Anda di halaman 1dari 4

Sudut Torsi Vs Energi

8 7.422919 7.422892

6 5.596437 5.596422

5
Energi

3
3.312393 3.267432
2.694125
2

0
0 50 100 150 200 250 300 350 400
Sudut Torsi

Gambar Molekul pada saat Puncak dan Lembah berdasarkan grafik diatas :

1. Puncak Pertama pada sudut torsi 0 dan energi yaitu 7,422919.

2. Lembah Pertama pada sudut torsi 60 dan energi yaitu 3,312393


3. Puncak Kedua pada sudut torsi 120 dan energi yaitu 5,596437

4. Lembah Kedua pada sudut torsi 180 dan energi yaitu 2,694125

5. Puncak Ketiga pada sudut torsi 240 dan energi yaitu 5,596422
6. Lembah Ketiga pada sudut torsi 300 dan energi yaitu 3,312375

7. Puncak Keempat pada sudut torsi 360 dan energi yaitu 7,422892

Berdasarkan data grafik dan juga gambar di atas maka dibahas bahwa pada puncak
pertama yaitu 0 memiliki gambar bentuk molekul dan energi yang sama dengan puncak
terakhir yaitu 360, begitupula seterusnya yaitu sudut torsi 60 (lembah kedua) nilai energi
serta gambar bentuk molekulnya sama dengan sudut torsi 300 (lembah ketiga), sudut torsi
120 (puncak kedua) sama nilai energi dan gambar bentuk molekulnya dengan sudut torsi 240
(puncak keempat). Untuk puncak yang ketiga dengan sudut torsi 180 merupakan sudut torsi
awal untuk senyawa 1,4-butana-diol. Berdasarkan penjelasan tersebut maka dapat dikatakan
bahwa perbedaan antara setiap puncak dan lembah adalah 60 dan perbedaan sudut torsi antara
1 puncak dengan puncak yang lain adalah 120. Dimana, pada sudut awal atau sudut torsi 180
merupakan batas atau titik awal jadi pada setiap kenaikan sudut torsi 10 nilai energi dan bentuk
molekulnya akan sama dengan setiap penurunan sudut torsi 10. Sehingga, pada grafik dapat
dilihat bahwa pada lembah kedua memiliki lembah yang lebih curam dibandingkan dengan
lembah pertama dan lembah ketiga.
Untuk senyawa 1,4-butana-diol memiliki kesamaan pada bentuk molekul untuk setiap
sudut torsi yang dibentuk, namun nilai dari energi torsinya berbeda hal tersebut terjadi karena
pada molekul 1,4-butana-diol mengikat 2 molekul OH sedangkan untuk molekul N-butana
tidak mengikat 2 molekul OH. Selain itu, pada pengikatan 2 molekul OH menyebabkan massa
molekul relatif dari 1,4-butana-diol lebih besar yaitu 86 gram/mol dari massa molekul relatif
n-butana yaitu 58 gram/mol. Untuk bentuk molekul antara 1,4-butana-diol yang sama dengan
n-butana karena pada n-butana dan 1,4-butana-diol sama sama memiliki 4 atom karbon (C).
Serta grafik yang dibentuk ada 1,4-butana-diol sama dengan grafik pada n-butana dimana
memiliki 4 puncak dan 3 lembah serta sudut torsi batas atau awala adalah 180, dimana setiap
kenaikan sudut torsi 10 nilai energi akan sama dengan setiap penurunan sudut torsi 10.

KESIMPULAN :
Berdasarkan grafik dan pembahasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa pada setiap
kenaikan sudut torsi 10 nilai energinya akan sama dengan penurunan sudut torsi 10. Pada puncak
yang pertama akan sama dengan puncak terakhir begitupula seterusnya sehingga perbedan sudut antara
puncak dan lembah akan 60 dan perbedaan sudut antara puncak yang satu dengan puncak yang lain
adalah 120. Perbandingan antara n-butana dan 1,4-butana-diol terletak pada energi dari setiap sudut
dimana pada n-butana energi yang didapat lebih besar dibandingkan dengan energi pada 1,4-butana-
diol hal tersebut terjadi kemungkinan karena pada 1,4-buatan-diol massa molekul relatifnya lebih besar
dibanding normal butana. Serta untuk bentuk molekul dan bentuk secara umum grafik antara keduanya
adalah sama.