Anda di halaman 1dari 9

SATUAN ACARA PENYULUHAN

METODE AMENORE LAKTASI (MAL)

Dosen Pembimbing : Oktaviani, M.Keb.

Disusun Oleh :

FRISCA TRIA TITAH

NIM: PO. 62. 24. 2. 14. 054

Kelas: REGULER XVI

PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

POLTEKKES KEMENKES PALANGKARAYA


2016

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

Topik : METODE AMENORE LAKTASI


Sasaran : Ibu Hamil, Ibu Nifas, dan Ibu Menyusui
Hari/tanggal : Senin, 11 Januari 2016
Jam : Pukul 08.00 09.30 WIB
Waktu : 30 Menit
Penyuluh : Frisca Tria Titah
Tempat : Ruang Belajar 2 Kampus A POLTEKKES KEMENKES
PALANGKARAYA

I. Tujuan Instruksional Umum


Setelah mengikuti penyuluhan ini, diharapkan ibu hamil, ibu nifas dan
ibu menyusui mengetahui dan memahami mengenai tentang
pentingnya metode kontrasepsi sementara yang mengandalkan
pemberian Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif yang di maksud dengan
metode kontrasepsi yang alamiah(KBA) dan tidak di kalaborasi
dengan kontrasepsi yang lainnya.
Tujuan Instruksional Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan ini diharapkan ibu hamil, ibu nifas dan
ibu menyusui mengetahui dan memahami tentang:
1. Pengertian Metode Amenora Laktasi
2. Menyebutkan Metode Amenore Laktasi dapat di pakai sebagai alat
kontrasepsi
3. Apa manfaat dan kekurangan dari Metode Amenore Laktasi
II. Materi
1. Pengertian Media Penyuluhan Metode Amenore
Laktasi
2. Manfaat Metode Amenore Laktasi memberikan manfaat
kontrasepsi maupun non kontrasepsi
3. Apa manfaat dan kekurangan Metode Amenore Laktasi
4. Yang dapat menggunanakan MAL dan yang tidak dapat
menggunakan MAL
5. Keadaan yang memerlukan perhatian
6. Langkah-langkah penentuan pemakaian KB MAL
III. Media
1. SAP
2. PPT
3. Proyektor atau LCD
4. Leaflet
IV. Metode Penyuluhan
1. Ceramah
2. Tanya Jawab
V. Susunan Proses Pelaksanaan Penyuluhan

NO Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta


1 5 menit Pembukaan :
Memberi Salam - Menjawab Salam
Memperkenalkan diri - Mendengarkan
Menjelaskan tujuan pembelajaran - Mendengarkan

Melakukan kontrak penyuluh - Berpartisipasi


2 20 Kegiatan Penyuluhan :
menit Mempresentasikan materi. - Menyimak dan
Pengertian MAL Memperhatikan
Manfaat Metode Amenore Laktasi
-Mengajukan pertanyaan
memberikan manfaat kontrasepsi
- Mendengarkan
maupun non kontrasepsi
Apa manfaat dan kekurangan
Metode Amenore Laktasi
Yang dapat menggunanakan MAL
dan yang tidak dapat menggunakan
MAL
Keadaan yang memerlukan
perhatian
Langkah-langkah penentuan
pemakaian KB MAL
3 5 menit Evaluasi :
Memberikan pertanyaan kepada
audien.
Menyimpulkan materi.
Salam penutup

VI. Evaluasi
1. Evaluasi struktur
SAP dan materi sudah disiapkan
Media (PPT/Power Point dan Leaflet) sudah dipersiapkan
Waktu dan tempat sudah disiapkan
2. Evaluasi proses
Audiens aktif
Proses penyajian sesuai waktu
Media digunakan sesuai dengan kebutuhan
Penyaji melakukan kegiatan sesuai dengan perannya
Di akhir kegiatan sudah di evaluasi hasil kegiatan

MATERI PENYULUHAN
METODE AMENORE LAKTASI

Metode Amenorea Laktasi (MAL) atau Lactational Amenorrhea Method (LAM)


adalah metode kontrasepsi sementara yang mengandalkan pemberian Air Susu
Ibu (ASI) secara eksklusif, artinya hanya diberikan ASI saja tanpa tambahan
makanan dan minuman lainnya. Metode Amenorea Laktasi (MAL) atau
Lactational Amenorrhea Method (LAM) dapat dikatakan sebagai metode
keluarga berencana alamiah (KBA) atau natural family planning, apabila tidak
dikombinasikan dengan metode kontrasepsi lain.

Meskipun penelitian telah membuktikan bahwa menyusui dapat menekan


kesuburan, namun banyak wanita yang hamil lagi ketika menyusui. Oleh karena
itu, selain menggunakan Metode Amenorea Laktasi juga harus menggunakan
metode kontrasepsi lain seperti metode barier (diafragma, kondom,
spermisida), kontrasepsi hormonal (suntik, pil menyusui, AKBK) maupun IUD.
Metode Amenorea Laktasi (MAL) dapat dipakai sebagai alat kontrasepsi,
apabila:

1. Menyusui secara penuh (full breast feeding), lebih efektif bila diberikan
minimal 8 kali sehari.
2. Belum mendapat haid.

3. Umur bayi kurang dari 6 bulan.

I. Manfaat
Metode Amenorea Laktasi (MAL) memberikan manfaat kontrasepsi maupun non
kontrasepsi.

a. Manfaat Kontrasepsi
Manfaat kontrasepsi dari MAL antara lain:
Efektifitas tinggi (98 persen) apabila digunakan selama enam bulan
pertama setelah melahirkan, belum mendapat haid dan menyusui
eksklusif.

Dapat segera dimulai setelah melahirkan.

Tidak memerlukan prosedur khusus, alat maupun obat.

Tidak memerlukan pengawasan medis.

Tidak mengganggu senggama.

Mudah digunakan.

Tidak perlu biaya.

Tidak menimbulkan efek samping sistemik.

Tidak bertentangan dengan budaya maupun agama.

b. Manfaat Non Kontrasepsi


Manfaat non kontrasepsi dari MAL antara lain:

Untuk bayi
Mendapatkan kekebalan pasif.
Peningkatan gizi.

Mengurangi resiko penyakit menular.


Terhindar dari keterpaparan terhadap kontaminasi air, susu formula
atau alat minum yang dipakai.

Untuk ibu

Mengurangi perdarahan post partum/setelah melahirkan.


Membantu proses involusi uteri (uterus kembali normal).

Mengurangi resiko anemia.

Meningkatkan hubungan psikologi antara ibu dan bayi.

II. Keterbatasan/kekurangan
Metode Amenorea Laktasi (MAL) mempunyai keterbatasan antara
lain:

1. Memerlukan persiapan dimulai sejak kehamilan.

2. Metode ini hanya efektif digunakan selama 6 bulan setelah melahirkan,


belum mendapat haid dan menyusui secara eksklusif.

3. Tidak melindungi dari penyakit menular seksual termasuk Hepatitis B


ataupun HIV/AIDS.

4. Tidak menjadi pilihan bagi wanita yang tidak menyusui.

5. Kesulitan dalam mempertahankan pola menyusui secara eksklusif.

III. YANG DAPAT MENGGUNAKAN MAL


Metode Amenorea Laktasi (MAL) dapat digunakan oleh wanita yang ingin menghindari
kehamilan dan memenuhi kriteria sebagai berikut:
1. Wanita yang menyusui secara eksklusif.

2. Ibu pasca melahirkan dan bayinya berumur kurang dari 6 bulan.

3. Wanita yang belum mendapatkan haid pasca melahirkan.

Wanita yang menggunakan Metode Amenorea Laktasi (MAL), harus menyusui


dan memperhatikan hal-hal di bawah ini:

1. Dilakukan segera setelah melahirkan.


2. Frekuensi menyusui sering dan tanpa jadwal.

3. Pemberian ASI tanpa botol atau dot.


4. Tidak mengkonsumsi suplemen.

5. Pemberian ASI tetap dilakukan baik ketika ibu dan atau bayi sedang sakit.

IV. YANG TIDAK DAPAT MENGGUNAKAN MAL


Metode Amenorea Laktasi (MAL) tidak dapat digunakan oleh:
1. Wanita pasca melahirkan yang sudah mendapat haid.

2. Wanita yang tidak menyusui secara eksklusif.

3. Wanita yang bekerja dan terpisah dari bayinya lebih dari 6 jam.

4. Wanita yang harus menggunakan metode kontrasepsi tambahan.

5. Wanita yang menggunakan obat yang mengubah suasana hati.

6. Wanita yang menggunakan obat-obatan jenis ergotamine, anti


metabolisme, cyclosporine, bromocriptine, obat radioaktif, lithium atau
anti koagulan.
7. Bayi sudah berumur lebih dari 6 bulan.

8. Bayi yang mempunyai gangguan metabolisme.

Metode Amenorea Laktasi (MAL) tidak direkomendasikan pada kondisi ibu yang
mempunyai HIV/AIDS positif dan TBC aktif. Namun demikian, MAL boleh
digunakan dengan pertimbangan penilaian klinis medis, tingkat keparahan
kondisi ibu, ketersediaan dan penerimaan metode kontrasepsi lain.

V. KEADAAN YANG MEMERLUKAN PERHATIAN


Di bawah ini merupakan keadaan yang memerlukan perhatian dalam penggunaan
Metode Amenorea Laktasi (MAL).
Keadaan Anjuran
Ketika mulai pemberian makanan Membantu klien memilih metode
pendamping secara teratur. kontrasepsi lain dan tetap mendukung
pemberian ASI.
Ketika sudah mengalami haid. Membantu klien memilih metode
kontrasepsi lain dan tetap mendukung
pemberian ASI.
Bayi menyusu kurang dari 8 kali sehari. Membantu klien memilih metode
kontrasepsi lain dan tetap mendukung
pemberian ASI.
Bayi berumur 6 bulan atau lebih. Membantu klien memilih metode
kontrasepsi lain dan tetap mendukung
pemberian ASI.

Hal yang perlu diperhatikan oleh ibu dalam pemakaian Metode Amenorea
Laktasi (MAL) agar aman dan berhasil adalah menyusui secara eksklusif selama
6 bulan. Untuk mendukung keberhasilan menyusui dan MAL maka beberapa hal
penting yang perlu diketahui yaitu cara menyusui yang benar meliputi posisi,
perlekatan dan menyusui secara efektif.

VI. Langkah-Langkah Penentuan Pemakaian KB MAL


Di bawah ini merupakan langkah-langkah menentukan dalam menggunakan
kontrasepsi Metode Amenorea Laktasi (MAL).