Anda di halaman 1dari 46

Sabtu, 17 Agustus 2013

ALISIS DAN PERANCANGAN JARINGAN BERBASIS


VLAN DENGAN MENGGUNAKAN CISCO PACKET
TRACER DI NATIONAL EDUCATION CENTER (NEC)
MALANG

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah


Lembaga National Education Center (NEC) merupakan perkembangan teknologi
yang pesat saat ini memunculkan pertimbangan pertimbangan khusus untuk
menggantikan proses lama dengan memanfaatkan fungsi dari komputer. Komputer
sebagai alat bantu pemprosesan dan pengolahan data dapat meningkatkan efisiensi
dan efektifitas kinerja perusahaan.
Pada saat komputer telah menjadi salah satu kebutuhan utama dalam
perusahaan, pertukaran data akan menjadi hal yang akan sering dilakukan, untuk itu
penggunaan jaringan akan sangat dibutuhkan sebagai lalu lintas perpindahan data.
Peranan jaringan dalam suatu perusahaan akan berdampak pada meningkatnya
efisiensi waktu dan kecilnya biaya yang dikeluarkan, dikarenakan pengumpulan
informasi data dapat dilakukan dengan cepat dan mudah. Implementasi jaringan ini
dilakukan dengan cara menghubungkan komputer yang satu dengan komputer yang
lain dengan menggunakan beberapa device network sehingga membentuk jaringan
internal yang disebut Local Area Network(LAN).

1
Penggunaan komputer yang banyak dan terhubung dalam jaringan dengan
tanpa adanya manajemen jaringan yang baik akan berakibat menurunya performa
dalam jaringan tersebut. Hal ini dikarenakan adanya broadcast domain yang digunakan
untuk mengenali interface dengan menyebarkan broadcast kesemua user dalam
suatu Local Area Network (LAN).
Metode Virtual Local Area Network (VLAN) akan membuat pengaturan jaringan
menjadi sangat fleksibel dimana dapat dibuat segmen yang bergantung pada organisasi
atau departemen hanya melakukan broadcast pada kelompok tertentu dan juga tidak
bergantung pada lokasi workstation.
National Education Center (NEC) merupakan lembaga yangsudah memiliki
jaringan localuntuk koneksi ke beberapa bagian dan menggunakan layanan Internet
Service Provider (ISP)sebagai layanan internet danVirtual Private Network(VPN) untuk
koneksi dari pusat Mt : Haryono No 110 ke cabang 2 sumbersari. Jumlah komputer
yang digunakan dan terhubung ke jaringan lebih dari 20 unit dan jika mengalami
penambahan unit atau device network, merekahanya melakukan koneksi pada device
deviceterdekat, sehingga segmentasiyang terjadi hanya pada sebatas pusat device
network dan dapat membuat kurangbaiknya pengaturan jaringan. Jaringan yang
terhubung bergantung pada jalurkabel yang ada, jika terputus maka kegagalan koneksi
akan terjadi.
Dengan beberapa permasalahan ini penulis merasa tertarik untukmencoba
memecahkan atau meminimalisir masalah tersebut dengan mengangkattema VLAN.
Tema desain VLAN ini berupa penomoran VLAN pada masing masing komputer,
konfigurasi VTP, dan PVST (per-VLAN Spanning Tree) sebagai designjaringan yang
baru pada Lembaga National Education Center(NEC). Dengan harapan kedepannya
Lembaga National Education Center (NEC) sudah memiliki pondasi yang baik dalam
jaringannya.
1.2 Rumusan Masalah
Rumusan Masalah yang akan dibahas dalam Laporan ini adalah bagaimana
Menganalisis dan merancang Jaringan berbasis VLAN dengan Cisco Packet Tracer di
National Education Center(NEC) Malang.
1.3 Batasan Masalah
Penulisan Laporan PKL ini hanya membahas pada masalah menganalisis dan
merancang Jaringan Berbasis VLAN denganCisco Packet Tracer di Nation Education
Center (NEC) Malang.
1.4 Tujuan dan Mamfaat
Tujuan dari laporan PKL ini adalah untuk menganalisis dan ,merancang Jaringan
Berbasis VLANdengan Cisco Packet Tracer di Nation Education Center (NEC) Malang.
Manfaat yang dapat diambil dari pelaksanaan Kerja Praktek di LembagaNational
Education Center (NEC) adalah:
1) Bagi Perusahaan
a. Sebagai dasar untuk mengambil keputusan dalam menanggulangi permasalahan yang
sering dihadapi oleh perusahaan.
b. Dapat dijadikan referensi oleh pemimpin perusahaan sebagai dasar kebijaksanaan
dalam menentukan langkah yang harus diambil demi mencapai tujuan perusahaan.
2) Bagi Mahasiswa
a. Sebagai sarana untuk mengaplikasikan teori yang diperoleh di bangku kuliah.
b. Mengembangkan potensi dan Cara berfikir mahasiswa untuk memecahkan masalah
yang ditemui di lapangan kerja.
3) Bagi Perguruan Tinggi STMIK Asia, Malang.
Tujuan praktek kerja lapangan oleh mahasiswa, bagi Perguruan Tinggi Asia sendiri
adalah untuk menguji dan mengetahui seberapa jauh kemampuan mahasiswa terhadap
ilmu pengetahuan yang telah diterimanya selama mengikuti kegiatan belajar mengajar
di Perguruan Tinggi Asia Malang.
1.5. Metodologi Penelitian
Dalam penyusunan laporan PKL ini, ada beberapa metode yang digunakan,
diantaranya dengan Cara:
a. Praktek Langsung ( kerja )
Di dalam Lembaga National Education Center terdapat lokasi yang menggunakan
komunikasi jaringan Internet sebagai cara kerja perusahaan agar bisa bekerja dengan
cepat dan lancar.

b. Observasi
Observasi adalah salah satu metode praktek dimana penyusun datang dan meneliti
secara langsung jalannya prosesAnalisis Dan Perancangan Jaringan Berbasis Vlan
Dengan Cisco Packet Tracer di Nation Education Center (NEC) Malang. Dari semua
penjelasan ini dapat diambil data-data yang sangat membantu dalam penyusunan
Laporan Kerja Praktek ini.
c. Studi Kepustakaan
Metode penelitian dimana sumber data diperoleh dari buku, profile, karya ilmiah
dan informasi yang terdapat di tempat dilaksanakannya kerja praktek

1.6.Sistematika penulisan
Sistematika penulisan ini merupakan penjelasan secara umum dan singkat dari
BabBab yang akan diuraikan selanjutnya. Adapun Sistematika penyusunan laporan ini
adalah sebagai berikut:

BAB I: PENDAHULUAN
Bab ini berisi tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, batasan
masalah, tujuan dan manfaat prantek kerja, metode pengumpulan data,serta
sistematika penulisan.
BAB II: LANDASAN TEORI
Bab ini berisi teori teori yang digunakan dalam penulisan laporan. Teori teori
yang diperoleh dari hasil studi kepustakaan yang berkaitan dengan permasalahan yang
dihadapai dan dijadikan pedoman dalam pemecahan masalah.

BAB III: PEMBAHASAN


Berisi tentang sejarah berdirinya National Education Center(NEC), visi, misi,
Struktur organisasi, bidang usaha, simulasi jaringan dengan cisco packet tracer, cara
kerja di LembagaNational Education Center (NEC), dan flowchart intalasi jaringan.

BAB VI: PENUTUP

Berisi tentang beberapa kesimpulan yang didapatkan dari hasil pembahasan


bab-bab sebelumnya, serta saran-saran yang dapat dilakukan selama Kerja Praktek.

BAB II

LANDASAN TEORI
2.1 Jaringan

2.1.1 Pengertian Jaringan


(Menurut Norton 1995) Jaringan computer adalah himpunan interkoneksi antara
2 komputer autonomous atau lebih yang terhubung dengan media transmisi kabel atau
tanpa kabel(wireles). Bila sebuah komputer dapat membuat komputer lainyarestart,
shutdown, atau melakukan kontrol lainya, maka komputer komputer tersebut
bukan autonomous (tidak melakukan kontrol terhadapa komputer lain dengan akses
penuh). Dua unit komputer dikatakan terkoneksi apabila keduanya bisa saling bertukar
data atau informasi, berbagi resource yang dimiliki,seperti file ,printer, media
penyimpanan (hardisk, floppy disk, cd-rom, flasdisk, dll). Data yang berupa teks atau
audio, maupun video bergerak melalui media kabel atau tanpa kabel sehingga
memungkinkan pengguna komputer dalam jaringan komputer dapat saling bertukar file
atau data, mencetak pada printer sama dan menggunakanhardware/software yang
terhubung dalam jaringan secara bersama-sama.
Tiap komputer, printer atau periferal yang terhubung dalam jaringan disebut
dengan node.Sebuah jaringan komputer sekurang kurangnya terdiri dari dua unit
komputer atau lebih. Dapat berjumlah puluhan komputer, ratusan, ribuan, atau bahkan
jutaan node yang saling terhubung satu sama lain. Sumber: "Pengantar Jaringan
Komputer (Melwin Syafrizal)"

2.1.2 Tujuan Membangun Jaringan Komputer


Tujuan dibangunya suatu jaringan komputer adalah membawa informasi secara
tepat dan tanpa adanya kesalahan dari sisi pengirim (transmitter) menuju kesisi
penerima (receiver)melalui media komunikasi.
Ada beberapa kendala dalam membangun jaringan komputer, yaitu:
1. Masih mahalnya fasilitas komunikasi yang tersedia dan bagaimana memanfaatkan
jaringan komunikasi yang ada secara efektif dan efisien.
2. Jalur transmisi yang digunakan tidak benar benar bebas dari masalah gangguan
(noise).
2.1.3 Manfaat Jaringan Komputer
Manfaat yang didapat dalam membangun jaringan komputer, yaitu :
1. Sharing resources
Sharing resources bertujuan agar seluruh program, peralatan
atau peripheral (sekeliling) lainnya dapat dimanfaatkan oleh setiap orang yang ada
pada jaringan komputer tanpa terpengaruh oleh lokasi maupun pengaruh dari pemakai.
2. Media Komunikasi
Jaringan komputer memungkinkan terjadinya komunikasi antar pengguna, baik
untuk teleconference maupun untuk mengirim pesan atau informasi yang penting
lainnya.
3. Integrasi Data
Jaringan komputer dapat mencegah ketergantungan pada komputer pusat,
karena setiap proses data tidak harus dilakukan pada satu komputer saja, melainkan
dapat didistribusikan ke tempat lainnya. Oleh sebab inilah maka dapat terbentuk data
yang terintegrasi yang memudahkan pemakai untuk memperoleh dan mengolah
informasi setiap saat.
4. Pengembangan dan Pemeliharaan
Pengembangan peralatan dapat dilakukan dengan mudah dan menghemat
biaya, karena setiap pembelian komponen seperti printer, maka tidak perlu membeli
printer sejumlah komputer yang ada tetapi cukup satu buah karena printer itu dapat
digunakan secara bersama sama. Jaringan komputer juga memudahkan pemakai
dalam merawat harddisk dan peralatan lainnya, misalnya untuk memberikan
perlindungan terhadap serangan virus maka pemakai cukup memusatkan perhatian
pada harddisk yang ada pada komputer pusat.
5. Keamanan Data
Sistem Jaringan Komputer dapat memberikan perlindungan terhadap
data.Karena pemberian dan pengaturan hak akses kepada para pemakai, serta teknik
perlindungan terhadap harddisk sehingga data mendapatkan perlindungan yang efektif.
6. Sumber Daya Lebih Efisien dan Informasi Terkini
Dengan pemakaian sumber daya secara bersamasama, akan mendapatkan
hasil yang maksimal dan kualitas yang tinggi. Selain itu data atau informasi yang
diakses selalu terbaru, karena setiap ada perubahan yang terjadi dapat segera
langsung diketahui oleh setiap pemakai.

2.2 Jenis-jenis Jaringan Komputer


Untuk jaringan komputer itu sendiri di bagi menjadi tiga, yaitu LAN, MAN, dan
WAN.

2.2.1 LAN (Local Area Network)


Menurut Miller dan Cummins (2000) Local Area Network (LAN) Merupakan
jaringan milik pribadi di dalam sebuah gedung atau kampus yang berukuran sampai
beberapa kilometer. LAN seringkali digunakan untuk menghubungkan komputer
komputer pribadi dan work - station dalam kantor perusahaan atau pabrik pabrik
untuk memakai bersama resource, misalnya printer saling bertukar informasi. LAN
dapat dibedakan berdasarkan ukuran. LAN memiliki ukuran yang terbatas, yang berarti
bahwa waktu transmisi pada keadaan terburuknya terbatas dan dapat diketahui
sebelumnya. Dengan mengetahui keterbatasannya, menyebabkan adanya
kemungkinan untuk menggunakan jenis desain tertentu. Hal ini juga memudahkan
manajemen jaringan. Selain berdasarkan ukuran, jaringan LAN dapat dibedakan
berdasarkan teknologi transmisi. Seperti halnya saluran pelanggan telepon yang
dipakai di daerah pedesaan, LAN seringkali menggunakan teknologi transmisi kabel
tunggal. LAN tradisional beroperasi pada kecepatan mulai dari 10 sampai 100 Mbps
dengan delay rendah (puluhan mikrosecond) dan mempunyai faktor kesalahan yang
kecil. LAN modern dapat beroperasi pada kecepatan yang lebih tinggi, sampai ratusan
megabit / detik.
Ketika merencanakan instalasi kabel Local area Network(LAN), ada
empat area fisik untuk dipertimbangkan:
1. Area kerja
Wilayah kerja adalah lokasi dikhususkan untuk perangkat yang digunakan oleh
pengguna individu.Setiap area kerja memiliki minimal dua port yang dapat digunakan
untuk Menghubungkan perangkat individu untuk jaringan.
2. Ruang Telekomunikasi
Ruang telekomunikasi adalah di mana sambungan ke Perangkat perantara
berlangsung. Ini berisi perangkat perantara-hub, unit layanan data (DSUS) yang switch,
router, Ruang dan mengikat jaringan bersama - sama. Perangkat ini menyediakan
transisi antara kabel backbone dan pengkabelan horisontal.
3. Backbone
Kabel backbone mengacu pada kabel yang digunakan untuk menghubungkan
jaringan luar ke ruang telekomunikasi peralatan,dimana server sering berada.
4. Kabel Distribusi
Kabel distribusi mengacu pada pemakaian kabel dalam menghubungkan ruang
telekomunikasi dengan area kerja. Panjang kabel bergantung pada jenis kabel yang
digunakan Ketika membangun sebuah LAN yang memenuhi kebutuhan sebuah bisnis
kecil atau menengah, rencana Anda lebih mungkin berhasil jika model desain hirarkis
digunakan. Dibandingkan dengan desain jaringan lainnya, jaringan hirarkis lebih mudah
untuk dikelola dan diperluas, dan masalah ini diselesaikan lebih cepat.

2.2.2 MAN (Metropolitan Area Network)


Menurut Miller dan Cummins (2000). Metropolitan Area Network (MAN) pada
dasarnya merupakan versi Local Area Network (LAN) yang berukuran lebih besar dan
biasanya memakai teknologi yang sama dengan LAN. MAN dapat mencakup kantor
kantor perusahaan yang berdekatan atau juga sebuah kota dan dapat dimanfaatkan
untuk keperluan pribadi (swasta) atau umum. MAN mampu menunjang data dan suara,
dan bahkan dapat berhubungan dengan jaringan televisi kabel. MAN hanya memiliki
sebuah atau dua buah kabel dan tidak mempunyai elemen switching, yang berfungsi
untuk mengatur paket melalui beberapa kabel output. Adanya elemen
switching membuat rancangan menjadi lebih sederhana. (Dalam penulisan ini, kami
tidak menggunakan jaringan MAN).
2.2.3 WAN (Wide Area Network)
Menurut Miller dan Cummins (2000). Merupakan jaringan yang mencakup
daerah geografis yang luas, seringkali mencakup sebuah negara atau benua. WAN
terdiri dari kumpulan mesin yang bertujuan untuk menjalankan program program
(aplikasi) pemakai. Kita akan mengikuti pengunaan tradisional dan menyebut mesin
mesin ini sebagai host. Istilah end sistem kadang kadang juga digunakan dalam
literatur. Host dihubungkan oleh sebuah subnet komunikasi, atau cukup disebut subnet.
Tugas subnet adalah membawa pesan dari suatu host ke host yang lainnya seperti
halnya sistem telepon yang membawa isi pembicaraan dari pembicara ke pendengar.
Dengan memisahkan aspek komunikasi murni sebuah jaringan (subnet) dari aspek
aspek aplikasi (host), rancangan jaringan lengkap menjadi jauh lebih sederhana.
2.2.4 Osi Layer
(Menurut Lucas 2006) OSI layer adalah salah satu dari arsitektur jaringan. OSI
layer sendiri sering digunakan untuk menjelaskan cara kerja jaringan komputer secara
logika. Secara umum model OSI membagi berbagai fungsi network menjadi 7 lapisan
(Gambar 2.1). Sedangkan lembaga yang mempublikasikan model OSI adalah
International Organization for tandardization (ISO). Model OSI diperkenalkan pada
tahun 1984.
Model OSI terdiri atas layer layer atau lapisan lapisan berjumlah 7 buah.
Ketujuh layer tersebut yaitu :
1. Physical layer

Layer ini menentukan masalah kelistrikan / gelombang, medan dan berbagai


prosedur / fungsi yang berkaitan dengan link fisik, seperti besar tegangan arus listrik,
panjang maksimal media transmisi, pergantian fasa,
2. Data Link Layer
Layer ini menentukan pegalamatan fisik (hardware address), error notification
(pendeteksian error), frame flow control (kendali aliran frame), dan topologi network.
Ada dua sublayer pada data link yaitu :
1. Logika Link Control (LLC)
LLC mengatur komunikasi, seperti error notification dan flow control.
2. Media Acces Control (MAC)
MAC mengatur pengalamatan fisik yang digunakan dalam proses
komunikasi antar adapter
3. Network Layer
Layer ini menentukan rute yang dilalui oleh data. Layer ini juga menyediakan
logical addressing (pengalamatanlogika) dan path determination (penentuan rute
tujuan).
4. Transport Layer
Layer ini menyediakan end to end communication protocol. Layer ini juga
bertanggung jawab terhadap keselamatan data dan segmentasi data, seperti :
mengaturflow control (mengatur aliran data), error detection (deteksi error) and
correction (koreksi), data sequencing (urutan data), dan size of the packet(ukuran
paket).
5. Session Layer
Layer ini mengatur sesi (session) yang
meliputi establishing(memulaisesi), maintaining (mempertahankan sesi),
danterminating (mengakhiri sesi) antar entitas yang dimiliki olehpresentation layer.
6. Presentation Layer
Layer ini mengatur konversi dan translasi berbagai format data, seperti kompresi
data dan enkripsi data
7. Application Layer
Layer ini menyediakan layanan bagi berbagai aplikasinetwork. Ketujuh layer ini
jika dilihat secara fungsional dapat dikelompokan menjadi dua bagian saja, yaitu:
1. Uppers Layers
Upper layers berisi layer 5 sampai layer 7. Upper layerssering disebut
juga application layers. Segala sesuatu yang berkaitan dengan user interface,
data formating, dancommunication sessions ditangani oleh layer ini.
2. Lower Layers
Lower layers berisi layer1 sampai layer 4. Lower layers sering disebut juga data
flow layers. Bagaimana data mengalir pada jaringan ditangani oleh layer ini.

Gambar 2.1 Osi Layer


2.3 Topologi Jaringan
Topologi jaringan adalah sebuah pola interkoneksi dari beberapa terminal
komputer. Topologi jaringan merupakan representasi geometri dari hubungan antar
perangkat (terminal komputer, repeaters, bridges) satu dengan lainnya (Green,
1985:22).

Dalam jaringan topologi sendiri terbagi menjadi dua yaitu:Physical. Merupakan


gambaran fisik dari hubungan antara perangkat komputer, server, hub, switch, dan
kabel jaringan yang membentuk suatu pola khusus, Logical. Merupakan gambaran
bagaimana suatu perangkat dapat berkomunikasi dengan perangkat lainnya
Ada beberapa Jenis Toplogi jaringan di antaranya:
1. Topologi Bus

2. Topologi Star

3. Topologi Ring

4. Topologi Mesh
5. Topologi Tree

6. Topologi Per to Per

2.3.1 Topologi Bus


Green, James Harry. (1985) Topologi bus merupakan topologi dimana semua
perangakat keras terhubung melalui kabel tunggal yang kedua ujungnya tidak tertutup
dan masing-masing ujungnya menggunakan sebuah perangkat terminator. Jika alamat
perangkat sesuai dengan alamat pada informasi yang dikirim, maka informasi akan
diterima dan diproses. Jika tidak, maka informasi akan diabaikan.

Gambar 2.2 Topologi Bus

Keuntungan topologi bus adalah :


1. Jarak LAN tidak terbatas
2. Kecepatan pengiriman tinggi.
3. Tidak diperlukan pengendali pusat.
4. Jumlah perangkat yang terhubung dapat dirubah tanpa mengganggu yang lain.
5. Kemampuan pengembangan tinggi.
6. Keterandalan jaringan tinggi.
7. Kondusif untuk jaringan gedung bertingkat.
Kerugian:
1. Jika tingkat traffic tinggi dapat menyebabkan kemacetan.
2. Diperlukan repeater untuk memperkuat sinyal.
3. Operasional jaringan LAN tergantung tiap perangkat.

2.3.2 Topologi Star


Green, James Harry. (1985) Kontrol terpusat, semua link harus melewati pusat
yang menyalurkan data tersebut kesemua simpul atau client yang dipilihnya.Simpul
pusat dinamakan stasiun primer atau server dan lainnya dinamakan stasiun sekunder
atau client server.Setelah hubungan jaringan dimulai oleh server maka setiap client
server sewaktu-waktu dapat menggunakan hubungan jaringan tersebut tanpa
menunggu perintah dari server.

Gambar 2.3 Topologi Star

Kelebihan:
1. Paling fleksibel.
2. Pemasangan/perubahan stasiun sangat mudah dan tidak mengganggu bagian jaringan
lain
3. Kontrol terpusat
4. Kemudahan deteksi dan isolasi kesalahan/kerusakan
5. Kemudahaan pengelolaan jaringan
Kekurangan:
1. Boros kabel
2. Perlu penanganan khusus
3. Kontrol terpusat (HUB) jadi elemen kritis

2.3.3 Topologi Ring


Green, James Harry. (1985) Metode token-ring (sering disebut ring saja) adalah
cara menghubungkan komputer sehingga berbentuk ring (lingkaran). Setiap simpul
mempunyai tingkatan yang sama. Jaringan akan disebut sebagai loop, data dikirimkan
kesetiap simpul dan setiap informasi yang diterima simpul diperiksa alamatnya apakah
data itu untuknya atau bukan.

Gambar 2.4 Topologi Ring

Keuntungan
1. Hemat Kabel
Kerugian
1. Peka kesalahan
2. Pengembangan jaringan lebih kaku

2.3.4 Topologi Mesh


Topologi Mesh adalah suatu topologi yang memang didisain untuk memiliki
tingkat restorasi dengan berbagai alternatif rute atau penjaluran yang biasanya
disiapkan dengan dukungan perangkat lunak atau software. (Menurut Reynders dan
Wright 2003)
Gambar 2.5 Topologi Mesh

Kelebihan:
1. Jika ingin mengirimkan data ke komputer tujuan, tidak membutuhkan komputer lain
(langsung sampai ke tujuan)
2. Memiliki sifat robust, yaitu: jika komputer A mengalami gangguan koneksi dengan
komputer B, maka koneksi komputer A dengan komputer lain tetap baik
3. Lebih aman
4. Memudahkan proses identifikasi kesalahan
Kekurangan:
1. Membutuhkan banyak kabel
2. Instalasi & konfigurasi sulit
3. Perlunya space yang memungkinkan

1.3.5 Topologi Tree


Topologi Tree merupakan bentuk yang lebih luas dari Topologi Star. Seperti
halnya Topologi Star, perangkat (node, device) yang ada pada topologi tree juga
terhubung kepada sebuah pusat pengendali (central HUB) yang berfungsi mengatur
traffic di dalam jaringan.(Menurut Bhatia, Madhulika dan Bhatia, Madhurima 2009)
Gambar 2.6 Topologi Tree

Kelebihan
1. Seperti topologi star perangkat terhubung pada pusat pengendali /HUB.
2.Tetapi HUB dibagi menjadi dua,central HUB,dan secondary HUB
3. Topologi tree ini memiliki keunggulan lebih mampu menjangkau jarak yang lebih jauh
dengan mengaktifkan fungsi Repeater yang dimiliki oleh HUB.
Kelemahan
1. Kabel yang digunakan menjadi lebih banyak sehingga diperlukan perencanaan yang
matang dalam pengaturannya.

2.3.6 Topologi Per to per


Green, James Harry. (1985). Peer artinya rekan sekerja.Peer-to-peer
network adalah jaringan komputer yang terdiri dari beberapa komputer biasanya tidak
lebih dari 10 komputer dengan 1-2 printer. Dalam sistem jaringan ini yang diutamakan
adalah penggunaan program, data dan printer secara bersama-sama. Pemakai
komputer bernama Dona dapat memakai program yang dipasang di komputer Dino,
dan mereka berdua dapat mencetak ke printer yang sama pada saat yang bersamaan.
Gambar 2.7 Topologi Peer to Peer

Kelebihan
1. Biaya operasional relatif lebih murah
2. Kelangsungan kerja jaringan tidak tergantung pada satu server. Sehingga bila salah
satu komputer/peer mati atau rusak, jaringan secara keseluruhan tidak akan mengalami
gangguan.
Kekurangan
1. Tidak cocok untuk network skala besar, administrasi menjadi tidak terkontrol
2. Tiap user harus dilatih untuk menjalangkan tugas administrative
3. Keamanan kurang

2.4 Hardware Jaringan


2.4.1 Server
Perangkat keras (hardware) yang berfungsi untuk melayani jaringan
dan workstation yang terhubung pada jaringan tersebut. pada umumnya sumber
daya (resources) seperti printer, disk, dan sebagainya yang hendak digunakan secara
bersama oleh para pemakai di workstation berada dan bekerja pada server.
Berdasarkan jenis pelayanannya dikenal disk server, file server, print server, dan suatu
server juga dapat mempunyai beberapa fungsi pelayanan sekaligus
Dalam merancang jaringan, diperlukan hardwarehardwareuntuk
menghubungkan antar user. Hardwarehardware ini dapat meningkatkan efisiensi
dalam pengiriman paket dan cost yang dikeluarkan dalam merancang jaringan.
Beberapa hardware yang diperlukan dalam merancang jaringan yaitu :
2.4.2 Router
Router sering digunakan untuk menghubungkan beberapanetwork. Baik network
yang sama maupun berbeda dari segi teknologinya. Router memiliki
kemampuan routing. Artinya routersecara cerdas dapat mengetahui
kemana rute perjalanan informasi (packet) akan dilewatkan. Router bekerja pada layer
3 OSI(Network layer).

Gambar 2.8 Router

2.4.2 Switch
Switch dikenal juga sebagai multiport bridge. Switch dapat mempelajari
alamat hardware host tujuan, sehingga informasi bisa langsung dikirim
ke host tujuan. Switch bekerja pada layer 2 OSI(Data Link Layer).

Gambar 2.9 Switch


2.4.4 Hub
Hub mirip dengan switch, yaitu sebagai konsentrator. Namun hubtidak
secerdas switch. Jika informasi dikirim ke host target melalui hubmaka informasi akan
mengalir ke semua host. Kondisi semacam ini dapatmenyebabkan beban traffic yang
tinggi. Hub bekerja pada layer 1 OSI (physical Layer). Hub dilambangkan dengan
gambar 2.10

Gambar 2.10 Hub

2.4.5 Repeater
Repeater merupakan alat yg dapat menerima sinyal digital dan memperkuatnya
untuk diteruskan kembali. Repeater juga dapat memperjauh jarak transmisi data.
disamping itu, repeater dapat memperkecil noice pada sinyal transmisi yang datang.
Repeater bekerja pada level physical layer dalam model jaringan OSI, Tugas utama
dari repeater adalah menerima sinyal dari satu kabel LANdan memancarkannya
kembali ke kabel LAN yang lain Pada jaringan wireless, repeater diletakkan pada
gedung-gedung yang tinggi, menara pemancar, atau dipuncak gunung. hal ini bertujuan
agar sinyal yang diterima dapat dipancarkan dan diterima dengan baik, dengan adanya
repeater, jarak gelombang yang dapat ditempuh oleh jaringan wireless juga semakin
jauh. (Menurut Wiharsono Kurniawan 2010)

Gambar 2.11 Repeater


2.4.6 Bridge
Bridge Adalah alat yang dapat menghubungkan sebuah LAN dengan LAN yg
lain, apabila keduanya menggunakan teknologi yang sama, misalnya dengan teknologi
ethernet. bridge bekerja pada level data link layer pada model jaringa OSI. oleh sebab
itu, Bridge dapat menyambungkan jaringan yg menggunakan metode transmisi atau
medium acces control yg berbeda. Bridge juga mampu mempelajari alamat link pada
setiap perangkat yg tersambung dengannya dan mengatur alur frame berdasarkan
alamat trsbt.
Fungsi Bridge yaitu dapat memisahkan suatu paket data yg harus dikirimkan
pada jaringannya sendiri atau pada jaringan yg lain, apabila kedua jaringan terhubung.
Bridge dapat berfungsi sebagai router pada jaringan lebih luas. Hal tersebut dinamakan
dengan istilah router (bridge-router). Bridge juga dapat meng-copy frame data dari
suatu jaringan yg lain. asalkan jaringan tersebut masih terhubung. (Menurut wiharsono
kurniawan 2010)
Keuntungan menggunakan bridge:
1. Lebih mudah dipasang dan dirawat.
2. Cukup sederhana dan harganya lebih murah daripada router.
3. Cenderung mampu menangani trafik yg lebih rendah.
Kerugian menggunakan bridge:
1. Alamat fisik bridge pada suatu stasiun dalam jaringan harus berbeda dengan yg lain.
2. Frame broadcast dilewatkan bridge keseluruh LAN, hal ini dpt menyebabkan trafik
melebihi kapasitas medium jaringan
3. kesalahan dalam mengkonfigurasikan brodge menyebabkan bridge memutarkan frame
tanpa henti
4. Bridge lebih cocok pada jaringan dengan volume trafik yg lebih rendah.
Gambar 2.12 Bridge

2.5 Tujuan Paket Data


Berdasarkan tujuan dari paket data di jaringan komputer, paket terbagi menjadi
tiga jenis, yaitu :
2.5.1 Broadcast

Broadcast pada jaringan komputer, merupakan jenis paket yang berasal dari
satu titik, dan memiliki tujuan ke semua titik lain yang ada di jaringan. Biasanya jenis
paket broadcast akan dikirim untuk menyatakan suatu keberadaan sebuah layanan,
atau pencarian sebuah titik pada jaringan
1. Broadcast Domain
Broadcast domain di definisikan sebagai semua device / perangkat yang dapat
mendengar sinyal yang berasal dari perangkat network tertentu (yang satu segmen).
2.5.2 Unicast
Unicast merupakan jenis paket yang berasal dari satu titik, dan memiliki tujuan
hanya satu titik yang lain (titik bisa berarti komputer, atau peralatan jaringan lainnya).
2.5.3 Multicast
Multicast merupakan jenis paket, berasal dari satu buah titik dan bertujuan ke
sebuah alamat khusus (bukan titik khusus), dimana alamat khusus ini dapat
didengarkan oleh titik titik lain di jaringan yang berkepentingan untuk
mendengarkannya.

2.6 Jenis-jenis Kabel Jaringan


1. UTP : Unshielded twisted Pair
2. STP : Shielded Twisted Pair
3. Kabel Coaxial
4. Kabel Fiber Optik

2.6.1 UTP (Unshielded Twisted Pair)


Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) banyak digunakan dalam instalasi jaringan
komputer. Kabel ini berisi empat pasang kabel yang tiap pasangnya dipilin (twisted).
Kabel ini tidak dilengkapi dengan pelindung (unshilded). Kabel UTP mudah dipasang,
ukurannya kecil, dan harganya lebih murah dibandingkan jenis media lainnya. Kabel
UTP sangat rentan dengan efek interferensi elektris yang berasal dari media di
sekelilingnya. (Menurut Dede Sopandi. (2008)

Gambar 2.13 Kabel UTP

2.6.2 STP (Shielded Twisted Pair)


Kabel STP (Shielded Twisted Pair) merupakan salah satu jenis kabel yang
digunakan dalam jaringan komputer.Kabel ini berisi dua pasang kabel (empat kabel)
yang setiap pasang dipilin.Kabel STP lebih tahan terhadap gangguan yang disebebkan
posisi kabel yang tertekuk. Pada kabel STP attenuasi akan meningkat pada frekuensi
tinggi sehingga menimbulkan crosstalk dan sinyal noise (Menurut Dede Sopandi (2008)
Gambar 2.14 Kabel STP

2.6.3 Kabel Coaxial


Kabel koaksial adalah suatu jenis kabel yang menggunakan dua buah konduktor.
Kabel ini banyak digunakan untuk mentransmisikan sinyal frekuensi tinggi mulai 300
kHz keatas. Karena kemampuannya dalam menyalurkan frekuensi tinggi tersebut,
maka sistem transmisi dengan menggunakan kabel koarsial memiliki kapasitas kanal
yang cukup besar. Ada beberapa jenis kabel koarsial, yaitu thick coaxial
cable (mempunyai diameter besar) dan thin coaxial cable (mempunyai diameter lebih
kecil).(Menurut Dede Sopandi 2008)

Gambar 2.15 Kabel Coaxial

2.6.4 Kabel Fiber Optik


Serat optik adalah saluran transmisi atau sejenis kabel yang terbuat dari kaca
atau plastik yang sangat halus dan lebih kecil dari sehelai rambut, dan dapat digunakan
untuk mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu tempat ke tempat lain. Sumber cahaya
yang digunakan biasanya adalah laser atau LED. Kabel ini berdiameter lebih kurang
120 mikrometer. Cahaya yang ada di dalam serat optik tidak keluar karena indeks bias
dari kaca lebih besar daripada indeks bias dari udara, karena laser mempunyai
spektrum yang sangat sempit. Kecepatan transmisi serat optik sangat tinggi sehingga
sangat bagus digunakan sebagai saluran komunikasi.(Menurut Dede Sopandi 2008)

Gambar 2.16 Kabel Fiber Optic

2.7 Virtual Local Area Network (VLAN)


Menurut Wendell Wodom Virtual Local Area Network (VLAN) merupakan suatu
model jaringan yang tidak terbatas pada lokasi fisik seperti LAN, hal ini mengakibatkan
suatu network dapat dikonfigurasi secara virtual tanpa harus menuruti lokasi fisik
peralatan, secara sederhana dapat didefinisikan VLAN digunakan untuk membagi
menjadi beberapa LAN untuk memanagementtraffic local dalam suatu jaringan.

Gambar : 2.17 Jaringan Virtual Local Area Network (VLAN)

2.8 Cara Kerja Vlan


VLAN diklasifikasikan berdasarkan metode (tipe) yang digunakan untuk
mengklasifikasikannya, addresses. Semua informasi baik yang menggunakan
mengandung port atau MAC atau penandaan pengalamatan suatu vlan (tagging) di
simpan dalam suatu database (tabel), jika penandaannya berdasarkan port yang
digunakan maka database harus mengindikasikan port - portyang digunakan oleh
VLAN. Untuk mengaturnya maka biasanya
digunakan switch atau bridge yang manageable atau yang bisa di
atur. Switch atau bridge inilah yang bertanggung jawab menyimpan semua informasi
dan konfigurasi suatu VLAN dan dipastikan semua switch atau bridge memiliki informasi
yang sama. Switch akan menentukan kemana data-data akan diteruskan dan
sebagainya atau dapat pula digunakan suatusoftwarepengalamatan bridging
software yang berfungsi mencatat atau menandai suatu VLAN beserta workstation yang
didalamnya untuk menghubungkan antar VLAN dibutuhkan router.

2.9 Tipe Tipe VLAN

2.9.1 Berdasarkan Port


Keanggotaan pada suatu VLAN dapat di dasarkan pada port yang di - gunakan
oleh VLAN tersebut. Sebagai contoh, padabridge atau switch dengan 4 port, port 1,
2,dan 4 merupakan VLAN 1 sedang port 3 dimiliki oleh VLAN 2.

Gambar : 2.18 Jaringan VLAN berdasarkan Port


Kelemahannya adalah user tidak bisa untuk berpindah pindah, apabila harus
berpindah maka network administrator harus mengkonfigurasi ulang penetapan VLAN
2.9.2 Berdasarkan MAC Address

Keanggotaan suatu VLAN didasarkan pada MAC address dari


setiap workstation atau komputer yang dimiliki oleh user. Switch mendeteksi dan
mencatat semua MAC address yang dimiliki oleh setiap Virtual LAN.
MAC address merupakan suatu bagian yang dimiliki oleh NIC (Network Interface
Card) di setiapworkstation. Kelebihannya apabila user berpindah pindah maka dia akan
tetap terkonfigurasi sebagai anggota dari VLAN tersebut. Sedangkan kekurangannya
bahwa setiap mesin harus di konfigurasikan secara manual, dan untuk jaringan yang
memiliki ratusan workstation maka tipe ini kurang efisien untuk dilakukan

Gambar 2.19 Jaringan VLAN berdasarkan MAC Address

2.9.2 Berdasarkan Alamat Subnet IP

Subnet IP address pada suatu jaringan juga dapat digunakan untuk


mengklasifikasikan suatu VLAN. Konfigurasi ini tidak berhubungan dengan routing pada
jaringan dan juga tidak mempermasalahkan fungsi router. IP address digunakan untuk
memetakan keanggotaan VLAN. Keuntungannya seorang usertidak perlu
mengkonfigurasikan ulang alamatnya di jaringan apabila berpindah tempat, hanya saja
karena bekerja di layer yang lebih tinggi maka akan sedikit lebih lambat untuk
meneruskan paket di banding menggunakan MAC address.
2.10 Perbandingan VLAN dengan LAN

2.10.1 Perbandingan Tingkat Keamanan

Penggunaan LAN telah memungkinkan semua komputer yang terhubung dalam


jaringan dapat bertukar data atau dengan kata lain berhubungan. Kerjasama ini
semakin berkembang dari hanya pertukaran data hingga penggunaan peralatan secara
bersama (resource sharing atau disebut juga hardware sharing). LAN memungkinkan
data tersebar secara broadcast keseluruh jaringan, hal ini akan mengakibatkan
mudahnya pengguna yang tidak dikenal (unauthorized user) untuk dapat mengakses
semua bagian dari broadcast. Semakin besar broadcast, maka semakin besar akses
yang didapat, kecuali hub yang dipakai diberi fungsi kontrol keamanan. VLAN yang
merupakan hasil konfigurasi switchmenyebabkan setiap port switch diterapkan menjadi
milik suatu VLAN. Oleh karena itu berada dalam satu segmen, port-port yang bernaung
dibawah suatu VLAN dapat saling berkomunikasi langsung, sedangkan port-port yang
berada di luar VLAN tersebut atau berada dalam naungan VLAN lain, tidak dapat saling
berkomunikasi langsung karena VLAN tidak meneruskanbroadcast.
VLAN yang memiliki kemampuan untuk memberikan keuntungan tambahan
dalam hal keamanan jaringan tidak menyediakan pembagian atau penggunaan media
atau data dalam suatu jaringan secara keseluruhan.Switch pada jaringan menciptakan
batas-batas yang hanya dapat digunakan oleh komputer yang termasuk dalam VLAN
tersebut. Hal ini mengakibatkan administrator dapat dengan mudah mensegmentasi
pengguna, terutama dalam hal penggunaan media atau data yang bersifat
rahasia (sensitive information) kepada seluruh pengguna jaringan yang tergabung
secara fisik.Keamanan yang diberikan oleh VLAN meskipun lebih baik dari LAN, belum
menjamin keamanan jaringan secara keseluruhan dan juga belum dapat dianggap
cukup untuk menanggulangi seluruh masalah keamanan. VLAN masih sangat
memerlukan berbagai tambahan untuk meningkatkan keamanan jaringan itu sendiri
seperti firewall, pembatasan pengguna secara akses perindividu, intrusion detection,
pengendalian jumlah dan besarnya broadcast domain, enkripsi jaringan dan lain-lain.
Dukungan Tingkat keamanan yang lebih baik dari LAN inilah yang dapat
dijadikan suatu nilai tambah dari penggunaan VLAN sebagai sistem jaringan. Salah
satu kelebihan yang diberikan oleh penggunaan VLAN adalah kontrol administrasi
secara terpusat, artinya aplikasi dari manajemen VLAN dapat dikonfigurasikan, diatur
dan diawasi secara terpusat, pengendalianbroadcast jaringan, rencana perpindahan,
penambahan, perubahan dan pengaturan akses khusus ke dalam jaringan serta
mendapatkan media atau data yang memiliki fungsi penting dalam perencanaan dan
administrasi di dalam grup tersebut semuanya dapat dilakukan secara terpusat. Dengan
adanya pengontrolan manajemen secara terpusat maka administrator jaringan juga
dapat mengelompokkan grup-grup VLAN secara spesifik berdasarkan pengguna
dan port dari switch yang digunakan, mengatur tingkat keamanan, mengambil dan
menyebar data melewati jalur yang ada, mengkonfigurasi komunikasi yang
melewati switch, dan memonitor lalu lintas data serta penggunaanbandwidth dari VLAN
saat melalui tempat-tempat yang rawan dalam jaringan.
2.10.2 Perbandingan tingkat Efisiensi
Untuk dapat mengetahui perbandingan tingkat efisiensinya maka perlu diketahui
kelebihan yang diberikan oleh VLAN itu sendiri diantaranya: Meningkatkan Performa
Jaringan LAN yang menggunakan hub dan repeater untuk menghubungkan peralatan
komputer satu dengan komputer lain yang bekerja dilapisan physical. Memiliki
kelemahan diantaranya: peralatan ini hanya meneruskan sinyal tanpa memiliki
pengetahuan mengenai alamat-alamat yang dituju. Peralatan ini juga hanya memiliki
satu domain collision sehingga bila salah satu port sibuk maka port-port yang lain harus
menunggu. Walaupun peralatan dihubungkan ke port-port yang lain dari hub.
2.10.3 VLAN Trunking Protocol
VTP adalah layer 2 messaging protocol yang digunakan untuk menjaga
konsistensi dari konfigurasi VLAN dengan cara mengatur penambahan, penghapusan,
dan perubahan nama VLAN. Jika tidak menggunakan VTP maka perubahan-perubahan
terhadap VLAN dilakukan secara manual pada setiap switch. Dengan VTP perubahan
hanya dilakukan pada VTP server dan VTP serverakan menyalurkan pesan perubahan
ke semua switchyang terhubung.
Menurut Wikipedia (http://en.wikipedia.org/wiki/VLAN),
VTP memberikan manfaat sebagai berikut:
1. Konfigurasi VLAN konsistensi diseluruh jaringan. Pegiriman VLAN-advertisement terjadi
hanya di trunk port Pelaporan dinamis ditambahkan diseluruh jaringan VLAN. Plug-and-
play saat menambahkan konfigurasi baru pada VLAN.

2.10.4 VTP Domain


VTP Domain merupakan kumpulan dari switch-switch yang mempunyai satu
manajemen yang sama. Fungsi dari VTP adalah untuk melakukan Pengaturan switch
cisco sebagai suatu kelompok switch management yang tergabung dalam VTP domain.
Satu switch hanya bisa menjadi bagian dari satu switch management domain dan
secara default tidak menjadi bagian dari switch Management domain manapun.

2.10.5 VTP Mode


Setting awal dari switch adalah tidak tergabung dalamswitchmanagement
domain manapun, untuk membuatnya menjadi bagian dalam suatu switch management
domain adalah dengan melakukan konfigurasi sehingga switch tersebut menjadi salah
satu dari tiga jenis mode VTP untuk menentukan bagaimana cara
suatu switch berkomunikasi dengan switch VTP lainnya dalamswitchmanagement
domain tersebut.
Berikut beberapa mode VTP yaitu:
1. VTP Server
VTP server adalah mode default untuk semua switch Catalyst. Di dalam
satu domain, minimal membutuhkan satuserver yang berfungsi menyebarkan informasi
VLAN ke seluruhswitch dalam satu domain dan menyimpan informasi tersebut kedalam
NVRAM.
2. VTP Client
Dalam modeclient, switch hanya menerima informasi yang dikirimkan server-
server VTP dimana informasi tersebut tidak disimpan kedalam NVRAM.
3. VTP Transport
Dalam mode ini switch tidak berpartisipasi di dalam domainVTP, tetapi mereka
masih mem-forward informasi VTP melalui semua trunk link yang
dikonfigurasi.Switch dalam mode ini hanya dapat mengubah informasi VLAN untuk
dirinya sendiri.

2.10.6 Program Internet Sharing


program dimaksud disini adalah program untuk menjalankan fasilitas yang
berhubungan dengan internet. Sehingga dengan program ini pemakai atau semua user
bisa menggunakan fasilitas seperti browsing, chatting, e-mail dan sebagainya (Menurut
Hendra wijaya 2002).
1. Microsoft Internet Explorer
2. Microsoft Outlook
3. Windows Messager

42

BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Sejarah Perusahan
NEC Computer and Language Course didirikan pada tahun 1995.Pada awal
berdirinya lembaga ini bernama National Computer Center (NCC) yang berkedudukan
di Jl. Kertanegara 5 Malang.Pada tahun 2001 NCC pindahlokasike Jl. Raya Tlogomas
31 Malang dan mulai membuka program Kursus Bahasa Inggris, Jepang, Perancis dan
Mandarin Bersamaan dengan itu pula nama lembaga ini berubah menjadi
NEC Computer & Language Course. Seiring dengan perkembangan lembaga, pada
tahun 2004 mendirikan satu cabang yang berlokasi di Jl. Mt. Haryono 110 Malang. Saat
ini NEC memiliki 10 stafpengajar tetapdan 4 staf administrasi dan umum dan telah
meluluskan ribuan peserta didik.
Dalam era teknologi saat ini penguasaan teknologi komputer menjadi kebutuhan
mutlak bukan hanya untuk para praktisi profesional, karyawan perusahaan tetapi juga
para akademisi.
Dengan penguasaan teknologi komputer akan memudahkan terlaksananya tugas-
tugas secara lebih tepat dan cepat. Beberapa program aplikasi komputer yang
berperan vital dalam kehidupan administrasi, perkantoran dan pendidikan adalah
Program Aplikasi Perkantoran, Aplikasi Pengelolaan Database, Pemrograman
Komputer dan Aplikasi Presentasi yang akan membantu memudahkan berbagai
kalangan untuk menyelesaikan tugasnya.

3.2 Struktur Organisasi Perusahan


3.2.1 Struktur Organisasi
Struktur organisasi merupakan susunan dari komponen-komponen dalam suatu
organisasi. Struktur organisasi menjelaskan tentang adanya pembagian kerja dan
menjelaskan tentang bagaimana fungsi atau kegiatan-kegiatan yang berbeda-beda
tersebut dikordinasikan. Selain itu struktur organisasi juga menunjukan spesialisasi-
spesialisasi pekerjaan, saluran perintah dan penyampaian laporan.

STRUKTUR ORGANISASI PERUSAHAN


Gambar 3.1 Bagan Struktur Organisasi National Education Center(NEC)

Dengan menggunakan struktur organisasi yang telah ditetapkan oleh suatu


perusahan akan dapat mengatur jalannya roda kegiatan lembaga. Organisasi lembaga
mempunyai cirri khas sebagai berikut
1. NEC memiliki 10 staf pengajar tetap dan 4 staf administrasi dan umum dan telah
meluluskan ribuan pesertadidik.
2. Staf saling bekerja satu sama lain bisa di katakan (Group)
3.2.2 Uraian tugas dan tanggung jawab
Setelah mengetahui struktur organisasi Lembaga National Education
Center (NEC) maka kita perlu mengetahui lebih jelas mengenai tugas dan tanggung
jawab masing-masing
Pemimpin merupakan Tugas pokok kepemimpinan yang berupa mengantarkan,
mengelompokkan, memberi petunjuk, mendidik, membimbing dan sebagainya, yang
secara singkat menggerakkan. agar para bawahan mengikuti jejak pemimpin mencapai
tujuan organisasi, hanya dapat melaksanakan secara baik bila seorang pemimpin
menjalankan fungsinya sebagaimana mestinya.
1. Fungsi pokok pimpinan adalah:
1. Pengambilan keputusan
2. Memberikan kerangka pokok yang jelas yang dapat dijadikan pegangan oleh stafnya
3. Mengawasi, mengendalikan dan menyalurkan perilaku anggota yang dipimpin
4. Pelaksanaan keputusan dan pemberian dorongan kepada para pelaksana
2. Staf administrasi dan umum
Staff administrasi keuangan merupakan tugas untuk melaksanakan kegiatan
administrasi keuangan perusahaan untuk menjamin kelancaran, keakuratan dan
ketertiban administrasi keuangan perusahaan. Dan tanggung jawab sebagai staff
keuangan pun begitu banyak seperti:
1. Membuat, memeriksa dan mengarsip nota pendaftaran untuk memastikan arsip yang
benar
2. Memeriksa laporan rekonsiliasi untuk memastikan data terinput dengan benar.
3. Mengarsip seluruh dokumen pendaftaran untuk menjaga ketertiban administrasi untuk
memudahkan penelusuran dokumen.
Berangkat dari landasan pemikiran diatas. NEC computer and Language
Course menawarkan Pelatihan Aplikasi Komputer & Bahasa Inggris bagi karyawan
tenaga kependidikan dan dosen di Lingkungan Stikma Kertanegara Malang dengan
harapan adanya peningkatan keterampilan dan keahlian operasi komputer dan bahasa
guna menunjang efisiensi dan efektifitas kerja.
3.3 Uraian materi & target pelatihan yang ada di Lembaga NEC.
3.3.1 Apikasi Komputer Perkantoran
Pelatihan ini bersifat fundamental, ditujukan bagi staf yang mengelola pekerjaan
perkantoran sehari-hari dengan komputer. Mempelajari secara teknis komputerisasi
administrasi perkantoran sehari-hari yang meliputi bidang: Kearsipan, Manajemen
Barang dan Keuangan, menggunakan program aplikasi komputer perkantoran Ms
Office.
Target pelatihan adalah peserta menguasai program aplikasi komputer perkantoran
dengan baik, memiliki kemampuan teknis dalam bidang kearsipan, manajemen barang
dan keuangan dengan komputer secara praktis, yang dapat diterapkan pada masing-
masing unit kerjanya dengan baik.
3.3.2 Teknisi Komputer
Komputer merupakan infrastruktur paling mendasar dari teknologi informasi yang
dapat digunakan untuk menunjang sistem kerja bagi organisasi. Dalam penggunaannya
biasa terjadi kerusakan, oleh karena itu pengembangan infrastruktur ini idealnya juga
dibarengi dengan pengembangan SDM yang sesuai, agar perangkat yang
dikembangkan tidak menjadi tumpukan barang bekas tanpa makna. Untuk itu,
diperlukan ketersediaan SDM yang mempunyai kemampuan teknis bidang teknisi
komputer, sehingga dapat mengelola, merawat dan melakukan perbaikan serta
mengembangkan sesuai kebutuhan organisasi terkini secara mandiri.Pelatihan ini
secara teknis mempelajari dasar-dasar perangkat keras komputer, perakitan dan
perbaikan komputer PC, instalasi dan trouble shooting, serta perbaikan Notebook dan
Laptop.
Target Pelatihan, Akhir dari pelatihan secara berjenjang ini, ditargetkan peserta
menguasai kompetensi teknis bidang perbaikan perangkat keras komputer PC dan
Notebook atau Laptop, sehingga mampu mengelola infrastruktur tersebut dengan baik
secara mandiri.
3.3.3Jaringan Komputer
Jaringan komputer (computer networking) merupakan istilah yang digunakan
untuk hubungan antara dua komputer atau lebih, baik hubungan secara fisik maupun
secara logika. Infrastruktur ini sangat diperlukan di perkantoran, karena beberapa
aplikasi sistem informasi manajemen (SIM) dan e-Government baru dapat berfungsi
secara optimal setelah infrastruktur tersebut tersedia. Agar infrastruktur jaringan dapat
dibangun, dikelola dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan organisasi terkini
untuk mendukung implementasi sistem informasi manajemen dan e-
Government,diperlukan SDM yang mempunyai kemampuan teknis bidang administrator
jaringan dan server dengan baik. Pelatihan ini secara teknis mempelajari dasar-dasar
jaringan, instalasi dan administrator jaringan kabel dan WiFi berbasis Windows, router
dan wireless dengan Mikrotik, serta pengembangan sistem jaringan dan server berbasis
Windows 2003, Linux.
Target Pelatihan, Akhir dari pelatihan secara berjenjang ini ditargetkan peserta
menguasai kompetensi teknisi bidang instalasi dan administrator jaringan, sehingga
mampu mengelola infrastruktur tersebut dengan baik dan dapat mengembangkan
sesuai dengan kebutuhan organisasi secara mandiri.
3.4 Kegiatan PKL
3.4.1 Waktu dan tempat PKL
Praktek Kerja Lapangan (PKL) adalah suatu bentuk pendidikan dengan cara
memberikan pengalaman belajar bagi mahasiswa untuk berpartisipasi dengan tugas
langsung di Lembaga.National Education Center (NEC) mulai dari tanggal 20 sampai
20 April 2013 Jam kerja yang diterapkan oleh lembaga NEC adalah sebagai beriktu:
Hari senin hingga Jumat
Jam kerja : 8.00 hingga 4.30
Istirahat : 12.00 hingga 13.00
Tempat praktek kerja lapangan di National Education Center Jl. Mt Haryono No
110 Malang

Tempat praktek kerja lapangan di National Education Center (NEC)

Gambar 3.2 Profile NEC

Kegiatan Pelatihan dan proses belajar mengajar yang dilakukan di NEC.


Gambar 3.3 Proses belajar di (NEC)

1. Peralatan Komputer
Komputer merupakan kebutuhan pokok dalam membantu pekerjaan manusia
dalam bidang sistem informasi. Sehingga komputer selalu disalah artikan sebagai
sistem informasi. Pada pokok bahasan ini akan membahas komputer dan
perkembangannya beserta klasifikasinya, sehingga tidak disalah artikan lagi sebagai
sistem informasi.
a. Prosessor
Merupakan otak dan pusat pengendali computer yang didukung oleh komponen
lainnya.Prosesor adalah sebuah IC yang mengontrol keseluruhan jalannya sebuah
system computer dan digunakan sebagai otak atau pusat pengendali yang berfungsi
untuk melakukan perhitungan dan menjalankan tugas.Prosesor terletak pada soket
yang terdapat pada mainboard dan dapat diganti dengan prosesor yang lain asalkan
sama dengan soket yang ada padamainboard.Prosesor mempunyai banyak merk yang
beredar dipasaran diantaranya: AMD, Intel, Apple, Cyrix, VIA, IBM, dan IDT.

Gambar 3.4 Processor

a. RAM (Random Access Memory)


RAM berfungsi sebagai tempat transit data sementara untuk operasi-operasi yang tengah
dijalankan oleh CPU. RAM bersifat volatile, artinya perangkat ini tidak meyimpan data
secara permanen, hanya untuk operasi yang dibutuhkan saja. Kapasitas RAM pada PC
yang sering kita temukan cukup beragam , mulai dari 256 MB (Mega Bytes) 16 GB
(GigaBytes)

a. Hardisk
Harddisk adalah sebuah komponen perangkat keras yang menyimpan data sekunder dan
berisi piringan magnetis. Harddisk diciptakan pertama kali oleh insinyur IBM, Reynold
Johnson di tahun 1956. Harddisk pertama tersebut terdiri dari 50 piringan berukuran 2
kaki (0,6 meter) dengan kecepatan rotasinya mencapai 1.200 rpm (rotation per minute)
dengan kapasitas penyimpanan 4,4 MB. Harddisk saat ini sudah ada yang hanya
selebar 0,6 cm dengan kapasitas 750 GB.

Gambar 3.6 hardisk

a. VGA Card
VGA, singkatan dari Video Graphics Adapter, adalah standar tampilan komputer analog
yang dipasarkan pertama kali oleh IBM pada tahun 1987. Walaupun standar VGA
sudah tidak lagi digunakan karena sudah diganti oleh standar yang lebih baru, VGA
masih diimplementasikan pada Pocket PC. VGA merupakan standar grafis terakhir
yang diikuti oleh mayoritas pabrik pembuat kartu grafis komputer. Tampilan Windows
sampai sekarang masih menggunakan modus VGA karena didukung oleh banyak
produsen monitor dan kartu grafis.

Gambar 3.7 VGA Card

a. NIC (Network Interface Card)


NIC (Network Interface Card) atau yang biasa disebut LAN card ini adalah
sebuah kartu yang berfungsi sebagai jembatan dari komputer ke sebuah jaringan
komputer. Komponen ini biasanya sudah terpasang secara onboard di beberapa
komputer atau laptop.

Gambar 3.8 NIC Card

a. Monitor
Monitor merupakan perangkat output
Gambar 3.8 Monitor

1. Topologi
Lembaga NEC menggunakan jaringan komputer topologi star karena setiap
komputer pada jaringan terhubung secara langsung dengan switch, atau hub jika salah
satu client komputer rusak, komputer yang lain masih dapat di akses control
management lebih mudah karena semuanya terpusat ke satu titik pusat.
2. Server
Lembaga NEC mempunyai private network server merupakan komputer yang
berfungsi untuk mengatur atau menjadi koordinator pada sistem jaringan komputer.
Intinya, Server merupakan induk dari semua komputer yang terhubung. Server bertugas
menangani penyimpanan, pengolahan, pendistibusian data secara terpusat, juga
sebagai pusat aplikasi bersama(shared) serta pintu gerbang menuju internet (gateway).

Gambar 3.10 Server


1. Kabel dan koneksi
Kabel yang di gunakan di lembaga NEC adalah Kabel UTP RJ45, di
sebut unshielded twisted pair karena kurang tahan terhadap elektromagnetik.

Gambar 3.10 Kabel UTP RJ45

3.5 Packet tracer


Packet Tracer adalah sebuah software yang dikembangkan oleh Cisco. Packet
Tracer merupakan sebuah program simulasi jaringan yang memungkinkan pengguna
untuk bereksperimen dengan sistem jaringan
dan bertanya tentang pertanyaan bagaimana jika, dimana softwaretersebut berfungsi
untuk membuat model suatu jaringan komputer dan mensimulasikan suatu
jaringan. Packet Tracer memberikan simulasi, visualisasi, perancangan, penilaian, dan
kemampuan kolaborasi serta memfasilitasi belajar dan mengajar dengan konsep
teknologi yang
kompleks(http://www.cisco.com/web/learning/netacad/course_catalogPacketTracer.html
)
Dalam program ini telah tersedia beberapa komponen-komponen atau alat-alat
yang sering dipakai atau digunakan dalam merancang suatu sistem network, sehingga
dapat dengan mudah membuat sebuah simulasi jaringan komputer didalam PC,
simulasi ini berfungsi untuk mengetahui cara kerja pada tiap tiap alat tersebut dan cara
pengiriman sebuah pesan dari komputer yang satu ke komputer lain juga dapat
disimulasikan.
Jendela Cisco Packet Tracer dapat dilihat pada gambar berikut :

Gambar 3.12 Jendela Sisco Packet Tracer

Dalam program tersebut terdiri beberapa menu yang ditampilkan pada program
ini diantaranya:
1. Kolom Menu
Kolom menu pada bagian atas sebelah kiri ini merupakan bagian yang sering
kita lihat dalam setiap software yang berguna sebagai pilihan menu dari sekelompok
perintah dimana terdiri antara lain adalah menu File, Edit, Options, View, Tools,
Extensions, dan Help.
2. Kolom Shortcut
Pada bagian in, terdapat shortcut seperti New, Open, Save, Print, Activity
Wizard, Copy, Paste, Undo, Zoom in, Original Size, Zoom Out, Palette, dan Custom
Device Dialog. Dan pada sisi kanan, juga akan ditemukan shortcut Network
Information danhelp. Fungsi kolom ini adalah memudahkan untuk menjalankan suatu
perintah yang diinginkan dengan cepat.
3. Kolom alat umum
Bagian ini menyediakan akses yang biasanya menggunakan
peralatan workspace. Bagian ini merupakan sebuah perintah antara lain:
memilih (Select), memindahkan tata ruang(Move Layout), menempatkan catatan (Place
Note), menghapus(Delete), memeriksa (Inspect), serta menambahkan PDU sederhana
dan kompleks.
4. Kolom Logical Physical Workspace
Pada bagian ini disediakan dua macam workspace, yaituPhysical dan logical
workspace.Dimana logical workspacemerupakan tempat untuk membuat sebuah
simulasi jaringan komputer.Dan physical workspace merupakan tempat untuk memberi
suatu dimensi physical ke topologi jairngan komputer. Hal tersebut bisa memberikan
pengertian kala dan penempatan suatu jaringan komputer pada suatu lingkungan
seperti kantor.

5. Workspace (Tempat Kerja)


Area in merupakan sebuah tempat dimana akan merencanakan atau membuat
sebuah jaringan, mengamati simulasi pada jaringan terebut serta mengamati beberapa
macam informasi dan statistic.
6. Kolom Real Time / Simulation
Pada bagian ini tersedia dua item yang diantaranya modeSimulasi dan mode
Realtime, dimana dalam mode Realtime, jaringan seperti device yang nyata dengan
respon yang real-timeuntuk semua aktivitas jaringan.Dalam mode simulasi, user dapat
melihat dan mengendalikan waktu interval, transfer data, serta penyebaran data melalui
jaringan yang telah dirancang.
7. Network Component Box
Bagian ini merupakan tempat dimana untuk memilih alat dan koneksi yang akan
digunakan pada workspace untuk membuat sebuah jaringan komputer. Dalam bagian in
juga terdapat dua item yaitu pemilihan peralatan dan koneksi serta pemilihan jenis
peralatan dan koneksi yang lebih spesifik contohnya jenis penghubung dan jenis kabel.
8. Kotak Pemilihan Jenis Alat / Koneksi
Bagian in merupakan bagian dari kolom diatas dimana pada kolom tersebut
digunakan untuk memilih sebuah alat yang digunakan dan ditempatkan
pada workspace. Alat tersebut antara lain adalah Routers, Switches, Hubs, Wireless
Device, Connections, End Devices, Wan Emulation, Custom Made Devices, dan
Multiuser Connection.
9. Kotak Pemelihan Jenis Alat / Koneksi Spesifik
Bagian in merupakan lanjutan dari bagian diatas dimana alat atau koneksi yang
telah dipilih akan dibagikan menjadi beberapa jenis- jenisnya secara lebih rinci. Alat dan
koneksi yang telah dispesifikasikan tersebutlah yang akan digunakan dalam rancangan
atau pembuatan jaringan yang sesuai dengan keinginan.
10. Jendela informasi Status
Bagian in merupakan keterangan unstuckmilitate informs status dari paket serta
untuk mengatur skenario selama berlangsungnya simulasi jaringan yang telah dibuat.
3.5.1 Konsep VLan Menggunakan Wireless
VLAN merupakan suatu model jaringan yang tidak terbatas pada lokasi fisik
seperti LAN, hal ini mengakibatkan suatu network dapat dikonfigurasi secara virtual
tanpa harus menuruti lokasi fisik peralatan. Penggunaan VLAN akan membuat
pengaturan jaringan menjadi sangat fleksibel dimana dapat dibuat segmen yang
bergantung pada organisasi atau departemen, tanpa bergantung pada lokasi
workstation VLAN memberikan kemudahan, fleksibilitas, serta sedikitnya biaya yang
dikeluarkan untuk membangunnya. VLAN membuat jaringan yang besar lebih mudah
untuk diatur manajemennya karena VLAN mampu untuk melakukan konfigurasi secara
terpusat terhadap peralatan yang ada pada lokasi yang terpisah. Dengan kemampuan
VLAN untuk melakukan konfigurasi secara terpusat, maka sangat menguntungkan bagi
pengembangan manajemen jaringan
1. IP address
IP address di lembaga NEC sudah setting otomatis secara (DHCP) komputer
atau laptop yang mengakses internet tinggal pasang kabel jaringan. Berikut simulasi
jaringan VLAN beserta IP address sebagai berikut