Anda di halaman 1dari 21

BAB I

PENDAHULUAN

A.LATAR BELAKANG
Pelayanan kesehatan di Rumah Sakit merupakan bagian integral yang tidak dapat
dipisahkan dari pelayanan kesehatan secara keseluruhan. Pada saat ini perkembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kesehatan semakin meningkat dan sudah
mengarah pada spesialisasi dan subspesialisasi. Semakin pesat laju pembangunan,
semakin besar pula tuntutan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan yang
lebih baik. Perlu disadari bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan dan kesejahteraan
masyarakat, tuntutan akan pelayanan kesehatan yang bermutu pun semakin meningkat.
Di lain pihak pelayanan rumah sakit yang memadai, baik di bidang diagnostik maupun
pengobatan semakin dibutuhkan. Sejalan dengan itu maka pelayanan diagnostik yang
diselenggarakan oleh laboratorium rumahsakit sangat perlu menerapkan sebuah standar
mutu untuk menjamin kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.
Pembangunan kesehatan bertujuan untuk mewujudkan derajat kesehatan yang optimal
bagi masyarakat. Salah satu yang tertuang dalam Undang Undang No.23 Tahun 1992
tentang kesehatan bertujuan melindungi pemberi dan penerima jasa pelayanan kesehatan
serta memberi kepastian hukum dalam rangka meningkatkan, mengarahkan dan
memberi dasar bagi pembangunan kesehatan. Dalam pembangunan kesehatan. Dalam
pembangunan kesehatan perlu dilakukan peningkatan pelayanan kesehatan termasuk
peningkatan Pelayanan Laboratorium di Rumah Sakit. Pelayanan Laboratorium
merupakan bagian integral dari pelayanan medik Rumah Sakit yang perlu mendapat
perhatian khusus,karena sebagaimana diketahui bahwa Pelayanan Laboratorium selain
telah dirasakan besar manfaatnya, namun oleh karena didalam pelaksanaan pemeriksaan
laboratorium berhubungan dengan cairan tubuh penderita sehingga ada resiko bahaya
terpapar bahan infeksius baik terhadap pekerja, pasien maupun lingkungannya, denga
demikian Pelayanan Laboratorium harus dikelola oleh mereka yang benar benar
profesional dalam bidang laboratorium demi keselamatan kerja terhadap bahan infeksius.
Laboratorium klinik sebagai subsistem pelayanan kesehatan menempati posisi penting
dalam diagnosis invitro. Setidaknya terdapat 5 alasan penting mengapa pemeriksaan
laboratorium diperlukan, yaitu : skrining, diagnosis, pemantauan progresifitas penyakit,
monitor pengobatan dan prognosis penyakit. Oleh karena itu setiap laboratorium harus
dapat memberikan data hasil tes yang teliti, cepat dan tepat.

Buku Pedoman Pelayanan Unit Laboratorium 1


B.TUJUAN
Pedoman ini dibuat sebagai acuan pelayanan Laboratorium di RSIA Putri, hal ini karena
pemeriksaan laboratorium adalah salah satu komponen penting dalam penatalaksanaan
pasien yang dapat berperan meningkatkan mutu diagnosa klinik, sehingga pengobatan
terhadap pasien menjadi lebih terarah.

C.RUANG LINGKUP
1. Pasien rawat inap
Yaitu pasien yang sudah dirawat di unit unit keperawatan RSIA Putri yang memerlukan
pemeriksaan laboratorium

2.Pasien rawat jalan


Yaitu pasien dari unit gawat darurat dan pasien dari poli rawat jalan RSIA Putri yang
memerlukan pemeriksaan laboratorium

3.Pasien luar
Yaitu pasien dari dokter luar RSIA Putri maupun dokter yang bekerja sama dengan RSIA
Putri yang memerlukan pemeriksaan laboratorium

D.BATASAN OPERASIONAL
1. Laboratorium
adalah tempat reset ilmiah, eksperimen, pengukuran ataupun pelatihan ilmiah dilakukan.
Laboratorium biasanya dibuat untuk memungkinkan dilakukannya kegiatan kegiatan
tersebut secara terkendali.

2.Laboratorium Klinik
adalah laboratorium kesehatan yang melaksanakan pelayanan pemeriksaan specimen
klinik untuk mendapatkan informasi tentang kesehatan perorangan terutama untuk
menunjang upaya diagnosis penyakit, penyembuhan penyakit, dan pemulihan kesehatan
Laboratorium ini sering dibagi atas sejumlah bagian :

Buku Pedoman Pelayanan Unit Laboratorium 2


a. Kimia klinik
biasanya menerima serum. Sering kali bagian ini adalah bagian yang melakukan
pemeriksaan rutin terbanyak. Mereka menguji komponen/analit yang berbeda beda
dalam serum atau plasma.
b. Hematologi
menerima keseluruhan darah dan plasma. Mereka melakukan perhitungan darah dan
evaluasi morfologi darah.
c.Mikrobiologi
menerima usapan, tinja, air seni, darah, dahak, peralatan medis begitupun jaringan yang
mungkin terinfeksi. Spesimen tadi dikultur untuk memeriksa mikroba patogen.
d.Parasitologi
mengamati parasit.
e.Koagulasi
menganalisis waktu bekuan dan faktor koagulasi
f.Urinalisis
menguji air seni untuk sejumlah analit.
g.Toksikologi
menguji obat farmasi, obat yang disalahgunakan, dan toksik lain.
h. Pemeriksaan Hematologi
Pemeriksaan hematologi adalah pemeriksaan yang mencakup beberapa pemeriksaan
antara lain : Hematologi Rutin, Hemotologi lengkap, golongan darah, hitung retikulosit,
morfologi sel darah merah.
i.Pemeriksaan Kimia
Pemeriksaan kimia adalah pemeriksaan yang mencakup beberapa pemeriksaan antara
lain : Glokosa darah, faal hati lengkap, faal ginjal, cholesterol lengkap, HbAIC,
Elektrolit, Analisa gas darah
j.Pemeriksaan Urine
Pemeriksaan urine adalah : pemeriksaan yang mencakup beberapa pemeriksaan yang
membutuhkan bahan urine antara lain : urine ruthin, urine lengkap, dan test kehamilan.
k.Pemeriksaan Feeces
Pemeriksaan Feeces adalah : pemeriksaan yang mencakup beberapa pemeriksaan yang
membutuhkan bahan faeces antara lain : faeces ruthin, Faeces lengkap, darah sanar
l.Pemeriksaan Bakteriologi

Buku Pedoman Pelayanan Unit Laboratorium 3


Pemeriksaan bakteriologi dalah pemeriksaan yang mecakup beberapa pemeriksaan antara
lain : sedian langsung gram, skret vagina, sputum BTA langsungm kultur dan sensitivity
tyt
m.Pemeriksaan serologi/Imunologi Pemeriksaan serologi/Imunologi
adalah pemeriksaan yang memerlukan serum sebagai bahan pemeriksaan, antara lain :
HbSAg, widal, T2, T4, TSH, FT4, NSI antigen D.

E. LANDASAN HUKUM
1. UU No. 23 Tahun 1992 tentang kesehatan.
2. Permenkes RI No.411/menkes/per/III/2010 Tentang Laboratorium klinik

Buku Pedoman Pelayanan Unit Laboratorium 4


BAB II
STANDAR KETENAGAAN

A.Kualifikasi Sumber Daya Manusia (SDM)


No Nama Jabatan Kualifikasi Tenaga
1 dr Endang Penanggung Jawab S2 Kedokteran
Retnowati,MS,SpPK
Laboratorium

2 Dwi Ratnawati Koordinator analis D3 Analis Kesehatan


3 Mukaromah Bagian Kimia Klinik D3 Analis Kesehatan
4 Septie Dwi Arifiani Bagian Imunologi D3 Analis Kesehatan
5 Chusnul Khotimah Bagian Hematologi D3 Analis Kesehatan
6 Luluk Farida Bagian Mikrobiologi D3 Analis Kesehatan

B. Distribusi Ketenagaan:
a.Untuk dinas pagi yang bertugas berjumlah 2 orang.
b.Untuk dinas sore yang bertugas sejumlah 1 orang .
c.Untuk dinas malam yang bertugas sejumlah 1 orang.

C.Pengaturan Jaga Pelaksana Analis


Pengaturan jadwal dinas pelaksana analisis dibuat dan dipertanggung jawabkan
oleh coordinator analis.
Jadwal dinas dibuat untuk jangka 1 bulan dan direalisasikan ke analisis pelaksana
laboratorium setiap bulan
Untuk analisis yang memiliki keperluan penting pada hari tertentu, maka analis tersebut
dapat mengajukan permintaan. Permintaan akan disesuaikan dengan kebutuhan tenaga
yang ada .
Jadwal dinas terbagi atas dinas pagi, dinas sore, dinas malam, libur dan cuti, apabila ada
tenaga analis jaga karena sesuatu hal sehingga tidak dapat jaga sesuai jadwal yang telah
ditetapkan (terencana), maka analis yang bersangkutan harus memberitahu penanggung
jawab

D.Uraian Tugas
1. Penanggung jawab Laboratorium

Bertanggung jawab atas segala kegiatan laboratorium

Buku Pedoman Pelayanan Unit Laboratorium 5


2. Koordinator analis
Mengkoordinasi staf laboratorium
Bertanggung jawab atas kegiatan laboratorium sebelum dilaporkan ke penanggung jawab
laboratorium

3. Bagian Kimia Klinik


Menentukan criteria sampel kimia klinik yang layak diperiksa
Bertanggung jawab atas stock reagen kimia klinik
Bertanggung jawab menghubungi teknisi bila ada trouble pada alat kimia klinik
Pelaporan hasil kmia klinik yang abnormal sebelum dilaporkan ke pnanggung jawab
laboratorium

4. Bagian Imunologi
Menentukan criteria sampel imunologi yang layak periksa
Bertanggung jawab atas stock reign imunologi
Bertanggung jawab atas pengiriman sampel imunologi
Pelaopran hasil imunologi yang abnormal sebelum dilaporkan ke penanggung jawab
laboratorium

5. Bagian Hematologi
Menentukan criteria sampel kematologi yang layak diperiksa
Bertanggung jawab atas stock reagen hematologi
Bertanggung jawab menghubungi teknisi apabila ada alat hematlogi yang trouble
Pelaporan hasil hematologi yang abnormal sebelum dilaporkan ke penangung jawab
laboratorium

6. Bagian Mikrobiologi
Menentukan hasil criteria sampel mikrobiologi yang layak periksa
Bertanggung jawab atas media kultur yang akan dikirim
Bertanggung jawab atas pengiriman bahan dan hasil pemeriksaan

Buku Pedoman Pelayanan Unit Laboratorium 6


BAB III
STANDART FASILITAS

A. DENAH RUANG

Denah Ruang Laboratorium


O M KETERANGAN:
LED N L A: Ruang Tunggu
P K B: Ruang Penerimaan Pasien
Q R G J C: Pintu
E I D:Ruang Admin
S H E: Ruang Sampling
D F F: Pemeriksaan DL
C G: Tempat Penyimpanan Reagen
B H:Pemeriksaan FH
I:Pemeriksaan Kimia Klinik

A J:Pemeriksaan Urine
K:BGA
R:Wastafel untuk cuci tabung L:Mikroskope
S: Alat Sampling M: Tempat Arsip
N:Sentrifuce + Mikroskope
O:PenyimpananPewarnaan Reagen
P: Tempat pewarnan Reagen
Q:Wastafel untuk pewarnaan

Buku Pedoman Pelayanan Unit Laboratorium 7


STANDAR FASILITAS
1. Sarana Fisik
Untuk meja penempatan alat harus dari bahan kaca atau marmer karena memiliki
pori pori kecil sehingga tidak menyerap reagen dan bateri tidak dapat tumbuh.

2. Prasarana
A. Prasarana Listrik
Sebagian besar peralatan ( alat laboratorium ,komputer ) yang ada di unit
laboratorium RSIA Putri menggunakan daya listrik yang besar, sehingga di
perlukan instalasi listrik yang sesuai standar.
Instalasi kontak ( stop kontak ) untuk memperhatikan penempatan, yaitu harus
menjauhi daerah yang lembab dan basah.
Jenis kontak kontak hendaknya yang tertutup agar terhindar dari udara
lembab, sentuhan langsung dan pararel yang melebihi kapasitas penggunaan.
B. Prasarana Air
Prasarana air untuk laboratorium untuk pencucian pewarnaan dan cuci tabung.
C. Peralatan
Alat alat pemeriksaan laboratorium:
1. Sysmex KX-21
Untuk pemeriksaan DL
2. Systemex CA-50
Untuk pemeriksaan Faal Hemostatis
3. Mindray BA-88
Untuk pemeriksaan Kimia Klinik
4. In Sight U120
Untuk pemeriksaan Urine lengkap
5. Mikroskope Olympus
6. OPTI CCA-TS
Untuk pemeriksaan Blood Gas
7. Miditron Junior II
Untuk pemeriksaan Urin lengkap
8. Nycocord Reader II
Untuk pemeriksaan CRP
9. Centrifuge Corelab

Buku Pedoman Pelayanan Unit Laboratorium 8


Alat alat pelengkap di laboratorium
1. Komputer
a.Untuk Admin
b.Untuk cek DL
2. Printer
a.Untuk Admin
b.Untuk cek DL
3. Lemari Es
Untuk penyimpanan reagen

Buku Pedoman Pelayanan Unit Laboratorium 9


BAB IV
TATA LAKSANA PELAYANAN

Tata laksana unit laboratorium meliputi :


1. Pasien Rawat inap
Petugas keperawatan memberitahu petugas laborat bila ada pemeriksaan
Petugas laboratorium datang ke ruangan yang meminta
Petugas keperawatan menyerahkan lembar permintaan pemeriksaan
laboratorium
Petugas laborat datang ke kamar pasien
Menyiapkan identitas pasien
Petugas laborat mengambil contoh darah pasien
Menaruh contoh darah dalam tabung sesuai permintaan pemeriksaan
Membawa contoh darah ke ruang laborat
Melakukan pemeriksan sesuai permintaan
Mengetik hasil laborat
Mencetak hasil laborat
Memberikan hasil laborat kepada petugas keperawatan yang meminta
Dengan menyertakan buku serah terima hasil laborat.
Memuat kwitansi dan menyerahkan pada petugas administrasi

2. Pasien rawat jalan


Petugas rawat jalan mengantar pasien ke ruang laboratorium
Pasien /petugas menyerahkan pengantar pemeriksaan laborat
Petugas laborat menyiapkan identitas pasien
Petugas laborat mengambil contoh darah pasien
Menaruh contoh darah dalam tabung sesuai permintaan pemeriksaan
Melakukan pemeriksan sesuai permintaan
Mengetik hasil laborat
Mencetak hasil laborat
Memberikan hasil laborat kepada pasien dengan menyertakan buku serah
terima hasil laborat.
Memuat kwitansi dan menyerahkan pada pasien

Buku Pedoman Pelayanan Unit Laboratorium 10


3. Pasien Luar rumah sakit
Pasien datang dengan membawa pengantar pemeriksaan laborat
Petugas laborat menyiapkan identitas pasien
Petugas laborat mengambil contoh darah pasien
Menaruh contoh darah dalam tabung sesuai permintaan pemeriksaan
Melakukan pemeriksan sesuai permintaan
Mengetik hasil laborat
Mencetak hasil laborat
Memberikan hasil laborat kepada pasien dengan menyertakan buku serah
terima hasil laborat.
Memuat kwitansi dan menyerahkan pada pasien

Buku Pedoman Pelayanan Unit Laboratorium 11


BAB V
LOGISTIK
Untuk mendukung terlaksananya pelayanan laboratorium yang optimal maka
perlu adanya dukungan logistik yang memadai dan tidak terputus. Persiapan dan
pegadaan bahan dan alat untuk kelangsungan pengadaan laboratorium perlu adanya
kerja sama antar bagian yang baik dan evaluasi yang terus menerus. Pengadaan logistik
yang memadai akan menghindarkan pengeluaran rumah sakit yang berlebihan. Dalam hal
ini pencatatan dan pelaporan harus diterapkan dengan benar. Ruang lingkup antara lain:

1. Pengadaan bahan habis pakai laboratorium. Yang perlu di perhatikan adalah:


a. Permintaan bahan habis pakai dengan membuat daftar bahan habis pakai pada
buku pemesanan yang ditandatangani oleh penanggung jawab laboratorium.
b. Menghubungi provider untuk melakukan pemesanan bahan habis pakai
c. Melakukan pencatatan barang datang
2. Pengadaan alat
Bila ada kerusakan alat atau masa waktu tenggang alat telah habis maka akan
diperiksa oleh teknisi alat terlebih dahulu dan jika memang harus ganti alat maka
harus menulis di buku pemesanan alat disetujui oleh penanggung jawab laboratorium
kemudian dimintakan persetujuan prof.dr Prajiyno Prabowo SpOG.
3. Pengadaan alat tulis kantor
Petugas laboratorium melakukan pemesanan sendiri dengan menyerahkan nota
pembelian .Pembelian dilakukan tiap 6 bulan sekali.

Buku Pedoman Pelayanan Unit Laboratorium 12


BAB VI
KESELAMATAN PASIEN
Prinsip umum etika pelayanan kesehatan adalah bahwa keselamatan pasien merupakan
yang utama. Dalam hal ini dapat diartikan bahwa laboratorium hendaknya menjamin
bahwa keselamatan dan kepentingan pasien selalu menjadi pertimbangan utama dan
diletakkan lebih tinggi. Disamping itu, laboratorium hendaknya memperlakukan semua
pasien secara adil dan tanpa diskriminasi.

Ada 6 sasaran yang perlu diperhatikan didalam keselamatan pasien


Identifikasi Pasien
Pasien diidentifikasi menggunakan dua identitas pasien, seperti nama pasien dan tanggal
lahir pasien yang disesuaikan dengan identitas resmi, tidak termasuk nomor dan lokasi
kamar. Jika pasien telah memakai gelang identitas, tetap dikonfirmasi secara verbal. Bila
pasien tidak dapat menyebutkan nama, identitas pasien dapat ditanyakan kepada
penunggu/ pengantar pasien
Pasien diidentifikasi sebelum mengambil darah, dan specimen lain untuk keperluan
pemeriksaan.
Pengecualian prosedur identifikasi dapat dilakukan pada kondisi kegawatdaruratan pasien
di IGD, ICU dan kamar operasi dengan tetap memperhatikan data pada gelang identitas
pasien.

Meningkatkan Komunikasi Efektif


Cara komunikasi yang efektif di rumah sakit:

Menggunakan tehnik SBAR (Situation Background Assessment Recomendation)


dalam melaporkan kondisi pasien untuk meningkatkan efektivitas komunikasi antar
pemberi layanan.

Situation : Kondisi terkini yang terjadi pada pasien.


Background : Informasi penting apa yang berhubungan dengan kondisi pasien terkini.
Assessment : Hasil pengkajian kondisi pasien terkini
Recommendation : Apa yang perlu dilakukan untuk mengatasi masalah pasien saat ini.

Komunikasi Verbal(Write down/ Tulis, Read Back/ Baca kembali


Intruksi/ laporan hasil tes secara verbal dan telepon ditulis oleh penerima instruksi/
laporan.

Buku Pedoman Pelayanan Unit Laboratorium 13


Intruksi/ laporan hasil tes secara verbal dan telepon dibacakan kembali oleh penerima
instruksi/ laporan.
Instruksi/ laporan yang dibacakan tersebut, dikonfirmasikan oleh individu pemberi
instruksi/ laporan.

Keamanan obat yang perlu diwaspadai


1.Pemberian obat LASA
2.Pengelolaan B3 berbahaya

Tepat lokasi tepat prosedur tepat pasien operasi


Pelaksanaan pemeriksaan harus sesuai dengan permintaan . Cara dan tempat
pengambilan sample darah harus disesuaikan dengan permintaan pemeriksaan. Serta
prosedur pemeriksaan harus juga diperhatikan.

Pengurangan resiko infeksi


Indikator Usaha Menurunkan Infeksi Nosokomial:
1. Menggunakan panduan hand hygiene terbaru yang diakui umum.
2. Mengimplementasikan program kebersihan tangan yang efektif.
Semua petugas di rumah sakit termasuk dokter melakukan kebersihan tangan pada
5 MOMEN yang telah ditentukan, yakni:
Sebelum kontak dengan pasien
Sesudah kontak dengan pasien
Sebelum tindakan asepsis
Sesudah terkena cairan tubuh pasien
Sesudah kontak dengan lingkungan sekitar pasien

Pengurangan risiko pasien jatuh


Semua pasien baru dinilai resiko jatuhnya dan penilaian diulang jika diindikasikan oleh
perubahan kondisi pasien atau pengobatan, dan lainnya.
Petugas laborat harus mengetahui tanda ,apakah pasien dalam resiko jatuh atau
tidak,sehingga bisa mengantisipasi kemungkinan yang terjadi.

Buku Pedoman Pelayanan Unit Laboratorium 14


BAB VII
KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

Karyawan adalah aset terbesar perusahaan. Dengan demikian, kesehatan karyawan yang
selalu terjaga dengan baik akan menunjang kinerja perusahaan sehingga meningkatkan
produktivitas, efisiensi dan profit perusahaan. Oleh karena itu, pemeriksaan kesehatan
karyawan yang komprehensif dan berkesinambungan merupakan langkah awal yang
positif untuk mencapai tujuan perusahaan. Pemeriksaan kesehatan karyawan berbasis
kedokteran okupasi sangat dibutuhkan untuk mengetahui kemungkinan adanya bahaya
potensial di lingkungan kerja yang dapat mengancam keselamatan dan mempengaruhi
kondisi kesehatan serta produktivitas karyawan.

A . Kesehatan kerja
Pada hakekatnya kesehatan kerja merupakan penyerasian antara kapasitas kerja, beban
kerja dan lingkungan kerja. Bila bahaya kerja di lingkungan kerja tidak di antisipasi
dengan baik akan menjadi beban tambahan bagi pekerjanya. Maka pelu diaturnya
beberapa ketentuan :
Adanya pemeriksaan kesehatan berkala setiap tahun bagi setiap petugas lab
Adanya pemberian extra nutrisi
Penggunaan APD harus tepat
Pembuangan bahan B3 yang benar

B . Keselamatan kerja
adalah segala upaya atau tindakan yang harus diterapkan dalam rangka menghindari
kecelakaan yang terjadi akibat kelalaian atau kesengajaan.
Menghindari terpapar cairan tubuh pasien dengan menggunakan sarung tangan
Dalam melaksanakan tugas harus menggunkan jas lab
Memperhatikan cara pembuangan sisa cairan tubuh pasien
Memperhatikan penyimpanan bahan B3 yang benar

Buku Pedoman Pelayanan Unit Laboratorium 15


BAB VIII
PENGENDALIAN MUTU

Dalam proses pengendalian mutu laboratorium dikenal ada tiga tahapan penting yaitu :
1. Tahap pra analitik,
2. Analitik dan
3. Pasca analitik.
Kesalahan pada proses pra-analitik dapat memberikan kontribusi sekitar 61% dari total
kesalahan laboratorium, sementara kesalahan analitik 25%, dan kesalahan pasca analitik
14%.

TAHAP PRA ANALITIK


Bertujuan untuk menjamin bahwa spesimen-spesimen yang diterima benar dan dari
pasien yang benar pula.

1.Persiapan pasien .
Petugas laboratorium harus mengidentifikasi variabel fisik pasien, seperti latihan fisik,
puasa, diet, stres, efek posisi, menstruasi, kehamilan, gaya hidup (konsumsi alkohol,
rokok, kopi, obat adiktif), usia, jenis kelamin, variasi diurnal, pasca transfusi, pasca
donasi, pasca operasi, ketinggian. Karena variabel tersebut memiliki pengaruh yang kuat
terhadap beberapa variabel biokimia dan hematologi, maka gaya hidup individu dan
ritme biologis pasien harus selalu dipertimbangkan sebelum pengambilan sampel.

2. Persiapan pengumpulan spesimen


Spesimen yang akan diperiksa laboratorium haruslah memenuhi persyaratan sebagai
berikut :

Jenisnya sesuai jenis pemeriksaan


Volume mencukupi
Kondisi baik : tidak lisis, segar/tidak kadaluwarsa, tidak berubah warna, tidak
berubah bentuk, steril (untuk kultur kuman)
Pemakaian antikoagulan atau pengawet tepat
Ditampung dalam wadah yang memenuhi syarat
Identitas benar sesuai dengan data pasien

3. Peralatan
Peralatan yang digunakan harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :

bersih, kering
tidak mengandung deterjen atau bahan kimia

Buku Pedoman Pelayanan Unit Laboratorium 16


terbuat dari bahan yang tidak mengubah zat-zat dalam spesimen
sekali pakai buang (disposable)
steril (terutama untuk kultur kuman)
tidak retak/pecah, mudah dibuka dan ditutup rapat, ukuran sesuai dengan volume
spesimen

4 Antikoagulan
Antikoagulan adalah bahan kimia yang digunakan untuk mencegah pembekuan darah.
Jenis antikoagulan yang dipergunakan harus disesuaikan dengan jenis pemeriksaan yang
diminta. Volume darah yang ditambahkan juga harus tepat.

5. Pemilihan Lokasi Pengambilan Spesimen


Tentukan lokasi pengambilan spesimen sesuai dengan jenis spesimen yang diperlukan,
seperti :

Darah vena umumnya diambil dari vena lengan (median cubiti, vena cephalic,
atau vena basilic). Tempat pengambilan tidak boleh pada jalur infus atau
transfusi, bekas luka, hematoma, oedema, canula, fistula
Darah arteri umumnya diambil dari arteri radialis (pergelangan tangan), arteri
brachialis (lengan), atau arteri femoralis (lipat paha).
Darah kapiler umumnya diambil dari ujung jari tengah atau jari manis tangan
bagian tepi atau pada daerah tumit 1/3 bagian tepi telapak kaki pada bayi. Tempat
yang dipilih untuk pengambilan tidak boleh memperlihatkan gangguan peredaran
darah seperti sianosis atau pucat.
Spesimen untuk pemeriksaan biakan kuman diambil dari tempat yang sedang
mengalami infeksi, kecuali darah dan cairan otak.

6. Waktu Pengambilan
Penentuan waktu pengambilan spesimen penting untuk diperhatikan.

Umumnya pengambilan dilakukan pada waktu pagi (ideal)


Spesimen untuk kultur kuman diambil sebelum pemberian antibiotic
Spesimen untuk pemeriksaan GO diambil 2 jam setelah buang air yang terakhir
Spesimen untuk malaria diambil pada waktu demam
Spesimen untuk mikrofilaria diambil pada tengah malam
Spesimen dahak untuk pemeriksaan BTA diambil pagi hari setelah bangun tidur
Spesimen darah untuk pemeriksaan profil besi diambil pada pagi hari dan setelah
puasa 10-12 jam

TAHAP ANALITIK
PENGAMBILAN SPESIMEN
Hal-hal yang harus diperhatikan pada pengambilan spesimen adalah :

1. Tehnik atau cara pengambilan. Pengambilan spesimen harus dilakukan dengan


benar sesuai dengan SOP yang ada.

Buku Pedoman Pelayanan Unit Laboratorium 17


2. Cara menampung spesimen dalam wadah/penampung.
o Seluruh sampel harus masuk ke dalam wadah (sesuai kapasitas), jangan
ada yang menempel pada bagian luar tabung untuk menghindari bahaya
infeksi.
o Wadah harus dapat ditutup rapat dan diletakkan dalam posisi berdiri untuk
mencegah spesimen tumpah.
o Memindahkan spesimen darah dari syringe harus memperhatikan hal-hal
seperti berikut :
Darah harus segera dimasukkan dalam tabung setelah sampling.
Lepaskan jarum, alirkan darah lewat dinding tabung perlahan-
lahan agar tidak terjadi hemolisis.
Untuk pemeriksaan kultur kuman dan sensitivitas, pemindahan
sampel ke dalam media dilakukan dengan cara aseptik
Pastikan jenis antikoagulan dan volume darah yang ditambahkan
tidak keliru.
Homogenisasi segera darah yang menggunakan antikoagulan
dengan lembut perlahan-lahan. Jangan mengkocok tabung keras-
keras agar tidak hemolisis.
o Menampung spesimen urin
Sediakan wadah yang bersih, kering, tidak terkontaminasi oleh
bahan apapun, mudah dibuka, mudah ditutup, dan bermulut lebar
Sebaiknya pasien diinstruksikan membuang urine yang mula-mula
keluar sebelum mengumpulkan urine untuk diperiksa.
Untuk mendapatkan specimen clean catch diperlukan cara
pembersihan lebih sempurna :
Mulut uretra dibersihkan dengan sabun dan kemudian
membilasnya sampai bersih.
Penderita wanita harus lebih dulu membersihkan labia
minora, lalu harus merenggangkannya pada waktu kencing.
Perempuan yang sedang menstruasi atau yang mengeluarkan
banyak secret vagina, sebaiknya memasukkan tampon sebelum
mengumpulkan specimen.
Bagian luar wadah urine harus dibilas dan dikeringkan setelah
spesimen didapat dan keterangan tentang pemeriksaan harus jelas
dicantumkan.
o Menampung spesimen tinja
Sampel tinja sebaiknya berasal dari defekasi spontan. Jika sangat
diperlukan, sampel tinja juga dapat diperoleh dari pemeriksaan
colok dubur.
Masukkan sampel ke dalam wadah yang bersih, kering, tidak
terkontaminasi oleh bahan apapun, dapat ditutup rapat, dapat
dibuka dengan mudah dan bermulut lebar.
o Menampung spesimen dahakPenting untuk mendapatkan sekret bronkial
dan bukan ludah atau sekret hidung.
Sediakan wadah yang bersih, kering, tidak terkontaminasi oleh
bahan apapun, mudah dibuka, mudah ditutup, dan bermulut lebar.
Untuk pewarnaan BTA, jangan gunakan wadah yang mengandung
bercak lilin atau minyak, sebab zat ini dapat dilihat sebagai bintik-
bintik tahan asam dan dapat menyulitkan penafsiran.

Buku Pedoman Pelayanan Unit Laboratorium 18


Sebelum pengambilan spesimen, penderita diminta berkumur
dengan air, bila mungkin gosok gigi terlebih dulu. Bila memakai
gigi palsu, sebaiknya dilepas dulu.
Pada saat pengambilan spesimen, penderita berdiri tegak atau
duduk tegak
Penderita diminta untuk menarik nafas dalam 2 3 kali kemudian
keluarkan nafas bersamaan dengan batuk yang kuat dan berulang
kali sampai dahak keluar.
Dahak yang dikeluarkan langsung ditampung dalam wadah dengan
cara mendekatkan wadah ke mulut.
Amati keadaan dahak. Dahak yang memenuhi syarat pemeriksaan
akan tampak kental purulen dengan volume cukup ( 3 5 ml )
Tutup wadah dengan rapat untuk menghindari kontaminasi dari
udara dan secepatnya dikirim ke laboratorium.

IDENTIFIKASI SPESIMEN
Pemberian identitas pemberian label pada wadah spesimen. Keduanya harus cocok sama.
Pemberian identitas ini setidaknya memuat nama pasien, nomor ID atau nomor rekam
medis serta tanggal pengambilan. Kesalahan pemberian identitas dapat merugikan.
Untuk spesimen berisiko tinggi (HIV, Hepatitis) sebaiknya disertai tanda khusus pada
label dan formulir permintaan laboratorium.

PENGIRIMAN SPESIMEN KE LABORATORIUM


Spesimen yang telah dikumpulkan harus segera dilakukan pemeriksaan,bila tidak bisa
dilakukan di laborat Putri segera kirim specimen ke laborat lain.

1. Sebelum mengirim spesimen ke laboratorium, pastikan bahwa spesimen telah


memenuhi persyaratan seperti yang tertera dalam persyaratan masing-masing
pemeriksaan.
2. Apabila spesimen tidak memenuhi syarat agar diambil / dikirim ulang.
3. Pengiriman spesimen disertai formulir permintaan yang diisi data yang lengkap.
Pastikan bahwa identitas pasien pada label dan formulir permintaan sudah sama.

4. Pengiriman sample sebaiknya menggunakan wadah khusus, misalnya berupa
kotak atau tas khusus yang tebuat dari bahan plastik, gabus (styro-foam) yang
dapat ditutup rapat dan mudah dibawa.

PENANGANAN SPESIMEN

Identifikasi dan registrasi specimen


Seluruh spesimen harus diperlakukan sebagai bahan infeksius
Patuhi cara pengambilan spesimen dan pengisian tabung yang benar
Gunakan sentrifus yang terkalibrasi
Segera pisahkan plasma atau serum dari darah dalam tabung lain, tempeli label
Segera distribusikan spesimen ke ruang pemeriksaan

Buku Pedoman Pelayanan Unit Laboratorium 19


PENYIMPANAN SPESIMEN

Penyimpanan spesimen dilakukan jika pemeriksaan ditunda atau spesimen akan


dikirim ke laboratorium lain
Lama penyimpanan harus memperhatikan, jenis pemeriksaan, wadah dan
stabilitasnya
Hindari penyimpanan whole blood di refrigerator
Sampel yang dicairkan (setelah dibekukan) harus dibolak-balik beberapa kali dan
terlarut sempurna. Hindari terjadinya busa.
Simpan sampel untuk keperluan pemeriksaan konfirmasi / pengulangan
Menyimpan spesimen dalam lemari es dengan suhu 2-8C, suhu kamar, suhu -
20C, -70C atau -120C jangan sampai terjadi beku ulang.
Untuk jenis pemeriksaan yang menggunakan spesimen plasma atau serum, maka
plasma atau serum dipisahkan dulu baru kemudian disimpan.
Memberi bahan pengawet pada spesimen
Menyimpan formulir permintaan lab di tempat tersendiri

PASCA ANALITIK
Melakukan pencetakkan hasil pemeriksaan specimen,pastikan data pasien benar dan
tepat.

Buku Pedoman Pelayanan Unit Laboratorium 20


BAB IX
PENUTUP

Laboratorium merupakan pelayanan integral dari suatu rumah sakit ,yang


tidak bisa dipisahkan dengan pelayanan lain. Keberadaan laboratorium
membantu memperjelas suatu diagnosa penyakit. Sehingga didalam
kegiatannya harus menjaga mutu pelayanan. Diharapkan dengan adanya
pendoman ini akan menjadikan acuan dalam melaksanakan pelayanan yang
baik.

Buku Pedoman Pelayanan Unit Laboratorium 21