. 2. Menghitung ulang tetesan infus
3. Resiko emboli udara setiap operan shift dan setiap
mengganti cairan.
20
3. Mengganti segera pada saat cairan
< 50 cc.
4. Edukasi pada pasien/ keluarga
pasien agar tidak mengubah tetesan
cairan infus.
Resiko terjadinya stok Financial risk 2 2 4 Biaya/ 1. Meningkatnya nilai 1. Meminta dokter untuk mematuhi
obat yang tidak keuangan persediaan farmasi dan RS penggunaan obat sesuai dengan
berjalan ( slow 2. Meningkatnya biaya formularium rumah sakit.
moving ) penyimpanan
pengawasan.
dan 2. Melakukan evaluasi penggunaan
obat dirumah sakit secara
21
3. Meningkatnya resiko obat periodik.
kadarluarsa. 3. Melakukan revisi dan evaluasi
4. Menurunkan pendapatan RS formularium obat rumah sakit.
karena tidak terjadi 4. Melakukan evaluasi stok maksimal
penjualan obat dan minimal.

Mengetahui, Prabumulih, Desember 2016


DIREKTUR RUMAH SAKIT KETUA KOMITE PMKP
AR BUNDA,

dr. H. Alip Yanson , MARS dr. Dwi Prawita Sari, Sp THT-KL

Anda mungkin juga menyukai