Anda di halaman 1dari 10

SATUAN ACARA PENYULUHAN

VULVA HYGIENE

Disusun Oleh:
Kelompok 1 Tingkat II Reguler 2
Annisa Gita Pratiwi
1514401044

POLITEKNIK KESEHATAN TANJUNGKARANG


PRODI D-III KEPERAWATAN TANJUNGKARANG
2017
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Topik : Persiapan Persalinan

Waktu : 60 menit

Tempat : Ruang Maternitas Poltekkes Tanjungkarang

Sasaran : Ibu Hamil kehamilan pertama

I. Latar Belakang
Masa nifas (puerpurium) adalah masa pulih kembali, mulai dari persalinan
selesai sampai alat alat kandungan kembali seperti pra hamil. Lama masa
nifas ini yaitu 6 8 minggu. (Askeb Ibu Masa Nifas, 2011). Masa nifas tidak
kurang dari 10 hari dan tidak lebih dari 8 hari setelah akhir persalinan, dengan
pemantauan bidan sesuai kebutuhan ibu dan bayi. (Bennet dan Brown, 1999, P
: 590)
Pada masa nifas, ibu akan mengalami perubahan perasaan, dimana
keadaan ini disebut Post Partum Blues. Post Partum Blues termasuk depresi
ringan yang terjadi pada ibu-ibu setelah melahirkan. Sekitar 70% dari semua
ibu yang melahirkan pernah mengalami Post Partum Blues (The NFC
Foundation, 2000).
Asuhan masa nifas sangat diperlukan dalam periode ini karena merupakan
masa kritis. Diperkirakan bahwa 60 % kematian ibu akibat kehamilan terjadi
setelah persalinan, dan 50 % kematian masa nifas terjadi dalam 24 jam
pertama (Prawirohardjo, 2006 : 122).
Vulva hygiene adalah membersihkan vulva dan daerah sekitarnya pada
pasien wanita yang sedang nifas atau tidak dapat melakukannya sendiri.
Pasien yang harus istirahat di tempat tidur (misalnya, karena hipertensi,
pemberian infus, sectio caesarea) harus dimandikan setiap hari dengan
pencucian daerah perineum yang dilakukan dua kali sehari dan pada waktu
sesudah selesai membuang hajat.
Agar proses vulva hygiene dapat dilakukan oleh ibu nifas saat kembali
kerumah, karena itu penulis menyusun makalah satuan acara penyuluhan
dengan judul Persiapan Persalinan.

II. Tujuan
1. Tujuan Instruksional Umum (TIU)
Setelah dilakuakan penyuluhan kesehatan selama 30menit, klien dapat
mengetahui bagaimana cara menjaga kebersihan vulva sehingga dapat
mencegah terjadinya infeksi.

2. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)


Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan selama 30, menit diharapkan
klien dapat mengetahui dan mendemonstrasikan tentang :
a. Pengertian vulva hygiene
b. Tujuan kebersihan vulva
c. Cara membersihkan vulva dan sekitarnya
d. Hal-hal yang perlu diperhatikan pada kebersihan vulva
e. Akibat tidak menjaga kebersihan diri khususnya daerah vulva

III. Materi
1. Pengertian Vulva hygiene.
2. Tujuan kebersihan vulva.
3. Cara membersihkan vulva dan sekitarnya.
4. Hal-hal yang perlu diperhatikan pada kebersihan vulva.
5. Akibat tidak menjagakebersihan diri khususnya daerah vulva.

IV. Strategi Pelaksanaan


1. Persiapan
a. Survey karakter dan lokasi sasaran.
b. Menyiapkan alat dan bahan.
2. Pelaksanaan:
No. Kegiatan Waktu Kegiatan
Penyuluh Audiens
1. Pembukaan 7 menit Moderator membuka Menjawab salam dan
acara dan memberi salam. mendengarkan.
Perkenalan. Mendengarkan dan
memperhatikan.
Menjelaskan tujuan Mendengarkan dan
penyuluhan. memperhatikan.
Sampaikan tata tertib dan Mendengarkan dan
waktu. memperhatikan.

2. Tahap 3 menit Menanyakan Memperhatikan dan


Appersepsi pengetahuan menjawab pertanyaan.
audiens tentang
vulva hygiene
meliputi,
pengertian, tujuan
kebersihan vulva,
cara membersihkan
vulva dan
sekitarnya, hal-hal
yang perlu
diperhatikan pada
kebersihan vulva
dan akibat tidak
menjagakebersihan
diri khususnya
daerah vulva.

Memberikan reinforsement Mendengarkan,


positif. menerima.
3. Tahap 40 menit Menjelaskan tentang : Mendengar dan
Informasi Pengertian vulva memperhatikan.
(kegiatan hygiene.
Inti) Tujuan vulva hygiene
Memberikan kesempatan Mengajukan
bertanya. pertanyaan.
Menjawab pertanyaan. Mendengar dan
memperhatikan.
Menjelaskan tentang : Mendengar dan
- Cara memperhatikan.
membersihkan
vulva dan
sekitarnya.
- Hal-hal yang
perlu
diperhatikan
pada
kebersihan
vulva.
- Akibat tidak
menjagakebersi
han diri
khususnya
daerah vulva.
4. Penutup 10 menit Penyaji mengajukan Menjawab
beberapa pertanyaan pertanyaan.
secara tertulis untuk
mengevaluasi tingkat
pemahaman ibu hamil
tentang materi yang telah
diberikan.
Penyaji menyimpulkan Mendengar,
materi tentang persiapan menyimak.
persalinan.
Penyaji mengarahkan Mendengar,
tindakan lanjut. menyimak,
menerima
Moderator menutup acara Membalas dengan
dan mengucapkan salam. salam.

V. Metode
Metode yang digunakan dalam penyuluhan ini adalah :
1. Ceramah.
2. Tanya Jawab.
3. Evaluasi.

VI. Media
Alat dan bahan peraga :
1. Satuan Acara Penyuluhan.
2. Leaflet
3. Lembar Balik

VII. Evaluasi
1. Struktur
a. Ruang sangat kondusif untuk kegiatan.
b. Peralatan memadai dan berfungsi.
c. Media dan materi tersedia dan memadai.
d. SDM memadai.
2. Proses
a. Ketepatan waktu pelaksanaan kegiatan.
b. Peran aktif audien.
c. Kesesuaian peran dan fungsi dari penyuluhan.
d. Faktor pendukung dan penghambat kegiatan.
3. Hasil Terkait dengan tujuan yang ingin dicapai:
a. Tes lisan
1). Penyaji mengajukan beberapa pertanyaan secara langsung
kepada audien tentang materi penyuluhan yang akan
dijelaskan.
2). Bila audien dapat menjawab 60% dari pertanyaan yang
diajukan maka dikategorikan pengetahuan baik.
b. Tes tertulis
Penyuluh menyebarkan quesioner sebanyak 7 pertanyaan, jawaban
benar 4 atau dengan nilai/score 57% penyuluhan dinyatakan
berhasil.

VIII. Sumber Pustaka


Barbara. 2009. IlmuKebidanan. Jakarta: Salemba Medika
Hamilton P. 2008.Dasar DasarKeperawatanMaternitas.
Edisi6.Jakarta : EGC.
Manuaba. 2010. PengantarObstetri. Jakarta: EGC.
Prawirohardjo, Sarwono. 2006. IlmuKandungan. Jakarta: yayasan Bina
Pustaka Sarwono Prawirohardjo

LAMPIRAN : MATERI PERSIAPAN PERSALINAN


I. Pengertian Persalinan
Vulva hygiene adalah membersihkan vulva dan daerah sekitarnya pada
pasien wanita yang sedang nifas atau tidak dapat melakukannya sendiri.
Pasien yang harus istirahat di tempat tidur (misalnya, karena hipertensi,
pemberian infus, sectio caesarea) harus dimandikan setiap hari dengan
pencucian daerah perineum yang dilakukan dua kali sehari dan pada waktu
sesudah selesai membuang hajat.
II. Tujuan
a. Untuk mencegah infeksi
b. Untuk penyembuhan luka jahitan perineum
c. Untuk kebersihan perineum, vulva juga memberikan rasa nyaman bagi
klien.

III. Cara membersihkan daerah vulva dan sekitarnya

a. bersihkan daerah kelamin dengan cara membersihkan daerah di sekitar


vulva terlebih dahulu, dari depan ke belakang, baru kemudian
membersihkan daerah sekitar anus. Bersihkan vulva setiap kali buang air
kecil atau besar. Keringkan dengan handuk setelah dibersihkan.
b. ganti pembalut atau kain pembalut setidaknya dua kali sehari. Kain dapat
digunakan ulang jika telah dicuci dengan baik dan dikeringkan di bawah
matahari atau disetrika.

c. Posisikan pembalut pada posisi depan kebelakang, pastikan terpasang


denganbenar agar tidak tergeser.
d. Lepaskan pembalut dari posisi depan kebelakang agar tidak terjadi
kontaminasi kuman pada luka episiotomi.

e. cuci tangan dengan sabun dan air sebelum dan sesudah membersihkan
daerah kelaminnya.
f. Jika ibu mempunyai luka episiotomi atau laserasi, hindari menyentuh
luka, cebok dengan air dingin atau cuci menggunakan sabun. Cebok dari
arah depan ke belakang agar tidak terjadi kontaminasi luka.

IV. Hal-hal yang perlu diperhatikan


a. Menjaga agar daerah kemaluan selalu bersih dan kering
b. Menghindari pemberian obat tradisional
c. Menghindari pemakaian air panas untuk berendam
d. Mencuci luka perineum dengan air dan sabun 3-4 kali sehari

V. Akibat tidak menjaga kebersihan diri, khusunya daerah


vulva
a. Ibu Mudah Sakit
b. Ibu terlihat kotor/ kurang bersih
c. Bayi ibu sakit
d. Ibu kurang percaya diri
e. Ibu mengalami infeksi