Anda di halaman 1dari 2

Aliran Panas Pada Bumi

Pada dasarnya sistim panas bumi terbentuk sebagai hasil perpindahan


panas dari suatu sumber panas ke sekelilingnya. Perpindahan panas secara
konduksi terjadi melalui batuan, sedangkan perpindahan panas secara konveksi
terjadi karena adanya kontak antara air dengan suatu sumber panas.
Perpindahan panas secara konveksi pada dasarnya terjadi karena gaya
apung (bouyancy). Sedangkan radiasi, sebagian besar panas bumi diperoleh dari
sumber yang berasal dari luar (yaitu matahari).

Nilai dari aliran panas oleh konduksi silang di lapisan tipis bergantung
dengan
Perbedaan suhu antar lapisan (T)
Tebal lapisan (z)
Yang mana perpindahan panas berlangsung (yang ditentukan dengan konduktivitas
termal k).

Teori konduksi panas memungkinkan kita untuk


menentukan distribusi temperatur disuatu wilayahtertentu, informasi
tentang suhu atau fluks panas pada batas-batas wilayah dan sumber-
sumber produksi panas pada suatu daerah. Secara umum, kita juga bisa
menggunakan teori untuk menentukan variasi waktu dalam distribusi temperatur.
Pertama kali kita membahas teori untuk kasus yang sederhana di mana panas
yang ditransfer dalam satu arah saja dan tidak ada variasi waktu (steady
state) dalam suhu atau aliran panas. dasar persamaan teori perpindahan
panas konduktif adalah pernyataan matematis konservasi energi; persamaan dapat
diturunkan sebagai berikut.

Tinjau ketebalan lempengan yang sangat kecil yitu y, Fluks panas keluar
dari q slab (y + y) melintasi permukaan slab yang terletak pada y + y, dan fluks
panas q (y) melintasi permukaan yang terletak di y. Aliran panas dari slab per
satuan waktu dan per satuan luas dari

permukaan slab, merupakan

Karena y adalah sangat kecil, kita dapat mempresentasikan q (y + y) dalam


deret Taylor sebagai

Sehingga diperoleh :

Jika H adalah tingkat produksi panas per satuan massa, jumlah panas yang
dihasilkan dalam lempengan per satuan waktu dan per satuan
luas permukaan slab adalah

di mana adalah densitas slab


Persamaan ini dapat diintegrasikan untuk menentukan temperatur sebagai fungsi
dari posisi y sekali daerah bunga dan kondisi batas yang sesuai telah ditetapkan.
Sehingga kita dapat mengetahui skema aliran panas pada permukaan bumi.