Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN PRAKTIKUM

APLIKASI TEKNOLOGI NUKLIR

Pengukuran Isoterm Adsorbsi Langmuir dan Freundlich pada proses Phytoremediasi


Cairan Radioaktif

Nama : Nisa Akmalia Thori


NIM : 011400392
Prodi : TeknoKimia Nuklir
Semester : VI
Rekan Kerja : 1. Annisa
2. Arbi W
3. Ridwan Arifudin
Dosen : Riko Iman Decamarta, S.ST

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR


BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL
YOGYAKARTA
2017
Pengukuran Isoterm Adsorbsi Langmuir dan Freundlich pada proses Phytoremediasi
Cairan Radioaktif

I. TUJUAN

1. Memahami tentang Phytoremediasi dan Metode Isoterm Adsorbsi


2. Mengetahui nilai Isoterm Adsorbsi pada persamaan Langmuir dan Freundlich
3. Menentukan Konstanta Adsorbsi

II. DASAR TEORI


Phyto asal kata Yunani/ greek phyton yang berarti tumbuhan/tanaman (plant),
Remediation asal kata latin remediare ( to remedy) yaitu memperbaiki/
menyembuhkan atau membersihkan sesuatu.

Jadi Fitoremediasi (Phytoremediation) merupakan suatu sistim dimana tanaman


tertentu yang bekerjasama dengan micro-organisme dalam media (tanah, koral dan air)
dapat mengubah zat kontaminan (pencemar/pollutan) menjadi kurang atau tidak berbahaya
bahkan menjadi bahan yang berguna secara ekonomi.

Fitoremediasi merupakan salah satu teknologi yang secara biologi yang


memanfaatkan tumbuhan atau mikroorganisme yang dapat berasosiasi untuk mengurangi
polutan lingkungan baik pada air, tanah dan udara yang diakibatkan oleh logam atau bahan
organik.

Proses dalam sistem ini berlangsung secara alami dengan enam tahap proses secara
serial yang dilakukan tumbuhan terhadap zat kontaminan/ pencemar yang berada
disekitarnya

a. Phytoacumulation (phytoextraction)

Proses tumbuhan menarik zat kontaminan dari media sehingga berakumulasi


disekitar akar tumbuhan. Proses ini disebut juga Hyperacumulation. Akar tanaman
menyerap limbah logam dari tanah dan mentranslokasinya ke bagian tanaman yang berada
di atas tanah. Setiap tanaman memiliki kemampuan yang berbeda untuk menyerap dan
bertahan dalam berbagai limbah logam. Terutama di tempat-tempat yang tercemar dengan
lebih dari satu jenis logam. Ada spesies tertentu yang disebut hiperakumulator tanaman
yang menyerap jumlah jauh lebih tinggi dari polutan dibandingkan spesies lainnya
kebanyakan. Spesies ini digunakan pada banyak situs karena kemampuan mereka untuk
berkembang di daerah-daerah yang sangat tercemar. Setelah tanaman tumbuh dan
menyerap logam mereka dipanen dan dibuang dengan aman. Proses ini diulang beberapa
kali untuk mengurangi kontaminasi ke tingkat yang dapat diterima. Dalam beberapa kasus
memungkin untuk benar-benar mendaur ulang logam melalui proses yang dikenal sebagai
phytomining, meskipun ini biasanya digunakan pada logam mulia. Senyawa logam yang
telah berhasil phytoextracted meliputi seng, tembaga, dan nikel.

Logam kontaminan dalam tanah: diserap oleh akar (penyerapan), pindah ke


tunas (translokasi), dan disimpan (akumulasi).
Tanaman yang mengandung kontaminan logam dapat dipanen atau dibuang,
memungkinkan untuk pemulihan logam.

b. Rhizofiltration (rhizo= akar)

Merupakan proses adsorpsi atau pengedapan zat kontaminan oleh akar untuk
menempel pada akar. Rhizofiltration mirip dengan Phytoextraction tapi digunakan untuk
membersihkan air tanah terkontaminasi daripada tanah tercemar. Kontaminan yang baik
teradsorbsi ke permukaan akar atau diserap oleh akar tanaman. Tanaman yang digunakan
untuk rhizoliltration tidak ditanam langsung di situs tetapi harus terbiasa untuk polutan
yang pertama. Tanaman hidroponik di tanam pada media air, hingga sistem perakaran
tanaman berkembang. Setelah sistem akar yang besar pasokan air diganti untuk pasokan
air tercemar untuk menyesuaikan diri tanaman. Setelah tanaman menjadi acclimatised
kemudian ditanam di daerah tercemar di mana serapan akar air tercemar dan
kontaminannya sama. Setelah akar menjadi jenuh kemudian tanaman dipanen dan dibuang.
Perlakuan yang sama dilakukan berulangkali pada daerah yang tercemar sehingga dapat
mengurangi polusi. Percobaan untuk proses ini dilakukan dengan menanan bunga matahari
pada kolam mengandung radio aktif untuk suatu test di Chernobyl, Ukraina.

c. Phytostabilization

Merupakan penempelan zat-zat contaminan tertentu pada akar yang tidak mungkin
terserap kedalam batang tumbuhan. Zat-zat tersebut menempel erat (stabil ) pada akar
sehingga tidak akan terbawa oleh aliran air dalam media. Untuk mencegah kontaminasi
dari penyebaran dan bergerak di seluruh tanah dan air tanah, zat kontaminan diserap oleh
akar dan akumulasi, diabsorbsi akar, terjadi pada rhizosfer (ini adalah daerah di sekitar akar
yang bekerja seperti laboratorium kimia kecil dengan mikroba dan bakteri dan organisme
mikro yang disekresikan oleh tanaman) ini akan mengurangi atau bahkan mencegah
perpindahan ke tanah atau udara, dan juga mengurangi bioavailibility dari kontaminan
sehingga mencegah penyebaran melalui rantai makanan.. Teknik ini juga dapat digunakan
untuk membangun kembali komunitas tanaman pada daerah yang telah benar-benar
mematikan bagi tanaman karena tingginya tingkat kontaminasi logam.

Kontaminan organik dalam tanah adalah: diserap oleh akar tanaman dan dipecah
menjadi bagian-bagian mereka dengan "eksudat" dalam sistem akar tanaman

d. Rhyzodegradetion disebut juga enhenced rhezosphere biodegradation, or plented-


assisted bioremidiation degradation, yaitu penguraian zat-zat kontaminan oleh aktivitas
microba yang berada disekitar akar tumbuhan. Misalnya ragi, fungi dan bacteri.
e. Phytodegradation (phyto transformation) yaitu proses yang dilakukan tumbuhan
untuk menguraikan zat kontaminan yang mempunyai rantai molekul yang kompleks
menjadi bahan yang tidak berbahaya dengan dengan susunan molekul yang lebih sederhan
yang dapat berguna bagi pertumbuhan tumbuhan itu sendiri. Proses ini dapat berlangsung
pada daun , batang, akar atau diluar sekitar akar dengan bantuan enzym yang dikeluarkan
oleh tumbuhan itu sendiri. Beberapa tumbuhan mengeluarkan enzym berupa bahan kimia
yang mempercepat proses proses degradasi.

f. Phytovolatization yaitu proses menarik dan transpirasi zat contaminan oleh tumbuhan
dalam bentuk yang telah larutan terurai sebagai bahan yang tidak berbahaya lagi untuk
selanjutnya di uapkan ke admosfir. Beberapa tumbuhan dapat menguapkan air 200 sampai
dengan 1000 liter perhari untuk setiap batang.

Jenis Tanaman Fitoremediasi

Jenis tanaman yang dapat digunakan untuk media fitoremediasi antara lain:

Bunga matahari/ Heliantus anuus : mendegradasi Uranium


Populas trichocarpa, P.deltaritas Famili sacnaceae : mendegradasi TCE
(Trichloroethylene)
Najar graminae (tumbuhan air) : menyerap Co, Pb,Ni
Vetiver grass (Vetiveria zizonaides), akar wangi: mendegradasi Pb, Zn
Kangkung air, teratai, eceng gondok : menyerap/mengakumulasi logam berat pada
semua jaringan.

Kelebihan dan kekurangan Fitoremediasi

1. Kelebihan Fitoremediasi
Biaya murah karena memanfaatkan cahaya matahari
Mudah diterima oleh masyarakat
2. Kekurangan Fitoremediasi
Terbatas pada air dan tanah
Cara kerjanya lambat
Dapat meracuni tanaman dan berpotensi masuk ke makanan
Racun sulit diketahui jenisnya

Isoterm Adsorbsi
Isoterm adsorpsi adalah salah satu besaran yang paling karakteristik dalam proses
adsorpsi. Bentuk isoterm adsorpsi menyediakan banyak informasi tentang sifat kimia dan
fisik dari bahan dan bagaimana hasil proses adsorpsi. Pada prinsipnya, berbagai jenis
isoterm dapat dibedakan, tergantung pada sifat bahan dan jenis interaksi.

Isoterm Adsorbsi Langmuir


Langmuir isoterm menggambarkan Adsorpsi adsorbat ke permukaan Adsorben
membutuhkan beberapa asumsi:
1. Permukaan adsorben berada dalam kontak dengan larutan yang mengandung adsorbat
yang sangat tertarik ke permukaan.
2. Permukaan memiliki sejumlah situs tertentu di mana molekul zat terlarut dapat terserap.
3. Adsorben mempunyai permukaan yang homogen.
4. Tidak ada interaksi antara molekul-molekul yang terserap.
5. Semua proses adsorpsi dilakukan dengan mekanisme yang sama.
Hanya terbentuk satu lapisan tunggal saat adsorpsi

Model ini dapat dinyatakan dalam persamaan

Dengan :
qe : jumlah ion logam yang terserap persatuan berat adsorben, ...mg/g;
Ce : konsentrasi kesetimbangan ion logam dalam larutan, mg/l;
qmax: kapasitas monolayer adsorben, mg/g; dan
b: konstanta kesetimbangan

Persamaan Langmuir di atas dapat disederhanakan menjadi persamaan linear. Sehingga


persamaannya menjadi seperti di bawah ini :
Berdasarkan Persamaan tsb diketahui bahwa 1/ qe merupakan sumbu Y dan 1/Ce
merupakan sumbu X dari kurva isoterm Langmuir.

Isoterm Adsorbsi Freundlich


Untuk rentang konsentrasi yang kecil dan campuran yang cair, isoterm adsorpsi
dapat digambarkan dengan persamaan empirik yang dikemukakan oleh Freundlich.
Isoterm ini berdasarkan asumsi bahwa adsorben mempunyai permukaan yang heterogen
dan tiap molekul mempunyai potensi penyerapan yang berbeda-beda. Persamaan ini yang
paling banyak digunakan saat ini.
qe = b.Ce 1/n
Dengan
qe : banyaknya zat terlarut yang teradsorpsi (g)
Ce : konsentrasi dari adsorbat yang tersisa dalam kesetimbangan (g/l)
b,n : konstanta adsorben

Persamaan Freundlich diatas dapat disederhanakan menjadi persamaan linear. Sehingga


persamaannya menjadi seperti di bawah ini :

Berdasarkan persamaan tsb diketahui bahwa log (qe) merupakan sumbu Y dan log (Ce)
merupakan sumbu X dari kurva isoterm Freundlich. Kurva isotherm Freundlich dapat di
gambarkan seperti berikut :
III. ALAT DAN BAHAN
3.1. Alat
1. Pipet appendof
2. Pinset
3. Gunting
4. Neraca analitis
5. Penghalang Pb
6. Counter GM

3.2 Bahan
1. Tanaman enceng gondok ( masih dalam pot beserta air dan tanah)
2. Zat radioaktif I131

IV. Langkah Kerja


1. Tanaman eceng gondok disiapkan sebanyak yang diperlukan, kemudian tanaman eceng
gondok ditanam dalam pot plastik yang sudah diberi air 500 mL
2. Tanaman eceng gondok yang telah ditanam pada langkah 1 diteteskan dengan isotop I-
131 sebanyak 1 ml, 2 ml, 3 ml ke masing-masing tanaman eceng gondok.
3. Tanaman dibiarkan selama 24 jam, kemudian setelah didiamkan selama 24 jam
dilakukan pencacahan menggunakan detektor Geiger muller.
4. Standar dibuat dengan meneteskan radioisotop I-131 pada kertas saring sebanyak 1 mL,
kemudian dicacah menggunakan detektor Geiger muller pada HV 760 selama 100
detik. Sebelumnya kertas saring telah ditimbang terlebih dahulu.
5. Massa sampel yang dicacah ditimbang menggunakan neraca analitik.
V. Data Pengamatan
Volume air yang digunakan : 500 mL
Waktu cacah : 100 detik
Hv detektor GM : 760 Volt
Volume isotop NaI-131 : 1 mL
Cacahan rata-rata standa NaI-131 : 72099 cacahan

Massa enceng
Perlakuan Bagian yang dicacah Cacahan
gondok (gram)
58
Background 59
64
Akar 101 0,0299
Enceng Gondok + 1 mL
Batang 106 0,465
Isotop
Daun 198 0,392
Akar 96 0,034
Enceng Gondok + 2 mL
Batang 89 0,6581
Isotop
Daun 317 0,2855
Akar 108 0,0491
Enceng Gondok + 3 mL
Batang 136 0,6835
Isotop
Daun 874 0,6853

I. Perhitungan

1. Menghitung Harga qe
131
=

Harga qe pada sampel akar 1 (1 mL)
= 72099
= 106
Banyaknya I-131 yang diserap oleh akar eceng gondok pada sampel 1 :
131
=
131
1000 72099
=
106
= 0,147

Massa NaI-131 yang terserap :


1 3 1000
0,147 3,67 3 = 0,54
1000 1
Sehingga, qe :
= 0,465
0,54
= = 1,161
0,465
Dengan cara yang sama, diperoleh hasil sebagai berikut :

Bagian Massa NaI-131 Massa Adsorben


qe
Perlakuan yang yang terserap yang dicacah
(mg/gram)
dicacah (mg) (gram)
Enceng Akar 2,07 0,03 69,24
Gondok + 1 Batang 2,32 0,47 5,00
mL Isotop Daun 7,01 0,39 17,88
Enceng Akar 1,82 0,03 53,40
Gondok + 2 Batang 1,46 0,66 2,22
mL Isotop Daun 13,07 0,29 45,76
Enceng Akar 2,43 0,05 49,42
Gondok + 3 Batang 3,85 0,68 5,64
mL Isotop Daun 41,42 0,69 60,44

2. Menghitung konsentrasi kesetimbangan NaI-131 dalam larutan


131
=

Massa NaI-131 :
=
1000
= 1 3 3,67 3 = 3670
1

1mL = 1 cm3

Massa NaI-131 dalam larutan = massa NaI-131 massa NaI-131 yang terjerap
= 3670 mg 2,07 mg
= 3667,93 mg
Volume larutan = 500mL= 0,5L
3669,58
= = 22934,87
0,16

Dengan cara yang sama, maka didapatkan data sebagai berikut :

Volume Bagian Massa NaI- Volume


Ce
No NaI-131 yang 131 dalam Larutan
(mg/L)
(mL) dicacah larutan (mg) (L)
1 1 Akar 3667,93 0,50 7335,86
2 1 Batang 3667,68 0,50 7335,35
3 1 Daun 3662,99 0,50 7325,98
4 2 Akar 7338,18 0,50 14676,37
5 2 Batang 7338,54 0,50 14677,08
6 2 Daun 7326,93 0,50 14653,87
7 3 Akar 11007,57 0,50 22015,15
8 3 Batang 11006,15 0,50 22012,30
9 3 Daun 10968,58 0,50 21937,16

3. Grafik Standar Langmuir dan Freundlich


a. Persamaan adsorpsi menurut Langmuir

Volume
Bagian yang qe 1/qe Ce 1/Ce
No NaI-131
dicacah (mg/gram) (gram/mg) (mg/L) (L/mg)
(mL)
1 1 Akar 69,24 0,014 7335,86 0,0001363
2 1 Batang 5,00 0,200 7335,35 0,0001363
3 1 Daun 17,88 0,056 7325,98 0,0001365
4 2 Akar 53,40 0,019 14676,37 0,0000681
5 2 Batang 2,22 0,451 14677,08 0,0000681
6 2 Daun 45,76 0,022 14653,87 0,0000682
7 3 Akar 49,42 0,020 22015,15 0,0000454
8 3 Batang 5,64 0,177 22012,30 0,0000454
9 3 Daun 60,44 0,017 21937,16 0,0000456

Dari data diatas dibuat grafik hubungan 1/Ce vs 1/qe mengikuti persamaan
Langmuir.

1/Ce (L/mg vs 1/qe (gram/mg)


0.500

0.400

0.300
1/qe (gram/mg)

0.200

y = -93.613x + 0.1163
0.100
R = 0.0007

0.000
0.0000000 0.0000200 0.0000400 0.0000600 0.0000800 0.0001000 0.0001200 0.0001400 0.0001600
-0.100
1/Ce (L/mg)

Dari grafik hubungan hubungan 1/Ce vs 1/qe didapat persamaan regresi :


y = -93,613x + 0,1163
Dari rumus sebagai berikut
1 1 1 1
=[ ] +
.
Maka,

Intersep = 0,1163
1
= 0,5775

= 1,732

Slope = -93,613
1
= 42,487
.
1
= 42,487
1,732
1
= = 0,0135
1,732 42,487

b. Persamaan adsorpsi menurut Freundlich

Volume Bagian yang qe Ce


No Log qe Log Ce
standar (mL) dicacah (mg/gram) (mg/L)
1 1 Akar 69,24 1,840 7335,86 3,865
2 1 Batang 5,00 0,699 7335,35 3,865
3 1 Daun 17,88 1,252 7325,98 3,865
4 2 Akar 53,40 1,728 14676,37 4,167
5 2 Batang 2,22 0,346 14677,08 4,167
6 2 Daun 45,76 1,661 14653,87 4,166
7 3 Akar 49,42 1,694 22015,15 4,343
8 3 Batang 5,64 0,751 22012,30 4,343
9 3 Daun 60,44 1,781 21937,16 4,341
Dari data diatas dibuat grafik hubungan Log Ce vs Log qe mengikuti persamaan
Freundlich.

Log Ce vs log Qe
2.000
1.800
1.600
1.400
1.200
Log qe

1.000
0.800
0.600
0.400 y = 0.2617x + 0.2265
0.200 R = 0.0093
0.000
3.800 3.900 4.000 4.100 4.200 4.300 4.400
log Ce

Dari grafik hubungan hubungan Log Ce vs Log qe didapat persamaan regresi :


Y=0,2617x + 0,2265
Dari rumus sebagai berikut

= . 1/

1
log = log + log

Maka,
Slope= 0,2617
1
= 0,0345

= 28,98

Intersep = 0,2265
log = 0,4041
= 2,536