Anda di halaman 1dari 4

1.

Kecerdasan Visual Spasial


kemampuan membayangkan suatu hasil akhir, berpikir sistematis, dll

Adalah kecerdasan yang berkaitan dengan kemampuan memahami


pandang ruang. Yakni anak mampu membedakan posisi dan letak
serta membayangkan ruang, Di kanan, kiri, atas, bawah, depan,
belakang dan samping.

Cara melatihnya adalah setiap melakukan kegiatan yang


berhubungan dengan posisi atau ruang hendaknya orang tua selalu
sambil menyebutkan, misal : Tolong dong, adik letakkan bukunya di
atas meja, atau tolong kakak ambilkan buku yang jatuh di bawah
meja. Sebutkan lokasi ruang, ajarkan si kecil melipat, menggunting,
membalik dan menggambar.

2. Kecerdasan Verbal Linguistik


kemampuan untuk membaca, menulis, dan komunikasi

Anak dapat berbicara dan menceritakan suatu kejadian yang


dilihatnya dengan mudah, terangkai dengan baik dan kronologis
kejadian tidak melompat lompat. Cara melatihnya adalah sejak
dalam kandungan dan setelah lahir anak sering diajak bercakap
cakap, berbicara dengan orangtua, teman sepermainan, menceritakan
dongeng dan menyanyikan lagu anak anak.

3. Kecerdasan Logis Matematis


kemampuan untuk menghitung, berpikir sistematis, dll

Kecerdasan ini berkaitan dengan kemampuan anak untuk memahami


persoalan dan memecahkan teori sederhana yang berkaitan dengan
angka. Cara melatihnya adalah mengajarkan anak mengelompokkan
mainan yang dimiliki, menghitung buah buahan dan membagikan
makanan kecil dan menyebutkan jumlah yang diberikan,
mengelompokkan benda mainan seperti dadu berwarna, mainan
berbentuk buah dan bunga.

4. Kecerdasan Kinestetis Tubuh


kemampuan untuk menggunakan kecekatan tubuh untuk mengatasi
masalah, menghasilkan suatu produk
Anak memiliki kemampuan untuk melakukan kegiatan yang
melibatkan tubuh misalkan gerakan tubuh saat berdoa,
menggambar, melompat, berlari dan olahraga yang menggerakkan
tubuh, menari, senam dan sebagainya. Cara melatihnnya ajak anak
untuk latihan mencoret dan menggambar garis, lingkaran,
melakukan gerakan senam dan menari.

5. Kecerdasan Musikal
kemampuan untuk menciptakan lagu, mengerti, dan memahami
musik, menyanyi, dll.

Kecerdasan ini ditunjukkan anak mudah sekali mengikuti dan


mengingat lagu. Cara melatihnya adalah dengan mendengarkan
musik dan bernyanyi. Mengajarkan anak menyanyikan lagu-lagu
sederhana sesuai usia mereka. Melakukan pekerjaan dengan
bernyanyi, misalnya saat mandi dan bangun pagi.

6. Kecerdasan Sosial / Interpersonal


kemampuan untuk bekerjasama dengan orang lain secara efektif,
kemampuan untuk berempati dan memahami orang lain.

Adalah kecerdasan yang berkaitan dengan kemampuan anak


beradaptasi, bekerjasama, berelasi dengan lingkungan teman sebaya
dan orang di sekitarnya. Cara melatihnya adalah dengan memberi
kesempatan si kecil sering ditemani untuk bergaul bersama teman
teman sebaya, bermain dan berkomunikasi pada anak- anak
seusianya.

-Bentuk kecerdasan ini wajib bagi tugas2 ditempat kerja seperti


negosiasi dan menyediakan umpan balik atau evaluasi. Berkaitan
dengan pelajaran PPKn, sosiologi.

-Manajer, konselor, terapis, politikus, mediator menunjukkan bentuk


kecerdasan ini. Mereka biasanya pintar membaca suasana hati,
temperamen, motivasi dan maksud orang lain. Abraham Lincoln dan
Mahatma Gadhi memanfaatkan kecerdasan ini untuk mengubah
dunia.
7. Kecerdasan Emosional / Intrapersonal
kemampuan untuk menganalisis diri sendiri, menggunakan
perasaannya, untuk membuat perencanaan dan tujuannya

Berkaitan dengan kemampuan daya tahan, untuk tidak mudah down,


gigih berusaha, tidak minder. misalnya ketika mengikuti
perlombaan, tampil depan umum. Cara melatihnya adalah
mengajarkan anak untuk terbiasa berada dalam sebuah kelompok
dan berinteraksi dengan teman teman sebayanya.

Bentuk kecerdasan ini merupakan kemampuan untuk memahami dan


mengartikulasikan cara kerja terdalam dari karakter dan kepribadian.
Kita sering menamai kecerdasan ini dengan kebijaksanaan.

-Berkaitan dengan jurusan psikologi atau filsafat. Tokoh2 sukses


yang dapat dikenalkan untuk memperkaya kecerdasan ini adalah
para pemimpin keagamaan dan para psikolog.

8. Kecerdasan Naturalis
kemampuan untuk mengenali flora dan fauna, melihat perbedaan dan
persamaan yang ada pada alam ini.

Anak diperkenalkan dengan lingkungan hidup selain manusia , yaitu


binatang, tumbuhan dan beraneka suasana alam, misalnya sesekali
ajak anak memberi makan pada ikan atau ke kebun binatang,
mengunjungi taman flora dan bermain di alam terbuka.

-Kecerdasan naturalis perlu diajarkan dan ditanamkan sejak anak


usia dini, yaitu antara 0-6 tahun sesuai dengan teori perkembangan
otak. Pada saat ini efektifitasnya sangat tinggi, artinya pada saat usia
ini internalisasi nilai-nilai naturalis akan sangat efektif diserap dan
diterapkan oleh anak-anak. Diatas usia ini efektifitasnya diprediksi
berkurang dan semakin kurang efektif sejalan dengan bertambahnya
usia anak tersebut.

-Kecerdasan Naturalis Memiliki ciri antara lain:

(a) suka dan akrab pada berbagai hewan peliharaan

(b) sangat menikmati berjalan-jalan di alam terbuka


(c) suka berkebun atau dekat dengan taman dan memelihara binatang

(d) menghabiskan waktu di dekat akuarium atau sistem kehidupan


alam

(e) suka membawa pulang serangga, daun bunga atau benda alam
lainnya

(f) berprestasi dalam mata pelajaran IPA, Biologi, dan lingkungan


hidup.

-Kecerdasan naturalis adalah kecerdasan yang dimiliki oleh individu


terhadap tumbuhan, hewan dan lingkungan alam sekitarnya. Individu
yang memiliki kecerdasan naturalis yang tinggi akan mempunyai
minat dan kecintaan yang tinggi terhadap tumbuhan, binatang dan
alam semesta.

-Ia tidak akan sembarangan menebang pohon. Ia tidak akan


sembarangan membunuh dan menyiksa binatang. Dan ia juga akan
cenderung menjaga lingkungan dimana ia berada. Ia akan
menyayangi tumbuhan, binatang dan lingkungan sebagaimana ia
menyayangi dirinya sendiri. Inilah kecerdasan naturalis yang tinggi.

9. Kecerdasan Spiritual/Rohaniah/Moral
Yaitu kepekaan anak untuk meresap kepatuhan dalam berperilaku
yang baik, misalnya tahu mengucapkan terimakasih, maaf, permisi
dan membedakan perbuatan baik dan buruk, bisa menahan diri untuk
tidak melakukan pelanggaran terhadap tata cara kesopanan. Caranya
adalah melatih dalam kelompok bermain dan melakukan peraturan
peraturan dalam permainan, ajarkan anak patuh dan memahami
aturan sederhana misalnya bermain petak umpet.