Anda di halaman 1dari 18

Susu Kocok

hanya tulisan manis dari seseorang yang manis @sii ishin sabrina

Selasa, 15 Mei 2012

LAPORAN OBSERVASI MANAJEMEN SARANA DAN


PRASARANA

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Observasi

Penggunaan sarana dan prasarana harus diatur, agar tercapai maksud yang diinginkan.
Karena itu, kepala sekolah sebagai manajer pendidikan, punya kewajiban untuk mengatur. Dalam
kondisi sarana dan prasarana yang kuantitasnya melebihi jumlah pengguna, soal penggunaan
sarana dan prasarana tidaklah banyak menjadi persoalan. Oleh karena itu, pengaturan
penggiliran dalam hal pengguanan haruslah dilakukan. Pada sekolah-sekolah, ruangan yang
tersedia untuk peserta didik ada kalanya menggunakan sistem plot dan sistem tanpa plot. Pada
penggunaan pada sistem plot, ruangan dengan mudah dikelola karena telah diperutukkan untuk
kelas tertentu, contoh dari penggunaan sistem plot misalnya ruang guru, ruang kepala sekolah,
ruang tata usaha, ruang laboratorium IPA, IPS, ruang bengkel, gudang, dan sebagainya.
Sedangkan sistem non plot, ruangan tersebut dapat berganti-ganti dalam satu hari yang
menempati ruang kelas tersebut lima sampai enam kelompok belajar yang berbeda. Model tanpa
plot ini umumnya terjadi di perguruan tinggi, dimana setiap fakultas terdiri atas beberapa jurusan,
setiap jurusan terdiri atas beberapa program studi, dan masing-masing program studi terdiri atas
beberapa angkatan.

Penggunaan sarana dan prasarana pendidikan yang lainnya, umumnya yang berupa alat-
alat elektronik hendaknya diperhatikan dengan seksama tentang petunjuk pengoperasian
bagaimana yang tercantum dalam manual. Dewasa ini, petunjuk pengoperasiaan banyak yang
berbahasa asing dan sekedar diformulasikan dengan gambar-gambar. Menerjemahkan petunjuk
tersebut dengan sederhana dan langkah demi langkah, akan memudahkan kepada para
pengguna untuk mengoperasikan, sebab kesalahan dalam hal pengoperasiaan, bisa menjadikan
peralatan peralatan tersebut cepat rusak. Jika seluruh pengguna peralatan tersebut diharapkan
dapat mengoperasikan dengan benar, maka pelatihan terhadap mereka sebenarnya dapat juga
dilakukan.

Agar sarana dan prasarana yang tersedia di sekolah dapat dimanfaatkan oleh peserta didik
dan warga sekolah lain dengan merata, maka kepala sekolah perlu memberikan motivasi kepada
para pengguna tersebut. Supaya kepala sekolah mengetahui kadar penggunaannya, pihak-pihak
yang menggunakan dan yang tidak menggunakan, sepatutnya kepala sekolah mempunyai data
tentang hal tersebut. Dengan demikian kepala sekolah juga sekaligus dapat melihat kepadatan
penggunaan peralatan tersebut. Dengan adanya daftar penggunaan, waktu penggunaan, dan
frekuensi penggunaan, kepala sekolah juga sekaligus akan tahu jenis peralatan dengan merek
apa yang lebih handal dan jenis peralatan dengan merek apa yang kurang atau tidak handal

Seperti yang kita ketahui bersama,bahwa sarana dan prasarana merupakan penunjang
tercapainya tujuan pendidikan yang diharpkan. Untuk merealisasikan pendidikan yang
merupakan usaha sadar dan yang bertujuan mengembangkan kepribadian dan kemampuan
siswa, maka sekolah hendaknya membina potensi lahir dan batin secara maksimal. Dengan
demikian sekolah merupakan salah satu tempat untuk mewujudkan pembentukan manusia
Indonesia yang seutuhnya, sesuai tujuan pendidikan dalam GBHN.

1.2 Tujuan Observasi


Adapun tujuan dari kegiatan observasi yang dilakukan di SMP Negeri 3 Tilatang Kemang
Kabupaten Agam mengenai peliharaan sarana dan prasarana sekolahnya adalah untuk
mengetahui dan memahami secara langsung bagaimana implementasi manjemen sarana dan
prasarana dilapangan tentang pemeliharaan.

BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian Sarana Prasarana Pendidikan
Sarama pendidikan adalah peralatan dan perlengkapan yang secara langsung dipergunakan
dan menunjang proses pendidikan khususnya proses belajar mengajar, seperti gedung, ruang
kelas, meja kursi, alat tulis dan media pembelajaran. Adapun prasarana pendidikan adalah
fasilitas yang secara tidak langsung menunjang jalannya proses pendidikan atau pengajaran,
seperti halaman, kebun sekolah, taman belajar dan lain- lain.
Manajemen sarana dan prasarana gunanya untuk mengatur dan menjaga sarana dan
prasarana pendidikan agar dapat memberikan kontribusi secara optimal dan berarti pada
jalannya proses pendidikan. Kegiatan ini meliputi perencanaan, pengadaan, pengawasan,
penyimpanan inventaris dan penghapusan serta penataan. Hal ini diharapkan bisamenciptakan
suasana sekolah yang bersih, rapi, indah dan siap pakai sehingga kegiatan pendidikan bisa
berjalan optimal.

Salah satu aspek yang seyogyanya mendapat perhatian utama dari setiap administrator
pendidikan adalah mengenai sarana dan prasarana pendidikan. Sarana pendidikan umumnya
mencakup semua peralatan dan perlengkapan yang secara langsung dipergunakan dan
menunjang dalam proses pendidikan, seperti: gedung, ruang belajar/kelas, alat-alat/media
pendidikan, meja, kursi dan sebagaianya. Sedangkan yang dimaksud dengan prasarana adalah
fasilitas yang secara tidak langsung menunjang jalannya proses pendidikan, seperti : halaman,
kebun/taman sekolah, jalan menuju ke sekolah.

Sarana dan prasarana pendidikan pada dasarnya dapat dikelompokan dalam empat
kelompok, yaitu tanah, bangunan, perlengkapan, dan perabot sekolah (site, building, equipment,
and furniture). Agar semua fasilitas tersebut memberikan kontribusi yang berarti pada jalannya
proses pendidikan, hendaknya dikelola dengan dengan baik. Pengelolaan yang dimaksud
meliputi: (1) perencanaan, (2) Pengadaan, (3) Inventarisasi, (4) Penyimpanan, (5) Penataan, (6)
Penggunaan, (7) Pemeliharaan dan, (8) Penghapusan.

2.2 Pemeliharaan Sarana Dan Prasarana


Pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan adalah kegiatan untuk melaksanakan
pengurusan dan pengaturan agar semua sarana dan prasarana selalu dalam keadaan baik dan
siap untuk digunakan secara berdayaguna dan berhasil guna dalam mencapai tujuan pendidikan.

Pemeliharaan merupakan kegiatan penjagaan atau pencegahan dari kerusakan suatu


barang, sehingga barang tersebut kondisinya baik dan siap digunakan. Pemeliharaan mencakup
segala daya upaya yang terus menerus untuk mengusahakan agar peralatan tersebut tetap
dalam keadaan baik. Pemeliharaan dimulai dari pemakaian barang, yaitu dengan cara hati-hati
dalam menggunakannya. Pemeliharaan yang bersifat khusus harus dilakukan oleh petugas yang
mempunyai keahlian sesuai dengan jenis barang yang dimaksud.

Tujuan pemeliharaan agar kekayaan yang besar nilainya itu memperoleh pengalaman yang
baik. Pengamanan itu hendaknya secara menyeluruh, yaitu pengamanan perencanaan,
pengadaan, pendayagunaan, dan penghapusan.
Pemeliharaan merupakan kegiatan terus menerus untuk mengusahakan agar barang tetap
dalam keadaan baik atau siap untuk dipakai. Menurut kurun waktu pemeliharaan dibedakan
dalam:

1. Pemeliharaan Sehari-hari

Dilaksanakan oleh pegawai yang menggunakan barang tersebut dan bertanggung jawab
atas barang itu. Misalnya pengemudi mobil, pemegang mesin diesel, pemegang mesin tik, mesin
stensil, harus memelihara kebersihan dan memperbaiki kerusakan-kerusakan kecil.

2. Pemeliharaan Berkala

Dilakukan dalam jangka waktu tertentu, misalnya dua bulan sekali, tiga bulan sekali.
Pelaksanaan pemeliharaan dapat dilakukan sendiri atau dengan bantuan pihak kedua.
Pemeliharaan berkala menurut keadaan barang dibedakan:

a. Pemeliharaan barang habis pakai.

Pemeliharaan barang habis pakai merupakan cara penyimpanan sebelum barang


tersebut digunakan.

b. Pemeliharaan barang tidak habis pakai

Dengan pemeliharaan dan perawatan yang cermat, diharapkan barang perlengkapan yang
dimiliki sekolah dapat terawat dengan baik serta mudah dipergunakan dan tidak cepat rusak.
Untuk hal tersebut perlu kesadaran dan tanggungjawab oleh semua pihak. Selain dari
pengelolaan sarana dan prasarana di atas, maka masih ada yang penting yang perlu
dilaksanakan adalah tentang adanya pelaporan. Dengan kegiatan laporan ini, maka pemantauan
terhadap pengelolaan sarana dan prasarana ini dapat terjaga dengan baik.

2.3 Tujuan Dan Manfaat Pemeliharaan


a. Tujuan Pemeliharaan

Untuk mengoptimalkan usia pakai perlatan. Hal ini sangat penting terutama jika dilihat dari
aspek biaya, karena untuk membeli suatu peralatan akan jauh lebih mahal jika dibandingkan
dengan merawat bagian dari peralatan tersebut.

1. Untuk menjamin kesiapan operasional peralatan untuk mendukung kelancaran


pekerjaan sehingga diperoleh hasil yang optimal.
2. Untuk menjamin ketersediaan peralatan yang diperlukan melalui pencekkan secara
rutin dan teratur.

3. Untuk menjamin keselamatan orang atau siswa yang menggunakan alat tersebut.

b. Manfaat Pemeliharaan
Jika peralatan terpelihara baik, umurnya akan awet yang berarti tidak perlu
mengadakan penggantian dalam waktu yang singkat.

Pemeliharaan yang baik mengakibatkan jarang terjadi kerusakan yang berarti biaya
perbaikan dapat ditekan seminim mungkin.

Dengan adanya pemeliharaan yang baik, maka akan lebih terkontrol sehingga
menghindar kehilangan.

Dengan adanya pemeliharaan yang baik, maka enak dilihat dan dipandang.

Pemeliharaan yang baik memberikan hasil pekerjaan yang baik.

2.4 Macam-macam Pemeliharaan


1. Perawatan terus menerus (teratur, rutin)

a. Pembersihan saluran drainase dari sampah dan kotoran

b. Pembersihan ruangan-ruangan dan halaman dari sampah dan kotoran

c. Pembersihan terhadap kaca, jendela, kursi, meja, lemari, dan lain-lain

d. Pembabatan rumput dan semak yang tidak teratur

e. Pembersihan dan penyiraman kamar mandi/wc untuk menjaga kesehatan.

2. Perawatan berkala

a. Perbaikan atau pengecatan kusen-kusen, pintu, tembok dan komponen bangunan


lainnya yang sudah terlihat kusam

b. Perbaikan mebeler (lemari, kursi, meja, dan lain-lain)

c. Perbaikan genteng rusak/pecah yang menyebabkan kebocoran

d. Pelapisan plesteran pada tembok yang retak atau terkelupas


d. Pembersihan dan pengeringan lantai, halaman atau selasar yang terkena air hujan/air
tergenang.

3. Perawatan darurat

a. Dilakukan terhadap kerusakan yang tidak terduga sebelumnya dan


berbahaya/merugikan apabila tidak diantisipasi secepatnya

b. Perbaikan yang sifatnya sementara dan harus cepat selesai supaya;

c. Kerusakan tidak bertambah parah

d. Proses pembelajarantidak terganggu

e. Dilaksanakan secara swakelola

f. Harus segera dilakukan perbaikan permanen.

4. Perawatan preventif

Perawatan preventif adalah perawatan yang dilakukan pada selang waktu tertentu dan
pelaksanaannya dilakukan secara rutin dengan beberapa kriteria yang ditentukan sebelumnya.
Pada dasarnya perawatan preventif merupakan cara perawatan sarana dan prasarana yang
dilakukan sebelum sarana dan prasarana tersebut mengalami kerusakan Tujuannya adalah
untuk mencegah atau mengurangi kemungkinan sarana dan prasarana tidak bekerja dengan
normal dan membantu agar sarana dan prasarana dapat aktif sesuai dengan fungsinya.

Pekerjaan yang tergolong perawatan preventif adalah melihat, memeriksa, menyetel,


mengkalibrasi, meminyaki, penggantian suku cadang dan sebagainya. Adapun langkah-langkah
dalam perwatan preventif adalah:

1. Menyusun program perawatan preventif di sekolah

2. Membentuk tim pelaksana perawatan preventif sekolah yang terdiri atas; Kepala
Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Kepala Tata Usaha, BP3 atau Komite Sekolah

3. Menyiapkan jadwal tahunan kegiatan perawatan untuk setiap peralatan dan fasilitas
sekolah

4. Menyiapkan lembar evaluasi untuk menilai hasil kerja perawatan pada masing-masing
bagian sekolah
5. Memberi penghargaan bagi mereka yang berhasil meningkatkan kinerja peralatan
sekolah dalam rangka meningkatkan kesadaran dalam merawat sarana dan prasarana
sekolah.

BAB III
HASIL OBSERVASI
3.1 Sarana Dan Prasarana Sekolah
Sarana dan Prasarana yang ada di SMP Negeri 3 Tilatang, Kemang Kab. Agam, antara
lain :

a. Lahan :

SMP Negeri 3 Tilatang, Kemang Kab. Agam dibangun diatas lahan seluas 1670 m
dengan rincian :

a. Lahan terbangun seluas 520 m

b. Lahan kegiatan praktek 150 m

b. Bangunan :

1) Ruang kelas

Terdiri dari 22 ruangan dan ada beberapa ruangan yang memerlukan


perbaikan di bagian atap dan dinding kelas. Setiap ruangan kurang lebih terdiri
dari 35-40 kursi dan 20 meja. Selain itu disetiap kelas juga terdapat meja dan
kursi guru. Dalam ruang kelas tersebut juga terdapat papan tulis (blackboard dan
whiteboard), papan absen, mading untuk menempel hasil karya para siswa,
media pembelajaran, lemari yang digunakan untuk menyimpan buku-buku dan
media yang dibutuhkan oleh siswa.

2) Perpustakaan

Perpustakaan yang dimiliki oleh SMP Negeri 3 Tilatang, Kemang Kab. Agam
masih tergolong sangat sederhana sekali, di dalamnya hanya terdapat buku-buku
pelajaran yang dibutuhkan oleh siswa dan ruangannya juga sempit.

3) Kantor guru
Kantor guru terdiri dari ruang kepala sekolah, ruang dewan guru, dan ruang
tamu. Dalam ruang tersebut terdapat lemari untuk menyimpan piala dan data-
data milik SMP Negeri 3 Tilatang, Kemang Kab. Agam. Selain itu, di dalam kantor
guru juga terdapat kamar mandi untuk para guru.

4) UKS

Terdiri dari kasur, perlengkapan untuk obat-obatan (kotak P3K), pengukur


berat badan, pengukur tinggi badan.

5) Koperasi sekolah

Koperasi sekolah berada di bagian belakang kantor guru. Dalam koperasi


sekolah menjual makanan ringan, minuman dan gorengan. Koperasi sekolah ini
ditangani oleh salah satu guru di SMP Negeri 3 Tilatang, Kemang Kab. Agam itu
sendiri.

6) Kamar mandi dan tempat wudhu

Kamar mandi ada 6 (masing-masing 3 kamar mandi untuk laki-laki dan


perempuan) yang lumayan bersih.

7) Gudang

Gudang di SMP Negeri 3 Tilatang, Kemang Kab. Agam digunakan untuk


menyimpan barang-barang yang sudah tidak diperlukan lagi. Selain itu, gudang
juga digunakan untuk menyimpan peralatan olahraga.

8) Perabot Kelas :

Papan tulis

SMP Negeri 3 Tilatang, Kemang Kab. Agam memiliki 23 papan tulis


(whiteboard).

Meja dan bangku siswa

Untuk meja dan bangku siswa, ada beberapa yang kondisinya tidak
layak pakai. Jumlah kursi secara keseluruhan ada 199 kursi dan 96 meja.

Meja dan bangku guru

Di setiap kelas memiliki satu pasang meja dan bangku guru yang
diletakkan di bagian depan kelas.
Lemari kelas

Lemari yang dimiliki berjumlah 24, dengan rincian 22 lemari untuk


masing-masing kelas dan 2 lemari diletakkan di kantor guru yang digunakan
untuk menyimpan data-data milik SMP Negeri 3 Tilatang, Kemang Kab.
Agam.

Papan absen

Papan absen diletakkan di masing-masing kelas, mulai dari kelas VII


sampai kelas IX.

Alat Peraga

o Foto presiden dan wakil presiden

Semua kelas memiliki foto presiden dan wakil presiden yang


diletakkan di atas papan tulis.

o Gambar burung garuda

Hanya ada beberapa kelas yang memiliki gambar burung


garuda, karena ada beberapa gambar yang rusak dan terpaksa di
letakkan di gudang.

o Gambar pahlawan Negara

Gambar pahlawan negara hanya dipasang di kelas IX saja.

o Globe

SMP Negeri 3 Tilatang, Kemang Kab. Agam hanya memiliki 15


globe, dipasang VII sedangkan yang lainnya disimpan di ruang guru.

o Peta negara Indonesia

Hanya ada 10 peta Indonesia yang di pasang di kelas VII.

o Media

SMP Negeri 3 Tilatang, Kemang Kab. Agam hanya memiliki


media pembelajaran berupa tape recorder yang digunakan untuk
senam pagi dan keperluan setiap upacara bendera. Pembelajaran
yang dilakukan oleh guru kebanyakan menggunakan metode
ceramah.

o Buku

Buku yang dimiliki oleh SMP Negeri 3 Tilatang, Kemang Kab.


Agam tergolong lengkap, mulai dari buku pegangan, buku pelengkap
dan buku sumber. Untuk buku bacaan, SMP Negeri 3 Tilatang,
Kemang Kab. Agam tidak menyediakan buku bacaan yang sifatnya
tidak berhubungan dengan pelajaran yang ada di sekolah.

3.2 Pengadaan Sarana dan Prasarana di Sekolah


Dalam pengadaan sarana dan prasarana di SMP Negeri 3 Tilatang, Kemang Kab. Agam
selalu membentuk panitia yang bertugas untuk bertanggung jawab dalam pengadaan sarana dan
prasarana tersebut. Panitia yang dibentuk beranggotakan beberapa dewan guru dan komite
sekolah. Cara yang paling banyak dilakukan oleh sekolah dalam pengadaan sarana dan
prasarana adalah dengan membeli sarana dan prasarana yang dibutuhkan dengan
menggunakan satu-satunya bantuan yang berasal dari pemerintah, yaitu BOS. BOS digunakan
untuk kebutuhan sekolah seperti membeli buku (BOS yang digunakan adalah BOS Buku),
merawat sarana dan prasarana yang mengalami kerusakan ringan dan untuk melengkapi
kebutuhan sekolah yang lainnya. Apabila uang BOS masih tersisa, pihak sekolah akan
menggunakannya untuk pengadaan seragam sekolah gratis bagi siswa yang tidak mampu.

Hambatan yang dialami SMP Negeri 3 Tilatang, Kemang Kab. Agam dalam pengadaan
sarana dan prasarana di sekolah adalah kurangnya dana yang dimiliki oleh sekolah, karena SD
ini hanya mengandalkan uang yang berasal dari bantuan BOS. Sehingga untuk mengatasi
masalah ini sekolah harus meminimalisir biaya yang dikeluarkan untuk pengadaan sarana dan
prasarana agar tidak terjadi kekurangan dalam keuangan sekolah. SDN Turirejo 5 tidak pernah
meminta bantuan kepada para wali murid, karena sekolah tidak mau lagi memberikan beban
pada wali murid.

3.3Pendistribusian Sarana dan Prasarana


Kegiatan kedua dalam administrasi sarana dan prasarana sekolah adalah pendistribusian
barang-barang yang telah dibeli kepada orang unit-unit kelas atau orang yang membutuhkan bagi
kegiatan belajar mengajar.
Kegiatan pendistribusian ini dilakukukan oleh sekolah jika barang yang dibutuhkan berupa
barang-barang yang dipakai secara individu atau terpisah secara kelas. Jenis sarana pelajaran
bagi murid didistribusikan ke perpustakaan sekolah. Sehingga memudahkan bagi murid dan guru
dalam menggunakannya.

Dalam pendistribusian sarana, jumlah barang yang akan didistribusikan harus di kontrol agar
menghindari adanya keborosan penggunaan sehingga penggunaan barang menjadi tidak efektif.
Oleh karena itu, panitia pengadaan yang terdiri dari guru dan komite sekolah, meneliti terlebih
dahulu penerima yang cocok bagi sarana tersebut.

Dalam pendistribusian sarana dan prasarana tersebut, biasanya dilakukan setelah jam
sekolah selesai agar tidak mengganggu konsentrasi siswa dalam belajar.

3.4 Pemakaian Sarana dan Prasarana di Sekolah


Pemakaian sarana dan prasarana di sekolah sudah menjadi tanggungjawab bagi semua
pihak sekolah, sehingga jika ada sarana dan prasarana yang rusak harus ditangani dan diperbaiki
oleh seluruh warga sekolah termasuk siswa. Hambatan yang paling sering muncul dalam
pemakaian sarana dan prasarana sekolah adalah tidak lengkapnya sarana dan prasarana yang
dimiliki sekolah ini, sehingga sekolah tidak bisa memaksimalkan penggunaan sarana dan
prasarana yang seharusnya dimiliki sekolah-sekolah pada umumnya. Untuk mengatasi hal ini
sekolah berusaha untuk menggunakan sarana dan prasarana yang ada agar tidak tertinggal jauh
dari sekolah-sekolah lain walaupun itu merupakan hal yang sangat sulit untuk diwujudkan.

3.5Pemeliharaan Sarana dan Prasarana di Sekolah


Dalam pemeliharaan sarana dan prasarana yang ada di sekolah, cara yang paling sering
digunakan adalah secara kontinue atau teratur untuk menghindari kerusakan yang berat,
pemeliharaan biasanya dilakukan dalam jangka waktu 3 bulan sekali. Sarana dan prasarana yang
paling sering dilakukan pemeliharan adalah ruang kelas dan kamar mandi, khususnya bagian
atap ruang kelas dan kamar mandi yang sering mengalami kebocoran saat terjadi musim
penghujan. Selain itu, pemeliharaan sarana dan prasarana di sekolah juga dilakukan oleh
petugas kebersihan sekolah yang dilakukan setiap hari.

Masalah yang sering muncul dalam pemeliharaan sarana dan prasarana di sekolah adalah
usia gedung sekolah yang sudah tua, sehingga rawan sekali terjadi kerusakan. Untuk
menanggulangi masalah tersebut sekolah mengadakan pemeliharaan secara kontinue atau
teratur agar kerusakan yang terjadi tidak semakin parah.

BAB IV
PEMBAHASAN
4.1 Bentuk-Bentuk Pemeliharaan Yang Dilakukan
1. Berdasarkan kurun waktu

Upaya pemeliharaan menurut ukuran waktu dapat dilakukan:

a) Pemeliharaan sehari-hari

Pemeliharaan ini dapat dilakukan setiap hari (setiap akan/sesudah memakai).


Pemeliharaan ini dilakukan oleh pegawai yang menggunakan barang tersebut dan
bertanggung jawab atas barang itu, misalnya; pengemudi mobil, pemegang mesin tik,
mesin stensil dan sebagainya, harus memelihara kebersihan dan memperbaiki
kerusakankerusakan kecil.

b) Pemeliharaan berkala

Pemeliharaan ini dapat dilakukan secara berkala atau dalam jangka waktu tertentu
sesuai petunjuk penggunaan (manual), misalnya 2 atau 3 bulan sekali dan sebagainya
(seperti mesin tulis) atau setelah jarak tempuh tertentu (kendaraan bermotor) atau jam
pakai tertentu (mesin statis). Upaya pemeliharaan ini biasanya dilakukan sendiri oleh
pemegangnya/penanggung jawabnya atau memanggil ahli untuk melakukannya.
2. Berdasarkan umur penggunaan barang

Upaya pemeliharaan menurut umur penggunaan barang dapat dilihat dari dua aspek:

a. Usia barang secara fisik

Setiap barang terutama barang elektronik atau mesin mempunyai batas waktu tertentu
dalam penggunaannya.

Untuk peralatan dan mesin kondisi usang itu sangat relatif, oleh karena itu perlu
disepakati batas-batasnya. Kalau sebuah mesin kapasitasnya dikatakan 100 % pada waktu
baru, maka pada kondisi usang kapasitas total adalah 0 %.

b. Usia barang secara administratif

Dalam pelaksanaan kegiatan sehari-hari jarang ditemui barang yang keadaannya


secara fisik telah 0 %, sebab kalau terjadi hal yang demikian jelas telah mengganggu
kelancaran

kegiatan dalam organisasi. Oleh karena itu biasanya barang dalam kondisi yang
kapasitasnya lebih kurang 50 % sudah diusulkan untuk dihapus, karena hanya
mempersempit ruangan saja dan biaya perawatannya juga akan lebih besar. Misalnya
pemakaian barang yang berwujud seperti kendaraan dinas dengan jangka waktu selama 5
tahun.

3. Pemeliharaan dari segi penggunaan

Barang yang digunakan harus sesuai dengan fungsinya sehingga dapat mengurangi
kerusakan pada barang tersebut. Misalnya, penggunaan komputer yang digunakan untuk
keperluan kantor, bukan untuk yang lainnya.

4. Pemeliharaan menurut keadaan barang

Pemeliharaan yang dilakukan menurut keadaan barang dilakukan terhadap barang habis
pakai dan barang tak habis pakai.

a. Pemeliharaan untuk barang yang habis pakai terutama ditujukan pada saat penyimpanan
sebelum barang tersebut dipergunakan.

b. Pemeliharaan terhadap barang tahan lama seperti:


Mesin-mesin

Mesin-mesin memerlukan pemeliharaan sehari-hari dan pemeliharaan berkala.


Pemeliharaan sehari-hari dilakukan oleh pegawai yang diserahi tugas dan tanggung
jawab terhadap alat-alat tersebut. Misalnya untuk mesin-mesin kantor selalu harus
dibersihkan dari debu, disikat pada bagian yang perlu disikat, menutup kembali
setelah dipergunakan. Untuk mesin pembangkit tenaga listrik perlu diperiksa alat
pelumas dan alat pendingin. Pemeliharaan alat harus sesuai dengan ketentuan
pabrik.

Kendaraan

Untuk kendaraan bermotor diperlukan pemeliharaan sehari-hari, berkala, dan


perbaikan terhadap kerusakan dengan cara:

Membersihkan kendaraan

Memeriksa air radiator

Memeriksa minyak motor

Membersihkan dan memeriksa air accu

Jika terdapat kerusakan. melaporkan ke unit yang mengurus


kendaraan untuk mendapat perbaikan.

Alat-alat elektronika

Alat-alat elektronika memerlukan pemeliharaan seharihari dan pemeliharaan


berkala. Cara pemeliharaannya sama dengan pemeliharaan mesin-mesin kantor.
Untuk beberapa peralatan tertentu cara pemeliharaannya ditentukan oleh pabrik yang
memproduksi.

Buku-buku

Pemeliharaan terhadap buku-buku dilakukan setiap hari dan berkala.


Pemeliharaan setiap hari dilakukan dengan jalan membersihkan buku-buku tersebut
secara berkala dengan melakukan penyemprotan obat anti hama untuk waktu-waktu
tertentu.

Meubiler
Pemeliharaan mebiler pada garis besarnya hanya memerlukan pemeliharaan
sehari-hari dan perbaikan jika terjadi kerusakan.

Alat-alat laboratorium

Pemeliharaan terhadap alat-alat laboratorium memerlukan pemeliharaan sehari-


hari dan untuk sebagian memerlukan pemeliharaan berkala. Khusus untuk alat-alat
yang mudah pecah harus diperhatikan mengenai penempatan alat-alat tersebut
dengan cara membuatkan kotak-kotak khusus. Sebagian besar dari kewajiban
pemeliharaan alat laboratorium dilakukan oleh tenaga tehnis bukan tenaga
administratif.

Gedung-gedung

Gedung-gedung memerlukan pemeliharaan sehari-hari. Untuk perbaikan berkala


misalnya setiap tahun dilakukan pengapuran dan perbaikan terhadap kerusakan.
Perbaikan terhadap kerusakan dapat berupa perbaikan ringan yaitu terhadap
kerusakan kecil-kecil dan perbaikan berat misalnya rehabilitasi. Perbaikan sehari-
hari, pemeliharaan berkala dan perbaikan ringan dibebankan pada anggaran rutin,
sedang untuk rehabilitasi biayanya pada anggaran pembangunan. Pemeliharaan
gedung sekolah menjadi tanggung jawab kepala sekolah. Penjaga/pesuruh sekolah
adalah orang yang bertugas sehari-hari dalam memelihara kebersihan, keamanan,
dan berada dibawah pengamatan kepala sekolah. Perlu disadari bahwa mencegah
kerusakan lebih muda dari memperbaiki kerusakan.

Pemeliharaan ruang kelas

Setiap kelas dibentuk tim piket kelas yang secara bergiliran bertugas menjaga
kebersihan dan ketertiban kelas

Setiap tim piket kelas yang bertugas hendaknya menyiapkan dan memelihara
perlengkapan kelas.

Pemeliharaan tanah sekolah

Pemeliharaan terhadap tanah sekolah berupa pemagaran/pemberian tanda


batas dan pembersihan. Pelaksanaan pemeliharaan tanah sekolah meliputi:

o Pagar sekolah
Pagar sekolah diusahakan dengan tinggi minimal 185 cm dibuat dari tembok bata
atau besi atau kombinasi keduanya, tidak membahayakan keselamatan siswa, bukan
tempat memanjat dan tempat melompat siswa.

o Taman sekolah

Taman sekolah direncanakan minimal sepertiga luas tanah sekolah, bisa ditanami
tanaman tahun atau buah-buahan, tanaman bunga, rumput sehingga dapat
digunakan kawasan areal hijau sekolah.

o Tempat upacara

Lapangan tempat upacara sebaiknya dikeraskan dengan semen/aspal agar pada


waktu musim hujan tidak becek dan pada musim panas tidak berdebu yang dapat
mengganggu kesehatan.

o Lapangan olah raga

Lapangan untuk senam, basket, bola volli, bulu tangkis, perlu diperhatikan
pemeliharaan dan pengaturan pemakaiannya secara bergantian dan sebaiknya
dibuatkan jadwal pemakainnya.

4.2 Hal-hal yang Perlu diperhatikan


1. Tenaga kerja/tenaga sukarela

a. Guru dan murid

b. Tenaga gotong royong/swadaya masyarakat

c. Pekerja harian lepas/musiman

d. Pekerja harian tetap, antara lain penjaga sekolah

2. Alat dan bahan

a. Alat, seperti lap untuk pembersih, sapu lantai dan sapu lidi, peralatan kayu, ember,
peralatan tembok/batu, kuas cat, amplas, dan lain-lain.

b. Bahan, seperti batu bata, pasir, semen, air, cat, genteng, paku, pelitur, seng, dan lain-
lain.
3. Jenis atau spesifikasi barang, ada yang perlu perawatan

secara rutin ada juga yang hanya dilakukan secara berkala.

BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Sarana pendidikan adalah fasilitas-fasilitas yang digunakan secara langsung dalam proses
belajar mengajar agar tujuan pembelajaran tercapai. Sedangkan prasarana pendidikan
merupakan segala sesuatu yang secara tidak langsung menunjang proses pendidikan. Di SMP
Negeri 3 Tilatang Kamang Kabupaten Agam sudah memenuhi standar nasional pendidikan
dengan sarana dan prasana yang baik. Hal ini dibuktikan dengan adanya observasi yang kami
lakukan ke sekolah tersebut. Sarana dan prasarana yang sudah tersedia di SMP Negeri
3 Tilatang Kamang Kabupaten Agam membuat para siswa terfasilitasi dengan baik untuk
mengembangkan keterampilan dan kemampuan individunya.

5.2 Saran
Berdasarkan kesimpulan yang telah dipaparkan,maka terdapat beberapa saran yang dapat
disampaikan:

1. Bagi supervisor

Supervisor adalah pihak yang menjadi penasehat kegiatan belajar mengajar, maka
agar memberikan jalan dan solusi bavis ekolah agar semakin meningkatkan kemampua
memaneejemen sekolah.

2. Bagi Pihak Sekolah

Sekolah yang bagus bukan hanya sekolah yang memiliki sarana yang cukup namun
juga sekolah yang mempunyai menajemen sarana dan prasarana yang menujang, oleh
karena itu, pihak sekolah harus lebih memperhatikan manajemen yang ada di sekolah

siishin di 18.29
Berbagi
Tidak ada komentar:
Poskan Komentar



Beranda

Lihat versi web


Mengenai Saya

siishin
Lihat profil lengkapku
Diberdayakan oleh Blogger.