Anda di halaman 1dari 8

KOPLING GESEK

Kopling gesek atau klos adalah bagian mesin yang digunakan untuk menghubungkan putaran
poros penggerak ke poros yang digerakkan dimana penyambungan atau pelepasannya dapat
dilaksanakan tanpa menghentikan poros penggerak.

Gambar 11.1 Kopling gesek plat tunggal

Gambar 11.2 Kopling gesek plat banyak


6.1 KLASIFIKASI KLOS
Ada dua tipe klos yang umum digunakan, yaitu kopling positip, dan kopling gesek. Kopling
positip dapat dibagi menjadi dua, yaitu kopling positip spiral dan kopling positip persegi.
Kopling gesek dibagi menjadi dua, yaitu kopling gesek plat dan kopling gesek kerucut.
11.2 KOPLING GESEK PLAT
Kopling dapat dibagi menjadi dua yaitu kopling plat tunggal dan kopling plat banyak (lihat
gambar 1 dan 2). Perhitungan gaya gesek, torsi gesek dapat diuraikan seperti berikut ini.

11.2.1 Perhitungan gaya gesek dan torsi gesek


Ditinjau permukaan gesek tunggal, dengan:
x = radius tinjauan plat gesek
dx = elemen radius plat gesek
T = torsi yang dipindahkan
p = tekanan aksial kontak permukaan
r1, r2 = radius dalam dan luar plat gesek r
= radius rata-rata plat gesek
= koefisien gesek plat gesek

Gambar 11.3 Plat gesek

Bila ditinjau elemen kecil denga tebal dx, radius , maka:


Luas elemen permukaan kontak, A = 2.x. dx
Elemen gaya aksial atau gaya normal, dW = p.A = p. (2.x. dx)
Elemen gaya gesek, tangensial terhadap radius, Fx = .p. (2.x. dx)
Torsi gesek pada elemen luasan: Tx= Px . x = .p. (2.x. dx). x = 2.p.x2. dx

Untuk menghitung torsi total ada dua asumsi, yaitu tekanan merata, tekanan tidak merata (=
keausan merata).

a. Asumsi Tekanan Merata


Bila tekanan terdistribusi secara merata pada permukaan gesek, maka intensitas tekanan, p:
W
p =
(r1 r 2 2 )
2

dengan: W = gaya aksial pada permukaan kontak


Torsi pada elemen kecil, Tx adalah:
Tx = .p.2..x 2 .dx
Torsi totalnya adalah :
r1
2 r13 r23
T = 2...p, x
2
= .W 2 2 = . W. r
3 r r
r2 1 2
2 r13 r23
dengan: r = 2 2 ( r = radius rata-rata permukaan gesek)
3 r1 r2
b. Asumsi tekanan tidak merata (keausan merata)
Misal p adalah tekanan normal pada jarak radius x dari sumbu klos, maka tekanan akan
bervariasi berbanding terbalik dengan jarak, maka dapat dituliskan:
C
p. x = C (konstan) atau p =
x
Gaya normal pada elemen kecil:
C
dW = p.2..x.dx = 2..x.dx = 2 .C.dx
x
Gaya aksial total pada permukaan gesek :
r1

2..C.dx = 2..C. x r 2 = 2..C. r1 r2


r1
W =
r2
W
C =
( r1 r2 )
Kita tahu bahwa torsi gesek pada elemen kecil, Tx :
C
Tx = .p.2..x 2 .dx = . .2..x 2 .dx = 2...C.x.dx
x
Torsi total, T:
r1

T =
r2
2..C.x.dx
r1
x2
= 2.C
2 r2
r12 r22
= 2.C

2

= .C r1 r2
2 2

= .
W
2. r1 r2
2

r1 r2
2

= . .W.(r1 r2 ) = .W.r

dengan: r = (r1 r2 ) = radius rata-rata plat gesek

Catatan:
1. Tekanan maksimum terjadi adalah pada radius dalam, sehingga hubungan tekanan dan
radius: p. r2 = C
2. Kopling dengan (n) pasangan plat gesek, maka torsi yang dapat ditransmisikan sebesar:
T = n. . W. r
dengan :
2 r13 r23
r = 2 2 untuk asumsi tekanan merata
3 r1 r2
r = (r1 r2 ) untuk asumsi tekanan tidak merata (keausan merata)
3. Bila jumlah plat gesek pada poros penggerak = n 1, dan plat pada poros yang digerakkan
n2, maka jumlah pasangan plat gesek adalah n = n1 + n2 1
Gambar 11.4 . Kopling plat banyak

4. Asumsi tekanan merata terjadi pada kondisi klos masih dalam kondisi baru, sedangkan
asumsi tekanan tidak merata terjadi pada klos yang sudah lama terpakai.
CONTOH SOAL
1. Kopling gesek memindahkan daya 15 hp pada putaran 3000 rpm. Plat gesek tunggal
dengan kedua sisi efektif bekerja, dan tekanan dibatasi sampai 0,9 kg/cm 2. Jika diameter luar
plat gesek 1,4 kali diameter dalam, hitung dimensi plat gesek. Asumsikan keausan merata.
Koefisien gesek 0,3.
Penyelesaian:
Torsi yang dipindahkan adalah:
Px 4500 15x 4500
T = 3,58 kg - m 358 kg - cm
2x.n 2.300
Dimensi plat gesek
p.x = C (konstan)
p. r2 = C
C = 0,9 . r2
Gaya aksial total, W:
W = 2..C(r1 - r2)
= 2. . 0,9 r2 (1,4 r2 r2) = 2,2 r22
Torsi (rumus lainnya):
r r2
T = n. .W. 1 )
2
1,4r2 r2
358 = 2(0,3)(2,2r22 . )
2
r2 = 6.07 cm.
r1 = 1,4 r2 = 1,4 x 6,07 = 8,498 cm.

2. Kopling gesek dengan plat banyak. Jumlah plat pada poros penggerak 3 plat dan pada
poros yang digerakkan 2 plat. Diameter terluar bidang gesek 240 mm dan diameter dalam
120 mm. Asumsikan keausan merata yang terjadi, koefisien gesek 0,3. Daya yang
dipindahkan 25 kW pada putaran 1575 rpm. Hitung tekanan aksial yang terjadi (p).

Penyelesaian:
n1 = 3; n2 = 2
n = n1 + n2 1 = 3 + 2 1 = 4 plat
d1 = 240 mm (r1 = 120 mm); d2 = 120 mm (r2 = 60 mm)
= 0,3
Daya: P = T.
2..(1575)
25000 = T.
60
T = 151,6 N-m = 151600 N-mm.
Rumus lain yang merupakan fungsi plat gesek:
r r2
T = n. .W. 1 )
2
120 60
151600 = 4. 0,3. W
2
W = 1404 N
Tekanan maksimum yang terjadi pada radius dalam:
p. r2 = C atau C = p. r2 = 60. p

Gaya aksial pada bidang gesek :


W = 2 x C (r1 r2)
1404 = 2 x 60. p (120 60)
1404 = 7200 (p)
P = 0,062 N/mm2.

11.5 KOPLING KERUCUT


Kopling kerucut mempunyai permukaan gesek konis. Kopling ini hanya mempunyai satu
pasangan permukaan gesek. bagian utama kopling kerucut ditunjukkan seperti pada gambar 5.

a. Mekanis penyambungan pelepasan b. Ukuran utama


Gambar 11.5 Kopling kerucut

11.3.1 Cara Kerja


Pada kopling kerucut, penggerak dipasak menggerakkan poros yang digerakkan dan
mempunyai permukaan gesek dalam dan permukaan kopling yang digerakkan dengan
permukaan konis luar. Permukaan konis luar dapat digeser kekiri dan kekanan dengan handel
sehingga dapat menghubungkan dua permukaan gesek sehingga torsi gesek dapat dipindahkan
dari poros penggerak ke poros yang digerakkan. pada bentuk yang lain, gaya aksial dari
permukaan yang digerakkan diperoleh dari gaya pegas. Pegas selalu menekan aksial dan
permukaan selalu kontak. handel digunakan untuk melepaskan saja.

11.3.2 Perhitungan Torsi Gesek


Misal notasi yang digunakan adalah sebagai berikut:
pn = tekanan normal permukaan konis
r1, r2 = radius luar dan dalam permukaan gesek
r = radius rata-rata
= (r1 + r2)
= sudut kemiringan permukaan gesek dengan sumbu poros
= koefisien gesek permukaan kontak
w = lebar permukaan kontak

Luas permukaan kontak,


A = 2 . . r. w
Gaya normal antara permukaan kontak,
Pn = tekanan normal x luas kontak
= pn x (2r) w
Gaya aksial pegas yang diperlukan untukmenghasilkan gaya normal, misalnya untuk
menyambung kopling:
Pa
Pa = Pn. sin atau Pn =
sin
Gaya gesek atau gaya tangensial antara permukaan kontak :
F = . Pn
Torsi gesek yang dihasilkan oleh permukaan konis:
T = F . r = . pn. 2 . . r . w .r . pn . 2. r 2 . w

CONTOH SOAL
1. Mesin dengan daya 60 hp pada putaran 1000 rpm dihubungkan dengan kopling kerucut
yang dipasangkan dalam flywheel. Sudut kerucut = 12,5o. dan diameter rata-rata maksimum
50 cm. Koefisien gesek 0,2. Tekanan normal dibatasi sampai 1 kg/cm 2. Hitung : a. Lebar
permukaan yang diperlukan. b. Gaya aksial pegas yang diperlukan untuk menyambung
kopling.

Penyelesaian:
P = 60 hp n = 1000 rpm
= 12,5 o

d = 50 cm r = 25 cm
= 0,2 pn = 1 kg/cm2
Torsi yang dipindahkan kopling adalah :
Px 4500 60x 4500
T = 43 kg - m 4300 kg - cm
2x.n 2.1000

a. Menghitung lebar permukaan


Misal lebar permukaan gesek, w:
T = . p n . 2. r 2 . w
4300 = 0,2 . (1) 2 (252) (w)
w = 5,47 cm

b. Gaya aksial pegas, Pa


Pa = Pn. sin = (pn. 2rw) sin
sin 12,5o = 186 kg

2. Kopling kerucut dirancang untukm emindahkan daya sebesar 7,5 kW pada putaran 900
rpm. Sudut kerucut bidang gesek = 12o. Lebar permukaan adalah setengah daro radius rata-
rata dan tekanan normal antara permukaan kontak tidak lebih dari 0,09 N/mm 2. Asumsikan
keausan merata dan koefisien gesek antara permukaan kontak = 0,2. Hitung ukuran utama
dari kopling (r,w, r1, r2) dan gaya aksial (Fa) yang diperlukan untuk menyambung kopling
tersebut.

Penyelesaian:
Px 60 7500x 60
T = 79,56 N - m 7956 N - cm
2 x.n 2.900
Rumus lain:
T = . pn . 2. r 2 . w
Sudah diketahui: w = r/2
T = . p n . 2. r 2 . r/2 . p n . . r 3
T 79560
r3 = 1421000 mm 3
..p n (0,2)(0,09)
r = 112,4 mm

Gambar 11.6 Profil lebar kopling


Lebar plat gesek, w:
w = r/2 = 112,4/2 = 56,2 mm.
Dari gambar diatas, kita dapatkan radius luar, r1:
r1 = r + w/2. sin = 112,4 + 56,2/2. sin 12o = 118 mm
Radius dalam, r2:
r2 = r - w/2. sin
= 112,4 56,2/2 . sin 12o
= 107 mm.
Gaya aksial, Pa:
Pa = Pn. sin = (pn . 2. r. w) sin
sin

SOAL-SOAL
1. Kopling gesek plat tunggal dengan dua pasang permukaan kontak untuk memindahkan
daya 12 hp pada putaran 900 rpm. tekanan aksial 0,85 kg/cm 2. Diameter luar 1,25 kali
diameter dalam. Asumsikan keausan merata. Koefisien gesek 0,3. Hitung dimensi bidang
gesek dan gaya aksial pegas.

2. Kopling dengan plat banya dengan 3 plat pada poros penggerak dan 2 plat pada poros yang
digerakkan. Diameter luar bidang gesek 25 cm. Diameter dalam 15 cm. Koefisien gesek 0,3.
Tentukan tekanan aksial maksimum antara bidang gesek untuk memindahkan daya 25 hp
pada putaran 500 rpm. Asumsikan keausan merata tyang terjadi.

3. Kopling gesek dengan dua pasang bidang gesek dirancang untuk memindahkan daya 10 hp
pada putaran 900 rpm. Tekanan bidang ijin p = 0,7 kg/cm 2. Koefisien gesek 0,25. Gaya aksial
disuplai dari 6 buah pegas helik tekan. Indek pegas = 6. tegangan geser ijin pegas 4200
kg/cm2. Ditanyakan : diameter poros (d) bila tegangan geser ijin poros 140 kg/cm 2. Radius
rata-rata bidang gesek (r), Lebar bidang gesek (w) bila perbandingan r/w 4; Radius luar dan
radius dalam bidang gesek; Dimensi pegas: d, D, Do, di, , panjang bebas (lf), pitch pegas (p).

4. Kopling kerucut dirancang untuk memindahkan daya 40 hp pada putaran 1000 rpm.
Hitung ukuran utama kopling (r,w,r1, r2) dan gaya aksial (Pa) yang diperlukan untuk
menyambung kerucut tersebut. Data-data yang diketahui yaitu: sudut kerucut 12,5 o, lebar
muka w = 0,5 x radius rata-rata, tekanan normal , pn = 1 kg/cm2, koefisien gesek 0,25.