Anda di halaman 1dari 11

MODUL 2

SENSOR DAN AKUATOR


I. PENDAHULUAN
I.1. Landasan Teori
Sensor adalah komponen elektronika yang berfungsi untuk mengubah besaran
mekanis, magnetis, panas, sinar, dan kimia menjadi besarn listrik berupa tegangan,
resistansi dan arus listrik. Sensor sering digunakan untuk pendeteksian pada saat
melakukan pengukuran atau pengendalian. Sensor dalam teknik dan pengaturan secara
elektronik mengubah tegangan menjadi besaran listrik yang proposional. Sensor ini harus
memenuhi syarat yaitu:
1. Linieritas
2. Tidak tergantung temperatur
3. Kepekaan
4. Waktu tanggap
Secara umum sensor dibagi menjadi 3 kelompok berdasarkan fungsi dan
kegunaannya yaitu:
1. Sensor Thermal (Panas)
2. Sensor Mekanis
3. Sensor Optik

Aktuator adalah alat yang mengubah energi listrik menjadi energi mekanik dan
biasanya digunakan sebagai proses lanjutan dari sensor. Aktuator terdiri dari:
1. Aktuator Tenaga Elektrik
Aktuator yang menggunakan listrik sebagai tenaga penggeraknya
2. Aktuator Tenaga Hidrolik
Aktuator yang menggunakan fluida dalam bentuk cairan sebagai pemacu geraknya.
Torsi yang besar konstruksinya sukar. Respon agak lambat.
3. Aktuator Tenaga Pneumatik
Aktuator yang menggunakan udara sebagai pemacu geraknya. Sukar di kendalikan.
Memiliki respon yang lebih cepat.

1
Modul. II. Sensor Dan Aktuator 2

I.2. Integrasi Modul Dengan Dunia Industri


Penggunaan sensor dan aktuator ini pada dunia industri yaitu apabila industri
tersebut sudah menggunakan mesin otomatis. Contohnya saja penggunaan robot dalam
melakukan perpindahan barang dari satu tempat ke tempat lain. Robot tersebut akan
melalui lintasan yang dikhususkan sebagai jalurnya. Satu robot dengan robot lainnya tidak
aakn mengalami kecelakaan yaitu tabrakan dengan robot lainnya ataupun benda lainnya
karena robot tersebut telah dilengkapi sensor yang akan mendeteksi jarak antara robot
dengan benda di lingkungan sekitarnya.
I.3. Aplikasi Kehidupan Sehari-hari
Pengaplikasian dalam kehidupan sehari-hari yaitu penggunaan detector logam.
Detector ini menggunakan prinsip proximity sensor dimana apabila sensor mendapati
adanya benda logam di dalam benda lain (semisal tas) maka sensor akan mendeteksi logam
tersebut dan akan berbunyi. Selain itu ada juga mesin penanak nasi. Penanak nasi akan
mengubah tombol dari posisi cook menjadi warm apabila suhu panas mencapai maksimal
maka thermostat menggerakan tuas menjadi warm.

II. GAMBAR RANGKAIAN

3
+

-
Gambar 2.1. Limit Switch Normally Open

Laporan Praktikum Sistem Otomasi Industri


Laboratorium Perancangan Dan Otomasi Indutri
Fakultas Teknik Program Studi Teknik Industri Unika Atma Jaya
Modul. II. Sensor Dan Aktuator 3

+
-
Gambar 2.2. Limit Switch Normally Close

+ -

3
4

Gambar 2.3. Pressure Switch Normally Close

+ -

1
2

Gambar 2.4. Pressure Switch Normally Close

Laporan Praktikum Sistem Otomasi Industri


Laboratorium Perancangan Dan Otomasi Indutri
Fakultas Teknik Program Studi Teknik Industri Unika Atma Jaya
Modul. II. Sensor Dan Aktuator 4

Brown PROX Black +-


+ A1 21

Blue
- A2 24
22

Gambar 2.5. Proximity Sensor Normally Open

Brown PROX Black +-


+ A1 21
Blue

- A2
22

Gambar 2.6. Proximity Sensor Normally Close

Brown PROX Black +-


+ A1 21
Blue

- A2 24
22

Gambar 2.7. Photoelectric Sensor

Laporan Praktikum Sistem Otomasi Industri


Laboratorium Perancangan Dan Otomasi Indutri
Fakultas Teknik Program Studi Teknik Industri Unika Atma Jaya
Modul. II. Sensor Dan Aktuator 5

+-
1 6

2 7

3 8

4 9

5 10

THERMOCOUPLE

Gambar 2.8. Thermocouple

Laporan Praktikum Sistem Otomasi Industri


Laboratorium Perancangan Dan Otomasi Indutri
Fakultas Teknik Program Studi Teknik Industri Unika Atma Jaya
Modul. II. Sensor Dan Aktuator 6

+-
1 6

2 7
RED
3 8
WHITE
4 9
WHITE
5 10

PT 100
Gambar 2.9. Temperature Switch

III. TUGAS LAPORAN


1. Gambarkan dan analisa blok diagram sistem kendali loop terbuka dan sistem kendali loop
tertutup!

Gambar 2.10. Sistem Kendali Loop Terbuka


Sistem kendali loop terbuka adalah sistem kendali yang keluarannya tidak
mempunyai pengaruh terhadap kontrol sehingga keluaran dari sistem loop ini tidak dapat
digunakan sebagai umpan balik untuk masukan. Ciri-ciri loop terbuka adalah sederhana,
kurang akurat dan berbasis waktu serta harganya yang murah. Contohnya adalah mesin cuci.

Laporan Praktikum Sistem Otomasi Industri


Laboratorium Perancangan Dan Otomasi Indutri
Fakultas Teknik Program Studi Teknik Industri Unika Atma Jaya
Modul. II. Sensor Dan Aktuator 7

Gambar 2.11. Sistem Kendali Loop Tertutup


Sistem kendali loop tertutup adalah sistem kendali yang berkebalikan dengan loop
terbuka. Sistem ini keluaran yang dihasilkan dapat dijadikan umpan balik untuk mengurangi
kesalahan sistem. Komponen pada loop tertutup adalah input, output, plant/beban, alat
kontrol, elemen umpan balik, error detector, dan gangguan. Sistem ini sering digunakan
pada lemari es dan AC.

2. Apa yang dimaksud dengan sensor suhu NTC, PTC, CTR dan sensor suhu mekanis LVDT?
NTC (Negative Temperature Coefficient) adalah jenis termostat yang nilai
resistansinya akan menurun apabila suhu yang bekerja meningkat atau bertambah panas.
Semakin tinggi suhu yang bekerja maka arus yang melalui resistor akan besar.
PTC (Positive Temperature Coefficient) adalah jenis termostat yang apabila suhu
yang bekerja meningkat maka nilai resistansinya akan meningkat pula. Akibatnya arus yang
mengalir pada rangkaian akan dibatasi hingga terhenti sama sekali.
CTR (Critical Temperature Resistance) dibuat dari V2O3 yang dipanaskan dengan
serbuk oksida Ba atau oksida Si dan sebagainya, yang hasilnya dalam bentuk kaca. Jenis ini
merupakan resistor yang mempunyai koefisien temperatur yang tinggi sehingga resistansi
mengalami penurunan yang drastis.
Mekanis LVDT (Linear Variabel differential Transformer) adalah transformer
diferensial yang memiliki prinsip kerja berbasis prinsip variabel induktansi. Perubahan
tekanan dalam kantung akan mengakibatkan perubahan posisi inti magnet pada kumparan
LVDT, sehingga mengakibatkan perubahan induksi magnetik pada kumparan sekunder 1
dan 2. Dengan perubahan induksi magnetik pada kumparan sekunder 1 dan 2 tersebut maka
output kumparan 1 dan 2 akan menghasilkan tegangan induksi magnetik yang besarnya
sebanding perseseran inti magnet LVDT akibat perubahan tekanan pada kantung. Pergeseran
inti magnet (batang magnet) di tengah kumparan tersebut akan menimbulkan tegangan

Laporan Praktikum Sistem Otomasi Industri


Laboratorium Perancangan Dan Otomasi Indutri
Fakultas Teknik Program Studi Teknik Industri Unika Atma Jaya
Modul. II. Sensor Dan Aktuator 8

output pada kumparan yang mendapat induksi dari inti magnet tersebut. Prinsip ini biasanya
digunakan untuk mesin ATM.

3. Pendalaman pemahaman: jelaskan secara singkat dan padat penggunaan sensor ataupun
aktuator dalam teknologi dibawah ini!
a. Sensor dalam vacum cleaner robotic.
Sensor vacum cleaner robotic bekerja apabila saat vacum sedang melakukan
pekerjaannya. Sensor akan aktif sehingga vacum dapat memprediksi jaraknya dengan
objek lainnya sehingga dapat menghindari objek tersebut.
b. Sensor dalam kamera.
Sensor dalam CCD atau CMOS mengubah cahaya menjadi elektron dan pada saat
bersamaan CCD atau CMOS kan membaca nilai (muatan yang terkumpul) pada
masing-masing sel yang membentuk gambar.
c. Sensor dalam Smartphone.
Smartphone memiliki banyak sensor yang terdapat didalamnya salah satunya adalah
orientation sensor dimana sensor ini berfungsi untuk mengetahui orientasi ponsel dan
mendeteksi posisi dari smartphone apakah dalam mode landscape atau portrait (atau
mode tegang ). Sensor ini digunakan untuk rotate layar secara otomatis.

IV. ANALISA PRAKTIKUM


Pada percobaan limit switch apabila posisi rangkaiannya normally open maka apabila
tidak ada tekanan maka lampu akan mati karena arus terputus sehingga arus tidak dapat mengalir
hingga ke lampu sedangkan apabila limit switch mendapat tekanan maka rangkaian akan
tersambung dan arus dapat lewat dan lampu mendapatkan arus yang dapat membuat lampu
menyala. Sedangkan apabila posisi rangakaiannya normally close maka akan berkebalikan
dengan normally open dimana rangkaian apabila tidak menerima tekanan maka lampu akan
menyala karena rangkaian tersambung dan arus dapat lewat menuju ke lampu yang membuat
lampu menyala, namun apabila menerima tekanan maka rangkaian akan terputus dan membuat
arus tidak dapat menuju ke lampu.
Pressure switch dilakukan untuk melihat sensor bereaksi apabila terjadi tekanan terhadap
sensor. Percobaan ini dilakukan 2 kali dengan nomor pressure switch yang berbeda namun hasil

Laporan Praktikum Sistem Otomasi Industri


Laboratorium Perancangan Dan Otomasi Indutri
Fakultas Teknik Program Studi Teknik Industri Unika Atma Jaya
Modul. II. Sensor Dan Aktuator 9

yang didapatkan sama antara percobaan satu dengan percobaan kedua. Keadaan awal pada
percobaan ini adalah normally close. Pada saat kondisi awal, lampu pada percobaan ini nyala
namun pada saat diberikan tekanan angin dari kompresor lampu akan mati. Ini disebabkan karena
tekanan angin yang terjadi mendorong penahan sehingga menekan sensor yang langsung
memutus rangkaian yang membuat arus tidak dapat lewat menuju lampu. Setelah tidak diberikan
tekanan kondisi penahan lama-kelamaan akan normal dan rangkaian akan tersambung kembali
dan arus dapat lewat menuju ke lampu dan lampu menyala kembali.
Percobaan proximity switch dilakukan untuk meihat apakan sensor dapat mendeteksi
adanya logam pada benda. Pada saat posisi normally open, kondisi awal lampu adalah mati saat
tidak disentuhkan pada logam namun pada saat disentuh logam lampu akan menyala. Hal ini
dipengaruhi karena sensor menghasilkan dan mendeteksi adanya perubahan medan
elektromagnetik yang terjadi pada jarak tertentu dari sensor ke logam sehingga apabila sensor
ditempel ke logam sensor mendeteksi adanya perubahan medan elektromagnetik yang terjadi di
sekitar sensor. Sedangkan bila posisi rangkaian normally close kondisi awal lampu menyala
apabila tidak didekatkan ke logam dan akan mati apabila didekatkan ke logam.
Photoelectric sensor dilakukan 2 kali percobaan yaitu tanpa menggunakan reflektor dan
dengan reflektor. Pada percobaan tanpa reflektor kondisi awal lampu adalah mati pada posisi
normally open dan tidak ada benda. Namun pada saat didekatkan dengan benda maka lampu akan
menyala. Pada normally close pada saat tidak ada benda lampu akan menyala sedangkan saat
didekatkan dengan benda lampu akan mati. Hal ini dipengaruhi oleh sensor yang membaca
keberadaan dan jarak dari benda. Sedangkan pada saat menggunakan reflektor, kondisi rangkaian
normally open saat tidak ada benda kondisi lampu akan mati. Namun pada saat didekatkan
dengan benda maupun reflektor dipindahkan maka lampu akan menyala. Ini dikarenakan sensor
telah menganggap lingkungan sekitar adalah benda dan reflektor sebagai pemantul sinyal
sedangkan pada rangkaian normally close pada kondisi awal yaitu lampu menyala sedangkan
pada saat didekatkan ke benda maupun reflektor dipindahkan maka lampu akan mati. Ini
dipengaruhi karena sensor telah menganggap bahwa reflektor adalah benda sedangkan benda
dilingkungan sekitar maupun benda yang didekatkan bukanlah sebuah benda.
Percobaan temperature switch dilakukan dengan RTD dari bahan platinum PT-100 yang
berarti memiliki hambatan 100 dan PTC-850. Pada saat sebelum dicelupkan ke dalam air panas
suhu lingkungan sekitar platina tersebut adalah 77F. Temperatur switch di setting apabila pada

Laporan Praktikum Sistem Otomasi Industri


Laboratorium Perancangan Dan Otomasi Indutri
Fakultas Teknik Program Studi Teknik Industri Unika Atma Jaya
Modul. II. Sensor Dan Aktuator 10

saat suhu mencapai 110F maka lampu akan menyala. Pada saat dicelupkan ke air panas dan
ditunggu hingga lampu menyala ternyata lampu baru menyala pada saat suhu mencapai 121F.
Hal ini dipengaruhi karena pada saat pembacaan suhu yaitu 121F terjadi hanya pada ujung
bawah platina sedangkan sensor terdapat pada ujung atas platina. Pada saat ujung bawah
mencapai 121F, ujung atas dari platina baru mencapai suhu yang diinginkan yaitu 110F yang
mengakibatkan pembacaan suhu pada sensor dan yang sebenarnya berbeda. PTC-850 pada
platina dimaksudkan yaitu suhu maksimal yang dapat dicapai oleh platina tersebut adalah 850
C dengan hambatan maksimal yaitu 390,263.

V. DAFTAR PUSTAKA
[1]. Aktuator. https://id.wikipedia.org/wiki/Aktuator (Diakses tanggal 12 Februari 2017)
[2]. Siregar, Habibullah. (2012). Pengertian Sensor, Aktuator, Disturbance, Controller.
http://habibbayoregar.blogspot.co.id/2012/12/pengertian-sensor-aktuator-disturbance.html.
(Diakses tanggal 12 Februari 2017)
[3]. Rismawan, Agung. (2015). Konsep Sistem Kendali, Sistem Kendali Terbuka & Tertutup
Dan Contoh Aplikasinya. https://serbatelekomunikasi.wordpress.com/2015/02/12/8/.
(Diakses tanggal 15 Feb. 2017)
[4]. Pengertian Thermistor PTC NTC dan Cara Kerjanya.
http://www.wikikomponen.com/pengertian-thermistor-ptc-ntc-dan-cara-kerjanya/. (Diakses
tanggal 13 Februari 2017)
[5]. Pt-100. https://nl.wikipedia.org/wiki/Pt100. (Diakses tanggal 15 Februari 2017)

Laporan Praktikum Sistem Otomasi Industri


Laboratorium Perancangan Dan Otomasi Indutri
Fakultas Teknik Program Studi Teknik Industri Unika Atma Jaya
Modul. II. Sensor Dan Aktuator 11

VI. LAMPIRAN

Gambar 2.12. Limit Switch Gambar 2.13. Photoelectric Sensor &


Reflector

Gambar 2.14. Pressure Switch

Laporan Praktikum Sistem Otomasi Industri


Laboratorium Perancangan Dan Otomasi Indutri
Fakultas Teknik Program Studi Teknik Industri Unika Atma Jaya