Anda di halaman 1dari 17

KERANGKA ACUAN KERJA

(K A K)

PENYUSUNAN NASKAH AKADEMIK DAN RANPERDA


RTR KAWASAN STRATEGIS DANAU SINGKARAK

PROGRAM PERENCANAAN PENATAAN RUANG


DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG
TAHUN 2017
1. LATAR BELAKANG
1.1 Dasar Hukum
1. Undang-Undang RI Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati
dan Ekosistemnya (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1990 Nomor 49,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3419);
2. Undang-Undang RI Nomor 9 Tahun 1990 tentang Kepariwisataan (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 1990 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 3427);
3. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1997 Tentang Pengelolaan
Lingkungan hidup (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 68,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3699);
4. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 Tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 68; Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 3699 );
5. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 32, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4377);
6. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2004 Nomor 4437) sebagaimana telah diubah dengan UU No. 8 Tahun
2005 tentang Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 3 Tahun 2005 tentang
Perubahan atas Undang Undang No, 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah
menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 108,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 4548) ;
7. Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2004 Nomor 132, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 132);
8. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana;
9. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4725);
10. Undang-undang Nomor 09 Tahun 2015 tentang Pemerintah Daerah;
11. Peraturan Pemerintah Nomor 10 tahun 2000 tentang Tingkat Ketelitian Peta Untuk
Penataan Ruang Wilayah ( Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2000 Nomor 20,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3934 );
12. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2004 tentang Penatagunaan Tanah Peraturan
Pemerintah Nomor 47 tahun 1997 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 45, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4385);
13. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah
Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor .., Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor ....);
14. Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 1 Tahun 2008 tentang Pedoman Perencanaan
Kawasan Perkotaan;
15. Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 1 Tahun 2007 tentang Ruang Terbuka Hijau Kawasan
Perkotaan (RTHKP);
16. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 20/PRT/pa/2007 tentang Pedoman Teknis
Analisis Aspek Fisik dan Lingkungan, Ekonomi, serta Sosial Budaya dalam Penyusunan
Rencana Tata Ruang;
17. Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik
Indonesia Nomor 37 Tahun 2016 tentang Pedoman Penyusunan Rencana tata Ruang
Kawasan Strategis Provinsi dan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten
18. Keputusan Menteri Kimpraswil Nomor 327/KPTS/M/2002 tentang Penetapan 6 (enam)
Pedoman Bidang Penataan Ruang;
19. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor. 147 Tahun 2004 tentang Pedoman Koordinasi
Penataan Ruang Daerah;
20. Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Barat Nomor 7 Tahun 2008 tentang Rencana
Pembangunan Jangka Panjang Provinsi Sumatera Barat Tahun 2005-2025.
21. Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Barat Nomor 13 Tahun 2012 tentang Rencana Tata
Ruang Wilayah Provinsi Sumatera Barat Tahun 2012-2032.

1.2 Alasan Kegiatan dilaksanakan


Pelaksanaan pembangunan berbagai sektor di Kabupaten Solok dan Kabupaten Tanah
Datar pada umumnya dan kawasan strategis Danau Singkarak pada khususnya dari tahun ke
tahun terus mengalami peningkatan dan membawa dampak pada perubahan tersedianya ruang
yang ada. Perkembangan setiap sektor pembangunan cenderung menuntut penyediaan ruang
sesuai dengan tingkat perkembangannya. Kenyataan menunjukkan bahwa upaya penyediaan
ruang sering menjadi permasalahan karena; pertama, ruang merupakan sumber daya alam yang
terbatas, sehingga menuntut upaya pemanfaatan ruang secara efisien, efektif, optimal dan
terarah; dan kedua, suatu ruang pada dasarnya dapat dimanfaatkan bagi berbagai alternative
kegiatan, sebaliknya suatu kegiatan tertentu dapat berlokasi pada beberapa alternatif ruang.
Berpedoman pada kondisi atau kenyataan tersebut, suatu ruang tertentu sering menimbulkan
konflik kepentingan antar berbagai kegiatan. Hal ini kadang menyebabkan terjadinya
pemaksaan kawasan-kawasan yang seharusnya dilindungi sehingga tekanan-tekanan terhadap
lingkungan dan budaya kerap terjadi. Di sisi lain perkembangan ekonomi yang bermuara pada
makin banyaknya kebutuhan ruang untuk berproduksi juga terpaksa memakan lahan-lahan
produktif, seperti lahan pertanian yang subur dan beririgasi teknis.
Penataan ruang merupakan upaya untuk mewujudkan ruang yang aman, nyaman,
produktif dan berkelanjutan yang dilaksanakan melalui perencanaan tata ruang, pemanfaatan
ruang, dan pengendalian pemanfaatan ruang. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut diatas
maka Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berupaya mengoptimalkan pelaksanaan kegiatan
penataan ruang khususnya pada kawasan yang mempunyai nilai strategis guna memacu
perkembangan wilayah dan perekonomian daerah. Salah satu kawasan strategis yang
mempunyai potensi dan permasalahan yang mendesak untuk ditangani adalah kawasan
strategis Danau Singkarak yang termasuk katagori sebagai kawasan strategis provinsi.
Mengacu pada UU Penataan Ruang No. 26/2007, penataan ruang merupakan suatu
proses kegiatan yang terdiri dari perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang, dan pengendalian
pemanfaatan ruang. UU Penataan Ruang tersebut juga mengamanatkan tersusunnya penataan
ruang secara berhirarki yang mencakup seluruh wilayah baik kawasan perkotaan maupun
perdesaan.
Tujuan penyelenggaraan penataan ruang adalah untuk mewujudkan ruang
wilayah/kota/kawasan yang nyaman, produktif, dan berkelanjutan. Dengan demikian
dibutuhkan kepeterpaduan, integrasi, dan koordinasi antara penyelenggara penataan ruang
pada berbagai tingkat kewenangan.
Kawasan strategis provinsi Danau Singkarak, dengan posisi yang berada pada lintasan
jalur transportasi nasional, lintasan jalur antar wilayah, dan sebagai Ibukota Kabupaten Solok,
tidak lepas dari tekanan arus pembangunan dan potensi alih fungsi lahan yang sangat kuat.
Wilayah Kawasan Strategis Danau Singkarak yang dikembangkan menjadi kawasan strategis
provinsi terdiri dari kawasan wisata, yang harus diatur penataan ruangnya sesuai daya dukung
lingkungan, daya tampung ruang serta daya dukung budaya.
Kondisi ini membutuhkan pedoman pembangunan dan penataan ruang yang terarah,
baik dalam lingkup wilayah sebagai pedoman umum maupun lingkup mikro sebagai pedoman
operasional pemberian advis planing dan perijinan pembangunan. Untuk mengantisipasi beban,
fungsi dan peran sebagai Kawasan
Strategis provinsi dan untuk mewujudkan kawasan danau singkarak sebagai salah satu
identitas dan kawasan strategis provinsi, maka diperlukan pelaksanaan penataan ruang yang
lebih tegas dan operasional.
2. MAKSUD, TUJUAN DAN SASARAN
2.1 Maksud
Kegiatan penyusunan Naskah Akademik dan Ranperda RTR Kawasan Strategis Danau Singkarak
merupakan pekerjaan yang dilaksanakan dengan maksud untuk melakukan Percepatan
Legalisasi Perda RTR Kawasan Strategis Danau Singkarak.

2.2 Tujuan
Kegiatan penyusunan Naskah Akademik dan Ranperda RTR Kawasan Strategis Danau Singkarak
bertujuan untuk merumuskan arahan perwujudan tata ruang Kawasan Strategis Danau
Singkarak sesuai dengan daya dukung lingkungan fisik, ekonomi, sosial budaya masyarakat,
sebagai acuan dalam pemanfaatan ruang/pengembangan wilayah sekitar Danau Singkarak.

2.3 Sasaran
Sasaran dari penyusunan Naskah Akademik dan Ranperda RTR Kawasan Strategis Danau
Singkarak ini adalah terumuskannya Naskah Akademik dan Ranperda RTR Kawasan Strategis
Danau Singkarak, sesuai Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala Badan Pertanahan
Nasional Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2016 tentang Pedoman Penyusunan Rencana tata
Ruang Kawasan Strategis Provinsi dan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten.

3. RUANG LINGKUP
3.1 Lingkup Wilayah Perencanaan

Lingkup wilayah perencanaan dalam penyusunan Naskah Akademik dan Ranperda RTR
Kawasan Strategis Danau Singkarak adalah Danau Singkarak dengan luas 11.127 ha dan
Catchment area sekitar 117.326 ha .

3.2 Lingkup Kegiatan


1) Persiapan Penyusunan Revisi RTRW Provinsi

Kegiatan persiapan meliputi:


1) Persiapan awal pelaksanaan, meliputi: pemahaman Kerangka Acuan Kerja(KAK) atau
Terms of Reference (TOR) dan penyiapan Rencana Anggaran Biaya(RAB);
2) Kajian awal data sekunder, mencakup review RTR Kawasan Strategis Provinsi Danau
Singkarak yang telah disusun sebelumnya dan kajian kebijakan terkait lainnya;
3) Persiapan teknis pelaksanaan yang meliputi:
a) Penyimpulan data awal;
b) Penyiapan metodologi pendekatan pelaksanaan pekerjaan;
c) Penyiapan rencana kerja rinci;
d) Penyiapan perangkat survei (checklist data yang dibutuhkan, panduan wawancara,
kuesioner, panduan observasi dan dokumentasi, dan lain-lain), serta mobilisasi
peralatan dan personil yang dibutuhkan.

Hasil dari kegiatan persiapan ini, meliputi:


1) Gambaran umum wilayah perencanaan;
2) Kesesuaian produk RTR Kawasan Strategis Provinsi Danau Singkarak sebelumnya
dengan kondisi dan kebijakan saat ini;
3) Hasil kajian kebijakan wilayah, isu strategis, potensi, dan tantangan wilayah berdasarkan
metodologi yang akan digunakan.
4) Rencana kerja pelaksanaan penyusunan Naskah Akademik dan Ranperda RTR Kawasan
Strategis Danau Singkarak; dan
5) Perangkat survei data primer dan data sekunder yang akan digunakan pada saat proses
pengumpulan data dan informasi (survei).

2) Pengumpulan Data Yang Dibutuhkan

Tahap pengumpulan data dan informasi paling sedikit meliputi :


a. Data terkait dengan nilai strategis dan isu strategis KSP
b. Data kebijakan penataan ruang dan kebijakan sector lainnya.
c. Data kondisi fisik lingkungan.
d. Data penggunaan lahan.
e. Data peruntukan ruang.
f. Data prasarana dan sarana.
g. Data kependudukan.
h. Data perekonomian, social, budaya
i. Data kelembagaan.
j. Data dan informasi pertanahan.
k. Peta dasar, dan data lainnya sesuai dengan karakteristik KSP.

3) Pengolahan dan Analisis Data

Tahap pengolahan data dan analisis meliputi :


1) Pelingkupan data.
2) Penentuan metode analisis, dan
3) Penyiapan peta dasar.
Kegiatan analisis paling sedikit meliputi :
1) Review terhadap RTR terkait dengan KSP
2) Penyusunan dokumen Kajian Lingkungan Hidup Strategis.
3) Analisis penguatan nilai strategis dan isu strategis KSP.
4) Analisis deliniasi kawasan.
5) Analisis konsep pengembangan kawasan.
6) Analisis regional (kawasan yang terpengaruh)
7) Analisis kebutuhan ruang.
8) Analisis pembiayaan pembangunan.
9) Analisis lainnya sesuai dengan bentuk KSP.

4) Perumusan Konsep Rencana


A. Tahap perumusan konsepsi rencana paling sedikit harus mengacu :
a. Rencana tata ruang wilayah nasional
b. Rencana tata ruang wilayah Provinsi Sumatera Barat
c. Rencana tata ruang wilayah Kabupaten Solok, Kabupaten Tanah Datar, Kota Solok dan
Kota Padang Panjang.

Tahap perumusan konsepsi rencana paling sedikit harus memperhatikan:


a. Rencana pembangunan jangka panjang nasional
b. Rencana pembangunan jangka panjang daerah
c. Rencana pembangunan jangka menengah nasional
d. Rencana pembangunan jangka menengah daerah
e. Rencana induk sector terkait

Tahap perumusan konsepsi rencana paling sedikit harus merumuskan:


a. Alternatif konsep pengembangan berisikan :
- Rumusan tujuan, kebijakan dan strategi penataan ruang
- Konsep pengembangan KSP
b. Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Provinsi.
RTR KSP berisi :
- Tujuan, kebijakan dan strategi penataan ruang
- Rencana struktur ruang
- Rencana pola ruang
- Arahan pemanfaatan ruang bagi KSP
- Arahan pengendalian pemanfaatan ruang bagi KSP

Rumusan konsepsi rencana dimuat dalam dokumen materi teknis yang terdiri atas :
a. Buku data dan analisis
b. Buku rencana
c. Album peta
B. Konsultasi dan Koordinasi dalam rangka mendapatkan Persetujuan Substansi
a. Konsultasi ke Badan Informasi Geospasial (BIG) minimal 1 (satu) kali.
b. Konsultasi dan koordinasi dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ BPN minimal
1 (satu) kali.
c. Pembahasan BKPRD dengan menghadirkan narasumber daerah eselon 2.

5) Penyusunan Rancanagan Peraturan Daerah (Ranperda) KSP Danau Singkarak


disusun sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

3.3 Lingkup Substansi


Secara substansi, ruang lingkup materi penyusunan penyusunan Naskah Akademik dan
Ranperda RTR Kawasan Strategis Danau Singkarak adalah:
1. Tujuan, Kebijakan, dan Strategi
a) Tujuan
Perumusan tujuan difokuskan pada perwujudan perlindungan dan pengelolaan
lingkungan serta konservasi sumber daya alam yang berkelanjutan pada jangka panjang
b) Kebijakan
Kebijakan disusun sebagai arah tindakan dalam rangka mencapai tujuan.
Perumusan kebijakan difokuskan antara lain pada:
1. Kebijakan perlindungan dan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan yang
berkelanjutan;
2. Kebijakan pelestarian dan konservasi terhadap sumber daya alam keanekaragaman
hayati yang tidak terbarukan; dan / atau
3. Kebijakan pembangunan sistem jaringan prasarana dan sarana kawasan.
c) Strategi
Strategi disusun sebagai penjabaran kebijakan kedalam langkah langkah operasional
untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Perumusan strategi difokuskan antar a lain pada:
1. Arahan perlindungan terhadap tata guna air, keseimbangan iklim makro dan
ekosistem kawasan;
2. Arahan tempat perlindungan keanekaragaman hayati;
3. Arahan peningkatan kualitas lingkungan hidup;
4. Arahan pengendalian pengembangan prasarana dan sarana dikawasan inti dan
penyangga yang dapat memicu perkembangan kegiatan budi daya yang tidak sesuai
dengan fungsi kawasan; dan / atau
5. Arahan penyediaan prasarana dan sarana minimum berbasis mitigasi bencana.
2. Rencana Struktur Ruang
a. Sistem pusat kegiatan yang mendukung fungsi dan biaya dukung lingkungan hidup
yang berada di kawasan penyangga yang terintegrasi dengan pusat-pusat kegiatan
dalam RTRW Provinsi / Kabupaten
b. Sistem jaringan prasarana dan sarana, terdiri atas:
1. Sistem prasarana dan sarana lingkungan:
- Penyediaan RTH
- Penyediaan sarana edukasi dan pembelajaran bagi masyarakat; dan
- Penyediaan kolam pengendali banjir (retention pond)
2. Sistem jaringan energi dan kelistrikan:
- Perlindungan, pemanfatan, dan pengembangan jenis snergi (panas, mekanika,
cahaya, kimia, dan elektromagnet) yang bersumber dari energi terbarukan, tidak
terbarukan, dan hasil dari teknologi baru; dan
- Perlindungan, pemanfaatan, dan pengembangan fungsi listrik, transmisi, tenaga
listrik dan distribusi listrik terintegrasi.
3. Sistem jaringan telekomunikasi:
Pemanfaatan dan pengembangan prasarana dan sarana informasi telekomunikasi
terintegrasi.
4. Sistem jaringan sumber daya air:
- Perlindungan, pelestarian, pemanfaatan wilayah sungai, daerah aliran sungai, dan
cekungan air tanah (CAT); dan
- Penyelenggaraan konservasi sumber daya air, dan pengendalian rusak sumber
daya air, pendayagunaan sumber daya air, dan pengendalian daya rusak air.
5. Sistem penyediaan air minum:
- Perlindungan, pelestarian, dan pemanfaatan sumber air minum; dan
- Pelestarian dan pendayagunaan sumber air baku.
6. Sistem persampahan:
- Penyediaan prasarana dan sarana tempat penampungan sampah terpadu dan
tempat pemrosesan akhir sampah;
- Perlindungan lingkungan dari bahaya tercemarnya tanah, air, dan udara;
- Penerapan teknologi pengolahan sampah ramah lingkungan; dan
- Perlindungan lingkungan melalui konsep 4R (Reuse, Reduce, Recycle, Replace).
7. Sistem jaringan air limbah:
- Penyediaan jaringan air limbah dengan sistem perpipaan dan / atau jaringan
bukan perpipaan;
- Penyediaan prasarana dan sarana Instalasi Pengelohan Air Limbah (IPAL); dan
- Perlindungan lingkungan melalui konsep recycle
8. Sistem jaringan drainase:
- Penyediaan jaringan drainase terintegrasi; dan
- Penyediaan drainase dengan sistem terbuka dan / atau tertutup
9. Penyediaan prasarana lainnya:
- Fasilitas sosial dan fasilitas umum;
- Perlindungan lingkungan dari bahaya pencemaran tanah, air, dan udara
termasuk limbah bahan berbahaya beracun (B3) limbah rumah sakit, dan limbah
nuklir; dan
- Fasilitas utama pada lokasi evakuasi bencana.

3. Rencana Pola Ruang


a) Kawasan inti merupakan kawasan perlindungan sumber daya air, flora dan fauna, serta
kawasan budi daya terbatas yang sesuai dengan daya tampung dan daya dukung
lingkungannya. Kawasan inti dapat dilengkapi dangan kawasanpublik yang dapat
dimanfaatkan sesuai dengan prinsip-prinsip fungsi pada kawasanini untuk melsetarikan
sumber daya alam dan lingkungan.
b) Kawasan penyangga merupakan kawasan penunjang kawasan inti dengan
perkembangan budi daya terbatas. Kawasan penyangga dapat dilengkapi dengan
kawasan publik yang berada pada kawasan diluar kawasan inti yang diperbolehkan
untuk mendukung fungsi lindung dan konservasi pada kawasan inti.
c) Pola ruang kawasan inti dan kawasan penyangga yang berada pada kawasan lindung
mengikuti ketentuan pola ruang pada RTRW
d) Pola ruang kawasan inti dan kawasan penyangga yang berada pada kawasan budi daya
harus memuat pola ruang kawasan budi daya yang lebih rinci daripada ruang kawasan
budi daya yang termuat dalam RTRW Provinsi atau RTRW kabupaten; dan
e) Pola ruang kawasan inti dan kawasan penyangga harus mencantumkan lokasi relokasi
akibat bencana alam serta jalur eavkuasi dan tempat evakuasi sementara jika terjadi
bencana alam

4. Arahan / Ketentuan Pemanfaatan Ruang KSP


a) Arahan Pemanfaatan Ruang KSP
arahan pemanfaatn ruang KSP merupakan uoaya perwujudan rencana tata ruang yang
dijabarkan ke dalam jangka waktu perencanaan 5 (lima) tahunan sampai akhir tahun
perencanaan.
Arahan pemanfaatan ruang KSP berfungsi sebagai:
1) Acauan bagi pemerintah dan masyarakat dalam pemrograman penataan /
pengembangan wilayah;
2) Arahan untuk sektor dalam program;
3) Dasar estimasi kebutuhan pembiayaan dalam jangka waktu 5 (lima) tahunan;
4) Dasar estimasi penyusunan program tahunan untuk setiap jangaka 5 (lima) tahun;
dan
5) Acuan bagi masyarakat untuk melakukan investasi

Arahan pemanfaatan ruang KSP disusun berdasarkan:


1) Rencana struktur ruang dan rencana pola ruang;
2) Ketersediaan sumber daya dan sumber dana pembangunan;
3) Kesepakatan para pemangku kepentingan dan kebijakan yang ditetapkan;
4) Prioritas pengembangan dan pentahapan rencana pelaksanaan program sesuai
dengan RPJD; dan
5) Ketentuan peraturan perundang-undangan terkait.

Arahan pemanfaatan ruang KSP disusun dengan kriteria:


1) Realistis, objektif, terukur, dan dapat dilaksanakan dalam jangka waktu
perencanaan;
2) Konsisten dan berkesinambungan terhadap program yang disusun;
3) Sinkronisasi antar program harus terjaga dalam satu kerangka program terpadu;
4) Memuat usulan program utama, lokasi, besaran, sumber, pendanaan, instansi
pelaksana, serta waktu dan tahapan pelaksanaan; dan
5) Sekurang-kurangnya mencakup perwujudan rencana struktur ruang dan
perwujudan rencana pola ruang (kawasan inti dan kawasan penyangga) di KSP

4. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN


Waktu yang dibutuhkan untuk pelaksanaan kegiatan Penyusunan Naskah Akademik dan
Ranperda RTR Kawasan Strategis Danau Singkarak adalah selama 3 (tiga) bulan atau 90
(sembilan puluh) hari kelender dalam Tahun Anggaran 2017, terhitung sejak ditanda
tangani kontrak. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 1
Jadwal Rencana Kerja
Penyusunan Naskah Akademik dan Ranperda RTR Kawasan Strategis Danau Singkarak

Bulan
No Tahapan/Kegiatan Bulan 1 Bulan 2 Bulan 3
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
A TAHAPAN KEGIATAN
I. Tahap Persiapan
1. Pemahaman terhadap KAK
Penyiapan rencana kerja dan
2.
perangkat survei
Penyiapan metodologi pendekatan
3.
pelaksanaan kerja
4. Mobilisasi peralatan serta personil
II. Pengumpulan Data dan Informasi
Peta Dasar (RBI Skala 1 : 25.000 dan
1. skala 1 : 10.000 Citra Satelit Spot
5/6/7)
Kebijakan penataan ruang dan
2.
kebijakan sektoral terkait
Kondisi fisik/lingkungan dan sumber
3.
daya alam
Sumber daya buatan/prasarana dan
4.
sarana
Kependudukan dan sumber daya
5.
manusia
6. Perekonomian, sosial dan budaya
7. Kelembagaan
Tahap Analisis Terhadap Data dan
III.
Analisis
1. Review terhadap RTR KSP Danau
Singkarak sebelumnya
2. Analisis penguatan nilai strategis dan
isu strategis KSP
Analisis konsep pengembangan
3.
kawasan
Analisis regional (kawasan yang
4.
terpengaruh)
5. Analisis kebutuhan ruang
6. Analisis pembiayaan pembangunan
7. Analisis lainnya sesuai dengan sudut
kepentingan RTR KSP Danau Singkarak
IV. Tahap Perumusan Konsep
1. Rumusan tujuan, kebijakan dan strategi
penataan ruang KSP Danau Singkarak
2. Konsep pengembangan KSP Danau
Singkarak
V. Tahap Rencana
1. Tujuan, kebijakan dan strategi
penataan ruang kawasan strategis
Danau Singkarak
Bulan
No Tahapan/Kegiatan Bulan 1 Bulan 2 Bulan 3
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
2. Rencana struktur ruang
3. Rencana pola ruang
4. Arahan Pemanfaatan Ruang KSP Danau
Singkarak
5. Ketentuan pengendalian pemanfaatan
ruang KSP Danau Singkarak
VI. Tahap Penyusunan Ranperda
1. Penyusunan naskah rancangan
peraturan daerah (Ranperda) tentang
RTR Kawasan Strategis Danau
Singkarak
B DISKUSI/PEMBAHASAN
1. Laporan Pendahuluan
2. Laporan Antara/Data dan Analisis
3. Draft Laporan Akhir/Rencana
4. Laporan Akhir/Rencana
C PELAPORAN/OUTPUT
1. Laporan Pendahuluan
2. Laporan Antara/Data dan Analisis
3. Draft Laporan Akhir/Rencana
4. Laporan Akhir/Rencana
5. Dokumen Exsecutive Summary
Dokumen Rancangan Peraturan Daerah
6. tentang RTR kawasan strategis Danau
Singkarak
7. Album Peta A3 dan A1
8. Keping CD

5. TENAGA AHLI
Untuk melaksanakan kegiatan Penyusunan Naskah Akademik dan Ranperda Kawasan
Strategis Danau Singkarak diperlukan tenaga ahli dengan kualifikasi sebagai berikut :

1. Team Leader/S2 Ahli Perencanaan Wilayah dan Kota


Ketua tim disyaratkan seorang Sarjana Teknik Strata 2 (S2) jurusan Perencanaan Wilayah
dan Kota dan S1 Teknik Planologi lulusan Universitas Perguruan Tinggi Negeri atau
Perguruan Tinggi Swasta yang telah diakreditasi atau yang telah lulus ujian negara atau
perguruan tinggi luar negeri yang telah diakreditasi yang berpengalaman melaksanakan
pekerjaan penyusunan rencana tata ruang dengan pengalaman profesional untuk (S2) 2
tahun dan (S1) 4 tahun dan mempunyai sertifikat keahlian Perencana Wilayah dan Kota
yang telah mempunyai pengalaman sebagai ketua tim.
2. Ahli Lingkungan
Jenjang pendidikan minimal S1 Ilmu Lingkungan, lulusan perguruan tinggi negeri
atau perguruan tinggi swasta yang telah disamakan dan berpengalaman 1 tahun dan
memiliki serttifikat keahlian teknik lingkungan serta berpengalaman dalam
pelaksanaan pekerjaan penyusunan rencana tata ruang, yang dibuktikan dengan
ijazah dan referensi. Tenaga ahli ini bertanggung jawab pada materi yang
menyangkut bidang keahliannya.
3. Ahli GIS
Jenjang pendidikan minimal S1 Geodesi/ Geografi, lulusan perguruan tinggi negeri
atau perguruan tinggi swasta yang telah disamakan dan berpengalaman di bidang GIS
1 tahun dalam pelaksanaan pekerjaan penyusunan rencana tata ruang, yang
dibuktikan dengan ijazah dan referensi serta memiliki sertifikat keahlian Geodesi.
Tenaga ahli ini bertanggung jawab pada materi yang menyangkut bidang keahliannya.
4. Ahli Geologi
Jenjang pendidikan minimal S1 Geologi, lulusan perguruan tinggi negeri atau
perguruan tinggi swasta yang telah disamakan dan berpengalaman 1 tahun dalam
pelaksanaan pekerjaan penyusunan rencana tata ruang, yang dibuktikan dengan
ijazah dan referensi.
Tenaga ahli ini bertanggung jawab pada materi yang menyangkut bidang keahliannya.
5. Ahli Perikanan
Jenjang pendidikan minimal S1 Perikanan, lulusan perguruan tinggi negeri atau
perguruan tinggi swasta yang telah disamakan dan berpengalaman 1 tahun dalam
pelaksanaan pekerjaan penyusunan rencana tata ruang, yang dibuktikan dengan
ijazah dan referensi. Tenaga ahli ini bertanggung jawab pada materi yang
menyangkut bidang keahliannya.
6. Ahli Hukum
Jenjang pendidikan minimal S1 Hukum, lulusan perguruan tinggi negeri atau
perguruan tinggi swasta yang telah disamakan dan berpengalaman 1 tahun dalam
pelaksanaan pekerjaan penyusunan rencana tata ruang, yang dibuktikan dengan
ijazah dan referensi. Tenaga ahli ini bertanggung jawab pada materi yang
menyangkut bidang keahliannya.

6. KELUARAN/PELAPORAN
Hasil pekerjaan konsultan akan disampaikan kepada pemberi tugas berupa laporan pelaksanaan
pekerjaan Penyusunan Naskah Akademik dan Ranperda RTR Kawasan Strategis Danau
Singkarak , dalam beberapa jenis produk sebagai berikut :
a. Laporan Pendahuluan
Merupakan laporan pertama yang berisikan materi sesuai dengan uraian lingkup kegiatan dan
lingkup substansi yang telah ditentukan.
Laporan pendahuluan harus diserahkan sebanyak 5 (lima) eksemplar dan diberi judul
Laporan Pendahuluan.

b. Laporan Antara/Data dan Analisis


Merupakan laporan kedua yang berisikan materi sesuai dengan uraian lingkup kegiatan dan
lingkup substansi yang telah ditentukan.
Laporan Antara harus diserahkan sebanyak 5 (lima) eksemplar dan diberi judul Laporan
Antara.

c. Draft Laporan Akhir/Rencana


Merupakan laporan ketiga yang berisikan materi sesuai dengan uraian lingkup kegiatan dan
lingkup substansi yang telah ditentukan.
Draft Laporan Akhir/Rencana harus diserahkan sebanyak 5 (lima) eksemplar dan diberi judul
Draft Laporan Akhir/Rencana.

d. Laporan Akhir/Rencana
Laporan ini merupakan perbaikan dan penyempurnaan dari Draft Laporan Akhir/Rencana
setelah melalui serangkaian pembahasan dan perubahan dengan Tim Teknis dan Hasil
konsultasi dengan pihak terkait serta merupakan perumusan seluruh hasil kajian. Laporan
Akhir/Rencana harus diserahkan sebanyak 5 (lima) eksemplar dan diberi judul Laporan
Akhir/Rencana.

e. Dokumen Executive Summary


Dokumen ini berisikan ringkasan Laporan Akhir diserahkan bersama- sama dengan
Laporan Akhir. Ringkasan eksekutif dibuat sebanyak 5 (lima) eksemplar.

f. Dokumen Materi Teknis


Dokumen ini berisikan data, analisis dan rencana serta peta dari Penyusunan Naskah
Akademik dan Ranperda Kawasan Strategis Danau Singkarak. Dokumen Materi Teknis ini
dibuat sebanyak 2 (dua) eksemplar.

g. Dokumen Rancangan Peraturan Daerah tentang RTR Kawasan Strategis Danau


Singkarak
Dokumen ini berisikan rancangan peraturan daerah tentang RTR Kawasan Strategis Danau
Singkarak yang penyusunannya telah sesuai dan mengacu pada peraturan perundang-
undangan terkait.
Dokumen Rancangan Peraturan Daerah tentang RTR Kawasan Strategis Danau Singkarak
diserahkan sebanyak 5 (lima) eksemplar.

h. Album Peta
Album Peta yang terdiri dari peta- peta yang telah disyaratkan pada Peraturan Menteri
Agraria dan Tata Ruang/ Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 37
Tahun 2016 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Provinsi
dan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten dengan skala ketelitian peta 1 :
25.000 dan Peraturan lainnya yang mengatur pemetaan Rencana Tata Ruang.

Untuk album peta A1 terdiri atas 3 (tiga) peta yaitu : peta rencana struktur ruang, peta
rencana Pola Ruang dan peta rencana sebaran sarana dan prasarana.
Album peta Ukuran A3 diserahkan sebanyak 5 (lima) eksemplar dan album peta ukuran
A1 dengan tingkat ketelitian skala minimal 1:25.000 diserahkan sebanyak 1 (satu)
eksemplar.

i. Soft Copy
Eksternal Disk (500 GB) yang berisi soft copy seluruh produk (seluruh laporan dalam bentuk
word dan pdf sedangkan peta dalam bentuk shp dan pdf) diserahkan sebanyak 1 buah.

7. KEWAJIBAN KONSULTAN
1. Konsultan berkewajiban dan bertanggung jawab sepenuhnya terhadap pelaksanaan
Penyusunan Naskah Akademik dan Ranperda Kawasan Strategis Danau Singkarak.
2. Dalam melaksanakan pekerjaan konsultan diwajibkan melakukan konsultasi/diskusi
dengan pihak terkait dan tim teknis sesuai dengan kemajuan pekerjaan.
3. Dalam melaksanakan pekerjaan, konsultan wajib menyediakan tenaga ahli yang diminta
sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan selama pelaksanaan pekerjaaan sesuai
dengan waktu kontrak, konsultan harus berdomisili di Provinsi Sumatera Barat.
4. Konsultan dalam melaksanakan pekerjaan dinyatakan selesai (berakhir) secara
keseluruhan setelah hasil pekerjaan diterima secara utuh, dan diterima oleh Tim
Penerima Hasil Pekerjaan dalam bentuk suatu berita acara.
5. Dalam melaksanakan presentasi dan diskusi, konsultan wajib menyediakan waktu untuk
hadir yang terdiri dari team leader beserta 2/3 dari jumlah tenaga ahli yang terlibat
dalam pengerjaan Penyusunan Naskah Akademik dan Ranperda Kawasan Strategis
Danau Singkarak, sesuai dengan kontrak yang telah disepakati.
8. SUMBER PENDANAAN
Sumber dana untuk pelaksanaan kegiatan ini, bersumber dari APBD Provinsi Sumatera
Barat Tahun Anggaran 2017 pada instansi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
Provinsi Sumatera Barat, Nomor kegiatan 1.01.03.1.01.03.01.20.07: Penyusunan Naskah
Akademik dan Ranperda RTR Kawasan Strategis Danau Singkarak dengan pagu
anggaran Rp. 200.000.000,00 (Dua Ratus Juta Rupiah).

9. NAMA DAN ORGANISASI


Nama Pengguna Jasa untuk kegiatan ini adalah Kuasa Pengguna Anggaran Bidang Penataan
Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Sumatera Barat.

10. PENUTUP
Seluruh kepemilikan data dan hasil kegiatan sebagaimana dicantumkan dalam KAK ini
diserahkan kepada organisasi pengguna jasa, yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan
Ruang Provinsi Sumatera Barat, setelah mendapat persetujuan kelengkapan dari Tim
Penerima hasil pekerjaan yang ditunjuk dalam pekerjaan ini.

Padang, Februari 2017


Kuasa Pengguna Anggaran

Drs. Danang W. Jati, DUMP, MURP


Pembina/ Nip.19650607 199403 2 011