Anda di halaman 1dari 16

FARMAKOLOGI

SISTEM PERNAFASAN BAGIAN ATAS

(BRONKITIS)

OLEH :

SUPIYATI

10.01.146

Dosen pembimbing

DRA.HJ.KISDARYETI APT MARS

AKADEMI KEPERAWATAN SAPTA KARYA PALEMBANG

TAHUN AKADEMIK 2010/2011


KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat rahmat
dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik dan tepat waktu.

Dalam penyusunan makalah ini, kami banyak mendapatkan bantuan dari berbagai pihak.
Oleh karena itu, kami ingin mengucapkan banyak terimah kasih kepada :

1. Ibu DRA. HJ. Kisdaryeti APT MARS, sebagai guru pembimbing parmakologi.

2. Teman teman serta semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan dan penulisan

makalah ini.

Dengan terselesainya makalah ini penulis menyadari keterbatasan kemampuan yang


dimiliki penulis, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya
membangun dari pembaca.
Akhirnya penulis berharap semoga makalah ini bermanfaat bagi para pembaca.

Palembang, April 2011

Penulis
BAB I

PENDAHULUAN

I.1 Latarbelakang

Di Indonesia, belum ada angka kesakitan Bronkitis kronis, kecuali di RS sentra-sentra

pendidikan. Sebagai perbandingan, di AS ( National Center for Health tatistics ) diperkirakan

sekitar 4% dari populasi didiagnosa sebagai Bronkitis kronis. Angka inipun diduga masih di

bawah angka kesakitan yang sebenarnya (underestimate) dikarenakan tidak terdiagnosanya

Bronkitis kronis. Di sisi lain dapat terjadi pula overdiagnosis Bronkitis kronis pada pasien-pasien

dengan batuk non spesifik yang self-limited (sembuh sendiri).

Bronkitis kronis dapat dialami oleh semua ras tanpa ada perbedaan. Frekuensi angka

kesakitan Bronkitis kronis lebih kerap terjadi pada pria dibanding wanita. Hanya saja hingga kini

belum ada angka perbandingan yang pasti. Usia penderita Bronkitis kronis lebih sering dijumpai

di atas 50 tahun.

Secara klinis, Bronkitis kronis merupakan penyakit saluran pernapasan yang ditandai

dengan batuk berdahak sedikitnya 3 bulan dalam setahun selama 2 tahun berturut-turut.

Berdasarkan waktu berlangsungnya penyakit, Bronkitis akut berlangsung kurang dari 6

mingu dengan rata-rata 10-14 hari, sedangkan Bronkitis kronis berlangsung lebih dari 6 minggu.

Secara umum keluhan pada Bronkitis kronis dan Bronkitis akut hampir sama. Hanya saja

keluhan pada Bronkitis kronis cenderung lebih berat dan lebih lama. Hal ini dikarenakan pada
Bronkitis kronis terjadi penebalan (hipertrofi) otot-otot polos dan kelenjar serta berbagai

perubahan pada saluran pernapasan.

II.2 Tujuan

Untuk mengetahui tentang penyakit bronkitis

Untuk mengetahui macam macam bronkitis

Untk mengetahui penyebab dan gejala brokitis baik akut dan kronis

Untuk mengetahui pencegahannya dan pengobatannya


BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

II.1Definisi

Bronkitis adalah peradangan pada bronkus, yaitu saluran yang mengalirkan oksigen ke

dalam paru-paru dan mengeluarkan karbondioksida sebagai sisa dari hasil oksidasi.

Bronkitis bisa saja akut atau kronis.

Secara umum, bronkitis akut sering terjadi akibat pilek atau infeksi saluran napas lainnya.

Sementara bronkitis kronis kondisinya lebih parah, yaitu terjadinya iritasi atau

peradangan pada bronkus. Kebiasaan merokok adalah salah satu penyebab utamanya.

Bronkitis akut biasanya membaik dalam beberapa hari meski dampaknya masih terlihat,

yang ditandai dengan batuk selama beberapa pekan. Tapi jika setelah itu Anda kembali

mengalami bronkitis, itu artinya Anda mengidap bronkitis kronis dan Anda tentunya

membutuhkan perawatan medis. Bronkitis kronis adalah salah satu kondisi yang

termasuk dalam penyakit paru obstruktif kronis (COPD).

Terapi dan pengobatan bronkitis difokuskan untuk meringankan gejalanya dan

melancarkan kembali pernapasan penderitanya.


II.2 gejala

Ada beberapa tanda dan gejala pada kondisi bronkitis akut dan kronis:

Batuk

Produksi mukus atau dahak (sputum) berlebih

Napas pendek

Napas berbunyi

Kelelahan

Demam dan menggigil

Dada sesak

Dalam kondisi bronkitis akut, biasanya si penderita akan tetap mengalami batuk selama

berpekan-pekan meski sudah sembuh dari bronkitis. Namun, gejala-gejala bronkitis

kadang menipu, karena ada kalanya penderita bronkitis tak menghasilkan dahak Anda

bisa saja terkena bronkitis kronis tanpa lebih dulu mengalami bronkitis akut.

Gejala bronkitis kronis

Jika Anda mengalami bronkitis kronis, peradangan jangka panjang dapat menyebabkan

bronkus tergores, yang akan memicu produksi dahak berlebih. Lama kelamaan lapisan

bronkus ini akan menebal dan saluran napas akan mengalami luka. Tanda-tanda dan

gejala bronkitis kronis antara lain:

Batuk yang parah pada pagi hari dan pada kondisi lembab

Sering mengalami infeksi saluran napas (seperti misalnya pilek atau flu) yang

dibarengi dengan batuk


Jika Anda mengalami bronkitis kronis, biasanya butuh waktu ketika gejalanya sudah

semakin parah. Pada saat itu, Anda mungkin sudah mengalami bronkitis akut, yang

disebabkan oleh virus atau bakteri.

Kapan ke dokter

Bronkitis akut biasanya akan sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari. Tapi Anda

harus segera ke dokter jika:

Batuk Anda parah dan mengganggu tidur Anda. Dokter bisa memberikan resep obat

pereda batuk agar Anda bisa tidur nyenyak.

Anda mengalami sedikit demam lebih dari tiga hari atau suhu badan Anda lebih dari

38 derajat Celsius. Anda sulit bernapas, atau mengalami batuk darah, mengeluarkan

dahak berwarna kuning atau hijau. Anda juga mengalami pneumonia. Dahak tak

berwarna biasanya mengindikasikan infeksi karena bakteri, yang akan merespons

terhadap antibiotik. Anda mungkin juga telah mengalami sinusitis.

Batuk tak reda lebih dari tiga pekan. Bagi sebagian orang, peradangan akibat infeksi

kronis dapat memicu terjadinya asma (asthma).

Anda mengalami gangguan paru atau jantung kronis, termasuk asma, emphysema atau

gagal jantung kongestif. Dari situ Anda mungkin sudah mengidap bronkitis. Kondisi ini

memiliki risiko lebih besar mengalami komplikasi dari infeksi bronkus.

Anda kembali mengalami bronkitis. Anda mungkin mengalami bronkitis kronis atau

penyakit serius lainnya, misalnya asma atau bronchiectasis, yaitu peregangan saluran

napas akibat sumbatan dahak.


Bronkitis akut

Virus yang sama yang menyebabkan pilek seringkali memicu terjadinya bronkitis akut.

Tapi Anda bisa saja mengalami bronkitis karena menghirup asap rokok atau polutan yang

berasal dari bahan pembersih rumahtangga dan lainnya.

Bronkitis bisa juga terjadi akibat seringnya asam lambung masuk ke saluran makanan di

tenggorokan dan sebagian jatuh di saluran napas atas. Kondisi ini disebut

gastroesophageal reflux disease (GERD). Dan para pekerja yang kerap terpapar partikel

debu tertentu atau asap bisa juga mengalami bronkitis. Tapi bronkitis akut ini bisa

sembuh jika di penderita tak lagi terpapar material pembuat iritasi itu.

Bronkitis kronis

Ketika peradangan dan penebalan lapisan bronkus menjadi permanen, itu bisa disebut

sebagai bronkitis kronis. Anda bisa dianggap menderita bronkitis kronis jika mengalami

batuk hampir sepanjang hari selama sedikitnya tiga bulan dalam setahun selama dua

tahun berturut-turut. Namun, bagi perokok yang menderita bronkitis kronis, biasanya

mereka mengalami batuk hampir setiap hari.

Tak seperti bronkitis akut, bronkitis kronis adalah penyakit serius dan terus menerus.

Penyebab utamanya adalah merokok, tapi polusi udara, debu atau gas beracun dapat juga

memicu kondisi ini.


II.3 GEJALA DAN KELUHAN

Keluhan dan gejala-gejala klinis Bronkitis kronis adalah sebagai berikut:

Batuk dengan dahak atau batuk produktif dalam jumlah yang banyak. Dahak makin

banyak dan berwarna kekuningan (purulen) pada serangan akut (eksaserbasi). Kadang

dapat dijumpai batuk darah.

Sesak napas. Sesak bersifat progresif (makin berat) saat beraktifitas.

Adakalanya terdengar suara mengi (ngik-ngik).

pada pemeriksaan dengan stetoskop (auskultasi) terdengar suara krok-krok terutama

saat inspirasi (menarik napas) yang menggambarkan adanya dahak di saluran napas.

Secara klinis, Bronkitis kronis terbagi menjadi 3 jenis, yakni:

1. Bronkitis kronis ringan ( simple chronic bronchitis), ditandai dengan batuk berdahak

dan keluhan lain yang ringan.

2. Bronkitis kronis mukopurulen ( chronic mucupurulent bronchitis), ditandai dengan

batuk berdahak kental, purulen (berwarna kekuningan).

3. Bronkitis kronis dengan penyempitan saluran napas ( chronic bronchitis with

obstruction ), ditandai dengan batuk berdahak yang disertai dengan sesak napas berat

dan suara mengi.

Untuk membedakan ketiganya didasarkan pada riwayat penyakit dan pemeriksaan klinis

oleh dokter disertai pemeriksaan penunjang (jika diperlukan), yakni radiologi (rontgen),

faal paru, EKG, analisa gas darah.


II.4 PENGOBATAN

Penatalaksanaan Bronkitis kronis dilakukan secara berkesinambungan untuk mencegah

timbulnya penyulit, meliputi:

Edukasi, yakni memberikan pemahaman kepada penderita untuk mengenali gejala

dan faktor-faktor pencetus kekambuhan Bronkitis kronis.

Sedapat mungkin menghindari paparan faktor-faktor pencetus.

Rehabilitasi medik untuk mengoptimalkan fungsi pernapasan dan mencegah

kekambuhan, diantaranya dengan olah raga sesyuai usia dan kemampuan, istirahat

dalam jumlah yang cukup, makan makanan bergizi.

Oksigenasi (terapi oksigen)

Obat-obat bronkodilator dan mukolitik agar dahak mudah dikeluarkan.

Antibiotika. Digunakan manakala penderita Bronkitis kronis mengalami eksaserbasi

oleh infeksi kuman ( H. influenzae, S. pneumoniae, M. catarrhalis). Pemilihan jenis

antibiotika (pilihan pertama, kedua dan seterusnya) dilakukan oleh dokter

berdasarkan hasil pemeriksaan.

Para penderita Bronkitis kronis seyogyanya periksa dan berkonsultasi ke dokter manakala

mengalami keluhan-keluhan batuk berdahak dan lama, sesak napas, agar segera

mendapatkan pengobatan yang tepat.

Bronkitis tunggal

Bronkitis tunggal, yaitu bronkitis yang terjadi hanya sekali, biasanya tak terlalu

mengkhawatirkan. Namun, kondisi ini dapat menyebabkan pneumonia pada sebagian


kalangan. Para manula, bayi, perokok dan mereka yang mengalami gangguan pernapasan

kronis memiliki risiko tertinggi terkena pneumonia.

Bronkitis berulang

Bronkitis yang terjadinya berulang ini adalah penyakit serius. Tanda-tandanya antara

lain:

Bronkitis kronis

Asma

Gangguan paru lainnya

Selain itu, jika Anda mengidap bronkitis kronis dan Anda tetap merokok, berarti risiko

terkena kanker paru akan meningkat di atas normal yang biasanya dihadapi kaum

perokok.

Berikut adalah pendekatan yang biasa dilakukan dokter untuk mendiagnosis bronchitis:

Menggunakan stetoskop untuk mendengarkan desahan napas dan suara-suara aneh

lainnya di dalam paru

Memeriksa dada dengan menggunakan sinar X

Melakukan tes darah

Menganilis dahak atau sputum pengujian untuk mengecek apakah ada bakteri pada

dahak

Melakukan pulmonary function test (PFT), untuk mengenyampingkan penyebab lain

dari gejala-gejala yang dialami


II.5 PFT

Tes ini untuk mengetahui tanda-tanda asma atau emphysema. Selama tes fungsi paru ini,

Anda diminta mengembuskan napas ke dalam sebuah alat yang dinamakan spirometer.

Alat ini akan mengukur volume udara di dalam paru Anda setelah Anda mengambil

napas dalam-dalam dan mengeluarkannya. Spirometer juga akan menunjukkan seberapa

cepat Anda mengeluarkan udara dari dalam paru.

Tes ini tak menyakitkan dan cuma butuh waktu beberapa menit. Jika Anda mengalami

bronkitis berulang dan dokter tidak menyarankan melakukan PFT, jangan segan untuk

minta dilakukan pengujian fungsi paru itu.

Bagi sebagian orang, pengobatan herbal diyakini cukup ampuh untuk menyembuhkan

bronkitis akut.

Herbal China. Banyak orang bilang bahwa obat-obatan herbal China dapat

menyembuhkan bronchitis akut. Tapi sejauh ini belum ada bukti dan sejumlah studi juga

belum pernah merekomendasikan untuk memakai obat-obatan jenis ini dalam mengatasi

bronkitis akut. Begitu juga dengan keamanannya, hingga saat ini belum diketahui apakah

obat herbal asal negeri Tiongkok ini sudah terbukti aman bagi penderita bronkitis.

Pelargonium sidoides. Tumbuhan asal Afrika Selatan ini telah menunjukkan

efektivitasnya dalam mengurangi gejala bronkitis. Tapi memang masih perlu pengujian

lebih lanjut. Untuk itu, konsultasikan dengan dokter sebelum mencoba pengobatan herbal

ini.
II.6 Pencegahan

Kalau Anda sering terserang bronchitis, pasti ada yang salah dengan lingkungan Anda.

Suhu dingin, lembab, apalagi terpolusi oleh asap rokok dan polusi udara, akan membuat

Anda amat rentan terserang bronkitis. Jika demikian, maka perlu dipertimbangkan untuk

mengubah lingkungan hidup dan kerja Anda.

Ada beberapa langkah penting untuk menekan risiko terserang bronkitis dan melindungi

paru Anda:

Jangan merokok dan jauhi para perokok. Asap rokok meningkatkan risiko terjadinya

bronkitis kronis dan emphysema.

Hindari mereka yang terserang pilek atau flu.

Lakukan vaksinasi secara berkala. Banyak kasus bronkitis akut berasal dari influenza,

yang bermula dari serangan virus. Dengan melakukan vaksinasi flu setahun sekali dapat

mencegah Anda terserang flu.

Suntik vaksin pneumonia. Jika Anda berusia di atas 60 tahun atau Anda memiliki

faktor risiko seperti diabetes, penyakit jantung dan emphysema, pertimbangkan untuk

melakukan vaksinasi pneumonia. Vaksin yang dikenal sebagai Prevnar ini dapat

membantu melindungi anak-anak Anda dari serangan pneumonia. Vaksin ini

direkomendasikan untuk semua anak di bawah usia 2 tahun atau mereka yang berada di

kisaran usia 2 hingga 5 tahun.

Selalu cuci tangan dengan sabun. Untuk mengurangi risiko terkena infeksi virus,

seringlah mencuci tangan dan biasakan menggunakan sabun khusus untuk cuci tangan.

Jika perlu pakai masker. Jika Anda banyak berhubungan dengan orang-orang yang
sakit batuk atau flu, ada baiknya untuk memakai masker untuk menutup mulut dan

hidung untuk mengurangi tertular.


BAB III

PENUTUP

III.1 Kesimpulan

Secara umum, bronkitis akut sering terjadi akibat pilek atau infeksi saluran napas lainnya.

Sementara bronkitis kronis kondisinya lebih parah, yaitu terjadinya iritasi atau peradangan pada

bronkus.

Bronkitis akut biasanya membaik dalam beberapa hari meski dampaknya masih terlihat,

yang ditandai dengan batuk selama beberapa pekan. Tapi jika setelah itu Anda kembali

mengalami bronkitis, itu artinya Anda mengidap bronkitis kronis dan Anda tentunya

membutuhkan perawatan medis. Bronkitis kronis adalah salah satu kondisi yang termasuk dalam

penyakit paru obstruktif kronik.

III.2 Saran

Saya menyadari bahwa makalah yang saya buat jauh dari kata sempurna, maka dari itu

saya selaku penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan

makalah ini. terutama dari dosen pembimbing.semoga dengan makalah ini dapat bermanfaat bagi

para pembaca.
DAFTAR PUSTAKA

KISDARYETI.2011BAHAN KULIAH FARMAKOLOGI

http://ms.wikipedia.org/wiki/Farmakologi

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/21489/4/Chapter%20II.pdf

Beri Nilai