Anda di halaman 1dari 8

MANAJEMEN INFRASTRUKTUR

STUDI KELAYAKAN RENCANA PEMBANGUNAN JEMBATAN KAPUAS 3


PONTIANAK

DISUSUN OLEH :

ATRIE VIRDUANI

D1091141026

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS TANJUNGPURA

2017

PENDAHULUAN
Sistem infrastruktur sangat dibutuhkan untuk memberikan pelayanan yang
mendukung perkembangan ekonomi dan kualitas kehidupan. Sedikit atau
rendahnya infrastruktur sedikit banyak mempengaruhi standar kehidupan
masyarakat, baik dalam bidang kesehatan partisipasi dalam pendidikan dan
kemampuan bersaing dalam pasar lokal, nasional, maupun internasional. Di Asia
dengan pertumbuhan penduduk yang tinggi dan pertumbuhan ekonomi serta
masalah-masalah yang terkait dengan infrastruktur utama membuat
perkembangan infrastruktur sebagai sebuah kebutuhan tidak bisa diabaikan.
Walaupun kebijakan untuk membangun infrastruktur ditujukan untuk
mengatasi kemiskinan dan mengurangi pengangguran, tetapi hasilnya belum
nampak. Keberhasilan pendekatan kondisi infrastruktur biasanya bersifat
terpusat, terbatas pada masalah teknis dan dikenal sering gagal dalam
memenuhi obyek-obyek yang terdapat dalam perkembangan ekonomi-sosial.
Untuk meningkatkan kondisi infrastruktur, ada keyakinan akan bisa
dilakukan bila paradigmanya harus diubah menjadi perkembangan infrastruktur
yang ditujukan untuk masyarakat. Perubahan ini didukung oleh pembicaraan baik
di tingkat akademis maupun profesional, di mana infrastruktur fisik sudah
dianggap sebagai sistem yang akan fasilitas fisik dan layanan-layanan yang
terkait untuk memenuhi kebutuhan ekonomi dan sosial. Fasilitas dan layanan ini
direncanakan dan dirancang sesuai dengan perencanaan yang matang dan
dasar-dasar teknis dengan mengikuti prinsip-prinsip kebersamaan dan kejujuran,
serta ditujukan untuk kelangsungan lingkungan hidup, ekonomi dan sosial.
Pelaksanaan hal ini memerlukan pendekatan dengan peran aktif dari
masyarakat untuk mengenali masalah-masalah yang prinsipil,
mengidentifikasikan potensi dan sumber daya sekaligus menyusun perencanaan
alternatif dan penyelesaian secara teknis.
Pemenuhan kebutuhan untuk kelangsungan masyarakat berbasis sistem
infrastruktur, organisasi dari berbagai bidang memerlukan staf yang memiliki
pengetahuan yang menyeluruh dalam bidang infrastruktur, yang meliputi
interaksi dan hubungan dengan orang, tanah, ekonomi dan lingkungan alam
PEMBAHASAN

A. Konsep Program
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berencana membangun
Jembatan Kapuas III, yang menghubungkan Kabupaten Kubu Raya dengan
Kabupaten Mempawah. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat,
Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan jembatan penting karena
Kalimantan memiliki banyak sungai besar dan panjang. Jembatan juga
berfungsi menghubungkan daerah-daerah pelosok dengan kota.
Sebagaimana kita tau bahwa sebelumnya sudah terbangun jembatan
Kapuas I dan II dimana jembatan Kapuas I berada di Kota Pontianak,
sedangkan jembatan Kapuas II berada pada Kabupaten Kubu Raya, namun
adanya 2 jembatan ini tetap tidak mengurangi volume lalu lintas, terbukti
jembatan Kapuas terutama jembatan I selalu mengalami apalagi pada saat
jam pergi dan pulang kerja. Salah satu faktor yang membuat kemacetan
adalah selain pertumbuhan penduduk Kota Pontianak yang semakin
meningkat juga adalah faktor lebar jalan dari jembatan tersebut yang hanya
bisa dilalui oleh 2 kendaraan diatas roda dua sehingga menimbulkan
kepadatan dan kemacetan. Maka dari itu pemerintah Provinsi Kalimantan
Barat berencana untuk membangun jembatan Kapuas 3. Selanjutnya
sebelum rencana jembatan ini dibuat maka harus diadakan studi kelayakan,
dari terdapat dua alternatif konsep yakni pertama konsep jembatan dengan
paralel
Alternatif 1 : Pararel Dengan Jembatan Kapuas I
Direncanakan jembatan dibuat secara paralel dengan Jembatan
Kapuas 1. Dengan adanya jembatan ini volume lalu-lintas yang
melewati jembatan Kapuas 1 didistribusikan sehingga diharapkan kemacetan
di Jembatan dapat diantisipasi.
Pembuatan jembatan ini hanya memperbesar kapasitas jembatan yang
melintasi Sungai Kapuas saja. Sementara akses menuju dan setelah
jembatan perlu dihitung juga kapasitasnya. Hal ini perlu dilakukan supaya
kemacetan dapat diantisipasi secara tuntas, tidak hanya memindahkan
kemacetan dari jembatan ke jalan aksesnya.
Pembangunan jembatan ini juga perlu didukung dengan pembangunan
Jembatan Landak 2, karena kapasitas Jembatan Landak juga sudah tidak
mencukupi lagi mengalirkan volume lalu-lintas yang ada.
Selain itu antisipasi pada persimpangan-persimpangan yang
berhadapan langsung dengan kedua jembatan juga perlu dilakukan.
Adanya rencana Jalan Layang (Fly Over) merupakan salah satu alternatif
yang diharapkan mampu mengantisipasi masalah kemacetan ini.
Alternatif 2 : Lokasi Di Fery Roro Penyebrangan (Jl.Bardan Hadi
Siantan)
Direncanakan jembatan dibuat pada lokasi yang sekarang digunakan
sebagai Dermaga Ferry Roro penyeberangan. Lokasi ini menyambungkan
jalan Bardan Hadi dengan terminal/Pasar Siantan.
Rencana jembatan ini diharapkan dapat membagi volume lalu-lintas
yang selama ini melalui Rute Jl. Situt Mahmud - Jembatan Landak - Jl.
Sultan Hamid II - Jembatan Kapuas - Kota. Dengan adanya jembatan ini
volume lalu-lintas di rute tersebut sebagian langsung diarahkan melalui
jembatan ke pusat Kota Pontianak. Harapan dari pembagian ini volume lalu-
lintas di Jalan Gusti Situt Mahmud, Jembatan Landak, Jalan Sultan Hamid II
dan Jembatan Kapuas I dapat di kurangi. Hal ini juga berlaku untuk
arah sebaliknya, volume lalu-lintas yang selama ini terpusat di Jalan
Tanjungpura, Jl Pahlawan, dan Jalan Imam Bonjol dapat terdistribusi ke arah
Jalan Rahadi Usman yang selama ini tidak terlalu padat.
Analisa Ekonomi
Sektor perdagangan berperan besar dalam menunjang perekonomian
di Kota Pontianak ini. Konsekuensi atas meningkatnya standar hidup
penduduk Kota Pontianak terhadap pelayanan jasa transportasi khususnya
jalan raya adalah meningkatnya permintaan penyediaan jasa angkutan
barang dan jasa yang semakin meluas dan dengan kualitas yang
meningkat pula, maka jalur transportasi harus diperhatikan dengan baik,
agar pendistribusian barang dapat berjalan lancar, serta masyarakat dapat
melakukan aktivitas sehari-hari serta dapat memanfaatkan dan pemakaian
jalan raya dengan aman, nyaman dan lancar di Kota Pontianak. Peningkatan
arus lalu lintas yang terjadi harus diimbangi dengan peningkatan
prasarana yang ada, karena dapat mengakibatkan terjadinya
permasalahan lalu lintas antara lain kemacetan dan kecelakaan. Pergerakan
intra zona terutama di Kota Pontianak yaitu akses Pelabuhan Pontianak
ke arah utara yaitu menuju Kawasan Metropolitan Pontianak bagian utara,
saat ini masih melewati pusat Kota Pontianak, yaitu melalui jalan arteri
primer (nasional) yang dihubungkan hanya oleh Jembatan Kapuas I, sehingga
terjadi campuran lalu lintas antara lalu lintas eksternal-eksternal, internal-
eksternal dan lalu lintas intra zona Kota Pontianak yang menyebabkan
rendahnya tingkat pelayanan jalan dan jembatan pada ruas- ruas jalan
tersebut.
Solusi yang terbaik diperlukan salah satu Alternatif pembangunan
Jembatan Kapuas III (Bardan-Siantan) untuk dapat menghubungkan akses
Pelabuhan Pontianak ke arah utara yaitu menuju kawasan Metropolitan
Pontianak bagian utara, yaitu melalui akses Jembatan Kapuas III (Bardan-
Siantan) sehingga pengguna kendaraan di Pusat Kota tidak harus mengalami
tundaan (macet) pada jam-jam sibuk.
Hal lain yang kemudian harus dilakukan untuk merencanakan
pembangunan Jembatan Kapuas III (Bardan-Siantan) adalah melakukan
analisis ekonomi. Analisis ini dimaksudkan agar mengetahui dengan jelas
kelayakan ekonomi rencana pembangunan Jembatan Kapuas III tersebut,
sehingga tidak sampai terjadi penggunaan sumber dana yang banyak yang
merugikan ditinjau dari sisi ekonomi.

B. Latar Belakang
Kota Pontianak merupakan Kota Orde I dalam system kota-kota di
Provinsi Kalimantan Barat. Dengan demikian jangkauan wilayah pelayanan
Kota Pontianak tidak terbatas pada wilayah Kecamatan Pontianak melainkan
sampai pada wilayah lainya yang berada dalam lingkup pelayanan Kawasan
Metropolitan Pontianak (KMP) yang meliputi Kota Pontianak, Kecamatan
Siantan Kabupaten Mempawah dan Kecamatan Sungai Kakap, Sungai
Ambawang, Rasau Jaya, Sungai Raya, dan Kuala Mandor di Kabupaten Kubu
Raya serta wilayah kabupaten lainnya.
Melihat perkembangan dan potensi yang cukup besar pada wilayah
Kecamatan Pontianak dan Kecamatan lainnya sebagai hinterland Kota
Pontianak, dan keberadaan beberapa usaha perkebunan, maka dalam jangka
panjang kedudukan Kota Pontianak dalam system kota-kota ini dapat lebih
meningkat, karena bertambahnya jumlah fasilitas perkotaan yang terdapat di
wilayah Kota Pontianak.
Demikian juga dengan pertumbuhan jumlah kendaraannya juga
semakin meningkat, dengan laju pertumbuhan rata-rata 10% pertahun,
akibatnya kemacetan lalu-lintas terjadi di beberapa tempat. Pergerakan intra
zona terutama di Kota Pontianak yaitu akses Pelabuhan Pontianak kea rah
utara yaitu menuju Kawasan Metropolitan Pontianak bagian utara, saat ini
masih melewati Pusat Kota Pontianak, yaitu melewati jalan arteri
primer(nasional) yang dihubungkan hanya oleh Jembatan Kapuas 1 dan
Jembatan Kapuas 2, sehingga terjadi campuran (kosentrasi) lalu-lintas antara
lalu-lintas, eksternal-eksternal, internal-eksternal dan lalu-lintas intra zona
Kota Pontianak yang menyebabkan rendahnya tingkat pelayanan jalan dan
jembatan pada ruas-ruas jalan tersebut. Hal ini secara langsung berpengaruh
pada aksesibilitas dan rute pergerakan lalu-lintas. Pembangunan sarana
akses penghubung (jembatan) lain yang melintasi sungai-sungai di Kota
Pontianak ini menjadi sangat penting dalam upaya mengurangi tingkat
kemacetan di Kota Pontianak. Strategi rekayasa lalu-lintas yang tepat akan
mampu menghasilkan perencanaan yang mampu mengantisipasi kemacetan
yang selama nini terjadi di Kota Pontianak terutama akibat kosentrasi lalu-
lintas dan kurangnya kapasitas jembatan. Oleh karena itu juga perlu adanya
studi kelayakan tentang rencana pembangunan Jembatan Kapuas III (Bandar-
Siantan) sangat diperlukan dalam rangka pengembangan Kota Pontianak.

C. Permasalahan yang Dihadapi


Permasalahan yang timbul adalah berdasarka alternative rencana
yakni pada daerah siantan bahwa di sisi Siantan, jembatan ini berada di
Pasar Siantan yang selama ini sangat padat. Sementara itu pembangunan
jembatan Kapuas 3 ini merupakan pembangunan besar yang dikhawatirkan
pada saat proses pembangunan nya akan menganggu aktifitas kegiatan
masyarakat disekitaarnya. Oleh karena itu perlu difikirkan antisipasi terhadap
permasalahan ini.

D. Tujuan Program
Tujuan dari Program Studi Kelayakan Pembangunan Jembatan Kapuas III
di Kota Pontianak ini adalah untuk memperhitungkan kelayakan
Pembangunan Jembatan Kapuas III dari berbagai aspek kepentingan. Selain
itu juga untuk menyediakan infotmasi yang diperlukan terutama mengenai
kelayakan pembangunan Jembatan Kapuas II yang mencakup analisis tentang
kelayakan, tahun rencana (target year) tersebut dapat dimanfaatkan/
dikembangkan guna melayani permintaan kebutuhan jasa pelayanan
jembatan pada saat ini dan pada masa yang akan datang sesuai dengan
ketentuan yang telah dipersyaratkan untuk mewujudkan kondisi jembatan
yang ideal sehingga dapat mencapai pelayanan fungsi jalan yang lancar,
aman, nyaman, efektif, dan optimal

E. Dokumentasi
Design Rencana Jembatan Kapuas 3

F. Sumber Pembiayaaan

Rencana pembangunan jembatan Kapuas III ini rencana sumber pembiayaan


berasal dari dana APBN dan APBD, mengingat jembatan Kapuas III
menghubungkan antara Kota Pontianak dan Kabupaten KubuRaya, dana APBN
berasal dari Pemerintah Indonesia sendiri, sementara dana APBD berasal dari
APBD Kota Pontianak, terkhusus berdasarkan Dana Alokasi Umum (DAU) Kota
Pontianak.

KESIMPULAN
Rencana Pembangunan Jembatan Kapuas III ini merupakan rencana yang
memang harus dilaksanakan, mengingat dari studi kelayakan bahwa memang
masyarakat di Kota Pontianak dan sekitarnya memang membutuhkan jembatan
yang baru untuk mengurangi salah satu masalah utama yakni kemacetan, selain
itu dengan adanya pembangunan jembatan Kapuas III ini akan membuat suatu
pertumbuhan wilayah dan perkembangan wilayah baru yang mana akan
berujung kepada peningkatan pendapatan daerah baik untuk Provinsi Kalimantan
Barat sendiri. Pembangunan Jembatan Kapuas III yang direncanakan (Bardan
Hadi-Siantan) dibangun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
SUMBER ;
Arif, Toriq. 2015. Manajemen Infrastruktur. http://expertindo-
training.com/training_manajemen_infrastruktur. Diakses pada 25 Mei 2017.

Rofiul, Novie. 2015. Studi Kelayakan Jembatan Kapuas III Kota Pontianak Provinsi
Kalimantan Barat Tahun Anggaran 2012.
https://www.scribd.com/document/273588999/Laporan-Akhir. Diakses pada
25 Mei 2017

Oxtora, Rendra. 2016. Desain Jembatan Kapuas 3 Bakal Lebih Indah.


http://www.antarakalbar.com/berita/340339/desain-jembatan-kapuas-3-
bakal-lebih-indah. Diakses pada 1 juni 2017