Anda di halaman 1dari 62

SISTEM MANAJEMEN LINGKUNGAN ISO 14001:2004

PT PREFORMED LINE PRODUCTS INDONESIA CIKARANG,


BEKASI

WENNY TIVRINA PARDOSI

PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK DAN MANAJEMEN


LINGKUNGAN
PROGRAM DIPLOMA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2016
PERNYATAAN MENGENAI LAPORAN TUGAS AKHIR
DAN SUMBER INFORMASI

Dengan ini saya menyatakan laporan akhir Sistem Manajemen


Lingkungan ISO 14001:2004 PT Preformed Line Products Indonesia Cikarang,
Bekasi adalah karya saya dengan arahan dosen pembimbing dan belum diajukan
dalam bentuk apapun kepada perguruan tinggi manapun. Sumber informasi yang
berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan
dalam teks dan dicantumkan dalam Daftar Pustaka di bagian akhir laporan ini.

Bogor, Juni 2016

Wenny Tivrina Pardosi


NIM J3M113005
ABSTRAK

WENNY TIVRINA PARDOSI. Sistem Manajemen Lingkungan ISO


14001:2004 PT Preformed Line Products Indonesia Cikarang, Bekasi. Dibimbing
oleh YUDITH VEGA ST M.Si.
PT Preformed Line Products Indonesia Cikarang, Bekasi merupakan salah
satu perusahaan yang bergerak di bidang industri komponen alat listrik tegangan
tinggi. Penerapan Sistem Manajemen Lingungan ISO 14001:2004 PT Preformed
Line Products Indonesia Cikarang, Bekasi mencakup penetapan komitmen dan
kebijakan lingkungan, perencanaan lingkungan, pelaksanaan rencana, pemantauan
dan evaluasi serta penilaian, dan peningkatan kinerja Sistem Manajemen
Lingkungan. Kendala yang dihadapi dalam penerapan Sistem Manajemen
Lingkungan yaitu kesadaran pekerja terhadap lingkungan harus lebih ditingkatkan
kembali karena konsistensi pelaksanaan Sistem Manajemen Lingkungan harus
lebih diperhatikan.

Kata kunci : PT Preformed Line Products Indonesia

ABSTRACT
WENNY TIVRINA PARDOSI. Environmental Management System ISO
14001:2004 PT Preformed Line Products Indonesian Cikarang, Bekasi.
Supervised by YUDITH VEGA ST M.Si.
PT PLP Indonesia Cikarang, Bekasi is one of the companies engaged in
industry-voltage electrical appliance high components. Penerapan Environmental
Management Systems ISO 14001:2004 PT Preformed Line Products Indonesia
Cikarang, Bekasi include establishing commitments and environmental policies,
environmental planning, implementation plans, monitoring and evaluation and
assessment and performance improvement of the Environmental Management
System. Obstacles encountered in the implementation of an Environmental
Management System that workers' awareness of the environment should be scaled
back because of the consistency of the implementation of the Environmental
Management System should be considered.

Keywords: PT Preformed Line Products Indonesia


RINGKASAN

WENNY TIVRINA PARDOSI. Sistem Manajemen Lingkungan ISO


14001:2004 PT Preformed Line Products Indonesia Cikarang, Bekasi. Dibimbing
oleh YUDITH VEGA ST M.Si.
Kemajuan teknologi dan globalisasi membuat perkembangan industri di
Indonesia tumbuh sangat pesat sehingga lingkungan semakin rusak. Oleh karena
itu, perusahaan diwajibkan untuk menerapkan Sistem Manajemen Lingkungan.
Laporan tugas akhir ini selain dibuat untuk melengkapi persyaratan untuk menjadi
Ahli Madya Program Keahlian Teknik dan Manajemen Lingkungan di Program
Manajemen Lingkungan Program Diploma Institut Pertanian Bogor, juga
bertujuan untuk menguraikan penerapan Sistem Manejemen Lingkungan ISO
14001:2004 PT Preformed Line Products Indonesia Cikarang, Bekasi. Kegiatan
praktik kerja lapangan dilaksanakan di PT Preformed Line Products Indonesia
Cikarang, Bekasi tanggal 09 Februari sampai 09 April 2016 dengan
mengumpulkan data primer dan sekunder menggunakan metode pengamatan
lapangan, wawancara, dan studi pustaka.
PT Preformed Line Products Indonesia Cikarang, Bekasi merupakan salah
satu perusahaan yang bergerak dibidang industri komponen alat listrik tegangan
tinggi. Penerapan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:2004 PT Preformed
Line Products Indonesia Cikarang, Bekasi mencakup penetapan komitmen dan
kebijakan lingkungan, perencanaan lingkungan, pelaksanaan perencanaan
lingkungan, pemantauan dan evaluasi serta penilaian dan peningkatan kinerja
Sistem Manajemen Lingkungan. Kendala yang dihadapi dalam penerapan Sistem
Manajemen Lingkungan yaitu kesadaran pekerja terhadap lingkungan yang harus
ditingkatkan kembali dan harus lebih diperhatikan.

Kata kunci : Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001, PT Preformed Line


Products Indonesia
SISTEM MANAJEMEN LINGKUNGAN ISO 14001:2004
PT PREFORMED LINE PRODUCTS INDONESIA CIKARANG,
BEKASI

WENNY TIVRINA PARDOSI

Laporan Tugas Akhir


Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar
Ahli Madya
pada
Program Diploma Keahlian Teknik dan Manajemen Lingkungan

PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK DAN


MANAJEMEN LINGKUNGAN
PROGRAM DIPLOMA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2016
Judul Tugas Akhir : Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:2004
PT Preformed Line Products Indonesia Cikarang, Bekasi
Nama : Wenny Tivrina Pardosi
NIM : J3M113005

Disetujui oleh

Yudith Vega, ST, MSi


Pembimbing

Disetujui oleh

Dr Ir Bagus P Purwanto, MAgr Dr Ir Sulistijorini, MSi


Direktur Koordinator Program Keahlian

Tanggal Lulus :
PRAKATA
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah yang telah
melimpahkan rahmat-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir
dengan baik. Penyusunan Tugas Akhir yang berjudul Sistem Manajemen
Lingkungan ISO 14001:2004 PT Preformed Line Products Indonesia Cikarang,
Bekasi ini dibuat sebagai salah satu syarat dalam memperoleh gelar Ahli Madya
(A.Md) pada Program Diploma Institut Pertanian Bogor.
Penyusunan dan penyelesaian Tugas Akhir ini tidak lepas dari dukungan
berbagai pihak. Penulis mengucapkan terimakasih kepada Ibu Yudith Vega, ST,
MSi selaku Dosen Pembimbing yang telah memberikan saya arahan dan masukan
selama menjalani Praktik Kerja Lapangan sampai dengan penyususnan Tugas
Akhir dan kepada Ibu Dr Ir Sulistijorini, MSi selaku Koordinator Program
Keahlian.
Penulis mengucapkan terimakasih kepada Bapak Suwara Hadiwirosa
selaku pembimbing lapangan yang telah banyak membagikan ilmu dan
pengalamannya. Semoga Tugas Akhir ini dapat bermanfaat bagi pengembangan
ilmu pengetahuan dan semua pihak yang berkepentingan, khususnya bagi penulis
sendiri.

Bogor, Juni 2016

Wenny Tivrina Pardosi


DAFTAR ISI

DAFTAR TABEL .....................................................................................................


DAFTAR GAMBAR ................................................................................................
1 PENDAHULUAN ........................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang ......................................................................................... 1
1.2 Tujuan ....................................................................................................... 1
2 METODE ......................................................................................................... 1
2.1 Lokasi dan Waktu Praktik Kerja Lapangan.............................................. 1
2.2 Metode Bidang Kajian .............................................................................. 2
2.2.1 Teknik Pengumpulan Data ................................................................ 2
2.2.2 Teknik Analisis Data ......................................................................... 2
3 TINJAUAN PUSTAKA .................................................................................. 2
3.1 Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001 ........................................... 2
3.2 Model Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001 ................................. 3
4 KEADAAN UMUM ........................................................................................ 4
4.1 Sejarah Perusahaan ................................................................................... 4
4.2 Komitmen Perusahaan .............................................................................. 5
4.3 Misi Perusahaan ....................................................................................... 5
4.4 Struktur Organisasi ................................................................................... 5
4.5 Ketenagakerjaan ....................................................................................... 5
4.6 Produk PT PLP Indonesia ....................................................................... 6
4.7 Material .................................................................................................... 7
4.7.1 Bahan Baku & Bahan Penolong ........................................................ 7
4.8 Proses Produksi PT PLP Indonesia .......................................................... 7
5 SISTEM MANAJEMEN LINGKUNGAN ISO 14001 : 2004 PT PLP
INDONESIA CIKARANG BEKASI ..................................................................... 8
5.1 Kebijakan Lingkungan ............................................................................. 8
5.2 Perencanaan .............................................................................................. 8
5.2.1 Identifikasi Aspek dan Dampak Lingkungan .................................... 8
5.2.2 Persyaratan Peraturan Perundang Undangan Lainnya .................... 10
5.2.3 Tujuan, Sasaran, dan Program ........................................................ 10
5.3 Penerapan dan Operasi ........................................................................... 11
5.3.1 Sumberdaya, Peran, Tanggung Jawab dan, Kewenangan ............... 10
5.3.2 Kompetensi, Pelatihan dan Kesadaran ............................................ 11
5.3.3 Komunikasi ..................................................................................... 12
5.3.4 Dokumentasi ................................................................................... 12
5.3.5 Pengendalian Dokumen .................................................................. 13
5.3.6 Pengendalian Operasional ............................................................... 14
5.3.7 Kesiapsiagaan dan Tanggap Darurat ............................................... 17
5.4 Pemeriksaan ............................................................................................ 18
5.4.1 Pemantauan dan Pengukuran .......................................................... 18
5.4.2 Evaluasi Penaatan............................................................................ 20
5.4.3 Ketidaksesuaian, Tindakan Perbaikan, dan Tindakan Pencegahan 20
5.4.4 Pengendalian Rekaman ................................................................... 20
5.4.5 Audit Internal .................................................................................. 21
5.5 Tinjauan Manajemen .............................................................................. 21
5.5.1 Keefektifan Penerapan SML PT PLP Indonesia ............................. 22
5.5.2 Kesesuaian dan Kecocokan Pelaksanaan ISO 14001:2004 ..... Error!
Bookmark not defined.
6 SIMPULAN DAN SARAN ........................................................................... 24
6.1 Simpulan ................................................................................................. 24
6.2 Saran ....................................................................................................... 24
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 24
LAMPIRAN .......................................................................................................... 25

DAFTAR TABEL
Tabel 1 Daftar Jumlah Karyawan di PT PLP Indonesia ......................................... 5
Tabel 2 Jenis dan Kapasitas Produksi .................... Error! Bookmark not defined.
Tabel 3 Contoh OTP PT PLP Indonesia ............................................................... 10
Tabel 4 Peran serta Tanggung Jawab pada struktur PT PLP Indonesia ................ 11
Tabel 5 Penggunaan Energi PT PLP Indonesia .................................................... 19
Tabel 6 Hasil Pengukuran Udara Ambien PT PLP Indonesia .............................. 20
Tabel 7 Hasil Pengukuran Getaran PT PLP Indonesia ......................................... 20
Tabel 8Kesesuaian Penerapan ISO 14001 dengan SNI 19-14001-2005 ............... 20

DAFTAR GAMBAR
Gambar 1 Model Penerapan ISO 14001 ................ Error! Bookmark not defined.
Gambar 2 Contoh Produk PT PLP Indonesia ........ Error! Bookmark not defined.
Gambar 3 Pelatihan Penanganan Tumpahan Oli oleh PT PLP Indonesia ..... Error!
Bookmark not defined.
Gambar 4 Lemari Penyimpanan Dokumen PT PLP Indonesia ... Error! Bookmark
not defined.
Gambar 5 Tempat Sampah PT PLP Indonesia ....... Error! Bookmark not defined.
Gambar 6 Tempat Penyimpanan Sementara .......... Error! Bookmark not defined.
Gambar 7 Rambu LOTO di PT PLP Indonesia ..... Error! Bookmark not defined.
Gambar 9 Contoh Instruksi Kerja PT PLP Indonesia ........................................... 17
Gambar 10 Sarana Tanggap Darurat di PT PLP Indonesia................................... 18
Gambar 11 Rambu Penghematan Air ................................................................... 19
Gambar 12 Rambu Penghematan Listrik .............................................................. 19
Gambar 13 Penyimpanan Gas PT PLP Indonesia ................................................. 19
1

1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Perkembangan perusahaan dan industri dewasa ini telah menyebabkan krisis


lingkungan dan energi. Bermula dari dampak industri inilah maka organisasi atau
industri dituntut untuk meningkatkan tanggung jawab terhadap konservasi
lingkungan. Berdasarkan kesepakatan international pada tahun 1996 International
Organization for Standarization meluncurkan suatu standar, untuk mengelola
lingkungan secara professional di dalam organisasi dan industri, standar tersebut
disebut Sistem Manajemen Lingkungan (SML) ISO 14001.
Penerapan International Organization for Standardization tentang SML
merupakan solusi yang efektif untuk mengurangi permasalahan yang terjadi pada
lingkungan. SML yang efektif adalah menyediakan program kerja terstruktur dan
proses kerja yang terorganisir, mengintegrasikan perencanaan, pelaksanaan,
tindakan perbaikan dan tinjauan pengelolaan. Tantangan utama bagi perusahaan
yang menerapkan SML adalah bagaimana menetapkan aspek lingkungan menjadi
bagian integral dalam kegiatan perusahaan dan bukan bagian yang terpisahkan
dari kegiatan perusahaan.
Sistem ini juga menjadi persyaratan agar dapat meningkatkan produktivitas,
efisiensi yang lebih tinggi dan kompetitif serta untuk memenuhi persyaratan
perundangan lingkungan hidup dari pemerintah. SML didesain oleh perusahaan
yang ingin memberikan pernyataan diri yang diberikan kepada pihak kedua tanpa
keterlibatan pihak ketiga yang menyatakan bahwa perusahaan telah menjalankan
dengan baik ketentuan-ketentuan di dalam standar ISO 14001.
PT Preformed Line Products (PLP) Indonesia adalah salah satu industri
yang bergerak di bidang industri komponen alat listik tegangan tinggi. Perusahaan
menggunakan mesin-mesin dalam proses produksinya, sehingga berpotensi
menimbulkan pencemaran ataupun kerusakan terhadap lingkungan. Hal tersebut
merupakan alasan dari PT PLP Indonesia untuk berkomitmen penuh dalam
menetapkan SML dengan baik untuk menjamin lingkungan tetap sehat.

1.2 Tujuan

Pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan memiliki tujuan :


a. Menguraikan kondisi dan pelaksanaan SML ISO 14001:2004 PT PLP
Indonesia.
b. Mengevaluasi pelaksanaan SML ISO 14001:2004 yang telah disertifikasi di
PT PLP Indonesia.

2 METODE
2.1 Lokasi dan Waktu Praktik Kerja Lapangan

Praktik kerja lapangan dilakukan di PT PLP Indonesia Cikarang, Bekasi


dilakukan di departemen EHS. Pelaksanaan praktik kerja lapangan dilakukan
selama 2 bulan sejak 09 Februari 2016 hingga 09 April 2016. Kegiatan praktik
kerja lapangan dilakukan setiap hari kerja yaitu hari Senin sampai Jumat. Waktu
2

kegiatan praktik kerja lapangan dimulai dari pukul 08.00 17.00 WIB. Batas-
batas perusahaan meliputi :
Sebelah Utara : PT Webforge Ind.
Sebelah Selatan : Jl Jababeka XII.
Sebelah Timur : PT Takemoto Indonesia.
Sebelah Barat : PT Conitex Sonoco Ind.

2.2 Metode Bidang Kajian

Metode bidang kajian yang dilakukan selama praktik kerja lapangan di PT


PLP Indonesia Cikarang, Bekasi terdiri dari dua teknik, yaitu teknik pengumpulan
data dan teknik analisis data.

2.2.1 Teknik Pengumpulan Data


Pelaksanaan praktik kerja lapangan dilakukan dengan beberapa metode
dalam pengambilan data. Metode tersebut adalah:
1. Pengamatan lapangan, yaitu pengamatan secara langsung disertai
dengan praktik pada instansi terkait. Pengamatan lapangan meliputi
pekerjaan atau kegiatan yang berhubungan dengan penerapan ISO
14001 di perusahaan.
2. Wawancara, yaitu pengambilan data primer secara lisan dan diskusi
secara langsung dengan narasumber yang kompeten atau pihak-pihak
terkait mengenai penerapan ISO 14001 di perusahaan.
3. Studi pustaka, yaitu mencari referensi dan literatur yang terkait
dengan kegiatan ISO 14001 di perusahaan yang diperoleh melalui
pustaka, meliputi buku dan dokumen-dokumen baik yang dimiliki
oleh perusahaan atau sumber-sumber lain.

2.2.2 Teknik Analisis Data


Data yang diperoleh dari hasil studi pustaka, pengamatan lapangan,
wawancara, dan pengambilan data sekunder selanjutnya dianalisis dengan
membandingkan dan menyesuaikan antara data yang diperoleh dengan keadaan di
lapangan sesuai dengan ISO 14001:2004.

3 TINJAUAN PUSTAKA

Lingkungan internal antara lain pabrik lokasi fasilitas produksi, kondisi


lingkungan kerja, dampak yang diterima oleh karyawan dalam lingkungan
kerjanya. Lingkungan eksternal merupakan lingkungan luar lokasi pabrik atau
fasilitas produksi yang dapat menimbulkan dampak pada lingkungan disekitarnya,
termasuk masyarakat disekitar lokasi pabrik. Permasalahan lingkungan
memerlukan instrumen atau alat untuk mengelola permasalahan tersebut.

3.1 Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001

Sistem Manajemen Lingkungan disertifikasi oleh Badan Sertifikasi


Internasional. Berdasarkan hasil pembahasan dengan stakeholders di Indonesia,
KLH menyadari potensi penerapan SML bagi peningkatan mutu pengelolaaan
3

lingkungan, peningkatan secara proaktif dan sukarela di Indonesia. Langkah


langkah penerapan SML ISO 14001 terdiri dari lima (5) tahap, yaitu :
1. Pengembangan dan komitmen terhadap kebijakan lingkungan.
2. Perencanaan aspek lingkungan dan dampak lingkungan terkait persyaratan dan
peraturan perundang undangan perusahaaan, tujuan, dan sasaran serta rencana
kerja dan program manajemen lingkungan.
3. Penerapan dan operasi, lokasi sumberdaya, struktur dan tanggung jawab,
kesadaran dan pelatihan, komunikasi, dokumentasi SML, pengendalian
operasional, program manajemen yang spesifik, kesiapsiagaan dan respon
terhadap keadaan darurat.
4. Evaluasi berkala, pemantauan, tindakan koreksi dan pencegahan, rekaman, dan
audit SML.
5. Pengkajian SML dan penyempurnaan berkelanjutan.
Dalam penerapan dan operasi untuk memenuhi SML ISO 14001 yang baik,
perusahaan maupun organisasi dapat mengacu pada klausul-klausul dalam
struktur ISO 14001. Struktur ISO 14001 terdiri dari (SNI 19-14001-2005) :
1. Ruang Lingkup.
2. Acuan Normatif.
3. Istilah dan defenisi.
4. Persyaratan Sistem Manajemen Lingkungan.
4.1. Persyaratan umum.
4.2. Kebijakan lingkungan.
4.3. Perencanaan.
4.3.1. Aspek lingkungan.
4.3.2. Persyaratan peraturan perundangan undangan dan lainnya.
4.3.3. Tujuan, sasaran, dan program.
4.4. Penerapan dan operasi.
4.4.1. Sumberdaya, peran, tanggung jawab, dan kewenangan.
4.4.2. Kompetensi, pelatihan, dan kesadaran.
4.4.3. Komunikasi.
4.4.4. Dokumentasi.
4.4.5. Pengendalian dokumen.
4.4.6. Pengendalian operasional.
4.4.7. Kesiapsiagaan dan tanggap darurat.
4.5. Pemeriksaan.
4.5.1. Pemantauan dan pengukuran.
4.5.2. Evaluasi penaatan.
4.5.3. Ketidaksesuaian, tindakan perbaikan, dan tindakan pencegahan.
4.5.4. Pengendalian rekaman.
4.5.5. Audit internal.
4.6. Tinjauan Manajemen.

3.2 Model Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001

Sistem Manajemen Lingkungan menyediakan suatu proses terstruktur


dengan perbaikan atau penyempurnaan untuk meningkatkan standar kinerja
lingkungan mencakup struktur organisasi, perencanaan, kegiatan, tanggung jawab,
praktik, prosedur, proses, dan sumberdaya untuk membangun, menerapkan,
4

mencapai, menelaah, dan memelihara kebijakan lingkungan. SML menganut


model baku sistem manajemen atas empat unsur pokok sistem yang saling
berkaitan membentuk suatu siklus berkelanjutan (continuous cycle). Unsur atau
prinsip pokok tersebut tercantum pada Gambar 1.
Model SML secara umum mengikuti metode pendekatan proses Plan, Do,
Check, Action. Berdasarkan SNI 19-14001-2005, definisi tahapan tersebut adalah
sebagai berikut :
a. Rencana (Plan) : menetapkan tujuan dan proses yang diperlukan untuk
memberikan hasil yang sesuai degan kebijakan lingkungan organisasi.
b. Lakukan (Do) : menerapkan proses-proses yang telah ditetapkan pada
tahap plan.
c. Periksa (Check) : memantau dan mengukur proses terhadap kebijakan
lingkungan, tujuan, sasaran, persyaratan peraturan perundang undangan
ketentuan lain yang diikuti organsasi, serta melaporkan hasilnya.
d. Tindakan (Act) : melaksanakan tindakan untuk meningkatkan kinerja SML
berkelanjutan.

Gambar 1 Model Penerapan ISO 14001


Sumber : SNI 19-14001-2005

4 KEADAAN UMUM
4.1 Sejarah Perusahaan

PT PLP Indonesia didirikan pada tahun 1995 yang dahulunya bernama


Dulmison Indonesia lalu diakuisisi oleh PT PLP Indonesia-pada akhir, luas
300m. Pabrik dengan pasokan utama yaitu berbagai perlengkapan dan aksesoris
untuk transmisi, distribusi, dan telekomunikasi serta melayani pelanggan di
Indonesia dan di seluruh dunia seperti Inggris, Thailand, Malaysia, Australia. PT
PLP Indonesia menyediakan beberapa produk utama seperti: dogbone shock,
spiral suspension unit, spacer/ spacer shock, fittings helix, ADSL, dan OPGW
string fittings. PT PLP Indonesia telah terakreditasi ISO 9001:2008, ISO
14001:2004, dan OHSAS 1800:2007.
5

4.2 Komitmen Perusahaan

Kebijakan PT PLP Indonesia mencerminkan komitmen dari top manajemen


untuk menjamin tanggung jawab dan pengelolaan yang efektif disemua aspek dari
kegiatannya. Kebijakan ini menyatakan tekad dari PT PLP Indonesia untuk
mematuhi perundangan yang diterapkan di Indonesia dan secara
berkesinambungan memperbaiki SML.

4.3 Misi Perusahaan

Misi PT PLP Indonesia adalah :


Menciptakan manfaat bagi pelanggan kami, kesehatan, dan keselamatan
karyawan dan lingkungan.

4.4 Struktur Organisasi

PT PLP Indonesia Cikarang, Bekasi dipimpin oleh seorang President


Directore yang bertanggung jawab penuh atas pengendalian operasi di setiap area
PT PLP Indonesia dibantu dan bekerjasama dengan bagian yang lain yaitu
Factory Manager/ MR ISO 14001 & OHSAS 18001, Engineering-QA ISO 9001,
Sales Export, Bussoness dev & Marketing, Country Sales & Marketing, Financial
Director dan HR & General Admin yang secara lengkap strukturnya dapat dilihat
pada Lampiran 4.

4.5 Ketenagakerjaan

PT PLP Indonesia memiliki jumlah tenaga kerja sebanyak 246 orang.

Tabel 1 Daftar Jumlah Karyawan di PT PLP Indonesia

Jenis Kelamin Daerah Asal Pendidikan


No Klasifikasi
pekerjaan WNI

L W Jumlah Lokal Komuter WNA SD SLTP SLT


Harian P
Akd/
PT

1. Manager ke atas 16 1 17 0 17 1 0 0 0 17

2. Staff 37 11 48 0 48 0 0 0 0 43

3. Karyawan/buruh 175 6 181 36 145 0 0 1 180 0

Jumlah 116 9 246 36 210 1 0 1 185 60

Sumber : Laporan UKL-UPL PT PLP Indonesia Periode Januari-Juli (2015)


6

Dalam pelaksanaan operasional pabrik dibutuhkan pengaturan jam kerja


yang baik. Jam kerja seorang karyawan adalah 40 jam setiap minggunya. Jadwal
kerja untuk staf perkantoran adalah SeninJumat (5 hari kerja) dengan jam kerja
pukul 08.00-17.00 WIB. Jam kerja bagian produksi dalam satu hari adalah 24 jam.
Jadwal kerja bagian produksi adalah Senin-Jumat (5 hari kerja) dengan jumlah
shift tenaga kerja yaitu 3 shift :
1. Shift I pukul 07.00 s.d. 16.00.
2. Shift II pukul 16.00 s.d. 24.00.
3. Shift III pukul 24.00 s.d. 07.00.

4.6 Produk PT PLP Indonesia

PT PLP Indonesia memproduksi komponen alat listrik tegangan tinggi


dengan pasokan utama yaitu berbagai perlengkapan dan aksesoris untuk transmisi,
distribusi, dan telekomunikasi, melayani pelanggan di Indonesia dan di seluruh
dunia seperti Inggris, Thailand, Malaysia, dan Australia. Pemasaran produk di
indonesia sebagian besar kebutuhan proyek PT PLN. Contoh gambar dari produk
PT PLP Indonesia dapat dilihat pada Gambar 2. Beberapa produk dari PT PLP
Indonesia yaitu :
a. Fiber optic Closures & FIBERLIGN Hardware.
1. FIBERLIGN OPGW Hardware.
2. FIBERLIGN ADSS Hardware.
3. FIBERLIGN OPGW and ADSS Hardware Accessories.
4. FIBERLIGN Aerial FTTP Hardware.
5. COYOTE fiber closures and Slice Cases for OPGW and ADSS.
6. Fiber Optic : Fiber Distribution Cabiets.
b. Compression Hardware Series for ACSR Conductor EN-CA-1009
c. Overhead Distribution Line Repair Manual.
d. Preformed Line Products Tower and Antena Catalog NU-CA-1002-5.
e. Polymer Insulator Catalog EN-ML-1022-6.
f. TERMOLIGN Products for 3m Aluminium conductors composite Reinforced
(3M ACCR).
g. Transmission Line Repair Manual.

Gambar 2 Produk PT PLP Indonesia


7

4.7 Material
4.7.1 Bahan Baku
Bahan baku utama dalam memproduksi komponen alat listrik tegangan
tinggi yang digunakan PT PLP Indonesia Cikarang, Bekasi yaitu: Alluminium
Ingot, Alluminium Wire, Galvanis Wire, Alcald Steel, Alluminium pipe, Steel,
Steel Plate, Resin Plastic.

4.8 Proses Produksi PT PLP Indonesia

Proses produksi PT PLP Indonesia yaitu sebagai berikut: proses Helical,


proses Casting, proses Compression Dead End (Transmission Hardware), proses
pembuatan Dies, proses pembuatan Rack, dan proses pembuatan Injection
Molding. Proses produksi PT PLP Indonesia dapat dilihat secara lengkap pada
Lampiran 5. Jenis dan kapasitas produksi dapat dilihat pada Tabel 2.

Tabel 2 Jenis dan Kapasitas Produksi PT PLP Indonesia

No Jenis Produksi Kapasitas Sifat Product Jenis Alat


Produksi/Tahun Angkut

Ijin,Set Riil,Set Bahan Bahan


Baku Baku
(1/2 Jadi) Jadi
1 Heliformed 900.000 1.127.721 - Truk

2 Transmission 250.000 - Truk


Hardware 1.323.000
3 Distribution 870.000 - Truk
Hardware
Sumber : Laporan UKL & UPL PT PLP Indonesia Periode II Juli-Desember (2015)

5 SISTEM MANAJEMEN LINGKUNGAN ISO 14001:2004


PT PLP INDONESIA CIKARANG, BEKASI
5.1 Kebijakan Lingkungan

PT PLP Indonesia memiliki komitmen untuk selalu memahami, mencegah


dan memperkecil setiap dampak buruk terhadap lingkungan sehubungan dengan
kegiatan produksi, pelayanan, dan produk serta terus menerus berupaya
memberikan pelayanan dan kualitas yang diharapkan konsumen, untuk itu PT
PLP Indonesia akan :
1. Mengoperasikan fasilitas kami dengan cara melindungi karyawan kami dari
bahaya guna mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit akibat dan
atau hubungan kerja serta kesehatan masyarakat dan lingkungan.
2. Memenuhi peraturan perundangan dan persyaratan lain yang berlaku dan
mengaplikasikan standar dan kebijakan kami sendiri yang lebih ketat
dimanapun dibutuhkan untuk melindungi karyawan kami dan lingkungan.
8

3. Mengupayakan perbaikan yang terus-menerus terhadap sistem dan kinerja,


keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan dengan mempertimbangkan
faktor teknologi dan keuangan.
4. Mendesain produk dan proses kami sedemikian rupa sehingga meminimalkan
resiko dari manufuktur, penggunaan, dan pemusnahan produk kami.
5. Mengurangi dan menghilangkan material berbahaya dari produk kami sejalan
dengan persyaratan hukum dan kebutuhan pelanggan.
6. Mengupayakan konservasi energi, air dan bahan baku dan mengurangi limbah
dan emisi.
7. Menjadi tetangga yang baik dikomunitas dimana kami berada.
Kebijakan ini diatur dan disusun oleh tim EHS dan selanjutnya akan direvisi
oleh MR EHS serta kebijakan yang telah ditetapkan akan ditandatangani oleh
manajemen puncak. Kebijakan lingkungan yang telah dibuat dikomunikasikan
kepada seluruh karyawan PT PLP Indonesia dan dipasang pada posisi yang
strategis dan mudah dilihat oleh karyawan agar tujuan,sasaran, program kebijakan
lingkungan perusahaan tercapai. Perusahaan juga akan tetap konsisten terhadap
kebijakan lingkungan yang dikeluarkan. Kebijakan secara berkala dievaluasi dan
ditinjau ulang minimal satu tahun sekali dan kemudian dibahas dalam tinjauan
manajemen, seperti yang terlihat pada Lampiran 6.

5.2 Perencanaan
5.2.1 Identifikasi Aspek dan Dampak Lingkungan

a. Umun
Aspek Lingkungan meliputi aspek kegiatan, produk, dan jasa dalam lingkup
SML yang dapat dikendalikan dan dapat dengan memperhitungkan pembangunan
yang direncanakan atau baru, kegiatan, produk, dan jasa yang baru atau diubah.
Aspek penting lingkungan yang mempunyai dampak penting terhadap lingkungan
tempat beroperasi di perusahaan atau disekelilingnya (SNI 19-14001-2005).
Identifikasi aspek lingkungan adalah proses yang berkelanjutan yang
menetapkan dampak masa lalu, saat ini dan dampak yang berpotensi (positif atau
negatif) pada kegiatan PT PLP Indonesia Cikarang, Bekasi terhadap lingkungan.
Proses ini juga meliputi identifikasi terhadap peraturan yang potensial, undang-
undang dan uraian kegiatan yang berakibat terhadap perusahaan juga meliputi
identifikasi tentang dampak terhadap kesehatan dan keselamatan kerja dan
penilaian resiko lingkungan.
Langkah perencanaan SML PT PLP Indonesia berupa proses yang terdiri
dari empat (4) langkah :
1. Identifikasi aspek lingkungan dari kegiatan, produk PT PLP Indonesia dalam
situasi atau keadaan normal, abnormal dan darurat.
2. Menetapkan aspek yang dapat menyebabkan dampak lingkungan.
3. Menetapkan tujuan dan sasaran untuk mengelola aspek penting dan dampak
penting lingkungan.
4. Membuat action plan untuk mencapai tujuan dan sasaran tersebut.

b. Aspek Lingkungan
PT PLP Indonesia memberikan suatu proses untuk mengenali kegiatan
perusahaan yang mempunyai aspek terhadap lingkungan dan untuk mengevaluasi
9

aspek apa saja yang dapat menimbulkan dampak penting terhadap lingkungan.
Setiap kegiatan operasi harus mempertimbangkan dampak operasional dalam
kondisi yang normal, abnormal, dan kondisi darurat/ emergency. Kondisi normal
yaitu aspek atau situasi kerja yang dilakukan secara rutin dimana aspek dan
dampak masih dapat diprediksi. Kegiatan rutin seperti aktivitas perkantoran dan
aktivitas produksi. Kondisi abnormal yaitu aspek atau situasi kerja yang dilakukan
secara tidak rutin dimana aspek tidak dapat diprediksi namun masih dapat
dikendalikan, misalnya repairing mesin yang tidak terencana dan kondisi
emergency yaitu aspek dan situasinya tidak dapat dikendalikan, misalnya
kebakaran.
Analisis resiko mempunyai tujuan untuk mengidentifikasi dan melakukan
penilaian terhadap aspek dan bahaya. Penilaian tersebut ditinjau setiap tahun
sebagai bagian dari penentuan target tahunan. Analisis resiko di PT PLP Indonesia
menggunakan metode HIRADC, AIEI (Hazard Identification, Risk Assessment, &
Determine Controls), (Aspect Identification Environmental Impact). Pembuatan
HIRADC & AIEI sendiri memiliki tahapan proses yang harus dilakukan seperti
mengidentifikasikan bahaya dan penilaian resiko. Penilaian resiko yaitu dengan
mempertimbangkan :
a. Kemungkinan.
b. Frekuensi.
c. Sebaran geografis.
d. Keterpulihan.
e. Tingkat cedera.
f. Biaya pulih.
g. Citra perusahaan.
h. Pengendalian yang ada.
i. Kepedulian.
Adapun rumus perhitungan nilai dampak penting pada form HIRADC +
AIEI yaitu dengan menggunakan rumus:

= ((kemungkinan + frekuensi) / 2) x ((sebaran geografis + keterpulihan + tingkat


cidera + biaya pulih + citra perusahaan) / 5) (pengendalian yang ada +
kepedulian).

+ (++++)
Nilai resiko= +( ) ( + )
2 5

Hasil perhitungan yang didapatkan akan menentukan risk assessment


apakah aspek dampak atau resiko tersebut dapat diterima atau tidak. Jika aspek
dampak tersebut masih dapat diterima maka pengendalian yang ada akan
ditetapkan sebagai pengendalian operasional perusahaan. Aspek akan langsung
dievaluasi serta ditinjau pengendalian resikonya. Jika tidak dapat diterima maka
dilakukan Objective Target Program (OTP) yaitu sasaran, target, dan program
manajemen lingkungan untuk menanggulangi dampak tersebut.
Nilai dari resiko yang dapat diterima yaitu <0 dan yang tidak dapat
diterima >0. Identifikasi yang dilakukan oleh PT PLP Indonesia akan ditinjau
setiap tahunnya oleh departemen terkait dan diperiksa kembali oleh TIM EHS
10

serta disetujui oleh EHS MR dengan mempertimbangkan efektivitas langkah-


langkah pengendalian. Form HIRADC & AIEI pada Lampiran 7.

5.2.2 Persyaratan Peraturan Perundang Undangan Lainnya


Penetapan, penerapan, dan pemeliharaan SML PT PLP Indonesia Cikarang,
Bekasi menyesuaikan semua aspek kegiatannya dengan peraturan perundangan
yang berlaku baik itu pada bidang kualitas, lingkungan, keselamatan, dan
kesehatan kerja. PT PLP Indonesia selalu menjaga kesesuaian terhadap peraturan,
terhadap peraturan lokal, peraturan pemerintah, dan ketetapan menteri, untuk itu
dalam penerapannya perusahaan juga harus selalu menambahkan semua
perubahan dari hukum dan perundangan. Hal ini dapat dicapai melalui informasi
atau komunikasi dari atau melalui sumber-sumber instansi pemerintah pada
masing-masing operasi terkait seperti :
a. Berhubungan dengan K3 : Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), Dinas
Kesehatan (Dinkes).
b. Berhubungan dengan lingkungan : Badan lingkungan Hidup (BLHD).

5.2.3 Tujuan, Sasaran dan Program


Kebijakan, tujuan, sasaran dan program di PT PLP Indonesia didasarkan
pada pengetahuan tentang aspek kualitas, lingkungan, kesehatan, dan keselamatan
kerja.
Tabel 3 Contoh OTP PT PLP Indonesia

No ID Area Aspek/B Dampak/ Peraturan Program Objektive


OTP Terkait ahaya Resiko Perundangan dan Target
1 4.1 Drilling Ceceran Pencema PP No.101 Pembuatan 90%
MC B3 ran Tahun 2014 cover pemenuha
Coolant Tanah mencegah n
cipratan peraturan
coolant perundang
an

OTP yaitu sasaran, target, dan program dilakukan untuk menanggulangi


dampak tersebut. OTP yang telah ditentukan tersebut akan dilakukan program
perbaikan atau penanggulangan bahayanya, seperti ceceran B3 coolant dengan
membuat cover pada alat untuk mencegah cipratan dari coolant tersebut. OTP ini
akan dijadikan sebagai dasar perencanaan lingkungan selanjutnya. Evaluasi
mengenai penentuan tujuan, sasaran dan program dilakukan minimal setahun
sekali. Program manajemen lingkungan PT PLP Indonesia merupakan wujud dari
upaya pengelolaan kualitas lingkungan, kesehatan dan keselamatan kerja serta
implementasi ISO 14001. Sasaran kerja yang telah dibuat dikomunikasikan
kepada seluruh karyawan dan dijadikan sebagai acuan dalam peningkatan kinerja.

5.3 Penerapan dan Operasi


5.3.1 Sumberdaya, Peran, Tanggung Jawab dan Kewenangan
Keberhasilan penerapan SML memerlukan komitmen dari semua personil
kegiatan operasional perusahaan. Komitmen ini seharusnya dimulai pada tingkat
manajemen tertinggi. Sebagai bagian dari komitmen ini, manajemen puncak
11

seharusnya menunjuk satu atau lebih wakil manajemen dengan tanggung jawab
dan wewenang yang ditentukan untuk menerapkan SML. Manajemen juga
seharusnya memastikan bahwa sumberdaya yang memadai seperti infrastruktur
organisasi untuk memastikan bahwa SML diterapkan, dilaksanakan dan
dipelihara. Hal ini penting bahwa peran dan tanggung jawab untuk SML
ditetapkan dengan jelas dan dikomunikasikan kepada semua orang yang bekerja
(SNI 19-14001-2005). Peran serta tanggung jawab struktur PT PLP Indonesia
dapat dilihat pada Tabel 4.

Tabel 4 Peran serta tanggung jawab pada struktur PT PLP Indonesia

NO Tanggungjawab Personil yang


Lingkungan bertanggungjawab
1. Menentukan kebijakan dan General Management
arahan
2. Mengenali Aspek dampak Supervisor Area
3. Menentukan tujuan, sasaran EHS Coordinator and
dan program Team
4. Memonitor kinerja SML EHS Coordinator and
Team
5. Menjamin ketaatan HR & GA and EHS
perundangan Coordinator
6. Menjamin ketaatan HR & GA and EHS
manajemen lingkungan Coordinator
7. Menjamin perbaikan yang HR & GA and EHS
berkelanjutan Coodinator
`8. Taat terhadap prosedur dan Semua Karyawan
cara kerja yang telah
ditetapkan

5.3.2 Kompetensi, Pelatihan, dan Kesadaran


Program pelatihan diberikan pada setiap tingkatan karyawan PT PLP
Indonesia untuk membekali para karyawan dengan pengetahuan untuk memenuhi
untuk memenuhi tanggung jawab peningkatan kinerjanya. Pelatihan dilakukan
untuk menginformasikan dan mencapai komitmen untuk melengkapi karyawan
dalam melakukan kegiatan lingkungan dan meminimalisasi dampak lingkungan.
Program atau pelatihan yang diberikan perusahaan terhadap karyawan sangat
ditentukan oleh kesadaran karyawan itu sendiri, sehingga motivasi dan kesadaran
perlu ditumbuhkan pada setiap karyawan yang ada dalam perusahaan. Beberapa
training yang akan dilakukan pada periode 2016 oleh pihak perusahaan dapat
dilihat pada Lampiran 8.
PT PLP Indonesia melakukan beberapa pelatihan seperti pelatihan
penggunaan APAR yang dapat meningkatkan kemampuan karyawan dalam
penggunaan APAR dan mengatasi keadaan darurat, selain pelatihan APAR oleh
perusahaan dilakukan juga pelatihan P3K yaitu penggunaan alat-alat P3K yang
dapat digunakan sebagai pertolongan pertama apabila terjadi kecelakaan atau
insiden terhadap para karyawan dan tamu di PT PLP Indonesia, pelatihan safety
setiap area, dan pelatihan audit. Beberapa contoh pelatihan yang dilakukan PT
PLP Indonesia dapat dilihat dari Gambar 3 berikut :
12

Gambar 3 Pelatihan Penanganan Tumpahan Oli oleh PT PLP Indonesia

5.3.2 Komunikasi
Dalam penerapan SML, komunikasi merupakan salah satu elemen penting.
Komunikasi terdiri atas dua (2) bagian yaitu komunikasi internal dan komunikasi
eksternal.
1. Komunikasi Internal
Dalam pelaksanaan SML, komunikasi internal penting untuk memastikan
penerapan SML secara efektif. PT PLP Indonesia juga mengerti bahwa
komunikasi merupakan proses mendengar dan berbicara dan sedapat mungkin
saling bertatap muka. Termasuk hal penting juga yaitu mekanisme yang sesuai
dan tepat. Komunikasi internal yang dilakukan melalui e-mail kepada pihak-pihak
terkait dalam perusahaan, penyediaan papan informasi pada beberapa titik di
produksi, poster keselamatan, dan penyediaan rambu-rambu. Bentuk-bentuk
komunikasi internal tersebut secara jelas dapat dilihat pada Lampiran 9.
2. Komunikasi Eksternal
Komunikasi eksternal adalah proses komunikasi yang terjalin antara pihak
perusahaan dengan pihak luar, baik itu pemerintah, perusahaan lain sebagai mitra
kerja, instansi pendidikan, konsumen, Lembaga Swasembada Masyarakat (LSM)
dan lain-lain. Komunikasi tersebut terjalin baik secara lisan maupun tulisan
melalui kunjungan industri dan sebagainya yang dilakukan melalui beberapa
metode untuk melakukan komunikasi eksternal yang ditetapkan perusahaan itu
sendiri. Komunikasi yang dilakukan PT PLP Indonesia berupa penyampaian
informasi melalui website serta komunikasi dengan perguruan melalui pemberian
kesempatan bagi mahasiswa untuk melaksanakan praktik kerja lapangan atau
penelitian.

5.3.3 Dokumentasi
Dokumentasi harus menunjukkan tingkat kerincian yang memadai untuk
menjelaskan SML dan bagaimana bagian-bagiannya bekerjasama dan untuk
memberikan arahan mengenai dimana mendapatkan informasi yang lebih rinci
mengenai pelaksanaan bagian tertentu dari SML.
Struktur dokumentasi SML PT PLP Indonesia terdiri dari empat (4)
susunan dokumen yaitu:
13

1. EHS Policy Manual.


EHS Policy Manual merupakan dokumen tingkat pertama berisi pernyataan
kebijakan dari perusahaan untuk memenuhi OHSAS 18001 dan ISO 14001.
Kebijakan, pinsip standar, dan undang-undang yang dicantumkan dalam EHS
Policy Manual.
2. Prosedur EHS.
Prosedur EHS ini merupakan tingkat kedua yang berisi langkah-langkah yang
telah ditetapkan untuk melakukan suatu kegiatan. Prosedur ini menguraikan
sistem atau tindakan serta kegiatan yang harus dilakukan.
3. Dokumen Pendukung.
Dokumen pendukung merupakan dokumen tingkat ketiga yang berisi langkah-
langkah yang lebih rinci bagaimana untuk menjalankan suatu tugas. Contohnya
Intruksi kerja,intruksi kerja merupakan penjelasan spesifik untuk melaksanakan
kegiatan tertentu di PT PLP Indonesia.
4. Record.
Record merupakan dokumen tingkat keempat yang berisi bukti sebuah kegiatan
telah dilaksanakan. Dokumen ini mendukung SML dan mencakup tentang
standar, laporan audit lingkungan, training, dokumentasi, dan laporan internal.

5.3.4 Pengendalian Dokumen


PT PLP Indonesia telah menetapkan prosedur untuk mengontrol semua
dokumen dan data yang berhubungan dengan SML. Prosedur ini mencakup
tentang persiapan dokumen, kesepakan, penerbitan dan perubahan ataupun
modifikasi terhadap dokumen. Secara umum pemberian kode dokumen oleh PT
PLP Indonesia adalah sebagai berikut:

PLP-XXX-01

Keterangan :
PLP : Kode Perusahaan
XXX : Pedoman Perusahaan
01 : Nomor Manual
Misal :
PLP-EHS-01
Manual EHS No.01
Peletakan dokumen PT PLP Indonesia berada di lemari khusus yang
terdapat pada ruangan EHS, semua dokumen yang terdapat pada ruangan EHS
terpelihara dan tersimpan dengan baik sehingga mudah didapatkan apabila ada
dokumen yang dibutuhkan, waktu penyimpanan pada dokumen yang terdapat di
PT PLP Indonesia yaitu selama dua tahun. Lemari penyimpanan dokumen pada
ruangan EHS dapat dilihat pada Gambar 4. Pemberian kode dokumen oleh PT
PLP Indonesia dapat dilihat dengan jelas pada Lampiran 10.
14

Gambar 4 Lemari penyimpanan dokumen PT PLP Indonesia

5.3.5 Pengendalian Operasional


Pengendalian operasional yang terdapat di PT PLP Indonesia bertujuan
untuk mengendalikan semua kegiatan operasional perusahaan yang telah diatur.
Pengendalian operasional yang dilakukan pada PT PLP Indonesia yaitu :
1. Pengendalian Operasional Limbah
PT PLP Indonesia menetapkan dan melakukan pengendalian operasional
yang terkait dengan aspek lingkungan dengan melakukan identifikasi operasi dan
kegiatan untuk peningkatan SML, untuk itu PT PLP Indonesia telah mengelola
limbah yang dihasilkannya, meliputi limbah bahan berbahaya dan beracun (B3)
dan limbah non-B3. Pembuangan limbah disesuaikan pada tempat berdasarkan
jenis limbahnya, simbol dan label limbah berbahaya juga dipasang pada limbah
berbahaya sesuai dengan peraturan yang berlaku. Koordinator K3L bertanggung
jawab memastikan bahwa semua limbah (berbahaya dan tidak berbahaya)
dikontrol sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku serta memastikan
bahwa jumlah limbah yang disimpan sesuai dalam lokasi penyimpanan,
mengontrol setiap kejadiaan darurat di lokasi penyimpanan limbah dan
melaporkan kejadian terkait dengan tumpahan limbah berbahaya maupun tidak
berbahaya. Adapun pemisahan limbah didasarkan pada golongannya misalnya
tempat sampah PT PLP Indonesia yaitu :
Warna Merah : limbah B3.
Warna Kuning : limbah Anorganik.
Warna Hijau : limbah Organik.

a. Limbah non-B3
Limbah non-B3 yang berada PT PLP Indonesia terdiri dari dua jenis yaitu
limbah cair dan limbah padat. Pemantauan dilakukan secara intensif. Contoh
gambar tempat sampah yang tersedia di PT PLP Indonesia dapat dilihat pada
Gambar 5.
15

Gambar 5 Tempat Sampah PT PLP Indonesia


b. Limbah B3
Limbah cair dan padat yang dikategorikan sebagai limbah B3 yang
dihasilkan PT PLP Indonesia yaitu oli bekas, majun bekas, glue cair, coolant,
contaminated good, dan gram alluminium. Limbah B3 disimpan sementara pada
tempat penyimpanan sementara limbah B3 yang dibuatserta perijinansesuai
ketentuan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Limbah B3
diidentifikasikan pada lokasi masing-masing area penyimpanannya dengan label
yang ditempelkan oleh pihak PT PLP Indonesia yang menunjukkan jenis bahan
dan bahayanya. Limbah B3 PT PLP Indonesia dikelola oleh pihak ketiga yang
berlisensi dan harus melampirkan manifest tingkat 7 yang berasal dari
pengangkutan dan pemanfaatan limbah berbahaya. Diagram alir dokumen
manifest limbah B3 dapat dilihat dengan jelas pada Lampiran 11.

(a) (b)
Gambar 6 Tempat Penyimpanan sementara (a) Penyimpanan sementara limbah B3
(b) Gudang penyimpan bahan kimia

2 . Pengendalian Material B3
Pengendalian material B3 dilakukan dengan melengkapi setiap material B3
yang masuk ke dalam perusahaan dengan MSDS (Material Safety Data Sheet).
Pada MSDS terdapat informasi mengenai identifikasi bahan dan perusahaan,
komposisi bahan, tingkat bahaya, tindakan penanggulangan, cara penyimpanan
bahan, sifat bahan, informasi toksikologi dan informasi lainnya yang dianggap
penting mengenai bahan tersebut. Bentuk dari MSDS dapat dilihat pada Lampiran
12.
16

3. LOTO (Lock Out Take Out)


Proses penguncian dan pelabelan selanjutnya disebut LOTO bertujuan untuk
melindungi orang yang sedang bekerja atau berada disekitar mesin, instalasi listrik
atau fasilitas proses produksi yang sedang diperbaki dan dalam perawatan. Plant
Manager bertanggung jawab untuk memastikan bahwa semua program LOTO
dapat dijalankan secara efektif dalam memenuhi peraturan serta persyaratan dalam
standar ini serta EHS memastikan terlaksananya pelatihan dan atau informasi
terkait LOTO. Beberapa logo LOTO yang ada di PT PLP Indonesia dapat dilihat
pada Gambar 8 berikut :

Gambar 7 Rambu LOTO di PT PLP Indonesia

2. Ijin Kerja Berbahaya


Ijin kerja berbahaya yang diterapkan di PT PLP Indonesia merupakan jenis
pekerjaan yang memiliki potensi bahaya, seperti bekerja pada ruang terbatas,
bekerja dengan api dan kerja khusus yang memiliki potensi bahaya. Seluruh
prosedur ini mencakup seluruh peraturan dan ketentuan yang dilaksanakan oleh
seluruh karyawan untuk menjamin kelancaran pekerjaan dan keselamatan para
karyawannya. Sebelum melakukan pekerjaan pihak teknisi yang melakukan
pekerjaan mengisi form Job Safety & Environment Analysis (JSEA) terlebih
dahulu. Form tersebut dapat dilihat pada Lampiran 13.
3. Pemeriksaan Kesehatan
Pemeriksaan kesehatan dilakukan bagi para pekerja yang mengalami
penurunan kesehatan. Perusahaan telah bekerjasama dengan pihak BPJS untuk
memeriksa kesehatan karyawan. Pihak perusahaan juga secara rutin mengadakan
MCU (Medical CheckUp) untuk para karyawan PT PLP Indonesia yang bekerja
sama dengan rs Siloam dan kegiatan tersebut diadakan setiap satu tahun sekali.

5.3.6 Kesiapsiagaan dan Tanggap Darurat


Rencana dan prosedur dalam keadaan darurat dibuat oleh PT PLP Indonesia
untuk menjamin adanya tanggapan yang memadai terhadap kejadian yang tidak
diharapkan atau kecelakaan. Prosedur dibuat untuk mengatasi insiden lingkungan
atau hal-hal yang tidak diharapkan serta situasi darurat yang potensial. Prosedur
tersebut meliputi pertimbangan tentang pencemaran terhadap udara, air, dan
tanah. Prosedur tersebut juga memperhitungkan insiden yang timbul sebagai hasil
kondisi operasi yang abnormal dan situasi yang potensial dan kecelakaan. Pada
beberapa ruangan di PT PLP Indonesia juga disediakan peta evakuasi untuk
menjamin seluruh karyawan mengetahui arah evakuasi apabila terjadi insiden
yang tidak diharapkan dan dapat dilihat pada Lampiran 14.
Koordinator EHS dan tim harus mengidentifikasi potensi darurat yang
mungkin terjadi di PT PLP Indonesia, melakukan simulasi keadaan darurat secara
teratur minimal satu tahun sekali sesuai dengan prosedur. PT PLP Indonesia
17

memiliki fasilitas tanggap darurat sistem proteksi aktif yaitu detektor kebakaran
(smoke detector), APAR, alarm system serta sarana proteksi pasif yaitu sarana
tempat berkumpul, kotak P3K, rambu-rambu dan penyediaan spill kit apabila
terjadi tumpahan yang dapat menyebabkan kerusakan lingkungan. Beberapa
fasilitas yang disediakan perusahaan untuk menghadapi kejadian darurat dalam
perusahaan dapat dilihat pada Gambar 10.

(a) APAR (b) P3K (c) Alarm

(d) Smoke detector (e) Tempat berkumpul (f) Spill kit

Gambar 10 Sarana Tanggap Darurat PT PLP Indonesia

5.4 Pemeriksaan
5.4.1 Pemantauan dan Pengukuran
PT PLP Indonesia juga melakukan kegiatan pemantauan dan pengukuran
yang mencakup berbagai aspek lingkungan. Kegiatan pemantauan dan
pengukuran bertujuan untuk mengetahui dan memantau nilai pencemaran yang
dihasilkan dari kegiatan produksi seperti emisi, limbah cair dan limbah padat. PT
PLP Indonesia melakukan uji laboratorium kepada PT Ecosindo Laboranusa
(Ecolaboratory). PT PLP Indonesia juga mempunyai titik sampling pengukuran
yang dilakukan pada area perusahaan dapat dilihat pada Lampiran 15. Pemantauan
dan pengukuran K3L dapat dilihat pada Lampiran 16.
a. Sumberdaya
1. Pemakaian air
Pemenuhan kebutuhan air di PT PLP Indonesia berasal dari Water
Treatment Kawasan Industri Jababeka. Beberapa rambu penghematan air yang
ada di PT PLP Indonesia yaitu dapat dilihat dengan jelas pada Gambar 11.
18

Gambar 11 Rambu Penghematan Air

2. Pemakaian Listrik
Selain sumberdaya air yang sangat penting bagi kehidupan, listrik pun
merupakan sumberdaya penting bagi kehidupan sehari-hari dan bagi industri.
Penggunaan listrik PT PLP Indonesia lebih banyak digunakan pada proses
produksinya. Jumlah pemakaian dapat dihitung berdasarkan pemakaian rata-
rata dalam kuitansi tagihan listrik 3 bulan. Beberapa rambu penghematan listrik
yang ada di PT PLP Indonesia dapat dilihat dengan jelas pada Gambar 12.

Gambar 12 Rambu Penghematan Listrik

3. Penggunaan Gas
Selain sumberdaya air dan listrik PT PLP Indonesia juga menggunakan
gas untuk kegiatan produksinya, khusus untuk pemakaian gas hanya digunakan
sebagai energi pembakar atau pemanas tungku pada proses casting atau
peleburan. Gas yang digunakan PT PLP Indonesia berasal dari PT Energasindo
Heksa Raya. Penyimpanan gas PT PLP Indonesia dapat dilihat dengan jelas
pada Gambar 13. Penggunaan energi dapat dilihat pada Tabel 3.

Gambar 13 Penyimpanan Gas PT PLP Indonesia


19

Tabel 5 Penggunaan Energi PT PLP Indonesia

Jenis Energi Kapasitas Terpasang Pemakaian/Bulan Sumber


Air - 556 m/bulan Water
Treatment
Kawasan
Industri
Jababeka
Listrik Plant 1 200 KVA 56.680 KwH PT Cikarang
Listrindo
Listrik Plant 2 500 KVA 45.700 KVFA PT Cikarang
Listrindo
Gas - 1.660 MSC PT
Energasindo
Heksa Raya
Sumber : UPL & UPL PT PLP Indonesia Periode II Tahun Juli-Desember (2015)

b. Kualitas Udara
1. Udara Ambien
PT PLP Indonesia telah melakukan pengukuran udara ambien, berikut
hasil pengukuran udara ambien casting area PT PLP Indonesia.

Tabel 6. Hasil Pengukuran Udara Ambien Casting Area PT PLP Indonesia

Parameter Unit Test Result Environment Methods


Quality Standard
Carbon mg/m 1.18 29 SNI 19-
Monoxide 7117.10-
(CO) 2005
Nitrogen mg/m 0.027 3 SNI 19-
Oxide 7119.2-
(NO2) 2005
Sulfur mg/m 0.041 0.25 SNI 19-
Dioxide 7119.7-
(SO2) 2005
TSP mg/m 0.089 10 SNI 19-
7119.3-
2005
Sumber : Hasil analisis laboratorium pengendalian kualitas lingkungan PT Ecosindo
Laboranusa (2015)

Pengukuran dilakukan di beberapa lokasi seperti pada pintu masuk dan


pintu keluar misalnya pada Casting area, Injection molding, Rack tech, Cutting
flame, dan Welding area. Hasil pengukuran udara ambien yang telah dilakukan
memenuhi standar yang digunakan karena masih dibawah ambang batas. PT
PLP Indonesia mengatasi hal itu dengan penggunaan APD.
c. Getaran
PT PLP Indonesia melakukan pengukuran getaran di beberapa lokasi di
pabrik. Baku mutu yang digunakan yaitu Keputusan Menteri Lingkungan
Hidup No. 49/MENLH/XI/1996. Berikut pengukuran getaran di PT PLP
Indonesia sebagai berikut :
20

Tabel 7 Hasil Pengukuran Getaran PT PLP Indonesia

Mesin Satuan hasil Hasil Baku


pengukuran pengukuran Mutu Metode
A B C D
Rumbling 1.4
mm/s <2 2- >2.7- >140 Vibration
Punching 2.1 2.7 140 meter
Mesin 98.6
Deplesing

*)Regulatory limit : a= no demage.


b= possibility of plastering cracks.
c=possibility of detective components load bearing wall
structure.
d=demage load bearing wal.
Sumber : Hasil analisis laboratorium PT Ecosindo Laboranusa (2015)

Hasil pengukuran getaran yang dilakukan memenuhi standar yang


digunakan karena dibawah nilai ambang batas dan untuk mengatasi getaran
yang dihasilkan yaitu dengan penggunaan APD bagi para pekerja. Pengujian
dilakukan PT PLPIndonesia agar menjamin kelayakan suatu alat dan fasilitas
yang digunakan agar tetap aman untuk dioperasikan.

5.4.2 Evaluasi Penaatan


Evaluasi penaatan yang dilakukan PT PLP Indonesia menggunakan dasar
terhadap prosedur yang telah dibuat. Peraturan dan persyaratan perundang
undangan harus dijalankan di PT PLP Indonesia sebagian besar telah diterapkan di
perusahaan namun dalam pelaksanaanya harus dilakukan evaluasi terhadap
penataan yang diterapkan dilapangan secara berkala.

5.4.3 Ketidaksesuaian, Tindakan Perbaikan dan Tindakan Pencegahan


Pengendalian ketidaksesuaian, tindakan perbaikan, tindakan pencegahan
dilakukan pada setiap kegiatan operasional perusahaan yang berhubungan dengan
SML 14001 dan OHSAS 18001. PT PLP Indonesia memahami tanggungjawabnya
terhadap kelestarian lingkungan. Setiap staf PT PLP Indonesia wajib
menggunakan form permintaaan tindakan Corrective and Preventive Action untuk
merekam ketidaksesuaian dan menyampaikan ke EHS untuk dilakukan tindakan
lebih lanjut. Manajer Departemen terkait harus menyelidiki penyebab
ketidaksesuaian dan mengusulkan tindakan perbaikan dan pencegahan. Usulan
tindakan harus diambil melalui penilaian resiko sebelum menerapkan tindakan
perbaikan dan tindakan pencegahan mengidentifikasi bahaya baru atau diubah
atau kebutuhan untuk kontrol baru atau berubah. Form ketidaksesuaian, tindakan
perbaikan dan tindakan pencegahan dapat dilihat pada Lampiran 17.

5.4.4 Pengendalian Rekaman


Pengendalian rekaman bertujuan untuk menjamin pengenalan yang baik,
pemberian indeks pemeliharaan dan alamat catatan. merupakan dokumen yang
memuat hasil-hasil yang dicapai atau menunjukkan bukti bahwa suatu kegiatan
telah dilaksanakan dan penunjang bahwa seluruh keefektivitas dari penerapan
21

SML yang telah diterapkan dalam perusahaan. PT PLP Indonesia melakukan


pengendalian pada berbagai jenis rekaman seperti :
1. Persyaratan Perundangan dan Peraturan.
2. Lisensi, perjanjian dan ijin-ijin.
3. Aspek lingkungan dan dampak.
4. Kegiatan training masalah lingkungan.
5. Kegiatan inspeksi.
6. Rincian ketidaksesuaian: insiden, complain dan tindak lanjut.
7. Audit lingkungan dan data yang berhubungan, internal, dan eksternal.
8. Tinjauan SML.

5.4.5 Audit Internal


Audit lingkungan internal dilakukan untuk mengevaluasi dan memeriksa
semua aspek SML. Audit internal dilakukan untuk meninjau konsistensi dari SML
agar dapat dilakukan tindakan yang berkelanjutan sehingga dapat ditentukan
tindakan yang tepat dalam menanggapi ketidaksesuaian yang ditemukan di dalam
perusahaan. Audit internal dilakukan setiap dua (2) kali setahun atau sesuai
dengan kebutuhan organisasi dengan mempertimbangkan tingkat potensi bahaya
dan aspek dampak berdasarkan lingkup operasionalnya.Auditor melakukan audit
internal menggunakan checklist audit untuk memastikan klausul terkait diaudit
sepenuhnya. Tidak ditemukan temuan mayor tetapi ditemukan temuan minor
misalnya limbah berbahaya yang tidak konsisten tercatat dalam buku catatan
sesuai kondisi sebenarnya di TPS Limbah B3 sejak pembuangan terakhir, namun
minyak yang digunakan, lem yang digunakan dan barang yang terkontaminasi
belum dibuang. Penyimpanan sampah berbahaya yang tidak jelas diidentifikasi
per masing-masing jenis sampah. Kondisi ini akan berpotensi dicampur dengan
limbah yang lain, misalnya terkontaminasi barang dan sampah Alluminium.
Prosedur dan checklist yang terdokumentasi akan mengendalikan proses audit
lingkungan. EHS MR serta auditor bertanggung jawab untuk memverifikasi
efektivitas tindakan perbaikan dan tindakan pencegahan dan menutup temuan.
Form jadwal audit dapat dilihat pada Lampiran 18. Diagram alir audit internal
dapat dilihat pada Lampiran 19.
5.5 Tinjauan Manajemen

PT PLP Indonesia melakukan tinjauan manajemen untuk meninjau ulang


aktifitas yang berlaku secara terencana untuk memastikan efektivitas kecukupan
dan sesesuainnya. Tinjauan Manajemen dilakukan tiga bulan sekali untuk
memastikan efektifitas, kecakupan dan kesesuainnya. Tinjauan manajemen
diperlukan jika ada sebuah insiden yang memiliki dampak yang signifikan
terhadap mutu produk (keluhan pelanggan), lingkungan atau masalah terulang
atau terjadi lebih dari tiga kali. Hasil dari tinjauan manajemen harus selaras
dengan komitmen manajemen terhadap peningkatan berkelanjutan dari SML.
Tinjauan manajemen mencakup keputusan dan tindakan yang diperlukan atau
perubahan terhadap kinerja SML, kebijakan lingkungan, tujuan, sasaran dan
program SML. Form rincian jadwal tinjauan manajemen EHS dapat dilihat pada
Lampiran 20.
22

5.5.1 Keefektifan Penerapan SML PT PLP Indonesia


Penerapan ISO 14001 di PT PLP Indonesia secara keseluruhan telah
dilaksanakan dengan baik namun perlu ditingkatkan sehingga dapat mencapai
keefektifan 100 %. Keefektifan tersebut tercapai dengan mengevaluasi kinerja
yang dihasilkan, penetapan program perbaikan serta diikuti dengan penerapan dan
peninjauan ulang perbaikan tersebut. PT PLP Indonesia sendiri telah 90 % comply
terhadap peraturan perundang-undangan, untuk 10 % yang belum comply meliputi
evaluasi status kepatuhan (Januari 2016) tidak mencerminkan kondisi yang
sebenarnya, misalnya Permenaker No. 13 tahun 2011 menyatakan mematuhi,
namun hasil pemantauan tanggal 27 Januari 2016 melebihi dari standar dan
Permen LH No. 16 tahun 2012 menyatakan mematuhi, namun dokumen UKL
dan UPL memiliki masih berlangsung.

5.5.2 Kesesuaian dan Kecocokan Pelaksanaan ISO 14001:2004 PT PLP


Indonesia dengan SNI 19-14001-2005
Penerapan SML ISO 14001 yang diterapkan di PT PLP Indonesia
mengikuti standar yang telah ditetapkan.Kesesuaian dan kecocokan pelaksanaan
SML di PT PLP Indonesia dapat dilihat pada Tabel 8.

Tabel 8 Kesesuaian Penerapan ISO 14001 dengan SNI19-14001-2005


Klausul Standar ISO 14001 Pelaksanaan SML PT PLP
Indonesia
4.1 Persyaratan Umum Ada, sesuai criteria
4.2 Kebijakan Lingkungan Ada,sesuai kriteria
4.3 Perencanaan
4.3.1 Aspek Lingkungan Ada, seluruh aspek lingkungan
diseluruh area perusahaan
telah diidentifikasi
4.3.2 Persyaratan Peraturan Ada, sesuai standar.
Perundang-undangan dan
lainnya
4.3.3 Tujuan, sasaran, dan program Ada, tujuan dan sasaran yang
ditetapkan oleh perusahaan
4.4 Penerapan dan operasi
4.4.1 Sumberdaya, peran, dan Ada, sesuai kriteria.
tanggungjawab Pelaksanaan SML perusahaan
telah dilakukan oleh EHS dan
karyawan lainnya menjalankan
sesuai tanggungjawabnya
masing-masing
4.4.2 Kompetensi, pelatihan, dan Ada, sesuai criteria.
kesadaran Perusahaan telah melakukan
pelatihan karyawan sehingga
tercipta SDM yang berkualitas
4.4.3 Komunikasi Ada, sesuai kriteria.
Perusahaan telah menerapkan
dua bentuk komunikasi yaitu
komunikasi internal dan
komunikasi eksternal
4.4.4 Dokumentasi Ada, terdapat empat level
dokumen yang terdapat di PT
PLP IndonesiaCikarang,
Bekasi
4.4.5 Pengendalian dokumen Ada, Pengendalian dokumen
23

termasuk aktivitas melakukan


perubahan dan pendistribusian
dokumen telah memenuhi
prosedur pengendalian
dokumen
4.4.6 Pengendalian opersional Ada, setiap aktivitas yang
dilakukan dan berdampak
penting terhadap lingkungan
telah disesuaikan dengan
tujuan, sasaran, dan program
4.4.7 Kesiapsiagaan dan tanggap Ada, sesuai dengan kriteria.
darurat Dalam penerapan SML, telah
dibentuk organisasi P2K3 dan
prosedur tanggap darurat yang
dikomunikasikan terhadap
seluruh karyawan
4.5 Pemeriksaan
4.5.1 Pemantauan dan pengukuran Ada, sesuai kriteria. Aktivitas
operasional yang
menimbulkan dampak penting
bagi lingkungan dilakukan
pengukuran dan pemantauan
4.5.2 Evaluasi penaatan Ada, sesuai kriteri. Evaluasi
penaatan dilakukan sesuai
dengan penerapan peraturan
perundangan
4.5.3 Ketidaksesuaian, tindakan Ada, sesuai kriteria.
perbaikan dan tindakan Ketidaksesuaian yang
pencegahan ditemukan akan segera
dilakukan perbaikan dan
pencegahan
4.5.4 Pengendalian rekaman Ada, sesuai kriteria. Rekaman
yang dibuat mudah
diidentifikasi dan mencakup
seluruh aspek lingkungan
perusahaan
4.5.5 Audit internal Ada, sesuai kriteria. Prosedur
pelaksanaan audit internal
telah disusun dan apabila
ditemukan ketidaksesuaian
akan dilakukan segera
tindakan perbaikan
4.6 Tinjauan manajemen Ada, sesuai kriteria. Tinjauan
manajemen dilakukan untuk
menilai kecocokan,
kesesuaian, keefektifan
penerapan ISO di dalam
perusahaan
24

6 SIMPULAN DAN SARAN

6.1 Simpulan

Dalam pelaksanaan dan penerapan SML ISO 14001:2004 PT PLP


Indonesia yang disertifikasi oleh SGS secara keseluruhan telah menerapkan SML
dengan baik dan tidak ditemukan temuan mayor pada audit eksternal maupun
internalnya.
PT PLP Indonesia sendiri telah 90 % comply terhadap peraturan
perundangan.

6.2 Saran

Agar tercapainya maksud dan tujuan perbaikan manajemen lingkungan


perusahaan dan sebagai bahan masukan dan perbaikan yang berkelanjutan dalam
SML ISO 14001, yaitu sebagai berikut :
1. Penataan terhadap penempatan bahan kimia, limbah B3, sampah organik
dan non-organik harus sesuai.
2. Pembuangan limbah kardus harus pada tempat yang sesuai karena jika
tidak sesuai limbah yang seharusnya ekonomis menjadi limbah berbayar.
Kertas yang masa aktifnya sudah lebih dari 2 tahun dapat digunakan
sebagai kertas bekas yang dapat digunakan kembali.
3. Menanam tanaman fitoremediasi sebagai pengendalian kerusakan
lingkungaan.
4. Menyediakan kotak saran untuk dapat menyampaikan keluhan, saran, dan
kondisi kerja maupun hal lain yang bertujuan perbaikan terus-menerus
untuk semua bidang.
5. Mengganti tabung APAR yang sudah tidak layak pakai dan yang sudah
tidak sesuai misalnya berkarat, selang terlepas dll.

DAFTAR PUSTAKA
[SNI] Standar Nasional Indonesia. 2005. SNI 19-14001-2005 tentang Sistem
Manajemen Lingkungan.
[PT PLP] PT Prefromed Line Products Indonesia. Laporan UKL dan UPL
Periode II Juli-Desember 2015. Cikarang(ID): PT PLP Indonesia.
[PT PLP] PT Preformed Line Products Indonesia. EHS Policy Manual.
Cikarang(ID): PT PLP Indonesia.
[PT PLP] PT Preformed Line Products Indonesia. Identifikasi Aspek Impak
Lingkungan. Cikarang(ID): PT PLP Indonesia.
[PT PLP] PT Preformed Line Products Indonesia. Tujuan dan Sasaran
Lingkungan. Cikarang(ID): PT PLP Indonesia.

Riwayat Hidup
25

LAMPIRAN
26

Lampiran 1. Sertifikat SML ISO 14001:2004 PT PLP Indonesia


27

Lampiran 2. Sertifikasi OHSAS 18001 : 2008 PT PLP Indonesia


28

Lampiran 3. Sertifikasi ISO 9001: 2008 PT PLP Indonesia


29

Lampiran 4. Struktur Organisasi PT PLP Indonesia

President Director
Gareth Hopkins

Factory Manager/MR ISO 14001 Engineering-QA Manager/ Sales Manager Financial Director (Bernandus HR & Gen Admin
& OHSAS (Yudi Hendriawan) MR ISO 9001 (Sentot.A) Effendy) Manager (Tober Siahaan)

Export Sales Manager Export Sales Manager Aus Contry Sales & Marketing Bussines Dev & Marketing
(Meity Christina Adam) ( Teguh Hadiwiranto) Manager (Effendy Sinaga) Manager (Turinto Tech)

Supply Chain Manager (Harry WB)

EHS &CI Head PPIC Head WH Head MTC & Prod Support Production Cost Engineer
(Suwara (Wicaksono.S) (T.Purwanto) Supervisor (Arip W) Section Head (Fendi)
-Casting (Wedi)
Hadiwirosa)
-Helical
(Suandi)
-Rack-Tech
EHS Staff PPIC Staff Purchasing - Junior SPV Foreman technician (Juhri) Cost Staff
-Cherry -Staff -Raw Material -Repairing (Oki)
(Samrotun Nimah)
-Asep -Singgih (Fuad) (Endang)
-Ahmad -Teguh -Finish Goods -Prev Main
(Muhtarom) (Dodi)
CI Staff (Rezza
Kurniawan)
30

Lampiran 5. Proses Produksi PT PLP Indonesia


6.3 Proses Produksi
2.1.1. Proses Helical
A.1.Heligrip / Helical Dead End(Transmission & Distribution Hardware)
Bahan Baku Proses Produksi Limbah/Cemaran
Galvanize Wire
Alumunium Wire
Alclad Steel Wire } RAW MATERIAL

Limbah cair degreasing


FORMING Gram, majun, dan sarung
tangan terkontaminasi B3
Scrap Al Wire
Sisa lubricant & bising
SUB SET

GLUE Kaleng bekas kemasan glue


GLUE OVEN
Sisa glue kering & cair

PAINT PAINT MARK Kaleng bekas cat & thiner


Majun & sarung tangan bekas
terkontaminasi B3

GLUE Debu/sand halus


GLUE GRIT
SANDGRIT

CABLE Majun & sarung tangan tidak


terkontaminasi B3
ROOPER/UNLOOPER

Matching
Test BENDING

Sisa labeling
LABEL

CARTON Sisa Potongan Carton


PACKING Plastik Pengikat

DELIVERY

Keterangan :
: Aliran bahan baku dan proses
: Aliran limbah/cemaran
31

A.2. Heligrip / Helical Dead End(Transmission & Distribution Hardware)


Bahan Baku Proses Produksi Limbah/Cemaran

Galvanize Wire
Alumunium Wire RAW MATERIAL

Limbah cair degreasing


FORMING Gram, majun, dan sarung
tangan terkontaminasi B3
Sisa lubricant & bising

BALLANDER/SENDER Scrap, sisa coolant


Debu

PAINT Botol bekas kemasan pillox


PITCH SOERTING/ PAINT Majun & sarung tangan bekas
TABLE terkontaminasi B3

Sisa Labeling
LABELING

CARTON Sisa Potongan Karton


PACKING

PETI KAYU Emisi Forklift


WAREHOUSE

DELIVERY

Keterangan :
: Aliran bahan baku dan proses
: Aliran limbah/cemaran
32

2.1.2. Proses Casting


Bahan Baku Proses Produksi Limbah/Cemaran

Alumunium Ingot
RAW MATERIAL
Zinc Ingot

Emisi dan panas


MELTING Scrap/kerak allumunium
Majun dan sarung tangan yang
450C (Zn) ; 675C (Al) tidak terkontaminasi B3

POURING
Udara Panas

DIES

Udara Panas
Flash/Runner
BAND SAW Dross zink & runner zink
Serbuk Al

LINISH Abu linish


Pasir foundry

Limbah cair
RUMBLING
Bising

Sisa coolant
DRILLING/PINING Gram terkontaminasi B3

PRESS

Baut, Mur, rubber & Bekas Kemasan Plastik


Washer ASSEMBLING Sisa Potongan Kayu

Sisa Potongan Karton


Karton PACKAGING
Sisa Potongan Kayu
Pallet Kayu

DELIVERY

Keterangan :
: Aliran bahan baku dan proses
: Aliran limbah/cemaran
33

2.1.3. Proses Flame Cutting (Transmission and Distribution Hardware)


Bahan Baku Proses Produksi Limbah/Cemaran

Steel Plate (Plat


RAW MATERIAL
Besi)

Scrap (sisa potongan)


CUTTING Scrap (sisa potongan)
Terak Besi

Scrap
LINISH Debu besi gerindra

Scrap, coolant bekas


DRILLING

STAMPING Bising

GALVANIS (SUBCON)

PT.PLPI

Sisa / Bekas Pallet Kayu


PACKAGING
o Peti Kayu

DELIVERY

Keterangan :
: Aliran bahan baku dan proses
: Aliran limbah/cemaran
34

2.1.4. Proses Compression Dead End (Transmission Hardware)


Bahan Baku Proses Produksi Limbah/Cemaran

Allumunium Pipe Gram Allumunium


TURET

PRESS Scarp Al Strap


Scarp Al Stifnner

DRILLING Scrap / Chips

Scrap, coolant bekas


ASSY

WELDING Bising
Asap

Pallet / Peti Kayu Sisa Potongan Kayu


PACKING

Emisi Forklift
WAREHOUSE

DELIVERY

Keterangan :
: Aliran bahan baku dan proses
: Aliran limbah/cemaran
35

2.1.5. Proses Pembuatan Dies


Bahan Baku Proses Produksi Limbah/Cemaran

Steel Plate
MATERIAL
(80-120mm)

BLOCKING Scarp Steel


Bising

MACHINING DIES Gram terkontaminasi B3


Coolant bekas
Majun & sarung tangan
terkontaminasi B3
EJECTOR SYSTEM Bising
Oli Bekas
Majun kontaminasi oli
Sisa gemuk /grease
POLYSHING/FINISHING

MATCHING/ASSEMBLING

TRIAL

Not OK
OK

FINISHED

Keterangan :
: Aliran bahan baku dan proses
: Aliran limbah/cemaran
36

2.1.6. Pembuatan Rack


Bahan Baku Proses Produksi Limbah/Cemaran

Steel Plate (1 - 2 Kemasan Kayu


MATERIAL
mm) Plastik Kemasan

CUTTING & PUNCHING Scrap / besi plate


Bising
Getaran
Oil Hydrolic
BLENDING
Sisa Oli Mesin

Gas, Asap
WELDING

Sisa cat
POWDER COATING Kemasan Cat Kimia
Debu
Panas

ASSEMBLY

Carton Karton dan Plastik Bekas


Plastic PACKING Kemasan
Pallet Kayu Kayu Bekas

Emisi Forklift
WAREHOUSE

DELIVERY

Keterangan :
: Aliran bahan baku dan proses
: Aliran limbah/cemaran
37

2.1.7. Pembuatan Injection Molding


Bahan Baku Proses Produksi Limbah/Cemaran

Debu
MATERIAL
Sisa Material
Kemasan
INJ,MOLDING
Panas
CRUSHER
Oli Bekas
Mesin

OVEN Panas

Radiasi
X-RAY

FiNISH GOOD/ Emisi Forklift


WAREHOUSE

DELIVERY
Keterangan :
: Aliran bahan baku dan proses
: Aliran limbah/cemaran
38

Lampiran 6. Kebijakan Lingkungan PT PLP Indonesia


39

Lampiran 7. Form HIRADC+IAEI PT PLP Indonesia


40

Lampiran 8. EHS & CI Training PLAN Periode 2016


41

Lampiran9. Beberapa bentuk komunikasi internal PT PLP Indonesia

(a)

(b)

Gambar. (a) Banner K3 (b) Papan pengumuman


42

Lampiran 10. Pengendalian Dokumen PT PLP Indonesia


43

Lampiran 11. Diagram Alir Dokumen Manifest Limbah B3 PT PLP Indonesia


44

Lampiran 12.Form MSDS (Material Safety Data Sheet) PT PLP Indonesia

MSDS No. : EHSMS-P105-15 Release Date: 04/05 h/15 Revisi # : _0_


PT. Preformed Line Product Indonesia

THINNER (Methil Ethyl Ketone )


(mengencerkan cat kayu dan besi,politur serta bahan-bahan finishing)

Bentuk Fisik :
cairan yang berwarna jernih
Perusahaan Pembuat : Omega International Coatings Pty Ltd Api

Organ tubuh yang diserang : Alat-alat pelindung :

Bahaya Kesehatan :
Kulit : Iritasi kulit, dermatitis, alergi pada kulit
Mata : Iritasi mata dan nyeri, Risiko kerusakan serius pada mata.
Terhirup : Iritasi saluran pernafasan, (gejala : batuk/ sesak nafas/
kepala pusing/ badan terasa lemas/ mual).
Tertelan : Iritasi pada saluran pencernaan dan paru- paru.

Tingkat bahaya

BAHAYA KESEHATAN
4 Sangat berbahaya
BAHAYA MUDAH TERBAKAR 3 Berbahaya
2 Agak berbahaya
BAHAYA TOXIC 1 Sedikit berbahaya
0 Tidak berbahaya
BAHAYA KEREAKTIFAN

Prosedur Penyelamatan
Hubungi : Hubungi :
Hubungi : Security (180)
Security (180) Security (180) EHS Coordinator (333)
EHS Coordinator (333) EHS Coordinator (333) DAMKAR Jababeka(8934900)
Hosana Medika (8937941)
Terkena kulit : Bersihkan dengan air . Ganti pakaian Matikan semua sumber api. Bahan pemadam api : Busa dan
jika tersiram dan cuci dengan sabun. Gunakan PPE bubuk kimia kering. Karbon
Terkena mata : Siram dengan air yang mengalir ( 15 Pindahkan bahan ke dalam dioksida.
menit) kemudian hubungi klinik. tempat yang telah disediakan Gunakan langkah-langkah
Terhirup : Pindahkan keudara segar. Jika sesak nafas, dengan menggunakan skop tahan pemadam kebakaran yang sesuai
hubungi klinik. api atau majun. lingkungan.
Tertelan : Jangan dimuntankan. Mencuci mulut Gunakan pasir dan majun untuk Pasir basah untuk menghindari
dengan air Hubungi klinik segera. Jika muntah terjadi membersihkan tumpahan. penyebaran
usahakan kepala ditundukkan sampai di bawah Jangan biarkan memasuki sistem
pinggul. drainase, permukaan atau air
tanah.
Pemakaian & Penyimpanan :
Simpan jauh dari bahan makanan
Suhu penyimpanan 0C Minimum. 50C maksimum. SUMBER: Omega International Coatings
Jauhkan dari sumber api.
Dipersiapkan Oleh : Suwara Hadiwirosa File: C:\EH
S-Suwara\Prefomed\CHEMICAL&HAZARDOUS MATERIAL.Mgt\MSDS-OHSMS-P105-06
SERVER :\\Id740dc01\operational\EHS\OHS-MS-OHSAS 18001_ EHS Record_MSDS
45

Lampiran 13.Form JSEA (Job Safety & Environmental Analysis)


46

Lampiran 14. Evacuation Map/ Peta Evakuasi PT PLP Indonesia


47

Lampiran 15. Titik Sampling PT PLPIndonesia


48

Lampiran 16. Pemantauan dan Pengukuran K3L PT PLP Indonesia


49

Lampiran 17. Form CPAR (Corrective and Preventif Action Request)


50

Lampiran 18. Jadwal Audit Internal PT PLP Indonesia


51

Lampiran 19. Diagram Alir Audit Internal PT PLP Indonesia


52

Lampiran 20. Form Tinjauan Manajemen K3 & Lingkungan PT PLP Indonesia


53

Anda mungkin juga menyukai