Anda di halaman 1dari 20

PERENCANAAN PENANGANAN KELONGSORAN

DENGAN PONDASI BORED PILE


PADA LERENG JALAN SUMEDANG-CIJELAG KM 62+300

PROVINSI JAWA BARAT

LANDSLIDE TREATMENT DESIGN


WITH BORED PILE FOUNDATION
ON THE SLOPES OF SUMEDANG-CIJELAG KM 62 +300
WEST JAVA PROVINCE


TUGAS AKHIR

Laporan disusun untuk memenuhi salah satu syarat menyelesaikan pendidikan


Diploma IV Program Studi Teknik Perancangan Jalan dan Jembatan
Di Jurusan Teknik Sipil

OLEH :

TOTOK HERMAWAN
NIM. 091134030

PROGRAM DIPLOMA IV
TEKNIK PERANCANGAN JALAN DAN JEMBATAN
JURUSAN TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
2013


ABSTRAK

Di sepanjang ruas jalan Sumedang-Cijelag KM 60-70 terdapat beberapa


permasalahan longsor pada lereng jalannya, salah satu permasalahan longsor di
ruas jalan tersebut terdapat pada bagian lereng jalan di KM 62+300, di mana
longsor pada lereng jalan KM 62+300 sangat membahayakan arus transportasi di
ruas jalan itu dikarenakan jalan tersebut merupakan jalur utama transportasi darat
lintas Bandung-Cirebon.
Sehingga dari permasalahan longsor tersebut perlu dilakukan penanganan
longsor secara tepat agar transportasi lintas Bandung-Cirebon aman. Didalam
akhir ini dilakukan beberapa analisis alternatif penanganan longsor dan dari
tugas
beberapa alternative penanganan longsor tersebut terpilihlah penanganan longsor

dengan menggunakan pondasi bored pile berdasarkan pembobotan dari segi


pelaksanaan, factor keamanan, factor luas lahan yang digunakan, factor kekuatan,
factor waktu pelaksanaan yang telah dilakukan. Di mana pondasi bored pile
merupakan pondasi tiang yang pemasangannya dilakukan dengan mengebor tanah
sampai kedalaman tertentu kemudian diisi tulangan dan dicor dengan beton
dengan spesifikasi yang sudah ditentukan sebelumnya.
Pada penanganan longsor sepanjang 32 meter pada lereng jalan KM
62+300 tersebut digunakan pondasi bored pile diameter 0.8 meter sebanyak 26
buah dengan panjang masing-masing bored pile 11 meter dengan jarak antar
pondasi bored pile 1.2 meter.

Kata Kunci : Lereng, Longsor, Pondasi Bored Pile


ABSTRACT


Along the road KM 60-70 sumedang-cijelag there are some problems
landslides
on the slopes of the course, one of the problems of landslides on the
roads located on the slopes of the road at KM 62 +300, where landslides on the
slopes is very dangerous KM 62 +300 transport stream on the road because the
road is the main route inland transport cross Bandung-Cirebon.
So that the avalanche of problems need to be done properly so landslide
handling transportation Bandung-Cirebon cross safely. In the final project was a

landslide and analysis of alternative treatment alternative treatment of some
landslides landslide elected handling using bored pile foundation based on the

weighting in terms of implementation, the safety factor, the area of land use
factor, power factor, time factor that implementation has been done. Where a

bored pile foundation pile that installation is done by drilling the ground to a
certain depth and then filled with reinforcement and concrete casted with
predetermined specifications.
On the handling of landslides along the road 32 meters on the slopes of
the KM 62 +300 bored pile foundation used 0.8 meter diameter by 26 pieces with
each length of 11 meters with a bored pile foundation bored pile spacing of 1.2
meters.

Keywords: Slopes, landslides, Bored Pile Foundations


KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah
memberikan rahmat dan karunia Nya, akhirnya penyusun dapat menyelesaikan
Akhir dengan judul Perencanaan Penanganan Kelongsoran Dengan
Tugas
Pondasi Bored Pile Pada Lereng Jalan Sumedang-Cijelag KM 62+300
Provinsi Jawa Barat.
Adapun tujuan dari penulisan laporan ini adalah untuk memenuhi salah satu

syarat penilaian mata kuliah Tugas Akhir Semester VIII.


Dalam pembuatan laporan ini, penyusun banyak mendapatkan bimbingan
maupun bantuan dari berbagai pihak, baik pihak secara langsung maupun tidak
langsung.
Untuk itu dalam kesempatan kali ini, penyusun mengucapkan terima
kasih dan penghargaan kepada semua pihak yang terkait dalam penyusunan
laporan tugas akhir ini, yaitu kepada :
1. Kedua orang tuaku, khususnya Alm. Ibunda tercinta, Kakak dan Adik saya
yang senantiasa memberikan kasih sayang, motivasi, semangat, arahan dan
bimbingan, serta dukungan moril, materil, maupun spiritual.
2. Bapak Hendry, Dipl.Ing.HTL, MT selaku dosen pembimbing yang telah
memberikan arahan dan masukan kepada penyusun pada saat penyusunan
Tugas Akhir ini.
3. Bapak Agus Suyono, ST, MT dan Bapak Djuwadi, Drs, MT selaku dosen
penguji yang telah memberikan arahan dan masukan kepada penyusun pada
saat penyusunan Tugas Akhir ini.
4. Kedua orang tua Annisa Nur Auliani yang senantiasa memberikan motivasi,
semangat, serta dukungan moril, maupun spiritual.
5. Annisa Nur Auliani selaku pacar tercinta yang selalu menemani dan memberi
dukungan selama menyelesaikan laporan ini.
Akhir kata penyusun berharap kiranya laporan ini dapat bermanfaat baik
penyusun khususnya dan pembaca umumnya. Untuk itu penyusun mengharapkan
saran dan kritikan yang dapat membangun sebagai bahan acuan dalam pembuatan
laporan di masa yang akan datang.

Bandung, Juli 2013

Penulis

DAFTAR ISI

LEMBAR JUDUL... i

LEMBAR PENGESAHAN ii
ABSTRAK... iv

KATA PENGANTAR.... vi

DAFTAR ISI vii
DAFTAR TABEL... xi
DAFTAR GAMBAR.. xiii
BAB I PENDAHULUAN 1
1.1 Latar Belakang... 1
1.2 Lokasi Kajian. 2
1.3 Rumusan Masalah.. 3
1.4 Tujuan Tugas Akhir... 5
1.5 Ruang Lingkup.. 5
1.6 Hipotesa.. 6
1.7 Sistematika Penyusunan Laporan Tugas Akhir.. 6
BAB II STUDI PUSTAKA. 9
2.1 Tinjauan Umum. 9
2.2 Penyelidikan Tanah 10
2.2.1 Pekerjaan Sondir 10
2.2.2 Pemboran... 11
2.2.3 Uji Lab 11
2.3 Lereng... 13
2.3.1 Kelongsoran Lereng... 15
2.3.2 Jenis-Jenis Gerakan Kelongsoran Tanah 17
2.3.3 Stabilitas Lereng 21
2.4 Penanggulangan Longsor.. 22
2.4.1 Dinding Penahan Tanah.... 23


2.4.2 Bronjong.... 24

2.4.3 Pondasi Bored Pile.... 24



2.5 Pondasi Tiang Bor (Bored Pile) 25
2.5.1
Jenis-Jenis Pondasi Bored Pile... 25
2.5.2 Fungsi Pondasi Tiang Bor.. 25
2.5.3 Keuntungan Pemakaian Pondasi Bored Pile.. 26

2.5.4 Kelemahan Pemakaian Pondasi Bored Pile... 27



2.5.5 Metode Pelaksanaan Pondasi Bored Pile.. 27

2.5.5.1 Metode kering 27
2.5.5.2 Metode Basah 28
2.5.5.3 Metode casing... 28
2.5.6 Jarak Pondasi Tiang Dalam Kelompok. 29
2.5.7 Konfigurasi Pengaturan Grup Tiang Dalam Satu Pile Cap... 29
2.5.8 Syarat Tebal Selimut Beton.. 30
2.6 Beban Lalu-lintas Berdasarkan Kelas Jalan.. 30
2.7 Diameter dan Berat Per Meter baja Tulangan.. 31
BAB III DASAR TEORI. 32
3.1 Tekanan Tanah Lateral...... 32
3.1.1 Tekanan tanah lateral pada Tanah Tak Kohesif .. 33
3.1.2 Tekanan tanah lateral pada Tanah Kohesif .. 37
3.2 Faktor Keamanan... 39
3.2.1 Faktor Keamanan Dinding Penahan Tanah... 39
3.2.2 Faktor Keamanan Bronjong 44
3.2.3 Faktor Keamanan Pondasi Bored Pile... 46
3.3 Perhitungan Penulangan Pondasi Bored Pile 47
3.4 Perhitungan Penulangan Pile Cap.. 48
3.5 Pondasi Dalam. 49
3.5.1 Beban Lateral Maksimum (Hu) 49
3.5.2 Defleksi Tiang Vertikal Akibat Beban lateral 50
BAB IV METODOLOGI.... 55
4.1 Tinjauan Umum..................................................................... 55


4.2 Metoda Pengumpulan Data. 55

4.2.1 Data Primer. 56



4.2.2 Data Sekunder 56
4.3 Metode Pembuatan Tugas Akhir... 56
BAB V ANALISA DATA DAN SOLUSI 61
5.1 Gambaran Lokasi Kajian 61

5.2 Data Tanah. 62



5.3 Analisa Stabilitas Lereng 64

5.3.1 Analisa Stabilitas Lereng dengan Geo-Studio. 64
5.3.2 Analisa Stabilitas Lereng dengan Metode Bishop.. 66
5.4 Analisa Perkuatan Alternatif Solusi............... 68
5.4.1 Perkuatan Dinding Penahan Tanah Tipe Cantilever.. 68
5.4.2 Perkuatan Gabion (Bronjong).. 72
5.4.3 Perkuatan Pondasi Bored Pile. 76
5.5 Pemilihan Perkuatan Alternatif Solusi 86
BAB VI PERANCANGAN PONDASI BORED PILE... 87
6.1 Perancangan Pondasi Bored Pile.... 87
6.1.1 Kedalaman Pondasi Bored Pile.. 87
6.1.2 Momen Maksimum dan Gaya Horizontal
Maksimum yang Diterima Pondasi Bored Pile.. 88
6.1.3 Perhitungan Penulangan Pondasi Bored Pile.. 90
6.1.3.1 Tulangan Memanjang Pondasi Bored Pile. 91
6.1.3.1 Tulangan Sengkang pondasi Bored Pile 92
6.1.4 Efisiensi Pondasi Bored Pile... 93
6.1.5 Perhitungan Penulangan Pile Cap.. 94
6.1.5.1 Tulangan Utama pada Pile Cap.. 94
6.1.5.2 Tulangan Sengkang pada pile Cap. 95
6.1.6 Perhitungan Defleksi Tiang yang Terjadi Akibat
Beban lateral 96
6.1.7 Penempatan Bored Pile Berdasarkan Gaya
Horizontal Ijin. 96


6.2 Analisa Global dengan Geo-Studio 97

6.3 Kelengkapan DED.. 99



6.3.1 Gambar Perancangan. 100
6.3.2
Metode Pelaksanaan Pekerjaan .. 100
6.3.2.1 Metode Pelaksanaan Pekerjaan Pondasi Bored Pile 100
6.3.2.2 Metode Pelaksanaan Pekerjaan Pile Cap 106

6.3.3 Rencana Anggaran Biaya.. 107



BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN 108
5.1 Kesimpulan 108
5.2 Saran.. 108
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

DAFTAR TABEL

Tabel
2.1 Tingkat kekerasan tanah.... II-11

2.2
Tabel Perkiraan jenis lapisan tanah.. II-11

Tabel 2.3 Nilai kadar air yang dikorelasikan dengan

tipe tanah II-12

Tabel 2.4 Nilai berat jenis yang dikorelasikan dengan

tipe tanah.. II-13

Tabel 2.5 Nilai berat isi yang dikorelasikan dengan

tipe tanah.. II-13

Tabel 2.6 Penentuan panjang spasi tiang dengan cara

empiric... II-29

Tabel 2.7 Syarat tebal selimut beton.... II-30

Tabel 2.8 Ukuran beban kendaraan berdasarkan

kelasanya II-30

Tabel 2.9 Ukuran baja tulangan beton polos.... II-31

Tabel 2.10 Ukuran baja tulangan beton sirip.... II-31


Tabel 3.1 Perhitungan MR Dan V ..... III-40

Tabel
3.2 Perkiraan nilai kapasitas dukung tanah


ijin untuk tanah granuler (non kohesif) III-44

Tabel 3.3 Perhitungan MR Dan V ..... III-45

Tabel
3.4 Luas penampang penulangan total

dalam mm2 . III-48

Tabel 3.5 Hubungan antara KI dengan konsistensi

tanah. III-52

Tabel 3.6 harga koefisien 1 menurut Broms .. III-53

Tabel 3.7 harga koefisien 2 menurut Broms .. III-53

Tabel 3.8 Koefisien tanah dari Reese..... III-54

Tabel 5.1 Data-data tanah sumedang-cilejag V-63

Tabel 5.2 Perhitungan stabilitas lereng dengan

perhitungan slope stability bishop method... V-67

Tabel 5.3 Perbandingan analisa stabilitas lereng... V-67

Tabel 5.4 Perhitungan kekuatan DPT kantilever V-71

Tabel 5.5 Perhitungan kekuatan DPT Gabion V-75

Tabel 5.6 Perhitungan tekanan tanah aktif


sedalam 5 m dari MT V-80

Tabel
5.7 Perhitungan tekanan tanah aktif total V-84


Tabel 5.8 Perhitungan tekanan tanah pasif total V-85

Tabel 5.9 Bobot nilai dari masing-masing konstruksi... V-86

6.1
Tabel Rencana Anggaran Biaya.. VI-107


DAFTAR GAMBAR


Gambar 1.1 Jalur utama Bandung-Cirebon.. I-1

Gambar 1.2 Lokasi longsoran pada tepi jalan KM 62+300 I-2

Gambar
1.3 Peta zonasi gerakan tanah. I-3

Gambar 1.4 Peta geologi regional sekitar ruas jalan

Sumedang-Cijelag km 60 km 70

(Lembar Arjawinangun, Djuri, 1995) I-5

Gambar 2.1 Ilustrasi keberadaan lereng alam. II-14

Gambar 2.2 Ilustrasi keberadaan lereng buatan. II-15

Gambar 2.3 Kelongsoran translasi.. II-17

Gambar 2.4 Kelongsoran rotasi II-19

Gambar 2.5 Jenis-jenis kelongsoran rotasi. II-19

Gambar 2.6 Kelongsoran kombinasi.. II-19

Gambar 2.7 Tipe jatuhan II-20

Gambar 2.8 Tipe jungkiran. II-20

Gambar 2.9 Tipe aliran... II-21

Gambar 2.10 Mekanika pada sebuah bidang longsoran rotasi. II-22

Gambar 2.11 Penanganan longsor pada lereng


dengan tembok penahan.. II-23

Gambar
2.12 Penanganan longsor pada lereng


dengan bronjong.. II-24

Gambar 2.13 Penanganan longsor pada lereng dengan

Bored pile.... II-25



Gambar 2.14 konfigurasi pengaturan grup tiang dalam

satu pile cap.... II-29

Gambar 3.1 Diagram tekanan untuk permukaan

tanah urug horizontal III-33

Gambar 3.2 Diagram tekanan untuk permukaan tanah

urug miring.. III-34

Gambar 3.3 Lingkaran mohr untuk permukaan

tanah urug miring III-34

Gambar 3.4 Diagram Kontrol terhadap guling berdasarkan

asumsi dari Rankine dinding kantilever..... III-39

Gambar 3.5 Kontrol terhadap pergeseran dasar dinding... III-41

Gambar 3.6 Faktor kapasitas dukung fondasi Nc.. III-43

Gambar 3.7 Kontrol Terhadap Guling... III-44

Gambar 3.8 Pemodelan kantilever untuk tiang


dengan beban lateral...... III-50

Gambar
4.1 Diagram alir pembauatan tugas akhir..... IV-59


Gambar 5.1 Kondisi longsoran diruas jalan

sumedang-cijelag KM 62+300.. V-56

Gambar
5.2 Sketsa kondisi longsoran diruas jalan

sumedang-cilejag KM 62+300...... V-61

Gambar 5.3 Potongan melintang kondisi longsoran.... V-62

Gambar 5.4 Stratigrafi tanah di daerah tinajauan.... V-63

Gambar 5.5 Kondisi dengan MAT sesuai dilapangan.. V-64

Gambar 5.6 Kondisi dengan MAT 3 m dibawah

muka tanah V-65

Gambar 5.7 Kondisi dengan MAT 2 m dibawah

muka tanah V-65

Gambar 5.8 Analisa stabilitas dengan metoda Bishop. V-66

Gambar 5.9 DPT tipe cantilever.... V-68

Gambar 5.10 Detail perhitungan konstruksi DPT

Cantilever.. V-68

Gambar 5.11 Sketsa diagram tekanan pada DPT.. V-69

Gambar 5.12 Konstruksi DPT. Gabion/Bronjong... V-72


Gambar 5.13 Detail konstruksi DPT. Gabion..... V-73

Gambar
5.14 Sketsa diagram tekanan pada Bronjong... V-74


Gambar 5.15 Sketsa model longsor dengan

MAT 2 m dibawah MT..... V-77

Gambar
5.16 Model penanganan pondasi bored pile..... V-77

Gambar 5.17 Sketsa diagram tekanan tanah

sedalam 5 meter.... V-79

Gambar 5.18 Sketsa diagram tekanan tanah lateral.... V-83

Gambar 6.1 Model penempatan pondasi bored pile

dan parameter tanah...... VI-87

Gambar 6.2 gaya yang bekerja pada pondasi bored pile... VI-90

Gambar 6.3 Pengadaan material... VI-101

Gambar 6.4 Perakitan baja tulangan..... VI-101

Gambar 6.5 Ilustrasi pengeboran..... VI-102

Gambar 6.6 Ilustrasi pemasangan keranja baja tulangan... VI-103

Gambar 6.7 Ilustrasi pengujian slump beton..... VI-104

Gambar 6.8 Ilustrasi beton dimasukan ke

dalam pipa tremi VI-104

Gambar 6.9 Jarak penarikan pipa tremi


pada saat pengecoran VI-105

Gambar
6.10 Lumpur dari bawah keluar lubang. VI-105

DAFTAR PUSTAKA

Anonim
1. Peta Sumedang-tomo. Diakses dari http://maps.google.com pada 16
januari 2013

Anonim
2. Sejarah Sumedang. Diakses dari http://info-sumedang.blogspot.com
pada 22 maret 2013

Anonim 3. Peta Sumedang. Diakses dari http://maps.google.com pada 22 maret


2013

Anonim 4. chapter_II. Diakses dari http://eprints.undip.ac.id pada 27 maret 2013

Anonim 5. Pondasi Tiang pancang. Diakses pada http://www.google.com

Hardiyatmo, Hary Christady. 2007. Mekanika Tanah 2. Yogyakarta. Gadjah Mada


University Press

Hardiyatmo, Hary Christady. 2007. Teknik Pondasi 1 cetakan ke-3. Yogyakarta.


Gadjah Mada University Press

Prabudi, Slamet. 2012. Laporan perencanaan revisi 21-6-2012 (rev 1). Bandung

Pd T-09-2005-B. Rekayasa Penanganan Keruntuhan Lereng Pada Tanah


Residual Dan Batuan. Departemen Pekerjaan Umum