Anda di halaman 1dari 8

SATUAN ACARA PENYULUHAN

PENYAKIT ASMA PADA TN. A DI RT 03/01


DESA PADANG KECAMATAN TANGGUNGHARJO
KABUPATEN GROBOGAN

Disusun oleh :

Fitria Umi Kasanah

P 17420613058

PROGRAM STUDI D IV KEPERAWATAN SEMARANG

JURUSAN KEPERAWATAN

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SEMARANG

2016
SATUAN ACARA PENYULUHAN

1. Topik : Perawatan Metode Kanguru


2. Subtopik : Perawatan Metode Kanguru pada bayi BBLR
a. Pengertian perawatan metode kanguru
b. Tujuan perawatan metode kanguru
c. Manfaat perawatan metode kanguru
d. Langkah-langkah perawatan metode kanguru
3. Sasaran : Ny.W dan keluarganya
4. Metode : Ceramah, tanya jawab, dan demonstrasi
5. Tanggal dan waktu : 15 Juni 2017 pukul 10.00 WIB
6. Tempat : R. Perinatologi
7. Penyuluh : Fitria Umi Kasanah
8. Tujuan :
A. Tujuan Instruksional Umum :
Setelah diberikan pendidikan kesehatan selama 30 menit, klien, dapat
mengerti dan memahami tentang perawatan metode kanguru.
B. Tujuan Instruksional Khusus :
Setelah diberikan pendidikan kesehatan diharapkan klien dapat :
1) Menyebutkan pengertian perawatan metode kanguru
2) Menyebutkan tujuan perawatan metode kanguru
3) Menyebutkan manfaat perawatan metode kanguru
4) Menyebutkan langkah-langkah perawatan metode kanguru
9. Metode, alat dan media
a. Metode : Ceramah, tanya jawab, dan demonstrasi.
b. Alat dan Media : Alat peraga (boneka, gendongan kanguru, topi bayi)
10. Kegiatan Penyuluhan
Tahap/waktu Kegiatan Pengajar Kegiatan Peserta
Pembukaan - Mengucapkan salam - Menjawab salam
2 menit - Memperkenalkan diri - Mendengarkan
- Menyampaikan topik dan tujuan - Mendengarkan
- Menyampaikan kontrak dan - Mendengarkan
mekanisme penyuluhan
Pelaksanaan - Menggali pengetahuan dan - Menyampaikan pengetahuan
20 menit pengalaman ibu tentang Perawatan dan pengalaman tentang
Metode Kanguru Perawatan Metode Kanguru
- Menjelaskan pengertian Perawatan - Mendengarkan dan
Metode Kanguru memperhatikan
- Menjelaskan tujuan Perawatan - Mendengarkan dan
Metode Kanguru memperhatikan
- Menjelaskan manfaat Perawatan - Mendengarkan dan
Metode Kanguru memperhatikan
- Menjelaskan langkah langkah - Mendengarkan dan
Perawatan Metode Kanguru memperhatikan
- Memberikan kesempatan pada - Bertanya
pasien untuk bertanya
- Menjawab pertanyaan yang diajukan - Mendengarkan,
- Mengevaluasi pengetahuan peserta memperhatikan serta
tentang materi yang telah memberikan feedback
disampaikan - Menjawab pertanyaan
Penutup - Menyimpulkan materi bersama - Menjawab
8 menit peserta
- Mengakhiri pertemuan dan - Menjawab salam
memberikan salam
- Memberikan apresiasi/reinforcement - Bersama-sama tepuk tangan
atas perhatian pasien dan menutup materi
11. EVALUASI
a. Evaluasi Persiapan
1) Menyiapkan materi penyuluhan
2) Menyiapkan alat dan tempat
3) Menyiapkan sasaran
b. Evaluasi Proses
1) Memberi penyuluhan tentang perawatan metode kanguru
2) Ny W dan keluarga bertanya sesuai dengan permasalahan yang mereka
hadapi
3) Pelaksanaan penyuluhan berjalan dengan baik
c. Evaluasi hasil
1) Ny W dan keluarganya mengetahui tentang pengertian perawatan metode
kanguru
2) Ny W dan keluarganya mengetahui tentang tujuan perawatan metode
kanguru
3) Ny W dan keluarganya mengetahui tentang manfaat perawatan metode
kanguru
4) Ny W dan keluarganya mengetahui tentang langkah-langkah perawatan
metode kanguru
MATERI PENYULUHAN

A. Pengertian Perawatan Metode Kanguru


Perawatan metode kanguru (Kangaroo Mother Care) atau disebut juga asuhan
kontak kulit dengan kulit (skin to skin contact) merupakan metode khusus asuhan
bagi bayi berat lahir rendah atau bayi prematur.
Saat perawatan bayi dengan metode kangguru, bayi yang didekap oleh ibunya,
merasakan sentuhan kulit kekulit yang tentu memberikan kenyamanan dan
ketenangan pada bayi. Suhu tubuh ibu dapat naik dan turun dengan sendirinya
sesuai kebutuhan bayi (maternal neonatal thermal synchrony), tanpa pengaturan
manual seperti incubator. Kontak kulit ke kulit ini juga dapat meminimalkan
kehilangan panas dari permukaan tubuh bayi, yang tidak dapat dilakukan
incubator. Dengan kontak emosional yang erat antara ibu dan bayi pada metode
kangguru, produksi asi meningkat karena adanya refleks letdown oleh hormone
oksitosin dalam tubuh ibu. Bayi pun tidak perlu di keluar masukkan dari incubator
untuk bias mendapat ASI. Bayi dapat langsung menghisap ASI dari payudara ibu
dengan sedikit mengubah posisi, Karena bayi memiliki insting dan dapat
merasakan detak jantung ibunya.
Selain itu metode kangguru dapat menurunkan resiko infeksi pada bayi karena
bagaimanapun flora normal kulit ibu tentu lebih aman dari pada kuman resisten
antibiotic di ruang rawat rumah sakit. Bayipun lebih cepat dipulangkan dari rumah
sakit karena peningkatan berat badan lebih cepat dan metode kangguru dan
dilanjutkan di rumah oleh ibu dibantu oleh anggota keluarga lainnya. Dengan
demikian biaya perawatan rumah sakit dapat ditekan.

B. Tujuan Perawatan Metode Kanguru

C. Manfaat Perawatan Metode Kanguru


1. Bagi Bayi
a. Menstabilkan denyut jantung,pola pernapasan, dan stabilisasi denyut
jantung
b. Memberi kehangatan pada bayi
c. Meningkatkan durasi tidur
d. Mengurangi tangisan bayi
e. Mempercepat peningkatan berat badan bayi dan perkembangan otak
f. Meningkatkan hubungan emosional ibu dan bayi
g. Meningkatkan keberhasilan dan memperlama durasi menyusui
h. Mempersingkat lama rawat di rumah sakit
2. Bagi Ibu
a. PMK mempermudah pemberian ASI
b. Ibu lebih percaya diri dalam merawat bayi
c. Mempererat ikatan batin antara ibu dan bayi

D. Langkah-langkah Perawatan Metode Kanguru


1. Beri bayi topi, popok, dan kaus kaki yang telah dihangatkan terlebih dahulu.
Bila suhu sedang dingin, bayi boleh dipakaikan baju tanpa lengan berbahan
katun yang dibuka dibagian depannya, agar dada bayi tetap dapat menempel
pada dada ibu (skin to skin).
2. Letakkan bayi di dada ibu, dengan posisi tegak, langsung ke kulit ibu dan
pastikan kepala bayi sudah terfiksasi pada dada ibu. Posisikan bayi dengan
siku dan tungkai tertekuk (seperti kodok), kepala dimiringkan ke kanan atau
ke kiri dan sedikit mendongak.
3. Ibu dapat pula memakai baju dengan ukuran lebih besar dari badan ibu dan
bayi diletakkan diantara/belahan payudara ibu, baju diselimutkan kepada bayi
kemudian ibu mamakai selendang yang dililitkan di perut ibu agar bayi tidak
terjatuh.
4. Bila baju ibu tidak dapat menyokong bayi, dapat digunakan handuk atau kain
lebar yang elastis atau kantung yang dibuat sedemikian rupa untuk menjaga
tubuh bayi tidak terjatuh. Bila kurang menutupi badan bayi bisa ditambah
dengan selimut.
Di indonesia sendiri sudah ada kain gendong khusus yang memiliki celana
bayi menempel. Besarnya setinggi bayi, kemudian sisi kanan dan kirinya ada
dua pasang tali. Untuk menggunakannya, bayi dimasukkan ke dalam celana
kain gendong tersebut tanpa baju, kemudian badan bayi ditempelkan ke badan
ibu sesuai dengan langkah 1 dan 2, dan pasang tali dengan rapat.

5. Ibu masih dapat beraktivitas dengan bebas, dapat bebas bergerak walau
berdiri, duduk, jalan, makan, dan mengobrol. Pada waktu tidur, posisi ibu
setengah duduk atau dengan meletakkan beberapa bantal dibawah punggung
ibu.
6. Bila ibu perlu istirahat, dapat digantikan oleh ayah atau anggota keluarga lain.
7. Dalam pelaksanaannya perlu diperhatikan kesiapan ibu, bayi, posisi bayi,
pemantauan bayi, cara pemberian ASI dan kebersihan ibu dan bayi.