Anda di halaman 1dari 26

LAPORAN KASUS

ASUHAN KEPERAWATAN PADA An. H DENGAN DHF

DI RUANG NAKULA 4 RSUD KRMT WONGSONEGORO SEMARANG

Disusun Oleh :

ENJELA POPY AGITA

P.1337420916010

PROGRAM STUDI PROFESI NERS

JURUSAN KEPERAWATAN POLTEKKES SEMARANG

TAHUN AJARAN 2017/2018


ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK H DENGAN DENGUE HEMORAGIC
FEVER (DHF) DI RUANG NAKULA 4

Tanggal pengkajian : 20 Juni 2017

I. PENGKAJIAN
A. Data Demografi
1 Pasien
a. Nama : An. H
b. Tgl lahir/usia : 04 Juni 2016/ 1 tahun
c. Kewarganegaraan : Indonesia
d. Tanggal masuk RS : 19 Juni 2017
e. Diagnosa medis : DHF
2 Orang Tua/penanggung Jawab
a. Nama : Ny.
b. Hub dengan pasien : Ibu Kandung
c. Alamat : Semarang
d. No. telp :-

B. Keluhan utama
Ibu mengatakan An. H panas.

C. Riwayat Pasien
1 Riwayat kesehatan sekarang
Ibu mengatakan An.H demam sejak hari rabu malam yang lalu, demam naik turun.
Pasien di periksakan ke dokter terdekat sebanyak 2 kali, setelah dilakukan pemeriksaan
pertama demam turun, kemudian di hari berikutnya pasien demam lagi dan dilakukan
pemeriksaan lagi, terdapat bintik merah dibadan sedikit kurang lebih 2 bulan setelah itu
pasien di bawa ke IGD RSUD KRMT WONGSONEGORO pada pukul 14.00 WIB oleh
orang tuanya. Di IGD dilakukan pemeriksaan fisik didapatkan data : N: 116x/menit, RR:
22x/menit, Suhu : 38,30C, selain itu pasien mendapatkan terapi cairan. Pada pukul 14.30
WIB pasien dipindahkan di ruang Nakula 4. Setelah di ruang anak hanya diam, lemas
dan tidak rewal.
2 Riwayat penyakit pasien sebelumnya
Ini adalah pertama kalinya pasien dirawat di rumah sakit, sebelumnya ketika pasien sakit
seperti demam dan batuk keluarga membawa dan memeriksakan pasien ke dokter
terdekat dengan rawat jalan, setelah itu pasien sembuh dari sakitnya.
3 Riwayat kehamilan
Selama kehamilan Ibu melakukan pemeriksaan kehamilan rutin ke bidan terdekat kurang
lebih 5x dan mendapatkan imunisaisi TT 2x . ibu pertama kali memeriksakan kehamilan
saat usia 2 bulan kehamilan. Ibu juga mengatakan tidak pernah menderita sakit saat
hamil. Obat yang diminum saat hamil yaitu tablet Fe dari Bidan,
4 Riwayat persalinan
An. H lahir ditolong oleh bidan, lahir spontan, langsung menangis, lahir cukup bulan
yaitu pada usia kehamilan 36 minggu dengan BBL 3200 gram.
5 Riwayat imunisasi
Sudah lengkap
Usia 1 bulan : BCG
Usia 2-3 bulan : Hepatitis B I, II, III, Polio I, II dan DPT I,II
Usia 4 bulan : DPT III dan Polio III
Usia 9 bulan IV dan Campak
6 Riwayat alergi
Pasien tidak mempunyai alergi obat.
7 Riwayat pemakaian obat-obatan
Orang tua pasien mengatakan pasien jarang mengkonsumsi obat, pasien hanya
mengkonsumsi obat ketika ia demam atau batuk pilek, seperti parasetamol sesuai dengan
resep yang diberikan oleh dokter.
8 Riwayat tumbuh kembang
a. Motorik halus
An. H sudah bisa mencoret-coret di kertas kosong dan menggambar bebas dengan
menggunakan pensil warna warni
b. Motorik kasar
An. H sudah bisa bermain dan melemparkan bola dengan arah lurus
c. Bahasa
An.H sudah sangat baik dalam berbicara sesuai dengan umurnya, ia bisa merangkai
kata-kata saat berbicara
An. H juga dapat menirukan suara-suara seperti suara binatang
An.H dapat mengikuti perintah dari orang tuanya, seperti ketika disuruh
mengambilkan barang.
d. Personal sosial
An. H belum dapat mengenakan dan melepas sepatu, pakaiannya sendiri. Dapat
makan dan minum sendiri.

D. Riwayat Kesehatan Keluarga


1 Riwayat penyakit dalam keluarga
Keluarga tidak ada yang mengalami penyakit seperti yang diderita oleh pasien, selain
itu keluarga juga tidak mempunyai riwayat penyakit menular dan menurun seperti DM,
HT, TBC, dll.
2 Genogram
Keterangan Gambar :

: Laki-laki

: Perempuan

: Pasien

:Tinggal Serumah

E. Riwayat Penyakit Sekarang


1 Penampilan umum
a. Keadaan umum : Baik
Kesadaran composmentis
b. Pemeriksaan tanda-tanda vital
1) Pernapasan : 23 x/menit
2) Suhu : 38,30 C
3) Nadi : 113 x/menit
4) TD :-
5) Saturasi O2 : 100%

c. Penggunaan alat bantu napas


Pasien tidak menggunakan alat bantu napas
2 Nutrisi dan cairan
a. LL : 9 cm
b. TB : 70 cm
c. BB : 8 kg
d. Lingkar kepala : 30 cm
e. Lingkar dada : 28 cm
f. Lingkar perut : 40 cm
g. Status nutrisi : normal
h. Kebutuhan kalori
1000 + (100 x 1 tahun) = 1100 kal/hari
i. Jenis makanan
Makanan yang disukai : An. H menyukai semua makanan baik dari segi lauk pauk
maupun buah-buahan, An. H tidak pernah pilih memilih makanan.
Alergi makanan : An. H tidak mempunyai alergi makanan.
j. Kesulitan saat makan : Ibu mengatakan nafsu makan An.H menurun, ketika
makan ibu harus sedikit memaksa, supaya An.H mau makan. An.H tidak pernah
menghabiskan porsi makanan dari rumah sakit.
k. Kebiasaan khusus saat makan : An. H tidak mempunyai kebiasaan khusus saat
makan.
l. Keluhan :
Ibu pasien mengatakan pasien muntah, sejak tadi malam pasien muntah sebanyak
4x, pasien juga mengalami penurunan nafsu makan, anoreksia.
m. Kebutuhan cairan 24 jam :
BB 8
BB 8 kg = (100 x 10 kg) +(3 x 50 kg) = 1150cc/24 jam
n. Balance cairan
Tanggal 20 Juni 2017
Input
Infus : 252 cc
Makan :100 cc
Minum : 400 cc
752cc
Output
Urin : 600 cc
Muntah : 200 cc
IWL : 8/kg BB, kenaikan suhu 10 %
10% x IWL= hasil + IWL
10% x 8= 2,7 + 27
= 29,7
929,7 cc
Balance cairan = 727 929,7 = -197/ 7jam
o. Rute cairan masuk
Melalui infus asering 12 tpm.
p. Keluhan
Ibu mengatakan an.H sering muntah dan mudah haus, sehingga banyak minum.
3 Istirahat tidur
a. Lama waktu tidur
Sebelum sakit : pasien tidur sekitar 10 jam/hari
Ketika sakit : pasien tidur sekitar 10 jam/hari dan sering terbangun
b. Kualitas tidur : sebelum sakit : tidak ada kesulitan dalam tidurnya pasien dapat tidur
dengan nyaman, ketika sakit pasien juga tidak ada gangguan dalam tidurnya hanya
saja lebih mudah terbangun karena kebisingan rumah sakit dan karena program
tindakan yang ia dapatkan.
Tidur siang: pasien tidur siang, sekitar 2-3 jam/hari
c. Kebiasaan sebelum tidur
Ibu mengatakan pasien tidak mempunyai kebiasaan sebelum tidur, ketika merasa
ngantuk pasien langsung tertidur.
4 Pengkajian nyeri
An.H mengatakan perut sakit/nyeri.
Pengkajian skala nyeri perilaku untuk anak Face Legs Activity Cry Consolability
(FLACC)
Kategori Indikator Skor
Tidak ada ekspresi khusus atau tersenyum 0
Face (ekspresi Kadang meringis atau mengerutkan dahi, menarik diri 1
wajah) Sering mengerutkan dahi secara terus menerus, mengetup 2
rahang, dagu bergetar
Posisi normal atau rileks 0
Legs (gerakan
Tidak tenang, gelisah, tegang 1
kaki)
Menendang atau menarik kaki 2
Berbaring tenang, posisi normal, bergerak dengan mudah 0
Activity
Menggeliat-geliat, bolak balik berpindah, tegang 1
(aktivitas)
Melengkung kaku atau terus menyentak 2
Cry (menangis) Tidak menangis (terjaga atau tidur) 0
Merintih atau merengek, kadang kala mengeluh 1
Menangis terus menerus, berteriak atau terisak-isak, sering 2
mengeluh
Senang, rileks 0
Consolability
Ditenangkan dengan sentuhan sesekali, pelukan atau 1
(kemampuan
berbicara, dapat dialihkan
dihibur)
Sulit untuk dihibur atau sulit untuk nyaman 2
TOTAL SKOR 3
Hasil pengkajian skala nyeri didapatkan sekor : 3 (nyeri ringan)

5 Pemeriksaan fisik (head to toe)


a. Kepala
1) Leher : tidak terdapat massa, tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, letak trakhea
simetris di tengah.
2) Kepala : rambut bersih, ekspresi wajah gelisah dan tegang
3) Mata : anemis, tidak cekung, reflek pupil baik.
4) Hidung : tidak ada pernapasan cuping hidung, simetris, bersih, tidak ada
perdarahan, tidak ada polip.
5) Mulut : mukosa kering, tidak ada lesi, tidak ada perdarahan gusi, lidah sedikit
kotor.
6) Telinga : bersih, tidak ada serumen, simetris, tidak ada gangguan pendengaran.
b. Dada
1) Jantung
I : ictus cordis tidak tampak
P : terba ictus cordis pada IC 4 pada midclavicula sedikit medial
Pe :terdapat suara perkusi jantung pekak.
A : BJ 1 dan Bj 2 reguller, tidak ada suara tambahan.
2) Paru
I: bentuk dada simetris, frekuensi napas 23x/menit, irama napas reguler.
P: gerakan dada kanan dan kiri simetris, tidak ada massa pada dinding dada,
taktil fremitus teraba sama pada paru kanan dan kiri
Pe :terdapat suara sonor semua lapang paru
A :suara pernapasan normal, tidak ada suara tambahan
c. Abdomen
Inspeksi : perut terlihat membesar.
Auskultasi : bising usus 20 kali/menit.
Perkusi : tympani pada seluruh lapang abdomen
Palpasi : tidak teraba massa, tidak terdapat nyeri tekan.
d. Sistem muskoloskeletal
Anak tidak mengalami kelemahan otot, ADL sepenuhnya dibantu oleh orang tua,
kekuatan otot ekstremitas atas dan bawah 5, dengan tonus otot baik.
e. Perineum dan genetalia
An. H berjenis kelamin perempuan, kondisi bersih, tidak terpasang kateter.
f. Kulit
Kulit anak berwarna coklat, tampak kemerahan, turgor kulit cukup, tekstur kenyal,
akral hangat, anak terpasang infus pada tangan kanan asering 12 tpm, capirelly refill
<2 detik

6 Psikososial anak dan keluarga


a. Respon hospitalisasi
Pasien tampak tenang tetapi ekspresi wajah tegang, lemas tak berdaya dan tidak
rewel.
b. Kecemasan
Keluarga pasien mengatakan cemas ketika melihat anaknya sakit, sehingga keluarga
selalu memeriksakan kesehatannya dan menuruti saran dokter, keluarga
menginginkan supaya an. H cepat sembuh.
c. Koping klien/keluarga dalam menghadapi masalah
Setiap ada anggota keluarga yang sakit, selalu diperiksakan ke dokter terdekat.
Keluarga juga menuruti semua program yang telah diberikan dari dokter.
d. Pengetahuan orang tua tentang penyakit anak
Ibu mengatakan bahwa An. H menderita tipoid, orang tua kurang mengetahui
mengenai DHF yang diderita oleh anaknya, sehingga orang tua cemas dan
menanyakan mengenai pembesaran pada perut (hepatomegali) yang dialami oleh
anaknya.
e. Keterlibatan orang tua dalam perawatan anak
Kedua orang tua sangat terlibat dalam perawatan An. H, orang tua selalu
menanyakan mengenai keadaan anaknya kepada dokter maupun perawat, selain itu
pentingnya peran orang tua dalam perawatan anaknya, seperti memenuhi kebutuhan
ADL dan memberikan dukungan serta rasa aman nyaman kepada anak.
f. Spiritual
Orang tua An. H beragama islam. Ibu mengatakan An.H sering mengikuti orang
tuanya ketika sedang beribadah.
g. Adakah terapi lain selain medis yang dilakukan
An. H tidak mendapatkan terapi lain selain dari medis.

7 Pemeriksaan penunjang
Hasil pemeriksaan Widal Tanggal 19 Juni 2017
PEMERIKSAAN HASIL SATUAN RUJUKAN
Sero Imun
WIDAL
S. Typhi O 1/320 - Negatif
S. Typhi H 1/320 - Negatif

Hasil pemeriksaan laboratorium. Tanggal 19 Juni 2017


PEMERIKSAAN HASIL SATUAN RUJUKAN
HEMATOLOGI
RUTIN
Leukosit 14.35 Ribu/ul 5.5 15.5
Eritrosit H 5.95 Juta/ul 3.7 5.7
Hemoglobin 13.20 g/dl 10.7- 14.7
Trombosit L 87 Ribu/ul 217 - 497
Hematokrit H 44. 60 % 31 43
MCV 75.00 fL 72 88
MCH L 22.20 Pg 23 31
MCHC L 29.60 g/dL 32 36
RDW 13.90 % 11.5 14.5

DIFF COUNT
Eosinofil Absolute L 0.00 10^3/uL 0.045- 0.44
Basofil Absolute 0.07 10^3/uL 0 - 0.2
Netrofil absolute 4.91 10^3/uL 1.8 - 8
Limfosit absolute H 7.90 10^3/uL 0.9 5.2
Monosit absolute H 1.47 10^3/uL 0.16 - 1
Eosinofil L 0.00 % 24
Basofil 0.50 % 01
Neutrofil L 34.20 % 50 70
Limfosit H 55.10 % 25 540
Monosit H 10.20 % 2-6

Hasil pemeriksaan laboratorium tanggal 19 Juni 2017


PEMERIKSAAN HASIL SATUAN RUJUKAN
HEMATOLOGI
RUTIN
Leukosit 14.05 Ribu/ul 5.5 15.5
Eritrosit 5.58 Juta/ul 3.7 5.7
Hemoglobin 12.20 g/dl 10.7- 14.7
Trombosit L 29 Ribu/ul 217 - 497

Hematokrit 42. 20 % 31 43
MCV 75.60 fL 72 88
MCH L 22.40 Pg 23 31
MCHC L 29.60 g/dL 32 36
RDW 13.90 % 11.5 14.5

DIFF COUNT
Eosinofil Absolute L 0.01 10^3/uL 0.045- 0.44
Basofil Absolute 0.04 10^3/uL 0 - 0.2
Netrofil absolute 3.15 10^3/uL 1.8 - 8
Limfosit absolute H 9.02 10^3/uL 0.9 5.2
Monosit absolute H 1.83 10^3/uL 0.16 - 1
Eosinofil L 0.10 % 24
Basofil 0.30 % 01
Neutrofil L 22.40 % 50 70
Limfosit H 64.20 % 25 540
Monosit H 13.00 % 2-6

8 Terapi
a. Infus RL 12 tpm
b. Ceftriaxone 1 x 1gr
c. Ondancetrone 3 x 1 mg
d. Paracetamol 4xsendok makan
II. ANALISA DATA
No Data Problem Etiologi
1 S : ibu mengatakan An.H panas Peningkatan suhu Proses penyakit
O: tubuh (hipertermi)
- An.H terlihat sangat lemas dan
tegang
- Suhu: 38,30 C
- Nadi : 113 x/menit
- RR : 23 x/menit
- Kulit terasa hangat dan
kemerahan
2 DS : ibu mengatakan an. H muntah Perubahan nutrisi Intake makanan yang
dan mengalami penurunan nafsu kurang dari tidak adekuat, mual
makan dan harus dipaksa ketika mau kebutuhan muntah dan tidak
makan nafsu makan

DO:
- Anoreksia
- An. H tampak lemas
- Mukosa kering
- Tidak menghabiskan makanan

3 DS : ibu mengatakan tadi An. H Defisit volume cairan Kehilangan cairan


muntah sebanyak 4x sejak tadi malam aktif
DO:
- An. H terlihat lemas
- Suhu tubuh 38,30 C
- Nadi : 113 x/menit
- Mukosa mulut kering, mudah
haus
- Hematokrit 44. 60 %
- Balance cairan
Input
Infus : 252 cc
Makan :100 cc
Minum : 400 cc
752cc
Output
Urin : 600 cc
Muntah : 200 cc
IWL : 8,91 cc
808 cc
Balance cairan = 727 808 = -81/
7jam
4 DS : An. H perutnya sakit/nyeri. Gangguan rasa aman Mekanisme patologis
Dengan nyaman : nyeri (proses penyakit)
DO :
- Skala nyeri 3
Ekspresi wajah Kadang
meringis dan mengerutkan dahi
(1)
Gerakan kaki dalam posisi
normal dan rileks (0)
Aktivitas menggeliat-liat (1)
Kadang merintih dan merengek
(1)
Rileks (0)
- An.H tampak tegang dan gelisah
- Nyeri tekan pada perut
III. PROBLEM LIST
1 Peningkatan suhu tubuh (hipertermi) berhubungan dengan proses penyakit
2 Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan Intake makanan yang tidak
adekuat, mual muntah dan tidak nafsu makan
3 Defisit volume cairan berhubungan dengan kehilangan cairan aktif
4 Gangguan rasa aman nyaman : nyeri berhubungan dengan mekanisme patologis (proses
penyakit)

IV. RENCANA KEPERAWATAN


Tanggal/jam No DX Kep Tujuan Intervensi TTD
20 juni 2017 1 Setelah dilakukan 1 Kaji saat timbulnya demam
11.30 WIB tindakan keperawatan 2 Observasi tanda-tanda vital
3 Berikan penjelasan pada
selama 3x24 jam
keluarga tentang hal-hal
diharapkan tidak yang dapat dilakukan untuk
hipertermi dengan mengatasi demam &
menganjurkan pasien
kriteria hasil:
/keluarga untuk kooperatif.
- An.F tidak lemas 4 Jelaskan pentingnya tirah
dan tegang baring bagi pasien &
akibatnya jika hal tersebut
- Suhu tubuh
tidak dilakukan.
normal (36 - 370 5 Anjurkan pasien untuk
C) banyak minum
- Pasien bebas dari 6 Berikan kompres hangat
(pada daerah axila & lipat
demam dan tidak paha).
kemerahan 7 Anjurkan untuk tidak
memakai selimut & pakaian
yang tebal.
8 Kolaborasi dalam
pemberian terapi cairan in-
travena & obat-obatan
sesuai dengan program
dokter (masalah kolaborasi)
20 juni 2017 2 Setelah dilakukan 1 Kaji keluhan mual, sakit
11.40 WIB tindakan keperawatan menelan & muntah yang
dialami oleh pasien.
selama 3x24 jam
2 Kaji cara/bagaimana
diharapkan nafsu makanan dihidangkan.
makan bertambah 3 Berikan makanan yang
mudah ditelan seperti:
dengan kriteria hasil :
bubur, tim & dihi-dangkan
- Pasien mau saat masih hangat.
makan dan 4 Berikan makanan dalam
porsi kecil & frekuensi
menghabiskan
sering dalam keadaan
makanan dari hangat
rumah sakit 5 Catat jumlah/porsi makanan
- Tidak muntah yang dihabiskan oleh pasien
setiap hari.
- An. F tidak lemas 6 Berikan nutrisi parenteral
- Mukosa mulut (kolaborasi dengan dokter).
lembab 7 Berikan obat-obat antasida
(anti emetik) sesuai program
dokter.
8 Ukur berat badan pasien
setiap hari (bila mungkin)

20 juni 2017 3 Setelah dilakukan 1 Observasi tanda-tanda vital


11.40 WIB tindakan 3x24 jam paling sedikit setiap tiga
jam.
diharapkan kebutuhan
2 Observasi dan cata intake
cairan terpenuhi dan output.
dengan kriteria hasil. 3 Anjurkan pasien untuk
banyak minum
- An. F tidak lemas
4 Timbang berat badan.
- Suhu tubuh 5 Monitor pemberian cairan
normal (36 - 370 melalui intravena setiap jam
C)
- Tidak muntah
- mukosa lembab
dan tidak mudah
haus
- Hematokrit
dalam batas
normal 31 43 %
- Balance cairan
dalam jumlah
normal 0
20 juni 2017 4 Setelah dilakukan 1 Kaji tingkat nyeri
11.40 WIB tindakan keperawatan 2 Kaji faktor-faktor yang
mempengaruhi reaksi pasien
selama 3x 24 jam
terhadap nyeri
diharapkan nyeri 3 Berikan posisi yang
berkurang dengan nyaman, usahakan situasi
ruangan yang tenang.
kriteria hasil :
4 Berikan suasana gembira
- Nyeri berkurang bagi pasien, alihkan
dari skala 3 perhatian pasien dari rasa
nyeri
menjadi 0
5 Berikan obat-obat analgetik
- Pasien tampak
tenang dan tidak
tegang maupun
gelisah
- Tidak nyeri tekan
pada perut

V. IMPLEMENTASI
DX Kep Tgl/jam Implementasi Respon TTD
1,2,3,4 19 Juni Melakukan pengkajian S : ibu mengatakan pasien
2017 pada An. H panas sejak 3 hari yang
11.30 WIB lalu dan muntah sebanyak
4 kali dari tadi malem
O:
- Pasien terlihat lemas
dan wajah tegang
- Tubuh hangat dengan
suhu 38,30 C
- RR : 23x/menit
- Nadi : 110x/menit
1,2,3 11.45 WIB Memberikan terapi cairan S :-
melalui IV asering O: cairan asering
7 cc/kg/jam = 2 jam = 182 dimasukkan melalui
cc selang infus, tidak ada
tanda-tanda alergi
1 12.00 WIB Memberikan kompres S :-
hangat pada aksila dan dahi O : kompres hangat
diberikan
Suhu tubuh 37, 90 C
2 12.10 WIB Memonitor tanda-tanda S : ibu mengatakan pasien
mual muntah sudah tidak muntah
O : pasien tidak muntah,
tampak lemas dan wajah
gelisah
1,2,3,4 12.15 WIB Memberikan injeksi sesuai S:-
dengan program melalui O : pasien sedang tidur
selang infus Tidak ada alergi obat
Ondancetrone 1 mg

4 13.00 WIB Melakukan pengkajian S: pasien saat ditanya


nyeri mengatakan perut sakit
Skala 3
O : lemas dan wajah
tegang.
1,2,3 13.45 Memberikan terapi cairan S :-
melalui IV asering O: cairan asering
5 cc/kg/jam = 3 jam = 195 dimasukkan melalui
cc selang infus, tidak ada
tanda-tanda alergi
4 13.50 Menganjurkan keluarga -
untuk mengalihkan
perhatian mengenai nyeri
degan mengajak berbicara
dan bercanda
3 14.00 WIB melakukan balance cairan Input
Infus : 252 cc
Makan :100 cc
Minum : 400 cc
752cc
Output
Urin : 600 cc
Muntah: 200 cc
IWL : 8,91 cc
808,9 cc
Balance cairan = 727
808,9 = -81cc/ 7jam
1,2,3,4 21 Juni Memonitor tanda-tanda S : ibu mengatakan panas
2017 vital pasien sudah turun tetapi pasien
07.00 wib masih lemas dan sedikit
rewel
O:
pasien terlihat lemas
suhu 370C
RR 24x/menit
Nadi 116x/menit
2 07.05 Mengkaji pola makan S: ibu mengatakan pasien
pasien masih susah makan tadi
pagi hanya makan sekitar
4 sendok dan harus
dipaksa
O:
Pasien lemas dan rewel
Tidak mual dan muntah
Mukosa kering
2,3 07.30 Menganjurkan keluarga S : ibu mengatakan pasien
untuk memberikan hanya menghabiskan 4
makanan dalam porsi sendok makan dan minum
sedikit tetapi sering dan air putih sekitar 1 gelas
dalam keadaan hangat (250cc)

Menganjurkan keluarga
untuk memberikan minum
yang banyak
1,2,3,4 08.00 Memberikan injeksi sesuai S:
dengan program melalui O : tidak ada tanda-tanda
selang infus alergi obat, tidak ada
Ceftriaxone 1gr pembengkakan pada kulit
Ondancetrone 1 mg sekitar penusukan infus.

4 08.30 Melakukan pengkajian S: ibu mengatakan pasien


nyeri masih mengeluh sakit
pada perutnya,
O: skala 3
- Ekspresi wajah Kadang
meringis dan
mengerutkan dahi (1)
- Gerakan kaki dalam
posisi normal dan rileks
(0)
- Aktivitas menggeliat-
liat (1)
- Kadang merintih dan
merengek (1)
- Rileks (0)
1,2,3 09.00 Memberikan terapi cairan S :-
melalui IV asering O: cairan asering
7 cc/kg/jam= 2 jam = 182 dimasukkan melalui
cc selang infus, tidak ada
tanda-tanda alergi
2,3 09.30 Memonitor muntah pasien S : ibu mengatakan pasien
tidak muntah tetapi
beberapa kali mual ketika
makan
O : pasien terlihat lemas
dan pucat
4 10.00 Menciptakan lingkungan S:-
aman dan nyaman O: pasien sedang tidur
1,2,3 11.00 Memberikan terapi cairan S :-
melalui IV asering O: cairan asering
5 cc/kg/jam= 2 jam = 130 dimasukkan melalui
cc selang infus, tidak ada
tanda-tanda alergi
2,3 11.45 Menganjurkan keluarga S: ibu mengatakan An. H
untuk memberikan makan sudah mulai nafsu makan
dibanding dengan tadi
pagi, ia menghabis kan
sekitar 8 sendok makan
O : mukosa lembab
1,2,3,4 12.00 Memberikan injeksi sesuai S:-
dengan program melalui O : pasien sedang tidur
selang infus Tidak ada alergi obat
Ondancetrone 1 mg.
1,2,3 13.00 Memberikan terapi cairan S :-
melalui IV asering O: cairan asering
3 cc/kg/jam= 3 jam = dimasukkan melalui
117cc selang infus, tidak ada
tanda-tanda alergi
3 14.00 melakukan balance cairan Input
Infus : 452 cc
Makan :100 cc
Minum : 350 cc
902cc
Output
Urin : 700 cc
BAB : 250
IWL : 8 cc
958 cc
Balance cairan = 902
958 = -56cc/ 7jam
1,2,3,4 22 Juni
2017 Memonitor pemberian S: -
21.30 wib cairan IV O: pasien mendapatkan
cairan iv asering 12 tpm,
tidak ada tanda-tanda
alergi dan pembengkakan
3 22.00 Menciptakan lingkungan S: -
aman dan nyaman dengan O : pasien baru saja jalan-
mengontol kebisingan jalan di sekitar ruangan
ruangan dan akan tidur
1,2,3,4 00.00 wib Memberikan injeksi sesuai S:
dengan program melalui O : tidak ada tanda-tanda
selang infus alergi obat, tidak ada
Ondancetrone 1 mg pembengkakan pada kulit
sekitar penusukan infus.
1,2,3,4 22 Juni Memonitor tanda-tanda S : ibu mengatakan an. F
2017 vital sudah tidak panas dan
05.00 wib tidak muntah
O:
An F sudah terlihat segar,
tetapu masih lemas
Suhu 36,70C
Nadi 116x/menit
4 05.30 wib Memonitor nyeri pasien S: ibu mengatakan pasien
masih mengeluh sakit
pada perutnya,
O: skala 2
- Ekspresi wajah tenang
(0)
- Gerakan kaki dalam
posisi normal dan rileks
(0)
- Aktivitas menggeliat-
liat(1)
- Kadang merintih dan
merengek (1)
- Rileks (0)
3 07.00 Memonitor balance cairan Input
Infus : 350 cc
Makan :100 cc
Minum : 200 cc
650cc
Output
Urin : 650 cc

IWL : 8 cc
658 cc
Balance cairan = 650
658 = -8cc/ 10jam

VI. EVALUASI
No Tgl/jam Diagnosa Evaluasi TTD
1 22 Juni 2017 Peningkatan suhu tubuh S: ibu mengatakan pasien
07.00 wib (hipertermi) berhubungan dengan sudah tidak panas
proses penyakit O:
- Pasien sudah terlihat segar
tetapi masih lemas
- Suhu tubuh 36,70C
A: masalah teratasi
P: hentikan intervensi
2 22 Juni 2017 Perubahan nutrisi kurang dari S : ibu mengatakan pasien
07.00 wib kebutuhan berhubungan dengan sudah tidak muntah, nafsu
Intake makanan yang tidak makan mulai meningkat
adekuat, mual muntah dan tidak O :
nafsu makan - Pasien tampak lemas
- Nafsu makan bertambah
- Pasien mau makan tanpa
dipaksa
- Mukosa lembab
A : masalah teratasi
P : hentikan intervensi
3 8 Juni 2017 Defisit volume cairan S: ibu mengatakan pasien
07.00 wib berhubungan dengan kehilangan sudah tidak muntah
cairan aktif O:
- An. F tampak lemas
- Suhu tubuh normal 36,70
C
- Tidak muntah
- lembab
- Hematokrit 36,30 %
- Balance cairan
Input
Infus : 350 cc
Makan :100 cc
Minum : 200 cc
650cc
Output
Urin : 650 cc
IWL : 8 cc
658 cc
Balance cairan = 650
658 = -8/ 10jam
A : masalah belum teratasi
P : lanjutkan intervensi
-
Observasi tanda-tanda
vital
- Observasi dan cata
intake dan output.
- Anjurkan pasien untuk
banyak minum
- Monitor pemberian
cairan melalui intravena
setiap jam
4 22 Juni 2017 Gangguan rasa aman nyaman : S: ibu mengatakan nyeri pada
07.00 wib nyeri berhubungan dengan perut pasien sudah berkurang
mekanisme patologis (proses O : skala nyeri 2
penyakit) - Ekspresi wajah tenang (0)
- Gerakan kaki dalam
posisi normal dan rileks
(0)
- Aktivitas menggeliat-
liat(1)
- Kadang merintih dan
merengek (1)
- Rileks (0)
A: masalah belum teratasi
P: lanjutkan intervensi
- Kaji tingkat nyeri
- Kaji faktor-faktor yang
mempengaruhi reaksi
pasien terhadap nyeri
- Berikan posisi yang
nyaman.
- Berikan suasana
gembira bagi pasien,
alihkan perhatian
pasien dari rasa nyeri
- Berikan obat-obat
analgetik