Anda di halaman 1dari 2

TAHAPAN PROSES PELAPISAN DI PT INDO KIDA PLATING

Proses pelapisan di PT INDO KIDA PLATING dilakukan menggunakan dua jenis


mesin, yaitu mesin hanger (gantung) dan mesin barel. Prinsip dasar dari kedua pelapisan
tersebut sama, hanya terdapat perbedaan dalam penggunaan mesin yang dilakukan untuk
menyesuaikan kondisi sampel yang akan dilapisi. Secara umum, sampel yang dilapisi
menggunakan mesin hanger (gantung) ialah sampel yang berukuran besar. Salah satu
contohnya ialah mur berbentuk U (Gambar 1) yang lebih mudah dilakukan pelapisan
menggunakan mesin hanger (gantung) dibandingkan dengan mesin barel, karena jika
dilakukan dengan mesin barel kondisi pengadukan tidak sempurna sehingga dikhawatirkan
proses plating atau pelapisan tidak berjalan sempurna. Perbedaan lainnya ialah perlakuan
material pada mesin hanger (gantung) menggunakan tahap electro acid, sedangkan pada
mesin barel tidak menggunakan tahap tersebut. Hal ini karena pengadukan pada mesin barel
lebih baik dibandingkan dengan mesin hanger (gantung) pada saat penghilangan karat,
sedangkan pada mesin hanger (gantung) harus dibantu dengan adanya arus listrik untuk
mempermudah penghilangan karat.

Gambar 1 Mur berbentuk U

Tahapan proses pelapisan atau plating yaitu, pretreatment, treatment plating, dan past
treatment. Tahapan pertama yaitu proses pretreatment, terbagi menjadi beberapa tahapan
yang diawali dengan proses degreasing, dimana material (mur atau baut) direndam di dalam
larutan surfaktan (NaOH atau KOH) yang bertujuan untuk membersikan material dari sisa
minyak ataupun oli. Tahapan selanjutnya yaitu electro degreasing, yang memiliki tujuan
sama yaitu untuk menghilangkan minyak atau pun oli, namun dengan penambahan arus
listrik sekitar 6 Volt yang berfungsi untuk membantu proses pembersihan, kemudian
material dibilas dengan air. Tahapan selanjunya ialah electro acid dan acid treatment, yaitu
perendaman material di dalam larutan asam ( H2SO4 dan HCl 33%) yang bertujuan untuk
menghilangkan karat yang terdapat pada permukaan material, kemudian material dicuci
kembali dengan air. Selanjutnya material akan melalui tahapan anodic clean, yaitu
perendaman material di dalam larutan NaOH dan KOH, yang bertujuan untuk menghilangkan
sisa karbon yang terdapat pada permukaan material, agar karbon tersebut tidak mengganngu
proses plating dan juga berfungsi untuk meghilangkan lapisan logam dari hasil acid treatment
dan membuka pori-pori material untuk mempermudah proses plating. Sisa larutan NaOH dan
KOH pada tahap sebelumnya akan dinetralkan melalui perendaman material di dalam larutan
HCl dengan konsentrasi rendah dan kemudian dibilas dengan air.
Tahapan kedua ialah treatment plating, yaitu tahapan perpindahan ion logam dengan
bantuan arus listrik melalui larutan elektrolit sehingga ion logam akan mengendap pada
benda padat yang akan dilapisi. Ion logam tersebut diperoleh dari larutan elektrolit (NaOH
dan Zn). Pengendapan akan terjadi pada katoda atau material, kemudian material dibilas
dengan air dan diaktivasi dengan larutan HNO3, yang bertujuan untuk mengaktifkan
permukaan material dan melepas lapisan oksida setelah proses zinc plating untuk
mempermudah proses cromating, kemudian material tersebut dibilas kembali dengan air.
Tahapan terakhir ialah past treatment yaitu pewarnaan material sesuai dengan warna
permintaan (tri yellow, tri blue, tri black, atau hexa yellow), tahap pembersihan, dan tahap
pengeringan. Pada tahapan plating, terdapat juga proses baking yang dilakukan bergantung
pada permintaan pelanggan. Proses baking dilakukan dengan memanaskan material pada
suhu sekitar 300 C selama 7 jam, yang bertujuan untuk menghilangkan gas-gas hidrogen
yang terdapat pada material sehingga material bersifat lebih kuat.