Anda di halaman 1dari 7

BAB 4 TATA LAKSANA PELAYANAN.

Yang termasuk di dalam pemeliharaan di bagian arsitektur adalah :

1. Pemeliharaan Lantai.
2. Pemeliharaan Dinding.
3. Pemeliharaan Pintu dan Jendela.
4. Pemeliharaan Plafon.
5. Pemeliharaan Atap.

Untuk pemeliharaan dari Lantai, Dinding, Pintu dan Jendela serta Plafon menjadi tanggungjawab
Cleaning Service, dan apabila ada kerusakan yang memerlukan perbaikan dan penggantian maka
Bagian atau Instalasi dimana kerusakan terjadi wajib segera melaporkan ke bagian Pemeliharaan
Sarana Rumah Sakit .

Pembersihan halaman setiap

4.2. UTILITAS.
4.2.1. AIR CONDITIONING UNIT.
Yang termasuk dengan Air Conditioning (AC) unit adalah : Window unit : Split Unit, dan Package unit.
Pemeliharaan :

1. Dilakukan pembersihan atau penyekaan pada rumah unit, (case unit) menyeka menggunakan kain atau sikat
pembersih dan detergen, dilakukan setiap sebulan sekali.
2. Dilakukan pembersihan atau penyekaan pada komponen heat exchanger condensor, koil pipa evaporator,
filter (saringan) dan panci penampung. Pembersihan dilakukan dengan cara mengeluarkan window AC dari
rumahnya kemudian dibersihkan mengunakan sikat atau kain pembersih, deterjen dan compressor angin.
PEmeliharaan dilakukan 3(tiga) bulan sekali.
3. Dilakukan pengisian refrigerant dengan cara memasukkan refrigerant ke dalam pipa unit melalui lubang
pengisian yang telah ada. Jenis refrigerant yang digunakan adalah Freon R-12,R-22 atau fluida lain yang
ditentukan oleh pabrik pembuatnya. Pengisian dilakukan bila dianggap perlu.
Perbaikan :

1. AC Split. Dilakukan penggantian isolasi pipa tembaga atau kuningan atau jenis lain bila ditemui adanya
bagian/daerah isolasi yang rusak tersebut sekeliling pipa kemudian diganti dengan isolasi dari salah bahan
yang tersebut di bawah ini :
A. Asbestos, serat gelas kemudian dilapisi bahan yang tahan air.
B. Magnesium karbida, kalsium silikat, busa polietilen kemudian dilapisi bahan tahan air. Ketebalan
bahan isolasi disesuaikan dengan ketentuan pabrik pembuat AC atau minimal 20.
2. AC Package
A. Bila terjadi kerusakan tali kipas atau kendor dilakukan penggantian atau penyetelan. Bila terjadi
kerusakan tali kipas maka tali kipas harus diganti dengan cara mengatur posisi motor penggerak
sedemikian, sehingga tali kipas dapat diganti dan kemudian diatur kembali pada posisi yang sesuai
dengan ketentuan tegangan tali kipas dari pabrik pembuatnya dan dilakukan pada saat blower tidak
beroperasi. Pemeriksaan kondisi tali kipas ini dilakukan setiap minggu. Baut baut yang ditemukan
dalam keadaan kendor pada saluran pipa refrigeran dilakukan pengokohan. Pengokohan baut yang
kendor, disesuaikan dengan petunjuk dari pabrik pembuat AC tersebut. Pemeriksaan kondisi baut
dilakukan setiap minggu.
B. Dilakukan penyetelan termostat pendingin sesuai dengan kebutuhan pendinginan di dalam ruangan
dengan cara mengatur termostat pada kondisi temperatur ruangan yang diinginkan. Pemeriksaan
kondisi penunjukan thermostat dilakukan setiap
3. Chiller Pemeliharaan :
A. Dilakukan pembersihan atau penyetelan terhadap permukaan luas unit chiller ini dengan cara menyeka
dengan kain atau dengan sikat
B. Dilakukan pembersihan terhadap komponen pipa air pendingin kondensor dan koil pipa pendingin
evaporator dengan cara membuka bagian penutup mesin chiller yang telah ditentukan oleh pabrik
pembuatnya. Pembersihan dilakukan pada saat mesin chiller tidak beroperasi, dan dilakukan 6 (enam)
bulan
C. Untuk penggantian refrigerant mesin chiller dilakukan sesuai petunjuk mesin tersebut, karena setiap
mesin chiller mempunyai spesifikasi yang
D. Fluida yang digunakan adalah R-22,R11 atau refrigerant lain sesuai petunjuk pabrik. Penggantian
dilakukan bila dianggap
4.2.2. LIFT.
Yang termasud lingkup lift adalah sangkar, lampu indicator, motor penggerak dan panel. dan
seterusnya
4.2.3. POMPA.
Yang termasuk dalam lingkup pompa adalah pompa AC, air bersih, air kotor,hydran dan sprinkler.
dan seterusnya
4.2.4. PERPIPAAN.
1. Pemeliharaan. Pembersihan terhadap debu pada pipa power house dengan menggunakan kain.
Pembersihan dilakukan sebulan sekali.
2. Perbaikan :
4.2.5. KOMUNIKASI DALAM GEDUNG.
Yang termasuk lingkup komunikasi dalam gedung adalah tata suara dan telepon.
4.2.6. PEMELIHARAAN LISTRIK
Komponen yang termasuk dalam lingkup pemeliharaan listrik meliputi : armatur lampu, saklar, stop
kontak, pembumian, instalasi kabel dalam gedung, panel listrik dan UPS.
4.2.7. PEMELIHARAAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH.
a. Saluran.
Pemeliharaan dari saluran di atas secara periodic tiap bulan dapat berupa :
1. Penggelontoran air
2. Penyemprotan air dengan tekanan tinggi
3. Pengambilan endapan.
b. Lubang Pemeriksa ( Bak Control/Man Hole).
Pemeliharaan lubang pemeriksa, sama dengan pemeliharaan saluran tersebut di atas hanya
frekuensinya lebih sering (2 minggu sekali).

c. Pemeliharan Kloset.
Dipergunakan hanya untuk membuang kotoran manusia. Penggelontoran agar menggunakan air
yang lebih banyak. Pembersihan dilakukan setiap hari.

d. Tangki Septik.
Pemeliharaan tangki septic pada prinsipnya hanya menguras endapan. Hal ini dilakukan dengan
seksama minimal 1 (satu) tahun maksimal 4 (empat) tahun. Bila limbah cair banyak mengandung
lemak/minyak maka tangki septic dilengkapi dengan alat penangkap lemak.

e. Bak Pengumpul/Pengangkat.
Pemeliharaan biasa dilakukan pada unit ini bila terjasi pengendapan di dalam bak pengumpul dan
pompa dilakukan tiap 6 (enam) bulan. Pengangkat baru dihidupkan disertai dengan penyemprotan air
terhadap semua permukaan yang kotor.

f. Instalasi Pengolahan Biologis Dengan Anaerobic Filter.


Pemeliharaan anaerobic filter adalah membersihkan sampah, tanaman,lumut yang terdapat pada
anaerobic filter. Pembersihan dilakukan tiap minggu.

g. Bak Penampung Lumpur.


Pemeliharaan bak penampung lumpur adalah membersihkan kotoran, lumut yang menempel pada
dinding. Pembersihan dilakukan setiap 3 (tiga) bulan.

h. Bak Pengering Lumpur. Pemeliharaan :


1. Pembersihan sampah, lumut dan tumbuhan lain.
2. Penambahan pasir secara berkala sesuai ketebalan yang diperlukan.
3. Pembersihan dilakukan setiap 3 (tiga) bulan.

i. Bak Kaporisasi. Pemeliharaan :


1. Pembersihan secara periodic endapan sisa kaporit.
2. Saluran pembubuh dibersihkan, sehingga aliran kaporit menjadi lancer.
4.2.8. PEMELIHARAAN PLUMBING.
Plumbing rumah sakit adalah Segala sesuatu yang berhubungan dengan pelaksanaan pemasangan,
pemeliharaan dan perbaikan alat plumbing dan pipa dengan peralatannya didalam gedung rumah
sakit, yang bersangkutan dengan system drainase saniter, drainase air hujan, vent, dan jaringan air
bersih yang dihubungkan dengan system kota atau system lain yang diperbolehkan.
4.2.9. PEMELIHARAAN PEMADAM KEBAKARAN.
System Pemadam Kebakaran terdiri dari :
a. Hidran.
b. Sprinkler.
c. Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

4.2.10. PERPIPAAN.
Komponen yang termasuk lingkup pemipaan adalah pipa air bersih, pipa hidran, dan pipa sprinkler.

4.2.11. PANEL.
Pemeliharaan dan perbaikan kecil pada panel meliputi lampu indicator dan pengaman.

4.2.12. PEMELIHARAAN INCINERATOR.

BAB 5 LOGISTIK.

Kebutuhan logistik bagian Pemeliharaan Sarana diadakan melalui permintaan barang sesuai SPO
Logistik RS :

1. Administrasi.

Surat perintah kerja lembur


Kertas folio
Tinta printer
Buku ekspedisi
Buku folio
Map
Pensil
Penggaris
Staples
Isi staples
Stipo
Slip bon makan
Bollpoint.
2. Pemeliharaan Gedung.

1 Pasir
2 Semen
3 Koral
4 bata
5 Plamir tembok
6 Lem rajawali putih
7 Kertas gosok
8 Calcium
9 Pensil kayu
10 Plamir kayu
11 Pernes
12 Kayu
13 Triplek
14 Laberkol
15 Cat tembok
16 Cat kayu

3. Genset.

1 Bahan Bakar solar


2 Filter oli
3 Filter solar
4 Filter udara
5 Oli mesin
6 Aki
7 Van belt
8 Red silikon

4. Pemeliharaan Listrik & Telepon.

1 Kabel NYY 22,5 mm


2 Kabel NYY 32,5 mm
3 Kabel NYY 44 mm
4 Kabel serabut 22 mm
5 MCB
6 Kontaktor
7 Relay
8 Timer
9 Lampu tl
10 Lampu mercury
11 Lampu sl
12 No fuse breaker
13 Kabel NYY 410 mm
14 Kabel telepon indoor
15 Kabel telepon outdoor
16 Skun kabel
17 Terminal telepon
18 Isolasi listrik
19 Lampu indicator panel listrik
20 Volt meter panel
21 Amper meter panel
22 Klem kabel

5. Pemeliharaan Pipa/Besi.

1 Pipa besi
2 Pipa besi
3 Pipa besi 1
4 Pipa besi 1
5 Pipa besi 2
6 Tba
7 Pipa pvc
8 Pipa pvc
9 Pipa pvc 1
10 Pipa pvc 1
11 Pipa pvc 1
12 Pipa pvc 2
13 Pipa pvc 2
14 Pipa pvc 4
15 Pipa pvc 6
16 Pipa pvc 8
17 Kran wastafel
18 Stop kran
19 Flexible
20 Gasket

6. Kesehatan Lingkungan.

1 Clorin
2 Abate

7. Pemeliharaan Alat Pendingin.

1 Freon R 12
2 Freon R 22
3 Freon R 134 a
4 Freon R 404
5 Pakan las perak

8. Pemeliharaan Kendaraan Dinas.

1 Oli
2 Busi
3 Roda
4 Bahan bakar
5 Filter oli
6 Filter udara
7 Filter bensin
8 Filter solar
9 Dop lampu
10 Bahan bakar

9. Las.

1 Pakan las kuningan


2 Pakan las listrik
3 Oksigen
4 Asetyllin
5 Elpiji

10. Pemeliharaan Alat Medis.

1 Timah
2 Kontak cleaner

BAB 6 KESELAMATAN PASIEN


Program Keselamatan Kerja di Bagian Pemeliharaan Sarana
BAB 7 KESELAMATAN KERJA.

Undang Undang No 36 tahun 2009 pasal 164 ayat (1) menyatakan bahwa upaya kesehatan kerja
ditujukan untuk melindungi pekerja agar hidup sehat dan terbebas dari gangguan. Kesehatan serta
pengaruh buruk yang diakibatkan oleh pekerjaan. Rumah Sakit adalah tempat kerja yang termasuk
kategori tersebut diatas, berarti wajib menerapkan upaya keselamatan dan kesehatan kerja. Program
keselamatan dan kesehatan kerja ini bertujuan guna melindungi karyawan dan kemungkinan
terjadinya kecelakaan di dalam atau di luar rumah sakit.

Dalam Undang Undang dasar 1945 pasal 27 ayat (2) disebutkan bahwa Setiap warga negara
berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. Dalam hal ini yang dimaksud
dengan pekerjaan adalah pekerjaan yang bersifat manusiawi, yang memungkinkan pekerja ada
dalam kondisi sehat dan selamat, bebas dari kecelakaan dan penyakit akibat kerja, sehingga dapat
hidup layak sesuai dengan martabat manusia.

Keselamatan dan kesehatan kerja atau K3 merupakan bagian integral dari perlindungan terhadap
pekerja. Pegawai adalah bagian integral dari rumah sakit. Jaminan keselamatan dan kesehatan kerja
akan meningkatkan produktifitas pegawai dan meningkatkan produktifitas rumah sakit. Undang
Undang No 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja dimaksudkan untuk menjamin :
a. Agar pegawai dan setiap orang yang berada di tempat kerja selalu berada dalam keadaan sehat
dan selamat.
b. Agar faktor faktor produksi dapat dipakai dan digunakan secara efesien.
c. Agar proses produksi dapat berjalan secara lancar dan tanpa hambatan. Faktor faktor yang
menimbulkan kecelakaan dan penyakit akibat kerja dapat digolongkan pada tiga kelompok, yaitu :
a. Kondisi dan lingkungan kerja.
b. Kesadaran dan kualitas pekerja.
c. Peranan dan kualitas manajemen.

Dalam kaitannya dengan kondisi dan lingkungan kerja, kecelakaan dan penyakit akibat kerja dapat
terjadi bila :
? Peralatan tidak memenuhi standar kualitas atau bila sudah aus.
? Alat alat produksi tidak disusun secara teratur menurut tahapan proses produksi.
? Ruang kerja terlalu sempit, ventilasi ukuran kurang memadai, ruangan terlalu panas atau terlalu
dingin.
? Tidak tersedia alat alat pengaman.
? Kurang memperhatikan persyaratan penanggulangan bahaya kebakaran dan lain lain.

Program Keselamatan kerja di bagian Pemeliharaan Sarana :


Peraturan keselamatan harus jelas dan dimengerti oleh setiap karyawan.
Harus dicegah jangan sampai terjadi pegawai terjatuh.
Ruang gerak bebas.
Ruangan mempunyai ventilasi udara yang cukup.
Penerangan lampu yang baik, menghindarkan kelelahan penglihatan pegawai.
Harus tersedia locker untuk penyimpanan alat alat tugas.
Perlu diperhatikan pengaturan suhu ruangan, kelembaban, pencegahan, debu dan pencegahan
kebakaran.
Ketika melakukan tugas harus selalu mengutamakan keselamatan kerja (memakai kacamata pada
waktu mengelas, memakai sabuk pengaman bila naik tembok yang tinggi dll).

BAB 7 PENGENDALIAN MUTU.

Pemeliharaan sarana rumah sakit


Input :
1. Adanya Penanggung Jawab IPSRS SK Direktur
2. Ketersediaan bengkel kerja Tersedia
Proses :
3. Waktu tanggap kerusakan alat ? 15 menit = ? 80 %
4. Ketepatan waktu pemeliharaan alat sesuai jadwal pemeliharaan = 100 %
5. Ketepatan waktu kalibrasi alat = 100 %
Output :
6. Alat ukur dan alat laboratorium yang dikalibrasi tepat waktu = 100 %
BAB 9 PENUTUP.
Pedoman Pemeliharaan Sarana Bangunan Rumah Sakit ini telah diusahakan disusun dengan sebaik
baiknya. Namun demikian tentu masih terdapat kekurangan dan kekeliruan dalam penyusunannya
yang perlu mendapatkan perhatian guna penyempurnaannya.
Tanggapan dari pembaca yang berkepentingan dengan pedoman ini sangat kami harapkan untuk
menjadi bahan pertimbangan guna penyempurnaan penyusunan pedoman Pemeliharaan Sarana
Bangunan Rumah Sakit dikemudian hari