Anda di halaman 1dari 4

1.

Rc intra vena

2. Rcsubkutan

Rumusregulasicepat

1. rumus 12345 ataurumus minus satu


2. Rumus 4681012, ataurumus kali dua

3. rumus minus satu

4. Rumus kali dua

Regulasi cepat intra vena ( rci )

1. Janganmemberikancairan yang mengandungkarbohidratapabilakadarglukosamasihdiatas


250 mg / dl. Pasanglahinfus ringer laktatataunacl9 % dengankecepatan 15 20 tetes
( bilabukankad) apabilakad, tetesanharuscepat
2. Berikan insulin regulerintravena @ 4 ( empat ) unit tiap jam
sampaikadarglukosadarahsekitar 200 mg/dl ataureduksi urine positiflemah

3. Cara rci : dengan dosis insulin reguler 4 unit/jam intravena, dapat menurunkan glukosa
darah sekitar 50 75 mg / dl setiap jam

4. Apabilakadarglukosatersebutbelumtercapai, maka insulin


regulerdapatditeruskansecarasubkutandengan interval 8 jam dengandosis 3 x 8 iu( rumus
kali dua). Angka 8 berasaldari 4 x 2 ( rumus kali dua) angka 4 berasaldari 450 mg dl.
CONTOH

1. Misalnyaglukosaacak 450 mg/dl


2. Denganrumus minus satu

maka 4 5 0 ( yang dipakaiangkaawal, yaitu 4 ) dikurangisatusamadengantiga ( 3 )

jadi insulin @ 4 unit interval satu jam diberikantiga kali ( 3

3. Denganrumus kali dua

lihatangka 4 (asaldari 450 )

bila kali 2 ( rumus kali dua ) samadengandelapan

jadidosispemeliharaanadalah 3 x 8 u sub kutan

4. Rumus 12345 Dengan menghafal bahwa antara 200 - 300; satu kali, antara 300 400;
dua kali, antara 400 500; tiga kali

5. Rumus 4681012 denganmenghafalpedomanbahwaantara 200 300; dosismeaintenance 3


x 4 u, antara 300 400 : dosis 3 x 6 u sub kutandanseterusnya
REGULAS-CEPAT SUB KUTAN (RCS) (ASKANDAR TJOKROPRAWIRO, 1992, 1993, 1994, 1995, 996,
1997, 1998)

Apakah cara rci atau rcs yang dipilih, sesuaikanlah dengan situasi, kondisi dan fasilitas setempat.
Tergantung kadar glukosa acak awal yang diperoleh, maka berikan insulin

Subkutan dengan dosis awal ekstra, kemudian maintanance insulin 3x sehari dengan pdoman
dosis pada gambar-2.

Indikasi rci dan rcs pada umunya adalah untuk kasus-kasus yang memerlukan kadar glukosa
darah harus segera diturunkan, bahkan pada dm kasus biasa (non-darurat) yang dirawat-inap,

Misalnya :
Penderitadengandm-sepsis pro-operasi (gangren, kolesistitis, batu ginjal, dll)

Dm dengan gpdo (sroke-cva)

Dm pro amputasi

Dm dan infark miokard akut

Semuadm rawat-inap dengan glukosa dara>250 mg/dl (agar npe dapat dimulai)

Regulasicepat intravena :menggunakanrumus minus-satudanrumus kali dua.


Regulasicepat subkutan :hanyamenggunakanrumus kali-dua.