Anda di halaman 1dari 39

LAPORAN KERJA PRAKTEK

PERANCANGAN MANAJEMEN BANDWITH MENGGUNAKAN


MIKROTIK ROUTER OS PADA YAYASAN MAHABBATUL HAQ

Diajukan sebagai salah satu syarat


Untuk memperoleh gelar kesarjanaan pada
Program Studi Sistem Informasi
Fakultas Ilmu Komputer Jenjang Pendidikan Strata 1

Oleh :
Nama : Bobby Afri Setiawan
NPM : 1331117

JURUSAN SISTEM INFORMASI


FAKULTAS ILMU KOMPUTER
UNIVERSITAS INTERNASIONAL BATAM
2016
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Kebutuhan akan akses internet dewasa ini sangat tinggi, baik untuk mencari

informasi, artikel, pengetahuan terbaru atau bahkan hanya untuk chating. Untuk

mengetahui pemakaian data yang keluar masuk dari pengunjung atau sekedar

mendownload halaman website ke PC-nya, atau meng-upload gambar/file dan

sebagainya oleh anda atau penyedia jasa layanan internet bisa menggunakan

Bandwidth Management. Bandwidth adalah banyaknya data dalam satuan bits per

second yang dapat ditranmisikan lewat sebuah medium jaringan dalam satu satuan

waktu (Tanenbaum, 2003). Pembagian bandwidth atau dengan kata lain memanage

bandwidth pada setiap host/user adalah satu bagian yang penting untuk dilakukan bagi

penyedia layanan internet.

Bandwidth limiter dengan menggunakan mikrotik os adalah salah satu bentuk

management bandwidth yang sangat mudah dan efisien digunakan oleh setiap penyedia

layanan jasa internet karena dengan menggunakan bandwidth limiter setiap host/user

akan mendapatkan bandwidth dengan kadar atau ukuran yang sama tanpa mengganggu

bandwidth dari user/host yang lain.

Mikrotik adalah salah satu vendor baik hardware dan software yang menyediakan

fasilitas untuk membuat router. Salah satunya adalah Mikrotik Router OS, ini adalah
Operating system yang khusus digunakan untuk membuat sebuah router dengan cara

menginstalnya ke komputer. Fasilitas atau tools yang disediakan dalam Mikrotik

Router OS sangat lengkap untuk membangun sebuah router yang handal dan stabil.

Definisi router itu sendiri adalah sebuah alat jaringan komputer yang mengirimkan

paket data melalui sebuah jaringan atau Internet menuju tujuannya, melalui sebuah

proses yang dikenal sebagai routing. Router berfungsi sebagai penghubung antar dua

atau lebih jaringan untuk meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya.

Begitupula dengan bandwidth limiter dengan menggunakan mikrotik os, dimana

jasa warnet atau apa saja yang melayani jasa jaringan (internet) mengetahui bahwa

sebuah bandwidth adalah bagian terpenting dari sebuah jaringan, oleh karena itu besar

bandwdith atau manajemen bandwidth sangat diperhitungkan demi terciptanya akses

yang cepat dan fleksibel.

Dari Pemaparan diatas, maka dapat ditarik kesimpulan untuk menangani

pengaturan bandwidth yang terdapat di Yayasan Mahabbatul Haq agar dapat

memaksimalkan/mengoptimalkan penggunaan bandwidth sesuai dengan kebutuhan

setiap user/client. Penulis telah mengangkat judul laporan kerja praktek :

PERANCANGAN MANAJEMEN BANDWITH MENGGUNAKAN

MIKROTIK ROUTER OS PADA YAYASAN MAHABBATUL HAQ.


1.3 Rumusan Masalah

Adapun rumusan permasalahan yang didapati pada Yayasan Mahabbatul Haq dalam

perancangan Manajemen Bandwith adalah sebagai berikut:

1. Bagaimana membangun PC router dengan sistem operasi Mikrotik?

2. Bagaimana cara menkonfigurasi memanajemen bandwidth dengan router

Mikrotik agar memaksimalkan penggunaan internet di Yayasan Tanjung Uma?

BATASAN MASALAH

Batasan masalah pada laporan kerja praktek ini adalah :

1. Penggunaan Mikrotik OS sebagai router jaringan.

2. Konfigurasi bandwidth manajemen menggunakan Mikrotik.

3. Pengelolaan data atau sistem hanya dilakukan oleh Admin/Pihak yang telah
ditentukan oleh Yayasan Mahabbatul Haq.
Tujuan yang ingin dicapai adalah :

Terwujudnya Router Mikrotik yang dapat memanajemen bandwidth yang ada


di Yayasan Mahabbatul Haq agar bandwidth dapat di gunakan dengan
maksimal dan sesuai dengan kebutuhan bandwidth di Yayasan Mahabbatul
Haq.

Manfaat yang diharapkan adalah :

1. Yayasan Mahabbatul Haq dapat menggunakan internet dengan lancar dan


stabil walaupun semua bagian ruangan di Yayasan Mahabbatul haq
menggunakan internet dalam waktu yang bersamaan.
2. Semua bagian ruangan di Yayasan Mahabbatul Haq mendapatkan
bandwidth sesuai dengan kebutuhan koneksi internet guna menyelesaikan
pekerjaan masing-masing bagian ruangan di Yayasan Mahabbatul Haq.

3. Memaksimalkan Bandwidth yang ada di Yayasan Mahabbatul Haq.

4. Membantu admin dalam mengontrol bandwidth yang ada di Yayasan


Mahabbatul Haq.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. JARINGAN KOMPUTER
1. Pengertian Jaringan Komputer
Jaringan komputer adalah sebuah kumpulan komputer, printer dan
peralatan lainnya yang saling terhubung dalam satu kesatuan. Informasi dan
data bergerak melalui kabel-kabel atau tanpa kabel sehingga memungkinkan
pengguna dapat saling bertukar data, mencetak pada printer yang sama dan
bersama-sama menggunakan hardware ataupun software yang terhubung
dengan jaringan. Setiap komputer, printer atau periperal yang terhubung
dengan jaringan disebut node. Sebuah jaringan komputer dapat memiliki
dua, puluhan, ribuan atau bahkan jutaan node.
(http://www.wikipedia.com, 2007).
2. Jenis-Jenis Jaringan Komputer
a. Local Area Network (LAN)
Local Area Network (LAN), adalah jaringan komputer dengan
jangkauan area yang terbatas dan hubungan fisik antar komputer saling
berdekatan. Misalnya jaringan komputer Disebuah kantor,
labolatorium, kampus. LAN seringkali Digunakan untuk
menghubungkan komputer-komputer pribadi dan workstation dalam
kantor suatu perusahaan atau pabrik-pabrik untuk pemakaian bersama
sumber daya dan saling bertukar informasi.
b. Metropolitan Area Network (MAN)
Metropolitan Area Network (MAN), adalah penggabungan dari
beberapa jaringan LAN ke dalam lingkungan area yang lebih besar,
sebagai contoh yaitu : jaringan pada Bank ataupun kantor-kantor
perusahaan yang letaknya berdekatan atau juga sebuah kota dan dapat
dimanfaatkan untuk keperluan pribadi (swasta) atau umum. Pada
dasarnya MAN merupakan versi LAN yang berukuran lebih besar dan
biasanya menggunakan teknologi yang sama dengan LAN. MAN
mampu menunjang data dan suara, bahkan dapat berhubungan dengan
jaringan televisi kabel.
c. Wide Area Network (WAN)
Wide Area Network (WAN), adalah jaringan computer dengan area
geografi yang paling luas, antar negara, antar benua bahkan keluar
angkasa.. WAN terdiri dari kumpulan mesin-mesin yang bertujuan
untuk menjalankan program-program pemakai.
d. Jaringan Nirkabel (Tanpa Kabel)
Jaringan Nirkabel adalah jaringan yang tidak menggunakan media
kabel sebagai media penyampaian data. Jaringan nirkabel mengirimkan
data melalui udara menggunakan base stations atau access points, yang
mengirimkan frekuensi radio, yang terhubung ke Ethernet hub atau
server. Dengan berada di area yang telah menyediakan layanan nirkabel,
kita dapat terhubung ke internet menggunakan laptop, PDA, telepon
genggam, atau perangkat nirkabel lain.
Jaringan tanpa kabel merupakan suatu solusi terhadap komunikasi
yang tidak bisa dilakukan dengan jaringan yang menggunakan kabel.
Misalnya orang yang ingin mendapat informasi atau melakukan
komunikasi sedang berada diatas mobil atau pesawat terbang, maka
mutlak jaringan tanpa kabel diperlukan. Hal ini karena koneksi kabel
tidaklah mungkin dibuat di dalam mobil atau pesawat. Saat ini jaringan
tanpa kabel sudah marak digunakan dengan memanfaatkan jasa satelit.
(http://www.ilmukomputer.com, 2008)
3. Perangkat Jaringan Komputer
Baik WAN ataupun LAN memiliki sejumlah perangkat yang
melewatkan aliran informasi data. Penggabungan perangkat tersebut akan
menciptakan infrastruktur WAN ataupun LAN. Perangkat-perangkat
jaringan tersebut adalah :
a. Router
Router adalah sebuah device yang berfungsi untuk meneruskan
paket-paket dari sebuah network ke network yang lainnya (baik LAN ke
LAN atau LAN ke WAN) sehingga host-host yang ada pada sebuah
network bisa berkomunikasi dengan host-host yang ada pada network
yang lain. Jenis Router ada yang diproduksi oleh vendor tertentu (cisco,
juniper, dan seterusnya) atau yang dapat difungsikan menggunakan
komputer (PC Router). ( Alfred Alinazar, 2003)

Gambar 2.1 Router

Pada router terdapat proses seleksi atau routing, dilakukan pada


network layer dari arsitektur komputer. Artinya proses seleksi bukan
pada ethernet address, tetapi pada lapisan yang lebih tinggi yaitu pada
Internet Protocol Address. Jadi fungsi router secara mudah dapat
dikatakan, menghubungkan dua buah jaringan yang berbeda, tepatnya
mengarahkan rute yang terbaik untuk mencapai network yang
diharapkan. Rute-rute yang terbentuk inilah yang kemudian dikenal
dengan istilah routing.
Router berfungsi untuk menghubungkan dua atau lebih network
dan bertugas sebagai perantara dalam menyampaikan data antar-
network. Secara default, router berfungsi membagi-bagi atau memecah
sebuah broadcast domain. Broadcast domain adalah kumpulan dari alat-
alat disebuah segmen network yang menerima semua paket broadcast
yang dikirim oleh alat-alat di segmen tersebut. ( Lammle, Todd.
2004:81)
Router dapat digunakan juga untuk menghubungkan LAN ke
sebuah layanan telekomunikasi seperti halnya telekomunikasi leased
line atau Digital Subscriber Line (DSL). Router digunakan untuk
menghubungkan LAN ke sebuah koneksi leased line seperti T1, atau T3,
sering disebut sebagai access server. Sementara itu, router yang
digunakan untuk menghubungkan jaringan lokal ke sebuah koneksi
DSL disebut juga dengan DSL router. Router-router jenis tersebut
umumnya memiliki fungsi firewall untuk melakukan penapisan paket
berdasarkan alamat sumber dan alamat tujuan paket tersebut, meski
beberapa router tidak memilikinya. Router yang memiliki fitur
penapisan paket disebut juga dengan packet-filtering router. Fungsi
router umumnya memblokir lalu lintas data yang dipancarkan secara
broadcast sehingga dapat mencegah adanya broadcast storm yang
mampu memperlambat kinerja jaringan.
Ada dua jenis router yaitu router dedicated (buatan pabrik) dan
PC router (PC yang memiliki lebih dari satu NIC, dapat dibangun
sendiri).
Sebuah Personal Computer (PC) yang digunakan sebagai router
(Routing) biasanya menggunakan komputer yang menggunakan lebih
dari 1 NIC (Network Interface Card) dengan menggunakan Operating
System yang mendukung untuk dijadikan router dan ditugaskan untuk
menangani tugas sebuah router.
PC router (Personal Computer router) yaitu PC yang berfungsi
sebagai router dengan menjalankan sistem operasi yang memiliki
kemampuan meneruskan paket dari jaringan satu ke jaringan yang lain.
PC router membutuhkan Operating System (OS) dan 2 buah card
network interface (NIC). Jika dalam NIC sudah berada dalam komputer
misalnya onboard, maka cukup menambahkan 1 NIC saja. PC router
membutuhkan software pendukung yang bisa mendukung kerja router
tersebut. Perangkat lunak tersebut misalnya Mikrotik, OS Open BSD,
Squid, dan lain-lain. Konfigurasi yang benar dan sistematis
harus dilakukan agar hasilnya dapat diandalkan.
Keuntungan yang bisa diperoleh jika menggunakan PC Router:
1) Jika digunakan oleh instansi pemerintah atau ISP atau Personal maka
tindakan tersebut merupakan tindakan yang tepat karena telah melakukan
efisiensi besar-besaran. Karena PC Router tidak perlu menggunakan PC
yang memiliki spesifikasi yang terlalu bagus, tidak perlu membeli lagi,
sedangkan OS PC Router tidak perlu membeli yang commercial cukup
menggunakan yang free/open source saja karena kemampuan dan feature
yang open source juga sudah mampu mengalahkan yang commercial dan
Router Hardware ternama.
2) Memiliki kemampuan feature yang luar biasa seperti yang dimiliki
oleh peralatan Router Hardware ternama yang harganya puluhan juta
bahkan ratusan juta rupiah.
3) Kemampuan processing dengan speed yang tinggi karena ditangani
oleh kecepatan processor PC, memori PC, Mainboard PC,
Harddisk PC dan lain-lain. dibandingkan Speed Processor Router
Hardware yang kecepatannya hanya 175 350 MHz saja.
Bandingkan jika menggunakan MainBoard Via Evia Processor
Onboard Cyrix 2,8GHz yang berharga sangat murah.
4) Hardware-nya sangat mudah untuk di-upgrade seperti layaknya
PC.
5) Instalasi yang sangat mudah dan tidak membutuhkan waktu yang
lama . Instalasi dapat menggunakan CD-ROM.
b. NIC ( Network Interface Card )
NIC ( Network Interface Card )adalah kartu jaringan yang berupa
papan elektronik yang akan dipasang pada setiap komputer yang
terhubung pada jaringan. Saat ini, banyak sekali jenis kartu jaringan.
Akan tetapi, ada beberapa hal yang perlu diketahui dari kartu jaringan
seperti tipe kartu, jenis protokol dan tipe kabel yang didukungnya.
Gambar 2.2. Network Interface Card

Dengan perkembangan PC dan mainboard, maka tipe solt dan


expansion slot pun bermacam-macam. Akan tetapi pada modul ini cukup
dibahas mengenai ISA dan PCI. Ketika membeli komputer (khususnya
komputer rakitan), tidak semua slot terisi. Slot yang kosong dapat
digunakan untuk melakukan pemasangan kartu tambahan (mis: kartu
suara, modem internal, atau kartu jaringan). Untuk membedakan slot
ISA dan PCI tidak begitu sulit. Jika casing komputer dibuka, slot ISA
biasanya berwarna hitam, sedangkan PCI berwarna putih. Untuk slot
yang bewarna coklat umumnya adalah slot AGP. Untuk protokol
jaringan, ada beberapa protokol untuk sebuah kartu jaringan seperti
Ethernet, Fast Ethernet, Token Ring, FDDI, dan ATM. Jenis Ethernet
atau Fast Ethernet sering digunakan.
c. Hub
Hub adalah sebuah repeater yang memiliki banyak port (multi
port) yang mendukung kabel twited pair dalam sebuah topologi Star.
Pada jaringan yang umum, sebuah port akan menghubungkan hub
dengan komputer Server. Sementara itu port yang lain digunakan untuk
menghubungkan hub dengan node-node.
Gambar 2.3. Hub

Penggunaan hub dapat dikembangkan dengan mengaitkan suatu


hub ke hub lainnya. Hub tidak mampu menentukan tujuan. Hub hanya
mentrasmisikan sinyal ke setiap line yang terkoneksi dengannya,
menggunakan mode half-duplex.
Hub hanya memungkinkan user untuk berbagi jalur yang sama.
Pada jaringan tersebut, tiap user hanya akan mendapatkan kecepatan
dari bandwith yang ada. Misalkan jaringan yang digunakan adalah
Ethernet 10 Mbps dan pada jaringan tersebut tersambung 10 unit
komputer. Jika semua komputer tersambung ke jaringan secara
bersamaan, maka bandwith yang dapat digunakan oleh masing-masing
user rata-rata adalah 1 Mbps.
d. Bridge (Jembatan)
Bridge, yaitu alat yang berfungsi untuk menghubungkan beberapa
jaringan yang terpisah, untuk jaringan yang sama maupun berbeda.
Bridge memetakan alamat jaringan dan hanya memperbolehkan lalu
lintas data yang diperlukan. Ketika menerima sebuah paket, bridge
menentukan segmen tujuan dan sumber. Jika segmennya sama, maka
paket akan ditolak. Bridge juga dapat mencegah pesan rusak agar tidak
menyebar keluar dari suatu segmen.
e. Switch
Switch adalah gabungan dari Hub dan Bridge yang berfungsi untuk
meneruskan paket data dalam sistem komunikasi data. Switch dapat
beroperasi dengan mode full-duplex dan mampu mengalihkan jalur dan
memfilter informasi ke dan dari tujuan yang spesifik. Keuntungan
menggunakan switch adalah karena setiap segmen jaringan memiliki
bandwith 10 Mbps penuh, tidak terbagi seperti pada hub.

Gambar 2.4. Switch

f. Modem (Modulator/Demodulator)
Modem adalah perangkat untuk mengubah informasi data digital
ke analog atau sebaliknya. Di sisi pengirim, modem mengkonversi sinyal
digital ke dalam bentuk yang sesuai dengan teknologi transmisi untuk
dilewatkan melalui fasilitas komunikas analog atau jaringan telepon
(public telephone line). Di sisi penerima, modem mengkonversi sinyal
ke format digital kembali.

Gambar 2.5. Modem/Demodulator


g. Pengkabel Jaringan
Setiap jenis kabel mempunyai kemampuan dan spesifikasinya
yang berbeda, oleh karena itu dibuatlah pengenalan tipe kabel. Ada dua
jenis kabel yang dikenal secara umum, yaitu twisted pair
(Unshielded Twisted Pair dan Shielded Twisted Pair) dan coaxial cable.
Sedangkan untuk coaxial cable, dikenal dua jenis, yaitu thick coaxial
cable (mempunyai diameter lumayan besar) dan thin coaxial cable
(mempunyai diameter lebih kecil). Untuk penggunaan koneksi
komputer, dikenal 2 buah tipe penyambungan kabel UTP ini, yaitu :
15

1) Straight Cable
Menghubungkan ujung satu dengan ujung lain dengan satu
warna, dalam artian ujung nomor satu merupakan ujung nomor dua
di ujung lain. menjadi masalah, namun ada standard secara
internasional yang digunakan untuk straight cable.

Gambar 2.6 kabel straight

2) Crossover Cable
Menghubungkan pada ujung salah satu pasang straight
kemudian di ujung satunya pada kabel yang sama pasang cross
dengan catatan pin satu dari ujung straight di pasang pada pin ke 3
pada ujung yang akan dijadikan Cross dan pin kedua pada ujung
straight pasang pada pin 6 pada ujung yang akan di jadikan cross.

Gambar 2.7 kabel cross

4. Topologi Jaringan Komputer


Topologi jaringan komputer adalah infrastruktur fisik jaringan
komputer yang digunakan untuk mengimplementasikan LAN. Topologi
tersebut dapat dibedakan menjadi :

a. Topologi BUS
Topologi BUS adalah topologi jaringan komputer yang
menggunakan sebuah kabel utama (backbone) sebagai tulang punggung
jaringan.
Gambar 2.8 Topologi Bus

Keuntungan menggunakan topologi Bus adalah hemat kabel,


layout kabel sederhana serta mudah dikembangkan. Sedangkan
kerugiannya adalah deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil, padatnya
lalu lintas, bila salah satu client rusak maka jaringan tidak bisa
berfungsi, serta diperlukan repeater untuk menguatkan sinyal untuk
pemasangan jarak jauh.

b. Topologi Ring

Topologi Ring adalah topologi jaringan yang berupa ingkaran


tertutup yang berisi node-node. Semua komputer yang saling
tersambung membentuk lingkaran (seperti Bus, tetapi ujung-ujungnya
disambung). Setiap simpul mempunyai tingkatan yang sama. Jaringan
akan disebut sebagai loop. Data dikirimkan kesetiap simpul dan setiap
informasi yang diterima simpul diperiksa alamatnya apakah data itu
untuknya atau bukan.
Keuntungan menggunakan topologi Ring adalah pemeliharaanya
mudah, jarak jangkauan lebih luas daripada Bus, laju data (transfer rate)
tinggi, dapat melayani lalu lintas data yang padat, tidak diperlukan
pengendali pusat (hub/switch), dan komunikasi antar terminal mudah.

Sedangkan kerugiannya adalah penambahan atau pengurangan


terminal sangat sulit, tidak kondusif untuk pengiriman suaradan gambar,
dan kerusakan pada media pegirim dapat menghentikan kerja seluruh
jaringan.
Gambar 2.9 Topologi Ring

c. Topologi Star
Topologi Star adalah topologi jaringan komputer yang
menggunakan concentrator (hub/switch) sebagai pengatur paket data.
Topologi Star memiliki kontrol yang terpusat. Semua link harus
melewati pusat yang menyalurkan data tersebut kesemua simpul atau
client yang dipilihnya. Simpul pusat dinamakan stasiun primer atau
server dan lainnya dinamakan stasiun sekunder atau client server.
Setelah hubungan jaringan dimulai oleh server maka setiap client server
sewaktu-waktu dapat menggunakan hubungan jaringan tersebut tanpa
menunggu perintah dari server.

Gambar 2.10 Topologi Star

Topologi Star merupakan topologi yang paling fleksibel.


Pemasangan atau perubahan stasiun sangat mudah dan tidak
mengganggu bagian jaringan lain. Selain itu juga memiliki
kemudahan dalam pengelolaan jaringan. Kerugian dari topologi ini
diantaranya boros kabel, dan hub atau switch menjadi elemen kritis.

d. Topologi Tree

Topologi Tree adalah kombinasi atau penggabungan dari topologi


Bus dan topologi Star. Dalam topologi ini tidak semua Node mempunyai
kedudukan yang sama. Node yang mempunyai kedudukan tinggi
menguasai node dibawahnya, sehingga Node yang terbawah sangat
tergantung pada Node diatasnya. Penerapan teknologi ini biasa
digunakan pada infrastruktur jaringan LAN antar dua gedung.

Gambar 2.11 Topologi Tree

e. Topologi Mesh
Topologi Mesh adalah topologi jaringan yang semua komputernya
saling terkoneksi satu sama lain, yang penerapanya pada jaringan WAN
(Wide Area Network).
Gambar 2.12 Topologi Mesh

5. Manfaat Jaringan Komputer


a. Sharing Resource ( Berbagi Sumber Daya)
Resource Sharing bertujuan agar seluruh program, peralatan, dan
khususnya data dapat digunakan oleh setiap orang yang ada pada
jaringan komputer tanpa terpengaruhi oleh lokasi resource dan pemakai.

b. Media komunikasi

Jaringan komputer memungkinkan terjadinya komunikasi antar


pengguna, baik untuk teleconference maupun untuk mengirim pesan
atau informasi yang penting lainya. Dengan demikian, orang-orang yang
jaraknya berjauhan akan lebih mudah untuk bekerja sama. Contohnya
adalah pengerjaan sebuah dokumen bersama dari dua tempat yang
berbeda. Hal seperti ini yang dapat membuat kinerja tim menjadi efektif.
c. Integrasi data
Pembangunan jaringan komputer dapat mencegah ketergantungan
pada komputer pusat. Setiap proses data tidak harus dilakukan pada satu
komputer saja, melainkan dapat didistribusikan ke tempat lainnya.
d. Pengembangan dan pemeliharaan
Dengan adanya jaringan komputer, maka pengembangan peralatan
dapat dilakukan dengan mudah, karena adanya kemampuan berbagi
peralatan melalui jaringan. Jaringan komputer juga dapat memudahkan
pemakai dalam merawat hard disk dan peralatan lainnya. Contohnya
untukmemberikan perlindungan terhadap serangan virus. Kemudahan
tersebut disebabkan karena pengguna hanya perlu memusatkan
perhatian pada hard disk yang ada pada server atau komputer pusat.
e. Keamanan data
Sistem jaringan komputer memberikan perlindungan terhadap
data. Jaminan keamanan tersebut diberikan melalui pengaturan hak
akses para pemakai dan password, serta perlindungan terhadap hard disk
sehingga data mendapatkan perlindungan yang efektif.

f. Sumber daya lebih efisien dan informasi yang terkini.


Dengan pembagian sumber daya pada jaringan komputer, maka
pemekai dapat memperoleh hasil maksimal dan kualitas yang tinggi.
Kemudahan pengaksesan juga berakibat pada tingginya kecepatan
pembaharuan informasi yang ada.

B. BANDWIDTH
1. Pengertian Bandwidth
Bandwidth adalah besaran yang menunjukkan seberapa banyak data
yang dapat dilewatkan dalam koneksi melalui sebuah network. Istilah ini
berasal dari bidang teknik listrik, di mana bandwidth yang menunjukkan
total jarak atau berkisar antara tertinggi dan terendah sinyal pada saluran
komunikasi (band). Banyak orang awam yang kadang menyamakan arti dari
istilah Bandwidth dan Data Transfer, yang biasa digunakan dalam internet,
khususnya pada paket paket web hosting. Bandwidth sendiri menunjukkan
volume data yang dapat di transfer per unit waktu.
Sedangkan Data Transfer adalah ukuran lalu lintas data dari website. Lebih
mudah kalau dikatakan bahwa bandwidth adalah rate dari data transfer.
(http://fullcolours.web.id, 2009).
Di dalam jaringan komputer, bandwidth sering digunakan sebagai
suatu sinonim untuk data transfer rate yaitu jumlah data yang dapat dibawa
dari sebuah titik ke titik lain dalam jangka waktu tertentu (pada umumnya
dalam detik). Jenis bandwidth ini biasanya diukur dalam bps (bits per
second). Adakalanya juga dinyatakan dalam Bps (bytes per second). Secara
umum, koneksi dengan bandwidth yang besar/tinggi memungkinkan
pengiriman informasi yang besar seperti pengiriman gambar/images dalam
video presentation. (http://www.channel-11.net, 2005).

2. Jenis - jenis bandwidth


Terdapat dua jenis bandwidth yaitu :
a. Digital Bandwidth
Digital Bandwidth adalah jumlah atau volume data yang dapat
dikirimkan melalui sebuah saluran komunikasi dalam satuan bits per
second tanpa distorsi. (http://fullcolours.web.id, 2009)
b. Analog Bandwith
Analog Bandwidth adalah perbedaan antara frekuensi terendah
dengan frekuensi tertinggi dalam sebuah rentang frekuensi yang diukur
dalam satuan Hertz (Hz) atau siklus per detik, yang menentukan berapa
banyak informasi yang bisa ditransimisikan dalam satu saat.
(http://fullcolours.web.id, 2009)

3. Manajemen Bandwidth
Management Bandwith, adalah suatu alat yang dapat digunakan
untuk management dan mengoptimalkan berbagai jenis jaringan dengan
menerapkan layanan Quality Of Service (QoS) untuk menetapkan tipe-tipe
lalulintas jaringan. sedangkan QoS adalah kemampuan untuk
menggambarkan suatu tingkatan pencapaian didalam suatu sistem komunikasi data.
(http://.sourceforge.net, 2009)

Manajemen Bandwidth adalah pengalokasian yang tepat dari suatu


bandwidth untuk mendukung kebutuhan atau keperluan aplikasi atau suatu layanan
jaringan. Pengalokasian bandwidth yang tepat dapat menjadi salah satu metode
dalam memberikan jaminan kualitas suatu layanan jaringan
QoS = Quality Of Services). (http://overflow.web.id, 2009)
Manajemen Bandwidth adalah proses mengukur dan mengontrol
komunikasi (lalu lintas, paket) pada link jaringan, untuk menghindari mengisi link
untuk kapasitas atau overfilling link, yang akan mengakibatkan kemacetan jaringan
dan kinerja yang buruk.
Maksud dari manajemen bandwidth ini adalah bagaimana kita menerapkan
pengalokasian atau pengaturan bandwidth dengan menggunakan sebuah PC Router
Mikrotik.
Manajemen bandwith memberikan kemampuan untuk mengatur Bandwidth
jaringan dan memberikan level layanan sesuai dengan kebutuhan dan prioritas
sesuai dengan permintaan pelanggan.

C. MIKROTIK

1. Pengenalan Mikrotik

Gambar 2.13 Logo Mikrotik


Mikrotik adalah sistem operasi dan perangkat lunak yang digunakan
untuk memfungsikan komputer sebagai router. PC router tersebut
dilengkapi dengan berbagai fasilitas dan alat, baik untuk jaringan kabel
maupun nirkabel. Mikrotik sekarang ini banyak digunakan oleh ISP,
penyedia hotspot, ataupun oleh pemilik warnet.

Pada standar perangkat keras berbasiskan Personal Computer (PC)


mikrotik dikenal dengan kestabilan, kualitas kontrol dan fleksibilitas untuk
berbagai jenis paket data dan penanganan proses rute atau lebih dikenal
dengan istilah routing. Sedangkan aplikasi yang dapat diterapkan dengan
Mikrotik selain routing adalah aplikasi kapasitas akses (bandwidth),
manajemen, firewall, wireless access point (WiFi), backhaul link, sistem
hotspot, Virtual Privati Network (VPN) server dan masih banyak lainnya.
(http://www.mikrotik.com, 2008).

2. Sejarah Mikrotik

Mikrotik adalah sebuah perusahaan kecil berkantor pusat di Latvia,


bersebelahan dengan Rusia. Pembentukannya diprakarsai oleh John Trully
dan Arnis Riekstins. John Trully adalah seorang berkewarganegaraan
Amerika yang berimigrasi ke Latvia. Di Latvia ia bejumpa dengan Arnis,
seorang sarjana Fisika dan Mekanik sekitar tahun 1995. John dan Arnis
mulai me-routing dunia pada tahun 1996 (misi MikroTik adalah merouting
seluruh dunia). Mulai dengan sistem Linux dan MS-DOS yang
dikombinasikan dengan teknologi Wireless-LAN (WLAN) Aeronet
berkecepatan 2 Mbps di Moldova, negara tetangga Latvia, baru kemudian
melayani lima pelanggannya di Latvia. Prinsip dasar mereka bukan
membuat Wireless ISP (W-ISP), tetapi membuat program router yang
handal dan dapat dijalankan diseluruh dunia. Latvia hanya merupakan
tempat eksperimen John dan Arnis, karena saat ini mereka sudah membantu
negara-negara lain termasuk Srilanka yang melayani sekitar 400 pengguna.
Linux yang pertama kali digunakan adalah Kernel 2.2 yang dikembangkan
secara bersama-sama dengan bantuan 5-15 orang staff

Research and Development (R&D) MikroTik yang sekarang menguasai


dunia routing di negara-negara berkembang. Menurut Arnis, selain staf di
lingkungan MikroTik, mereka juga merekrut tenega-tenaga lepas dan pihak
ketiga yang dengan intensif mengembangkan MikroTik secara maraton.
(http://www.mikrotik.com, 2008).

3. Jenis-jenis Mikrotik

a. MikroTik RouterOS yang berbentuk software. Dapat diinstal pada


kompuetr rumahan (PC).

b. BUILT-IN Hardware MikroTik. Dalam bentuk perangkat keras yang


khusus dikemas dalam board router, yang didalamnya sudah terinstal
MikroTik RouterOS.

4. Fitur fitur Mikrotik

a. Address List : Pengelompokan IP Address berdasarkan nama.

b. Asynchronous : Mendukung serial PPP dial-in / dial-out, dengan

otentikasi CHAP, PAP, MSCHAPv1 dan MSCHAPv2, Radius, dial


on demand, modem pool hingga 128 ports.

c. Bonding : Mendukung dalam pengkombinasian beberapa antarmuka


ethernet ke dalam 1 pipa pada koneksi cepat.

d. Bridge : Mendukung fungsi bridge spinning tree, multiple bridge


interface, bridging firewalling.

e. Data Rate Management : QoS berbasis HTB dengan penggunaan burst,


PCQ, RED, SFQ, FIFO queue, CIR, MIR, limit antar peer to peer.
f. DHCP : Mendukung DHCP tiap antarmuka; DHCP Relay; DHCP

Client, multiple network DHCP; static and dynamic DHCP leases.

g. Firewall dan NAT : Mendukung penyaringan koneksi peer to peer,


source NAT dan tujuan NAT. Mampu menyaring berdasarkan MAC, IP
address, range port, protokol IP, pemilihan opsi protokol seperti ICMP,
TCP Flags dan MSS.

h. Nirkabel : Nirkabel gateway dengan otentikasi RADIUS. Mendukung


limit data rate, SSL ,HTTPS.

i. IPSec : Protokol AH dan ESP untuk IPSec; MODP Diffie-Hellmann


groups 1, 2, 5; MD5 dan algoritma SHA1 hashing; algoritma enkripsi
menggunakan DES, 3DES, AES-128, AES-192, AES-256; Perfect
Forwarding Secresy (PFS) MODP groups 1, 2,5.

j. ISDN : mendukung ISDN dial-in/dial-out. Dengan otentikasi PAP,


CHAP,MSCHAPv1 dan MSCHAPv2, Radius. Mendukung 128K
bundle, Cisco HDLC, x751, x75ui, x75bui line protokol.

k. M3P : MikroTik Protokol Paket Packer untuk wireless links dan


ethernet.

l. MNDP : MikroTik Discovery Neighbour Protokol, juga mendukung


Cisco Discovery Protokol (CDP).

m. Monitoring / Accounting : Laporan Traffic IP, log, statistik graph yang


dapat diakses melalui HTTP.

n. NTP : Network Time Protokol untuk server dan clients; sinkronisasi


menggunakan sistem GPS.
o. Poin to Point Tunneling Protocol : PPTP, PPPoE dan L2TP Access
Consentrator protokol otentikasi menggunakan PAP, CHAP,
MSCHAPv1, MSCHAPv2; otentikasidan laporan Radius; enkripsi
MPPE; kompresi untuk PPoE; limit data rate.

p. Proxy : Cache untuk FTP dan HTTP proxy server, HTTPS proxy;

transparent proxy untuk DNS dan HTTP; mendukung protokol


SOCKS; mendukung parent proxy; static DNS.

q. Routing : Routing statik dan dinamik; RIP v1/v2, OSPF v2, BGP v4.
r. SDSL : Mendukung Single Line DSL; mode pemutusan jalur koneksi
dan jaringan.

s. Simple Tunnel : Tunnel IPIP dan EoIP (Ethernet over IP).

t. SNMP : Simple Network Monitoring Protocol mode akses read-only.

u. Synchronous : V.35, V.24, E1/T1, X21, DS3 (T3) media types; sync-
PPP, Cisco HDLC; Frame Relay line protokol; ANSI-617d (ANDI atau
annex D) dan Q933a (CCITT atau annex A); Frame Relay jenis LMI.

v. Tool : Ping, Traceroute; bandwidth test; ping flood; telnet; SSH; packet
sniffer; Dinamik DNS update.

w. UPnP : Mendukung antarmuka Universal Plug and Play.

x. VLAN : Mendukung Virtual LAN IEEE 802.1q untuk jaringan ethernet


dan wireless; multiple VLAN; VLAN bridging.

y. VoIP : Mendukung aplikasi voice over IP.

z. WinBox : Aplikasi mode GUI untuk meremote dan mengkonfigurasi


MikroTik RouterOS serta VRRP yang mendukung Virtual Router
Redudant Protocol. (http://www.mikrotik.co.id, 2008).
BAB III

PROFIL PERUSAHAAN

3.1 Latar Belakang Perusahaan

Yayasan Mahabbatul Haq adalah sebuah Yayasan yang difungsikan untuk

lembaga pendidikan yaitu sekolah yang berstandar alam dan islami, yang terdiri dari

Paud, Tk dan SD. Dan didirikan yayasan tersebut untuk membantu calon siswa dan

siswi yang kurang mampu untuk terus sekolah dan menggapai mimpi dan cita-cita.

Yayasan Mahabbatul Haq berdiri pada 19 Februari 2007 yang dimulai

dengan menerima siswa dan siswi baru untuk PAUD dan TK dimana sekolah

tersebut dapat menerima siswa yang kurang mampu yang bertujuan agar bisa

sekolah untuk mencerdaskan bangsa. Dan pada tahun 2013 Yayasan Mahabbatul

Haq mempunyai ide dan gagasan untuk menambah jenjang pendidikan yang lebih

tinggi yaitu mendirikan sebuah Sekolad Dasar yang dimana siswa dan siswi

angkatan pertama berjumlah 30 orang dan angkatan tersebut juga terdiri dari

bermacam-macam yaitu dari kalangan kurang mampu dan sederhana.

Dan sampai saat ini Yayasan Mahabbatul haq sudah mempunyai banyak

siswa dan siswi dan dengan hasil musyawarah dan kesepakatan bersama mereka

ingin menambah siswa dan siswi lebih banyak lagi dengan media promosi melalui

WEB, Sosial Media, Brosur, dll.


3.2 Struktur Perusahaan

Yayasan Mahabbatul Haq memiliki cukup banyak Tenaga pengajat dan

pendidik, Berikut adalah struktur organisasi perusahaan:

Ketua yayasan

Kepala Sekolah

Bendahara Tata Usaha

Wali Kelas Guru Bidang Studi

Gambar 3.1 Struktur organisasi perusahaan

3.3 Aktifitas Kegiatan Operasional Perusahaan

Yayasan Mahabbatul Haq menyediakan Ekstra Kurikuler bagi siswa dan

siswa dalam mendukung kreatifitas dan skill untuk para siswa dan sisw yang

bertujuan agar lulusan dari Yayasan Mahabbatul Haq bisa bersaing dan berprestasi

di jenjang pendidikan berikutnya.


BAB IV

METODOLOGI

4.1 Rancangan Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian terapan. Penelitian

terapan ini pada dasarnya berkenan dengan kenyataan praktis serta pengembangan

pengetahuan yang didapatkan oleh penelitian dasar di kehidupan nyata. Penelitian

ini tidak berfokus pada penerapan penelitian tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Selain penelitian terapan, penulis juga menggunakan penerapan evaluatif

yang merupakan sebuah kegiatan pengumpulan data atau informasi untuk

dibandingkan dengan kriteria, kemudian diambil kesimpulan. Kesimpulan inilah

yang disebut sebagai hasil evaluasi. Tujuan evaluatif adalah untuk mengetahui

keterlaksanaan kebijakan, bukan hanya pada kesimpulan yang sudah terlaksana

dengan baik atau tidaknya, tetapi ingin mengetahui jika belum baik

implementasinya, apa yang telah menyebabkan, dimana letak kelemahannya, dan

jika lemah apa penyebabnya.

Dengan kata lain, penelitian evaluatif bermaksud mencari titik-titik lemah

dari implementasi yang mungkin juga letak kelemahan kebijakannya. Kegiatan

yang akan dievaluasi merupakan sebuah kesatuan. Dengan kata lain, semua

kegiatan yang akan dievaluasi merupakan sebuah sistem.


1.2 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah sebagai berikut :

a. Metode Observasi, merupakan teknik pengmpulan data yang dilakukan

dengan cara meneliti dan praktek secara langsung mengenai perancangan

manajemen bandwidth.

b. Metode Wawancara, yaitu teknik pengumpulan data dengan mengadakan

wawancara Tanya jawab secara langsung kepada pemilik Yayasan

Mahabbatul Haq yang dapat memberi informasi tentang objek penelitian.

c. Metode Pustaka, merupakan metode penelitian yang dilakukan dengan

cara mempelajari berbagai laporan, karangan ilimiah, buku-buku, dan

internet yang berhubungan dengan sistem instalasi jaringan, dan

perancangan manajemen bandwidth.

4.3 Proses Perancangan

Pada jaringan hotspot yang akan

1.3 Tahapan Pelaksanaan

Pelaksanaan dalam kerja praktek ini dibagi menjadi tiga tahapan sebagai

berikut :

a. Tahapan Persiapan

Tahapan ini merupakan tahapan awal dimana penulis melakukan survei

awal untuk mencari lokasi kerja praktek, mencari topik atau hal yang dapat

diterapkan di lokasi kerja praktek dan selanjutnya mengajukan ijin untuk


kerja praktek di tempat tersebut.

b. Tahap Pelaksananaan

Tahapan ini merupakan tahapan kedua dalam tahapan pelaksanaan.

Dalam tahapan ini, penulis mencari atau mengumpulkan informasi yang

terkait dengan hal yang akan diimplementasikan dan juga yang akan dibuat

dalam laporan kerja praktek.

Adapun penulis mendokumentasikan semua hasil informasi yang

dikumpulkan dalam catatan atau sebagainya (tertulis maupun tidak).

Selanjutnya melaksanakan perancangan dan kemudian implementasi,

testing, evaluasi, dan monitoring.

c. Tahap Penilaian dan Pelaporan

Tahapan ini merupakan tahapan terakhir dalam tahapan pelaksanaan.

Tahapan ini dimulai dari proses penyusunan laporan kerja praktek, finalisasi

laporan, evaluasi dan penilaian kerja praktek oleh atasan di lokasi kerja

praktek dan tim dosen dalam bentuk presentasi atau sidang. Dan yang

terakhir dalam tahapan ini, pengumpulan hardcover ke BAAK.

1.4 Jadwal Pelaksanaan

Waktu pelaksanaan kerja praktek berlangsung sekitar 5 bulan (Juni

Oktober). Rincian jadwal pelaksanaan kerja praktek dalam table dibawah ini:

N Juni Juli Agustus September Oktober


Kegiatan
O I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I
Analisis dan
1
Perencanaan
Pengumpulan
2
Data
3 Laporan Bab I

Laporan Bab II
4 dan III
Percobaan
5 Implementasi

Analisa dan
6
Pengujian

Implementasi dan
7
Pengujian

8 Laporan Bab IV

Laporan Bab V,
9
VI, VII
BAB V

ANALISIS DAN PERANCANGAN

5.1 Identifikasi Masalah

Sebagai departemen yang bergerak dalam bidang pelayanan penyedia air maka

dari itu membutuhkan sebuah media untuk memberikan informasi-informasi

perusahaan yang fleksibel dan aman, serta dapat memberikan kemudahan dalam

berinteraksi antara staf dan kariyan dalam setiap aktifitas kerja perusahaan.

5.2 Analisis Kebutuhan

5.2.1 Fungsional

Kebutuhan fungsional merupakan kebutuhan yang menyampaikan akan

informasi-informasi yang harus ada dan dihasilkan oleh sistem mail server. Adapun

kebutuhan fungsional meliputi :

1. Sistem mail server dapat melakukan pengiriman surat elektronik baik dari

lokal server atau pun luar server.

2. Sistem mail server memberikan layanan untuk penyimpanan daftar kontak,

dokumen, sharing dokumen dan sharing daftar kontak.

3. Sistem mail server dapat memberikan jaminan keamanan penyimpanan data

perusahaan.

4. Sistem mail server menyediakan layanan pengingat kerja seperti alarm.

5. Pengguna sistem mail server bisa membuat catatan janji, aktivitas kerja

dengan colega atau sejenisnya.

6. Sistem mail server memiliki fitur keamanan anti spam, anti virus, dan PGP.
5.2.2 Non Fungsional

1) Kebutuhan Perangkat Keras

Tabel 1 Kebutuhan Perangkat Keras

2) Kebutuhan Perangkat Lunak

Tabel 2 Kebutuhan Perangkat Lunak


BAB VII

KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN

Setelah melalui tahapan tahapan dalam perancangan dan tahapan


implementasi membangun PC router untuk memanajemen bandwidth yang ada
di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Pekalongan dengan sistem
operasi Mikrotik 2.9.27, telah terlaksana sesuai dengan rencana dan berhasil,
maka mendapatkan kesimpulan sebagai berikut :

1. PC router mikrotik yang telah diimplementasikan telah mampu


menghubungkan semua computer client di semua bagian kantor di Dinas
Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Pekalongan.

2. Router Mikrotik dapat memanajemen bandwidth sesuai dengan kebutuhan


bandwidth di masing-masing bagian kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan
Olahraga Kota Pekalongan.

3. Setelah memanajemen bandwidth koneksi internet menjadi lancar dan


stabil di masing masing bagian kantor di Dinas Pendidikan Pemuda dan
Olahraga Kota Pekalongan.

4. Router Mikrotik dapat memudahkan administrator dalam memantau akses


internet di masing-masing bagian kantor karena telah dilakukan
manajemen bandwidth tersebut.
B. SARAN

Agar pengelolaan manajemen bandwidth menggunakan Router Mikrotik


dapat terimplementasikan dengan lebih baik, maka perlu saran-saran yang
kiranya dapat menunjang Pengelolaan Manajemen Bandwidth Menggunakan
Router Mikrotik ini, yaitu :

1. Bagi peneliti lanjutan dapat menambahkan MAC Address sebagai tambahan


untuk melakukan manajemen bandwidth.

2. Langkah-langkah konfigurasi yang telah dilakukan dapat didokumentasikan


atau di backup sehingga apabila terjadi kerusakan dapat membangun
kembali manajemen bandwidth menggunakan Router Mikrotik tersebut.

3. Untuk memperoleh hasil yang lebih baik diharap menggunakan komputer


dengan spesifikasi yang lebih baik.

4. Dari sisi keamanan, router mikrotik yang telah dikonfigurasikan masih


minim proteksi. Proteksi yang diberikan hanya berupa password pada saat
masuk ke konfigurasi router. Dari penjelasan tersebut nantinya mungkin
dapat dipikirkan bagaimana memproteksi router mikrotik yang telah
dibangun dengan lebih baik.
DAFTAR PUSTAKA

Ardiansyah, Dian, 2008, Teknologi jaringan komputer, http://www.ilmukomputer.com


diakses pada tanggal 10 Mei 2009.
Anton Rahardja, Management Bandwidth, http://.sourceforge.net, diakses pada tanggal
12 Oktober 2009.
Herlambang, M.L and Catur, L. 2008. Panduan Lengkap Menguasai Router Masa Depan
Menggunakan Mikrotik RouterOSTM. Andi, Yogyakarta.
Kustanto and Saputro, D.T. 2008. Membangun Server Internet dengan Mikrotik
OS. Gava Media, Yogyakarta.
Mikrotik, 2008, Sejarah Mikrotik, http://www.mikrotik.co.id diakses pada tanggal
12 Oktober 2009.
Yuhefizar, Tutorial komputer dan jaringan, http://www.ilmukomputer.com
diakses pada tanggal 10 Mei 2009.
Pengertian Bandwidth, http://fullcolours.web.id/ diakses pada tanggal 15 November
2009.
http://mikrotik-id.blogspot.com/ diakses pada 12 Oktober 2009.
http://yuhartono.files.wordpress.com/2008/05/definisi-router.doc diakses pada 13
Oktober 2009.
http://channel-11.net/ diakses pada 15 November 2009.
http://www.baliorange.web.id/definisi-bandwidth-data-transfer/ diakses pada 15
November 2009.
http://www.echo.or.id diakses pada 15 November 2009.