Anda di halaman 1dari 11

26

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian


Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kausal
komparatif.Menurut Mudrajad Kuncoro (2005) penelitian kausal komparatif
selain mengukur kekuatan hubungan antara dua variabel atau lebih, studi
kausalitas juga menunjukan arah hubungan antara variabel bebas dan variabel
terikat yang mempertanyakan sebab-akibat. Dengan kata lain desain kausal
berguna untuk mengukur hubungan-hubungan antar variabel riset atau berguna
untuk menganalisis bagaimana suatu variabel mempengaruhi variabel yang lain.

3.2 Populasi dan Sampel


3.2.1 Populasi
Sugiyono (2010:115) mengemukakan pendapatnya bahwa Populasi adalah
wilayah generasi yang terdiri atas: objek/subjek yang mempunyai kualitas dan
karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian
ditarik kesimpulannya.
Berdasarkan pengertian tersebut maka yang menjadi populasi pada
penelitian ini adalahperusahaan manufaktur sektor aneka industri yang terdaftar di
Bursa Efek Indonesia periode 2009-2011.

3.2.2 Sampel
Dari populasi yang ada akan diambil sampelnya yang sesuai dengan
kriteria yang telah ditetapkan oleh peneliti. Teknik sampling yang digunakan
dalam penelitian ini adalah metode purposive sampling, yaitu penentuan sampel
dengan pertimbangan atau kriteria tertentu (Sugiyono, 2010:116).Kriteria yang
digunakan dalam penentuan sampel dalam penelitian ini adalah:
1. Perusahaan manufaktur sektoraneka industri yang tercatat di BEI tahun 2009-
2011.
27

2. Perusahaaan manufaktur sektor aneka industri yang mempublikasikan


laporankeuangan secaraberturut-turut selama 3 tahun (2009-2011).
3. Perusahaan manufaktur sektor aneka industri yang tidak memiliki laba negatif
untuk periode 2009-2011.

Tabel 3.1
Jumlah sampel berdasarkan karakteristik yang ditetapkan
SUBSEKTOR
Otomotif Tekstil Alas Elektronika Lain-
dan dan Kaki Kabel nya
No Keterangan Komponen Garment
Jumlah
12 20 3 6 1 1
1 populasi
Perusahaan
yang belum
mempublikasik
2 an (1) (10) (2) (2) (1) (1)
laporan
keuangan di bei
tahun 2009-
2011
Perusahaan
yang
mempunyai
3 (1) (7) (1) (0) (0) (0)
laba negatif
tahun 2009-
2011
4 Jumlah Sampel 10 3 1 4 0 0

Keseluruhan sampel berjumlah 18 perusahaan. Menurut Sugiyono


(2010:122), Sampel jenuh adalah teknik pengumpulan sampel bila semua
anggota populasi digunakan sebagai sampel. Hal ini dikarenakan jumlah
populasi relatif kecil, yaitu kurang dari 20 sampel, atau peneliti ingin membuat
generalisasi dengan kesalahan yang sangat kecil.
28

Tabel 3.2
Perusahaan yang menjadi sampel
No Kode Perusahaan Jenis Sub-sub Sektor
1 ASII PT Astra Internasional Tbk Otomotif dan Komponen
2 AUTO PT Astra Otoparts Tbk Otomotif dan Komponen
3 GJTL PT Gajah Tungal Tbk Otomotif dan Komponen
4 IMAS PT Indomobil Sukses Makmur Tbk Otomotif dan Komponen
5 NIPS PT Nipress Tbk Otomotif dan Komponen
6 SMSM PT Selamat SempurnaTbk Otomotif dan Komponen
7 BRAM PT Indo Kordsa Tbk Otomotif dan Komponen
8 GDYR PT Goodyear IndonesiaTbk Otomotif dan Komponen
9 INDS PT IndospringTbk Otomotif dan Komponen
10 LPIN PT Multi Prima SejahteraTbk Otomotif dan Komponen
11 UNIT PT Nusantara Inti Corpora Tbk Tekstil dan Garmen
12 PBRX PT Pan Brother Tbk Tekstil dan Garmen
13 INDR PT Indo Raya Synthetic Tbk Tekstil dan Garmen
14 BATA PT Sepatu BataTbk Alas Kaki
15 KBLI PT KMI Wire & Cable Tbk Kabel
16 KBLM PT Kabelindo MurniTbk Kabel
17 SCCO PT SucacoTbk Kabel
18 VOKS PT Voksel ElectricTbk Kabel
Sumber: www.idx.co.id

3.3 Metode Pengumpulan Data


3.3.1 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dilakukan di dalam penelitan ini adalah dengan
cara sebagai berikut:
1. Penelitian Kepustakaan (Library Research)
Penelitian dengan cara membaca dan mempelajari literatur seperu buku-buku,
jurnal, koran, dan berbagai macam sumber tertulis lainya yang berkaitan
dengan topik penelitian.
2. Teknik Observasi
Data yang digunakan di dalam penelitian ini merupakan data sekunder
sehingga prosedur pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi
terhadap laporan keuangan, yang disediakan oleh perusahaan itu sendiri yang
diperoleh dari website Bursa Efek Indonesia.
29

3.3.2 Jenis dan Sumber Data


Data yang diperlukan untuk penelitian ini merupakan data sekunder, yaitu
data yang di peroleh secara tidak langsung dari sumber utama (perusahaan) yang
dijadikan objek penelitian. Data tersebut merupakan laporan keuangan (annually
report) perusahaan-perusahaan yang tergolong dalam kelompok perusahaan
manufaktur sektor aneka industri selama tiga periode yaitu tahun 2009-
2011.Sumber data yang diperoleh untuk penelitian ini yaitu diperoleh melalui
situs homepage Bursa Efek Indonesia (BEI) yaitu www.idx.co.id.

3.4 Identifikasi dan Definisi Operasional Variabel


3.4.1 Identifikasi Variabel
Menurut Sugiyono (2010:59) variabel penelitian terdiri dari:
a. Variabel indepeden atau variabel bebas yaitu variabel yang dapat
mempengaruhi variabel lain atau yang menjadi sebab perubahannya
atau timbulnya variabel dependen (terikat).
b. Variabel dependen atau terikat yaitu variabel yang nilainya
dipengaruhi oleh varibel independen atau yang menjadi akibat,karena
adanya variabel bebas.

Dalam penelitian ini yang menjadi variabel independen yaituCurrent


Ratio, Debt to Equity Ratio, Profit Margin, dan Retun On Asset (X) dan variabel
dependen dalam penelitian ini adalah Perubahan Laba (Y).

3.4.2 Definisi Operasional Variabel


Definisi operasional merupakan bagian dari penelitian yang menjelaskan
karakteristik dari objek ke dalam elemen-elemen yang dapat di observasi.Adapun
kerangka konsep pada yang menyebabkan konsep dapat diukur dan
dioperasionalkan di dalam penelitian. Variabel- variabel penelitian ini dapat
dilihat sebagai berikut:
30

a. Current Ratio sebagai variabel independen (X 1 )adalah rasio yang


menunjukkan sejauh mana aktiva lancar(current ratio) memenuhi
kewajiban-kewajiban lancar(current liabilities).Current Ratio dapat
dihitung dengan membandingkan current asset dengan current
liabilities pada periode tertentu di perusahaan tersebut.
b. Debt to Equity Ratio sebagai variabel independen (X 2 ) adalah rasio
yang digunakan untuk menilai utang(liabilities) dengan
ekuitas(equity), dan jugauntuk mengetahui jumlah dana yang
disediakan peminjam (kreditor) dengan pemilik perusahaan atau
berfungsi untuk mengetahui setiap setiap rupiah modal sendiri yang
dijadikan untuk jaminan utang. Debt to Equity Ratio dapat dihitung
dengan cara mebandingkan total liabilites dengan equity pada periode
terntentu di perusahaan tersebut.
c. Profit Margin sebagai variabel independen (X 3 )adalah rasio yang
digunakan untukmenghitung sejauh mana kemampuan perusahaan
menghasilkan laba bersih(earnings after tax) pada tingkat
penjualan(sales) tertentu. Profit Margin dapat dihitung dengan cara
membandingkan laba bersih dengan penjualan pada periode tertentu di
perusahaan tersebut.
d. Return On Assetsebagai variabel independen (X 4 ) adalah rasio yang
digunakan untuk menunjukkan kemampuan perusahaan menghasilkan
laba bersih (earnings after tax) dengan menggunakan total aktiva
(total asset) yang dimiliki perusahaan. Variabel ini dapat diukur
dengan menghitung laba bersih(earnings after tax) dibagi dengan total
aktiva (total asset) perusahaan tersebut.
e. Perubahan Laba sebagai variabel Dependen (Y) merupakan naik
turunya laba yang di dapatkan oleh perusahaan pada setiap perode di
perusahaan tersebut. Variabel ini dapat diukur dengan cara
mengurangi laba yang sekarang dengan laba yang sebelumnya dan
membaginya dengan laba sebelumnya.
31

3.5 Metode dan Teknik Analisis


3.5.1 Model AnalisisRegresi Linier Berganda
Metode atau modelanalisis yang digunakan didalam penelitian ini adalah
metode regresi linear berganda. Analisis ini bertujuan untuk mengetahui ada
tidaknya pengaruh variable independen yang terdiri dari (Current Ratio, Debt to
Equity Ratio, Profit Margin, Return On Asset) dan 1 variabel
dependen(perubahan laba), sehingga menggunakan persamaan regresi berganda.
Persamaan regresi yang digunakan adalah:

Y = a + b 1 X1 + b2 X2 + b 3 X3 + b4 X4 + e

Dimana:
Y = Perubahan Laba
a = Konstanta
b 1,2,3,4 = Koefisien regresi berganda
X1 = CR (Current Ratio)
X2 = DER (Debt to Equity Ratio)
X3 = PM(Profit Margin)
X3 = ROA (Return on Assets)
e = Standard error

3.5.2 Statistik Deskriptif


Analisis deskriptif merupakan analisis yang paling mendasar untuk
menggambarkan keadaan data secara umum. Analisis deskriptif ini meliputi
beberapa hal sub menu deskriptif statistik seperti frekuensi, deskriptif, explorasi
data, tabulasi silang dan analisis rasio. Pada penelitian ini akan dijelaskan statistik
deskriptif dengan penyajian data secara numerik yang meliputi mean, standar
deviasi, nilai maksimum dan nilai minimum variabel penelitian.

3.5.3 Uji Asumsi Klasik


Uji asumsi klasik digunakan untuk mengetahui apakah hasil analisis
regresi linier berganda yang digunakan untuk menganalisis dalam penelitian ini
32

terbebas dari penyimpangan asumsi klasik yang meliputi uji normalitas,


heteroskedastisitas, multikolinieritas, dan autokoerlasi. Adapun masing-masing
pengujian tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut:
a. Uji Normalitas
Uji normalitas digunakan untuk menguji apakah dalam sebuah model
regresi,variabel dependen dan variabel indenpedennya memiliki
distribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah apabila
variabel berdistribusi normal.Uji normalitas dapat dilihat melalui
grafik sebaran data dan uji Kolmogorow-Smirnov. Apabila
probabilitas >0,05 maka distribusi normal dan dapat digunakan regresi
berganda.
b. Uji Heterokedastisitas
Uji Heterokedastisitas digunakan untuk menguji apakah dalam model
regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual pengamatan satu
ke pengamatan yang lainnya. Jika variance dari residual satu
pengamatan ke pengamatan lain tetap maka disebut homokedastisitas,
jika berbeda disebut heterokedastisitas. Model regresi yang baik yaitu
apabila tidak terjadi heterokedastisitas.Untuk menguji apakah terjadi
heterokedastisitas maka penulis menggunakan uji scatterplot. Dasar
analisis dari uji scatterplot ini yaitu :
1. Jika ada pola tertentu, apabila terjadi titik-titik yang ada
membentuk pola tertentu yang teratur maka mengindikasikan adanya
gejala heterokedastisitas.
2. Jika tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar diatas dan
dibawah angka 0 sumbu Y, maka tidak terjadi heterokedastisitas.
c. Uji Multikolonieritas
Uji multikolinieritas digunakan untuk mengetahui apakah dalam
model regresi ditemukan adanya korelasi yang tinggi antar variabel
bebas. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi antar
variabel independen. Untuk mengetahui ada tidaknya gejala
multikolinieritas dapat dilihat dari besarnya nilai Variance Inflation
33

Factor. Nilai cutoff yang umum dipakai untuk menunjukkan gejala


multikolinieritas adalah nilai Tolerance 0,10 atau sama dengan nilai
VIF 10.
d. Uji Autokorelasi
Uji ini bertujuan untuk melihat apakah dalam suatu model regresi ada
korelasi antara kesalahan penganggu pada periode t dengan kesalahan
pada periode t-1.Meskipun demikian, tetap dimungkinkan autokorelasi
dijumpai pada data yang bersifat antar objek (cross section). Untuk
mengetahui apakah model terkena autokorelasi atau tidak, dapat
dilakukan dengan melakukan Uji Durbin-Watson.

Tabel 3.3
Pengambilan Keputusan Ada Tidaknya Autokorelasi
Hipotesis Nol Keputusan Jika
Tidak ada autokorelasi
Tolak 0 < d < dl
positif
Tidak ada autokorelasi
No decision dl d du
positif
Tidak ada korelasi negatif Tolak 4 dl < d < 4
Tidak ada korelasi negatif No decision 4 du d 4 - dl
Tidak ada autokorelasi,
Tidak Ditolak du < d < 4 - du
positif atau
Sumber: Ghozali (2009:100)

3.5.4 Uji Hipotesa

Uji hipotesis menggunakan hipotesis statistik, yang merupakan dugaan


apakah data sampel dapat diberlakukan ke populasi atau tidak, dan dinyatakan
dalam rumus. Hipotesis ini akan digunakan dalam perhitungan uji hipotesis.
Adapun hipotesis statistik dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

Uji Hipotesis 1
Ho1 = 0 (tidak terdapat hubungan antara Current Ratio terhadap
Perubahan Laba secara parsial)
Ha1 0 (terdapat hubungan antara Current Ratio terhadap Perubahan
Laba secara parsial)
34

Hipotesis diuji dengan uji-tuji ini dilakukan dengan membandingkan t hitung


dengan t tabel dengan ketentuan sebagai berikut:
Jika nilai t hitung t tabel, maka H 0 dapat diterima.
Jika nilai t hitung > t tabel, maka H a dapat diterima.
untuk mengetahui apakah secara simultan variabel bebas mempunyai
pengaruh atau tidak terhadap variabel terikat dengan uji-f, ketentuan untuk uji-F
adalah sebagai berikut:
Jika nilai f hitung F tabel , maka H 0 diterima.
Jika nilai f hitung >F tabel , maka Ha diterima.

Uji Hipotesis 2
Ho2 = 0 (tidak terdapat hubungan antara Debt to Equity Ratio, terhadap
Perubahan Laba baik secara parsial)
Ha2 0 (terdapat hubungan antaraDebt to Equity Ratio terhadap
Perubahan Laba secara parsial)
Hipotesis diuji dengan uji-tuji ini dilakukan dengan membandingkan t hitung dengan
t tabel dengan ketentuan sebagai berikut:
Jika nilai t hitung t tabel, maka H 0 dapat diterima.
Jika nilai t hitung > t tabel, maka H a dapat diterima.
untuk mengetahui apakah secara simultan variabel bebas mempunyai
pengaruh atau tidak terhadap variabel terikat dengan uji-, ketentuan untuk uji-F
adalah sebagai berikut:
Jika nilai f hitung F tabel , maka H 0 diterima.
Jika nilai f hitung >F tabel , maka Ha diterima.

Uji Hipotesis 3
Ho3 = 0 (tidak terdapat hubungan antara Profit Margin dan Perubahan
Laba secara parsial)
Ha3 0 (terdapat hubungan antaraProfit Margin terhadap Perubahan
Laba secara parsial)
35

Hipotesis diuji dengan uji-tuji ini dilakukan dengan membandingkan t hitung dengan
t tabel dengan ketentuan sebagai berikut:
Jika nilai t hitung t tabel, maka H 0 dapat diterima.
Jika nilai t hitung > t tabel, maka H a dapat diterima.
untuk mengetahui apakah secara simultan variabel bebas mempunyai
pengaruh atau tidak terhadap variabel terikat dengan uji-, ketentuan untuk uji-F
adalah sebagai berikut:
Jika nilai f hitung F tabel , maka H 0 diterima.
Jika nilai f hitung >F tabel , maka Ha diterima.

Uji Hipotesis 4
Ho4 = 0 (tidak terdapat hubungan antara Return On Asset, terhadap
Perubahan Laba baik secara parsial)
Ha4 0 (terdapat hubungan antaraReturn On Asset terhadap Perubahan
Laba secara parsial)
Hipotesis diuji dengan uji-tuji ini dilakukan dengan membandingkan t hitung dengan
t tabel dengan ketentuan sebagai berikut:
Jika nilai t hitung t tabel, maka H 0 dapat diterima.
Jika nilai t hitung > t tabel, maka H a dapat diterima.
untuk mengetahui apakah secara simultan variabel bebas mempunyai
pengaruh atau tidak terhadap variabel terikat dengan uji-, ketentuan untuk uji-F
adalah sebagai berikut:
Jika nilai f hitung F tabel , maka H 0 diterima.
Jika nilai f hitung >F tabel , maka Ha diterima.

Uji Hipotesis 5
Ho5 = 0 (tidak terdapat hubungan antara Current Ratio, Debt to Equity
Ratio, Profit Margin, dan Return On Asset Terhadap Perubahan
Laba secara simultan)
36

Ha5 0 (terdapat hubungan antaraCurrent Ratio, Debt to Equity Ratio,


Profit Margin, dan Return On Asset Terhadap Perubahan Laba
secara simultan)
Hipotesis diuji dengan uji-tuji ini dilakukan dengan membandingkan t hitung dengan
t tabel dengan ketentuan sebagai berikut:
Jika nilai t hitung t tabel, maka H 0 dapat diterima.
Jika nilai t hitung > t tabel, maka H a dapat diterima.
untuk mengetahui apakah secara simultan variabel bebas mempunyai
pengaruh atau tidak terhadap variabel terikat dengan uji-, ketentuan untuk uji-F
adalah sebagai berikut:
Jika nilai f hitung F tabel , maka H 0 diterima.
Jika nilai f hitung >F tabel , maka Ha diterima.