Anda di halaman 1dari 4

MUNTAH

RSUD Pambalah Batung Amuntai

No. Dokumen No. Revisi


2

Diperiksa Oleh :
Disusun Oleh :
Direktur Medik dan
KSM Kesehatan Anak
Standar Keperawatan
Tanggal Terbit
Pelayanan Ditetapkan Oleh :
05 Juli 2017
Medik Direktur Utama

dr. H. Agus Fidliansyah


NIP. 19720801 200212 1 006

Tujuan Memberikan panduan mengenai penegakan diagnosis,


penatalaksanaan muntah pada anak

Membantu para dokter, perawat penanggung jawab, dan bagian


administrasi rumah sakit dalam menentukan audit klinik.
Populasi Target Pasien anak (usia 0-18 tahun) yang menderita muntah
Isi Standar
a. Uraian standar Istilah yang sering dibahas sehubungan dengan muntah adalah
nausea, retching, regurgitasi, dry heaves, muntah proyektil,
hematemesis, coffee-ground emesis, stercoraceous vomiting, bilious
vomiting.

b. Pengertian Muntah adalah suatu gejala yang merupakan manifestasi dari


berbagai kelainan atau penyakit termasuk saluran cerna dan organ
lain. Muntah pada anak, terutama bayi harus dibedakan dengan
regurgitasi yaitu pengeluaran isi lambung secara ekspulsi tanpa
kekuatan.

Penyebab tersering muntah adalah keadaan refluks, gastroenteritis,


infeksi saluran kemih. Penyebab yang lain adalah kenaikan tekanan
intrakranial, metabolik, obat-obatan, infeksi seperti otitis media,
sepsis, pneumonia, pertusis dan kasus bedah seperti hipertrofi
pilorus stenosis, intususepsi, apendisitis, dan lain-lain. Topik ini
tidak membahas mendalam tentang muntah siklik, hematemesis,
ataupun muntah bilous
c. Gejala dan Tanda Tanda-tanda dehidrasi
Gejala penyerta muntah:
- Nyeri abdomen
- Ada tidaknya tanda peningkatan tekanan intrakranial
- Gejala sistem saraf pusat seperti nyeri kepala, pandangan
kabur, perubahan status mental, dan kaku kuduk oleh mual.
- Vertigo dan tinitus
- Adanya massa pilorus pada epigastrium
- Nyeri tekan abdomen
d. Pemeriksaan klinis Evaluasi status dehidrasi
Pelacakan etiologi:
- Nyeri abdomen yang menyertai muntah bisa disebabkan oleh
ulserasi, obstruksi --usus. Muntah akan meredakan rasa nyeri
dan mual pada ulserasi dan obstruksi saluran cerna, tapi tidak
berpengaruh terhadap nyeri akibat peradangan.
- Defisit neurologis dan tanda peningkatan tekanan intrakranial
merupakan indikasi --adanya proses intrakranial sebagai
penyebab muntah.
- Gejala sistem saraf pusat seperti nyeri kepala, pandangan
kabur, perubahan status --mental, dan kaku kuduk,
merupakan tanda lesi intrakranial. Muntah pada lesi saraf
pusat dapat tidak didahului oleh mual.
- Vertigo dan tinitus menyertai penyakit pada telinga/labirin.
- Adanya massa pilorus pada epigastrium --(olive sign)
merupakan tanda hypertrophic pyloric stenosis.
- Nyeri tekan abdomen bisa disebabkan oleh proses inflamasi
dalam rongga perut, --seperti pankreatitis, kolesistitis, atau
peritonitis.
- Pemeriksaan colok dubur dilakukan pada kecurigaan
apendisitis dan --Hirschsprung disease. Pemeriksaan colok
dubur pada Hirschprungs disease ditandai oleh ampula rekti
yang kosong, dan feses yang menyemprot
e. Pemeriksaan - Sangat spesifik tergantung pemeriksaan-pemeriksaan
penunjang dan sebelumnya:
atau khusus - Work up sepsis: kultur darah, urin, CRP, dan lain-lain
- Pelacakan adanya gangguan metabolik: analisis gas darah,
ammonia, dan lain-lain
- Pemeriksaan laboratorium, meliputi:
Pemeriksaan elektrolit
Bilirubin dan transaminase hepar pada kasus yang dicurigai
hepatitis
Urinalisis apabila dicurigai infeksi saluran kemih
Amilase dan lipase darah untuk menegakkan pankreatitis
Pemeriksaan cairan serebrospinal pada kasus infeksi
intrakranial
- Pemeriksaan radiologis terutama dibutuhkan untuk kasus bedah,
meliputi:
Foto polos abdomen untuk melihat gambaran udara usus.
Foto abdomen dengan kontras sesuai indikasi
Ultrasonografi
Endoskopi mungkin diperlukan untuk kasus muntah yang
disebabkan oleh gastritis atau ulkus.
f. Kriteria diagnosis Muntah adalah ekspulsi paksa dari isi lambung.
Retching adalah spasme otot pernapasan sebelum terjadi
emesis/muntah.
Dry heaves atau non-productive vomiting adalah retching tanpa
pengeluaran isi lambung.
Muntah proyektil adalah muntah dengan kekuatan tanpa
didahului nausea, berhubungan dengan peningkatan tekanan
intrakranial.
Hematemesis adalah muntah disertai darah segar.
Coffee-ground emesis adalah muntah disertai darah lama atau
hitam.
Stercoraceous vomiting adalah muntah yang terdiri dari material
feses disebabkan adanya obstruksi intestinal.
Billous vomiting/muntah hijau menunjukkan adanya empedu
dalam cairan muntah.
g. Diagnosis Sebelum melacak etiologi muntah yang penting dikerjakan pada saat
pasien datang adalah menilai status dehidrasinya dan melihat
komplikasi yang terjadi. Ada 2 hal yang harus diperhatikan dalam
upaya pendekatan etiologi adalah pola waktu dan usia anak.
h. Diagnosis banding Infeksi: sepsis, meningitis, infeksi saluran kemih
Obstruksi saluran pencernaan (kasus bedah): Hypertrophic
pyloric stenosis, inguinal hernia, Hirschprung disease,
intususepsi
Ganguan gastrointestinal: enterokolitis nekrotikans, gastritis,
pankreatitis, hepatitis
Gangguan neurologi: hematoma, cedera kepala, hidrosefalus,
neoplasma, migrain.
Gangguan metabolik/endokrin: DM, uremia, intokasi makanan
i. Penatalaksanaan Pelacakan etiologi
Dukungan nutrisi
Terapi medikamentosa: obat antimuntah.
Yang termasuk obat antimuntah yaitu:
- Dopamin-antagonist: domperidon dan metoklopramid
- Anti-histamin: prometazin
- Serotonin 5- HT3 antagonist: ondansetron
Obat antimuntah tidak selalu dianjurkan terutama pada
gastroenteritis akut karena dapat menimbulkan masking effect pada
kelainan yang serius serta adanya efek samping yang tidak
diinginkan, misalnya letargi, gerakan ekstrapiramidal dan efek
samping yang sering dihubungkan dengan sindrom Reye.
Antimuntah dapat diberikan untuk mengurangi efek samping obat
anti-neoplasma. Biasanya digunakan ondansetron intravena dengan
dosis 0,15 mg/kgBB, diberikan setiap 8 jam secara perlahan dalam
15 menit, maksimal 24-32 mg/hari. Ondansetron dapat juga
diberikan secara oral dengan dosis 0,1-0,2 mg/kgBB diberikan
setiap 6-12 jam.
j. Pemantauan Awasi tanda-tanda dehidrasi
Rawat inap jika ada indikasi

Indikasi rawat
Dehidrasi berat
Muntah bedah (muntah akibat kelainan bedah)
Muntah yang belum diketahui sebabnya
k. Komplikasi Dehidrasi berat
Peritonitis
Gangguan elektrolit
l. Prognosis Tergantung dari kausa muntah
m. Daftar Pustaka 1. Alhashimi D, Alhashimi H, Fedorowicz. Antiemetics for
reduced vomiting related to acute gastroenteritis 1. in children
and adolescent. The Cochrane Database of Systematic Reviews
2009. Issue 2. Art. No.: CD005506. DOI:
10.1002/14651858.CD005506.pub4.
2. Flake ZA, Scalley RD, Bailey AG. Practical selection of
antiemetics. Am Fam Physician. 2004;69:1169-2. 76.
3. Freedman SB, Adler M, Seshadri R, Powell EC. Oral
ondansetron for gastroenteritis in a pediatric 3. emergency
department. N Engl J Med. 2006; 354:1698-705.
4. Gralla RJ, Osoba D, Kris MG, Kirkebride P, Hesketh PJ,
Chinnery Lw. Recommendations for the use of 4. antiemetics:
evidence-based, clinical practice guidelines. J Clin Oncol.
1999;17:2971-94.
5. Murray KF, Christie DL. Vomiting. Pediatr Rev. 1998;19:337.5.
6. Ramos AG, Tuchman DN. Persistent vomiting. Pediatr Rev.
1994;15:24-31.6.
7. Reddymasu S, Soykan I, McCallum RW. Domperidone: Review
of pharmacology and clinical applications 7. in
gastroenterology. Am J Gastroenterol. 2007;102:203645.
8. Reeves JJ, Shannon MW, Fleisher GR. Ondansetron decreases
vomiting associated with acute 8. gastroenteritis: A randomized,
controlled trial. Pediatrics. 2002;109;e62.