Anda di halaman 1dari 23

BAB I

TINJAUAN TEORITIS

A. Penyebab

Bayi lahir dengan Berat Badan Lahir Sangat Rendah (BBLSR) merupakan masalah
kesehatan yang sering dialami pada sebagian masyarakat yang ditandai dengan berat
lahir kurang dari 1500 gram. BBLR yang tidak ditangani dengan baik dapat
mengakibatkan timbulnya masalah pada semua sistem organ tubuh meliputi gangguan
pada pernafasan (aspirasi mekonium, asfiksia neonatorum), gangguan pada sistem
pencernaan (lambung kecil), gangguan sistem perkemihan (ginjal belum sempurna),
gangguan sistem persyarafan (respon rangsangan lambat). Selain itu bayi berat lahir
rendah dapat mengalami gangguan mental dan fisik serta tumbuh kembang. BBLSR
berkaitan dengan tingginya angka kematian bayi dan balita, juga dapat berdampak
serius pada kualitas generasi mendatang, yaitu akan memperlambat pertumbuhan dan
perkembangan anak, serta berpengaruh pada penurunan kecerdasan (Depkes RI, 2005).

B. Anatomi dan Fisologi


a. Sistem Pernapasan
Perkembangan system pulmoner, keadaan yang mempercepat proses maturasi
paru-paru
1) Taksemia
2) Hipertensi
3) Diabetes Berat
4) Infeksi
5) Ketuban Pecah dini
6) Insufisiensi plasenta
Keadaan diatas akan mengakibatkan stress berat pada janin,hal ini dapat
menimbulkan rangsangan untuk pematangan paru-paru.

b. Anatomi dan fisiologi sistem Pernapasan


1) Rongga hidung
Udara yang dihirup melalui hidung akan mengalami tiga hal :
a) Dihangatkan
b) Disaring
c) Dan dilembabkan
Yang merupakan fungsi utama dari selaput lendir respirasi ( terdiri dari :
Psedostrafied ciliated columnar epitelium yang berfungsi menggerakkan partikel
partikel halus kearah faring sedangkan partikel yang besar akan disaring oleh bulu
hidung, sel golbet dan kelenjar serous yang berfungsi melembabkan udara yang
masuk, pembuluh darah yang berfungsi menghangatkan udara). Ketiga hal tersebut
dibantu dengan concha.
2) Faring
udara dari rongga hidung masuk ke faring. Faring merupakan percabangan 2 saluran,
yaitu saluran pernapasan (nasofarings) pada bagian depan dan saluran pencernaan
(orofarings) pada bagian belakang.
3) Laring
laring (tekak) adalah tempat terletaknya pita suara (pita vocalis). Masuknya udara
melalui faring akan menyebabkan pita suara bergetar dan terdengar sebagai suara.
Laring berparan untuk pembentukan suara dan untuk melindungi jalan nafas terhadap
masuknya makanan dan cairan.
4) Trakhea
Merupakan pipa silider dengan panjang 11 cm, berbentuk cincin tulang rawan
seperti huruf C. Bagian belakang dihubungkan oleh membran fibroelastic menempel
pada dinding depan usofagus.
5) Broncous
Merupakan percabangan trakhea kanan dan kiri. Tempat percabangan ini disebut
carina. Brochus kanan lebih pendek, lebar dan lebih dekat dengan trachea.
6) Bronceoulus
Bronceoulus adalah cabang dari broncous yang berukuran kecil.
7) Alveoli
terjadi pertukaran gas anatara O2 dan CO2

c. Jantung dan Sirkulasi darah


Di dalam rahim darah yang kaya oksigen dan nutrisi dari plasenta masuk ke dalam
tubu janin melalui vena umblikalis,sebagian besar masuk ke vena inferior melalui
duktus venosus arantii.
Ketika janin dilahirkan segera setelah bayi menghirup udara dan menangis kuat.
Dengan demikian paru-paru akan mengembang,tekanan paru-paru mengecil dan darah
mengalir ke paru-paru dengan demikian duktus botali tidak berfungsi lagi,foramen
ovale akan menutup.
Penutupan foramen oval terjadi karena adanya pemotongan dan pengikatan tali pusat
sebagai berikut:
1) Sirkulasi plasenta berhenti,aliran darah ke atrium kanan menurun, sehingga tekanan
jantung menurun, tekanan rendah di aorta hilang sehingga tekanan jantung kiri
meningkat.
2) Asistensi pada paru-paru dan aliran darah ke paru-paru meningkat, hal ini
menyebabkan tekanan ventrikel kiri meningkat.
a) Saluran Pencernaan
Pada kehamilan 4 bulan pencernaan telah cukup terbentuk dan telah menelan air
ketuban dalam jumlah yang cukup banyak,absorbs air ketuban terjadi melalui mukosa
saluran pencernaan,janin minum air ketuban dapat di buktikan dengan adanya
mekonium.
b) Hepar
Hepar janin pada kehamilan empat bulan mempunyai peranan dalam metabolisme
hidrat arang,dan glikogen mulai di simpan didalam hepar,setelah bayi lahir simpanan
glikogen cepat terpakai,vitamin A dan B juga di simpan di dalam hepar.
c) Metabolisme
Dibandingkan dengan ukuran tubuhnya,luas permukaan tubuh neonatus lebih besar
dari pada orang dewasa,sehingga metabolism perkilogram berat janinnya lebih besar.
d) Produksi Panas
Pada Neonatus apabila mengalami hipotermi bayi mengadakan penyesuaian suhu
terutama dengan cara NSR(Non Sheviring Thermogenesis) yaitu dengan cara
pembakaran cadangan lemak (Lewat coklat)yang memberikan lebih banyak energy
dari pada lemak biasa.
e) Kelenjar Endokrin
Selama dalam uterus,janin mendapatkan hormone dari ibunya. Pada kehamilan
sepuluh minggu, ketika tropin telah ditemukan dalam hipofisis janin,hormon ini
diperlukan untuk mempertahankan grandula suprarenalis janin. Pada neonates
kadang-kadang hormone dari ibunya masih berfungsi pengaruhnya dapat dilihat
missal pada bayi laki-laki atau perempuan adanya pembesaran kelenjar air susu atau
kadang-kadang adanya pengeluaran darah dari vagina yang menyerupai haid pada
bayi perempuan.
f) Keseimbangan Air dan Fungsi Ginjal
Glomerulus di ginjal mulai dibentuk pada janin pada umur 8 minggu,jumlah pada
kehamilan 28 minggu diperkirakan 350.000 dan akhir kehamilan diperkirakan
820.000 ginjal janin mulai berfungsi pada usia kehamilan 3 bulan.
g) Susunan Syaraf
Jika janin pada kehamilan 10 minggu di lahirkan hidup maka dapat dilihat bahwa
janin tersebut dapat mengadakan gerakan spontan.
Gerakan menelan pada janin baru terjadi pada kehamilan 4 bulan sedangkan gerakan
menghisap terjadi pada kehamilan 6 bulan.
h) Imunologi
Pada system imunolgi terdapat beberapa jenis imunologi (suatu protein yang
mengandung zat antibody)diantaranya adalah imunoglobulingmma G(Ig G)
Pada neonates hanya terdapat Ig G dibentuk banyak pada bulan ke 2 setelah bayi
dilahirkan. Ig G Pada janin berasal dari ibunya melalui plasenta.
(Bobak,, 2006)

C. Etiologi
Bayi dengan berat badan lahir sangat rendah (BBLSR) disebabkan oleh beberapa
faktor, yaitu :
a. Penyakit ibu
1). Penyakit
Penyakit yang berhubungan langsung dengan kehamilan, misalnya toxemia
gravidarum, perdarahan antepartum, trauma fisik dan psikologis. Selain itu penyakit
lain seperti nefritis akut, infeksi akut, dll.
2). Usia ibu
Angka kejadian tertinggi pada bayi BBLSR adalah umur ibu dibawah kurang dari 20
tahun atau lebih dari 35 tahun, multigravida dengan jarak kehamilan terlalu dekat.
3). Keadaan sosial
Keadaan ini sangat berperan sekali terhadap timbulnya BBLSR. Hal ini disebabkan
oleh gizi yang kurang baik dan antenatal care yang kurang.
a). Faktor Janin
Hidramnion, gameli, kelainan kromosom dan Syphilis termasuk juga infeksi kronis.

b). Faktor lingkungan


Radiasi, tinggal di daratan tinggi, zat racun.

D. Manifestasi Klinis
a. Sebelum bayi baru lahir
1) Pada anamnesa sering dijumpai adanya riwayat abortus, partus prematurus, dan
lahir mati.
2) Pembesaran uterus tidak sesuai tuanya kehamilan
3) Pergerakan janin yang pertama terjadi lebih lambat dan tidak sesuia menurut yang
seharusnya.
4) Sering dijumpai kehamilan dengan olgradramnion gravidarum atau pendarahan
anterpartum.
b. Setelah bayi lahir
1) Bayi dengan retardasi pertumbuhan intra uterin
2) Bayi prematur yang lahir sebelum kehamilan 37 minggu
3) Bayi small for date sama dengan bayi dengan retardasi pertumbuhan intrauterine.
4) Bayi prematur kurang sempurna pertumbuhan alat-alat dalam tubuhnya
(Nanda, 2013)

D. Patofisiologi
Pernafasan spontan bayi baru lahir bergantung kepada kondisi janin pada masa
kehamilan dan persalinan. Proses kelahiran sendiri selalu menimbulkankan asfiksia
ringan yang bersifat sementara pada bayi (asfiksia transien), proses ini dianggap sangat
perlu untuk merangsang kemoreseptor pusat pernafasan agar lerjadi Primary gasping
yang kemudian akan berlanjut dengan pernafasan. Bila terdapat gangguan pertukaran
gas/pengangkutan O2 selama kehamilan persalinan akan terjadi asfiksia yang lebih
berat. Keadaan ini akan mempengaruhi fungsi sel tubuh dan bila tidak teratasi akan
menyebabkan kematian. Kerusakan dan gangguan fungsi ini dapat reversibel/tidak
tergantung kepada berat dan lamanya asfiksia
Asfiksia yang terjadi dimulai dengan suatu periode apnu (Primary apnea) disertai
dengan penurunan frekuensi jantung selanjutnya bayi akan memperlihatkan usaha
bernafas (gasping) yang kemudian diikuti oleh pernafasan teratur. Pada penderita
asfiksia berat, usaha bernafas ini tidak tampak dan bayi selanjutnya berada dalam
periode apnu kedua (Secondary apnea). Pada tingkat ini ditemukan bradikardi dan
penurunan tekanan darah. Disamping adanya perubahan klinis, akan terjadi pula
gangguan metabolisme dan pemeriksaan keseimbangan asam basa pada tubuh bayi.
Pada tingkat pertama dan pertukaran gas mungkin hanya menimbulkan asidosis
respiratorik, bila gangguan berlanjut dalam tubuh bayi akan terjadi metabolisme
anaerobik yang berupa glikolisis glikogen tubuh ,sehingga glikogen tubuh terutama
pada jantung dan hati akan berkurang.asam organik terjadi akibat metabolisme ini akan
menyebabkan tumbuhnya asidosis metabolik. Pada tingkat selanjutnya akan terjadi
perubahan kardiovaskuler yang disebabkan oleh beberapa keadaan diantaranya
hilangnya sumber glikogen dalam jantung akan mempengaruhi fungsi jantung
terjadinya asidosis metabolik akan mengakibatkan menurunnya sel jaringan termasuk
otot jantung sehinga menimbulkan kelemahan jantung dan pengisian udara alveolus
yang kurang adekuat akan menyebabkan akan tingginya resistensinya pembuluh darah
paru sehingga sirkulasi darah ke paru dan kesistem tubuh lain akan mengalami
gangguan.
Asidosis dan gangguan kardiovaskuler yang terjadi dalam tubuh berakibat buruk
terhadap sel otak. Kerusakan sel otak yang terjadi menimbulkan kematian atau gejala
sisa pada kehidupan bayi selanjutnya (Medicine and linux.com).
WOC
E. Manifestasi Klinik
Tanda dan gejala bayi prematur menurut Surasmi (2003) adalah :
a. Umur kehamilan sama dengan atau kurang dari 37 minggu

b. Berat badan sama dengan atau kurang dari 1500gr

c. Panjang badan sama dengan atau kurang dari 46cm

d. Kuku panjang belum melewati ujung jarinya.

e. Batas dahi dan ujung rambut kepala tidak jelas.

f. Lingkar kepala sama dengan atau kurang dari 33cm

g. Rambut lanugo masih banyak.

h. Jaringan lemak subkutan tipis atau kurang.

i. Tulang rawan daun telinga belum sempurna pertumbuhannya sehingga seolah-olah


tidak teraba tulang rawan daun telinga.

j. Tumit mengkilap telapak kaki halus.

k. Alat kelamin : pada bayi laki-laki pigmentasi dan rugae pada skrotum kurang, testis
belum turun kedalam skrotum, untuk perempuan klitoris menonjol, libia minora
tertutup oleh libia mayora.

l. Tonus otot lemah sehingga bayi kurang aktif dan pergerakannya lemah.

m. Fungsi syaraf yang belum atau kurang matang mengakibatkan refleks hisap
menelan dan batuk masih lemah atau tidak efektif dan tangisannya lemah.

n. Jaringan kelenjar mamae masih kurang akibat pertumbuhan jaringan lemak masih
kurang

o. Verniks tidak ada atau kurang.


F. Komplikasi
a. Hipotermi

Tanda terjadinya hipotermi adalah :

1). Suhu tubuh bayi kurang dari 36,50C


2). Kurang aktif dan tangis lemah
3). Malas minum
4). Bayi teraba dingin
5). Kulit mengeras kemerahan
6). Frekuensi jantung < 100x/menit
7). Nafas pelan dan dalam

b. Hipoglikemi
Hipoglikemi ditandai dengan :
1). Kadar glukosa darah < 45mg/dl
2). Kejang, tremor, kurang aktif
3). Riwayat ibu dengan diabetes
4). Keringat dingin
5). Hipotermia, sianosis, apneu intermitten
c. Ikterus/hiperbilirubin

Hiperbilirubin pada BBLSR terjadi karena belum maturnya fungsi hepar pada bayi
premature, bila tidak segera diatasi dapat menyebabkan kern ikterus yang akan
menimbulkan gejala sisa yang permanen. Hiperbilirubin di tandai dengan :

1). Selera, puncak hidung, sekitar mulut, dada, perut dan ekstermitas berwama kuning.
2). Konjungtiva berwama kuning pucat
3). Kejang
4). Kemampuan menghisap menurun
5). Letargi
6). Kadar bilirubin pada bayi premature lebih dari l0 mg/dl
d. Masalah pemberian minum
Hal ini ditandai dengan :
1). Kenaikan berat badan bayi < 20 g/hr selama 3 hari
2). Ibu tidak dapat/tidak berhasil menyusui
e. Infeksi/sepsis
Infeksi pada BBLSR dapat terjadi bila ada riwayat ibu demam sebelum dan selama
persalinan, ketuban pecah dini, persalinan dengan tindakan, terjadinya asfiksia saat
lahir dll. Tanda terjadinya infeksi pada BBLSR antara lain :
1). Pada pemeriksaan labomterium terdapat lekositosis atau lekositopenia dan
trombositopenia.
2). Bayi malas minum
3). Suhu tubuh bayi hipertermi ataupun hipotermi
4).Terdapat gangguan nafas
5). Letargi
6). Kulit ikterus, sklerema
7). Kejang
f. Gangguan permafasan

1) Deflsiensi surfaktan paru yang mengarah ke sindrom gawat nafas/RDS


2) Resiko aspirasi akibat belum terkoordiansinya reflek batuk,reflek menghisap dan
reflek menelan.
3) Thoraks yang lunak dan otot respirasi yang lemah
4) Pemafasan tidak teratur
g. Penyakit membrane pada neonates/HDN
Penyebabnya adalah defisiensi faktor koagulasi yang bergantung pada vitamin K.

G. Penatalaksanaan
Dengan memperhatikan gambaran klinik dan berbagai kemungkinan yang dapat
terjadi pada bayi prematuritas, maka perawatan dan pengawasan bayi prematuritas
ditujukan pada pengaturan panas badan, pemberian makanan bayi, dan menghindari
infeksi.
a. Pengaturan suhu badan bayi prematuritas/BBLSR
Bayi prematuritas dengan cepat akan kehilangan panas badan dan menjadi
hipotermia, karena pusat pengaturan panas badan belum berfungsi dengan baik,
metabolismenya rendah, dan permukaan badan relatif luas. Oleh karena itu, bayi
prematuritas harus dirawat di dalam inkubator sehingga panas badannya mendekati
dalam rahim.
Bila belum memiliki inkubator, bayi prematuritas dapat dibungkus dengan kain
dan di sampingnya ditaruh botol yang berisi air panas, sehingga panas badannya dapat
dipertahankan.
b. Makanan bayi prematur/BBLSR
Alat pencernaan bayi prematur masih belum sempurna, lambung kecil, enzim
pencernaan belum matang, sedangkan kebutuhan protein 3 sampai 5gr/kgBB dan kalori
110 kal/kgBB badan, sehingga pertumbuhannya dapat meningkat. Pemberian minum
bayi sekitar 3 jam setelah lahir dan didahului dengan mengisap cairan lambung. Reflek
mengisap masih lemah, sehingga pemberian minum sebaiknya sedikit demi sedikit,
tetapi dengan frekuensi yang lebih sering.
ASI merupakan makanan yang paling utama, sehingga ASI-lah yang paling dahulu
diberikan. Bila faktor mengisapnya kurang maka ASI dapat diperas dan diminumkan
dengan sendok perlahan-lahan atau dengan memasang sonde menuju lambung.
Permulaan cairan yang diberikan sekitar 50 sampai 60 cc/kgBB/hari dan terus
dinaikkan sampai mencapai sekitar 200 cc/kgBB/hari.
c. Menghindari infeksi
Bayi prematuritas mudah sekali terkena infeksi, karena daya tahan tubuh yang
masih lemah, kemampuan leukosit masih kurang, dan pembentukan antibodi belum
sempurna. Oleh karena itu, upaya preventif sudah dilakukan sejak pengawasan
antenatal sehingga tidak terjadi persalinan prematuritas (BBLSR). Dengan demikian
perawatan dan pengawasan bayi prematuritas secara khusus dan terisolasi dengan baik.
d. Penimbangan ketat
Perubahan berat badan mencerminkan kondisi gizi/nutrisi bayi dan erat kaitannya
dengan daya tahan tubuh, oleh sebab itu penimbangan berat badan harus dilakukan
dengan ketat.
ASUHAN KEPERAWATAN TEORITIS

A. Pengkajian

a. Riwayat penyakit terdahulu

Adanya riwayat penyakit seperti hipetensi, DM,toksemia.

b. Nutrisi Ibu

Malnutrisi, konsumsi kafein, pengguna obat - obatan, merokok, konsumsi alkohol,dll

c. Riwayat Ibu

1) Umur dibawah 16 tahun atau diatas 35 tahun


2) Latar belakang rendah

3) Rendahnya gizi

4) Konsuitasi genetik yang pernah di lakukan

d. Riwayat Kehamilan

1) Kehamilan kembar

2) Jarak kehamilan yang berdekatan

3) Kehamilaan sebelumnya ,aborsi

4) Tak adanya perawatan sebelum kelahiran

d. Pemeriksaan fisik

1). Bayi pada saat kehamilan

a) BB < 1500 gr

b) Terlihat kurus

c) Lapisan lemak subkutan sedikit atau tidak ada

d) Kepala relatif lebih besar dibandingkan badan ,3 cm lebih besar dibandinkan


lebardada

e) Penilaian APGAR SCORE pada 1 -5 menit

03 menujnukan kegawatan yang parah

46 kegawatan sedang

7 -10 Normal (asfiksia ringan)

2) Kardiovaskuler

- Denyut jantung rata

- rata 120 - 16 permenit pada bagian apekal dengan ritme yangteratur.

- Pada saat kelahiran : kebisingan jantung terdengar pada setengah bagianinterkostal


yang menunjukan aliran dari kanan ke kiri karena hipertensi atauatetektasis paru..
3) Gastrointestinal

- Penonjolan abdomen dan pengeluaran mekonuim terjadi dalam waktu 12 jam

- Reflek menelan dan menghisap lemah

- Ada atau tidaknya anus, ketidak normalan kogenital lain.

4) Integumen

- Kulit berwarna merah, merah muda, kekuning-kuningan. sianosis atau campuran


bermacam warna.

- Sedikit vernik kaseosa

- Rambut lanugo disekitar / disekujur tubuh

- Kurus, kulit tampak transparan, halus dan mengkilap

- Edema yang menyeluruh ,atau dibagian tertentu yang terjadi saat kelahiran.

- Kuku pendek, belum melewati ujung jari, rambut jarang mungkin tidak ada sama
sekali

- Pteki atau ekimosi.

5) Muskuloskeletal

- Tulang kjatilago telinga belum tumbuh denagn sempurna, lembut dan lunak

- Tulang tengkorak dan tulang rusuk lunak

- Gerakan lemah dan tidak agresif.

6) Neurologis

- Reflek dan gerakan pada tes neurologis tampak tidak resisten, gerak kembalinya

hanya berkembang sebagian.

- Menelan,menghisap dan batuk sangat lemah atau tidak efektif

- Tidak ada atau menurunnya tanda neurologis

- Mata mungkin tertutup atau mengatup apabila umur kehamilan belum mencapai 25
26 minggu
- Suhu tubuh tidak stabil, biasanya hipotermi

- Gemetar, kejang dan mata berputarputar biasaya bersifat sementara tetapi mungkin juga
ini mengindikasikan adanya kelainan neurologis.

7) Pernafasan

- Jumlah penafasan rata-rata 4060 permenit dibagi dengan periode apnoe

- Pernafasan tidak teratur dengan flaring nasal (nasal melebar) dengkuran, retraksi
(interkostal,supra sternal,substernal)

- Terdengar suara gemerisik pada auskultasi paru - paru

8) Ginjal

- Berkemih setelah 8 jam kelahiran

- Ketidak mampuan untuk melarutkan ekskresi kedalam urine9

9) Reproduksi

- Bayi perempuan klitoris menonjol, labia mayora belum berkembang

- Bayi lakilaki skrotum yang menonjol dengan rugae kecil. Testis belum turun
diskrotum 10.

10) Aktivitas / Istirahat

Bayi sadar mungkin 23 jam beberapa hari pertama tidur sehari rata-rata 20 jamdan
tangis masih lemah, tidak aktif, tremor.

e. Pemeriksaan diagnostik

Pada pemeriksan laboratorium didapati:

1. Pemeriksaan kadar glukosa

Pada bayi aterm kadar gula dalam darah 50 - 60 mg/dl dalam 72 jam pertama. Pada
bayi berat lahir rendah kadar gula darah 40 mg /dl hal ini disebabkan karena cadangan
makanan glikogen yang belum mencukupi ( hiploglikemi). bila kadar gula darah sama
dengan atau kurang dari 20 mg/ dl.

2. Pemeriksan kadar bilirubin

Kadar bilirubin normal pada bayi prematur 10 mg/dl, dengan 6 mg/dl pada hari
pertama kehidupan, 8 mg/dl 1-2hari, dan 12 mg/dl pada 3-5 hari. Hiperbilirubun
terjadi karena belum matangnya fungsi hepar.

3. Jumlah sel darah putih : 18.000 mm3, neutrofil meningkat sampai 23.000-24.000
mm3 hari pertama setelah lahir (menurun bila ada sepsis).

4. Hematokrit (Ht) : 43% - 61% (peningkatan sampai 65% atau lebih menandakan
polisitemia, penurunan kadar menunjukan anemia atau hemoragikprenatal/ perinatal)

5. Hemoglobin (Hb) : 15-20 gr/dl (kadar lebih rendah berhubungan dengan anemiatau
hemolisis berlebihan)

6. Destrosix : tetes glukosa pertama selama 4-6 jam pertama setelah kelahiran
rata-rata 4050 mg/dl meningkat 60 -70 mg/dl pada hari ke tiga.

7. Pemantauan Elektrolit (Na, K. Cl), biasanya dalam batas normal pada awalnya.

8. Pemeriksaan Analisa gas darah.

B. Diagnosa Keperawatan

a. Pola nafas tidak efektif

b. Resiko kekurangan volume cairan

c. Resiko terhadap perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh

C. Intervensi

NANDA NOC NIC


Pola nafas tidak efektif Kriteria hasil : Intervensi :

Bernafas mudah, Tidak Monitor td, nadi, suhu, dan


ada suara tambahan, RR
Ekspansi dada simetris,
Monitor frekuensi dan
Irama nafas normal,
irama pernafasan
Tanda-tanda vital dalam
batas normal Skala Monitor suara paru

indikator : Monitor pola nafas

1 : Tidak pernah abnormal

menunjukan Monitor sianosis perifer

2 : Jarang menunjukan

3 : Kadang menunjukan

4 : Sering menunjukan

5 : Selalu menunjukan

Kriteria
hasil :Mempertahankan
Timbang popok atau pembalut
output urin sesuai dengan
Resiko kekurangan tiap kali ganti
usia dan berat badan
volume cairan Pertahankan cairan intake
Tanda-tanda vital dalam
dan output yang adekuat
batas normal
Monitor status hidrasi
Tidak ada tanda-tanda
( kelembaban membran
dehidrasi
mukosa, nadi adekuat,
Elastisitas turgor kulit baik tekanan darah orotostatik )

Membran mukosa lembab, Monitor TTV

Tidak ada rasa haus yang Kolaborasi pemberian


berlebi cairan IV

Skala indikator :

1 : Tidak pernah
menunjukan

2 : Jarang menunjukan

3 : Kadang menunjukan

4 : Sering menunjukan

5 : Selalu menunjukan

Kriteria hasil :

Adanya peningkatan berat


Intervensi :
badan sesuai dengan
tujuan Pantau asupan nutrisi
pasien
Resiko terhadap perubahan Berat badan ideal sesuai
nutrisi kurang dari dengan tinggi badan dan Pantau nilai laboratorium
kebutuhan tubuh umur kelahiran Timbang pasien pada interval

Keluarga mampu yang tepat

mengidentifikasikan Berikan informasi kepada


kebutuhan nutrisi keluarga tentang

Tidak ada tanda-tanda kebutuhan nutrisi pasien

malnutrisi dan bagaimana


memenuhinya
Tidak terjadi penurunan
berat badan yang berarti Kolaborasi bersama ahli
gizi
Skala indikator :
Ciptakan lingkungan yang
1 : Tidak pernah
menyenangkan untuk
menunjukan
2 : Jarang menunjukan makan

3 : Kadang menunjukan

4 : Sering menunjukan

5 : Selalu menunjukan

IMPLEMENTASI

Implementasi merupakan tindakan yang akan dilakukan kepada pasien


dalam memenuhi kebutuhan dasar pasien berdasarkan rencana tindakan
keperawatan yang telah disusun.

EVALUASI

Proses akhir dari asuhan keperawatan meliputi :

S : respon subjectif berdasarkan keluhan dan perasaan yang dirasakan pasien

O : respon objectif yang didapat dari hasil observasi

A : analisis situasi dari masalah keperawatan

P : intervensi selanjutnya apakah rencana keperawatan dihentikan atau dilanjutkan


DAFTAR PUSTAKA

Catzeh, P and Robert.I. 1994. Kapita Selekta Pediatri Edisi II. Jakarta : EGC

Dongoes,M.E,and Moohose.M.F 1996. Rencana Asuhan Keperawat Maternal


/Bayi :Pedoman Untuk Perencana Pendokumentasian Perawat Klien. .Jalarta : EGC

Farrer,H.1999. Perawatan Maternitas. Jakarta : EGCJoanne C. McCloskey and Gloria


M. Bulechek. 1996. IOWA Intervention Project :Nursing Interventions Classification
(NIC). St. Louis, Missouri : Mosby-Year Book, inc.

Mansjoer, Arif. 2003. Kapita Selekta Kedokteran. Edisi 3 Jilid 2. Jakarta :


MediaAesculapius.
Marion Johson, dkk. 2000. IOWA Intervention Project : Nursing
OutcomesClassification (NOC). St. Louis, Missouri : Mosby-Year Book

LAPORAN PENDAHULUAN
BBLSR DI RUANG ANAK RSUP DR. M. DJAMIL PADANG
DISUSUN OLEH

FISKY RAMADHAN S, Kep

1610106055

PRSEPTOR KLINIK

( ) ( )

PRESEPTOR AKADEMIK

( ) ( )
PROGRAM STUDI PROFESI NERS KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH

STIKES ALIFAH PADANG

2017