Anda di halaman 1dari 11

BAB I

UJI ANION

1.1.Judul Percobaan:

Uji anion

1.2.Tujuan :

Untuk mengetahui jenis anion yang terdapat dalam suatu larutan

melalui perubahan terjadinya akibat reaksi kimia.

1.3.Alat dan Bahan :

1.3.1.Alat :

Tabung reaksi

Rak tabung

Pipet tetes

Gelas ukur

Breaker

Serbet dan tisu gulung

1
1.3.2.Bahan :

Larutan H2SO4

Larutan CuSO4

Larutan Na3Aso4

Larutan BaCl2

Larutan NaCo3

Larutan K2CrO4

Larutan CHCl3

Larutan NaCl

Larutan KI

Larutan HCl

1.4.Prosedur Percobaan

Untuk anion sulfat.Ambil 10 ml larutan BaCl2 (Barium klorida),masukkan

kedalam tabung reaksi,kemudian tambahkan 5 ml larutan asam sulfat

(H2So4).Amati apa yang terjadi.

Untuk anion karbonat.Ambil 10 ml larutan Na2CO3 (Natrium karbonat)

masukkan kedalam tabung reaksi,kemudian tambahkan 10 ml larutan

CuSO4.Amati apa yang terjadi.

2
Untuk anion kromat.Ambil 10 ml larutan K2CrO4 (Kalium kromat) masukkan

kedalam tabung reaksi,kemudian tambahkan 10 ml larutan BaCl2 (Asam

slufbarium klorida).Amati apa yang terjadi.

Untuk anion asetat.Ambil 5 ml larutan Na3AsO4 (Natrium asetat) masukkan

kedalam tabung reaksi,kemudian tambahkan 2 ml larutan BaCl2.Tambahkan

larutan KI lalu diaduk.Amati apa yang terjadi.

Untuk anion klorida.Ambil 10 ml larutan NaCl (Natrium klorida) masukkan

kedalam tabung reaksi.Kemudian tambahkan 6-10 ml tetes larutan asam sulfat

(H2SO4).Amati apa yang terjadi.

3
BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Konsep Dasar Anion

Dalam kimia analisis kuantitatif dikenal suatu cara untuk menentukan ion

(kation/anion) tertentu dengan menggunakan pereaksi selektif dan spesifik. Pereaksi

selektif adalah pereaksi yang memberikan reaksi tertentu untuk satu jenis

kation/anion tertentu. Dengan menggunakan pereaksi-pereaksi ini maka akan terlihat

adanya perubahan-perubahan kimia yang terjadi, misalnya terbentuk endapan,

terjadinya perubahan warna, bau dan timbulnya gas.

Reaksi identifikasi yang lebih sederhana dikenal sebagai reaksi spesifik untuk

golongan tertentu. Reaksi golongan untuk anion golongan III adalah AgNO3 yang

hasilnya adalah endapan coklat merah bata.

Pada anion, istilah yang perlu dipakai adalah gugus lain yang terikat pada ion logam,

yang dikelompokkan sebagai berikut :

1. Anion sederhana seperti O2, F2, CN-

2. Anion okso diskret seperti NO3- dan SO42-

3. Anion polimer okso seperti silikat atau fosfat kondensi

Anion kompleks halida seperti anion kompleks berbasa banyak seperti oksalat

misalnya (CO(C2O4)3)3- dan anion oksa dari oksigen.

4
Klorat, Bromat dan iodat merupakan ion yang bipiramidal yang terutama

dijumpai pada garam lokal alkali. Anion okso logam transisi jarang digunakan, yang

paling dikenal adalah kalium permanganat (KMnO4) dan kromat (CrO4) atau dikenal

sebagai pengoksida.

Kimia analisis dapat dibagi dalam 2 bidang, yaitu analisis kualitatif dan

analisis kuantitatif. Analisis kualitatif membahas tentang identifikasi zat-zat.

Urusannya adalah unsur atau senyawa apa yang terdapat dalam suatu sampel.

Sedangkan analisis kuantitatif berurusan dengan penetapan banyaknya satu zat

tertentu yang ada dalam sampel .

Anion berinti banyak dijumpai pada anion okso yang berinti 2, 3 atau 4 atom

oksigen yang terikat pada atom inti dan menghasilkan atom deskret. Namun

demikian, mungkin hanya terdiri dari 2 atom oksigen dan menghasilkan ion dengan

jembatan oksigen seperti ion bikarbonat yang terbentuk dari CrO4 yang diasamkan.

Metode untuk mendeteksi anion tidaklah sistematik seperti pada metode untuk

mendeteksi kation. Sampai saat ini belum pernah dikemukakan suatu skema yang

benar-benar memuaskan, yang memungkinkan pemisahan anion-anion yang umum ke

dalam golongan utama, dan dari masing-masing golongan menjadi anggota golongan

tersebut yang berdiri sendiri. Pemisahan anion-anion ke dalam golongan utama

tergantung pada kelarutan garam pelarutnya. Garam kalsium, garam barium, dan

garam zink ini hanya boleh dianggap berguna untuk memberi indikasi dari

keterbatasan-keterbatasan metode ini. Skema identifikasi anion bukanlah skema yang

kaku, karena satu anion termasuk dalam lebih dari satu sub golongan.

5
Untuk memudahkan menganalisa anion, diusahakan dulu dalam bentuk

senyawa yang mudah larut dalam air. Umumnya garam-garam natrium mudah larut

dalam garam karbonat dari logam-logam berat sukar larut dalam air, sehingga apabila

zat yang akan dianalisa berupa zat yang sukar larut atau memberi endapan dengan

Na2CO3, maka dibuat dahulu berupa ekstrak soda, kemudian dipisahkan dari endapan

yang mengganggu tersebut.

Analisa kualitatif menggunakan dua macam uji, reaksi kering dan reaksi

basah. Reaksi kering dapat diterapkan untuk zat-zat padat dan reaksi basah untuk zat

dalam larutan. Reaksi kering ialah sejumlah uji ynag berguna dapat dilakukan dalam

keadaan kering, yakni tanpa melarutkan contoh. Petunjuk untuk operasi semacam

ialah pemanasan, uji pipa tiup, uji nyala, uji spektroskopi dan uji manik. Reaksi basah

ialah uji yang dibuat dengan zat-zat dalam larutan. Suatu reaksi diketahui

berlangsung dengan terbentuknya endapan, dengan pembebasan gas dan dengan

perubahan warna. Mayoritas reaksi analisis kualitatif dilakukan dengan cara basah.

Analisa anion adalah analisa yang bertujuan untuk menganalisa adanya ion

dalam sampel. Sedangkan analisa kualitatif dilakukan untuk mengetahui jenis unsur

atau ion yang terdapat dalam suatu sampel. Jadi, analisa anion secara kualitatif

merupakan analisa yang dilakukan untuk mengetahui adanya anion serta jenis anion

apa saja yang terdapat dalam suatu sampel.

Anion merupakan ion bermuatan negtif. Dalam analisa anion dikenal adanya

analisa pendahuluan yang meliputi analisa kering dan analisa basah. Analisa kering

meliputi pemeriksaan organoleptis (warna, bau, rasa) dan pemanasan. Analisa basah

6
adalah analisa dengan melarutkan zat-zat dalam larutan. Analisa basah meliputi

pemeriksaan kelarutan dalam air, reaksi pengendapan, filtrasi atau penyaringan, dan

pencucian endapan. Dalam analisa anion juga ada uji anion saling mengganggu, misal

Co3 2- dan SO32-, NO3- dan NO2-, dll.

2.2. SifatSifat Anion

1. Sifat Asam Basa

Garamgaram larut dalam air yang mengandung kation basa kuat bila

bekombinasi dengan anion dari asam lemah menghasilkan larutan yang bersifat basa

Bronsted Lowry yang kuat dan menghasilkan larutan yang bersifat basa.

2. Sifat Redoks

Kelompok anion, sebagian bersifat oksidator sehingga bersifat reduktor sebagian

lain sifat oksidatornya tergantung pada suasana larutan asam.

3. Kesetimbangan Redoks

Reaksi pengendapan mengandung nilai yang sangat berarti bagi analisis anion.

Beberapa anion dengan ion barium (Ba2+) yang digunakan sebagai uji spesifik dari

anion tertentu didasarkan pada nilai kelarutannya.

7
2.3. Golongan Anion

Umumnya anion dibagi menjadi 3 golongan, yaitu:

a. golongan sulfat : SO42-, SO32-, PO43-, Cr2O42-, BO2-, CO32-, C2O42-,AsO43-

b. golongan halida : Cl-, Br-, I-, S2-

c. golongan nitrat : NO3-, NO2-,C2H3O2-.

Garam BaSO4, BaSO3, Ba2(PO4)3, BaCr2O4, Ba(BO2)2, BaCO3, BaC2O4,

Ba3(AsO4)2 tidak larut dalam air kondisi basa, sedangkan garam barium anion lainnya

mudah larut. Berdasarkan sifat tersebut maka pemisahan dan identifikasi untuk

golongan sulfat dapat dilakukan dengan. penambahan pereaksi BaCl2. Kecuali barium

kromat yang berwarna kuning, garam barium lainnya berwarna putih.

Jika larutan sampel diasamkan dengan asam nitrat dan ditambahkan perak

nitrat maka hanya golongan anion halida yang akan mengendap sebagai garam perak,

yaitu: AgCl (putih), AgBr (kuning), AgI (kuning muda), Ag2S (hitam). Anion yang

tidak menunjukkan uji yang positif untuk kedua golongan diatas kemungkinan

mengandung anion golongan nitrat. Jika sampel Jika larutan sampel diasamkan

dengan asam nitrat dan ditambahkan perak nitrat maka hanya golongan anion halida

yang akan mengendap sebagai garam perak, yaitu: AgCl (putih), AgBr (kuning),

AgI (kuning muda), Ag2S (hitam).

8
BAB III

HASIL DAN PENGAMATAN

3.1.Hasil Pengamatan

Nama Bau Warna Gas Endapan


Larutan

BaCl2+ Ada Putih keruh Tidak ada Tidak ada


H2SO4

Na2CO3+ Tidak ada Bening Tidak ada Tidak Ada


CuSO4

K2CrO4+ Ada Kuning keruh Tidak ada Ada


BaCl2

Na3AsO4 + Ada Bening keruh Tidak ada Ada


BaCl2 + KI

NaCl+ Ada Bening Tidak ada Tidak ada


H2So4

9
BAB IV

KESIMPULAN

4.1.Kesimpulan

Bahwa dari setiap percobaan reaksi kimia yang dilakukan ada yang

mengalami perubahan seperti perubahan pada warna,gas,bau dan endapan tetapi ada

juga reaksi kimia yang tidak mengalami perubahan atau tetap pada seperti sebelum

dan sesudah reaksi.

Seperti dalam percobaan reaksi ke 2 dan ke 3 terlihat jelas perubahan reaksi

kimia setelah direaksikan seperti perubahan warna.

10
DAFTAR PUSTAKA

http://thenhyun.blogspot.com/2013/01/contoh-laporan-kimia-analitik-anion.html

http://satriyasaputra.blogspot.com/2013/03/praktikum-pengenalan-anion_30.html

http://selerelan07.wordpress.com/2011/11/08/4/

http://sesaat-fajar29.blogspot.com/2012/03/laporan-kimia-dasar-1-anion.html

http://edismansa.wordpress.com/2012/01/27/anion/

http://labkd.blog.ugm.ac.id/2008/10/08/hello-world/

11

Anda mungkin juga menyukai