Anda di halaman 1dari 7

Tentang Alprazolam

Golongan Obat benzodiazepine


Kategori Obat resep
Mengatasi kecemasan, serangan panik, kecemasan yang berkaitan
Manfaat dengan depresi
Dikonsumsi oleh Dewasa
Bentuk obat Tablet, cairan oral, obat larut

Alprazolam adalah jenis obat keras yang diberikan sesuai dengan resep dokter.
Pastikan untuk mengikuti resep yang disarankan oleh dokter berdasarkan kondisi
kesehatan Anda. Tanyakan kepada dokter sebelum Anda mulai meminum obat ini
untuk mengetahui risiko dan manfaatnya.

Peringatan:
Berhati-hatilah dan beri tahu dokter jika Anda alergi dengan kelompok
obat benzodiazepine atau alergi lainnya.
Jika mengonsumsi obat ini, sebaiknya tidak mengemudi atau
mengoperasikan alat berat. Obat ini bisa menyebabkan pusing dan
mengantuk. Orang-orang lanjut usia akan lebih sensitif dengan alprazolam.
Mereka cenderung lebih mengantuk dan bisa mengalami gangguan
keseimbangan.
Bagi wanita hamil, sesuaikan dosis dan pemakaian berdasarkan anjuran
dokter. Obat ini bisa berbahaya bagi janin jika diminum dalam dosis
tinggi.
Ibu yang sedang menyusui tidak dianjurkan untuk mengonsumsi
alprazolam karena dapat berdampak pada bayi melalui ASI.
Terdapat kemungkinan Anda kesulitan mengingat kejadian sejak
mengonsumsi obat ini hingga efek dari obat menghilang. Untuk
mengurangi dampaknya, Anda butuh tidur yang cukup setelah minum obat
ini.
Jika tidak sengaja melewatkan dosis meminum alprazolam, disarankan
segera meminum begitu teringat jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu
dekat. Jangan mengganti jadwal yang terlewat dengan menggandakan
dosis alprazolam berikutnya.
Berhenti mengonsumsi obat ini perlu dilakukan secara bertahap dengan
mengurangi dosis secara perlahan-lahan. Langsung berhenti mengonsumsi
alprazolam secara mendadak dapat menimbulkan efek buruk
seperti kejang-kejang.
Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.

Dosis Alprazolam
Alprazolam umumnya diberikan sebanyak 0.25-0.5 mg, 2-3 kali sehari. Dosis
maksimum alprazolam adalah 4 mg per hari. Dosis akan diberikan sesuai dengan
kondisi kesehatan, umur dan respons pasien terhadap obat ini. Peningkatan dan
pengurangan dosis obat ini perlu dilakukan secara bertahap untuk meminimalisasi
efek samping dan gejala putus obat.

Mengonsumsi Alprazolam dengan Benar


Pastikan untuk membaca petunjuk pada kemasan obat dan mengikuti anjuran
dokter dalam mengonsumsi alprazolam. Keberhasilan obat ini juga tergantung
pada cara mengonsumsi dengan benar.

Usahakan untuk mengonsumsi alprazolam pada waktu yang sama tiap hari untuk
memaksimalisasi efeknya. Jangan mengubah dosis alprazolam kecuali disarankan
oleh dokter Anda. Jika Anda melewatkan satu jadwal, segera konsumsi jika jadwal
berikutnya tidak terlalu dekat. Jangan mengonsumsi dua dosis sekaligus untuk
menggantikan dosis yang terlewat.

Obat ini bisa menyebabkan gejala-gejala kecanduan. Jadi jika ingin menghentikan
pemakaian alprazolam, ikuti anjuran dari dokter. Jangan berhenti atau melanjutkan
mengonsumsi alprazolam kecuali disarankan dokter. Dosis obat bisa dikurangi
perlahan sebelum akhirnya dihentikan. Hal ini dilakukan untuk menghindari
gejala putus obat atau menyebabkan penyakit awal kembali.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Alprazolam


Alprazolam akan diberikan oleh dokter jika manfaatnya lebih banyak daripada
efek samping yang ditimbulkan. Reaksi tiap orang terhadap obat ini berbeda-beda.
Sulit menentukan efek samping mana atau apakah Anda akan merasakan efek
samping. Yang terpenting, beri tahu dokter jika Anda bermasalah dengan obat
yang dikonsumsi.

Beberapa efek samping yang mungkin terjadi adalah:

Mudah mengantuk
Pusing
Peningkatan produksi air liur
Perubahan pada nafsu atau gairah seksual
Perubahan suasana hati
Gangguan ingatan

http://www.alodokter.com/alprazolam
Tentang Aripiprazole

Golongan Antipsikotik
Kategori Obat resep
Mengurangi gejala skizofrenia akut dan gangguan bipolar.

Terapi tambahan untuk depresi

Mengobati gangguan autistik anak dan remaja.


Manfaat
Dikonsumsi oleh Anak, remaja, dan dewasa.
Tablet, Discmelt (Tablet yang dapat larut di dalam mulut), obat suntik, oba
Bentuk cair oral.

Peringatan:
Bagi wanita yang sedang hamil, pemakaian aripiprazole hanya bila ada
anjuran dari Sedangkan bagi wanita yang sedang menyusui, tidak
diperbolehkan mengonsumsi obat ini.
Bagi penderita penyakit jantung, stroke, penyakit pembuluh darah,
kelainan darah, atau yang memiliki kondisi penebalan pembuluh darah
otak hendaknya menginformasikan kepada dokter sebelum mengonsumsi
aripiprazole.
Penderita yang memiliki gangguan pernapasan, penyakit kuning,
Parkinson, depresi, epilepsi, glaukoma, dan myasthenia gravis.
Penderita yang memiliki tumor pada kelenjar adrenal (feokromositoma).
Penderita yang memiliki gangguan pada ginjal, hati, dan kelenjar kandung
kemih disarankan berkonsultasi kepada dokter mengenai penggunaan obat
ini.
Penderita yang sedang menjalani pengobatan penyakit lain pada waktu
yang bersamaan.
Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis saat menggunakan aripiprazole,
segera temui dokter.
Dosis Aripiprazole
Aripiprazole hanya diberikan sebanyak satu kali sehari. Namun pada kondisi
tertentu, dosis dan frekuensi dapat disesuaikan kembali melalui resep dari dokter
berdasarkan usia dan respons tubuh pasien terhadap obat.

Kondisi Dosis awal


Pengobatan skizofrenia akut dan gangguan bipolar Dosis dimulai dari 10-15 mg/hari. Dosis maks
pada dewasa 30 mg/hari
Pengobatan skizofrenia akut dan gangguan bipolar
pada usia 6-17 tahun Dosis dimulai dari 2 mg/hari.
Pengobatan skizofrenia akut dan gangguan bipolar Dosis dimulai dari 9,75 mg/hari.Dosis maks. 3 x
melalui injeksi 9,75 mg/hari
Dosis dimulai dari 2-5 mg/hari.Dosis maks. 15
Terapi tambahan untuk gangguan depresi berat mg/hari
Dosis dimulai dari 2 mg/hari dapat ditingkatkan
Terapi tambahan untuk gangguan autistik pada secara berkala menjadi 5-15 mg/hari tergantung
usia 6-17 tahun kondisi.Dosis maks. 10-15 mg/hari

Mengonsumsi Aripiprazole dengan Benar


Aripiprazole dapat diminum sebelum maupun sesudah makan. Usahakan untuk
mengonsumsi obat pada waktu yang sama tiap harinya sehingga mudah bagi Anda
untuk mengingat waktu minum obat. Pasien tidak disarankan untuk
mengoperasikan kendaraan atau mesin berat selama mengonsumsi obat ini.
Dosis aripiprazole dapat berbeda bagi tiap pasien tergantung kepada kondisi fisik,
penyakit yang diderita, serta respons tubuh pasien terhadap obat. Penting bagi
pasien untuk mengikuti instruksi dari dokter dalam mengonsumsi aripiprazole.
Perhatikan juga keterangan yang tertera pada kemasan obat untuk memastikan dan
mengetahui lebih banyak mengenai obat yang Anda konsumsi, seperti informasi
mengenai efek samping.
Aripiprazole dalam bentuk tablet umumnya harus ditelan bersamaan dengan air
putih. Pastikan Anda sudah membuka dan mengeluarkan Aripiprazole dalam
bentuk tablet orodispersible (tablet yang dapat hancur di dalam mulut) dari
kemasan sebelum meletakkannya pada permukaan lidah. Anda juga dapat
mencampur tablet ini dengan air dalam jumlah yang sedikit. Aripiprazole dalam
bentuk obat cair sebaiknya digunakan tanpa dicampur dengan air.
Bagi pasien yang lupa mengonsumsi aripiprazole, disarankan segera meminumnya
begitu teringat jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Jangan
menggandakan dosis aripiprazole pada jadwal berikutnya untuk mengganti dosis
yang terlewat. Tidak disarankan untuk menghentikan konsumsi aripiprazole
secara tiba-tiba tanpa seizin dokter. Informasikan kepada dokter jika Anda
mengalami kondisi yang disebabkan oleh obat ini maupun akibat dari penyakit
lain yang sedang diderita agar dokter dapat menentukan langkah atau dosis
pengobatan yang sesuai.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Aripiprazole


Sama seperti obat-obat lain, aripiprazole juga berpotensi menyebabkan efek
samping. Beberapa efek samping yang umum terjadi setelah mengonsumsi
antipsikotik ini adalah:
Kulit menjadi lebih sensitif.
Tekanan gula dalam darah yang terpengaruh.
Gelisah.
Mual.
Gangguan pencernaan.
Pusing.
Kelelahan.
Pandangan menjadi samar.
Konstipasi.

http://www.alodokter.com/aripiprazole