Anda di halaman 1dari 22

LAPORAN PRAKTIKUM HIDROLOGI

KUNJUNGAN KE BMKG PALEMBANG

OLEH
AFRIYANI ZULYANTI
05121002047

PRODI TEKNIK PERTANIAN


JURUSAN TEKNOLOGI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA

INDRALAYA
2014
LAPORAN PRAKTIKUM INSTRUMENTASI DAN SISTEM KONTROL
KUNJUNGAN KE BMKG PALEMBANG

OLEH
AFRIYANI ZULYANTI
05121002047

PRODI TEKNIK PERTANIAN


JURUSAN TEKNOLOGI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA

INDRALAYA
2014
1. PENDAHULUAN
1. Latar belakang

Dalam kehidupan sehari-hari, iklim akan mempengaruhi jenis tanaman yang


sesuai untuk dibudidayakan pada suatu kawasan, dan teknik budidaya yang
dilakukan petani. Dengan demikian pengetahuan iklim sangat penting artinya dalam
sektor pertanian. Hal ini tercermin dengan berkembangnya cabang klimatologi dan
meteorologi yang khusus dikaitkan dengan kegiatan pertanian yang disebut
klimatologi pertanian.
iklim akan mempengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia dan organisme
lain yang hidup di muka bumi. Jenis dan sifat iklim juga akan mempengaruhi jenis
tanaman yang sesuai untuk dibudidayakan pada suatu kawasan serta produksinya,
penjadwalan budidaya pertanian, dan teknik budidaya yang dilakukan petani.
Pengetahuan tentang iklim sangat penting artinya dalam sektor pertanian.
Cuaca adalah keadaan atau kelakuan atmosfer pada suatu waktu tertentu yang
sifatnya berubah-ubah dari waktu ke waktu. Sedangkan iklim adalah rata-rata
keadaan cuaca dalam jangka waktu lama, minimal 30 tahun yang sifatnya tetap.
Manusia hidup di dasar atmosfer yaitu pada pertemuan antara permukan bumi dan
atmosfer. Iklim akan mempengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia dan
organisme lain yang hidup di muka bumi. Dalam kehidupan sehari-hari, iklim akan
menjadi bahan pertimbangan dalam rancangan bangunan hunian atau kontruksi
bangunan fisik lainnya, bahan dan desain pakaian, jenis dan porsi pangan yang
dikonsumsi, dan ragam aktivitas sosial budaya yang dilakukan penduduk. Karena
cuaca dan iklim merupakan salah satu unsur lingkungan hidup yang sangat besar
pengaruhnya terhadap kehidupan manusia. Berbeda dengan unsur-unsur lingkungan
hidup lainnya.
Cuaca dan iklim adalah faktor lingkungan yang besar pengaruhnya terhadap
kehidupan. Oleh sebab itu, informasi berupa data atau keterangan tentang cuaca dan
iklim akan sangat diperlukan. Data yang benar dan lengkap, melalui analisis
meteorologi dan klimatologi akan membuka kejelasan tentang gejala dan perilaku
cuaca maupun keadaan iklim setempat serta dapat membuat manusia melakukan
usaha optimasi bidang kegiatannya.
Seiring dengan dengan semakin berkembangnya isu pemanasan global dan
akibatnya pada perubahan iklim, membuatsektor pertanian begitu terpukul. Tidak
teraturnya perilaku iklim dan perubahan awal musim dan akhir musim seperti musim
kemarau dan musim hujan membuat para petani begitu susah untuk merencanakan
masa tanam dan masa panen.
untuk daerah tropis indonesia, hujan merupakan faktor pembatas penting
dalam pertumbuhan dan produksi tanaman pertanian. Selain hujan, unsur iklim lain
yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman adalah suhu, angin, kelembaban dan
sinar matahari.
Setiap tanaman pasti memerlukan air dalam siklus hidupnya, sedangkan
hujan merupakan sumber air utama bagi tanaman. Berubahnya pasokan air bagi
tanaman yg disebabkan oleh berubahnya kondisi hujan tentu saja akan
mempengaruhi siklus pertumbuhan tanaman, inu merupakan contoh global pengaruh
ikliim terhadap tanaman.

2. Tujuan

Untuk mengetahui macam- macam alat pengukur yang ada di stasiun


meteorologi da kegunaannya serta cara dan waktu penggunaanya.

2. TINJAUAN PUSTAKA
Dalam bidang pertanian, menurut wisnubroto (1999) ilmu prakiraan
penentuan kondisi iklim atmosfer ini adalah untuk menentukan wilayah
pengembangan tanaman.iklim mempengaruhi dunia pertanian. Presipitasi, evaporasi,
suhu, angin, dankelembaban nisbi udara adalah unsur iklim yang penting. Dalam
dunia pertanian, air,udara, dan temperatur menjadi faktor yang penting. Kemampuan
menyimpan air olehtanah itu terbatas. Sebagian air meninggalkan tanah dengan cara
transpirasi, evaporasi,dan drainase.

Pada proses pengamatan keadaan amosfer kita ini, digunakan beberapa


alat.sebelum ditemukan satelit meteorologi, satu-satunya cara untuk mendapatkan
gambaranmenyeluruh mengenai keadaan atmosfer adalah dengan memasukkan
keadaan yangdiamati pada stasiun cuaca di seluruh dunia ke dalam peta cuaca
(neiburger, 1982).

Dalam pelaksanaan pengamatannya menggunakan hukum dan teknik


matematik. Pengamatan cuaca atau pengukuran unsur cuaca dilakukan pada lokasi
yang dinamakan stasiun cuaca atau yang lebih dikenal dengan stasiun meteorologi.

Maksud dari stasiun meteorologi ini ialah menghasilkan serempak data


meteorologis dan data biologis dan atau data-data yang lain yang dapat
menyumbangkan hubungan antara cuaca dan pertumbuhan atau hidup tanaman dan
hewan. Lokasi stasiun ini harus dapat mewakili keadaan pertanian dan keadaan alami
daerah tempat stasiun itu berada. Informasi meteorogis yang secara rutin
diamatiantara lain ialah keadaan lapisan atmosfer yang paling bawah, suhu dan
kelengasan tanah pada berbagai kedalaman, curah hujan, dan curahan lainnya, durasi
penyinaran dan reaksi matahari (prawirowardoyo, 1996).

Adapun alat-alat meteorologi yang ada di stasiun meteorologi pertanian


diantaranya alat pengukur curah hujan (ombrometer tipe observatorium dan
ombrograf), alat pengukur kelembaban relatif udara (psikometer assman,
psikometer sangkar, higrograf, higrometer, sling psikometer), alat pengukur suhu
udara(termometer biasa, termometer maksimum, termometer minimum, dan
termometer maximum-minimum six bellani), alat pengukur suhu air
(termometer maksimum-minimum permukaan air), alat pengukur panjang
penyinaran matahari (solarimeter tipe jordan, solarimeter tipe combell
stokes), alat pengukur suhu tanah (termometer permukaan tanah,
termometer selubung kayu, termometer bengkok, termometer maksimum-
minimum tanah, termometer simons, stick termometer), alat
pengukur intensitas penyinaran matahari (aktinograf), alat pengukur evaporasi
(panci evaporasikelas a, piche evaporimeter) dan alat pengukur kecepatan
angin (cup anemometer,hand anemometer, biram anemometer) (prawirowardoyo,
1996).

Stasiun meteorologi mengadakan contoh penginderaan setiap 30 detik


danmengirimkan kutipan statistik (sebagai contoh, rata-rata dan
maksimum). Untuk yang keras menyimpan modul-modul setiap 15 menit.
Hal ini dapat menghasilkan kira-kira 20 nilai dari hasil rekaman untuk
penyimpanan akhir disetiap interval keluaran. Ukuranutama dibuat di stasiun
meteorologi danau vida, pemakaian alat untuk temperatur udara,kelembaban relatif,
temperatur tanah (fontain, 2002).

Klimatologi berasal dari bahasa yunani klima dan logos yang masing2 berarti
kemiringan (slope) yg di arahkan ke lintang tempat sedangkan logos sendiri berarti
ilmu. Jadi definisi klimatologi adalah ilmu yang mencari gambaran dan penjelasan
sifat iklim, mengapa iklim di berbagai tempat di bumi berbeda , dan bagaimana
kaitan antara iklim dan dengan aktivitas manusia. Karena klimatologi memerlukan
interpretasi dari data2 yang banyak dehingga memerlukan statistik dalam
pengerjaannya, orang2 sering juga mengatakan klimatologi sebagai meteorologi
statistik (tjasyono, 2004)
Iklim merupakan salah satu faktor pembatas dalam proses pertumbuhan dan
produksi tanaman. Jenis2 dan sifat2 iklim bisa menentukkan jenis2 tanaman yg
tumbuh pada suatu daerah serta produksinya. Oleh karena itu kajian klimatologi
dalam bidang pertanian sangat diperlukan. Seiring dengan dengan semakin
berkembangnya isu pemanasan global dan akibatnya pada perubahan iklim, membuat
sektor pertanian begitu terpukul. Tidak teraturnya perilaku iklim dan perubahan awal
musim dan akhir musim seperti musim kemarau dan musim hujan membuat para
petani begitu susah untuk merencanakan masa tanam dan masa panen. Untuk daerah
tropis seperti indonesia, hujan merupakan faktor pembatas penting dalam
pertumbuhan dan produksi tanaman pertanian.
Selain hujan, unsur iklim lain yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman
adalah suhu, angin, kelembaban dan sinar matahari.

1. Radiasi surya
permukaan matahari bersuhu 6000k meskipun bagian dalamnya bersuhu
jutaan derajat kelvin. Dengan suhu permukaan tersebut, radiasi yang dipancarkan
berupa gelombang elektromagnetik sebesar 43,5 juta watt tiap m2 permukaan
matahari. Dengan jarak rata-rata matahari-bumi sejauh 150 juta km (triwartha dan
horn, 1980).
radiasi surya terdiri dari spectra ultraviolet (panjang gelombang kurang dari
0.38 mikron) yang berpengaruh merusak karena daya bakarnya sangat tinggi, spectra
photosynthetically active radiation (par) yang berperan membangkitan proses
fotosintesis dan spectra inframerah (lebih dari 0.74 mikron) yang merupakan
pengatur suhu udara . Spectra radiasi par dapat dirinci lebih lanjut menjadi pita-pita
spectrum yang masing-masing memiliki karakteristik tertentu. Ternyata spectrum
biru memberikan sumbangan yang paling potensial dalam fotosintesis
(koesmaryono, 1999).

2. Tekanan udara
Tekanan udara adalah tekanan yang diberikan oleh udara karena beratnya
tiap-tiap 1 cm2 bidang mendatar di permukaan bumi sampai batas atmosfer. Jika kita
naik maka tekanan makin rendah karena kerapatan udara makin kecil kolom
udaranya makin pendek (soekardi, 1986).
Berat udara di atas permukaan tanah menghasilkan daya tekan ke bumi.
Inilah yang disebut tekanan udara. Udara yang mengembang menghasilkan tekanan
udara yang lebih rendah. Sebaliknya, udara yang berat menghasilkan tekanan yang
lebih tinggi. Untuk keperluan ilmu pengetahuan, khususnya mengenai meteorologi
dan geofisika diperlukan suatu alat yang dapat mengukur kecepatan angin dan
mengukur tekanan udara. Alat tersebut sudah ada. Alat untuk mengukur kecepatan
angin disebut anemometer dan alat untuk mengukur tekanan udara disebut
barometer (anonim, 2007).

3. Suhu (suhu udara dan tanah)


Pembangunan membawa kesan ke atas sistem iklim mikro. Pembangunan
mengubah iklim mikro suatu kawasan; kesan utama adalah terhadap imbangan
sinaran tenaga dan gangguan terhadap kitaran hidrologi. Penebangan pokok
mengakibatkan kuantiti sinaran tenaga yang diserap oleh tanah lapang meningkat. Ini
menyebabkan peningkatan suhu permukaan tanah dan suhu udara. Pembalikan sinar
tenaga bertambah hingga menyebabkan suhu udara meningkat (anonim, 2008).
Suhu dan kelembaban udara ini sangat erat hubungannya, karena jika
kelembaban udara berubah, maka suhu juga akan berubah. Di musim penghujan suhu
udara rendah, kelembaban tinggi, memungkinkan tumbuhnya jamur pada kertas, atau
kertas menjadi bergelombang karena naik turunnya suhu udara (anonim, 2008).

4. Kelembaban tanah dan udara


Udara dengan mudah menyerap kelengasan dalam bentuk uap air. Banyaknya
bergantung pada suhu udara dan suhu air. Makin tinggi suhu udara, makin banyak
uap air yang dapat dikandungnya (wilson, 1993).

5. Curah hujan
Hujan merupakan susunan kimia yang cukup kompleks dan bervariasi dari
tempat yang satu ke tempat yang lain, dari musim ke musim pada tempat yang sama
dan dari waktu hujan berbeda. Air hujan terdiri atas: ion-ion natrium, kalium,
kalsium, khlor, karbonat dan sulfat yang merupakan jumlah yang besar bersama-
sama (soekardi, 1986).
Hujan merupakan suatu bentuk presipitasi, atau turunan cairan dari angkasa,
seperti salju, hujan es, embun, dan kabut. Hujan terbentuk apabila titik air yang
terpisah jatuh ke bumi dari awan. Tidak semua air hujan sampai ke permukaan bumi,
sebagian menguap ketika jatuh melalui udara kering, sejenis presipitasi yang dikenali
sebagai virga (anonim, 2008).
Curah hujan adalah jumlah air hujan yang jatuh dipermukaan tanah selama
periode tertentu yang diukur dalam satuan tinggi diatas permukaan horizontal apabila
tidak terjadi penghilangan oleh proses evaporasi, pengaliran dan peresapan.
Dinyatakan sebagai tebal lapisan air yang jatuh diatas permukaan tanah rata
seandaiya tidak ada infiltrasi dan evaporasi. Satuannya adalah mm. Curah hujan
1mm berarti banyaknya hujan yang jatuh diatas sebidang tanah seluas 1m2 = 1mm x
1m2 = 0,01dm x 100dm2 = 1dm3 = 1liter. Hari hujan adalah suatu hari dimana
terkumpul curah hujan 0,5mm atau lebih (buckman, 1982).

6. Angin
Angin adalah udara yang bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya. Angin
berhembus dikarenakan beberapa bagian bumi mendapat lebih banyak panas
matahari dibandingkan tempat yang lain. Permukaan tanah yang panas membuat
suhu udara di atasnya naik. Akibatnya udara mengembang dan menjadi lebih ringan
(anonim, 2007).
Angin mengakibatkan meningkatnya penguapan, yang dengan kelembaban
yang cukup mungkin dapat menguntungkan. Namun di daerah-daerah kering, banyak
angin berpengaruh sangat buruk, karena mengakibatkan pengeringan yang kuat.
Angin mempunyai pengaruh mekanis, yang kadang-kadang besar artinya (vink,
1984).
Angin adalah gerak udara yang sejajar dengan permukaan bumi. Udara
bergerak dari daerah bertekanan tinggi ke daerah bertekanan rendah. Angin diberi
nama sesuai dengan arah mana angin datang, misalnya angin laut adalah angin yang
bertiup dari laut ke darat (tyasyono, 2004).

7. Evapotranspirasi
Evaporasi adalah perubahan air menjadi uap air. Yang merupakan suatu
proses yang berlangsung hampir tanpa gangguan selama berjam-jam pada siang hari
dan sering juga selama malam hari. Air akan menguap dari permukaan baik tanah
gundul maupun tanah yang ditumbuhi tanaman, dan juga dari pepohonan permukaan
kedap air atap dan jalan raya air, air terbuka dan sungai yang mengalir (wilson,
1993).
3. Metodelogi

1. Waktu dan tempat

Adapun waktu pelaksanaan kegiatan kunjungan ini adalah pada tanggal 26


April 2014 bertempat di Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)
Kenten, Palembang.
4. HASIL DAN PEMBAHASAN

Adapun hasil yang kami dapat dari kunjungan BMKG di Kenten, Palembang
yaitu kami dapat melihat alat-alat yang ada dan mengamati beberapa alat yang ada di
sana. Alat alat tersebut akan dibahas sebagai berikut sesuai uturan pengamatan :

1. Sangkar meteorologi

Sangkar meterologi merupakan bangunan berbentuk rumah yang terbuat dari


kayu yang berfungsi untuk menyimpan alat termohigrograf, termometer maksimum,
termometer minimum, termometer bola kering dan termometer bola basah dan piche.
Sangkar meteorologi disana ada 2 macam yaitu ada yang ukuran 1 meter dan
meter. Didalam sangkar meterologi ini terdapat termometer anatara lain :

1. Termometer Maximum dan Minimum

Terdapat dua jenis termometer yakni termometer maksimum merupakan


sebagai alat ukur suhu udara maksimum yang terbuat dari gelas dengan bejana
berbentuk bola dan pada ujungnya berisi air raksa. Dan termometer minimum
merupakan sebagai alat ukur suhu udara minimum yang terbuat dari gelas berbentuk
garpu dan pada ujungya berisi alkohol dan benda penunjuk yang akan terseret oleh
alkohol manakala suhu turun dan akan tertinggal manakala suhu naik (alkohol
mengembang), maka benda penunjuk tadi akan menunjukan suhu terendah dalam
kurun waktu pengamatan.termometer maksimum dibaca pada jam 7 malam dan
minimun dibaca pada jam 7 pagi untuk dikirim di pusat serta jam 2 siang sebagai
data untuk pembanding.
2. Termometer Bola Basah dan Bola Kering
Alat ini disebut psychrometer terdiri dari 2 buah thermometer air raksa yaitu
thermometer bola kering dan thermometer bola basah. Thermometer bola basah
adalah thermometer yang bola air raksanya dibalut dengan kain basah. Penguapan
yang terjadi pada kain basah tersebut mengakibatkan turunya suhu. Perbedaan suhu
yang ditunjukan thermometer bola kering dan basah dengan bantuan tabel diperoleh
harga kelembaban udara dan suhu titik embun.
2. Tipping bucket
Tipping bucket berfungsi untuk mengukur curah hujan. Adapun cara kerjanya
yaitu : Pada prinsipnya jika hujan turun, air masuk melalui corong besar dan corong
kecil, kemudian terkumpul dalam ember (bucket) bagian atas (kanan). Jika air yang
tertampung cukup banyak menyebabkan ember bertambah berat, sehingga dapat
menggulingkan ember kekanan atau kekiri, tergantung dari letak ember tersebut.
Pada waktu ember terguling, penahan ember ikut bergerak turun naik. Penahan
ember mempunyai dua buah tangkai yang berhubungan dengan roda bergigi.
Gerakan turun naik penahan ember menyebabkan kedua tangkainya bergerak pula
dan bentuknya yang khusus dapat memutar roda bergigi berlawanan dengan arah
perputaran jarum jam. Perputaran roda bergigi diteruskan ke roda berbentuk jantung.
Roda yang berbentuk jantung mempunyai sebuah per yang menghubungkan kedua
pengatur kedudukan pena yang letak ujungnya selalu bersinggungan dengan tepi
roda. Perputaran roda berbentuk jantung akan menyebabkan kedudukan pena
bergerak sepanjang tepi roda.

3. Termometer bola tanah rumput dan tanah gundul

Pengamatan suhu tanah sebetulnya dilakukan pada kedalaman 0 cm, 5 cm, 10


cm, 20 cm, 30 cm, 50 cm dan 100 cm. Pengukuran dilakukan pada tanah tertutup
rumput dan pada permukaan tanah terbuka. Cara pembacaan termometer tanah tidak
berbeda dengan pembacaan pada termometer bola kering.

Pengukuran suhu tanah pada lapisan atas perlu dilakukan lebih intensif (lebih
sering) dari pada interval kedalaman yang lebih dalam, karena fluktuasi suhu tanah
lebih besar dan perubahan suhu yang berlangsung lebih cepat pada lapisan atas tanah
tersebut. Dengan pertimbangan ini world meteorogical organization (wmo)
merekomendasikan pengukuran tanah pada kedalaman 5, 10, 20, 50 dan 100 cm.
Pengamatan suhu tanah pada kedalaman 5, 10 dan 20 cm dilakukan tiga kali sehari,
sedangkan yang 50 dan 100 cm dilakukan satu kali pada sore hari.
Hal yang perlu diperhatikan adalah harus diusahakan agar membaca
termometer dengan cepat dan cermat sehingga menghindarkan kesalahan paralaks.
Untuk kedalaman 5 sampai 30 cm biasanya dipakai termometer yang bisa dibaca dari
luar, sedangkan untuk kedalaman 50 cm dan 100 cm biasanya dipakai termometer air
raksa yang dimasukkan dalam tabung yang kuat.

4. Anemometer
Mempunyai fungsi untuk mengukur kecepatan angin. Adapun cara kerja dari
alat ini adalah angin yang bertiup akan membuat anemometer berputar dan kecepatan
angin akan ditunjukkan oleh spidometer yang tertera pada alat.
Kecepatan atau kecepatan angin diukur dengan anemometer cup, instrumen
dengan tiga atau empat logam berlubang kecil belahan ditetapkan, sehingga mereka
menangkap angin dan berputar tentang batang vertikal. Sebuah catatan perangkat
listrik revolusi dari cangkir dan menghitung kecepatan angin. The anemometer kata
berasal dari kata yunani untuk angin, anemos.

5. High volume sampler (hv sampler)


Fungsinya untuk mengambil sampel spm (suspended particle matter). Prinsip
kerjanya yaitu: udara yang mengandung partikel debu dihisap mengalir melalui
kertas filter dengan menggunakan motor putaran kecepatan tinggi. Debu akan
menempel pada kertas filter yang nantinya akan diukur konsentrasinya dengan cara
kertas filter tersebut ditimbang sebelum dan sesudah sampling di samping itu dicatat
flowrate dan waktu lamanya sampling sehingga didapat konsentrasi debu tersebut.

6. Panci penguapan
Pengamatan penguapan air menggunakan alat penguapan yang terdiri dari :
1. Bejana atau panci tempat air dengan diameter 127 cm,
2. Thermometer apung untuk mengukur suhu air,
3. Hook gauge stell well untuk mengukur tinggi air dalam panci.
4. Cup counter anemometer untuk mengukur kecepatan angin rata-rata di
permukaan air.
Pengamatan dilaksanakan setiap jam 07.00 wib. Selisih tinggi air sekarang
dengan tinggi air kemarin merupakan jumlah air yang hilang karena menguap
dengan kondisi : suhu air rata-rata seperti yang ditunjukan thermometer apung,
kecepatan angin rata-rata di permukaan air seperti yang ditunjukan cup counter
anemometer.

7. Campbell stokes
Bagian-bagian alat : bola gelas, lensa cembung mengumpulkan sinar matahari
ke suatu titik api; tempat menyisipkan kertas pias; pengatur kertas pias; penunjuk
yang menyatakan lintang pada waktu alat di setel; tiga buah sekrup menyetel
kedudukan horisontal.
Cara kerja :
Lamanya penyinaran sinar matahari dicatat dengan jalan memusatkan
(memfokuskan) sinar matahari melalui bola gelas hingga fokus sinar matahari
tersebut tepat mengenai pias yang khusus dibuat untuk alat ini dan meninggalkan
pada jejak pias. Dipergunakannya bola gelas dimaksudkan agar alat tersebut dapat
dipergunakan untuk memfokuskan sinar matahari secara terus menerus tanpa
terpengaruh oleh posisi matahari. Pias ditempatkan pada kerangka cekung yang
konsentrik dengan bola gelas dan sinar yang difokuskan tepat mengenai pias. Jika
matahari bersinar sepanjang hari dan mengenai alat ini, maka akan diperoleh jejak
pias terbakar yang tak terputus. Tetapi jika matahari bersinar terputus-putus, maka
jejak dipiaspun akan terputus-putus. Dengan menjumlahkan waktu dari bagian-
bagian terbakar yang terputus-putus akan diperoleh lamanya penyinaran matahari.

8. Penakar Curah Hujan Helman Dan Obs

Penakar hujan jenis hellman merupakan suatu instrument/alat untuk


mengukur curah hujan.penakar hujan jenis hellman ini merupakan suatu alat penakar
hujan berjenis recording atau dapat mencatat sendiri.alat ini dipakai di stasiun-stasiun
pengamatan udara permukaan.pengamatan dengan menggunakan alat ini dilakukan
setiap hari pada jam-jam tertentu mekipun cuaca dalam keadaan baik/hari sedang
cerah.alat ini mencatat jumlah curah hujan yang terkumpul dalam bentuk garis
vertical yang tercatat pada kertas pias. Alat ini memerlukan perawatan yang cukup
intensif untuk menghindari kerusakan-kerusakan yang sering terjadi pada alat ini.

Cara kerja alat


Jika hujan turun, air hujan masuk melalui corong, kemudian terkumpul dalam
tabung tempat pelampung. Air hujan ini menyebabkan pelampung serta tangkainya
terangkat atau naik keatas.pada tangkai pelampung terdapat tongkat pena yang
gerakkannya selalu mengikuti tangkai pelampung gerakkan pena dicatat pada pias
yang ditakkan/digulung pada silinder jam yang dapat berputar dengan bantuan tenaga
per.
Alat penakar curah hujan ( jenis obs/observatorium)

hujan merupakan salah satu parameter cuaca yang dibutuhkan untuk


kepentinganbmkg dalam menentukan kondisi lingkungan dan masyarakat yang
memerlukan data curah hujan.

Cara mengamati hujan dengan penakar hujan observation


1. menggunakan gelas ukur yang tersedia dengan ukuran standart-
2. buka mulut gelas, letakkan di bawah kran penampung curah hujan
3. upayakan air jatuh tepat di gelas ukur, sehingga tidak air yang tumpah,
kemudiantakar secara keseluruhan hingga air pada penakar habis, tutp kran
lagi
4. angkat gelas ukur sejajar mata, hindarkan pembacaan dari keslahan paralaks-

9. Actinograph

Actinograph adalah alat untuk mengukur total intensitas dari radiasi matahari
langsung. Maksud dari pengukuran intensitas radiasi matahari ini adalah untuk
mengetahui total intensitas radiasi yang jatuh pada permukaan bumi baik yang
langsung maupun yang dibaurkan oleh atmosfer.

Komponen-komponen utama dari actinograph :


1. Sensor, yang terdiri dari masing-masing 2 strip bimetal yang bercat hitam dan
putih
2. Glass dome (bulatan bola gelas), mentransmisikan 90% energi elektromagnetik
3. Plat pengatur bimetal
4. Mekanik pembesar
5. Tangkai dan pena pencatat
6. Drum clock / silinder berputar yang dilengkapi dengan kertas pias
7. Pengatur atau perata-rata air
8. Kontainer silica gel, menyerap uap air agar tidak terjadi kondensasi pada
permukaan glassdome
9. Bagian dasar
10. Penutup atau cover
Prinsip kerja alat tersebut adalah perbedaan panjang akibat adanya
perbedaan temperatur. Kemudian bimetal diatur sedemikian rupa sehingga bila kedua
lempengan logam berada pada temperatur yang sama maka pena akan menunjukkan
angka nol. Kemudian jika terdapat radiasi matahari yang mengenai lempengan -
lempengan tersebut, lempengan yang berwarna hitam akan menyerap panas lebih
banyak sehingga logam hitam tersebut lebih panjang dibandingkan dengan logam
berwarna putih yang sifatnya kurang menyerap panas.
Diantara lempengan tersebut disambung dengan pena yang apabila terjadi
perubahan temperatur menyebabkan perubahan panjang sehingga potongan lempeng
logam tersebut akan menggerakkan pena. Pena tersebut bergerak naik turun. Makin
besar intensitas radiasi matahari yang mengenai lempengan logam maka makin besar
pula perbedaan temperatur kedua logam tadi. Semakin besar perbedaan temperatur
semakain besar pula perbedaan panjang sehingga pena bergerak semakin tinggi.
5. KESIMPULAN DAN SARAN

1. Kesimpulan

1. Cuaca adalah keadaan atau kelakuan atmosfer pada suatu waktu tertentu yang
sifatnya berubah-ubah dari waktu ke waktu.
2. Meteorologi didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari atmosfer yang
menyangkut keadaan fisis dan dinamisnya serta interkasinya dengan permukaan
bumi di bawahnya
3. Selain hujan, unsur iklim lain yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman adalah
suhu, angin, kelembaban dan sinar matahari.
4. Alat-alat meteorologi yang ada di stasiun meteorologi diantaranya adalah sangkar
meteorologi, panci evaporasi terbuka , anemometer , thermometer max-
min,termometer bola basah-bola kering,termometer bola tanah berumput dan
tanah gundul,tipping bucket,AWS,HVS,penakar curah hujan Hillman dan
Obs,achtinograph dan Campbell stokes.
5. Maksud dari stasiun meteorologi ini ialah menghasilkan serempak data
meteorologis dan data biologis dan atau data-data yang lain yang dapat
menyumbangkan hubungan antara cuaca dan pertumbuhan atau hidup tanaman
dan hewan.

2. Saran

Dalam melakukan pembacaan alat kita harus membaca dengan teliti karena
untuk menghindari kesalahan data yang diambil.
DAFTAR PUSTAKA

Anonim.2011.Actinogfraph.(online).
(http://elangeo08.blogspot.com/2011/02/actinograph.html).Diakses pada
tanggal 28 April 2014.
Amrulah,ahmad. 2011. Cara menggunakan penakar hujan.
(Online).http://ahmadamarullah.blogspot.com/2011/12/cara-menggunakan-
penakar-curah-hujan.html). Diakses pada tanggal 28 April 2014.
Basoeki, M. 1986. Pengantar Meteorologi. Purwokerto: UMP.
Buckman, 1982. Ilmu Tanah. Bhatara Karya Aksara, Jakarta.
Ersin Seyhan, 1990. Dasar-Dasar Hidrologi,. Yogyakarta. Gadjah Mada University
Press.
Erwi tari Tonga. 2012. Alat-alat di BMKG. (online).
(http://erwitaritonga.blogspot.com/2012/12/alat-alat-di-bmkg.html).
Diakses pada tanggal 28 April 2014.
Foth D.H, 1994.Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Gadjah Mada University Press.
Hasan, Urip Muhammad. 1970. Dasar-Dasar Meteorlogi Pertanian. Jakarta: PT.
Soeroengan.
Joyce Martha W dkk. 1993. Mengenal Dasar Dasar Hidrologi. Penerbit Nova.
Kartasapoetra. 1987. Teknologi Penyuluhan Pertanian. Bina Aksara. Jakarta.
Neiburger, dkk.1982. Memahami Lingkungan Atmosfer Kita. Bandung: ITB.
Syafudin. 2013. Tugas Laporan BMKG. (Online).
(http://geosyaefudin.blogspot.com/2013/02/tugas-laporan-bmkg.html).
Diakses pada tanggal 28 April 2014.
Tjasyono, Bayong. 2004. Klimatologi Edisi ke -2. Penerbit ITB. Bandung
Lampiran