Anda di halaman 1dari 8

CONTOH LAPORAN PERTANGGUNG JAWABAN

KERJA DIRUMAH SAKIT X


KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rakhmat
Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas berupa laporan pertanggung jawaban kerja.
Laporan ini disusun dalam rangka memenuhi salah satu tugas program studi S2 . Penyusun
laporan ini terselesaikan berkat bantuan dan dorongan dari berbagai pihak. Untuk itu pada
kesempatan ini penulis sampaikan penghargaan dan rasa terima kasih kepada semua pihak
yang terkait dalam penyusunan laporan ini.
Penulis menyadari dalam penyusunan laporan ini masih banyak kekurangan,oleh
karena itu penulis senantiasa mengharapkan kritik dan masukan guna perbaikan laporan ini,
sehingga bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya.

KARAWANG, 2017

Penulis
I. Pendahuluan

RS X merupakan rumah sakit kelas B Non Pendidikan yang ditetapkan sesuai


Keputusan Menteri Kesehatan Nomor: 1162/Menkes/SK/IX/1992, namun sejak tahun 2002
telah berubah menjadi rumah sakit kelas B Pendidikan. RS X ini adalah unit pelaksana teknis
kabupaten dan merupakan milik pemerintah Kabupaten. Sejak tahun 1998 rumah sakit ini
telah menjadi rumah sakit swadana daerah berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam
Negeri Nomor: 445.35 1140 tahun 1998.

Struktur Organisasi

Visi & Misi

Visi RS X adalah menjadi rumah sakit unggulan di wilayah Jawa Timur bagian timur
yang mandiri, mengikuti kemajuan IPTEK kesehatan, menyelenggarakan diklit kesehatan,
serta mampu melayani segenap lapisan rumah sakit lain secara berdaya guna dan berhasil
guna. Misinya yaitu:
a. menyelenggarakan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan bermutu sesuai standar
pelayanan rumah sakit;
b. menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan serta penelitian kesehatan;
c. menyelenggarakan manajemen rumah sakit yang mandiri secara efektif dan efisien;
d. memberikan pelayanan kesehatan kepada segenap masyarakat secara menyeluruh dan
bermutu;
e. memberikan pelayanan rujukan kesehatan bagi rumah sakit dengan peralatan canggih di
sekitar wilayah eks-karesidenan Besuki (Anonim, 2003).
Sumber Daya Manusia
Tabel 1 Sumber Daya Manusia di RS X
No SDM Jumlah
1 Dokter spesialis penyakit dalam 3
2 Dokter spesialis penyakit anak 3
3 Dokter spesialis bedah umum 4
4 Dokter spesialis kebidanan dan kandungan 4
5 Dokter spesialis mata 3
6 Dokter spesialis THT 3
7 Dokter spesialis kulit dan kelamin 2
8 Dokter spesialis bedah mulut 1
9 Dokter spesialis saraf 3
10 Dokter spesialis psikiatri 1
11 Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah 2
12 Dokter spesialis paru 1
13 Dokter spesialis bedah orthopedi 2
14 Dokter spesialis bedah saraf 1
15 Dokter spesialis radiologi 2
16 Dokter spesialis patologi klinik 1
17 Dokter spesialis patologi anatomi 1
18 Dokter spesialis anestesi 3
19 Dokter spesialis rehabilitasi medik 1
20 Dokter spesialis bedah urologi 1
21 Dokter spesialis umum 11
22 Dokter spesialis gigi 5
23 Paramedis perawatan 258
24 Paramedis non perawatan 82
25 Apoteker 4
26 Sarjana kesehatan masyarakat 1
27 Psikologi 1
28 Sarjana sosial 3
29 Lain-lain (SLTA/SLTP/SD) 372
Fasilitas Pelayanan
Tabel 2 Fasilitas Pelayanan di RS X
No Jenis pelayanan Komponen
1 Pelayanan rawat jalan a. Poliklinik penyakit anak
b. Poliklinik penyakit kandungan dan
kebidanan
c. Poliklinik penyakit dalam
d. Poliklinik bedah
e. Poliklinik penyakit mata
f. Poliklinik penyakit THT
g. Poliklinik penyakit jantung
h. Poliklinik penyakit paru
i. Poliklinik penyakit saraf
j. Poliklinik penyakit orthopedi
k. Poliklinik psikiatri
l. Poliklinik penyakit kulit dan kelamin
m. Poliklinik psikologi
n. Poliklinik gigi dan mulut
o. Poliklinik rehabilitasi medik
p. Poliklinik keluarga berencana
q. Poliklinik penyakit kanker
r. Poliklinik laktasi
s. Poliklinik hemodialisa
t. Poliklinik gizi
u. Poliklinik gawat darurat
2 Pelayanan rawat inap Tersedia 275 buah tempat tidur dengan
rincian:
a. ruangan pavilyun I, 4 tempat tidur;
b. ruangan pavilyun II, 8 tempat tidur;
c. ruangan pavilyun III, 21 tempat tidur;
d. ruangan kelas I, 18 tempat tidur;
e. ruangan kelas II, 62 tempat tidur;
f. ruangan kelas III, 168 tempat tidur;
g. ruangan ICU/ICCU, 4 tempat tidur.
3 Pelayanan rawat darurat a. 2 ruang operasi
b. Ruang triase
c. Ruang observasi
d. Ruang post operasi dengan 4 tempat tidur
4 Pelayanan penunjang a. Instalasi radiologi
b. Instalasi laboratorium klinik
c. Instalasi laboratorium pathologi anatomi
d. Instalasi farmasi
e. Instalasi sanitasi
f. Instalasi gizi
g. Instalasi pemeliharaan sarana rumah sakit
h. Instalasi perawatan jenazah
i. Pelayanan ambulance

Analisa SWOT
Tabel 3.1 Analisa SWOT terhadap RS X
Komponen Subkomponen
S 1. RS X kini menjadi rumah sakit kelas B Pendidikan
2. RS X menjadi rumah sakit rujukan di wilayah Jawa Timur
bagian timur
3. RS X memiliki fasilitas kesehatan yang cukup lengkap
4. RS X memiliki sumber daya manusia yang banyak dan
berpendidikan
5. Adanya usaha peningkatan pelayanan kesehatan dan
kemudahan bagi peserta ASKES di RS X
6. RS X menjadi pusat rujukan untuk operasi tulang dan
operasi tulang belakang
7. RS X mendapatkan bantuan alat pendeteksi HIV/AIDS
8. RS X menjalin kerjasama dengan pemerintah Kabupaten
Jember
9. RS X menerapkan disiplin ketat bagi pengunjung pasien di
bangsal
W 1. Sekitar 48% tenaga medis di RS X masih honorer
2. Sumber daya manusia yang dimiliki tidak dapat
memberikan pelayanan yang memuaskan seperti kurangnya
senyum pada pasien
3. Adanya kenaikan biaya berobat bagi pasien di RS X
4. Beban kerja perawat tinggi yang tidak diimbangi dengan
besar honor bagi perawat
O 1. Tersedianya pendidikan bagi tenaga paramedis (perawat)
rumah sakit sehingga makin banyak perawat yang
bersekolah hingga perguruan tinggi
2. Adanya standar lulusan perawat yang diterapkan oleh
Kemenkes yaitu minimal D3 dan S1
3. Banyaknya sekolah-sekolah perguruan tinggi swasta bagi
perawat yang ada di masyarakat
4. Anggaran dana bergantung pada pemerintah Kabupaten
Jember sehingga menghambat pengembangan RS X saat
dana yang dibutuhkan mengalami keterlambatan dalam hal
pencairan
5. Banyaknya sekolah-sekolah perguruan tinggi kedokteran
yang menganggarkan biaya tinggi bagi mahasiswanya
T 1. Lulusan perawat yang dihasilkan tidak sesuai dengan
kompetensi yang diharapkan dari seorang masyarakat
2. Banyaknya rumah sakit baik negeri maupun swasta yang
berada di Jember
3. Banyaknya rumah sakit yang dapat memberikan pelayanan
lebih baik daripada RS X
4. Lulusan kedokteran yang ada kurang kompeten dalam
bidangnya
Solusi

Meningkatkan jumlah tenaga medis tetap, dengan mempertimbangkan


perubahan status dari honorer menjadi tenaga tetap berdasarkan pertimbangan
masa jabatan
Mengadakan quality training dalam bidang pelayanan terhadap tenaga medis
baik dokter maupun perawat
Pengkajian kembali system gaji untuk tenaga medis
Peningkatan pelayanan medis dengan quality training serta pelatihan lainnya
khususnya bidang pelayanan medis dapat meningkatkan wawasan SDM yang kurang
kompeten sehingga SDM di rs X dapat memaksimalkan efektivitas kerja tehadap
pelayanan pasien.