Anda di halaman 1dari 17

HALAMAN PENGESAHAN

Laporan lengkap praktikum biologi dengan judul Cara Menggunakan


Mikroskop di susun oleh :
Nama : Nur Hikmah.S.Jumain
NIM : 101 404 046
Kelas :A
Kelompok : VII
Telah diperiksa dan dikonsultasikan kepada asisten/koordinator asisten maka
dinyatakan diterima.

Makassar,29 Oktober 2010

Koordinator Asisten Asisten

Suhaedir Bahtiar S,pd A.Zulhamdi Hasanuddin


NIM:061 404 029
Mengetahui
Dosen Penanggung Jawab

Drs.H.Hamka L,MS
NIP:1921231 198702 1 005
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Segala sesuatu yang ada di muka bumi ini pasti ada bagian-bagiannya,
begitu juga suatu unsur atau partikel. Ada yang bisa dilihat dengan kasat
mata, ada pula yang tidak nampak dengan mata telanjang, karena lensa pada
mata manusia sangat terbatas jangkauannya, sehingga hanya bisa melihat
benda-benda dalam ukuran tertentu.
Untuk mengkaji beberapa ilmu seperti biologi dan cabang-cabangnya,
tidak cukup apabila hanya mengandalkan penglihatan mata normal
manusia.Karena ilmu ini sangat terkait dengan mikro-mikro molekul atau
struktur-struktur yang sangat kecil seperti,struktur tubuh hewan dan
tumbuhan.Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah alat dengan perbesaran berkali-
kali dari mata normal manusia.
Antony van Leeuwenhoek pun menjawab semuanya dengan di
ciptakannya mikroskop. Ia mengembangkan kekuatan lensa yang
memperbesar organisme hingga 100-300 kali sehingga mampu mengamati
mikroba satu sel.
Mikroskop adalah instrumen yang paling banyak digunakan dan paling
bermanfaat di laboratorium mikroskopi dan biologi, karena hampir semua
mata kuliah Biologi memerlukan mikroskop dalam kegiatan laboratoriumnya.
Oleh sebab itu mikroskop harus dikenalkan kepada para pelajar sejak dini,
terutama mahasiswa yang mengambil jurusan biologi.
Mempelajar mikroskop berarti mengetahui bagian-bagiannya,
mengetahui fungsi dari bagian-bagian tersebut, serta mengetahui cara
merawat dan mengamankannya.
B. Tujuan praktikum

Mahasiswa terampil menggunakan mikroskop biologi dengan cepat dan


aman untuk melihat sediaan sederhana.

C. Manfaat praktikum

Mahasiswa dapat mengetahui bagian-bagian mikroskop biologi beserta


fungsinya,dan mahasiswa juga mampu menggunakan mikroskop dengan baik
dan benar dan juga mampu mengamankannya.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Antony van Leeuwenhoek (1632-1723) sebenarnya bukan peneliti atau


ilmuan yang profesional. Profesi sebenarnya adalah sebagaiwine terster di kota
Delf,Belanda.Ia biasa menggunakan kaca pembesar untuk mengamati serat-serat
pain.Sebenarnya ia bukan orang pertama dalam penggunaan mikroskop, tetapi
rasa ingin tahunya yang besar terhadap alam semesta menjadikannya salah
seorang penemu mikrobiologi. Ia menggunakan mikroskopnya yang sangat
sederhana untuk mengamati air sungai,hujan,feses,dan lain sebagainya.Ia pun
meningkatkan mikroskopnya dengan menumbuk lebih banyak lensa dan
memasangnya di lempengan perak. Akhirnya ia membuat 250 mikroskop yang
mampu memperbesar 200-300 kali.(anonim,2010)
Mikroskop adalah instrumen yang paling banyak digunakan dan paling
bermanfaat di laboratorium mikroskopi dan bioologi, karena hampir semua mata
kuliah Biologi memerlukan mikroskop dalam kegiatan laboratoriumnya.Dengan
mikroskop diperoleh perbesaran sehingga memungkinkan untuk mengamati
organisme dan struktur yang tidak tampak dengan mata telanjang.(Dra.Ni Putu
Ristiati,2000)
Mikroskop merupakan alat bantu yang memungkinkan kita dapat mengamati
objek yang berukuran sangat kecil. Ada dua jenis mikroskop berdasarkan pada
kenampakan objek yang di amati, yaitu mikroskop dua dimensi (mikroskop
cahaya) dan mikroskop tiga dimensi (mikroskop stereo). Sedangkan berdasarkan
sumber cahayanya, mikroskop dibedakan menjadi mikroskop cahaya dan
mikroskop elektron (Drs Riandi,2000) :

1. Mikroskop Cahaya
Mikroskop cahaya mempunyai perbesaran maksimum 1000 kali. Mikroskop
mempunyai kaki yang berat dan kokoh dengan tujuan agar dapat berdiri
dengan stabil. Mikroskop cahaya memiliki tiga sistem lensa, yaitu lensa
obyektif, lensa okuler, dan kondensor. Lensa obyektif dan lensa okuler terletak
pada kedua ujung tabung mikroskop. Ada dua macam mikroskop
cahaya.(Drs.Riandi,2000)
a) Mikroskop medan terang
Mikroskop medan terang digunakan untuk memperbesar gambaran objek
yang di uji, untuk menentukan ukuran, susunan karakteristik dan motilitas
bakteri dan mikroba lain.Dalam mikroskop ini, medan mikroskop atau
daerah yang sedang diamati diterangi dengan benderang sehingga objek
yang sedang diamati tampak lebih gelap dari pada latar belakangnya.
Lensa objektif memperbesar gambaran objek biasanya 4-100 kali dan
lensa okuler umumnya memperbesar gambaran 10-15 kali.(Niputu
Ristiati,2000)
b) Mikroskop medan gelap
Objek yang diamati pada mikroskop ini terang benderang dan sangat
nyata terhadap medan gelap (latar belakang yang gelap). Mikroskop ini
sering digunakan untuk melihat spirochaeta seperti Treponema (penyebab
sifilis),Leptospira (leptospirosis).(Niputu Ristiati,2000)

2. Mikroskop Stereo
Mikroskop stereo merupakan jenis mikroskop yang hanya bisa digunakan untuk
benda yang berukuran relatif besar. Mikroskop stereo mempunyai perbesaran 7
hingga 30 kali.Benda yang diamati dengan mikroskop ini dapat terlihat secara tiga
dimensi. Komponen utama mikroskop stereo hampir sama dengan mikroskop
cahaya. Lensa terdiri atas lensa okuler dan lensa obyektif. Beberapa perbedaan
dengan mikroskop cahaya adalah : (1) ruang ketajaman lensa mikroskop stereo
jauh lebih tinggi dibandingkan dengan mikroskop cahaya sehingga kita dapat
melihat bentuk tiga dimensi benda yang di amati, (2) sumber cahaya berasal dari
atas sehingga obyek yang tebal dapat diamati.(Anonim,2010)

3.Mikroskop Elektron
Mikroskop elektron mempunyai perbesaran sampai 100 ribu kali, elektron
digunakan sebagai pengganti cahaya. Mikroskop elektron mempunyai dua tipe,
yaitu mikroskop elektron scanning (SEM) yang digunakan untuk studi detil
arsitektur permukaan sel dan mikroskop elektron transmisi (TEM) yang
digunakan untuk mengamati struktur detil internal sel.(Anoniim,2010)
Jenis mikroskop yang lain juga ada, seperti :
1. Mikroskop flouresensi
Mikroskop flouresensis digunakan untuk mengamati keberadaan mikroba
dalam kultur campuran atau jaringan tumbuhan dan hewan yang dengan
pewarnaan khusus dapat menghasilkan bayangan yang berpendar
sehingga dapat mudah diamati. Mikroskop ini menggunakan sinar
ultraviolet yang tidak terlihat.(Dra Niputu Ristiati,2000)
2. Mikroskop fase kontras
Mikroskop fase kontras digunakan untuk menambah kontras antar sel
dengan latar belakangnya antara struktur dalam sel dengan sitoplasma.
Mikroskop ini digunakanuntuk melihat objek dengan indeks refraksi sinar
yang berbeda.Dengan teknik ini dapat ditemukan letak struktur di dalam
sel yang tidak diwarnai yang tidak teramati dengan mikroskop medan
terang.(Dra Niputu Ristiati,2000)
Dua nilai penting sebuah mikroskop ialah daya pembesaran dan
penguraiannya,atau resolusi. Pembesaran mencerminkan berapa kali lebih
besar objeknya terlihat dibandingkan dengan ukuran sebenarnya. Sama
seperti daya urai mata manusia yang terbatas, daya urai mikroskop juga
terbatas. Mikroskop dapat di desain untuk memperbesar objek sebesar
yang diinginkan,tetapi mikroskop cahaya tidak pernah menguraikan
rincian yang lebih halus dari kira-kira 0,2 mm, ukuran bakteri
kecil.(Campbell,2002)
Mikroskop yang pertama kali digunakan oleh para saintis di
laboratorium, adalah mikroskop cahaya. Cahaya tampak di lewatkan
melalui spesimen diperbesar sewaktu bayangan itu diproyeksikan ke mata
kita.(Campbel,2002)
BAB III
METODE PRAKTIKUM

A. Waktu dan tempat

Hari / tanggal : Jumat,22 oktober 2010


Pukul : 13.30-15.30
Tempat : Laboratorium Biologi Lantai III timur FMIPA
UNM
B. Alat dan bahan

a. Alat
1. Mikroskop biologi
2. Kotak peralatan berisi :
a) Kaca benda
b) Kaca penutup
c) Cawan petri
d) Pinset
e) Pipet tangan
3. Pisau silet baru
4. Kain planel baru
5. Lap katun
6. Buku gambar dan pensil
7. Tusuk gigi
b. Bahan
1. Air suling
2. Kertas saring atau kertas hisap
3. Kapas atau kapuk
4. Daun kembang sepatu( Hibiscus rossa-sinensis)
5. Daun waru (Hibiscus tiliaceus)
6. Daun labu( Cucurbita sp )
7. Bawang merah (Allium cepa)

C. Prosedur kerja

1. Menyiapkan mikroskop
1.1 Meletakkan mikroskop di atas meja kerja
1.2 Membersihkan badan mikroskop dengan kain planel
1.3 Membuka kotak peralatan,mengeluarkan cawan petri yang
berisi kaca benda dan kaca penutup,kemudian
membersihkan kain benda dengan kain katun atau kertas
saring.
1.4 Menyingkirkan semua alat yang tidak digunakan pada saat
praktikum.

2. Mengatur masuknya cahaya ke dalam tubus


2.1 Memperhatikan keadaan ruangan praktikum,untuk mencari
arah datangnya cahaya.Kemudian mengarahkan cermin
mikroskop ke sumber cahaya.
2.2 Mengatur posisi revolver
2.3 Menurunkan tubus sampai jarak ujung objektif dengan
meja sediaan 5-10 mm atau tubus turun maksimal.
2.4 Meneropong lewat okuler dengan mata kiritanpa
memicingkan mata kanan.
2.5 Mengamati sediaan dengan mikroskop.

3.Mengatur jarak lensa dengan sediaan


3.1 Memutar pengatur kasar atau makrometer ke arah empu
jari,tubus turun,jarak objektif dengan meja sediaan
mengecil,kemudian melakukan sebaliknya
3.2 Memasang kaca benda yang berisi seediaan di atas meja
sediaan sedemikian rupa sehingga bahan berada di tengah
lubang meja,kemudian menjepitnya dengan sengkeling.
3.3 Memperhatikan jarak objektif dengan kaca benda tidak
boleh lebih dari 10mm.
3.4 Meneropong lewat okuler sambil memutar-mutar
makrometer menaikkan tubus perlahan-lahan.
3.5 Memeriksa perbesaran okuler dan objektif.
3.6 Mengeluarkan preparat.
4. Membuat preparat sederhana
4.1 Mengambil kaca benda yang sudah di bersihkan.
4.2 Membelah bahan (alliumcepa,hibiscus rossa
sinensis,hibiscus tiliaceus,cucurbita sp) setipis
mungkin,kemudian meletakkannya di atas kaca sediaan.
4.3 Meneteskan air,kemudian menutup dengan kaca penutup
secara perlahan-lahan.
4.4 Mengamati preparat sederhana dengan mikroskop.

5. Mengganti perbesaran
5.1 Apabila pengamat 4.4 sudah berhasil, 3.4 dan 3.5 bayangan
nampak akan dibesarkan lagi.
5.2 Memutar sedemikian rupa sampai lensa objektif yang lebih
panjang(kuat) tegak lurus pada meja sediaan dan bunyi
klik.
5.3 Meneropong sambil memutar mikrometer sampai muncul
bayangan yang lebih besar.
5.4 Jika gagal menemukan bayangan yang lebih
besar.Menaikkan tubus dengan memutar makrometer
berlawanan arah empu jari.
5.5 Mengamati benda lain dengan menaikkan
tubus,mengeluarkan preparat yang sudah diamati dan
membersihkan kaca benda dan penutup.
5.6 Membuat sediaan baru.
5.7 Pada akhir kegiatan yang menggunakan mikroskop,harus
memperhatikan hal-hal berikut :
a. Preparat tidak boleh tersimpan diatas meja
sediaan,harus dikeluarkan
b. Preparat basah harus dibersihkan dengan kertas saring
atau lap katun (kaca benda+kaca penutup).Simpan
dalam cawan petri dan masukkan ke dalam kotak
perlengkapan.
c. Membersihkan badan mikroskop dengan kain
planel.Menurunkan tubus serendah mungkin.
d. Menyimpan mikroskop dalam kotak mikroskop.
e. Membersihkan semua peralatan yang telah dipakai
dengan lap katun dan di simpan dalam kotaknya.
f. Menyimpan peralatan sendiri untuk dipakai pada
kegiatan berikutnya.
g. Membuang sisa bahan yang tidak digunakan lagi di
tempat sampah yang tersedia.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil pengamatan

1. Mikroskop Biologi
B. Pembahasan

KOMPONEN-KOMPONEN MIKROSKOP :

1. Kaki mikroskop, sebagai alas tempat tumpuan berdiri.


2. Tiang, tempat bersendi lengan mikroskop, atau pegangan dengan sumbu
inklinasi.
3. Lengan atau pegangan mikroskop,yang dipegang bilamana di angkat.
4. Cermin, alat penangkap dan pemantul cahaya.
5. Pengatur kondensor, bila diputar akan menaikkan atau menurunkan
kondensor.
6. Kondensor, lensa yang menghimpun berkas cahaya dari cermin masuk ke
lubang meja sediaan.
7. Diafragma, alat yang dapat ditutup dan dibuka,pengatur banyaknya cahaya
yang masuk ke kondensor.
8. Meja sediaan, tempat meletakkan kaca benda (objjek glass)
9. Sengkeling, penjepit atau pengatur letak sediaan (objek glass)
10. Penggerak mekanis, alat pengatur letak kaca benda pada meja.
11. Lubang meja sediaan, lubang di tengah-tengah meja sediaan tempat
lewatnya cahaya dari kondensor masuk ke objek glass terus ke lensa
objektif.
12. Makrometer, pengatur kasar, alat penggerak tubus ke atas atau ke bawah
secara kasar.
13. Mikrometer, pengatur halus, alat penggerak tubus ke atas atau ke bawah
secara halus.
14. Tubus atau tabung okuler, pada ujung atasnya terdapat lensa okuler.
15. Revolver atau pemutar objektif, cakram tempat melekatnya lensa objektif
berbagai ukuran
16. Lensa objektif, yang berfungsi adalah yang menghadap tegak lurus pada
meja sediaan, menerima bayangan sediaan kemudian membesarkannya.
17. Lensa okuler, yang diintip oleh mata pengamat, menerima bayangan dari
objektif dan membesarkannya.
BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan

Mikroskop adalah alat utama untuk mempelajari struktur benda-benda kecil.


Mikroskop mempunyai bagian optik dan mekanik. Bagian optik meliputi lensa
okuler, lensa objektif, kondensor, dan cermin, sedangkan bagian mekanik meliputi
kaki, meja sediaan dan lain-lain.
Pada mikroskop, terdapat dua macam lensa yaitu lensa objektif dan lensa
okuler. Lensa objektif adalah lensa yang berdekatan dengan objek, sedangkan
lensa okuler adalah lensa yang berdekatan dengan mata.
Mikroskop biologi digunakan uuntuk penggamatan benda tipis transparan.
Kekuatan perbesaran mikroskop biologi adalah (1)objektif 4x dan okuler 10x
(2)objektif 10x dan okuler 10x (3)objektif 40x dan okuler 10x (4)objektif 100x
dan okuler.

B. Saran

1. Kepada para praktikan agar tidak terlalu berisik selama praktikum


berlangsung.
2. Kepada para asisten agar memberikan pengarahan yang lebih jelas, dalam
penggunaan mikroskop maupun membuat preparat sederhana.
3. Untuk laboratorim agar memberikan fasilitas penyejuk, agar praktiikan
bisa lebih berkonsentrasi.
DAFTAR PUSTAKA

Anonim.2010.Sejarah Leewenhoek dan Mikroskopnya.www.google.com.


Kusnadi,dkk.2003.Mikrobiologi.Jurusan Pendidikan Biologi FMIPA.Makassar.
Pengajar, tim.2010.Penuntun Praktikum Biologi Dasar.Laboratorium Biologi
FMIPA UNM.Makassar.
Reece-Mitchell..2002.Biologi.Erlangga.Jakarta.
Riandi Drs.2000.Teknik Laboratorium.Universitas Pendidikan Indonesia.Jakarta.
Ristiani,Niputu Dra.2000.Pengantar Mikrobiologi Umum.Departemen Pendidikan
Nasional.Makassar.
LAMPIRAN
Jawaban pertanyaan :
1. Nama-nama bagian optik dari mikroskop adalah :
a. Lensa objektif
b. Lensa okuler
c. Kondensor
d. Cermin
2. Nama-nama bagian mekanik dari mikroskop adalah :
a. Kaki
b. Tiang
c. Lengan
d. Pengatur kondensor
e. Diafragma
f. Meja sediaan
g. Sengkeling
h. Penggerak mekanis
i. Lubang meja sediaan
j. Makrometer
k. Mikrometer
l. Tubus
m. Revolver
3. Fungsi bagian mekanis adalah :
a. Kaki,sebagai alas tempat tumpuan berdiri.
b. Tiang,tempat bersendi lengan mikroskop,atau pegangan dengan
sumbu inklinasi.
c. Lengan,yang di pegang bilamana di angkat.
d. Pengatur kondensor,bila diputar akan menaikkan dan menurunkan
kondensor.
e. Diafragma,pengatur banyaknya cahaya yang masuk ke kondensor.
f. Meja sediaan,tempat meletakkan kaca benda.
g. Sengkeling,Penjepit atau pngatur letak sediaan.
h. Penggerak mekanis,alat pengatur letak kaca benda pada meja.
i. Lubang meja sediaan,tempat lewatnya cahaya dari kondensor
masuk ke objek glass terus ke lensa objektif.
j. Makrometer,alat penggerak tubus ke atas dan ke bawah secara
kasar.
k. Mikrometer,alat penggerak tubus ke atas dan ke bawah secara
halus.
l. Tubus,tempat melekatnya lensa okuler.
m. Revolver,sebagai pemutar objektif,cakram tempat melekatnya
lensa objektif berbagai ukuran.
4. Jika bayangan dalam medan digeser kekiri-depan,maka kaca
benda/sediaan digeser ke arah kanan-belakang.bayangan yang muncul
sifatnya nyata,terbalik,diperbesar,sehingga harusdigeser ke arah
berlawanan.
5. Pengaruh negatif terhadap mikroskop kalau lensa digosok dengan kain
atau kertas biasa/kasar adalah akan menyebabkan lensa lecet sehingga
tidak maksimal dalam memperbesar objek yang di amati.
2. Gambar sel yang diamati

Allium cepa Hibiscus rossa-sinensis

Hibiscus tiliaceus Cucurbita sp