Anda di halaman 1dari 8

BISNIS INTERNASIONAL

Tugas Bab 5 dan Bab 6

O
L
E
H

Louis Andrianus Keliat ( 160521036 )

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2017
BAB 5

1. Jelaskan daya tarik yang dimiliki emas terhadap masyarakat. Bahaslah


pendapat-pendapat yang setuju dan menolak standar emas.
Jawab :

a. Bisa dikatakan permintaan emas dari waktu ke waktu selalu tinggi. Emas
merupakan salah satu produk investasi riil (wujudnya bisa terlihat) yang potensi
pengurangan nilainya di masa depan sangat kecil. Bebreda dengan emas yang
digunakan untuk barang antik atau koleksi fesyen yang berfluktuasi.

b. Investasi emas bisa memproteksi Anda dari penurunan nilai mata uang dan
inflasi. Di sejumlah negara, tak jarang investasi emas dilakukan saat ekonomi
negara tersebut mengalami pelemahan. Di saat utang negara tersebut meningkat,
harga emas akan menuju level tertinggi.

c. Emas juga bisa dijadikan salah satu diversifikasi investasi. Sesuai dengan
pepatah lama, jangan menaruh investasi dalam satu keranjang.

d. Emas juga dikenal sebagai salah satu investasi yang mampu memproteksi
kekayaan Anda, khususnya untuk jangka panjang.

e. Selama terjadi ketidakstabilan di masyarakat, emas menjadi salah satu


instrumen investasi yang tepat karena mudah dibawa, mudah disembunyikan
dan mudah Anda titipkan ke siapapun di saat kondisi tidak memungkinkan.

Standar Emas adalah gold standard yaitu sistem moneter yang menggunakan emas
sebagai dasar alat bayar sah, satuan dasar nilai uang, dan dasar perbandingan nilai
berbagai mata uang; sistem ini diperkenalkan di Inggris pada tahun 1821 dan pernah,
dipakai di AS pada tahun 1870-an sampai dengan tahun 1971

2. Identifikasi dan bahaslah sebab-sebab mata uang menguat atau melemah dalam
bursa valuta asing.
Jawab :

1. Perbedaan tingkat inflasi antara 2 negara


Suatu negara yang tingkat inflasinya konsisten rendah akan lebih kuat nilai tukar mata
uangnya dibandingkan negara yang inflasinya lebih tinggi. Daya beli (purchasing
power) mata uang tersebut relatif lebih besar dari negara lain. Pada akhir abad 20 lalu,
negara-negara dengan tingkat inflasi rendah adalah Jepang, Jerman dan Swiss,
sementara Amerika Serikat dan Canada menyusul kemudian. Nilai tukar mata uang
negara-negara yang inflasinya lebih tinggi akan mengalami depresiasi dibandingkan
negara partner dagangnya.

2. Perbedaan tingkat suku bunga antara 2 negara

Suku bunga, inflasi dan nilai tukar sangat berhubungan erat. Dengan merubah tingkat
suku bunga, bank sentral suatu negara bisa mempengaruhi inflasi dan nilai tukar mata
uang. Suku bunga yang lebih tinggi akan menyebabkan permintaan mata uang negara
tersebut meningkat. Investor domestik dan luar negeri akan tertarik dengan return
yang lebih besar. Namun jika inflasi kembali tinggi, investor akan keluar hingga bank
sentral menaikkan suku bunganya lagi. Sebaliknya, jika bank sentral menurunkan
suku bunga maka akan cenderung memperlemah nilai tukar mata uang negara tersebut.

3. Neraca perdagangan
Neraca perdagangan antara 2 negara berisi semua pembayaran dari hasil jual beli
barang dan jasa. Neraca perdagangan suatu negara disebut defisit bila negara tersebut
membayar lebih banyak ke negara partner dagangnya dibandingkan dengan
pembayaran yang diperoleh dari negara partner dagang. Dalam hal ini negara tersebut
membutuhkan lebih banyak mata uang negara partner dagang, yang menyebabkan
nilai tukar mata uang negara tersebut terhadap negara partnernya melemah. Keadaan
sebaliknya disebut surplus, dimana nilai tukar mata uang negara tersebut menguat
terhadap negara partner dagang.

4. Hutang publik (Public debt)


Neraca anggaran domestik suatu negara digunakan juga untuk membiayai
proyek-proyek untuk kepentingan publik dan pemerintahan. Jika anggaran defisit
maka public debt membengkak. Public debt yang tinggi akan menyebabkan naiknya
inflasi. Defisit anggaran bisa ditutup dengan menjual bond pemerintah atau mencetak
uang. Keadaan bisa memburuk bila hutang yang besar menyebabkan negara tersebut
default (gagal bayar) sehingga peringkat hutangnya turun. Public debt yang tinggi
jelas akan cenderung memperlemah nilai tukar mata uang negara tersebut.

5. Ratio harga ekspor dan harga impor


Jika harga ekspor meningkat lebih cepat dari harga impor maka nilai tukar mata uang
negara tersebut cenderung menguat. Permintaan akan barang dan jasa dari negara
tersebut naik yang berarti permintaan mata uangnya juga meningkat. Keadaan
sebaliknya untuk harga impor yang naik lebih cepat dari harga ekspor.

6. Kestabilan politik dan ekonomi


Para investor tentu akan mencari negara dengan kinerja ekonomi yang bagus dan
kondisi politik yang stabil. Negara yang kondisi politiknya tidak stabil akan
cenderung beresiko tinggi sebagai tempat berinvestasi. Keadaan politik akan
berdampak pada kinerja ekonomi dan kepercayaan investor, yang pada akhirnya akan
mempengaruhi nilai tukar mata uang negara tersebut.

3. Mengapa SDR diciptakan? Bahaslah keberhasilan dalam misi aslinya dan


penggunaannya dewasa ini.
Jawab :
SDR diciptakan untuk mengganti mata uang lokal atau emas dengan aset
cadangan sentral yang nantinya menjadi suatu langkah menuju mata uang
internasional.
Nilai SDR tetap lebih stabil daripada nilai sebuah mata uang manapun, dan
stabilitas itu telah membuat SDR semakin menarik sebagai satuan dalam
transaksi-transaksi internasional. Dewasa ini pembayaran dalam sebuah
kontrak mungkin disepakati dilakukan dalam mata uang nasional dengan
kursnya terhadap SDR pada tanggal pembayaran, dan beberapa bank Swiss dan
Inggris sekarang menerima rekening-rekening dengan denominasi dalam SDR.

4. Jelaskan konflik antara mata uang nasional dan cadangan sentral?


Jawab :
Konflik yang terjadi adalah negara-negara tidak menginginkan AS$
sebagai aset cadangan sentralnya kehilangan nilai, dan terdapat kontradiksi:
pada beberapa titik, semakin banyak jumlah AS$ dalam penawaran
menyebabkan hilangnya nilai-penawaran dan permintaan.

5. Perjanjian Maastricht menetapkan euro. Apa masalah penting lainnya yang


diaturnya?
Jawab :

Perjanjian ini mendorong pembentukan euro, dan menciptakan struktur pilar Uni
Eropa. Perjanjian ini menetapkan tiga pilar Uni Eropa, yaitu Komunitas
Eropa (EC), Kebijakan Luar Negeri dan Keamanan Bersama (CFSP), dan Urusan
Keadilan dan Dalam Negeri. Pilar pertama adalah tempat institusi supranasional
UE, yaitu Komisi, Parlemen Eropa dan Mahkamah Eropa, memiliki kekuasaan
dan pengaruh tebresar. Dua pilar lainnya bersifat antarpemerintah dengan
keputusan dibuat oleh komite yang terdiri dari politisi dan pejabat negara-negara
anggota.

Ketiga pilar tersebut adalah perpanjangan dari struktur kebijakan sebelumnya.


Pilar Komunitas Eropa adalah kelanjutan Komunitas Ekonomi Eropa dengan kata
"Ekonomi" dihapuskan untuk mewakili dasar kebijakan yang lebih luas sesuai
Perjanjian Maastricht. Koordinasi kebijakan luar negeri dilaksanakan sejak awal
1970-an di bawah nama Kerjasama Politik Eropa (EPC), yang telah dicantumkan
dalam perjanjian-perjanjian oleh Undang-Undang Eropa Tunggal, namun bukan
sebagai bagian dari EEC. Sementara pilar Urusan Keadilan dan Dalam Negeri
memperpanjang kerja sama dalam hal penegakan hukum, keadilan kriminal,
perlindungan, dan imigrasi dan kerja sama yudisial pada masalah-masalah publik,
sejumlah bidang tersebut telah dijadikan agenda kerja sama antarpemerintah di
bawah Konvensi Implementasi Schengen 1990.

6. Euro sekarang telah menggantikan 12 mata uang nasional. Sebutkan beberapa


keuntungan dan penghematan yang diakibatkannya.
Jawab :
Dengan memiliki mata uang ketimbang 12 telah menyederhanakan
perdagangan dan perjalanan serta mengurangi biaya pertukaran uang.

7. Bank Sentral Eropa (European Central Bank) sekarang menetapkan kebijakan


moneter untuk 12 negara Eropa. Apa jenis kesulitan yang mungkin
ditimbulkannya?
Jawab :
Kesulitan yang ditimbulkan adalah perbedaan ukuran, kesejahteraan,
tingkat inflasi, dan tingkat pengangguran di antara anggota-anggota zona euro.

8. Mengapa para manajer hendaknya menyadari dan waspada terhadap neraca


pembayaran suatu negara di mana bisnis mereka beroperasi?
Jawab :
Karena perusahaan akan menghadapi persaingan yang kuat dan timbulnya
pengendalian perdagangan atau mata uang.
BAB 6

1. Dalam laporan keuangan AS, terlihat cuplikan Norwegia (krone) ekuivalen


AS$ 0,1308. Apa artinya?
Jawab :
Artinya adalah harga mata uang norwegia, yaitu krone, pada hari jumat adalah
sebesar 0,1308. Itu berarti 1 krone norwegia berharga sebesar AS$ 0,1308.

2. Apa perbedaan antara kurs mata uang spot dengan forward? Mengapa
seseorang tertarik untuk membeli mata uang dengan kurs forward?
Jawab :

Kurs spot (spot rate) adalah nilai tukar antara dua mata uang untuk perdagangan
segera dengan jangka waktu penyerahan selama dua hari. Kurs yang berada pada
baris yang sama dengan nama negaranya adalah kurs spot.

Kurs forward atau kurs berjangka (forward rate) adalah harga hari ini untuk suatu
komitmen oleh satu pihak guna menyerahkan atau mengambil dari pihak lain
uang yang sexing diperdagangkan, kontrak semacam itu pada umumnya dapat
dilakukan untuk jangka waktu 30, 60, 90, atau'180 hari. Anda mungkin dapat
merundingkan dengan bank mengenai periode waktu yang berbeda atau membuat
kontrak dalam mata uang lain.

3. Apa artinya jika suatu mata uang dikatakan diperdagangkan dengan premi
terhadap AS$ dalam pasar forward?
Jawab :
Artinya adalah harga mata uang akan lebih mahal dalam AS$ untuk membeli
mata uang tersebut untuk penyerahan dalam satu bulan dibandingkan dengan
penyerahan hari ini.

4. Bila anda setuju untuk membayar sejumlah tertentu dalam mata uang asing
kepada seseorang dalam kurun waktu 6 bulan, siapa yang menanggung risiko
fluktuasi mata uang? Jelaskan.
Jawab :
Yang menanggung resiko fluktuasi mata uang adalah seseorang yang telah
saya bayar mata uang asingnya jika nilai nilai mata uang tersebut jatuh.

5. Apa yang disebut dengan pengendalian pertukaran mata uang? Mengapa hal
tersebut dilakukan? Dampak apa yang diakibatkan bagi negara yang
melaksanakannya dan negara lain?
Jawab :
Banyak negara berkembang telah melembagakan suatu sistem pengendalian
pertukaran mata uang, yang membatasi penggunaan mata uang lokal dan asing.
Negara berkembang sering sedikit memiliki mata uang keras (konveltibel) yang
jauh lebih dari pada yang dibutuhkan.

6. Apa pentingnya neraca pembayaran pemerintah bagi perusahaan swasta?

Jawab :

Neraca pembayaran sangat berguna karena menunjukkan struktur dan komposisi


transaksi ekonomi dan posisi keuangan internasional suatu negara. Selain itu,
neraca pembayaran suatu negara merupakan salah satu indikator yang sangat
penting mengenai keadaan atau apa yang terjadi dalam perekonomian negara
tersebut. Apabila neraca pembayaran suatu negara dalam keadaan defisit, artinya
penduduk negara tersebut membayar yang lebih besar kepada penduduk negara
lain dibandingkan penerimaan pembayaran dari penduduk negara lain. Sedangkan
keadaan surplus menunjukkan keadaan sebaliknya. Lembaga-lembaga keuangan
internasional, sepertiInternational Monetary Fund (IMF) dan Bank Dunia,
menggunakan neraca pembayaran sebagai salah satu indikator dalam
mempertimbangkan pemberian bantuan keuangan kepada suatu negara.

7. Dengan cara -cara yang bagaimanakah inflasi mempengaruhi keputusan bisnis?


Jawab :
Dengan meningkatnya harga barang dan jasa yang dihasilkan atau ditawarkan
oleh suatu negara dan nilai mata uang yang melemah.

8. Sebutkan 2 faktor yang harus anda ketahui untuk menghitung suku bunga riil?
Jawab :
- Tingkat inflasi
- Suku bunga nominal

Suku Bunga Riil adalah suku bunga setelah dikurangi dengan inflasi, (atau suku
bunga riil = suku bunga nominal ekspektasi inflasi). Misalnya pada contoh
diatas inflasi yang diantisipasi adalah sebesar 3% dan suku bunga nominal naik
menjadi 13%, maka suku bunga riil sebenarnya tidak berubah (yaitu 13% - 3%).

Suku bunga riil sangat penting dipertimbangkan. Bagi orang yang menabung
uang di bank, misalnya, dengan tingkat suku bunga 5% dan inflasi tahun tersebut
ternyata sebesar 4%, maka suku bunga riil yang ia peroleh hanyalah sebesar 1%.
Hal ini dikarenakan inflasi yang terjadi selama ia menabung uang telah
mengurangi nilai keuntungan (bunga) yang diperoleh.

Sementara bagi orang yang meminjam uang dari bank, jika suku bunga pinjaman
sebesar 12% dan tingkat inflasi sebesar 5%, maka suku bunga riil yang harus
dibayar hanyalah 8%. Ini dikarenakan harga barang dan jasa (termasuk
pendapatan si peminjam) rata-rata naik sebesar 5%, sehingga biaya atas pinjaman
(cost of capital) hanya tinggal 8%.

9. Apa yang dimaksud dengan pasar utang negara berkembang, dan mengapa
pasar tersebut berkembang?
Jawab :
Pasar utang negara berkembang adalah pemberian pinjaman kepada negara
berkembang yang berupa pinjaman, obligasi Brady (Brady bonds), obligasi
komparasi dan pemerintah non Brady, opsi, jaminan warrant atas utang
(warrant on debt).

10. Apa perbedaan antara utang negara berkembang dan posisi investasi
internasional negatif bersih (net negative international investment position)
Amerika Serikat?
Jawab :
Perbedaannya adalah :
utang negara berkembang merupakan pinjaman yang diberikan kepada negara
berkembang yang berupa pinjaman, obligasi Brady (Brady bonds), obligasi
komparasi dan pemerintah non Brady, opsi, jaminan warrant atas utang
(warrant on debt). Sedangkan posisi investasi internasional negatif bersih (net
negative international investment position) adalah selisih antara aktiva yang
dimiliki oleh orang Amerika di negara lain dengan nilai aktiva Amerika Serikat
yang dimiliki oleh pihak asing.